Daftar Penulis: Abadi Wijaya


Mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang Bersama PKK Desa Nyurlembang: Inovasi Penyusunan Program Berbasis SKB
Senin, 6 Januari 2025 . in Berita . 458 views
8441_kkm.jpg

HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) kian berkontribusi besar dalam pengelolaan program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (27/1/2024). Melalui pendekatan inovatif berbasis Sketsa Desa, Bagan Musim, dan Diagram Kelembagaan (SKB), program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nyata masyarakat.

Dipimpin oleh Ibu Sukri Dewi Rahmadyawati, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Nyurlembang, kegiatan ini juga menghadirkan Widuri Handayani, sekretaris PKK, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Widuri menjelaskan pentingnya memahami dasar hukum, pengelolaan program, dan struktur kelembagaan dalam mendukung keberlanjutan PKK. Ia menegaskan, “Program adalah ruhnya lembaga. Penyusunan yang tepat membutuhkan pengkajian matang. Metode SKB memungkinkan program berbasis kebutuhan, bukan sekadar keinginan.”

Nyurlembang: Pelopor Inovasi Perencanaan Berbasis SKB 

Kecamatan Narmada menjadi satu-satunya wilayah yang menggunakan pendekatan SKB dalam penyusunan program PKK. Desa Nyurlembang, sebagai salah satu dari dua desa yang mengadopsi metode ini, menunjukkan komitmen tinggi dalam membangun program strategis yang mengintegrasikan analisis sketsa desa, perubahan musim, dan struktur kelembagaan.

Menurut Ibu Dwi, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Nyurlembang, kolaborasi dengan mahasiswa KKM sangat membantu. “Anak-anak KKM sangat luar biasa. Kontribusi mereka sangat signifikan dan memberikan dasar kuat bagi keberlanjutan program kami,” ungkapnya.

8442_kkm.jpg

PKK: Inklusif untuk Semua

PKK kerap diidentikkan dengan perempuan, namun kegiatan ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan laki-laki dalam mendukung keberhasilan program. Dalam diskusi interaktif, mahasiswa KKM menekankan perlunya kolaborasi lintas gender untuk menciptakan program yang inklusif dan berdaya guna bagi seluruh masyarakat.

Mahasiswa KKM juga memperkenalkan ide-ide kreatif berbasis digital untuk memperkuat program PKK. “Pengalaman ini mengajarkan kami untuk berpikir inovatif dan lebih memahami kebutuhan masyarakat,” ujar Muhammad Nur, ketua kegiatan KKM ini.

8443_kkm.jpg

Sinergi untuk Kesejahteraan Berkelanjutan

Melalui kolaborasi ini, Desa Nyurlembang diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain dalam menyusun program berbasis kebutuhan nyata. Metode SKB tidak hanya relevan untuk PKK, tetapi juga dapat diterapkan secara luas dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.

Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang nyata. Mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang tidak hanya belajar dari masyarakat tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan desa.

Dengan pendekatan SKB, Desa Nyurlembang tidak hanya memperkuat nilai tradisi lokal tetapi juga menunjukkan kesiapan untuk beradaptasi dengan tantangan zaman. Program berbasis kebutuhan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama lintas generasi dan sektor mampu menciptakan perubahan yang bermakna. (mn/sf)

Kontributor: Muhammad Nur

Editor: Sulthan Fathani Elsyam

Lebih Lanjut »
SDN 02 Mulyoarjo Jadi Contoh Moderasi Beragama Sejak Dini
Senin, 6 Januari 2025 . in Berita . 373 views
8750_kkm.jpg

HUMAS UIN MALANG - Moderasi beragama menjadi fokus utama dalam membangun karakter generasi muda yang toleran dan cinta damai. SDN 02 Mulyoarjo telah mengimplementasikan berbagai program untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada anak-anak sejak dini (6-20/1).

