MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Retret Pusat Pengembangan Mahasiswa (Puspenma) bersama Forum Wakil Rektor III/Wakil Ketua III PTKIN se-Indonesia resmi dibuka di Jayakarta Hotel, Batu, Rabu (3/9). Mengusung tema “Penguatan Pelaksanaan Beasiswa KIP Kuliah”, kegiatan ini dihadiri perwakilan dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Di antara peserta yang mengikuti acara tersebut, hadir juga Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., yang bergabung bersama jajaran pimpinan bidang kemahasiswaan lainnya. Kehadiran beliau menegaskan dukungan UIN Malang terhadap komitmen kolektif dalam memperkuat sistem pelaksanaan KIP Kuliah bagi mahasiswa di lingkungan PTKIN. Forum ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana beasiswa. Setiap PTKIN diharapkan mampu memberikan pendampingan intensif bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah, sehingga mereka tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga terdorong untuk berprestasi dan menyelesaikan studi tepat waktu. Para Wakil Rektor III dan Wakil Ketua III yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyampaikan pandangan dan pengalaman masing-masing. Banyak di antara mereka yang menyoroti perlunya peningkatan sistem digitalisasi dalam penyaluran beasiswa agar lebih cepat, akurat, dan minim kendala administratif. Dengan demikian, beasiswa KIP Kuliah dapat menjadi lebih berkelanjutan dan memberi dampak lebih luas.
Menurut Prof. Triyo, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan finansial, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Program ini harus disertai pendampingan akademik, penguatan karakter, serta pembinaan soft skills agar penerimanya dapat lulus dengan kualitas terbaik dan memberi kontribusi nyata. Tantangan birokrasi, kuota terbatas, dan relevansi dengan kebutuhan industri harus diantisipasi agar KIP Kuliah benar-benar menjadi mesin transformasi sosial.Kegiatan retret ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dijadikan pedoman dalam penguatan pelaksanaan KIP Kuliah di PTKIN seluruh Indonesia. Para peserta menegaskan pentingnya memastikan beasiswa ini tepat sasaran, sehingga benar-benar diterima oleh mahasiswa yang membutuhkan. Dengan berlangsungnya Retret Puspenma dan Forum WR III/Wakil Ketua III PTKIN se-Indonesia, diharapkan tercipta kesepahaman nasional dalam pengelolaan KIP Kuliah. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen PTKIN dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi, mencetak generasi berprestasi, serta menjaga integritas pelaksanaan beasiswa di seluruh tanah air. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana Kamis malam, 4 September 2025 di Gedung Sport Center Kampus 1 terasa khidmat ketika keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkumpul untuk doa bersama, istighosah, sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu dihadiri jajaran pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasantri Ma’had UIN Maliki, sebagai bentuk ikhtiar memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi keluarga besar universitas.
“Yang baik itu ada tiga: berdedikasi pada nilai-nilai dan tugas sebagai tanggungjawab sekaligus mahasiswa yang berkarakter baik, serta memiliki sikap nasionalisme yang kuat,” pesannya. Bwliau pun berharap para mahasantri mampu menyeimbangkan antara keilmuan, pengabdian, dan rasa cinta tanah air sebagai wujud nyata dari nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sivitas akademika. Kehadiran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga budaya religius di lingkungan kampus. Selain itu, partisipasi aktif mahasantri memperlihatkan peran strategis mereka sebagai garda depan dalam menghidupkan tradisi keilmuan dan spiritual di UIN Maliki Malang.
Melalui kegiatan ini, UIN Maliki Malang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik dan penguatan spiritualitas. Diharapkan, doa bersama dan peringatan Maulid Nabi tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menginspirasi sivitas akademika dalam mewujudkan kampus yang unggul, religius, dan berdaya saing global.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan dan partisipasi seluruh unsur kampus, UIN Maliki Malang optimis kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Momentum ini diharapkan mampu memperkokoh peran universitas dalam mencetak generasi Muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan berjiwa nasionalis. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani Fotografer: Ibrahim Al Hanif
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar doa bersama, istighosah, dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Sport Center Kampus I, Kamis malam 4 September 2025. Kegiatan ini diawali dengan tumpengan doa bersama untuk keselamatan bangsa.
