GEMA-Pertandingan final Cabang Olahraga (Cabor) Basket antara UIN Sutan Syarif Kasim Riau melawan IAIN Bone yang berlangsung di Lapangan Indoor Champion Tidar Malang berlangsung sengit hingga kuarter keempat. Kedua tim langsung tampil menggebrak pada kuarter pertama. Skor tipis 15-11 untuk keunggulan UIN Riau. Kuarter kedua jual-beli serangan dilakukan kedua tim. IAIN Bone sempat memperkecil skor hanya berjarak empat poin. Namun ketangguhan counter attack tim Riau berhasil kembali memangkas jarak skor 28-19. Di kuarter ketiga dan keempat UIN Riau tidak menurunkan tempo permainannya dan berhasil memangkas jarak 63-35. Dengan hasil ini UIN Riau berhasil memenangi pertandingan. Pelatih UIN Suska Riau Ari wibowo menyatakan kebahagiaannya dengan hasil yang didapatkan. “Kami mempersiapkan jauh-jauh hari dan Alhamdulillah kami mendapatkan hasil yang kami inginkan,” tuturnya. Tim IAIN Bone sendiri merasa cukup puas dengan hasil yang mereka dapatkan di PIONIR 2019 ini. PIONIR sebelumnya, mereka juga masuk final namun belum berhasil mendapat juara pertama. “Alhamdulillah kami bisa kembali masuk ke final namun sayang belum bisa mendapatkan juara pertama,” papar Arfian Dwi, Pelatih IAIN Bone. Sementara itu, IAIN Tulungagung meraih posisi ketiga setelah mengalahkan tim UIN Jakarta. (*/nd)
GEMA-Dua belas pembaca terbaik MTQ kembali menyuarakan suara merdunya dalam melantunkan bacaan Al Quran dihadapan dewan hakim, Jumat (19/7). Berpindah ke Aula Microteaching dikarenakan beberapa alasan tertentu tidak mengurangi kekhusyukan tampilan peserta. Bahkan terlihat ruangan begitu ramai dipenuhi oleh riuhnya penonton. Berbeda dengan peraturan saat babak penyisihan, seluruh finalis mendapatkan pilihan maqro' melalui undian satu jam sebelum perlombaan dimulai. Hal itu tentu menambah degup jantung peserta. Namun, hal itu tidak menjadikan penampilan finalis down. Setelah seluruh nilai dikalkulasikan, juara satu kategori putra diraih perwakilan UIN Sunan Ampel Surabaya dengan nilai 99. Nilai yang nyaris sempurna untuk maksimal seratus. Kemudian disusul UIN Banjarmasin, UIN Riau, IAIN Mataram, IAIN Palangkaraya, dan IAIN Manado di posisi terakhir.
Illiyya Fairuz, salah satu Qoriah dari UIN Malang ini menuturkan perihal maqro’, tidak menjadi halangan bagi qori-qoriah yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Meski sempat ragu karena berada diposisi terendah di antara 6 qoriah lainnya, ia tetap tampil dengan maksimal. Meski belum bisa berada diposisi teratas, tak menjadikannya patah semangat. Pembaca terbaik kategori putra ialah IAIN Bukittinggi dengan predikat juara satu. Berikutnya disusul UIN Banjarmasin, IAIN Palopo, UIN Jakarta, UIN Malang, dan UIN Palembang. (aqa/nd)
GEMA-Sang tuan rumah Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi dinobatkan menjadi juara pertama Lomba Sepak Takraw. Gelar ini diperoleh setelah tim kampus berlogo ulul albab tersebut menaklukkan IAIN Bone, Jumat (19/7).
Pada babak awal, permainan berakhir seimbang. Namun di babak terakhir, UIN Malang memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. Sementara itu, juara ketiga diraih IAIN Datokarama Palu setelah mengalahkan tim UIN Alaudin Makassar. (*/nd)
GEMA-Selain Lomba Debat Bahasa Arab, Lomba Debat Bahasa Inggris juga memasuki babak final, Jumat (19/7). Perlombaan selama empat hari ini dilaksanakan di Aula Fakultas Humaniora Lt.3. 48 tim pendaftar tampil cemerlang untuk mengamankan posisi juara. Namun, hanya beberapa tim dengan nilai tinggi saja yang berhak berlaga di final. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta keluar sebagai peraih medali emas. Disusul IAIN Kediri pada posisi kedua dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada posisi ketiga. Fatimatuz Zahro, tim tuan rumah menyatakan dirinya cukup puas dengan hasil yang diperoleh. Tak ada rasa sesal sedikit pun karena ia dan timnya telah berusaha maksimal. “Saya juga meninggalkan kegiatan Praktik Kerja Lapangan untuk ikut PIONIR ini,” tambahnya. (*/nd)
GEMA-Pada hari keempat perhelatan Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, cabang lomba Debat Bahasa Arab juga memasuki babak final, Jumat (19/7). Berlangsung di Aula Gedung C UIN Malang, perlombaan berlangsung meriah. Dari 16 tim yang berlaga di semi final, empat tim terpilih untuk beradu argumen kembali di babak final. Tema yang diberikan saat final ialah “Kerjasama Keamanan Antar Negara Asia adalah Penting”. UIN Jakarta tampil sebagai Pro 1, UIN Yogya tampil sebagai Pro 2, UIN Malang sebagai Kontra 1, dan UIN Bandung sebagai Kontra 2. Semua peserta tampil memukau dengan argumen ilmiah yang telah dipersiapkan. Akhirnya tim UIN Bandung dinyatakan sebagai peraih emas dengan total 935. Juara kedua diraih oleh UIN Malang dengan nilai 928 dan Juara ketiga diraih UIN Jakarta dengan nilai 918. (*/nd)
GEMA-Puncak final enam terbaik putra dan putri kembali diuji dalam Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) 10 Juz dalam Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, Jumat (19/7). Perlombaan berlangsung di Masjid Ali Ash Shabuny Kampus Pascasarjana UIN Malang. M. Muhtaram Syarif keluar sebagai peraih medali emas putra perwakilan dari UIN Riau. Ia sudah menjadi penghafal al Quran sejak usia tujuh tahun. “Saya dididik orangtua tentang al Quran sejak masuk Sekolah Dasar,” kisahnya dalam wawancara.