8751_kkm.jpg

Salah satu program yang dilaksanakan adalah Sekolah Plus Ngaji (SPN) yang berlangsung setiap Selasa hingga Kamis sebelum kegiatan belajar mengajar. Selain itu, sekolah juga menyelenggarakan kegiatan keagamaan lainnya seperti sholat Dhuha, pembacaan Yasin, dan Tahlil setiap hari Jumat.

Kepala Sekolah SDN 02 Mulyoarjo, Anna Kristiani, yang beragama Kristen, menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan berbasis nilai moderasi beragama. Ia tidak membatasi para muridnya untuk mengikuti agamanya, sehingga menjadi contoh nyata toleransi dan moderasi di sekolah dasar.

SDN 02 Mulyoarjo juga menampung anak-anak berkebutuhan khusus, seperti tuna rungu, depresi, dan terlambat dalam kemampuan membaca. Namun, mereka memiliki sikap toleransi yang tinggi sehingga tidak ada perbedaan di antara mereka.

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 6 hingga 20 Januari dan memberikan dampak positif pada pembentukan karakter siswa yang lebih religius dan toleran.

 

Kontributor: KKM 188 UIN Malang

Editor: Edy Hyto

Lebih Lanjut »
Mahasiswa KKM UIN Malang Latih Tarian Sakral Sembalun
Senin, 6 Januari 2025 . in Berita . 411 views
8440_oke.jpg

 

HUMAS UIN MALANG, Kamis, (26/12) – Dalam upaya mendukung pelestarian budaya lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Abdi Sembalun dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kunjungan inspiratif ke Bale Adat, pusat warisan budaya Desa Sembalun Bumbung. Kunjungan ini tidak hanya memperkenalkan mereka pada keindahan tradisi lokal, tetapi juga memberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam pelestarian budaya melalui latihan Tarian Tandang Mendet, sebuah tarian sakral yang penuh filosofi.

Tarian Tandang Mendet merupakan bagian tak terpisahkan dari upacara adat Ngayu-Ngayu, sebuah ritual syukur masyarakat setempat atas berkah alam yang melimpah. Gerakan dalam tarian ini melambangkan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Dipandu oleh kepala adat dan seniman lokal, latihan ini berlangsung di pendopo utama Bale Adat, tempat yang juga menjadi pusat berbagai kegiatan seni dan budaya di desa tersebut.

8439_1.jpg

Selain pendopo, Bale Adat juga terdiri dari rumah-rumah tradisional yang memiliki fungsi khusus, seperti tempat penyimpanan pusaka dan lokasi ibadah kuno. Nilai sakral bangunan ini dijaga ketat, sehingga tidak semua orang, termasuk wisatawan, diizinkan untuk memasukinya. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan nilai sejarah dan keaslian warisan budaya tersebut.

Mahasiswa KKM juga mempelajari nilai sejarah Bale Adat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan dakwah Walisongo. Salah satu peninggalan bersejarah yang masih dilestarikan adalah pagar tua yang mengelilingi area tersebut, simbol spiritual dan sejarah yang dihormati masyarakat setempat.

Pada tahun 2017, Desa Sembalun Bumbung diresmikan sebagai Pusat Peradaban Dunia, menunjukkan pentingnya nilai budaya dan sejarah desa ini. Warisan budaya tersebut kini menjadi potensi besar untuk pengembangan pariwisata berbasis budaya dan sejarah, sekaligus meningkatkan literasi sejarah bagi masyarakat dan wisatawan.

8438_foto-bersama.jpg

“Partisipasi kami dalam latihan Tarian Tandang Mendet adalah bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian tradisi. Kami bangga bisa belajar langsung dari masyarakat lokal dan berharap pengalaman ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mencintai budaya lokal,” ujar salah satu mahasiswa KKM.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya, sekaligus memperkuat posisi Desa Sembalun Bumbung sebagai destinasi wisata budaya yang tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga memberikan edukasi berharga bagi generasi mendatang.

