MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -“Pentingnya mitigasi sejak dini untuk menjaga NKRI mutlak harus dilakukan,” tegas Komandan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Brigadir Jenderal TNI Dr. Triadi Murwanto, S.E., M.M., saat membuka sesi penguatan kedisiplinan dan kepemimpinan pada Jumat, 12 September 2025.
Dalam penyampaiannya yang lugas dan berbobot, Triadi menyoroti fenomena penjajahan gaya baru di era modern. Menurutnya, salah satu bentuk nyata adalah mudahnya masyarakat Indonesia termakan informasi hoaks. Hal ini, katanya, tak lepas dari belum meratanya pendidikan di tanah air.
Lebih jauh, Triadi menilai arah pendidikan di Indonesia masih perlu dibenahi. Saat ini, banyak tenaga kependidikan hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri. Padahal, jumlah industri di Indonesia tidak sebanding dengan banyaknya lulusan yang dihasilkan.
“Indonesia ini negara yang subur, sumber daya alamnya melimpah, hanya saja pengelolaannya belum serius. Banyak lembaga pendidikan membuka jurusan yang kurang tepat sasaran. Sektor pertanian yang seharusnya menjadi keunggulan, justru kurang diminati, terutama oleh generasi Z,” jelasnya.
Triadi menekankan pentingnya sekolah memperkaya kurikulum dengan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan, sekaligus memasukkan muatan ilmu pertanian sejak dini. Ia mencontohkan keberhasilan Malaysia dalam mengembangkan durian varietas musang king yang harganya bisa mencapai Rp200 ribu per buah. Sayangnya, di Indonesia fakta semacam itu belum banyak mendapat perhatian dari dunia pendidikan untuk dijadikan peluang bisnis pertanian.
Tak hanya durian, ia juga menyoroti sektor kopi. “Kalau kita bandingkan dengan Vietnam, Indonesia kalah jauh dari sisi hasil produksi, padahal tanah kita jauh lebih subur. Ini butuh pengelolaan yang serius, tidak asal-asalan, agar bisa mendongkrak hasil kopi yang meningkat,” tegasnya.
Pesan yang disampaikan Brigjen Triadi menjadi pengingat penting bahwa menjaga ketahanan bangsa tidak hanya dilakukan melalui aspek pertahanan militer, tetapi juga dengan memperkuat pendidikan, disiplin, dan kemandirian pengelolaan sumber daya alam sejak dini.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Suasana penuh semangat dan kebersamaan menyelimuti halaman Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kota Batu pada Jumat, 12 September 2025. Sebanyak 143 pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) bersama Rektor, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., memulai rangkaian Retreat Pimpinan 2025 yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan.
Kehadiran rombongan UIN Malang disambut istimewa. Direktur Pembina Umum Poltekad, Kolonel Inf. Hendhi Yustian, turun langsung menyambut para pimpinan dengan penuh kehangatan. Penyambutan semakin meriah dengan iringan marching band TNI Angkatan Darat yang membawakan lantunan musik penuh semangat, menciptakan atmosfer disiplin dan kebanggaan.
Tak berhenti di situ, seluruh peserta kemudian diajak berjalan kaki bersama dari pintu gerbang menuju lapangan utama Poltekad. Momen ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan simbol kebersamaan dan kesiapan untuk menapaki perjalanan bersama menuju penguatan integritas, sinergi, dan kepemimpinan strategis
.
Setibanya di lapangan utama, apel pembukaan digelar dengan khidmat. Kolonel Inf. Hendhi Yustian dalam arahannya menyampaikan pembagian kelompok serta tata tertib yang harus dipatuhi peserta selama berkegiatan di lingkungan Poltekad. “Kegiatan ini tidak hanya melatih kedisiplinan, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan kepemimpinan strategis yang penting bagi para pemimpin perguruan tinggi,” tegasnya.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan retreat ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kepemimpinan kolektif. “Kita hadir di sini untuk belajar, berproses, dan memperkuat komitmen bersama dalam memimpin UIN Maliki Malang menuju kampus yang unggul, bereputasi internasional, sekaligus tetap berakar pada nilai spiritualitas Islam,” ujarnya penuh motivasi.
