GEMA-Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA menghimbau kepada semua tim panitia Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) UIN Maliki Malang agar segera melakukan ceklist kembali terhadap semua persiapan yang sudah dilakukan. Rabu (6/3). Rencananya Senin (11/3) semua panitia APT dan para pimpinan bisa hadir untuk mengikuti proses gladi bersih sekaligus simulasi asesmen lapangan. "Jangan sampai saat asesmen lapangan malah banyak ditemukan kekurangan yang belum disiapkan dengan matang," paparnya. Setidaknya, tambah dia, gladi bersih ini bisa digunakan sebagai barometer kesiapan asesmen lapangan di UIN Maliki Malang ini. "Hal sekecil apapun harus disiapkan, setiap ruangan harus memiliki peta ruang yang jelas," pintanya. Sementara itu Rosihan, salah satu staf ahli Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) meminta agar seluruh pimpinan saat proses asesmen bisa lebih disiplin lagi. Pasalnya, asesor yang akan hadir di UIN Malang ini betul-betul memiliki kedisiplinan yang tinggi. Semua tidak mengenal kata terlambat. "Jadi saya mohon Bapak dan Ibu untuk komitmen mengikuti proses asesmen ini sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan," pintanya.
GEMA-Segenap pimpinan dan panitia pelaksana Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) sore ini melakukan koordinasi persiapan akreditasi dari masing-masing seksi, Rabu (6/3). Rapat yang berlangsung di ruang pertemuan gedung Rektorat Lt.3 itu dibuka langsung Ketua Senat Universitas yang sekaligus sebagai ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. Muhtadi Ridwan, dia menjelaskan bahwa proses asesmen lapangan di UIN Maliki Malang akan dilaksanakan mulai 13-15 Maret 2019 yang akan dihadiri oleh empat asesor dari BAN-PT, yaitu Prof. Marwan Asri, M.BA., Ph.D dari UGM Yogyakarta, Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. H. Akhmad Rifa'i, M.Phil asal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Prof. Budi Nurani Ruchjana, M.Si dari UNPAD Bandung. "Semua tim asesor akan datang pada pagi hari dan akan dijemput langsung oleh rektor dan para wakil rektor," terangnya. Terkait persiapan asesmen lapangan, Muhtadi meminta masing pimpinan lembaga, unit dan fakultas betul-betul mempersiapkan semua kebutuhan penunjang asesmen lapangan ini. Jadwal yang sudah tersusun rapi oleh sie acara ini sifatnya masih tentatif atau sementara saja, semua bisa berubah menyesuaikan permintaan dari tim asesor. "Yang penting, semua dokumen borang dan segala sarana dan prasarana penunjang akademik harus disiapkan secara matang," pintanya.
Sementara itu, dalam arahannya, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag meminta pelaksanaan asesmen lapangan ini betul-betul dipersiapakan, jangan sampai ada sedikitpun celah atau kekurangan dalam pelaksanaan APT ini. "UIN Maliki Malang harus bisa menunjukkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki," pintanya. Proses asesmen lapangan ini, UIN Maliki Malang setidaknya harus memiliki nila skor tertinggi dari PTKIN lain. Caranya segala kebutuhan asesmen lapangan ini benar-benar dipersiapkan dengan matang. "Persiapan seperti ini jangan hanya saat menjelang asesmen saja. Akan tetapi kalau bisa harus dilakukan setiap hari, sehingga UIN Malang ini bisa memberikan pelayanan prima kepada stake holdernya," pintanya "Semoga proses visitasi asesmen lapangan ini bisa berjalan dengan lancar dan menghasilkan nilai yang tinggi," doanya aeraya diamini semua peserta rapat yang hadir.
Praktik Lapangan: Diklat outdoot dalam rangkaian Diklat Fotografi (Difoto) XX yang dilaksanakan di Coban Putri, Sabtu-Minggu (2-3/3).
GEMA-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jhepret Club (JC) mengadakan Diklat Fotografi (Difoto) XX. Diklat ini terbagi menjadi dua, diklat indoor dan outdoor. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan untuk calon anggota UKM JC angkatan ke-20. Diklat Indoor dilaksankan di Gedung Jenderal Besar Muhammad Soeharto Lt.1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu-Minggu (23-24/2). Sedangkan Diklat Outdoor bertempat di Coban Putri, Sabtu-Minggu (2-3/3). Diklat Fotografi ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai macam jurusan di kampus hijau.
Di dalam diklat fotografi ini, diharapkan peserta bisa mengetahui dan memahami materi dasar tentang fotografi. Diklat kali ini tidak hanya sebatas teori melainkan juga praktik secara langsung setelah materi diberikan. Uniknya, peserta juga diminta untuk membawa model yang nantinya akan menjadi objek foto mereka untuk sesi modelling. Untuk diklat outdoor, peserta diajarkan cara memotret landscape dengan menggunakan beberapa teknik seperti low speed dan high speed.
