Project Management Unit (PMU) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Saudi Found for Development membuka kesempatan kepada Alumni perguruan tinggi program strata 1 di seluruh Indonesia, untuk berkompetisi melalui beasiswa studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi melalui program magister (S2) di dalam dan luar Negeri Perguruan Tinggi ternama.
GEMA-Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang kembali mencatat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai Satuan Berkinerja Terbaik I, Kamis (15/4). Penghargaan PRISMA serupa pernah diterima di Triwulan ke-4 tahun 2020. Kini, kampus berlogo Ulul Albab tersebut menerima kembali penghargaan itu di Triwulan Pertama tahun 2021. Penyerahan penghargaan berlangsung di Ruang Aula Sakura (Sinergi dan Kolaborasi untuk Negara), Gedung KPPN Kota Malang lt. 2. Rektor Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. menerangkan bahwa UIN Malang tercatat dalam penghargaan untuk kategori Bidang Manajemen Badan Layanan Umum (BLU). Penghargaan PRISMA yang diterima ini tak sekadar prestasi namun sebagai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas. Ia pun ingin agar prestasi kinerja ini tak hanya diapresiasi di lingkup KPPN Kota Malang, “Namun juga bisa sampai pada institusi terkait yang lebih tinggi lingkupnya.” Ia melanjutkan, capaian kinerja ini merupakan hasil kerjasama segala komponen di UIN Malang, dari staf hingga pimpinan. “Kami ingin agar manajemen BLU optimal dan pengguna jasa kampus mendapatkan layanan yang terbaik,” imbuhnya. Prosesi penyerahan penghargaan PRISMA kali ini bertema Peningkatan Pemberdayaan UMKM dalam Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2021 Guna Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional. Peringkat kedua di kategori yang sama diraih oleh Universitas Negeri Malang. Sedangkan peringkat ketiga diraih oleh Universitas Brawijaya Malang. (ptt/nd)
Tim UIN Mengabdi yang terdiri dari 3 dosen dan 2 mahasiswa mengajak masyarakat untuk mengkaji kitab dan membaca wirid bersama-sama secara rutin. Kegiatan ini dilaksanakan pada awal bulan puasa tahun 1443 H lalu, di masjid Raden Rahmat yang berdekatan dengan Taman Singha Merjosari Kota Malang. Tujuan kegiatan ini disamping untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus menambah pengetahuan agama masyarakat, “salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman agama masyarakat, baik penduduk asli Malang maupun mahasiswa sebagai pendatang. Bentuknya kajian kitab Bulughul Maram dengan tema Adab dan pembacaan wirid Ratib al Haddad” Jelas Syaiful Mustofa, ketua tim UIN Mengabdi.
Kajian kitab dan pembacaan wirid penting diadakan secara rutin apalagi di saat pandemi seperti ini untuk meningkatkan keimanan dan imunitas warga masyarakat, “saat datangnya musibah pandemi Cofid-19 peningkatan keimanan dan imunitas warga masyarakat sangat diperlukan. Kebetulan bulan Ramadhan saat ini kondisi Kelurahan Merjosari di level hijau, artinya longgar untuk melaksanakan kegiatan dengan tetap menjaga prokes” tegas Bapak Abdullah, Lurah Merjosari dan sekaligus ketua ta’mir masjid Raden Rahmat.
Kajian kitab dan pembacaan wirid dilaksanakan sejak tahun 2019 sebelum pandemi ada. Dua kegiatan ini terus dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan agar daya hidup masyarakat kuat dalam menghadapi tantangan zaman, “kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami agar pemahaman agama terus berkembang dan ditambah dengan bacaan wirid agar hati menjadi tenang dalam menghadapi tantangan zaman” tukas Ahmad salah satu warga yang juga pengurus ta’mir.
Kegiatan ini bermanfaat bagi pengembangan diri seseorang, “kegiatan ini sangat berguna dalam mewujudkan mental yang kuat dan keimanan yang kokoh. Ilmu ini sebagai bekal saya ke depan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari” jelas Nurul Fukaubun, mahasiswa jurusan PBA UIN Malang asal Papua. Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang peserta, “Kekuatan mental ini merupakan salah satu instrument penting dalam mewujudkan stabilitas jiwa dan rohani seseorang’ jelas Lalu, mahasiswa asal Lombok.
Kegiatan pembelajaran kitab kuning bertujuan untuk meningkatkan spiritual masyarakat Merjosari Kota Malang, “Alhamdulillah dengan kegiatan rutin seperti ini pelan-pelan kualitas spiritual masyarakat akan semakin meningkat. Peningkatan ini bisa dilihat dari pelaksanaan ibadah shalat 5 waktu yang semakin khusu’ dan istiqamah” jelas Bapak Abdullah, Lurah Merjosari.
Adapun pembacaan wirid bertujuan untuk meningkatkan etika sosial masyarakat, “dengan membaca wirid rutin maka etika sosial semakin baik diukur dari terciptanya kerukunan dan kedamaian antar warga masyarakat. Juga bisa dilihat pada saat membaca wirid, mereka terlihat serius dan menghayati saat melantumkan bacaan wirid” tegas Bapak Amin, salah satu warga masyarakat yang rutin ikut kegiatan tersebut.