Kontributor: Dwi Maulida Intahaya

Editor: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »
Tarranita Kusumadewi Raih Gelar Doktor dengan Penelitian Urban Heat Island di Kota Malang
Senin, 6 Januari 2025 . in Berita . 377 views
8493_tarranita.jpg

HUMAS UIN MALANG– Dr. Tarranita Kusumadewi, MT salah satu dosen arsitektur di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, telah menambah daftar panjang dosen bergelar doktor di fakultas tersebut. Ia mampu menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu 8 semester dengan IP 4.00 dan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude pada Program Doktor Ilmu Lingkungan di Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang. Dengan disertasi berjudul “Pemodelan Mitigasi Urban Heat Island (UHI) di Kawasan Permukiman Kota Malang,” Tarranita berhasil menyelesaikan program doktoralnya di bawah bimbingan Promotor Prof. Dr. Ir. Surjono, M.TP., Prof. Amin Setyo Leksono, S.Si., M.Si, Ph.D., dan Dr. Yunifa Miftachul Arif, M.T. Senin, 6 Januari 2025.

8495_wr.png


Dalam disertasinya, Tarranita mengungkapkan bahwa urbanisasi di Kota Malang selama sepuluh tahun terakhir telah menghasilkan pembangunan infrastruktur yang signifikan, terutama di kawasan permukiman. Perubahan ini memicu fenomena **Urban Heat Island (UHI)**, yaitu kondisi di mana suhu di area perkotaan lebih tinggi dibandingkan daerah pedesaan.
“Fenomena UHI memberikan dampak negatif bagi perkotaan, seperti peningkatan gelombang panas, penyakit kronis, degradasi kualitas udara, konsumsi energi berlebihan, dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati,” jelasnya.
Penelitian Tarranita berfokus pada pulau panas permukaan perkotaan (SUHI) yang teridentifikasi di kawasan permukiman Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan pola distribusi UHI di kawasan permukiman Kota Malang, menentukan karakteristik kawasan permukiman tipikal UHI berdasarkan data kawasan eksisting, serta membuat pemodelan mitigasi UHI dengan strategi yang tepat.
Menggunakan data terbuka dari Google Earth Engine (GEE) yang diolah melalui QGIS, Tarranita menghasilkan peta spasial persebaran UHI berdasarkan variabel yang memengaruhi. Model prediksi divalidasi menggunakan Machine Learning Support Vector Regression (ML SVR), sementara simulasi kondisi mikroklimat dilakukan dengan software ENVI-met. “Pendekatan ini memastikan keakuratan data dan model mitigasi yang dihasilkan,” jelasnya.
Tarranita mengidentifikasi 42 kawasan permukiman terencana dan 115 kawasan permukiman tidak terencana di Kota Malang yang terdampak UHI dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan indikator tapak dan bangunan, kawasan ini terbagi menjadi dua kategori: high building density dan medium building density.
Pada kawasan permukiman terencana, pola jalan didominasi oleh grid dan paralel, sedangkan kawasan permukiman tidak terencana lebih banyak menggunakan pola irregular grid dan organic. Tarranita memodelkan kawasan permukiman ini menggunakan SketchUp dan memvalidasinya dengan software ENVI-met, menunjukkan tingkat akurasi tinggi dengan selisih temperatur maksimal 0,3°C.
Strategi mitigasi diterapkan menggunakan metode TOPSIS-Fuzzy dan diuji kembali dalam model simulasi ENVI-met. Hasil menunjukkan penurunan suhu rata-rata yang signifikan berada di kawasan Permukiman Terencana: Penurunan suhu mulai dari 0,31°C hingga 2,5°C. Kawasan Permukiman Tidak Terencana: Penurunan suhu mulai dari 1,53°C hingga 2,61°C. “Hasil ini menunjukkan bahwa solusi mitigasi lebih efektif diterapkan di kawasan permukiman tidak terencana. Pemodelan ini dapat menjadi dasar kebijakan pembangunan kawasan permukiman berkelanjutan di Kota Malang,” ungkap Tarranita.
Penelitian ini menawarkan langkah strategis untuk mengurangi dampak UHI di kawasan perkotaan melalui mitigasi berbasis data dan simulasi. Tarranita berharap hasil penelitiannya dapat diimplementasikan dalam kebijakan pengelolaan lingkungan dan perencanaan kota.
Sebagai mantan Kaprodi Arsitektur UIN Malang, Tarranita terus menunjukkan komitmen dalam pengembangan ilmu arsitektur dan lingkungan. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan berkelanjutan di Kota Malang. Selamat kepada Dr. Tarranita Kusumadewi atas prestasinya, dan semoga bisa terus berkontribusi untuk kemajuan kualitas pendidikan di negeri tercinta ini!.

