PERESMIAN: Rektor UIN Malang memotong pita sebagai simbol pembangunan gedung perkuliahan di kampus tiga dimulai. Senin (12/6/2023).
HUMAS UIN MALANG- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, melakukan pemancangan tiang pertama untuk pembangunan gedung perkuliahan di wilayah kampus 3. Pembangunan gedung tersebut berlokasi di jalan Locari Telekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Senin (12/6/2023).
Proyek pembangunan gedung ini dilaksanakan di atas areal lahan seluas 5400 m2 dan didukung pendanaannya oleh Saudi Found Development (SFD) dengan total dana sebesar 1 triliun. Acara pemancangan tiang pertama ini dihadiri oleh Rektor beserta para Wakil Rektor, Kepala Biro, dan para dekan.
Kegiatan dimulai dengan Khotmil Qur'an, istighotsah, serta pembacaan tahlil bersama tokoh masyarakat. Pejabat daerah juga turut hadir dalam acara tasyakuran dan sosialisasi pembangunan gedung kuliah ini.
Pemancangan tiang pertama ini memiliki makna sebagai awal dimulainya pembangunan kampus tiga. Ketika bangunan tersebut selesai, akan membentuk lafal "Bismillahirrahmanirrahim". Acara pemancangan tiang ini berlangsung pada pukul 13.00 WIB dan disaksikan oleh warga sekitar dan para tamu VIP, termasuk Dr. Harun Arrasyid (Satgassus Pencegahan Tipikor Mabes Polri), KH. Chamzawi, Romo KH. Ahmad Soeroso, KH. Mas Mansyur, KH Zainul Arifin, Camat Dau, Camat Junrejo, Kepala Dusun Precet, Kasun Krajan, Kades Sumbersekar, dan Kares Tlekung.
Dalam sambutannya, Prof. Zainuddin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sepenuhnya proses pembangunan kampus ini, terutama kepada warga dan masyarakat sekitar. Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan moral dan materiil yang diberikan.
Sebelumnya, UIN Maliki Malang juga telah melaksanakan ground breaking untuk pembangunan ma'had yang dihadiri langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Prof. Zainuddin menjelaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan pembangunan gedung dormitory atau asrama ma'had.
Dalam proses pembangunan ini, kata dia, akan ada banyak alat berat dan mobil material yang beraktivitas di sekitar kampus, sehingga sedikit mengganggu aktivitas warga sekitar. "Saya atas nama pimpinan kampus ini meminta maaf atas gangguan tersebut dan yakinlah bahwa pembangunan ini akan berlangsung sesuai target," paparnya.
Rektor juga menyampaikan bahwa pembangunan kampus ini akan memberikan dampak luar biasa bagi warga sekitar, terutama dalam sektor ekonomi. Kampus ini akan menjadi pusat pendidikan yang unik, dengan bangunan yang membentuk kalimat "Bismillahirrahmanirrahim".
Manager PMU sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UIN Maliki Malang, Dr. Zainal Habib, M. Hum, menjelaskan bahwa pemancangan tiang pertama ini menandai dimulainya pembangunan gedung yang bangunannya membentuk lafal "arrahim". Pembangunan tersebut dikerjakan oleh kontraktor PT. PP dan konsultan pengawas (PMSC) PT. Jaya CM, dalam kerjasama dengan PT. Andaru Koncer Jagad. Pembangunan fase kedua ini dibiayai oleh Saudi Found Development (SFD) dari Saudi Arabia. "Rencananya, pembangunan akan berlangsung hingga tahun 2024," jelasnya.
Kegiatan pemancangan tiang pertama ini merupakan bentuk sosialisasi dan tasyakuran dalam pembangunan gedung kampus 3. Pembangunan ini akan fokus pada gedung arrahim dan ditargetkan selesai pada tahun 2024. Gedung arrahim terdiri dari empat gedung yang berada di atas lahan seluas 5400 m2.
Setelah pembangunan selesai, diharapkan gedung ini dapat segera digunakan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan masyarakat Indonesia secara umum. "Untuk itu saya memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar pembangunan ini dapat berjalan lancar, aman, tertib, dan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan," pungkasnya.
Rektor UIN Maliki Malang saat memberikan pengarahan kepada jamaah calon haji yang hendak berangkat di masjid At Tarbiyah. Senin (12/6/2023).
HUMAS UIN MALANG - Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin MA, secara simbolis melepas para jamaah calon haji (JCH) yang akan berangkat pada 18 Juni 2023 di Masjid At Tarbiyah, Senin (12/6/2023).