Acara dihadiri jajaran pimpinan universitas, mudir pusat Ma’had al-Jami’ah, dosen, serta mahasantri. Dalam sambutannya, Mudir Pusat Ma’had al-Jami’ah, Dr. K.H. Ahmad Izzudin, M.Ag., menekankan pentingnya momentum kebersamaan ini. “Ini kalian istimewa, nikmat di atas nikmat, karena bertepatan hari ini pimpinan kita pagi tadi hadir langsung ke maqam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan yang sudah menyumbangkan tumpeng untuk malam hari ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., berpesan agar para mahasantri senantiasa menjaga komitmen dan jati diri. “Tetaplah menjadi mahasantri yang baik. Yang baik itu ada tiga: berdedikasi pada nilai-nilai dan tugas sebagai santri sekaligus mahasiswa, memiliki karakter yang baik, serta memiliki sikap nasionalisme yang kuat,” pesan beliau.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan ramah tamah, sebagai bentuk syukur sekaligus penguatan ikatan spiritual dan kebersamaan keluarga besar UIN Malang.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Partisipasi pimpinan dalam rangkaian peringatan Haul Sunan Gresik ke-425 dan Maulid Nabi 1447 H di Gresik ini dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada Syekh Maulana Malik Ibrahimyang namanya menjadi inspirasi penamaan universitas. Dalam tradisi akademik UIN Maliki Malang, penghormatan terhadap para wali sekaligus pelestarian nilai keilmuan Islam menjadi bagian dari komitmen institusional. Kehadiran jajaran kampus dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Ilfi, dengan didampingi para Wakil Rektor, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), para dekan fakultas, serta ketua tim dari berbagai unit kerja. Karena itu, keterlibatan pimpinan tidak semata sebagai undangan seremonial, melainkan juga upaya mempererat hubungan kampus dengan masyarakat Gresik yang selama ini merawat situs sejarah keagamaan penting tersebut. Momentum ini juga menjadi sarana konsolidasi program pengabdian masyarakat yang selama ini berjalan melalui berbagai unit, termasuk lembaga penelitian dan pengabdian. Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP. menyerahkan dukungan institusional UIN Maliki Malang untuk pengelolaan dan pemeliharaan kompleks makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, sekaligus bantuan bagi pengembangan pendidikan di lingkungan sekitarnya. Dukungan tersebut diposisikan sebagai kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pelestarian warisan sejarah Islam dan penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.
Sambutan mewakili UIN Maliki Malang yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag., yang juga dikenal sebagai tokoh agama. Beliau menyampaikan terima kasih atas undangan dan sambutan masyarakat Gresik, seraya menegaskan kesiapan kampus memperkuat peran sosial dan akademik di wilayah tersebut Rangkaian haul dan maulid turut menghadirkan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Habib Ahmad bin Abu Bakar Assegaf dan KH. Fahmi Amrullah, cucu KH. Hasyim Asy’ari. Keduanya menyampaikan pesan keagamaan yang menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, menguatkan persaudaraan, serta menjaga ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi UIN Maliki Malang, partisipasi pada peringatan Haul Sunan Gresik dan Maulid Nabi ini sekaligus menegaskan identitas keilmuan kampus yang bersumber dari nilai-nilai para wali. Identitas tersebut tercermin dalam orientasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dioperasionalkan melalui pembelajaran, riset, dan pengabdian masyarakat berbasis khazanah keislaman Nusantara. Melalui kegiatan ini, UIN Maliki Malang menegaskan komitmen untuk terus membangun hubungan erat dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Pola kemitraan yang diinisiasi mencakup dukungan fisik bagi pengelolaan situs, penguatan kapasitas lembaga pendidikan sekitar, serta pelibatan mahasiswa dalam program pengabdian yang terukur. Kampus juga mendorong agar hasil kolaborasi terdokumentasi dengan baik, sehingga dapat dijadikan rujukan dalam peningkatan program di tahun berikutnya. (af)
