SEMINAR: Dr. Sani (kiri) saat mempresentasikan proposal penelitiannya. Jumat (19/9).
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang diketua Dr. Tutuk Hamidah, M.Ag kembali menggelar seminar proposal penelitian bagi seluruh dosen di lingkungan UIN Maliki Malang. Kegitan kali ini dijadwalkan akan berlangsung selama sepuluh hari kedepan, Jumat (19/9). Pelaksanaan kegitan seminar proposal penelitian kali ini dibagi dalam dua tempat yaitu ruang rapat gedung Rektorat Lt.3 dan lt.4. Sekretaris LP2M Ahmad Abtokhi, M.Pd mejelaskan seminar kali ini untuk menjaring judul proposal penelitian yang layak. Pasalnya, bagi penulis yang lolos penelitiannya akan didanai langsung oleh Bantuan Oprasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) tahun anggaran 2020. “Iya, semua proposal yang layak akan didanai BOPTN, sekaligus untuk meningkatkan publikasi ilmiah di PTKIN khusunya oleh para dosen di UIN Malang,” jelasnya.
Abtokhi menyampaikan, total proposal yang dipresentasikan kali ini sejumlah 194 judul yang terdiri dari kategori 12 kluster di Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Kemang RI. “Paling banyak pada kluster pembinaan berkapasitas 60, sedangkan yang paling sedikit ada pada kluster peningkatan pengabdian kepada masyarakat dan penulisan buku berbasis riset dan ebook masing-masing satu peserta,” terangnya. “Semua pedoman penelitiannya disesuaikan dengan pedoman dari Diktis,” pungkasnya.
GEMA-Kuliah tamu bertajuk Perkembangan Hukum Keluarga Islam di Indonesia berhasil menarik ratusan mahasiswa dan civitas akademika UIN Malang. Dilaksanakan sejak Kamis (19/9) pagi, acara ini menghadirkan Dr. H. Agustin Hanapi, Lc., MA sebagai pemateri utama. Mewakili Rektor yang tidak dapat hadir, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag memberikan sambutan acara dengan apresiasi tinggi. “Atas nama rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, (saya) memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada prodi yang telah menghadirkan narasumber asli dari Aceh, apalagi beliau masih menjabat sebagai konsultan,” ungkapnya. Ratusan mahasiswa yang diwajibkan hadir berasal dari jurusan Hukum Keluarga Islam dan Hukum Tata Negara. Menurut Gus Is, kuliah tamu ini penting untuk mereka karena akan mengungkap ulasan terkait mahkamah syariah dan peraturan daerah berbasis Islam yang ada di Aceh. Tak hanya memberikan sambutan, Gus Is akan turut memberikan kuliah terkait mahkamah syariah tersebut. “Forum ini menjadi menarik, yang saya juga nanti akan memaparkan historisitas mengapa mahkamah syariah itu ada, sampai bagaimana implementasinya dan mungkin juga efektivitas pelaksanaannya,” jelas Gus Is. Reporter: Zahra Foto: Putut
GEMA-Meski usianya telah menginjak kepala lima, semangatnya seolah tak pernah menua. Namanya Pak Supeno, satu-satunya petugas yang akan ditemui saat masuk ke ruang ATK UIN Malang. Di ruang kerja berukuran 4x6 m yang sekaligus menjadi gudang penyimpanan ATK itu, Pak Supeno menampung peluhnya dari pagi hingga petang. Hanya kotak-kotak kardus, rak-rak tinggi dan satu unit PC standar yang menjadi kawannya. Saat tim GEMA mengajak ngobrol soal kesibukannya, ia menceritakan suka dukanya bekerja pada kampus selama 33 tahun. Selama itu pula Pak Supeno menjadi pahlawan bagi keberlangsungan layanan administrasi bagi kampus dan civitas akademika UIN Malang. Bermula sejak tahun 1986, Pak Supeno sudah mengabdikan dirinya pada UIN Maliki Malang. Mulai bekerja di Bagian kebersihan selama 16 tahun, Tata Usaha sekitar lima tahun, kemudian lanjut di BAK selama 10 tahun dan berakhir di ATK sampai hari ini. Meski saat ini bekerja sendirian, Pak Supeno mengaku tidak keberatan. “Seminggu dua minggu (pertama) sempat stress, tapi sekarang sudah tidak. Insya Allah setelah dirolling ke sini satu bulan sudah adaptasi. Suka duka pasti ada. Intinya pekerjaan di manapun tetap disyukuri. Intinya itu saja,” akunya saat diwawancara pada Senin (16/9).
