GEMA-Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui Dirjen BPK memunculkan program baru, yakni Program Induksi Pendidikan Profesi Guru (PIPPG) tahun 2019. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang dipercaya menjadi salah satu di antara tiga PTKIN se-Indonesia yang ditunjuk Kemenag sebagai penyelenggara. PTKIN lainnya yaitu UIN Makassar dan UIN Yogyakarta. 178 guru dari berbagai daerah berkumpul di Ruang Aula Micro Teaching untuk menghadiri pembukaan dalam Studium General Induksi Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan, Jumat (15/11). Galih Puji Mulyoto, Ketua Pelaksana PIPPG menjelaskan program tersebut memberi kesempatan peserta PPG tahun 2018 yang belum beruntung untuk lulus Uji Pengetahuan. Wakil Dekan FITK Bidanng AUPK Dr. Abdul Basith menjelaskan program berbasis induksi beda dengan lainnya. Program ini akan lebih intensif sehingga hasil yang diharapkan juga lebih baik lagi. Para peserta harus menyiapkan diri, tidak hanya aspek pemikiran tetapi juga segi fisik. “Karena menjelang Uji Pengetahuan (UP) dibutuhkan kerja keras jangan sampai sakit,” pesannya. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah menambahkan PIPPG merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam meningkatkan mutu dan profesionalitas guru. Dengan makin meningkatnya kompetensi guru, maka pemerataan pendidikan yang berkualitas di Indonesia akan tercapai. (ptt/nd)
Pengumuman Nomor : 4771/Un.03/B.II/PP.00.9/11/2019 tentang Jadwal Kegiatan Layanan Online Semester Genap Tahun 2019/2020 beserta Revisi Kalender Akademik Tahun Akademik 2019/2020 Nomor 4728/Un.03/PP/04/11/2019 dapat didownload di sini :
PENJARINGAN KETUA PROGRAM STUDI MAGISTER AL-AHWAL AS SYAKHSIYAH, KETUA PROGRAM STUDI MAGISTER PSIKOLOGI, KETUA PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER, KEPALA UPT PUSAT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG MASA JABATAN 2017-2021
Kawan-kawan sivitas akademik UIN Maulana
Malik Ibrahim Malang mungkin masih ingat, sekitar tahun 2000 hingga 2003 ada
dua orang dosen yang diutus oleh Al Azhar Mesir untuk mengajar di kampus kita
yang waktu itu masih bernama STAIN Malang.
GEMA-Segenap Pimpinan dan sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Lantunan bacaan Shalawat dan barzanji yang diiringi terbang al Banjari itu berlangsung khidmat di ruang Rektorat, Senin (11/11). Peringatan hari lahirnya baginda Muhammad SAW itu digelar sangat sederhana, Kegiatan yang dimulai pukul 7 pagi itu dipimpin langsung oleh Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. mengawali sambutannya Prof Haris berharap semoga dengan memperingati hari lahirnya Rasulullah seperti ini UIN Maliki semakin berkah, dan semakin berkembang. “Semoga kelak kita semua mendapatkan syafatnya dan semoga kampus ini bisa memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” harapnya.
Selain itu, Prof. Haris juga mengajak seluruh warga kampus untuk senantiasa terus menjaga silaturahim dan menjalin komunikasi yang komunikatif. Untuk mewujudkan tujuan itu, salah satunya UIN Maliki mengadakan program Khotmil Qur’an setiap hari jumat sekali dengan sistem bergantian antar fakultas, unit dan lembaga yang ada di lingkungan kampus ini. Harapannya, seluruh dosen dan karyawan bisa bersilaturahim. Pelaksanaan Khotmil, Prof. Haris meminta agar para dosen dan karyawan bisa hadir di kampus tepat pukul 7 pagi. Tujuannya agar kegiatan khotmil quran tidak mengganggu jam kerja yang sudah di tetapkan.
PEDULI SESAMA: Tim El-Zawa UIN Maliki Malang membagikan santunan berupa sembako dan uang tunai kepada masyarakat kurang mampu di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu, Sabtu (9/11).
