Oleh M
Oleh M
GEMA-Setelah pengukuhan Prof. Dr. Mufidah Ch., M.Ag. pada November 2018, tahun ini Fakultas Syariah kembali memiliki dua guru besar baru. Keduanya ialah Prof. Dr. Mohamad Nur Yasin, SH., M.Ag. (Bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah) dan Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. (Bidang Ilmu Studi Islam). Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan dua profesor ini dalam rapat senat di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Selasa (10/9).
Pengukuhan guru besar tentu menjadi pencapaian positif bagi kampus, lebih khusus bagi sivitas akademik fakultas tempat mereka bernaung. Dengan bertambahnya guru besar di UIN Malang, maka keberadaannya sebagai universitas akan semakin kuat. Artinya, dari segi keilmuan pun, UIN Malang menunjukkan keragamannya.
Dalam rapat senat tersebut, kedua profesor diberi waktu untuk menyampaikan orasi ilmiah. Prof. Yasin menyampaikan orasi yang diberi judul “Rekonstruksi Norma Ekonomi Syariah di Indonesia Perspektif Transisi Hukum HLA. Hart”. Sedangkan Prof. Umi menyampaikan “Perempuan dan Keluarga: Radikalisasi dan Kontra Radikalisme di Indonesia”. Keduanya pun mengakhiri orasi dengan ucapan terima kasih bagi keluarga dan kolega masing-masing. (nd)
GEMA-Saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Senat Pengukuhan Guru Besar Fakultas Syariah, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. tak hanya sekadar memberikan ucapan selamat kepada dua profesor baru, Selasa (10/9). Ia juga memotivasi dosen di UIN Malang lainnya untuk segera meningkatkan performa hingga ke jenjang tertinggi di bidang akademik.
Orang nomor satu UIN Malang tersebut memaklumi bahwa proses pengajuan kepangkatan menuju guru besar tidaklah mudah. Segala berkas dan persyaratan pasti telah ditempuh oleh para dosen yang menginginkannya. Tak sedikit juga yang putus asa di tengah jalan. “Tapi saya yakin, walau melewati lorong-lorong kecil pun, nanti akan sampai,” ia melanjutkan, “serumit apapun jalannya, kalau konsisten, pasti akan berhasil. Seperti kedua profesor yang kita kukuhkan hari ini.”
Ia yakin dengan kegigihan para dosen di Kampus Ulul Albab, persyaratan rumit pasti akan terasa mudah. Ia pun bersyukur bahwa dalam kurun waktu dua tahun, UIN Malang sudah mengukuhkan empat profesor.
Prof. Haris pun menuturkan bahwa sepengetahuannya, di tahun ini ada 20 dosen yang sedang mengajukan kepangkatan menuju guru besar. Pihak kampus tentu akan memfasilitasi mereka yang serius dan ulet berjuang. Segala kelas pelatihan penulisan akan diadakan asalkan para dosen tidak patah semangat.
Awal September ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan dua profesor baru. Yakni, Prof. Dr. Mohamad Nur Yasin, SH., M.Ag. (Bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah) dan Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. (Bidang Ilmu Studi Islam). Keduanya ialah guru besar yang bernaung di Fakultas Syariah. (nd)
GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. secara khusus mengapresiasi kinerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) dalam sambutan pengukuhan guru besar di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Selasa (10/9).
Dalam beberapa tahun terakhir, ia memantau bahwa unit yang berkantor di Gedung Rektorat lt. 3 ini sangat giat memfasilitasi para dosen untuk mengajukan kepangkatan guru besar. Tak hanya sekadar membantu dalam pengurusan dokumen, unit yang saat ini diketuai Dr. Tutik Hamidah tersebut juga beberapa kali mengadakan Coaching Clinic in Academic Writing bagi calon profesor di UIN Malang.
