Menuju Paradigma Keilmuan Islami
Oleh M
Menuju Paradigma Keilmuan Islami
Oleh M
GEMA-Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah melakukan koordinasi pelaksanaan Pekan Ilmiah Olahraga, Seni dan Riset (Pionir) ke IX tahun 2019, Rabu (27/2).
Koordinasi yang dilaksanakan di ruang pertemuan Gedung Rektorat Lt.3 itu khusus untuk membahas progres laporan dari masing-masing seksi. Sebelum koordinasi berlanjut, Gus Is sapaan akrab Dr. isroqunnajah menghimbau kepada seluruh keluarga besar UIN Malang mulai dari para pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa. "Ayo kita bersama-sama mensukseskan kegiatan Pionir ini dengan sebaik mungkin," ajaknya.
Rencananya Pionir akan dilaksanakan15-21 Juli 2019, kegiatan ini diinisisasi langsung oleh Kemang setiap dua tahun sekali. Tahun ini UIN Malang ditunjuk untuk menjadi tuan rumah Pionir yang ke-9.
Gus Is menjelaskan bahwa sejatinya Pionir ini diadakan untuk merajut silaturahmi bagi seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia yang jumlahnya mencapai 58 PTKIN. "Selain itu, juga untuk mencari bibit unggul di bidang olahraga, seni dan riset," jelasnya.
Oleh karena itu, tambah dia, kesuksesan Pionir ini menjadi tanggung jawab bersama, oleh karena itu diharapkan semua sivitas akademika UIN Malang berpartisipasi aktif mensukseskan kegiatan tersebut. "UIN Malang berkomitmen ingin pelkaksanaan Pionir ini lebih sukses dari sebelumnya," harapnya.
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan program beasiswa Tahfiz al Quran. Pihak kampus menyediakan sejumlah 160 kuota beasiswa yang dibagi dalam dua tahap.
Menurut Hamzah, panitia pengelola beasiswa, tahap pertama diperuntukkan bagi penghafal minimal 5 juz. Tahap kedua dikhususkan bagi yang memiliki hafalan minimal 10 juz. “Tes tahap pertama akan dilakukan di Ruang Sidang Kemahasiswaan Gedung Student Center (26/2),” paparnya.
Ia melanjutkan, jumlah pendaftar beasiswa untuk tahap pertama ialah 134 peserta dari berbagai jurusan di UIN Malang. Peserta terbanyak dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yaitu 45 mahasiswa. Pendaftar dari Fakultas Syariah ialah 35. Selanjutnya, Fakultas Humaniora, Fakultas Saintek, dan Fakultas Ekonomi dengan jumlah masing-masing 23, 21, dan 5.
Hamzah menjelaskan, peserta tahap pertama akan diambil 80 penerima beasiswa. Pihak kampus berharap, beasiswa ini menjadi lecutan semangat bagi mahasiswa lainnya untuk meningkatkan hafalan al Qurannya. “Tentu tidak melupakan prestasi akademiknya,” tutupnya. (kh/nd)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim menjadi tuan rumah Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Jawa Timur 2019. Acara tahunan yang digelar Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Jawa Timur ini diselenggarakan selama dua hari, Senin-Selasa (25-26/2). Seminar nasional menjadi pembuka rangkaian acara yang dilaksanakan di Home Theater Fakultas Humaniora.
Narasumber Dr. Sunardi, MM., yang merupakan penguji calon direksi dan komisaris bank di Indonesia menjelaskan urgensi literasi dan inklusi keuangan syariah. Menurutnya, Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim masih asing dengan literasi keuangan syariah.
“Dari total penduduk Indonesia, yang paham literasi keuangan konvensional mencapai 29,1% sedangkan syariah hanya 8,1%,” jelasnya. Ia menambahkan, dari total penduduk yang paham literasi keuangan syariah, terbesar ada di Jawa Timur.
Sunardi melanjutkan, produk layanan jasa keuangan yang paling dikenal adalah tabungan, mencapai angka 99%. “Ini mengindikasikan masyarakat kita masih tergolong kelas bawah, karena produk layanan keuangan masih banyak di luar tabungan,” tuturnya.
Pada akhir materi, ia menjelaskan perbedaan antara jasa keuangan konvensional dan syariah, yang terletak pada prinsip kepastian. “Keuntungan jika bekerjasama pada bank syariah sudah dipastikan di awal, sedangkan bank konvensional tidak,” pungkasnya.
Kemudian, rangkaian acara dilanjutkan dengan berbagai ajang perlombaan. Di antaranya lomba karya tulis ilmiah, pitching competition, dan Olimpiade Ekonomi Islam. Beberapa forum diskusi juga digelar, seperti Talkshow Srikandi, Forum Group Discussion, dan sharing FoSSEI malam. Seluruh agenda dilaksanakan di area kampus 1 dan 2 UIN Malang. (ir/nd)
GEMA-Empat perwakilan Sage Publishing mengunjungi UIN Maulana Malik Ibrhaim Malang untuk menjalin mitra. Sage ialah perusahaan penerbitan independen yang didirikan 1965 di New York dan saat ini berbasis di Newbury Park, California. Perwakilan Sage memperkenalkan produknya sekaligus mengutarakan niat untuk bekerjasama di bidang publishing, Senin (25/2).