Di samping itu, ayah 3 anak ini mengaku dapat melaksanakan pekerjaan dengan santai. Itulah yang membuatnya kerasan ada di bagian ATK. Namun, tugas seperti mendata dan menghapal barang kadang kali membuatnya sangat lelah, tapi ia tetap berhasil mengatasinya. Tak hanya menjadi hero di kampus, Pak Supeno rupanya juga banyak membantu warga di kampunya. Tak heran, ia merupakan warga yang eksis di sana. Saat ini, ia tengah menjabat sebagai ketua RT. Selain itu, ia beberapa kali nukang kayu. Menurutnya, hal ini membantu untuk menyegarkan otot setelah bekerja. “Tadi pagi sebelum berangkat (kerja) saya juga memperbaiki cangkul untuk investasi kematian. Saya dimintai tolong tadi. Kadang-kadang juga bantu warga,” ungkapnya. Meski sempat break sejenak karena kehilangan istri pada Maret lalu, Pak Supeno kini telah kembali fokus bekerja, menjadi pahlawan untuk dua anak yang masih seatap bersama. Ia juga mengaku bahwa interaksi di dunia kerja dapat membantunya bangkit setelah kehilangan teman terbaiknya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah perjalanan Bapak Supeno.
PEDULI SOSIAL: Tim El-Zawa dan Masyarakat Tunggulwulung pose bersama usai melaksanakan santunan.
Pusat Kajian Zakat dan Wakaf El-Zawa UIN Malang kembali turun dalam kegiatan bantuan sosial pada Jum’at (13/9). Bantuan sosial kali ini diadakan di kelurahan Tunggulwulung, kecamatan Lowokwaru, Malang. Menurut kepala kelurahan, Budiman, S.E, acara ini sangat membantu bagi para dhuafa, “Sangat baik dan positif, ya. Alhamdulillah. Kami juga sangat berterima kasih kepada kampus,” ungkapnya.
Berbeda dengan bantuan sosial di kelurahan lain, penerima bantuan El-Zawa di Tunggulwulung adalah 20 dhuafa lanjut usia yang telah ikut sejak acara pertama kali diadakan. Para dhuafa tersebut telah mengikuti 4 kali acara selama beberapa bulan terakhir. Upaya El-Zawa untuk “membawa” acara ini ke kelurahan rupanya juga menuai pujian dari pihak kelurahan. “Kalau di kelurahan kan, UIN bisa silaturahmi, ya. Yang tua-tua kan susah untuk transportasi (ke kampus). Kalau di sini lebih mudah,” jelas Budiman.
Selanjutnya, El-Zawa merencanakan untuk merayakan dies natalies UIN Maliki Malang sekaligus bantuan sosial, pengobatan gratis dan khitanan masal di Sumbersekar, Dau, Malang. Reporter: Zahra
KH. Chamzawi memberikan paket sembako kepada salah satu anak yatim di masjid At Tarbiyah UIN Malang.
Dalam memperingati 10 Muharram yang lebih dikenal dengan sebutan ASYURO, Pusat Zakat UIN Malang El Zawa menggelar Santunan kepada Anak anak Yatim Piatu dan Pegawai UIN Malang. Acara ini berlangsung di Masjid At Tarbiyah lt.2 (9/9).
Selain menggelar santunan, El Zawa juga memggelar dzikir bersama dengan para anak yatim piatu, kaum dhuafa dan pegawai UIN Malang. Nurul Yaqin selaku ketua El Zawa menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini adalah dalam rangka untuk memperingati bulan muharram agar mendapatkan keberkahan di bulan Asyura ini dengan berbagi kepada sesama.