GEMA-Meski tak bisa tampil secara langsung dalam acara yang diadakan Pusat Studi Penelitian-LP2M UIN Malang, Rektor Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. masih menyempatkan membuka acara secara daring, Rabu (7/4). Sebagai pimpinan, ia menyambut baik Workshop Metode Penelitian Kebijakan Pendidikan bagi Tenaga Kependidikan yang ditujukan khusus bagi para staf kampus. Prof. Haris menyatakan, untuk menuju impian UIN Malang menjadi Smart Islamic University, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil. Yang ia harapkan ialah SDM yang menguasai tugas dan fungsinya serta peka terhadap perkembangan di bidangnya masing-masing. “Para tenaga kependidikan harus paham, ada kebijakan baru apa di area kerjanya,” imbuhnya. Selanjutnya, masih kata rektor, kebijakan yang dikeluarkan hendaknya dibahas dalam bentuk riset. Sehingga, ada bahasan apakah kebijakan tersebut memberikan efek positif atau malah memperburuk kinerja. “Memiliki staf yang giat dan aktif seperti ini akan menguatkan pengembangan UIN Malang di masa mendatang,” jelas Prof. Haris. (nd)
GEMA-Pesatnya perkembangan teknologi menjadi hal yang ditekankan Prof. Dr. Imron Arifin, M.Pd. dalam pemaparan materi metodologi penelitian di hadapan para tenaga kependidikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Makin banyaknya penggunaan teknologi di semua lini kehidupan, tentu harus dimanfaatkan untuk memberi kemudahan. Kehadiran Prof. Imron tak hanya untuk mengajarkan metode riset, namun juga membantu para staf untuk menemukan bahan yang diteliti di institusi pendidikan, Rabu (7/4). Sebagai pakar yang sudah berkecimpung selama puluhan tahun di dunia pendidikan, Prof. Imron menyadari betapa teknologi adalah bagian dari perubahan zaman yang tak bisa dihindari. Ia mengambil contoh, saat ini, di beberapa perpustakaan, pengunjung tak memadati rak buku seperti dulu. “Justru mereka ke Perpustakaan, langsung menghadap komputer atau laptop untuk mengakses buku atau jurnal elektronik,” jelasnya. Mencari referensi dengan kata kunci tentu lebih mudah dibanding membolak-balik lembaran buku selama berjam-jam. Layaknya contoh yang diberikan, ia berharap agar staf UIN Malang juga memberikan ide-ide yang memanfaatkan teknologi. “Manfaatnya akan sangat positif bagi kemajuan tempat kerja Bapak-Ibu sekalian,” imbuh Ketua Yayasan Pendidikan Anak Sholeh tersebut. Ia memaklumi jika para tenaga kependidikan akan mengalami kesulitan di awal penelitian. Pasalnya, pekerjaan hariannya ialah berurusan dengan administrasi dan birokrasi. “Bisa mulai dari kebijakan-kebijakan di tempat kerja masing-masing. Yang di bidang pelayanan, mencari kebijakan yang memudahkan dalam melayani mahasiswa, begitu juga lainnya,” paparnya. Prof. Imron juga mengatakan, meneliti kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan institusi pendidikan akan memberi wawasan mengenai efektivitas kebijakan tersebut. Jika bagus, maka kebijakan akan tetap dilanjutkan. Namun jika terbukti kurang efektif, maka penelitian selanjutnya yang harus dilakukan ialah evaluasi untuk memperbaiki kebijakan tersebut. Kehadiran guru besar dari Universitas Negeri Malang itu merupakan pembukaan dari rangkaian Workshop Metode Penelitian Kebijakan Pendidikan bagi Tenaga Kependidikan. Program ini digagas Pusat Studi Penelitian yang digawangi Dr. Nur Ali, M.Pd. yang ada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (nd)
GEMA-Dewan Pengawas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Phil. H. Muhammad Nur kholis Setiawan, M.A. hadir menjadi salah satu nara sumber dalam acara Pelatihan Teknis Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) yang dihelat oleh Pusat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat bekerjasama dengan UIN Malang, Rabu (7/4). Prof. Nur Kholis sapaan akrabnya menegaskan bahwa di era digital saat ini telah memberikan banyak perubahan terhadap gaya hidup dalam beragama dan kebangsaan. Kehadiran perguruan tinggi saat ini sangat dibutuhkan perannya di tengah masyarakat untuk bisa menginjeksikan nilai-nilai keislaman yang moderat. "UIN Malang harus bisa menjadi filter agar masyarakat memahami Islam secara moderat," harpnya. Slain itu, tambah dia, UIN Malang harus mampu menelurkan sistem yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Apalagi, kampus berlogo ulul albab ini sudah menjalankan layanan berbasis Badan Layanan Umum (BLU). "Denga layanan BLU ini UIN Malang bisa lebih fleksibel dalam melakukan trobosan sesuai dengan kebutuhan dan aturan yang berlaku," arahnya. Sistem yang dikembangkan harus proporsional dan profesional, apa lagi yang menyangkut soal layanan publik. "Semua harus dilakukan secara transparan dan akuntabel," tegasnya.