Retret pimpinan ini dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 14 September 2025, dengan rangkaian agenda yang melibatkan pelatihan, diskusi, hingga kegiatan lapangan. Semuanya dirancang untuk menumbuhkan karakter kepemimpinan yang berintegritas, disiplin, dan visioner, selaras dengan semangat World Class University yang terus digelorakan UIN Malang.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Dalam sejuknya suasana pagi di depan Gedung Rektorat, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi melepas keberangkatan 143 pimpinan universitas, termasuk Rektor, untuk mengikuti Retret Kepemimpinan di Politeknik Angkatan Darat (POLTEKAD), Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jumat (12/9/2025).
Retret ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 12 September hingga Minggu, 14 September 2025. Rombongan berangkat menggunakan bus dan kendaraan milik TNI POLTEKAD, serta disambut secara resmi oleh pihak tuan rumah.
Berbeda dengan pelatihan teknis, retret ini menjadi forum strategis untuk menentukan arah kebijakan universitas ke depan sekaligus menyatukan visi dan misi kepemimpinan dalam mencapai tujuan bersama.
Dalam sambutan penerimaan, Letkol Widiyoko, S.T., M.M., Kabag Umum TNI POLTEKAD, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya." Kami sangat senang karena di percaya untuk melatih jajran pimpinan UIN Malang. Semoga kegiatan ini dapat memperkuat jiwa kepemimpinan sekaligus menjalin kerjasama yang baik" ujarnya.
143 Pimpinan Antusias Mengikuti Retret Kepemimpinan
Retret ini diharapkan membekali para pimpinan dengan pengalaman lapangan yang menekankan disiplin, ketangguhan, kerja sama tim, dan pemikiran strategis. Selain itu, kegiatan ini juga diproyeksikan menghasilkan wawasan baru yang dapat diimplementasikan dalam tata kelola serta perencanaan jangka panjang universitas.
Suasana kekeluargaan dan optimisme tampak sejak prosesi pelepasan hingga keberangkatan rombongan. Para peserta berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat karakter kepemimpinan, tetapi juga menumbuhkan semangat kolektif dalam membawa UIN Malang menuju arah yang lebih maju.
Retret Kepemimpinan ini menjadi bukti komitmen UIN Malang untuk mencetak pemimpin pendidikan yang visioner, tangguh, dan berintegritas, sekaligus mempererat sinergi antara dunia akademik dan militer sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa.
Reporter & fotografer : Faiqotul Himmah
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang resmi membuka Maliki Festival (Maliki Fest) 2025 pada Rabu, 9 September 2025. Acara pembukaan berlangsung di lantai 5 Gedung Rektorat UIN Malang dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, pengurus ormawa, UKM, serta mahasiswa dari berbagai fakultas.
Presiden Mahasiswa UIN Malang, Muamar Sidiq, dalam sambutannya menegaskan bahwa Maliki Festival bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga ruang kolaborasi. “Selain UKM, nanti ORDA juga kita targetkan memiliki kegiatan bersama, termasuk forum content creator di UIN Malang dan forum luar negeri,” ungkapnya.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Maliki Festival. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan mahasiswa mampu menghadirkan festival yang tetap bernuansa akademik. “Festival ini bukan hura-hura, melainkan bagian dari kegiatan mahasiswa sebagai agen of change. Saya ucapkan terima kasih kepada WR I, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., dan Prof. Isroqunnajah yang turut mendampingi. Semoga ke depan Maliki Festival semakin menjadi bagian penting universitas untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa,” terangnya. Ia bahkan berkomitmen untuk menyumbangkan satu piala besar sebagai simbol semangat keberlanjutan kegiatan ini.
Penutup acara disampaikan oleh Prof. Dr. Isroqunnajah, M.Ag., Ketua LP2M sekaligus mantan WR IV. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan mahasiswa penyelenggara. “Saya cukup tersanjung atas kesempatan ini dan memberikan apresiasi luar biasa kepada Mas Muamar Sidiq dan tim. Maliki Festival menjadi wadah sublimasi mahasiswa dalam bidang ilmiah, seni, dan olahraga, sekaligus sarana promosi UKM. Dengan Maliki Festival, mahasiswa bisa mengenal UKM lebih dalam dan berpartisipasi dalam berbagai perlombaan,” pungkasnya.