GEMA-Pemerintahan Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kerjasama memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang berlangsung di Telekung itu di hadiri seluruh masyarakat beserta perangkat desa Telekung, Sabtu (9/11). Kabag Umum UIN Maliki A. Zubariri menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja digelar untuk memperingati kelahiran Nabi besar Muhammad SAW dan sekaligus untuk menjalin silaturahim antara UIN Maliki Malang dengan Masyarakat Desa Tlekung. “Saya ingin kehadiran UIN Maliki Malang di Tlekung bisa di dukung sepenuhnya oleh masyarakat sekitar,” paparnya. Kegiatan yang dibuka dengan pembacaan maulid diba’ itu di hadiiri langsung KH. Akhmad Muzakki, MA sebagai mauidho hasanahnya, selain itu juga di gelar pemberian santunan kepada masyarakat kurang mampu, beserta anak yatim piatu. Total jumlah santunan kali ini sebanyak 40 orang, setiap orang menerima paket sembako dan uang tunai dari badan amil zakat dan wakaf atau El-Zawa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
GEMA-Jurusan Perbankan Syariah kembali melantik pengurus tiga komunitas internal, yaitu Sahabat Pendamping, El-Dinar Finance, dan Komunitas Entrepreneur. Dilantik langsung oleh Sekretaris Jurusan Ulfi Kartika, pengurus mengemban tugas untuk satu tahun ke depan. Dilaksanakan di Aula Gedung Rektorat lt. 5, kegiatan yang bertajuk Family Gathering 2019 ini juga mengadakan seminar Digital Banking, Rabu (7/11). Narasumber Raga Birhatinin Alfath mengungkapkan sektor perbankan tidak lagi membutuhkan banyak teller dan customer service. “Yang dicari adalah mindset entrepreneur untuk bisa menjual produk mereka,” jelas praktisi perbankan syariah tersebut. Ia melanjutkan, di masa depan, bank juga akan memangkas sumber daya manusia. Pasalnya, beberapa bank besar seperti BCA dan Bank Artos mulai akuisisi menjadi digital bank. “Bank Artos akan berkolaborasi dengan Gojek, jadi bisa-bisa nanti menabungnya lewat driver,” jelas Raga. Lulusan Teknik Informatika UIN Malang tersebut juga berpesan agar mahasiswa meningkatkan pengetahuan dan pengalaman. Menurutnya, peluang untuk industri Financial Technology (Fintech) berbasis syariah masih besar. “Kita harus mempersiapkan betul langkah apa yang akan dilakukan untuk industri keuangan ke depan,” tuturnya. Raga menunjukkan beberapa jenis fintech berbasis syariah antara lain Ammana, Igro, Investree, dan Amartha. (ir/nd)
GEMA-Sejalan dengan motto PKPBA (Program Khusus Perkuliahan Bahasa Arab) yakni pembelajaran Bahasa Arab yang menggembirakan dan membiasakan. Divisi FKM (Forum Kegiatan Mahasiswa) PKPBA pun mengadakan serangkaian acara baik indoor yang dilaksanakan di lingkungan universitas pada akhir semester 1 dan outdoor pada Maret 2020. Kegiatan ini terdiri dari berbagai perlombaan seperti, Baca Berita, Iklan Kocak, Pidato, Puisi dan Yel. Semua perlombaan menggunakan Bahasa Arab. Hal itu dimaksudkan agar para mahasiswa mengaplikasikan Bahasa Arab dalam konteks nyata. Perlombaan ini dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Semua fakultas mengirimkan delegasi terbaiknya. Para peserta pun sangat antusias dalam mengikuti perlombaan ini. Hal itu tampak dalam Lomba Taqdimul Qissah (5/11), para peserta menggunakan alat peraga serta aksesoris yang total sebagai pendukung cerita. Namun, setelah berlangsung selama dua hari, perlombaan ini dihentikan sementara karena dirasa kurang efektif baik waktu maupun tempat. Pelaksanannya pun kurang semarak karena waktunya dijadwalkan bergilir per fakultas yang berlangsung sepanjang November. Maka FKM dan para dosen PKPBA pun merombak total kegiatan tersebut dan meringkasnya menjadi dua hari (27-28/11). Perlombaan akan dilaksanakan serentak semua fakultas dengan tempat yang sudah ditentukan. Menurut Haritza Bayu, Ketua Divisi FKM PKPBA perombakan ini dilakukan agar kegiatan dapat berjalan dengan maksimal.