GEMA-Penulis Asy Syamil fi Balaghatil Quran M. Afifuddin Dimyathi mengungkapkan beberapa faktor yang membuat al Quran lebih istimewa dibanding kitab suci lainnya. Hal ini ia sampaikan saat menjadi pemateri utama kuliah tamu Al Ismat al Balaghiyyah wal Adabiyah li Asalib Quran di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Rabu (21/2). Faktor-faktor tersebut, lanjutnya, terangkum dalam uslub balaghah di kitab tiga jilid yang ia tulis. Pertama, isti’aro yang berarti keserasian makna. Al Quran jika diperhatikan menggunakan pemilihan kata yang unik sehingga berbeda dengan bahasa buku atau kitab suci lain. Selanjutnya, tartib yakni ketertiban urutan kalimat yang disusun dalam al Quran. Susunan yang rinci dan rapi ini membuat ayat al Quran mudah dicerna. Hal terakhir yang ia sebutkan ialah i’jaz yang berhubungan dengan pemaknaan. Dalam al Quran, walau lafaznya singkat, pemaknaannya bisa sangat luas. Tentu masih banyak uslub balaghah yang belum disebutkan. Gus Awis, sapaan akrabnya, menambahkan, banyak mahasiswa yang menyerah mempelajari Balaghah karena pembagian uslub yang bercabang-cabang. Ia pun menyarankan agar mahasiswa bisa memulai dengan mempelajari Sastra Indonesia. “Dengan cara itu, memahami Balaghah akan lebih mudah,” jelas pengasuh Asrama Hidayatul Quran Darul Ulum itu. Alumni Universitas al Azhar, Kairo, Mesir ini pun berpesan kepada mahasiswa agar tidak hanya sekedar belajar saja di universitas. Namun, juga harus memperhatikan adabnya. Salah satunya ialah dengan menjauhi sifat sombong, terutama saat mempelajari Ilmu al Quran. (syf/nd)
TAWADUK: Dr. M. Afifuddin Dimyathi mengingatkan mahasiswa untuk rendah hati saat mempelajari ayat al Quran
GEMA-Dalam forum kuliah tamu Simat Al Balaghiyah wa al Adabiyah li Asalib al Quran, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) mengundang Dr. M. Afifuddin Dimyathi. Ia adalah penulis kitab tiga jilid Asy Syamil fi Balaghatil Quran. Acara yang dihadiri mahasiswa BSA lintas semester itu berlangsung di Home Theatre Fakultas Humaniora, Rabu (20/2). Menurut pemateri, dalam mempelajari kalam Ilahi, ada satu hal yang harus diperhatikan selain ilmu yang mumpuni. Yakni, bersikap tawaduk. “Berkah ilmu dalam al Quran hanya akan didapatkan oleh orang-orang yang bersikap rendah hati,” imbuh Gus Awis, sapaan akrabnya. Dalam kegiatan tersebut ia juga membawakan materi tentang Balaghoh sesuai dengan bidang keilmuannya. Ketua Jurusan BSA Dr. Halimi Zuhdy mengatakan, pihaknya akan rutin mengadakan kuliah tamu bagi mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa selalu menumbuhkan semangat dan cinta dalam mempelajari Bahasa Arab,” tuturnya. (ptt/nd)
GEMA-Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) yang dimulai sejak 4 Februari lalu akan segera ditutup. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro AAKK UIN Malang, Achmad Heru, Senin, (18/2). "Ada perpanjangan waktu dari tanggal 14 Februari menjadi 19 Februari," ungkapnya. Data statistik mengatakan sampai saat ini ada sekitar 4000 pendaftar yang memilih UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, baik sebagai PTN pilihan pertama maupun kedua. "Jumlah ini belum final karena penutupan pendaftaran masih besok," jelas Heru. Nantinya, lanjut Heru, hanya sekitar 645 pendaftar yang akan lolos jalur ini. Ada 14 jurusan yang bisa dipilih melalui seleksi SNMPTN. Di antaranya Akuntansi dan Manajemen (Fakultas Ekonomi), Sastra Inggris (Fakultas Humaniora), Biologi, Kimia, Fisika, Matematika, Teknik Informatika, Teknik Arsitektur, serta Perpustakaan dan Ilmu Informasi (Fakultas Sains dan Teknologi), Pendidikan IPS (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan), Psikologi, serta Pendidikan Dokter dan Farmasi (Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan). Achmad Heru melanjutkan, ada sedikit perbedaan aturan SNMPTN tahun ini. Setiap sekolah akan dibatasi persentase pendaftarnya tergantung akreditasi sekolah. "Tahun lalu semua siswa bisa daftar, ini aturan dari pemerintah," pungkasnya. (ir/nd)
