GEMA-Menulis masih menjadi salah satu kesulitan yang dihadapi kalangan pendidikan. Biasanya karena mereka tidak terbiasa. Bisa juga karena minimnya kegiatan yang mengarahkan mereka untuk menulis. UIN Malang mengundang Prof. Dr. Jayakaran Mukundan untuk membimbing Workshop Academic Writing, Selasa (27/11). Kegiatan yang terlaksana di Ruang Rektor Lt.1 tersebut dihadiri jajaran rektorat dan dosen. Prof. Jayakaran menuturkan pentingnya kebiasaan menulis terstruktur dan fokus. Terlebih lagi dalam mengubah tulisan tersebut ke dalam Bahasa Inggris. Ia menyarankan agar memperbanyak mempelajari struktur tulisan Bahasa Inggris. “Setelah itu terapkan hal tersebut ke dalam tulisan kita,” imbuhnya. Ia melanjutkan, sebaiknya seseorang menjadikan satu permasalahan penelitian sebagai fokus. “Jangan terlalu luas,” sambungnya. Serakah dalam menentukan permasalahan penelitian juga akan menyusahkan si penulis. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menuturkan, seminar kepenulisan jurnal merupakan kebutuhan krusial universitas. Sarasehan demi penguatan kemampuan academic writing menjadi salah satu perhatian khusus kampus saat ini. Oleh karena itu, ia pandang perlu mengadakan kegiatan semacam ini untuk kebaikan sivitas akademik. “Ambil ilmu sebanyak-banyaknya, tanyakan apa yang menjadi permasalahan anda semua ketika menulis jurnal dan jangan lupa salurkan ilmu ini kepada rekan-rekan,” himbaunya. (mir/nd)
SHARE: Prof. Dr. Istadi menjabarkan persoalan yang sering dihadapi pengelola jurnal saat pengajuan akreditasi dan indeksasi
GEMA-Geliat pengelola jurnal untuk memperbaiki reputasi makin meningkat. Salah satu usahanya dengan mengundang pengelola jurnal yang sudah bereputasi internasional. Fakultas Syariah menghadirkan Prof. Dr. Istadi untuk berbagi ilmu pengelolaan jurnal di Rumah Jurnal Gedung Perpustakaan Pusat UIN Malang, Selasa (27/11). Ketua Redaksi Jurnal BCREC, Universitas Diponegoro Semarang ini menjabarkan kendala utama yang sering dihadapi saat pengajuan akreditasi dan indeksasi. Menurutnya, cakupan keilmuan jurnal cenderung kurang spesifik sehingga tidak unik. “Karena bisa jadi banyak jurnal di kampus lain yang cakupannya sama persis dengan kita,” jelas guru besar Teknik Kimia ini. Hal ini, lanjutnya, sering diabaikan pengelola jurnal pemula. Sehingga menghambat pengajuan indeksasi dan juga akreditasi. Namun, meski spesifik, cakupan tidak boleh terlalu sempit. Dalam indeksasi Scopus, asesor tentu melihat kualitas skala internasionalnya. Pencantuman kota atau negara dalam penamaan jurnal tentu membuat sense-nya terlalu lokal. “Tapi, mencantumkan kata internasional dalam penamaan jurnal pun tidak akan membuat jurnal tersebut bernilai internasional,” imbuh profesor yang dikukuhkan 2017 ini. Selain itu, keragaman penulis juga menjadi penilaian asesor. Jurnal yang hanya memuat penulis lokal tentu akan memiliki poin rendah. Karenanya, ia menyarankan pengelola untuk semangat mencari input naskah dari negara lain. “Jika penulisnya dari benua yang berbeda tentu akan bernilai lebih,” ujarnya. Acara yang dilaksanakan selama tiga hari (27-29/11) ini dibuka oleh Wakil Rektor Dr. M. Zainuddin. Fakultas Syariah juga mengundang asesor jurnal lain untuk semakin meningkatkan geliat pengelola jurnal. Utamanya, jurnal di Kampus Ulul Albab. (nd)