“Ketika lomba salah satu fakultas berlangsung, kelas lain yang sedang belajar akhirnya terganggu dan tidak maksimal,” jelasnya. Hal senada juga diungkapkan Abdullah Ubaid, salah satu juri dalam perlombaan yang merasa bahwa pelaksanaan acara kurang semarak karena dilaksanakan bergiliran dengan jangka waktu yang terlalu panjang. Perlombaan ini memang menjadi agenda wajib setiap tahunnya untuk mencari dan melatih bibit-bibit juara para mahasiswa baru yang nantinya mewakili PKPBA dalam lomba Bahasa Arab baik di dalam atau di luar kampus. (df/nd)
GEMA-Usai dilakukan workshop metodologi pengabdian masyarakat berbasis riset, kali ini LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memompa motivasi dan produktifitas penulisan artikel daripara dosen di lingkungan UIN Malang. Melalui kegiatan riview karya ilmiah pra peneliti diajak duduk bersama pembimbingnya guna mempersiapkan proses publikasi, Jumat (8/11). Sekretaris LP2M Ahmad Abtokhi, M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan review ini diperuntukkan bagi dosen peneliti yang telah menyelesaikan kegiatan penelitiannya pada tahun 2019. “Selain itu juga memberikan pengetahuan dan bimbingan praktis agar artikel bisa masuk dan terindek di jurnal internasional bereputasi,” jelasnya. Oleh karena itu, kata Abtokhi, hampir sepenuhnya acara ini dihadiri para dosen peneliti dari berbagai fakultas. LP2M kali ini mendatangkan dua orang pakar publisher artikel di jurnal bereputasi, yakni Dosen Universitas Brawijaya, Malang Prof. Muhaimin Rifa'i, PhD.Med.Sc, dan Dosen Universitas Airlangga, Surabaya Prof. H. Hery Purnobasuki, Drs., M.Si., Ph.D. Dalam arahannya, Prof. Muhaimin menjelaskan tentang cara mengecek tingkat Quartile (Q) sebuah jurnal melaui aplikasi atau laman ScimagoJr di www.scimagojr.com. Quartile (Q) menunjukkan peringkat sebuah jurnal. Terdapat empat tingkat Quartile (Q) sebuah jurnal, yaitu: Q1, Q2, Q3, dan Q4. Tingkat tertinggi adalah Q1 dan terendah adalah Q4. Berikutnya dijelaskannya juga tentang teknik uji kualitas bahasa suatu artikel, yakni melalui grammarly.
Grammarly kata dia, merupakan aplikasi yang secara otomatis mendeteksi potensi tata bahasa, ejaan, tanda baca, pilihan kata, dan kesalahan gaya dalam penulisan, mengikuti resep linguistik umum. “Hasilnya memang tidak sempurna tapi cukup membantu, dan ini biasa saya gunakan untuk check artikel yang berbahasa Inggris,” jelas Profesor di bidang Imunologi itu. Sementara itu, Prof. Hery Purnobasuki. Melengkapi dari apa yang telah dibahas dan didiskusikan oleh Prof. Muhaimin Rifai. Kali ini lebih menekankan pada pemahaman dasar tentang penulisan artikel yang baik dan benar sekaligus tips dan triknya sehingga bisa terindeks di jurnal scopus. Namun demikian, saran dosen yang juga merupakan salah satu guru besar UNAIR ini bahwa semua proses harus dimulai step by step. “Jadi semua penulis artikel di sini mesti sabar dan belajar pede,” ungkapnya. Alasannya, tegas dia, ada bekal utama agar bisa submit di jurnal internasional bisa melalui ketrampilan menulis, bahasa, dan selalu update informasi literasi perjunalan. “Saya yakin dosen di sini bisa asalkan terus berusaha, belajar menulis, menikmati proses hingga melakukan revisi berkali-kali dan itu memang posisi anda semua sekarang ini!,” ungkapnya sambil menjawab pertanyaan dari dosen di akhir acara. (ptt)