HUMAS UIN MALANG, (8/1) – Gedung Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bergemuruh oleh semangat mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dalam acara Sosialisasi dan Pelepasan Mahasiswa Asistenasi Mengajar untuk semester genap tahun akademik 2024/2025. Acara ini menjadi momentum penting, dihadiri oleh Dekan FITK Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd, beserta jajaran pimpinan, dan ratusan mahasiswa yang akan melaksanakan tugas mulia di sekolah-sekolah mitra.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd, memberikan pesan yang menggugah semangat para peserta. "Mahasiswa FITK adalah representasi terbaik dari kampus kita. Jaga nama baik almamater, tunjukkan dedikasi, dan jadikan pengalaman ini sebagai langkah awal menuju keberhasilan di dunia pendidikan," ujarnya dengan penuh keyakinan.
Antusiasme para mahasiswa terasa sejak awal acara. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian. Aura optimisme memenuhi ruangan, seolah menggambarkan kesiapan mereka untuk menghadapi tantangan nyata di lapangan.
Program ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan wujud komitmen FITK untuk mencetak calon pendidik yang berkualitas dan berintegritas. Para mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai sekolah mitra, membawa misi besar untuk memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan.
Bagi mahasiswa, momen ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Salah satu peserta, Muhammad Haidar, mengungkapkan rasa bangganya, "Ini adalah peluang emas bagi kami untuk belajar langsung di lapangan. Kami siap membawa nama baik UIN Malang ke sekolah-sekolah mitra."
Acara yang berlangsung dengan lancar ini diakhiri dengan semangat membara dari seluruh peserta. Gelombang optimisme dan dedikasi terlihat jelas di wajah mereka, menjadi bukti bahwa mahasiswa FITK siap memberikan kontribusi terbaiknya untuk pendidikan Indonesia.
Dengan bekal ilmu dan pesan moral yang kuat, mahasiswa FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kini melangkah pasti menuju dunia pendidikan, membawa harapan besar untuk membangun generasi unggul di masa depan.
HUMAS UIN MALANG - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi membuka pembekalan bagi mahasiswa yang akan mengikuti program Asisten Mengajar Luar Negeri di Malaysia dan Thailand. Acara pembekalan ini digelar pada hari. Rabu, 8 Januari 2025, bertempat di Gedung Sport Center dan dihadiri oleh Dosen, mahasiswa terpilih, serta pimpinan fakultas.
Program Asisten Mengajar Luar Negeri ini merupakan inisiatif UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa, serta memperkenalkan sistem pendidikan di luar negeri. Dalam acara pembekalan tersebut, Dekan FITK, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd. mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam dunia pendidikan global, serta mempersiapkan mereka untuk menjadi pendidik yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan budaya pendidikan yang berbeda.
“Program ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan mengajar mereka di negara-negara dengan sistem pendidikan yang berbeda, seperti Malaysia dan Thailand. Ketika Asistensi Mengajar Mahasiswa harus selalu berkoordinasi dan berkonsultasi dengan guru pamong, karena sejatinya kalian adalah asisten mereka dalam mengajar. Kami berharap, setelah mengikuti program ini, mahasiswa dapat membawa pulang pengalaman berharga yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan di Indonesia,” ujar Prof. Nur Ali dalam sambutannya.
Selama pembekalan, mahasiswa diberi pemahaman tentang budaya pendidikan di Malaysia dan Thailand, serta keterampilan yang diperlukan untuk menjadi asisten mengajar yang efektif di luar negeri. Selain itu, para peserta juga mendapatkan informasi terkait administrasi, logistik, serta persiapan-persiapan lainnya yang dibutuhkan selama mereka menjalani tugas sebagai asisten mengajar di luar negeri.
Antusiasme mahasiswa yang terpilih sangat tinggi. Mereka mengaku siap untuk menghadapi tantangan mengajar di luar negeri, serta memperkaya wawasan dan pengetahuan mereka tentang sistem pendidikan internasional. Program Asisten Mengajar Luar Negeri ini akan berlangsung selama enam bulan, dengan kegiatan mengajar langsung di sekolah-sekolah mitra di kedua negara tersebut.
Abdurrauf Salah satu Perwakilan Mahasiswa Mengungkapkan kesiapannya untuk melaksanakan Asistensi Mengajar Luar Negeri. "AM LN merupakan sebuah kesempatan emas bagi saya untuk merasakan atmosfer jalannya kegiatan belajar mengajar di luar negeri, dalam hal ini ialah Malaysia.