Sementara itu , KH.Chamzawi memyebutkan bahwa 10 muaharram ini (Asyuroh) adalah bulan solidaritas, karena itu Nabi menganjurkan di bulan muharram ini untuk bersedekah kepada yang membutuhkan."Oleh sebab itu, di moment Asyuro ini untuk melaksanakan amalan-amalan yang baik salah satunya adalah dengan berbagi terhadap sesama", jelasnya. Reporter: M. Khafid
Noor Malihah Managing Editor Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS) saat menyampaikan materi tentang Scopus di Hotel Le Beringin Salatiga, Kamis (12/9)
GEMA-Materi Peningkatan Kualitas Pengelola Jurnal dilanjutkan dari Noor Malihah Managing Editor Jurnal Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS). Materi diawali dengan cerita tentang pengalamannya submit di Scopus beberapa tahun yang lalu. Menariknya, submit awal yang dilakukannya gagal, bahkan oleh pihak Scopus diembargo selama lima tahun. Yang berarti selama lima tahun ke depannya tidak dapat melakukan submit untuk jurnal yang sama.
“Kalau UIN sudah pernah submit dan diembargi hanya 6 bulan maka itu kesalahannya ringan,” jelas ibu yang mengaku sebagai Tukang Pos IJIMS ini. Dalam setiap notifikasinya, Scopus selalu memberikan informasi tentang kesalahan ataupun hal lain yang perlu diperbaiki. Menurut pengalamannya, embargo dalam hitungan bulan itu berarti tidak begitu berat kesalahan atau kekurangannya. Sehingga Journal of Islamic Architecture (JIA) memiliki peluang yang besar untuk dapat terindeks Scopus. Salah satu syarat yang harus dilengkapi saat submit Scopus adalah dengan mengumpulkan 10 naskah jurnal pilihan. “Pada saat inilah diperlukan kebijaksanaan dari pengelola jurnal, untuk memilih 10 naskah unggul yang mewakili jurnal,” terang wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga ini. Sehingga dalam proses ini perlu dilakukan dengan cermat dan tepat agar naskah yang kemudian dipilih dan dikirim ke Scopus merupakan representasi dari jurnal terkait. (nhl)
Adang Kuswaya Editor Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS) saat menyampaikan materi kedua di Hotel Le Beringin, Kamis (12/9).
GEMA-Materi Peningkatan Kualitas Pengelola Jurnal UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilanjutkan dengan materi kedua, Rabu (12/9). Materi kali ini akan disampaikan oleh Adang Kuswaya salah satu Editor Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS). Materi kedua ini akan membahas tuntas tentang Strategi dan Tips Merekrut Editorial Board, Reviewer dan Penulis Potensial dari Diversitas Internasional. “Berdasar pengalaman, untuk menuju Scopus dirasa lebih mudah dari pada ke Sinta,” ungkap editor juga Dosen di Fakultas Ushuluddin IAIN Salatiga. Untuk dapat terindeks Scopus setiap jurnal hanya perlu men-submit 10 artikel terbaiknya. Berbeda dengan Sinta yang harus masuk lebih dalam ke dapur redaksi jurnal.