Stephani Susilo, salah satu perwakilan Sage menjelaskan tentang Sage Publishing. Ia pun memaparkan berbagai prestasi yang pernah diraih perusahaan yang berpusat di Thousand Oaks, Amerika Serikat itu. “Seperti di 2018, kami mendapat penghargaan International Excellent Award 2018 in Partnership with the Publisher Association dari London Book Fair,” jelasnya.
Sage, lanjut Stephani, ialah penerbit jurnal akademik terbesar kelima di dunia. Serta, menjadi yang pertama untuk riset metodologi di bidang sosial dan behavioral. Ia pun menjelaskan perbedaan perusahaannya dan Springer.
Menurutnya, Springer fokus pada penerbitan buku, e-book, jurnal peer-review dalam Sains, Humaniora, Teknik, dan Medis. “Sedangkan Sage fokus dan unggul di riset metodologinya,” papar wanita berambut warna pirang tersebut.
Produk-produk Sage selain jurnal antara lain, Sage Navigator, Sage Knowledge, Sage Reference, dan yang terbaru ialah Lean Library. Sudah ada beberapa universitas yang bergabung dengan perusahaan tersebut. Yakni, UGM Yogyakarta, UNAIR Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UM Malang, dan UPI Bandung. “Kami harap UIN Malang dan banyak PTN lainnya juga akan menjadi mitra kami,” ujarnya.
Hadir di pertemuan tersebut, Wakil Rektor Bagian Akademik, Dr. M. Zainuddin, MA., Kepala Perpustakaan Pusat, Faizuddin, Kabiro AAKK, Drs. Heru, dan para wakil dekan bagian akademik. (ptt/nd)
GEMA–Meraih prestasi tanpa batas merupakan mimpi setiap mahasiswa. Dian Rengganis, pemilik komunitas Spirit Spiritual Quantum (SSQ), berbagi tips menjadi mahasiswa berprestasi. Hal tersebut disampaikan dalam seminar nasional Spiritual Transformation for Millenial Generation di Aula Fakultas Saintek Lt 4, Sabtu (23/2).
Menurutnya, kunci utamanya ialah berpikir positif. Kemampuan untuk berpikir positif sangat dibutuhkan untuk menunjang semangat dan keadaan spiritual mahasiswa. Ketika mahasiswa selalu berfikir positif maka segala sesuatu akan mudah dijalani. “Selalu positif dan tidak mengeluh,” tutur Dian.
Untuk melakukannya, hal mendasar yang harus dilakukan ialah merubah kata negatif menjadi positif. Contoh, sulit menjadi tidak mudah, berat menjadi tidak ringan, miskin menjadi belum kaya, dan lainnya.
Disiplin kata ini harus diterapkan agar mengundang hal-hal positif lainya. Dengan melakukan disiplin kata berulang–ulang, akan membentuk pribadi sesuai dengan doktrin yang tertanam. Ia juga memberikan doa yang ijabah untuk memulai hal-hal positif. “Allahumma paksakan,” tegasnya. Menurut Dian, doa ini sangat manjur untuk memulai kegiatan yang dirasa berat. (na/nd)
GEMA-Sejumlah mahasiswa yang lolos seleksi relawan kampus diberi pengarahan terkait kegiatan komunitas yang difasilitasi Bagian Kemahasiswaan. Mahasiswa dari berbagai jurusan tersebut berkumpul di Ruang Sidang Gedung Sport Center Lt. 1, Selasa (19/2).
Gerakan ini ialah tindak lanjut program Jumat Bersih yang digagas rektor UIN Malang. Program tersebut diawali dengan ajakan rektor pada seluruh dosen dan karyawan. Namun, selanjutnya, pihak kampus ingin agar mahasiswa juga dapat berpartisipasi.
Untuk mengawalinya, Kabag Kemahasiswaan dan Alumni Abdul Aziz mengumpulkan perwakilan mahasiswa terpilih. Pihaknya juga akan memfasilitasi relawan-relawan tersebut agar dapat turut aktif dalam bidang kepedulian lingkungan.
Relawan akan menjadi tangan kanan kampus untuk mengajak mahasiswa lain dalam melestarikan lingkungan kampus. Sehingga nantinya, sivitas akademik di tingkat manapun akan bekerjasama dengan solid dalam misi yang sama. “Dengan adanya relawan mahasiswa, pihak kampus ingin lebih mengedukasi mahasiswa dan sivitas akademik lain untuk semakin peduli dengan kampus sendiri,” papar Aziz.
Program kerja pihak Bagian Kemahasiswaan dan relawan mahasiswa ini, kata Aziz, menyesuaikan dengan bidang keilmuan mereka sendiri. Ia mencontohkan, mahasiswa Sains dan Teknologi akan diarahkan perihal pengelolaan sampah terpadu. Tak hanya itu, mereka juga akan diajak bekerjasama dalam pembuatan transportasi internal kampus yang ramah lingkungan.
Beberapa mahasiswa, lanjut Aziz, juga akan difokuskan pada program penghijauan kampus tiga dan peningkatan efisiensi air. “Kami harap kerjasama antar sivitas akademik ini akan menjadi wabah baik dan bisa diterapkan saat terjun ke masyarakat,” tutupnya. (aqa/nd)