“Diklat fotografi ini bisa menjadi wadah untuk menyalurkan bakat berbagi ilmu tentang fotografi,” harap Arif Fahmi KetuaPelaksana Diklat JC 2019. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media bagi peserta untuk mengetahui lebih dalam tentang UKM Jhepret Club Fotografi. (ilm/nhl)
Rektor UIN Malang Abd. Haris beserta jajarannya foto bersama pengurus OMIK 2019 sesaat setelah pelantikan, Jumat (1/3).
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan pelantikan Pengurus Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK), Jumat (1/3). Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Jenderal Besar Muhammad Soeharto Lt. 2.
Pelantikan ini juga mengundang sejumlah perwakilan UKM, HMJ, SEMA, dan DEMA. Dihadiri langsung oleh Rektor UIN Malang Abd. Haris, acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Orang nomor satu UIN Malang ini melantik langsung seluruh ketua dan pengurus OMIK yang ada di kampus hijau dengan disaksikan oleh ketua dekan dari setiap fakultas.
Pelantikan pengurus OMIK ini juga dirangkai dengan sosialisai Pekan Ilmiah Olahraga, Seni dan Riset (Pionir) ke IX 2019. Dalam gelaran level nasional ini UIN Malang akan menjadi tuan rumah. Sosialisasi ini menjadi penting agar setiap warga kampus dapat berpartisipasi dalam mensukseskan acara rutin tahunan Kemenag ini. (ilm/nhl)
GEMA-Pelaksanaan Akreditasi Institusi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dijadwalkan akan berlangsung tanggal 13-15 Maret 2019. Menyambut pelaksanaan akreditasi itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag mengajak Wakil Rektor I dan III mengunjungi progres pembangunan Gedung Farmasi di kampus III. Dalam peninjauan langsung di lokasi pembangunan, gedung farmasi masih terus dikebut. Saat ini masih dilakukan proses instalasi listrik dan sanitasi air di dalam gedung tersebut. “Semoga proses pembangunan ini bisa berjalan sesuai dengan kontrak kinerja, sehingga pada saat tahun ajaran baru gedung tersebut sudah bisa digunakan,” harap Prof. Haris. Senin (4/3).
GEMA-Pagi ini, Senin (4/3) tim asesor utusan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) hadir di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran tiga asesor itu yaitu Prof. Dr. Nanan Sekarwana, Sp.A (K), MARS., Dr. Dra. Ria Kodariah, MS., dr. Irwin Aras, M. Epid, M.MedEd untuk melakukan asesmen lapangan pada Program Studi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter di Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maliki Malang.
Kehadiran tiga asesor itu disambut langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag dan para pimpinan UIN Maliki Malang yang lain. Sebelum melakukan asesmen lapangan di FKIK yang berada di Desa Telekung Kota Batu, tim asesor diajak sejenak untuk ramah tamah di ruang Rektor. Dalam kesempatan tersebut, mereka juga diajak untuk meninjau langsung proses pelayanan yang ada di Perpustakaan pusat UIN Maliki yang mengadopsi pelayanan digital. Usai melakukan kunjungan ke perpustakaan, tim asesor langsung bertolak menuju kampus tiga atau FKIK, di sana tim asesor dijadwalkan akan melakukan proses asesmen lapangan hingga Rabu mendatang (6/3). Berdasarkan jadwal visitasi, hari Senin pimpinan melakukan presentasi borang dan juga dilakukan proses interview, baik kepada staf pengajar, tenaga kependidikan, serta wawancara kepada perwakilan mahasiswa FKIK, sementara Selasa ekspos hasil visitasi dari asesor dan para pimpinan FKIK. “Semoga proses visitasi ini bisa berjalan dengan lancar dan sesuai harapan, FKIK bisa terakreditisai,” harap Nanang, salah satu tendik di FKIK.