8494_bersama.jpg
Lebih Lanjut »
KKM UIN Malang: Kelompok Philoxenia Wujudkan Anak Sehat Lewat Pola Asuh Cerdas di Desa Sumbersuko
Senin, 6 Januari 2025 . in Berita . 849 views
8433_kkm.jpg

HUMAS UIN MALANG - Dalam upaya menciptakan generasi sehat dan cerdas, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) “Philoxenia” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Mewujudkan Anak Sehat Melalui Pola Asuh Cerdas”, di Balai Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, pada Minggu (5/1/025).

Kegiatan ini sengaja dirancang untuk menginspirasi masyarakat lewat edukasi parenting dan gizi anak sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Melalui pola asuh yang tepat dan gizi seimbang, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya peran keluarga dalam mencetak generasi berkualitas.

8435_kkm.jpg

Acara ini dihadiri oleh puluhan warga, mayoritas adalah orang tua muda dan kader posyandu yang memiliki peran penting dalam komunitas. Suasana Balai Desa Sumbersuko tampak ramai dengan antusiasme peserta yang hadir, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk belajar lebih banyak tentang pengasuhan anak.

Dalam sesi pertama, tim KKM Philoxenia memaparkan materi mengenai pencegahan stunting, sebuah isu yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Stunting, yang merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi kronis, dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik dan kecerdasan anak. “Kami ingin para orang tua memahami bahwa pemberian makanan bergizi saja tidak cukup. Penting juga untuk menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung,” ujar Najwa Arifah, salah satu anggota KKM Philoxenia.

Untuk memperkaya wawasan peserta, acara ini menghadirkan narasumber ahli di bidang kesehatan anak dan parenting, yakni Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd., C.HT, yang dikenal sebagai pakar parenting dan konselor keluarga. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pola asuh yang cerdas mencakup pemberian kasih sayang, komunikasi yang baik, serta penguatan karakter sejak dini.

8436_kkm.jpg

“Perkembangan anak tidak hanya bergantung pada faktor biologis, tetapi juga pola pengasuhan yang diberikan orang tua. Penting bagi kita untuk menciptakan lingkungan yang penuh cinta agar anak merasa aman dan mampu berkembang secara optimal,” jelas Dr. Rofiqah.

Selain itu, Sigita Ardelia Fista, S.Tr Gz, seorang ahli gizi, menambahkan bahwa masalah stunting bisa dicegah jika orang tua konsisten menyediakan makanan yang mengandung gizi seimbang. “Gizi yang baik adalah investasi jangka panjang. Anak yang mendapatkan nutrisi cukup sejak dini akan memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh sehat dan cerdas,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya berupa sesi pemaparan materi, tetapi juga melibatkan peserta dalam diskusi interaktif. Para orang tua berkesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber mengenai berbagai tantangan pengasuhan yang mereka hadapi. Salah satu peserta, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim KKM Philoxenia. “Kami jadi lebih paham tentang pentingnya mendukung anak bukan hanya lewat makanan bergizi, tetapi juga perhatian dan pola asuh yang baik,” ujarnya.

Sebagai penutup, tim KKM Philoxenia membagikan brosur edukasi yang berisi informasi praktis mengenai pola asuh cerdas dan tips pencegahan stunting. Brosur ini diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari.