Sebagai nahkoda kampus, Prof. Haris ingin agar semakin banyak yang tergerak dan termotivasi setelah mengikuti program-program LP2M. Ia juga mendorong unit itu untuk selalu konsisten membuat program kerja yang memiliki output jelas. (nd)
GEMA-Untuk memperkenalkan sekaligus menjaring anggota baru, seluruh kru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UIN Malang berkumpul dalam Maliki Fest 2019, Sabtu (7/9). Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah membuka perhelatan di Gedung Sport Center. Dalam sambutannya, ia menuturkan pentingnya mengikuti kegiatan di UKM bagi mahasiswa baru UIN Malang.
Tak hanya untuk mengisi waktu luang di sela perkuliahan, namun juga sebagai pengembangan softskills. Ia ingin agar mahasiswa kampus berlogo Ulul Albab ini tak hanya mahir akademik, namun juga di bidang non-akademik. Dengan banyaknya pilihan UKM di UIN Malang, mahasiswa dapat memilih bidang yang ia minati. Dari bidang olahraga, ilmiah, hingga seni.
Gus Is melanjutkan, nantinya, keikutsertaan mahasiswa di UIN Malang dapat menjadi tambahan Satuan Kredit Mahasiswa (SKM). Ini akan berguna ketika mahasiswa mengajukan ujian komprehensif di tahun terakhir studinya. Ia juga menghimbau kepada pengurus UKM untuk memanfaatkan sebaik mungkin acara Maliki Fest 2019. Ini saatnya para pengurus untuk mencari anggota baru.
Maliki Fest 2019 bukan sekadar ajang perkenalan UKM kepada mahasiswa baru. Maliki Fest dilaksanakan selama sebulan (7/9-5/10). Setiap UKM akan menghelat perlombaan yang diikuti mahasiswa baru 2019. Mahasiswa-mahasiswa yang akan berjuang dalam kompetisi itulah yang akan menjadi calon anggota baru UKM. (*/nd)
Reporter: Fajar Rinaldi & Muh. Khafid
GEMA-Dalam perhelatan Wisuda Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab (PKPBA) UIN Malang di Gedung Sport Center, Direktur Pusat Pengembangan Bahasa Dr. Abdul Hamid berbagi motivasi, Sabtu (7/9). Di hadapan 2.968 mahasiswa yang telah lulus menempuh dua semester perkuliahan Bahasa Arab, ia mengungkapkan bahwa tidak ada kesuksesan tanpa hambatan dan kesulitan.
Hal ini tentu merujuk pada perkuliahan Bahasa Arab yang menjadi kewajiban bagi seluruh mahasiswa baru di UIN Malang. Pihaknya menyadari bahwa menjalani dua kelas Bahasa Arab dalam sehari tentu tidak mudah. Rasa malas pasti ada. Namun, bagi yang melawan rasa malas lah yang saat itu berhasil dan menerima tanda lulus perkuliahan dari PKPBA.
Syahadah (ijazah, Red.) menjadi simbol kelulusan lebih dari 2.000 mahasiswa berjas almamater tersebut. Hamid berpesan agar syahadah disimpan dengan sebaik mungkin. “Syahadah akan sangat bermanfaat nantinya sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI),” jelasnya. (*/nd)
Reporter: Laili Faiqoti Alfaini
GEMA-Di hari ulang tahunnya yang ke-58, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat ‘kado’ dikukuhkannya dua guru besar Fakultas Syariah. Itu artinya, jumlah guru besar UIN Malang bertambah lagi.
Pengukuhan yang dijadwalkan besok (10/9) mengundang sejumlah pejabat pemerintah tingkat kota, provinsi dan pusat. Salah satunya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.
Ada dua guru besar yang akan dikukuhkan, yakni Prof. M. Nur Yasin, M.Ag sebagai guru besar di bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah dan Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag sebagai guru besar bidang Ilmu Studi Islam atau Dirasah Islamiyah.
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menyampaikan selamat kepada kedua profesor. Beliau berharap keduanya bisa mengabdikan diri sepenuhnya kepada nusa dan bangsa ini, sehingga ilmunya bisa bermanfaat bagi masyarakat secara luas.
“Saya amat senang sekali profesor di UIN Malang terus bertambah dan semoga calon profesor yang lain segera menyusul,” harapnya.
PENGUMUMAN
PENDAFTARAN BEASISWA KAJIAN KEISLAMAN
Tahun 2019