Melalui serangkaian proses pembekalan dari fakultas, dan pembelajaran secara mandiri terkait lingkungan pendidikan di negara tujuan saya merasa siap untuk menunaikan kewajiban ini sepenuhnya".
Dengan adanya program ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat memperluas jaringan internasional, serta menjadi tenaga pendidik yang siap bersaing di era global.
HUMAS UIN MALANG - Malang, 8 Januari 2025 – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), telah mengadakan pembukaan program asistensi mengajar bagi mahasiswa pada hari Rabu, 8 Januari 2025. Acara yang berlangsung di Gedung Sport Center ini dihadiri oleh Mahasiswa, Dekanat, Prodi, DPL dan Tim Micro teaching.
Pembukaan asistensi mengajar ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan mengajar mereka serta mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan. Dalam sambutannya, Dekan FITK, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari upaya fakultas untuk mendukung mahasiswa dalam memperoleh pengalaman langsung di lapangan serta meningkatkan kompetensi mereka sebagai calon pendidik yang berkualitas.
“Melalui program asistensi mengajar ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami teori dan praktik pendidikan, serta mampu menghadapi berbagai situasi di kelas. Selain itu, program ini juga merupakan bentuk sinergi antara dunia akademik dan dunia nyata dalam mempersiapkan guru-guru masa depan yang berkompeten,” ujar Prof. Nur Ali.
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas dalam acara tersebut, dengan banyaknya peserta yang mendaftar dan siap mengikuti program ini. Asistensi mengajar ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa serta membekali mereka dengan keterampilan praktis yang akan sangat berguna dalam karier mereka di dunia pendidikan.
Program ini akan berlangsung selama satu semester, dengan berbagai kegiatan seperti observasi kelas, pengajaran langsung, dan evaluasi pembelajaran yang akan dilakukan secara berkala. Dengan adanya program ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat menjadi tenaga pendidik yang berkualitas dan siap menghadapi dinamika pendidikan di Indonesia
HUMAS UIN MALANG - KKM 17 Vidyantara UIN Malang tahun 2024/2025 mengadakan kegiatan sosialisasi parenting di SDN 3 Wringinanom (8/1). Acara ini dihadiri oleh wali murid kelas 3 serta pengurus paguyuban kelas 1 dan 2.
Ibu Dr. Hj. Rofiqah, CHt., M.Pd., seorang dosen psikologi dari UIN Malang, membahas pentingnya peran orang tua dalam mendidik dan membimbing anak di lingkungan keluarga. "Parenting atau pola asuh memiliki dampak besar terhadap perkembangan emosional, sosial, dan akademik anak," ungkapnya.
Materi yang dibawakan mencakup strategi membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak, cara memahami kebutuhan psikologis anak, hingga memberikan dukungan yang dapat meningkatkan rasa percaya diri anak. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, di mana para wali murid diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman mereka dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan.
Dengan adanya sosialisasi seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para wali murid mengenai pentingnya pendidikan karakter anak sejak dini. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada peserta, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
HUMAS UIN MALANG - Setelah sehari sebelumnya sudah mengenalkan Abate atau Larvasida lewat sosialisasi, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok Sahityabhavana dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang membagikan Abate yang berbentuk bubuk atau butiran kecil yang digunakan untuk membunuh larva nyamuk, terutama jenis Aedes aegypti. Pembagian yang berlangsung Minggu (5/1/2025) kemarin, ditujukan sebagai langkah pencegahan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ada di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Sebagai informasi, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Salah satu anggota kelompok Sahityabhavana, Dira, menjelaskan cara penggunaan Abate ini cukup sederhana. Yaitu, abate cukup ditaburkan di bak mandi atau di tempat-tempat yang terdapat genangan air untuk membasmi jentik-jentik yang mana bisa berpotensi menjadi nyamuk atau jentik-jentik.
Menurut Dira, jenis nyamuk yang membedakan antara nyamuk DBD dengan nyamuk biasanya adalah pola belang putih ini menyerupai bentuk huruf "lyra" pada bagian punggung, dan biasanya nyamuk DBD berukuran kecil dibandingkan nyamuk biasa.