“Wes sing penting submit!” tegas penulis yang juga telah memiliki ID Scopus ini. Sehingga memang diperlukan kebenarian dari pengelola untuk mendaftar di Scopus, tentunya dengan perbaikan yang berkelanjutan. “Tentang diversity, kita dapat memulainya dengan pertemanan,” terangnya santai. Tipsnya sederhana, hanya perlu memperbanyak teman kemudian meminta mereka berkontribusi di jurnal. Sehingga pertemanan yang luas akan menjadi modal penting untuk hal ini. Diversity ini juga bisa dilakukan dengan mengafiliasi teman-teman yang sedang menempuh studi di luar negeri. “Inna ma’a al ‘usri yusro,” pungkasnya memotivasi. Bagi Adang, kesulitan yang akan ditemui dalam setiap usaha, pasti akan ada jalan keluarnya. Dan pasti, akan berujung kebahagiaan. (nhl)
GEMA-Dalam Workshop Peningkatan Kualitas Pengelola Jurnal yang dilaksanakan di Kota Salatiga, panitia khusus mengundang Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., Editor In-Chief IJIMS (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies) IAIN Salatiga, Rabu (11/9). Dalam sesinya, ia menjabarkan sejarah jurnal yang dikelolanya hingga bisa mendapatkan capaian yang memuaskan. Pria yang baru dilantik sebagai rektor IAIN Salatiga ini memaklumi jika ada yang patah semangat di tengah mengelola jurnal. “Berarti kurang sabar,” kelakarnya. Ia menambahkan, tidak semua orang memiliki niat dan nyali mengelola jurnal. “Makanya ada istilah ORIGINAL yaitu orang gila jurnal,” imbuhnya. Istilah ini muncul karena mengelola jurnal akan menguras waktu, energi, serta pikiran pengelola hingga mengalami stres. “Proses mengelola jurnal memang begitu, namun tidak ada yang benar-benar peduli proses yang melelahkan itu,” ujarnya. Pasalnya, menurut Prof. Zaki, yang dilihat pihak kampus dan para penulis adalah hasil akhir. Hal tersebut cukup bisa dimaklumi pula karena keberadaan jurnal bereputasi tentu akan mengangkat martabat institusi dan juga nilai artikel yang dimuat.
Walau proses yang ditempuh panjang, lanjutnya, ia tidak ingin para pengelola jurnal terlalu nyantai. “Proses kok gak ada akhirnya,” lugas rektor dari kampus yang memiliki 15.007 mahasiswa ini. Ia berpesan agar proses yang ditempuh untuk mengembangkan suatu jurnal harus disertai dengan target. Contohnya, dalam dua tahun sudah harus terindeks Scopus. Dalam kesempatan yang sama, Ketua LP2M Dr. Tutik Hamidah melaporkan kondisi jurnal di UIN Malang. Menurut catatan lembaganya, total jurnal aktif di Kampus Ulul Albab adalah 34. “Namun hanya 17 yang sudah terindeks Sinta,” jelasnya. Kondisi ini tentu membuat pihaknya semakin getol dalam membuat forum dan membimbing para pengelola jurnal agar semangat dalam memperbaiki kualitas jurnalnya. (nd)
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Malang membawa 40 pengurus jurnal ke Kota Salatiga untuk belajar. Kegiatan studi banding di Hotel Le Beringin ini bekerjasama dengan pengelola IJIMS (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies) IAIN Salatiga (11-13/9). Selama tiga hari, para pengelola diminta untuk mengevaluasi jurnalnya.
Tutik Hamidah Ketua LP2M membuka secara langsung kegiatan ini. "Kampus kita sudah besar, namun tidak lengkap ketika belum memiliki jurnal yang terindeks Scopus," ungkapnya penuh harap. Kegiatan peningkatan kualitas ini memang menjadi media bagi para pengelola jurnal untuk berbenah diri. Rencananya program ini akan dilanjutkan dengan monitoring berkala pasca pelatihan di Salatiga ini. senada dengan itu, Ernaning Setyowati, Ketua Panitia Peningkatan Kualitas Pengelola Jurnal menyatakan, pihaknya ingin agar pengurus memiliki pengetahuan yang sama dalam pengelolaan jurnal. Pasalnya, tidak semua pengurus paham tata kelola jurnal. Apalagi sejak beralih menjadi Open Journal System (OJS). “Nanti bagi yang belum ber-OJS, akan dikelompokkan tersendiri dan diajari mulai dasar,” tuturnya. Bagi jurnal yang telah menganut sistem tersebut, masih kata Erna, panitia akan memberi pendalaman materi agar sistem tersebut dipraktikkan 100%. Pengelompokan workshop ditujukan agar target dan sasaran yang diinginkan LP2M sebagai penyelenggara tercapai. (nd/nhl)