Pelepasan terhadap 17 tamu Allah dari UIN Maliki Malang itu dihadiri oleh Kepala WR 1, 2, dan 4, serta Kepala Biro AAKK, Direktur Program Pascasarjana, para Dekan dan juga perwakilan dari Senat UIN Maliki Malang.
Adapun nama-nama JCH UIN Maliki Malang yaitu Akhmad Nurul Kawakib FITK / Tadris Bhs Inggris(home base)/S-2 PAI, Lailia Nur Rachma Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Suud Fuadi Syariah, 4 Alvi Milliana FKIK, Achmad Diny Hidayatullah P3SR, Suyanto Bagian Umum, Ahmad Fahrudin Alamsyah Fakultas Ekonomi, Mamluatu Solihah Pusat Bahasa, Abbas Arfan HES/Syariah, Elok Mutiara MT Fakultas saintek/prodi teknik arsitektur, A. Zuhdi Pendidikan Agama Islam/FITK, Moh Bahrun Amiq Fakultas Psikologi, dr. Riskiyah FKIK UIN Malang, Dr. Sri Harini, M.Si Fakultas Saintek , Ust. Zulfi mubarak, Ust Jalaluddin, Aprilia Mega dosen fakultas Psikologi.
Rektor UIN Maliki Malang dalam sambutannya meminta calon jamaah haji dari UIN Malang untuk senantiasa memanjatkan syukur kepada Allah atas nikmat besar yang diberikan untuk menyempurnakan rukun Islam berupa naik haji ke Baitullah.
"Kami atas nama pimpinan sangat bangga dan bahagia sekali, semoga bapak ibu yang hendak menunaikan ibadah haji senantiasa diberi kelancaran, kesehatan, dan hajinya mabrur," ucapnya.
Para calon jamaah haji ini dipilih dari sekian ribu orang yang telah mendaftar haji. Oleh karena itu, mereka diharapkan untuk bersyukur dan menata hati jauh sebelum berangkat ke tanah suci Mekah. Di tempat suci ini, hati para jamaah harus tulus dan ikhlas dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT.
"Manfaatkan waktu haji ini dengan memperbanyak ibadah dan hindari percakapan yang tidak bermanfaat," pesannya.
Rektor juga berharap agar perjalanan mereka sampai tujuan berjalan dengan selamat dan lancar. Oleh karena itu, para jamaah diingatkan untuk memperbaiki niat dan menjaga kesabaran sepanjang perjalanan.
"Selama berada di tanah suci, saya berpesan agar menghindari pembicaraan yang tidak penting dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Jangan sampai terjadi pertengkaran, jika ada yang membuat keributan, lebih baik dihindari," ungkapnya.
Rektor menjelaskan bahwa jamaah calon haji harus dapat membawa pesan haji dan satu modal utama dalam berhaji adalah kesabaran. "Jika sabar, Insya Allah perjalanan akan lancar dan haji akan diterima dengan baik," katanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kesabaran tidak hanya selama ibadah haji, tetapi juga setelah pulang ke tanah air. Pesan haji tersebut harus tetap dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Inilah yang harus dijaga dengan baik oleh para JCH. Bagi yang belum berhaji, semoga segera dipanggil oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadah haji," pungkasnya.
Dengan pelepasan JCH ini, diharapkan para jamaah calon haji dari UIN Malang dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik, menjaga persatuan, dan membawa pulang nilai-nilai kebaikan dari tanah suci Mekah. "Semoga perjalanan mereka lancar dan mendapatkan haji yang mabrur," doa Prof. Zainuddin.
SIMBOLIS: Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr H.M. Zainuddin MA memakaikan jaket OASE Ke salah satu peserta. Senin (12/6/2023).
HUMAS UIN MALANG-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, M.A., melepas 36 peserta Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan (OASE PTKIN) ke-2 yang akan diselenggarakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Senin (12/6/2023).
Kegiatan OASE PTKIN yang dijadwalkan berlangsung mulai 13-17 Juni 2023 ini merupakan ajang lomba hasil riset para mahasiswa. Dalam arahannya, Prof. Zainuddin meminta seluruh peserta OASE untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dengan matang, seperti orang yang akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
"Yang kedua, pesan saya tetap mengupayakan diri dan keluarkan semua potensi yang dimiliki untuk bisa menjadi juara. Syukur bisa juara umum tentu akan lebih baik lagi. Saya tidak tahu, yang penting usaha semaksimal mungkin. Jika tidak bisa juara umum, ya UIN Malang bisa meraih banyak juara di berbagai cabang lomba," paparnya.