REWARD: Ika Rukmana, wisudawati penerima penghargaan di kategori penulis skripsi bahasa asing, berbagi tipsnya
GEMA-Tak hanya mahasiswa jurusan bahasa asing saja yang bisa menulis skripsi non-Bahasa Indonesia. Dengan titel sebagai bilingual university, UIN Malang sangat open jika mahasiswa non-Bahasa Inggris maupun Arab yang ingin menulis skripsinya dengan bahasa asing. Setiap momen wisuda, mahasiswa-mahasiswa tersebut diberi reward oleh rektor di hadapan seluruh wisudawan dan wali. Wisuda Periode 1 tahun 2019 ini (16/2), Ika Rukmana, mahasiswi Jurusan PIAUD mendapatkan penghargaan tersebut. Usai prosesi wisuda di Gedung Sport Center, gadis asal Pare tersebut berbagi tips. Niat yang kuat tentu menjadi tips utama. Bersamaan dengan niat, Ika ingin agar juniornya tidak pesimis dengan kemampuan bahasa asingnya. Selanjutnya, mendalami struktur kebahasaan juga menjadi hal yang sangat penting. “Manfaatkan kelas Bahasa Arab dan Inggris di kampus kita sebaik mungkin,” tambahnya. Selain mendalami writing skill, ketua Komunitas Dulinan ini melanjutkan, reading skill juga diperlukan. Untuk menulis, mahasiswa harus rajin membaca karya ilmiah berbahasa asing. “Baca jurnal-jurnal yang nyambung dengan tema skripsi kita agar sekalian menjadi bahan rujukan,” tutur penulis skripsi berjudul The Values of Character Education in Engklek Traditional Game and The Implication for Children tersebut. Selama kuliah, Ika juga beberapa kali mengikuti ajang internasional seperti Conference Earth Childhood di Yogyakarta pada 2015. Ia yakin, dengan mengikuti ajang semacam itu, mahasiswa akan menemukan motivasi untuk mengembangkan kemampuan berbahasa asing. “Semoga apa yang sudah saya capai tidak akan berhenti di titik ini. Saya ingin melanjutkan studi ke program magister di jurusan yang sama hingga suatu saat menjadi salah satu guru besar di Indonesia,” harapnya. UIN Malang selalu memberikan beragam penghargaan di setiap momen wisuda. Antara lain, lulusan terbaik universitas, lulusan terbaik jurusan, lulusan berprestasi di bidang non-akademik, lulusan dengan hafalan al Quran 30 juz, serta lulusan penulis skripsi bahasa asing dari jurusan non-Bahasa Asing dan International Class Program. (syf/nd)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tak ingin setengah-setengah dalam menangani program unggulannya, yakni tahfiz quran. Dalam momen Wisuda Periode 1, Sabtu (16/2), Rektor Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, pihak kampus akan membangun Laboratorium Quran. Laboratorium Quran, jelas Prof. Haris, adalah hunian khusus bagi mahasiswa penghafal al Quran terpilih. “Kami ingin bisa menampung mahasiswa penghafal al Quran lebih hingga 1200 orang di rumah ini,” tuturnya optimis. Rencananya, lanjut rektor kelahiran Lamongan itu, hunian tersebut akan dibangun di sebelah utara Gedung Sport Center. Dengan adanya rumah khusus bagi para hafiz-hafizah, ia berharap agar lulusan UIN Malang ke depan benar-benar berkarakter ulul albab. “Sesuai dengan logo dan tentunya harapan kampus tercinta kita,” imbuhnya. Lulusan yang ulul albab, masih kata Prof. Haris, ialah individu yang dapat memaksimalkan potensi pikirnya. “Hasil pemikiran positif itu akan digunakan sebaik mungkin untuk menjalankan profesi serta berinovasi demi kehidupan,” papar orang nomor satu di UIN Malang tersebut. (aqa/nd)