Begitu juga dengan peraih medali emas kategori putri, Khirun Nasyroh asal Aceh. Ia tidak pernah berniat menjadi hafizah jika bukan karena dorongan orangtua. “Sejak masuk SMP, orangtua mengarahkan saya untuk menghafal al Quran,” tuturnya. PIONIR 2019 merupakan kali pertama ia mengikuti ajang perlombaan MHQ dan langsung mendapatkan juara pertama. (ofi/nd)
GEMA-UIN Jakarta sukses rebut medali emas pada Cabang Olahraga Futsal di Lapangan Indoor Tidar Champion dalam Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, Jumat (19/7). Pertandingan penentu yang telah menyisihkan 38 tim PTKIN se-Indonesia ini berlangsung tegang dan memanas. UIN Jakarta sudah sepantasnya mendapatkan lawan final dengan UIN Riau, melihat gaya pertandingan kedua tim yang high skill. Bahkan pada babak pertama, kedua tim mendapatkan hasil yang seimbang. Sampai pada babak kedua, Tim UIN Riau berhasil unggul satu poin atas UIN Jakarta. Sorakan dan semangat suporter semakin menggebu. Pertandingan belum usai. Pada menit akhir babak kedua, UIN Jakarta berhasil membalas satu poin. Ketegangan dari kedua tim semakin menjadi sampai pada menit terakhir UIN Jakarta berhasil mencetak gol pamungkasnya untuk mendapatkan medali emas. Kesungguhan, kepercayaan, kesabaran dan team work yang baik membawa UIN Jakarta mengalungkan medali emas dalam cabor Futsal PIONIR 2019 ini. Ajang PIONIR milik Kementerian Agama ini sangat membantu mengembangkan bibit-bibit unggul anak bangsa. Berawal dari mengharumkan nama kampus, di kemudian hari, mereka juga bisa berkontribusi mengharumkan nama negara di bidang manapun. (ofi/nd)
GEMA-Futsal cabang olahraga dalam Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 sampai pada pertandingan penentuan, Jumat (19/7). Empat hari lamanya dari pagi hingga sore 38 tim bersaing di Lapangan Indoor Tidar Champion untuk menjadi juara. Menuju final bukan hal yang mudah dalam Futsal. Babak penyelisihan, 16 besar, 8 besar, semi final, hingga final harus dilewati tim pemain. Seluruh tim tidak boleh kalah dalam satu pertandingan saja karena panitia memberlakukan sistem knockout atau gugur.
Setiap tim hanya memiliki satu kesempatan pada setiap babak. Tidak heran jika dari babak pertama, pertandingan berlangsung tegang. Sengitnya persaingan bukan berarti tidak sportif. Kedua tim finalis menunjukkan pentingnya sportivitas dalam pertandingan. Hingga akhir pertandingan finalis, baik UIN Jakarta maupun UIN Riau tidak menimbulkan kerusuhan. Dalam pertandingan tak hanya skill yang ditunjukkan. Namun keteguhan mental juga ikut diuji agar pertandingan berjalan baik. Sehingga, kerjasama tim mudah untuk dikendalikan. (ofi/nd)
GEMA-Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) berakhir, Jumat (19/7). Perlombaan diawali dengan babak semifinal yang terdiri dari 10 tim. Pertandingan babak semifinal diadakan pada pagi hari pukul 08:00 WIB. Kemudian dari 10 tim terseleksi lah 4 tim yang berhak menuju final. Keempat tim di final yaitu STAIN Bengkalis, UIN Sumatera Utara, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Alauddin Makassar. Pertandingan babak final dilaksanakan pada pukul 13:00 WIB. Perlombaan yang hanya digelar dua hari itu pun langsung mengumumkan jawaranya. Juara pertama diraih kontingen tuan rumah UIN Malang. Tim terdiri dari Muhammad Fashihuddin, Syaif Al Haq, dan Ahmad Zulkurniawan. Mereka mengungkapkan bahwa hasil ini tidak lepas dari perjuangan sebelumnya. “Kami sering berlatih. Selama ini kami hanya sampai semi final di perlombaan dan baru kali ini mencapai final dan mendapat juara satu,” tutur Fashihuddin. Ia pun mengingatkan teman-temannya untuk tidak jemawa, “Tetap belajar mengenai al Quran karena memiliki banyak makna.” Sementara itu, juara dua diperoleh UIN Sumatera Utara Medan (Hilmiyah Humaidi Damanik, Nauval Mursyid Rahmadinata, dan Shofiah Nurul Huda) dan juara tiga diperoleh UIN Alauddin Makassar (Muh. Rian Arisandi Z., Emir Surya Kautsar, dan Ratna Sari). Ketiga juara harapan ialah STAIN Bengkalis, UIN Sunan Kalijaga, dan IAIN Palangkaraya. (*/nd)