Reporter : Nafiska Sayekti Ariyani
Fotografer : Alberda Salma Fariha
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menyelenggarakan kegiatan Short-Term Inbound dan International Conference yang melibatkan mahasiswa lintas negara. Agenda ini berlangsung di ruang pertemuan Fakultas Syariah sejak pukul 08.00 WIB dan menjadi rangkaian penting kerja sama akademik antar kedua perguruan tinggi.
Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan UKM merupakan agenda yang perlu dirawat agar bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kami sangat berterima kasih kepada tim dari Universiti Kebangsaan Malaysia karena telah mempercayakan para mahasiswa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama Fakultas Syariah melalui agenda inbound ini,” ujarnya.
Mewakili UKM, Prof. Madya Dr. Zaini Nasohah dari Pusat Kajian Syariah, Faculty Pengajian Islam, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan. Ia menuturkan bahwa kedatangan mahasiswa UKM bukan sekadar untuk rekreasi, melainkan bagian dari pembelajaran. “Kegiatan outbound ini bertujuan mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, sekaligus membangun karakter yang kuat. Kami ke Malang tidak hanya untuk belajar, tetapi juga menimba pengalaman budaya,” ungkapnya.
Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Maliki, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., yang menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti komitmen UIN Malang dalam memperluas jejaring internasional. “Kehadiran tim dari Universiti Kebangsaan Malaysia menambah deretan panjang kolaborasi internasional yang diharapkan dapat semakin mengibarkan bendera akademik UIN Maliki di kancah global,” tuturnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 24 mahasiswa dari UKM serta puluhan mahasiswa International Class Program (ICP) Fakultas Syariah UIN Malang, didampingi sejumlah dosen. Salah satu peserta dari UKM, Syazana Alya, mengungkapkan kegembiraannya. Menurutnya, program ini memberikan pengalaman akademik sekaligus kesempatan membangun jejaring internasional. “Program ini menyenangkan, tidak hanya memberikan kesempatan belajar tetapi juga pengalaman budaya,” ujarnya.
Selain konferensi internasional, rangkaian inbound juga mencakup keterlibatan mahasiswa UKM dalam perkuliahan reguler bersama mahasiswa UIN Malang. Hal ini memungkinkan terjadinya interaksi akademik langsung di kelas, memperkaya perspektif pembelajaran, serta menumbuhkan budaya akademik yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Malang berharap dapat memperkuat kerja sama strategis dengan UKM Malaysia. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat akademik bagi mahasiswa, tetapi juga memperkokoh posisi UIN Malang sebagai perguruan tinggi keagamaan yang siap bersaing di tingkat internasional. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani
Memiliki latar akademik dari sarjana Ekonomi Syariah (IAIN Sunan Ampel), magister Ilmu Ekonomi (Unpad), hingga doktor Manajemen (Unair), juga pernah mengikuti program sandwich di University of Queensland, Australia. Menjadi dosen adalah jalan pengabdian yang dipilihnya sejak muda. Setelah lulus S1, Beliau sempat ragu memilih Surabaya atau Malang sebagai tempat berkarier. Meski Malang saat itu masih berstatus STAIN, dukungan keluarga membuatnya mantap. Langkahnya tidak instan. Dari Ketua Pusat Studi, Wakil Dekan, hingga Wakil Rektor, semua jabatan beliau jalani dengan penuh dedikasi.
Sebagai rektor, Prof. Ilfi segera meluncurkan strategi rebranding digital kampus dan memperkuat layanan mahasiswa, dengan target yang ambisius, yakni agar semua program studi terakreditasi unggul dan minimal 80 % di antaranya memiliki akreditasi internasional pada 2029. Beliau juga menyatakan bahwa pentingnya sinergi tim, loyalitas, dan kebersamaan sebagai kunci percepatan transformasi universitas menuju internasional.
Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar tumpengan doa bersama untuk keselamatan bangsa pada Kamis, 4 September 2025. Acara yang berlangsung di Gedung Sport Center lantai 2 ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika beserta para mahasantri, musyrif, musyrifah dari masing-masing mabna. Tak hanya itu pada acara kali ini para mahasiswa baru dari luar negeri (mahasiswa asing) juga turut menghadiri acara tumpengan dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Doa dan istighosah dipimpin oleh KH. Dr. M. Aunul Hakim, S.Ag., MH, yang diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh mahasantri. Suasana religius kian terasa ketika lantunan doa dan dzikir bergema memenuhi ruangan.