8437_kkm.jpg

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan di Desa Sumbersuko. Kami percaya bahwa perubahan kecil yang dilakukan hari ini akan membawa manfaat besar bagi generasi mendatang,” tutur Kifah Abdan, salah satu anggota KKM, penuh harap.

Dengan keberhasilan kegiatan ini, KKM Philoxenia berharap dapat terus melaksanakan program-program edukasi serupa, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapat manfaat. Langkah kecil ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya besar menciptakan Indonesia yang lebih sehat dan cerdas. (sn-kf)

Kontributor: Sirly Nafisa & Muhammad Kifah Abdan Syakuro

Editor: Sulthan Fathani Elsyam

Lebih Lanjut »
Tahun Ajaran Baru, KKM 86 UIN Malang Semai Harapan Baru di MI Al-Amin
Senin, 6 Januari 2025 . in Berita . 580 views
8465_kkm.jpg

HUMAS UIN MALANG - Hari pertama tahun ajaran baru 2025, KKM 86 UIN Malang mengunjungi MI Al-Amin Desa Wonorejo. Kunjungan pada tanggal 6 Januari 2025 ini diawali dengan kegiatan istighosah bersama yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin.

Kehadiran anggota KKM disambut hangat oleh seluruh siswa, kepala sekolah, guru, dan staff sekolah MI Al-Amin. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan para mahasiswa KKM untuk membantu dalam berbagai kegiatan di sekolah tersebut.

8466_kkm.jpg

Rencananya, mulai tanggal 7 Januari 2025, anggota KKM akan membantu proses pengajaran di kelas. Selain itu, mereka juga akan turut berpartisipasi dalam persiapan PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni) tingkat kecamatan, dengan berfokus pada berbagai cabang seperti olahraga, pidato dalam berbagai bahasa, seni lukis, kaligrafi, tilawah, dan masih banyak lagi.

Ketua KKM 86, Naufal Miqdad, menyatakan kegembiraannya atas amanah yang diberikan dan tidak sabar untuk merasakan pengalaman baru dalam mengajar anak-anak MI. Ia berharap kegiatan KKM ini dapat berjalan dengan lancar dan memberi manfaat besar bagi kedua belah pihak.

Kepala Sekolah MI Al-Amin juga mengungkapkan rasa terima kasihnya secara langsung atas kesediaan anggota KKM 86 UIN Malang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah. Saat ditemui di ruang kepala sekolah, beliau juga menyampaikan harapannya, semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan mendukung kemajuan sekolah. Sebagai bentuk apresiasi, guru-guru dan staff sekolah menyediakan ruang khusus untuk anggota KKM selama mereka mengabdi di MI Al-Amin.

Kegiatan di sekolah ditutup dengan silaturahim yang penuh keakraban antara anggota KKM dan seluruh guru serta staff MI Al-Amin di ruang guru. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan kegiatan KKM ini dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan pendidikan di MI Al-Amin, khususnya bagi mahasiswa KKM 86 UIN Malang.

Kontributor: KKM 86 UIN Malang
Editor: Edy Hyto

Lebih Lanjut »
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Bupati Malang Tinjau UMKM Desa Sumberngepoh
Senin, 6 Januari 2025 . in Berita . 197 views
8486_kkm.jpg

HUMAS UIN MALANG - Bupati Malang, Dr. H. Muhammad Sanusi, S.H., M., melakukan kunjungan kerja ke Desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang, untuk meninjau perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut (6/1). Tujuan kunjungan ini adalah memberikan dukungan langsung kepada para pelaku UMKM serta melihat potensi dan tantangan yang dihadapi oleh sektor ekonomi lokal.