Edukasi yang telah disampaikan sebelumnya untuk mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan pencegahan penyakit demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan abate yang dibagikan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara penggunaan abate yang benar dan aman dalam memberantas jentik nyamuk di lingkungan rumah dan sekitarnya.
Seperti informasi yang dihimpun, Abate mempunyai kandungan utama, yaitu bahan kimia bernama Temepos. Andika selaku ketua kelompok menuturkan, Temepos ini zat aktif yang bekerja dengan cara menghambat sistem enzim pada larva nyamuk, sehingga mereka tidak dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa, temepos juga dianggap efektif dalam membunuh jentik nyamuk tanpa mencemari lingkungan.
Ibu Kepala Dusun Jamuran, menerima ide teman-teman mahasiswa KKM dengan sangat baik serta mendukung program sosialisasi dan penggunaan Abate ini. Menurutnya, memang di Dusun Jamuran ini saat musim hujam marak pertumbuhan nyamuk. "Saya dan para warga sangat berterimakasih dengan dibagikannya Abate untuk mengurangi serta mencegah penyebaran penyakit demam berdarah di kampung ini," ujarnya senang.
Terakhir, ia berharap kegiatan ini bisa menggugah masyarakat agar masyarakat sadar pentingnya pencegahan penyakit demam berdarah melalui langkah pemberantasan sarang nyamuk dan semoga abate yang dibagikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk mengurangi populasi jentik nyamuk di lingkungan mereka. (sd/sf)
HUMAS UIN MALANG - Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan membangun empati masyarakat terhadap pencegahan virus Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi pencegahan virus DBD dengan penggunaan Abate atau Larvasida untuk mengontrol fase larva (jentik) nyamuk, di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang terselenggara pada Sabtu (4/1/2025) lalu, bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya penggunaan abate sebagai salah satu langkah pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD), serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan penyebaran nyamuk penyebab DBD.
Diikuti langsung oleh ibu-ibu desa setempat, mereka terlihat antusias menyimak promosi yang disampaikan rekan-rekan mahasiswa KKM. Ketua kelompok Sahityabhavana, Andika menyebut kunci utama dalam hidup sehat ialah dengan lingkungan yang bersih. Menurutnya, dengan mewujudkan lingkungan bersih maka kita akan terhindar dari berbagai penyakit, salah satunya DBD ini. Seperti diketahui, penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang dapat berpotensi serius karena dapat menyebabkan komplikasi seperti perdarahan berat, kerusakan organ, hingga kematian jika tidak segera ditangani.
Virus Dengue ini terdiri dari empat sterotipe berbeda (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4), sehingga seseorang bisa terinfeksi lebih dari sekali dengan gejala-gejala yang dapat ditimbulkan biasanya diawali demam tinggi mendadak (40°C atau lebih), sakit kepala parah, terutama di belakang mata, nyeri otot dan sendi yang sering disebut "breakbone fever", ruam kulit (bercak merah) pada tubuh, mual dan muntah serta pendarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah. Dan ciri nyamuk DBD adalah tubuhnya berwarna hitam dengan pola belang putih pada kaki dan tubuhnya.
Zikra, salah satu anggota Sahityabhavana, mengatakan angkah-langkah pencegahan, salah satunya dengan penggunaan abate sebagai larvasida untuk membunuh jentik-jentik nyamuk yang ada di tempat penampungan air. Ditanya soal alasan memilih penggunaan abate, Zikra menjelaskan, abate sangat efektif untuk mengendalikan semua jentik nyamuk pada dosis rendah sekaligus sebagai pertahanan pertama terhadap penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.
Lebih lanjut Zikra menerangkan tata cara penggunaan abate ini. "Salah satu cara pencegahan yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan abate untuk membasmi jentik nyamuk di tempat penampungan air. Jadi nanti abate ditaburkan di bak mandi atau di tempat- tempat yang terdapat genangan air untuk membasmi jentik-jentik yang mana bisa berpotensi menjadi nyamuk," terangnya.
Pertama, ia menyebutkan, abate hanya dapat digunakan pada tempat penampungan air seperti bak mandi, selokan, gentong air atau bisa juga pada pot- pot yang terkena air hujan dan ada genangan didalamnya. Setelah itu, gunakan abate secukupnya, untuk 10 liter abate cukup taburkan 1 gram abate. Dan yang terakhir, abate bisa langsung ditaburkan atau bisa didiamkan di plastik dengan syarat plastik abatenya ditusuk- tusuk dengan jarum, hal ini ditujukan agar bak mandi tidak kotor dan mengulangi pemakaian abate setiap 2-3 bulan sekali.
Para mahasiswa berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan program-program yang mendukung kesejahteraan masyarakat, salah satunya pencegahan terhadap demam berdarah dengan mempraktikkan penggunaan abate dengan benar dan konsisten, terutama pada musim hujan yang rentan terhadap peningkatan kasus penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.
Ditemui terpisah, Kepala Desa Sukodadi, Bapak Suwi Santoso merespon, langkah ini tidak hanya melindungi kesehatan diri sendiri, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga, dan berharap dapat mengurangi penyebraba virus DBD. Dirinya juga mengapresiasi atas ide yang diinisiasi oleh teman-teman mahasiswa UIN Malang, karena memasuki musim penghujan perlu digalakkan kembali pencegahan virus ini. (sd/sf)
HUMAS UIN MALANG – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang 15 dan 155 Desa Wonomulyo menggelar kegiatan senam bersama dengan murid-murid TK PGRI Wonomulyo dan wali murid. Kegiatan yang bertujuan mempererat kebersamaan ini berlangsung penuh antusiasme, Sabtu, 4 Januari 2025
Senam dimulai dengan sesi pemanasan yang dipimpin oleh mahasiswa KKM. Murid-murid TK mengikuti pemanasan dengan ceria, menunjukkan semangat mereka. Setelah sesi pemanasan, anak-anak TK melanjutkan kegiatan dengan jalan sehat, menjelajahi daerah sekitar desa bersama teman-teman dan guru.
Di sisi lain, wali murid dan mahasiswa KKM tetap melanjutkan senam di lapangan. Dengan gerakan energik yang dipandu oleh instruktur dari siswa, suasana menjadi semakin seru. Kolaborasi ini menjadi ajang olahraga yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antara semua pihak yang terlibat.
Antusiasme terlihat jelas dari setiap peserta, baik anak-anak, wali murid, maupun pelajar. Salah satu wali murid menyatakan, “Kegiatan ini sangat menyenangkan. Anak-anak terlihat sangat bersemangat, dan kami juga merasa senang bisa berpartisipasi.” Kebersamaan dalam kegiatan ini menciptakan momen positif di awal tahun.
Senam bersama ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program KKM UIN Malang di Desa Wonomulyo. Selain mempererat hubungan, kegiatan ini juga meningkatkan pentingnya kesehatan dan kebugaran bagi masyarakat setempat
HUMAS UIN MALANG – Dalam semangat gotong royong, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bersama warga Dusun Telaga Ngembang, Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, bergandengan tangan memperbaiki saluran air yang rusak di bantaran sungai. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.00, sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas publik yang menjadi bagian dari tradisi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Mengatasi Kerusakan Akibat Banjir dan Longsor
Saluran pipa yang diperbaiki ini sebelumnya rusak parah akibat banjir dan longsor yang melanda daerah bantaran sungai. Pipa tersebut memiliki peran penting dalam menyalurkan air ke pemandian umum di pinggir sungai, yang sering digunakan warga setelah bekerja di perkebunan atau persawahan.
Meskipun warga Telaga Ngembang sudah memiliki pemandian khusus dengan aliran air yang melimpah, pemandian umum ini tetap dipertahankan sebagai simbol tradisi dan sejarah. Tempat tersebut dahulu digunakan untuk berbagai kegiatan adat, seperti memandikan pengantin, anak-anak yang akan dikhitan, hingga membersihkan beras untuk tradisi "begawe", yaitu ritual adat menjelang pernikahan.
Tantangan dan Kolaborasi
Proses perbaikan menghadapi tantangan berat karena kondisi tanah di bantaran sungai yang rentan longsor, serta banyaknya pohon tumbang yang menghalangi akses. Namun, kerja sama yang erat antara mahasiswa KKM dan warga setempat akhirnya berhasil menyelesaikan perbaikan dengan baik.
Muhammad Nur, Ketua KKM Mandiri Integrasi, mengungkapkan pentingnya gotong royong dalam kegiatan ini. “Gotong royong adalah jiwa masyarakat Indonesia. Dengan semangat kebersamaan, masalah apa pun dapat diselesaikan. Selain memperbaiki saluran air, kegiatan ini juga menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi dan sejarah yang ada di Desa Nyurlembang,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dusun Telaga Ngembang, Bapak Sahariono, yang menyampaikan rasa bangga atas partisipasi aktif mahasiswa KKM. “Tradisi gotong royong adalah identitas masyarakat Desa Nyurlembang. Ini adalah bentuk kekuatan sosial yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Apa yang dilakukan hari ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan,” ungkapnya.
Melestarikan Tradisi, Menjaga Warisan
Tidak hanya memperbaiki saluran air, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya tradisi lokal. Pemandian umum di Telaga Ngembang menjadi simbol warisan budaya yang menghubungkan generasi masa kini dengan masa lalu. Tempat ini menyimpan nilai sejarah dan adat yang kaya, termasuk dalam prosesi adat seperti "rantok" atau penyucian beras untuk "begawe".
Melalui gotong royong ini, mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang tidak hanya berkontribusi secara fisik tetapi juga mendukung pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara masyarakat dan mahasiswa mampu memberikan dampak positif yang mendalam, baik untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk menjaga tradisi yang berharga. (mn/sf)
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang akhirnya secara resmi diterima oleh pihak Desa Nyurlembang dalam sebuah acara pembukaan dan serah terima, Kamis (2/1/2025). Meskipun telah berada di desa selama dua minggu, acara pembukaan ini sempat tertunda akibat beberapa kendala teknis.
Koordinasi Sebelum Resmi Diserahterimakan
Ketua KKM, Muhammad Nur, mengungkapkan bahwa selama dua minggu sebelumnya, mahasiswa sudah aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak desa, termasuk kepala desa, kepala dusun, karang taruna, dan perangkat desa lainnya. “Meskipun acara serah terima baru dilakukan sekarang, kami telah mendapatkan izin resmi untuk memulai program kerja. Sambutan hangat dari pihak desa sangat membantu kami untuk beradaptasi,” ujarnya.
Kehadiran Tokoh dan Perwakilan Penting
Acara pembukaan berlangsung lancar dan dihadiri oleh berbagai pihak penting, di antaranya Kepala Desa Nyurlembang Bapak Lukman Nul Hakim, Ketua PKK, Ketua BPD, Bhabinkamtibmas, Ketua BUMDes, staf desa, kepala dusun, serta perwakilan Camat Narmada. Penyerahan mahasiswa dilakukan oleh Ketua Ikatan Alumni UIN Malang Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Muhammad Asroruddin, HS., M.Pd, yang mewakili Dewan Pembina Lapangan, Dr. Hambali, yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, H. Muhammad Asroruddin, HS., M.Pd menyampaikan bahwa KKM Mandiri Integrasi merupakan program mandiri yang tetap melibatkan persetujuan antara desa dan kampus. Ia berharap mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi nyata dalam memajukan Desa Nyurlembang.
Hal tersebut diperkuat oleh sambutan Kepala Desa Nyurlembang, Bapak Lukman Nul Hakim, yang mengungkapkan rasa terima kasih dan harapan besar terhadap kehadiran mahasiswa. “Kami menyambut kedatangan mahasiswa KKM UIN Malang dengan hangat. Semoga keberadaan mereka membawa dampak positif dan dapat bersinergi dengan seluruh elemen desa,” ujar Lukman.
Serah Terima Simbolis
Penyerahan secara simbolik dilakukan oleh Sekretaris Camat Narmada, Bapak Hermansyah, bersama Kepala Desa Nyurlembang, Bapak Lukman Nul Hakim, dan perwakilan DPL, H. Muhammad Asroruddin, HS., M.Pd. Seremoni ini ditandai dengan pengalungan lanyard kepada perwakilan mahasiswa KKM.
Harapan dari Mahasiswa KKM
Ketua KKM, Muhammad Nur, mengaku senang atas kelancaran acara ini. Ia mewakili seluruh mahasiswa KKM menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak desa. “Kami berharap kehadiran kami tidak hanya membawa manfaat bagi diri kami sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Nyurlembang,” tuturnya.
Sinergi untuk Desa Nyurlembang
Kegiatan ini menjadi awal dari perjalanan mahasiswa KKM Mandiri Integrasi di Desa Nyurlembang. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui berbagai program kerja yang telah direncanakan. (mn/sf)