Surat Pemberitahunan Nomor 7095/Un.03/PP.00.9/XI/2018 tentang Pelaksanaan UAS dan entry nilai dosen Semester Ganjil Tahun Akademik 2018-2019 dapat didownload di sini :
REKRUT: Dertian, Manajer Marketing BMT Al Hijrah KAN Jabung Malang sedang mewawancarai calon pegawai dari lulusan Perbankan Syariah UIN Malang
GEMA-Jurusan Perbankan Syariah (PBS) memperhatikan masa depan lulusannya. Salah satu caranya ialah melaksanakan kerjasama Job Recruitment dengan Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung Malang, Jumat (23/11). MoU yang ditandatangani Dekan Fakultas Ekonomi Nur Asnawi dan Ketua 1 BMT Al Hijrah KAN Jabung Syaiful Muslim ini akan berjalan selama tiga tahun. Menurut Bagian Human Resource Development (HRD) KAN Jabung Manaria Harahap bisnis utama koperasi ini adalah bidang agribisnis yaitu sapi perah. “Selain itu, bisnis sampingannya ada BMT Al Hijrah, KAN Trading, Transportasi, dan Sapronak,” tambahnya. KAN Jabung, lanjutnya, juga beroperasi di bidang pertanian, rumah susu, bengkel, dan usaha kolaborasi SPBU dan BPR. “Berkat social entrepreneurship yang dikembangkan unit usaha ini, kami berhasil mendapat apresiasi dari kementerian koperasi dan kementerian SDM,” lanjut Manaria. Acara yang dilaksanakan di ruang Psychomovie ini diikuti oleh 48 pelamar lulusan PBS. Ada dua tahap seleksi yang harus dilewati, yakni tes citra diri dan product knowledge. Selanjutnya, tes komitmen. Sebanyak 12 pelamar berhasil lolos seleksi tahap pertama. “Tes kedua dilaksanakan seminggu setelahnya,” tambah Ulfi Kartika, Sekretaris Jurusan PBS. Ketua Jurusan PBS Eko Suprayitno berharap dengan adanya agenda ini mahasiswa bisa memiliki pekerjaan sebelum diwisuda, “Baik di bagian front office, back office, atau front liner,” pungkasnya. (ir/nd)
Aini Mukrimah Ketua HMJ PAI bersama Pemateri Agung Prasetyo saat memberikan penghargaan dalam Seminar Kepenulisan, Kamis (22/11)
GEMA-Salah satu tugas calon pendidik adalah mampu menuangkan ide-ide kreatifnya melalui karya tulis. Berkaitan dengan hal ini Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PAI mengagendakan Seminar Kepenulisan. Kegiatan ini berlangsung di Ruang SidangSport Center, Kamis (22/11).
Aini Mukrimah Ketua HMJ PAI menuturkan, seminar ini dirasa penting agar menumbuhkan ghirah dan minat mahasiswa PAI dalam dunia literasi berupa esai, puisi,cerpen, dll.“Semoga mahasiswa PAI dapat mengetahui cara kepenulisan kemudian mampu produktif melalui karya tulis,” tuturnya.
Manfaat adanya pelatihan jurnalistik ini dirasakan oleh Rafdy Ardiansyah salah satu mahasiswa PAI. “Dengan seminar ini saya mendapatkan motivasi sekaligus ilmu menulis karya tulis yang baik dan benar,” ungkapnya.
Seminar jurnalistik dengan tema Menggali Kemampuan Menulis Pemuda Islam Pendidikan untuk Menghadapi Tantangan Pendidikandi Era Milenial tersebut disampaikan oleh tiga pemateri berpengalaman, diantaranya Agung Prasetyo mantan direktur LKP2M, I’ana Thoifah penoreh tinta, dan Atho’illahsastrawan diharapkan mampu menjembatani minat dan bakat mahasiswa PAI.(syf/nhl)