Dalam kunjungannya, Bupati Malang didampingi oleh sejumlah Kepala Dinas (Kadis) dan jajarannya. Kegiatan dimulai dengan pemaparan dari Ibu Kepala Desa tentang perkembangan sektor UMKM di Desa Sumberngepoh, mencakup produk kerajinan shuttlecock, kue basah, rempeyek, dan jamu tradisional. Bupati Malang juga berdialog langsung dengan pelaku UMKM untuk memahami pengalaman dan tantangan mereka.

8487_kkm.jpg

Kunjungan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, aparat desa, dan mahasiswa KKM. Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen Pemkab Malang terhadap UMKM juga terlihat dari kegiatan lainnya, seperti Dekranasda Fest untuk mempromosikan batik khas Malang "GARUDEYA" . Pemkab Malang juga mengadakan Focus Group Discussion untuk evaluasi pengembangan ekonomi lokal dan UMKM .

Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan sektor UMKM di Desa Sumberngepoh dan desa-desa lainnya dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Kontributor: KKM Akashamitra UIN Malang

Editor: Edy Hyto

Lebih Lanjut »
Mahasiswa KKM UIN Malang Gencarkan Aksi Cegah Stunting
Minggu, 5 Januari 2025 . in Berita . 572 views

 

8430_oke.jpeg

HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dari kelompok 142 dan 72 berhasil mengadakan sosialisasi pencegahan stunting serta demonstrasi memasak makanan bergizi di Balai Desa Belung. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, (4/1), ini menggandeng ibu-ibu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) serta warga sekitar.  

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan bergizi guna mencegah stunting, sebuah masalah kesehatan yang masih menjadi tantangan di banyak daerah Indonesia. Stunting, yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, mengakibatkan gangguan tumbuh kembang anak yang berdampak pada kualitas hidup jangka panjang.  

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKM, yakni Pandumukti Purdyastomo (kelompok 142) dan Dwi Martha Heriyadi (kelompok 72), memaparkan materi tentang pengertian stunting, tanda-tanda stunting, langkah-langkah pencegahan, serta manfaat sayur kubis sebagai bahan pangan lokal yang kaya gizi. Kubis dipilih karena merupakan salah satu komoditas utama yang banyak ditanam oleh petani Desa Belung.  

Sesi ini dilanjutkan dengan demonstrasi memasak siomay kubis isi tahu, makanan yang dirancang khusus karena mengandung nutrisi lengkap seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan mudah didapatkan di Desa Belung.  

8431_oyi.jpeg

"Siomay kubis isi tahu ini sangat praktis, sehat, dan cocok untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Apalagi, kubis adalah hasil panen utama di desa ini," ujar Nabila, anggota kelompok KKM 142.  

Kegiatan memasak bersama berlangsung meriah. Para peserta tampak antusias mengikuti langkah-langkah pembuatan siomay, mulai dari menyiapkan bahan hingga proses memasak. Setelah selesai, makanan tersebut langsung dinikmati bersama, menciptakan suasana keakraban di antara peserta.  

Ketua KPM PKH Desa Belung, Ibu Eni Ismiati, S.E., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa KKM yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Belung, Bapak Sudarman, yang berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung kesejahteraan warga.  

Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat Desa Belung akan pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting. Mereka juga mengajak semua pihak, termasuk pemerintah desa dan warga, untuk bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.  

Kontributor: Abdinda Firdausi Nuzula

Editor: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »
Mengangkat Pekerja Kreatif Lokal Selobekiti: Harapan Baru dari Adhikari Dwidasa
Minggu, 5 Januari 2025 . in Berita . 387 views
8467_kkm.jpg

HUMAS UIN MALANG - Dusun Selobekiti, terkenal dengan kerajinan anyaman bambunya, kini menjadi sorotan berkat upaya Adhikari Dwidasa. Peserta KKM UIN Malang ini berkomitmen mengangkat nama para pekerja kreatif lokal dan memproosikan produk unik berbasis kearifan lokal yang khas.