MALIKI SILAMIC UNIVERSITY, Jakarta – Guru kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah. Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan para pendidik memperoleh kesejahteraan dan penghargaan yang layak atas pengabdian mereka. Dalam keterangannya pada Rabu, 3 September 2025, Menag menyampaikan sejumlah langkah progresif yang telah ditempuh pemerintah sebagai wujud nyata keberpihakan terhadap tenaga pendidik. “Pemerintah telah melakukan kebijakan signifikan, antara lain dengan menaikkan tunjangan profesi bagi 227.147 guru non-PNS. Kebijakan ini menjadi bukti keberpihakan negara terhadap kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini mengabdikan diri di berbagai daerah,” tegas Menag. Selain itu, peningkatan kualitas guru juga menjadi fokus utama. Melalui Kementerian Agama, jumlah peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tahun 2025 meningkat hingga 700%. Langkah ini membuka peluang lebih luas bagi guru untuk memperoleh sertifikasi dan mengasah kapasitas profesionalnya. Tidak kalah penting, dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 52.000 guru honorer telah resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bagi para guru honorer, kebijakan ini menjadi jawaban atas penantian panjang mereka terhadap kepastian status dan masa depan yang lebih baik. “Guru adalah penentu masa depan bangsa. Dari tangan mereka lahir dan tumbuh generasi penerus yang akan membawa Indonesia menuju kemajuan,” imbuh Menag penuh optimisme. Kebijakan progresif ini juga mendapat dukungan dari kalangan perguruan tinggi. Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.A., Ph.D., menilai langkah pemerintah bukan sekadar upaya meningkatkan kesejahteraan, melainkan juga menjaga martabat profesi guru. “Kami di perguruan tinggi agama Islam mendukung kebijakan Menag yang berpihak pada guru. Ini bukan hanya tentang kesejahteraan, tetapi juga tentang menjaga martabat profesi guru yang berperan penting dalam membentuk karakter bangsa,” ujarnya. Dengan berbagai terobosan tersebut, pemerintah berharap guru semakin termotivasi untuk terus mendidik, membimbing, dan melahirkan generasi bangsa yang unggul serta berdaya saing di kancah global.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem halal nasional. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Halal Goes to Campus yang digelar di aula Gedung D, pada tanggal 3 September 2025 yang di hadiri oleh mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum. Acara juga mendapat dukungan penuh dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang hadir sebagai mitra strategis pengawasan.
Dalam acara tersebut, ketua halal center UIN Malang Ibu Eny Yulianti, M. Si. Menegaskan pentingnya label halal sebagai jaminan kepercayaan konsumen. Menurutnya, halal bukan hanya soal regulasi, melainkan juga strategi bisnis yang mampu membuka pasar lebih luas. “Produk yang sudah bersertifikat halal akan lebih mudah diterima, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Sertifikasi halal bukan sekadar syarat administratif, melainkan kunci daya saing,” ungkapnya.
Ia mencontohkan sejumlah produk lokal, khususnya dari daerah pariwisata seperti Bali, yang sempat menimbulkan keraguan di mata konsumen internasional. Namun, ketika produk tersebut dipastikan berlabel halal, kepercayaan konsumen kembali tumbuh dan permintaan meningkat.
Ibu Eny juga menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen pendamping halal. Dengan wawasan yang dimiliki, mahasiswa dapat membantu UMKM memahami proses sertifikasi, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi produk. Hal ini penting karena masih banyak UMKM yang belum menyadari manfaat sertifikasi halal bagi keberlangsungan usaha mereka.
Kegiatan Halal Goes to Campus ini menjadi momentum bagi mahasiswa UIN Malang untuk melihat peluang karier baru di bidang halal. Selain berkontribusi pada masyarakat, mereka juga berkesempatan mengembangkan diri dalam industri halal yang saat ini berkembang pesat, baik di level nasional maupun global.
Dengan demikian, UIN Malang tidak hanya melahirkan lulusan akademis, tetapi juga mencetak generasi muda yang siap terjun langsung mendampingi UMKM agar lebih kompetitif dan berdaya saing di pasar internasional.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Prosesi pelantikan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan Kepala Pusat Studi (KAPUS) UIN Malang masa jabatan 2025–2029 berlangsung khidmat di kampus utama pada Selasa, 2 September 2025. Acara diawali dengan pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara.
Dalam arahannya, Rektor menegaskan pentingnya integritas, etika, dan kecepatan kerja dalam menjalankan amanah baru. “Saya percaya Bapak/Ibu akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Kami tunggu 100 hari ke depan untuk menunjukkan lompatan yang akan dilakukan dan dicapai. Tidak boleh menunda, itu kuncinya,” pesannya.
Prof. Ilfi juga menyampaikan tiga prioritas besar yang harus diwujudkan UIN Malang, yaitu pendidikan unggul, digitalisasi, dan penguatan ekoteologi. Selain itu, peningkatan kualitas SDM berstandar internasional, mutu layanan akademik, akreditasi nasional dan internasional, serta publikasi ilmiah juga menjadi agenda utama. “LP2M, publikasi jurnal kita jangan kalah dengan UIN baru. Digitalisasi layanan saya titipkan pada PTIPD, pusat bahasa, pusat bisnis, hingga Ma’had harus menunjukkan program yang nyata,” tegasnya.