GEMA-Jurnal Akuntansi El Muhasaba kembali menggelar workshop penulisan artikel untuk mahasiswa tingkat akhir dan Pascasarjana, Jumat (1/3). Pelatihan kali ini mengangkat tema “How to Submit Your Article by Open Journal System (OJS)”. Acara yang diselenggarakan di Ruang Psychomovie ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi Dr. Siswanto, M. Si. Ketua Pelaksana Sri Andriani, M.Si. mengatakan acara ini merupakan bentuk realisasi dana hibah yang diberikan oleh Kemenag Diktis kepada Jurnal El Muhasaba. Ia berharap adanya pelatihan ini dapat meningkatkan karya mahasiswa yang terindeks. “Jurnal El Muhasaba juga telah submit di Shinta milik Kemenristek Dikti,” jelasnya. Ia melanjutkan publiksi karya ilmiah saat ini sudah menjadi tuntutan bagi mahasiswa. Pihak kampus berharap, mahasiswa tidak hanya membuat karya saat diberi tugas kuliah. “Namun juga menghasilkan karya sebagai bukti pemahaman keilmuan,” tutur Andri. Pemateri Ramadhita, M.HI yang merupakan pengelola Jurnal De Jure menjelaskan langkah-langkah untuk mempublikasi artikel di jurnal. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah naskah artikel. “Artikel jurnal yang bagus adalah yang berasal dari hasil riset,” tuturnya. Ia menambahkan setidaknya referensi yang diambil adalah artikel jurnal yang dipublikasikan tiga tahun terakhir. Langkah selanjutnya adalah menemukan tempat publikasi. Penulis bisa menemukan daftar tempat publikasi di situs resmi Shinta Kemenristek Dikti. Berikutnya penulis harus menyesuaikan tulisan yang dibuat dengan focus and scope jurnal tujuan. “Kalau tidak cocok, tidak bisa di-publish di jurnal itu,” jelas Rama. Workshop dilanjutkan dengan praktik secara langsung publikasi artikel ilmiah di laman Jurnal El Muhasaba. (ir/nd)
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerjasama dengan Kepolisian Resor (Polres) Kota Malang dalam pengembangan pendidikan perguruan tinggi, Kamis (28/2). Penandatanganan kesepahaman dilakukan oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. dan Kepala Polres Malang AKBP Asfuri S.IK., MH. serta disaksikan oleh jajaran wakil rektor di Gedung Rektorat Lt.1. Prof. Haris menyampaikan bahwa kesepahaman ini dijalin untuk bersama membina moral, kekeluargaan, dan kesatuan. “Terutama dalam menjaga keamanan bangsa dan ketahanan NKRI,” tambahnya. Langkah ini juga menjadi awal untuk mengembangkan kerjasama terhadap Polda Jawa Timur nantinya. AKBP Asfuri menambahkan, bina masyarakat (bimas) yang menjadi salah satu program kepolisian bisa terlaksana dengan bantuan pihak lain. “Universitas memiliki peranan besar dalam pelaksanaan bimas ini,” ungkap pria asal Kendal, Jawa Tengah ini. Sehingga, lanjutnya, perlu adanya kerjasama dalam membangun pendidikan dan pembinaan masyarakat dengan kampus. Pada praktiknya, program ini bisa dilakukan dengan sosialisasi. “Salah satunya tentang penggunaan media sosial secara bijak, anti hoax, dan menjaga keamanan bersama,” paparnya. Kedua belah pihak berharap, kerjasama antar dua institusi ini dapat berjalan selamanya. Sehingga, Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dapat tercapai. (ofi/nd)
SASTRA: Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. bersama Ketua UIN Maliki Press Ahmad Kholil dalam diskusi sastra di malam hari (27/2)
GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag berdiskusi dengan mahasiswa dalam Tadarrus Kopi di Gedung UIN Maliki Press, Rabu (27/2). Kegiatan yang dilaksanakan Pesantren Kopi ini mengajak sivitas akademika untuk kembali menghidupkan riset dan pengabdian masyarakat. Menurut Jau, panitia diskusi, kegiatan ini ialah bentuk tanggung jawab mahasiswa terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melihat banyaknya minat diskusi di warung-warung kopi, panitia pun mencoba tradisi tersebut. Sehingga, ngopi tidak hanya diisi dengan cangkrukan yang tidak manfaat. “Kita bangun semangat diskusi dan literasi dengan suguhan kopi,” paparnya. Kegiatan malam itu diberi label “Bagian 1” dengan harapan agar masih adalagi kegiatan-kegiatan serupa. Malam itu, panitia memilih Sastra Keindahan dan Peradaban sebagai tema diskusi. Prof. Haris menyampaikan bahwa peradaban dibangun dengan rasa dan keindahan. Sebagaimana Islam mengajarkan dalam al Quran bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan. “Sastrawan yang baik adalah yang mampu membaca dan memahami al Quran,” tambahnya. Dengan modal pemahaman al Quran, sastrawan lebih mampu menanggapi polemik kehidupan yang ada di dunia bahkan di akhirat. Di akhir diskusi, rektor kelahiran Lamongan ini berpesan kepada mahasiswa akan pentingnya berkarya. “Jangan menunggu jadi dosen untuk menciptakan karya,” tegasnya. (ofi/nd)