Oleh sebab itu, peningkatan layanan akademik yang sesuai dengan zamannya sangat dibutuhkan saat ini. Jika masih menggunakan sistem yang lama tentu akan ketinggalan dengan perguruan tinggi lainnya dan ini akan memberikan dampak menurunnya kepuasan terhadap stake holder di kampus ini. "Untuk itu, perguruan tinggi harus mampu membaca perubahan di masyarakat dengan cepat," ujarnya. Masih kata Prof. Kholis bahwa pemerintah saat ini memerlukan peran perguruan tinggi dalam menjaga keutuhan NKRI ini, pemerintah melalui Kementerian Agama dan PTKIN mengajak untuk bersama membangun menguatkan bidang agama secara moderat. "Pembangunan bidang agama ini penting, karena menjadi basis menjaga NKRI," tegasnya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nurdiana, M.SI merespon positif arahan Dewan Pengawas UIN Malang dengan salah satu cara memanfaatkan media sebagai sarana untuk publikasi informasi yang positif. "Sehingga keberadaan medsos bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan di perguruan tinggi," terangnya. (aj)
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan workshop metodologi penelitian (metpen) dengan tajuk Kebijakan Pendidikan bagi Tenaga Kependidikan ini dikhususkan untuk para tenaga kependidikan yang memiliki jabatan fungsional tertentu (JFT). Acara bertempat di ruang Aula Lt. 5, Gedung Rektorat, Rabu (7/4).
Dalam sambutannya Ketua LP2M UIN Maliki Malang, Prof. Tutik Hamidah menyampaikan bahwa workshop kali ini memang benar-benar ditujukan kepada para tendik UIN Maliki yang merangkap sebagai JFT. Tujuannya tidak lain sebagai salah satu usaha menselaraskan pada visi besar kampus yakni mewujudkan smart Islamic university. "Jadi dengan adanya workshop metpen kali ini bisa secara langsung maupun tidak, nantinya bisa meningkatkan kualitas SDM para tendik di lingkungan UIN tercinta ini," ucapnya.
Kemudian masih dari Prof. Tutik begitu sapaan akrabnya, ia menambahkan bahwa pelaksanaan workshop ini terbagi menjadi dua materi, yakni materi tentang teori dan kedua adalah materi praktik secara langsung. Oleh karena itu, Prof. Titik berharap pada kesempatan berharga tersebut, para tendik yang menjadi pesertanya bersedia mengikuti semua rangkaian acaranya sampai tuntas. Apalagi ia mengingatkan juga bahwa di tengah sesi pemaparan materi akan diberikan tugas dari narasumbernya. "Jangan khawatir, di sela acara inti nanti akan ada PR dan itu harus dikerjakan sebagai tindak lanjut proses pembelajaran menpen secara teknisnya, "ungkapnya.
Di akhir sambutan, Prof. Tutik pun memberikan suport agar para peserta selalu antusias dan semangat dalam mengikuti workshop tersebut. "Selamat dan sukses, semoga acara ini bisa memberikan banyak manfaat, khususnya peningkatan kualitas SDM para tendik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, " pungkasnya. (ptt)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) bekerja sama dengan Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia mengadakan pelatihan teknis analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja (ABK). Acara tersebut diselenggarakan di ruang meeting Kantor Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lt. 4 Gedung Rektorat, Kampus I UIN Maliki Malang, Senin (5/4).
Sambutan pertama oleh perwakilan dari Pusdiklat Kemenag RI menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasamanya UIN Maliki Malang dalam memfasilitasi diklat tersebut. "Kami berterima kasih kepada rektor UIN Maliki Malang, Prof. Abd. Haris karena telah bekerja sama dan memfasilitasi dari pelaksanaan diklat ini, " ucapnya. ia juga menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut tidak lain untuk melatih keterampilan secara teknis dalam bidang pengadministrasian.
Selanjutnya, Dr. Uril Bahruddin, MA sebagai perwakilan dari UIN Maliki dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangatlah penting karena dengan adanya pelatihan seperti itu bisa meningkatkan skill dan profesionalitas dalam bekerja. "Hal ini merupakan salah satu upaya kita dalam mewujudkan profesionalitas dalam bekerja," ucapnya.
Lanjut, masih dari wakil rektor bidang kerjasama dan pengembangan lembaga UIN Maliki itu juga menjelaskan keuntungannya jika mampu bekerja secara profesional, yakni bisa memberikan pelayanan dan hasil yang optimal sehingga para stakeholder dan pengguna jasa merasa puas.
Kemudian Ia menambahkan pula bahwa sebenarnya selain dengan diklat, profesionalitas bisa terwujud melalui pembiasan atau rutinitas positif dalam bekerja. Namun demikian, adanya diklat semacam itu akan bisa lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman baru dan mendalam dari hal teknis terhadap pekerjaan yang dijalankan. Sehingga, ia pun berharap peserta dari UIN Maliki bisa hadir semua dan mengikuti diklat tersebut sampai selesai. (ptt)