Pada kesempatan itu, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag., memberikan tausiah mengenai sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga kesunnahan untuk berpuasa pada hari Senin. Beliau menuturkan, “Nabi Muhammad terlahir di hari Senin dan beliau mensunnahkan untuk berpuasa di hari kelahirannya sebagai bentuk takdzim pada hari kelahiran beliau.”
Selain itu, beliau juga berpesan agar umat Islam tidak meninggalkan sholawat kepada Nabi. “Satu sholawat akan mendatangkan sepuluh kebaikan dari Allah, jangan sampai kita hanya bersholawat saat tahiyat awal dan akhir, perbanyaklah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan semoga Allah memberi kita kesempatan untuk berziarah ke makam baginda Rasulullah,” ungkapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat bersama yang dipimpin langsung oleh beliau serta diiringi mahalul qiyam oleh grup hadrah. Lantunan syair penuh cinta kepada Rasulullah menambah kekhusyukan dan kekhidmatan jalannya kegiatan.Tumpengan doa bersama ini tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga wujud kebersamaan civitas akademika MALIKI dalam memohon keselamatan bangsa dan keberkahan bagi umat.
Reporter : Amelia Dea Divanda
Fotographer : Ibrahim Al Hanif
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Menteri Agama, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, tegaskan komitmennya terhadap integritas dan antikorupsi melalui lima langkah nyata sepanjang masa jabatannya. Langkah terobosan tersebut meliputi pelaporan gratifikasi ke KPK, keterlibatan KPK dalam penyelenggaraan ibadah haji, penolakan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, penguatan integritas berbasis spiritual, serta penegasan bahwa KPK adalah mitra moral.
Pada November 2024, Menag melaporkan hadiah berupa bukhur dan wewangian khas Timur Tengah ke KPK sebagai bentuk transparansi. Dalam penyelenggaraan haji 2025, KPK juga dilibatkan untuk mengawasi antrean jamaah hingga pengadaan fasilitas, sehingga proses lebih akuntabel. Menjelang Lebaran, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta tersebut menolak menggunakan mobil dan rumah dinas untuk kepentingan pribadi, sebuah langkah sederhana yang menegaskan batas tegas antara urusan negara dan kepentingan individu.
Selain tindakan tersebut, Prof. Nasaruddin menekankan bahwa korupsi bukan hanya masalah hukum, melainkan juga ancaman spiritual yang menghilangkan keberkahan hidup. Beliau mengingatkan bahwa kesederhanaan yang halal lebih baik daripada kekayaan yang diperoleh dengan cara tidak benar. Dalam pandangannya, KPK harus dipahami sebagai mitra pengingat moral bagi pejabat publik agar tetap berada di jalur kebenaran.
“KPK mencegah orang dari perbuatan korupsi yang bisa menjerumuskan ke dalam dosa. Jangan anggap KPK sebagai sesuatu yang menakutkan, justru anggaplah sebagai vitamin kehidupan yang mendorong kita untuk hidup lebih baik dan bermakna,” pungkasnya, Rabu (12/3/2025) dikutip dari laman resmi Kementerian Agama RI.
Komitmen Menag ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, karena juga memperkuat komitmen tersebut melalui kebijakan sistemik seperti digitalisasi birokrasi, peningkatan integritas SDM, dan efisiensi pelayanan publik. Berbagai prestasi pun tercapai, antara lain peringkat teratas capaian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) dari KPK serta meningkatnya skor Survei Penilaian Integritas (SPI).
Langkah-langkah ini menunjukkan arah baru tata kelola Kementerian Agama untuk menjadikan transparansi, akuntabilitas, dan spiritualitas sebagai fondasi pelayanan publik. Dengan transformasi berbasis nilai tersebut, Kemenag diharapkan tampil bukan hanya sebagai institusi pelayanan, tetapi juga ikon integritas dan keberkahan di tengah masyarakat. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani