HUMAS UIN MALANG-Bangkok (12/9/2023) Setelah mendapatkan akreditasi institusi Unggul, UIN Malang tidak berhenti untuk meakukan inovasi akademik. Kali ini, dibawah komando Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag UIN Malang menginisiasi program Internasionalisasi Akademik melalui Forum Grup Discussion dengan Valaya University Thailand. Pada Kesempatan ini, Umi Sumbulah menawarkan beberapa program unggulan diantaranya Double Deggre, Intenship Internasional, Student and Lecturer Exchange, SEA Teacher dan beberapa unggulan lainya.
Di samping melakukan FGD, dilakukan pula penandatangan MOU antara kedua belah pihak dalam rangka untuk mewujudkan kesepakatan yang telah dibangun. Acara penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang sekaligus mewakili Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag dan Rektor Valaya, Assoc. Prof. Dr. Sonbat Kohchasit, serta beberapa Dekan dari Universitas Valaya, termasuk Asisten Presiden (Rektor), Para Wakil Rektor, dan beberapa Dekan antara lain Dekan Fakultas Sains, Dekan Fakultas Humaniora dan Seni, dan Dekan Fakultas Pendidikan. Personil dari UIN Malang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Sains dan Teknologi, Wakil Dekan Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, dan Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
"Kami sangat bersemangat untuk memulai program bersama dengan UIN Malang. Harapan kami adalah agar program ini dapat berjalan lancar dan berkelanjutan serta membuka pintu pertukaran ilmu pengetahuan, budaya, dan pengalaman antara kedua Universitas. Kami berharap hal ini tidak hanya menjadi bentuk kolaborasi yang kuat dalam bidang akademik, tetapi juga menginspirasi pertukaran pemikiran dan gagasan yang akan memperkaya pengalaman akademik di kedua universitas yang akan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dan staf kami, serta menjadi tonggak penting dalam mengembangkan pendidikan tinggi di wilayah ini." Kata Presiden Valaya University
Selanjutnya, dilakukan kunjungan ke Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Pendidikan, dan Fakultas Humaniora. Dalam kesempatan ini, dibahas peluang untuk pertukaran mahasiswa selama sebulan dan juga program pertukaran dosen antara kedua Universitas. Kegiatan ini diakhiri dengan makan siang bersama. Kami berkomitmen untuk menjalankan kerjasama ini dengan penuh semangat dan kesuksesan."
Kunjungan dimulai dari Fakultas Sains. Dalam kunjungan ini, mereka ditemani oleh Dekan Fakultas Sains dan sejumlah dosen ahli. Di Fakultas Sains, delegasi UIN Malang dapat melihat fasilitas laboratorium yang canggih dan beragam program studi yang terkait dengan sains dan teknologi. Mereka berinteraksi dengan dosen-dosen yang ahli di bidangnya dan memahami lebih dalam tentang pendekatan pengajaran dan riset di fakultas ini. Diskusi tentang peluang kerjasama dalam penelitian bersama, program pertukaran mahasiswa, dan pelatihan dosen pun menjadi bagian penting dari kunjungan ini.
Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke Fakultas Pendidikan, kali ini ditemani oleh Dekan Fakultas Pendidikan dan beberapa dosen terkemuka. Di fakultas ini, delegasi UIN Malang melakukan diskusi tentang program SEA Teacher dimana mahasiswa FITK dapat melaksanakan praktik pembelajaran yang melibatkan langsung sekolah laboratorium Valaya University. Disamping itu, diskusi dilanjutkan dengan wawasan tentang metode pengajaran berbasis digital dan kurikulum pendidikan tinggi Internasional berbasis dunia industry dan usaha. Diskusi berlanjt tentang tentang inovasi dalam bidang pendidikan, pemahaman tentang pengembangan kurikulum, dan peluang penyelenggaraan program-program pendidikan yang lebih baik.
Terakhir, delegasi UIN Malang mengunjungi Fakultas Humaniora bersama-sama dengan Dekan Fakultas Humaniora dan sejumlah dosen yang ahli di bidang sastra, seni, dan bahasa. Di fakultas ini, mereka dapat melihat berbagai program studi yang berkaitan dengan ilmu humaniora. Diskusi tentang pentingnya memahami budaya dan bahasa asing dalam konteks global, serta peluang pertukaran mahasiswa di bidang humaniora, menjadi topik yang dibahas.
Kunjungan ke ketiga fakultas ini memberikan delegasi UIN Malang pemahaman yang lebih mendalam tentang pendekatan akademik yang beragam di Valaya University, sekaligus memungkinkan mereka menjajaki berbagai peluang kerjasama yang dapat dijalin antara kedua universitas.
HUMAS UIN Malang - Mahasiswa FKIK UIN Malang mengadakan layanan kesehatan gratis dalam momen Car Free Day Ijen Boulevard Kota Malang (10/9/23). Layanan kesehatan gratis yang ditawarkan meliputi cek tekanan darah, cek gula darah, sampai cek asam urat. Acara pengabdian masyarakat bertajuk "FKIK Beraksi" ini dimotori oleh 3 organisasi, Departemen Luar Negeri DEMA FKIK, AMSA-Uinma, dan HMPSF Habbatussauda' dengan disponsori oleh Nutrifood dan Radar Malang.
Layanan kesehatan gratis ini dilatarbelakangi misi mahasiswa FKIK untuk memperluas dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Alasan pemilihan momen car free day disebabkan kuantitas pengunjung yang padat sekaligus untuk memperkenalkan mahasiswa FKIK ke masyarakat umum melalui pendekatan pengabdian masyarakat. Kolaborasi 3 organisasi ini didasari oleh tujuan pengabdian masyarakat yang sama sehingga terselenggaralah FKIK Beraksi.
Prosedur pemeriksaan dimulai dari pengambilan nomor urut peserta dan registrasi. Peserta yang sudah terdaftar kemudian menjalani pemeriksaan gula darah, asam urat, dan tekanan darah. Pemeriksaan ini didampingi dosen FKIK, dr. Riskiyah, MMRS. Begitu pemeriksaan selesai, peserta mendapatkan bingkisan sebagai ucapan terima kasih.
Panitia FKIK Beraksi, Novi Hana, berharap layanan cek kesehatan gratis ini dapat berkontribusi mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih aware terhadap kondisi kesehatan masing-masing.
Narasumber dan Fotografer: Novi Hana Nurfitriah (Kepala Departemen Luar Negeri DEMA FKIK UIN Malang) Reporter: Rara Belinda Editor: Edy Hyto
Prof. Nur Ali (Dekan FITK) potong tumpeng sebagai tanda Launching ILA
Humas UIN Malang – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) kian bergerak lebih produktif. Setelah kemarin Jumat siang (8/9), me-launching International Language Area (ILA) di Teras Gedung Microteaching UIN Malang yang dihadiri oleh Dekanat, dosen, dan staf FITK. Puluhan mahasiswa FITK juga memadati teras dengan tampak antusias karena adanya fasilitas baru dari FITK yang memfasilitasi para mahasiswa dalam belajar berbahasa Inggris dan Arab.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, M.A, ketika diwawancarai, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pimpinan FITK beserta jajarannya karena telah menginisiasi dengan membuka ILA di FITK sehingga dapat menjadi contoh dan motivasi bagi fakultas lain. "Terima kasih kepada FITK yang telah memberikan contoh baik sehingga bisa dapat ditiru dan jadi motivasi bagi yang lain,” ujarnya.
Dengan adanya fasilitas ini, Dekan FITK, Prof. Dr. H. Nur Ali, meminta para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kemampuan berbahasanya agar nanti bisa melanjutkan pindidikan di luar negeri. “Internasional Language Area itu milik semua, manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Syukur-syukur kalian bisa mengikuti student exchange," pintanya. Soal relevansi ILA, beliau menambahkan bahwa ILA ini menjadi salah satu indikator yang menunjang program studi di PTKIN dalam rangka mencapai akreditasi internasional dengan harapan nantinya program atau perjalanan Akreditasi Internasional di FITK dan fakultas lainnya bisa diperlancar. “Adanya ILA ini bisa menjamin bahwa kita sudah melakukan satu langkah yang sesuai dengan beberapa tolak ukur yang menjadi indikator dari akreditas internasional,” imbuhnya.
Prof. Nur Ali berharap agar langkah-langkah ini menuai kemudahan, keberkahan, dan kelancaran. “Semoga hal ini mendapat berkah dari Allah agar dapat terlaksana dengan baik dan mencapai target,” harapnya. Rangkaian penghujung acara seperti doa penutup dan potong tumpeng serta pelepasan balon sebagai simbol ucapan syukur kepada Allah atas dimulainya program Internasional Language Area,. Terakhir, beberapa penampilan yang menggunakan Bahasa Arab seperti menyanyi dalam Bahasa Arab, Puisi bahasa arab, Syair dan Khitobah menutup rangkaian kegiatan ini.
Reporter: Sulthan Fathani Elsyam Fotografer: Sulthan Fathani Elsyam dan Aliza Nur Muhammad Editor: Edy Hyto
HUMAS UIN MALANG- Ittihad Mudarrisil Lugah al-Arabiyah (IMLA), organisasi profesi yang berdedikasi untuk para pengajar bahasa Arab di Indonesia, telah menyelesaikan dua agenda besar dalam periode 2023-2027 mereka. Pertemuan Ilmiah Internasional Bahasa Arab (PINBA) ke-14 dan Muktamar ke-7, yang berlangsung mulai tanggal 6 hingga 9 September 2023, di UIN Mataram, telah menjadi sorotan dalam dunia pendidikan bahasa Arab.
IMLA, yang didirikan pada 25 September 1999 di Malang oleh tiga inisiator utama, Prof. Dr. Syamsul Hadi (UGM), Alm. Prof. Ahamad Dardiri (UIN Sunan Kalijaga), dan Alm. Ahmad Fuad Efendi, M.A. (Universitas Negeri Malang), bertujuan memberikan wadah bagi para pengajar bahasa Arab di Indonesia untuk meningkatkan kompetensi mereka.
Salah satu program rutin IMLA adalah mengadakan PINBA setiap dua tahun, yang mengundang para ahli di bidang Lingusitik Terapan dari berbagai negara. PINBA ke-14 di UIN Mataram tahun ini menjadi pusat perhatian dengan tema "Digitalisasi Bahasa Arab dalam Konteks Politik Bahasa," yang dihadiri oleh pengajar bahasa Arab dari seluruh Indonesia serta utusan dari delapan negara, termasuk Mesir, Saudi Arabia, Maroko, Jordan, Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Indonesia.
Pada hari ketiga acara, Jumat, 8 September 2023, digelar Muktamar untuk memilih Ketua Umum yang akan memimpin IMLA dalam periode 2023-2027. Sebanyak 21 calon telah menjalani penjaringan, dan akhirnya, Prof. Dr. Uril Bahruddin, M.A., guru besar Ilmu bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, muncul sebagai pemenang dengan suara terbanyak. Prof. Uril akan membentuk kabinet baru dan memimpin IMLA ke depan.
Dalam sambutan perdananya, Prof. Uril menyatakan tekadnya untuk melanjutkan program-program sukses sebelumnya, serta mengembangkan inovasi baru dalam pengembangan bahasa Arab, khususnya bagi penutur asing. Selamat dan sukses untuk Prof. Uril, semoga IMLA tetap menjadi organisasi unggulan dalam memajukan bahasa Arab di Indonesia dan dunia.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) telah sukses menggelar Workshop Peningkatan Publikasi Internasional Tahap II yang bertujuan untuk mendorong dosen-dosennya agar terus aktif dalam menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan secara internasional. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, dan diikuti oleh 17 peserta yang telah menghasilkan tulisan artikel berkualitas. Workshop yang berlangsung di The Hotel 101 Malang OJ ini menjadi wadah bagi para dosen untuk memahami lebih dalam tentang proses publikasi internasional, termasuk langkah-langkah untuk mengajukan artikel ke jurnal internasional. Peserta workshop telah menghasilkan tulisan-tulisan yang telah lolos seleksi awal dan dinilai layak untuk diproses lebih lanjut hingga akhirnya dilakukan proses review dan diharapkan bisa hingga tersubmit dan accepted di jurnal-jurnal bergengsi di tingkat internasional.
Prof. Umi dalam sambutannya, meminta agar peserta workshop peningkatan publikasi internasional bisa menyelesaikan artikelnya sesuai dengan arahan dari para reviewer. Sehingga artikel tersebut bisa disesuaikan dengan gaya selingkung atau template jurnal yang dituju sesuai dengan sekop bidang keilmuannya. "Tulisan yang terpublikasikan bisa memenuhi indikator kinerja individu dan sekaligus meningkatkan reputasi lembaga pendidikan tinggi UIN Maliki Malang," tegasnya. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kemampuan para dosen dalam menulis artikel yang berkualitas, sehingga dibutuhkan keseriusan dalam proses coaching penulisan artikel ilmiah. menggarisbawahi pentingnya tugas tridharma dosen yang mencakup pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Beliau juga menekankan pentingnya para dosen untuk meningkatkan kompetensi diri yang bisa membawa dampak positif terhadap nilai akademik di kampus UIN Maliki Malang. "Sehingga, diharapkan kedepan para dosen di UIN Maliki Malang melalui tulisannya yang terpublikasikan di jurnal internasional bisa membawa lembaga ini menjadi unggul dan bereputasi di kancah internasional," harapnya
Untuk itu, tambah dia, dosen UIN Malang harus terus menulis karya ilmiah dan dipublikasikan di jurnal nasional maupun jurnal internasional. "Melalui upaya ini, kita ingin menciptakan lingkungan akademik yang mendorong para dosen untuk terus berkarya," kata Prof. Umi. Salah satu tujuan dari kegiatan workshop ini juga agar semua paper yang terpilih dapat diselesaikan dengan baik dan akhirnya bisa submit dan accepted di jurnal-jurnal internasional. Hal ini diharapkan akan meningkatkan nilai akademik UIN Malang dengan bertambahnya jumlah tulisan para dosen yang terpublikasikan di jurnal internasional. "Selain itu, juga untuk menambah poin dosen dalam kenaikan jabatan fungsional menuju jenjang karir tertinggi yaitu guru besar," jelasnya kepada peserta workshop. Kegiatan serupa diharapkan akan terus diadakan di masa depan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih baik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta memastikan kontribusi universitas ini dalam kancah ilmiah internasional tetap relevan dan berkelanjutan. "Saya ucapkan selamat mengikuti kegiatan workshop dan semoga 17 artikel ini bisa selesai sesuai target dan semuanya bisa accepted di jurnal internasional," harapnya.
HUMAS UIN MALANG- Prof.Dr.H.M Zainuddin,M.A mengundang tokoh agama dari berbagai aliran kepercayaan, termasuk Katolik, Konghucu, Kristen, hindu dan Buddha, bersatu dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh para dekan dari berbagai fakultas di ruang Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A Rektor UIN Malang mengungkapkan kerja sama dengan tokoh lintas agama telah berlangsung sejak tahun 1998. Salah satu kegiatan penting adalah program Studi Intensif Kristen Islam (SKISI) Live In, di mana para mahasiswa non-Muslim tinggal di pesantren, sementara mahasiswa Muslim tinggal di gereja atau tempat ibadah lain selama satu bulan. “Program ini memberikan pengalaman yang luar biasa dan berdampak besar, menjadikan Malang kota yang damai dan harmonis tanpa konflik agama.” Kya'i Haji Taufik Kusuma, salah satu tokoh dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Malang, berbagi pengalaman selama periode kepemimpinannya. “FKUB Malang telah berkontribusi signifikan dalam memelihara kerukunan antaragama di kota ini. Selain itu, dekan humaniora juga turut berperan aktif dalam FKUB.” Tujuan mengundang tokoh agama adalah untuk memperkuat citra UIN Malang sebagai perguruan tinggi terbuka. Ustad Yahya, Pemimpin Pusat Studi Moderasi Beragama memberikan pelatihan untuk memahami dan menghormati keberagaman agama. “Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi awal dari kegiatan yang lebih relevan dan bermanfaat bagi umat dalam memperkuat harmoni antaragama.”
Therisa Sebagai Duta Moderasi UIN Malang
Tahun ini, ada Mahasiswa Baru non-Muslim dari program studi Psikologi., Therisa namanya. Dia berasal dari NTT yang kini dinobatkan menjadi Duta Moderasi dari UIN Malang. Saat di forum, dia berbagi perasaannya tentang belajar di UIN Malang. “Awalnya, dia tidak mengetahui mengetahui bahwa kampus ini memiliki latar belakang Islam, namun dengan dukungan dan perlakuan yang adil, dia merasa dihormati tanpa ada perbedaan.” Pertemuan ini menandai langkah awal dalam memperkokoh harmoni agama dan keterbukaan pendidikan di UIN Malang, meneguhkan komitmen mereka untuk menjadi model pendidikan yang inklusif dan berorientasi internasional.
HUMAS UIN Malang—Ketua himpunan mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi (PSSF) dan timnya menyabet Juara 2 Pharmapreneur Design Competition dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia (PIMFI) 2023 yang diselenggarakan oleh HIMAFAR Universitas Pakuan Bogor (Agustus – September 2023). Mereka adalah Efendi Haris Aszari (PSSF 2021), Renoven Pratama Putra (PSSF 2022), dan Badira Kamelin (PSSF 2022) mengusung ide sunscreen dari bahan alam. Mereka berkolaborasi sesuai bidang keahlian masing-masing guna efektifitas dan efisiensi persiapan lomba yang terbilang singkat, terlebih dengan agenda kuliah dan organisasi yang padat. Sistem kompetisi yang diterapkan adalah sistem gugur pada pengumpulan mini proposal tahap pertama, kemudian dijaring 5 tim dengan ide cemerlang untuk berkompetisi dan mempresentasikan pharmapreneur design-nya di babak final untuk merebutkan juara 1, juara 2, juara 3, juara harapan 1, dan juara harapan 2.
apt. Hajar Sugihantoro, MPH sebagai dosen Pembina tim berpesan, “Tetap semangat dan harus memaksimalkan waktu yang ada sebelum dilakukan babak final sehingga nantinya dapat memberikan yang terbaik pada saat persentasi hasil di babak final.”
Sebagai ketua himpunan sekaligus ketua tim, Haris membagi waktu dengan efisien dan tetap fokus menjalani keduanya. Pesan optimis yang ditekankan Haris kepada tim adalah, “Terus semangat karena jalan kita masih panjang sebelum kemenangan di tangan kita.“ Melalui koordinasi dan komunikasi yang efektif, Haris mempersiapkan lomba juga mengorganisir HMPSF Habbatussauda’.“Pesan saya untuk teman-teman Prodi Sarjana Farmasi,” tutur Haris dalam wawancara, “Teruslah berkembang dengan terus berinovasi, bukan hanya berhalusinasi, karena dengan tekad dan niat yang kuat, apa yang dicita-citakan bisa tercapai bahkan terlampaui.”
Narasumber: Efendi Haris Aszari (Ketua HMPSF Habbatussauda’) Reporter: Rara Belinda Editor: Edy Hyto
Mahasiswa Baru Program Studi Magister PAI Ikuti Perkuliahan Perdana
Humas UIN Malang – Setelah pekan lalu, sebanyak 180 mahasiswa baru (maba) magister jalur Fast-Track dari berbagai program studi mengikuti Orientasi Program Studi Pascasarjana, Senin lalu (4/9), seluruh mahasiswa baru mengawali hari pertama kuliah S2 di Kampus Pascasarjana Universiras Islam Negeri Malang dengan penuh motivasi dan semangat baru.
Program ini memasuki tahun (angkatan) ketiga di Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang hanya bisa diikuti oleh mahasiswa UIN Malang yang sudah memasuki semester tujuh. Prof. Dr. Wahid Murni, M.Pd, selaku Direktur Pascasarjana UIN Malang, menyambut kedatangan maba, khususnya mahasiswa S2 via Fast-Track. “Selamat datang anak-anak, segera beradaptasi di sini. Biar gampang nanti prosesnya,” begitu sambutnya.
Maba Fast-Track Prodi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), Rizal Khoirul Umam, senang bisa berkesempatan kuliah S1 dan S2 secara bersamaan sebelum lulus sarjana karena salah satu motivasinya menghemat waktu dan biaya dengan tetap meningkatkan kualitas diri dalam perkuliahan. "Alhamdulillah, senang rasanya kuliah S2 jalur ini (Fast-Track), bisa hemat waktu dan biaya meskipun harus menjalani penuhnya jadwal kuliah. Kemudian saya juga berusaha memperbanyak bacaan referensi agar memudahkan kedepannya," kata mahasiswa asal Mojokerto itu. Iin Nur Indah Rahmawati, salah satu maba Prodi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) juga mengungkapkan cara belajarnya kini berbeda. Kini dia harus berusaha lebih berjuang keras, sebab di program magister kewajiban penelitian akan lebih banyak ditemui. "Awal-awal ini, masih perlu beradaptasi seperti belajar mengenali potensi diri dan menempatkan diri dengan teman-teman, dan lebih disiplin dari sebelumnya. Karena kita bertemu dengan orang-orang yang mungkin usianya terpaut sedikit jauh," ungkap mahasiswi berkacamata itu.
Kedua maba tersebut berharap agar dapat konsisten dalam pembelajaran, baik dalam hal keaktifan maupun giat menulis dan membaca kritis. Hal ini tak lain untuk menunjang perkuliahan magister yang lebih. “Semoga kami dapat kuat dan istiqomah di pasca ini,” tutupnya singkat. (sf)
HUMAS UIN MALANG - Rombongan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan yang diketuai Wakil Rektor Bidang Kerjasama Kelembagaan dan Humas Prof. Dr. H. Muzakki, M.Ag siang ini melakukan kunjungan ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk good governance dalam memperkuat Kerjasama antara UIN Sumut dengan UIN Malang pada Kamis (7/9/2023). Kegiatan yang dihelat di ruang Rektor tersebut dihadiri langsung para pimpinan yaitu Rektor UIN Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, dan juga para wakil rektor para dekan dan ketua lembaga yang ada di UIN Maliki Malang. Sesuai dengan nomor surat B.579/Un.II.R/WR.IV/B.II2a/HM.01/08/2023, kedua universitas ini melakukan penandatangan kerjasama atau MoU untuk meningkatkan dan memperkuat urusan tata kelola universitas baik di sektor akademik maupun non akademik.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Maliki Malang itu menerangkan bahwa di UIN Malang ini distingsinya adalah integrated learning, dimana mahasiswa dibekali pembelajaran bahasa Arab, Inggris dan Al Qur'an. “Maka dari itu semua mahasiswa baru wajib masuk Ma'had selama satu tahun,” paparnya. Beliau juga menyampaikan bahwa UIN Malang saat ini terus berupaya mengembangkan sarana dan prasarana kampus khususnya pembangunan gedung ma’had yang pendanaannya dibantu oleh Saudi Fund for Development (SFD) melalu pemerintah Indonesia. Sebagai PTKIN terbaik, tentunya UIN Malang berharap UIN Sumut juga bisa terus berkembang dan maju bersama agar PTKIN menjadi lebih kuat dan maju. “Semoga UIN Sumatera Utara bisa segera mendapatkan izin untuk pembangunan gedung ma’hadnya," doanya.
Sementara itu, Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Nurhayati M. Ag dalam sambutannya menerangkan bahwa di Sumatera walaupun banyak suku, tapi moderasi beragamnya sangat kuat hampir tidak ada perselisihan antar agama. Ia juga menjelaskan profil dari UIN Sumatera Utara yang memiliki delapan fakultas dan Program Pascasarjana. “42 program studi sarjana, 13 program magister, 7 program doktoral dan 1 program PPG,” jelas Rektor UIN Sumut di tengah ramah tamahnya. “Kami mohon doanya semoga pembangunan ma'had di UIN Sumatera Utara bisa segera terwujud," harapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan UIN Sumatera Utara oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Zainnuddin, MA dan Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati M. Ag. Selanjutnya Rektor UIN Malang menyerahkan cinderamata kepada Rektor UIN Sumatera Utara sebagai simbolis atas terjalinnya kerjasama antara kedua kampus. Kemudian Rektor UIN Sumatera Utara juga menyerahkan Cinderamata kepada Rektor UIN Malang sebagai bentuk apresiasi terhadap sambutan yang hangat dalam melakukan kerjasama.
Reporter: Sulpadli Fotografer: Meril Nabila Sari Editor: Edy Hyto