8468_kkm.jpg

KKM Adhikara Dwidasa mengunjungi dua pengrajin lokal terkenal,Bu Malika dan Pak Win (4-5/1). Mereka berbagi ilmu, tips, dan pengalaman dalam mengembangkan usaha kerajinan bambu. Bu Malika memproduksi berbagai macam kerajinan tangan berbahan bambu, seperti tempeh, tedok, piring, topi, dan kipas. Semua proses pengerjaan dilakukan secara manual dengan metode tradisional. Produk yang dihargai antara tiga ribu rupiah hingga dua puluh lima ribu rupiah ini dapat mencapai omset hingga empat juta rupiah per bulannya. Produk Bu Malika dipromosikan dari mulut ke mulut (offline). “Kami memasarkan produk secara langsung ke berbagai daerah, seperti ke pesarean Gunung Kawi, Malang, Cirebon, hingga Kalimantan,” ujarnya.

Pembuatan kerajinan bambu ini dilakukan dalam berbagai tahap, seperti memotong bambu, membelah, menghaluskan, mengeringkan, penganyaman, dan yang terakhir finishing. Untuk pembuatan 1 kerajinan tangan, hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari, tergantung jenis kerajinan tangan yang diproduksi. Sementara itu, untuk proses pengeringan sendiri membutuhkan waktu selama satu hari saat cuaca cerah, namun jika hujan, pengeringan dapat dilakukan dengan proses pememanggangan.

8469_kkm.jpg

Sementara Pak Win, salah satu pengrajin yang cukup terkenal di dusun Selobekiti yang memulai usahanya pada tahun 2021 dengan memfokuskan usaha kerajinan tangan pada pembuatan besek. Beliau memanfaatkan platform digital, yaitu Shopee dengan nama akunnya @abidzar083 yang telah dirintisnya selama kurang lebih tiga tahun. Beliau mengembangkan sistem penjualan berbasis pre-order karena kerajinan besek cukup rentan jika didiamkan dalam waktu yang lama. “Minimal pembelian empat produk dan maksimal dua puluh produk per pesanan. Penjualan kami juga meningkat terutama dalam dua tahun terakhir,” jelas Pak Win.

Proses pembuatan kerajinan besek pak Win juga memiliki langkah yang hampir sama dengan kerjinan bu Malika. Hanya saja, sebelum tahap finishing, terdapat tahap pewarnaan pada produk anyaman. Proses pewarnaan ini dilakukan dengan mencelupkan produk secara menyeluruh di panci berisi air panas yang telah dicampur dengan pewarna wantex. Jenis pewarnaan ini aman digunakan untuk makanan asalkan warna sudah benar-benar kering. Proses pengeringan pada pewarnaan itu sendirimembutuhkan waktu hanya sekitar 1-2 jam di musim panas, tetapi saat musim hujan memakan waktu hingga dua hari.

Selama usaha ini berjalan, Pak Win telah melayani beberapa klien besar, seperti MS. Glow dan Djoragan 99, bahkan produknya dikirim hingga ke Luar Kota seperti Jakarta, Lumajang, dan Nganjuk. Beliau juga telah melayani beberapa konsumen luar negeri dari Selangor, Malaysia. Dengan harga besek yang dipatok mulai lima ribu rupiah hingga lima belas ribu rupiah, beliau pernah mencapai omset sebesar Rp9 juta per tahun, dengan sistem pembagian keuntungan berdasarkan tahap produksi: 40% untuk produk yang masih perlu pembersihan serabut dan 25% untuk produk yang sudah bersih.

Upaya Adhikari Dwidasa untuk mempromosikan kerajinan lokal Selobekiti dapat membuka peluang ekonomi bagi para pengrajin. Dengan kombinasi pemasaran tradisional dan digital, produk mereka mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Kami ingin produk Selobekiti dikenal lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan semangat inovasi, kami yakin dusun ini dapat menjadi pusat kerajinan yang mendunia,” ujar ketua Adhikari Dwidasa, Rizqi Diana Putra.

Kontributor: KKM Adhikari Dwidasa
Editor: Edy Hyto

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up