GEMA-UIN Malang bekerjasama dengan Dirjen Pendis Kemenag RI menyenggarakan Koordinasi Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama PTKIN Se-Indonesia. Forum ini dilaksanakan dalam rangka persiapan dan konsolidasi Pelaksanaan kegiatan PIONIR IX 2019 di Atria Hotel Malang, Selasa-Kamis (29-31/1).
Sejak awal penetapan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai tuan rumah bersikap welcome dalam menyambut antusias peserta forum. Dalam sambutannya di hari kedua, Drs. H. Issroqunnajah, M.Ag menyampaikan bahwa Pionir tahun ini harus belajar dari pengalaman yang sudah diperoleh dari tahun yang lalu. Hal ini untuk mengatasi beberapa problem yang biasa terjadi pada saat pelaksanaan lomba, misalnya pemilihan dan penetapan juri.
“Kita minta dukungan yang luar biasa dari bapak dan ibu semua yang hadir,” mohon Gus Is (sapaan akrabnya). Artinya, lanjutnya, kegiatan ini menjadi tanggungjawab bersama untuk mensukseskannya. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa sejak merumuskan mata lomba di acara Pionir, UIN Malang selalu melibatkan semua perwakilan PTKIN. “Akhirnya dengan penuh optimis, jika kita sukses berarti sukses itu milik kita bersama,” tegas WR III UIN Malang ini dengan penuh optimis.
Pada sesi sebelumnya, yang diisi oleh staf Walikota Malang bahwa Pemkot akan turut andil dalam mensukseskan agenda nasional ini. Support ini akan diberikan setelah ada kepastian tentang jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Sehingga dapat ditentukan juri yang berkompetensi, qualified, kredibel dan profesional. Tentunya hal ini disertai dengan adanya ketentuan yang sesuai standart agar pelaksanaan lomba bisa lancar, maksimal dan sesuai target bersama. (ptt/nhl)
GEMA-Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Dr. A. Muhtadi Ridwan mengundang seluruh tim publikasi Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) yang dijadwalkan akan dilaksanakan awal Februari mendatang, Jumat (25/1).
Rapat tim publikasi yang dilakukan di ruang meeting gedung Rektorat Lt.4 itu membahas rundown acara tentaif pelaksanaan APT di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dalam kesempatan itu, Muhtadi meminta tim publikasi salaing bekerjasama agar proses pelaksanaan publikasi APT ini bisa maksimal. "Semua kegiatan peliputan bisa disesuaikan dengan rundown acara," terangnya.
Kedatangan tim asesor, mulai dari bandara hingga pelaksanaan asesmen semuanya bisa dipublikasikan baik dengan media fotografi maupun videografi. "Semua tim dokumentasi harus paham alur pelaksanaan APT ini," pesannya.
Selain itu, proses asesmen lapangan rencananya akan dilakukan oleh lima orang dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) itu akan hadir di UIN Malang untuk melakukan verifikasi ulang di lapangan. Baik dari aspek akademik, pelayanan, mutu pendidikan, serta sarana dan prasarana penunjang yang ada di UIN Maliki ini. "Tentu, semua penilaian menjadi hak prioritas tim asesor, dan semoga semua Pimpinan baik di tingkatan universitas, fakuktas dan kepala lembaga dan unit siap memberikan jawaban yang tepat dan realistis," harap Muhtadi.
Muhtadi menambahkan, performance saat ini sudah menjadi tren dalam proses APT, tim asesor tentunya juga akan memberikan penilaian terhadap kesiapan perguruan tinggi dalam menyambut proses reakteditasi. "Semoga, apa yang sudah diupayakan oleh tim APT UIN Malang bisa memberikan hasil terbaik dan bisa menjadikan Perguruan tinggi ini tetap terakreditasi A dengan skor tertinggi," doanya.
GEMA-Pasca melaksanakan perlombaan antar TPQ di Dusun Sumberpasir, peserta KKM UIN Mengabdi 2019 menutup rangkaian kegiatannya dengan pengajian umum, Jumat (25/1). Acara yang melibatkan pemuda desa setempat tersebut dilaksanakan di halaman Musholla al Ihsan.
Ketua Pelaksana Muhammad Sholihudin mengatakan acara pengajian umum sudah menjadi budaya warga. "Warga setempat sangat antusias ketika ada kegiatan keagamaan," tuturnya. Terbukti ada ratusan warga yang menghadiri agenda tersebut. Tampak hadir juga perangkat desa setempat.
Agenda malam puncak Gebyar TPQ ini dimeriahkan penampilan anak-anak di desa tersebut. Para santri Yayasan Pendidikan Al Mustofa menunjukkan kebolehan dalam menghafal Asmaul Husna dan Asmaus Suroh dalam al Quran. Disusul dengan anggota IPPNU Desa Sumberpasir yang membawakan lagu pop islami. Pengumuman pemenang Gebyar TPQ Sumberpasir dilaksanakan menjelang acara inti.
Salah satu Dosen UIN Malang Agus Supriyono dihadirkan untuk mengisi pengajian umum. Ia membahas amalan jariah yang tidak terputus pahalanya. Hal ini sesuai dengan hadis masyhur yang menyebutkan tiga perbuatan yang tak terputus ganjarannya. Yakni amal jariah, ilmu bermanfaat, serta doa untuk orang tua. (ir/nd)
GEMA-Chairul Syarif Staff Administrasi Umum Pemkot Batu hadir dalam mengapresiasi kegiatan Cardion 2019. Kedatangannya selain untuk mewakili Walikota Batu juga untuk membuka secara resmi Grand Opening Semifinal-Final Cardion 2019. Olimpiade tingkat nasional ini berlangsung di Lt. 4 Rumah Singgah Kampus 2 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu (26/01).
Cardion (Science and Primary Medical Competition) 2019 adalah olimpiade sains dan kedokteran dasar serta try out SBMPTN yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Olimpiade ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2018 lalu. Di tahun ini ada dua bidang uji yang masuk dalam rangkaian acara Cardion 2019, yaitu Olimpiade Sains dan Kedokteran Dasar, serta Try Out SBMPTN Saintek.
Sesuai data yang disampaikan panitia, peserta Cardion tahun ini mengalami grafik peningkatan yang cukup tinggi. Peningkatan ini dipengaruhi oleh strategi baru yang digunakan panitia Olimpiade Sains dan Medis 2019.
Menurut Basyar Adnani Ketua Pelaksana Cardion 2019, kegiatan tahun ini disiapkan dengan matang atas evaluasi tahun sebelumnya sehingga menghasilkan beberapa inovasi baru.
Pertama, menambah dua daerah rayon sosialisasi dengan total tujuh rayon di Indonesia. Ketujuh rayon itu meliputi Surabaya, Jogja, Jombang, Makassar, Tasikmalaya, Malang, dan Jakarta. Selanjutnya, selain membuka pendaftaran online panitia juga memfasilitasi fitur free online lainnya, yaitu berupa materi full kedokteran dan try out online. “Dengan adanya try out online tersebut diharapkan mampu memudahkan peserta yang belum pernah mengikuti olimpiade ini,” tutur Mahasiswa Kedokteran angkatan 2017 ini.
Mahasiswa Kedokteran UIN Malang ini terus memberikan inovasi Cardion di setiap tahunnya, salah satunya dengan membentuk smart system untuk bekal menuju Go International. (syf/nhl)