Pelantikan ini ditutup dengan ucapan selamat dari Rektor kepada seluruh pejabat baru. “Terima kasih, selamat berjuang, selamat bekerja,” pungkasnya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., resmi melantik kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan Kepala Pusat Studi (KAPUS) masa jabatan 2025–2029. Pelantikan dilaksanakan pada Selasa, 2 September 2025 di kampus utama UIN Malang.
Berdasarkan Keputusan Rektor Nomor 1780 dan 1781 Tahun 2025, pejabat yang dilantik antara lain: • Mufid, S.Ag., SS., M.Hum. sebagai Kepala Pusat Perpustakaan • Abid Yusron, S.Kom. sebagai Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data • Dr. Mamluatul Hasanah, S.Ag., M.Pd. sebagai Kepala Pusat Pengembangan Bahasa • Dr. Ahmad Izzuddin, M.H. sebagai Kepala Pusat Ma’had Al-Jami’ah • Suud Fuadi, M.E.I. sebagai Kepala Pusat Pengembangan Bisnis
Selain itu, untuk Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), pejabat yang dilantik antara lain: • Dr. Mohammad Mahpur, M.Si. sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat • Dr. H. Alfin Mustikawan, M.Pd. sebagai Kepala Pusat Penelitian • Aprilia Mega Rosdiana, M.Si. sebagai Kepala Pusat Studi Gender dan Anak • Faridatun Nikmah, M.Pd. sebagai Kepala Pusat Studi Kerjasama Internasional • Prof. Dr. Rohmari Nur Indah, M.Pd. sebagai Kepala Pusat Studi Publikasi Ilmiah • Dr. Dewi Chamidah, M.Pd. sebagai Kepala Pusat Studi Integrasi dan Moderasi Beragama • Eny Yulianti, S.Si., M.Si. sebagai Kepala Halal Center • Dr. Mohammad Asrori, M.Ag. sebagai Kepala Pusat Studi Pondok Pesantren dan Kawasan
Untuk Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), jabatan yang dikukuhkan yaitu: • Dr. Abdussakir, M.Pd. sebagai Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu • Sigit Priatmoko, M.Pd. sebagai Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu • Dr. Hairur Rahman, M.Si. sebagai Kepala Pusat Studi Kebijakan dan Tata Kelola Kelembagaan • Segaf, S.E., M.Sc. sebagai Kepala Pusat Pengembangan Manajemen Badan Layanan Umum
Pelantikan ini menandai komitmen UIN Malang dalam memperkuat tata kelola akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat, sekaligus menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Prestasi kembali ditorehkan oleh salah satu mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berhasil meraih Juara 2 pada Lomba Pidato Jenjang Mahasiswa Tingkat Nasional Tahun 2025 dalam rangka Bulan Bahasa Pendidikan. Kompetisi ini mempertemukan orator terbaik dari berbagai universitas besar di Indonesia pada tanggal 2 September 2025.
Inisiatif mengikuti lomba berawal dari tekad untuk terus mengasah kemampuan public speaking serta menyalurkan bakat berpidato yang telah dimiliki sejak kecil. Keinginan untuk kembali tampil di tingkat nasional dan membawa nama baik kampus serta membanggakan orang tua menjadi dorongan terbesar untuk berkompetisi.
Proses menuju panggung final tidak mudah. Tantangan terbesar muncul saat penyusunan naskah pidato yang harus kuat, relevan, serta sesuai tema. Kebingungan dalam menentukan gaya penyampaian apakah menggunakan format Syarhil Qur’an atau da’i juga menjadi dilema tersendiri. Di samping itu, manajemen waktu latihan di tengah kesibukan perkuliahan dan kegiatan Ma’had turut menguji konsistensi dan kedisiplinan. Tampil bersama peserta unggulan dari berbagai kampus ternama di Indonesia pun menambah tekanan tersendiri.
Tantangan tersebut dihadapi melalui strategi yang matang: pengaturan waktu latihan yang terjadwal setiap hari, meminta evaluasi dari dosen serta teman yang ahli dalam bidang public speaking, hingga memilih gaya penyampaian seperti MSQ yang akhirnya menjadi ciri khas di panggung lomba. Tak lupa, memohon ridho dan doa dari orang tua menjadi kekuatan batin yang sangat berarti.
Dalam kesan dan pesannya, sang delegasi mengungkapkan rasa syukur atas dukungan orang tua dan teman-teman yang selalu menjadi penyemangat. Ia menegaskan bahwa perlombaan bukan hanya tentang menang, tetapi juga tentang proses belajar, keberanian, pengalaman, dan pengembangan diri. Pesannya untuk mahasiswa lain: “Jangan takut mencoba—karena setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil.”