Rektor mengungkapkan rasa optimisnya bahwa UIN Malang dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan saudara dalam persaingan tersebut. "Jadi ya harus menjadi bagian dari kalau bisa kita yang juara umum, kalau tidak, ya yang terbanyak. Karena saya yakin dari 36 peserta, pasti ada yang dimenangkan. Apalagi tadi sudah ada yang masuk final dari saintek. Harapan kami nanti yang lain juga begitu. Puasa ini adalah bidang akademik yang tentu memiliki apa memiliki Kediri. Jadi kalau kemarin itu PWN PTK di Gorontalo, kemudian juga ada yang dulu sebelum menguasai itu pesona di Bandung, itu olahraga. Nah, sekarang ini puasa itu lebih pada bidang akademik dan keilmuan," jelasnya.
Prof. Zainuddin berharap bahwa jika tim OASE PTKIN dari UIN Malang tidak dapat meraih juara umum, mereka dapat menunjukkan prestasi yang membanggakan dalam kompetisi ini. Dia juga mengingatkan kepada para wakil dan pendamping, serta di bawah komando Pak WR 3 dan Biro Akademik, untuk menjaga kebersamaan dalam menjalani kompetisi ini.
Selain itu, dia juga menyampaikan apresiasi terhadap fasilitas akomodasi yang nyaman bagi peserta selama berada di Jakarta. "Insya Allah, nanti saya akan hadir langsung untuk memberi support," tutup Prof. Zainuddin.
HUMAS UIN MALANG- Kegiatan apel pagi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada hari Senin ini dipimpin langsung oleh Kepala Biro AAKK, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I. Senin (12/6/2923).
Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak seluruh sivitas akademika UIN Maliki Malang untuk turut serta mensukseskan kegiatan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OASE PTKI) Ke II se-Indonesia yang akan dilaksanakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 13-17 Juni 2023.
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah menyiapkan 36 peserta yang akan berkompetisi dalam 13 cabang lomba. "Ini semua untuk membawa nama harum UIN Maulana Malik Ibrahim. Kita semua harus mendukung dan mendoakan agar kegiatan OASE di Jakarta nanti dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat serta berkah bagi semua yang terlibat," papar Dr. H. Barnoto.
Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa menjalankan tugas kedinasan adalah bagian dari disiplin sebagai ASN UIN Maulana Malik Ibrahim. Semangat dan disiplin harus terus dikuatkan serta dilestarikan dalam diri setiap individu. Kehadiran dalam apel pagi juga menjadi bagian dari disiplin, di mana kehadiran tersebut dicatat melalui absen fingerprint atau aplikasi pusaka.
"Kita harus melaksanakan tugas-tugas kita dengan sebaik-baiknya, terutama dalam hal disiplin seperti jam masuk, tugas-tugas yang diberikan, dan lainnya. Ketika kita melaksanakannya dengan baik, bukan hanya berarti tugas kita selesai, tetapi juga menunjukkan ketaatan kita sebagai ASN atau pegawai di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim. Semua itu harus didasari oleh ibadah yang baik dan selalu memohon ridho Allah," lanjutnya.
Selain itu, Dr. H. Barnoto juga mengingatkan pentingnya menjaga keberkahan dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Ia mengajak semua sivitas akademika untuk selalu mengingatkan diri sendiri dan memohon kepada Allah dalam setiap perbuatan baik yang dilakukan. Hal ini tidak hanya akan membawa kemuliaan di dunia, tetapi juga menjadi catatan amal di akhirat.
Apel pagi ini juga menjadi momen untuk saling mengingatkan untuk selalu menebarkan kebaikan dalam setiap pekerjaan di dalam kampus ini. Dr. H. Barnoto berharap semangat dan kehadiran pada hari-hari berikutnya akan terus memperkuat dan menjaga disiplin serta mendapatkan berkah dari Allah.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Barnoto juga menyampaikan beberapa informasi terkait kegiatan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satunya adalah tentang keberangkatan kontingen di ajang OASE, peletakan batu pertama pembangunan kampus 3, dan juga keberangkatan jamaah haji UIN Maliki Malang serta kegiatan study exchange.
HUMAS UIN MALANG - Rombongan persemakmuran 9 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) eks IAIN Sunan Ampel Surabaya melakukan kunjungan ke lokasi sirkuit Mandalika di Lombok pagi ini. Para peserta diajak langsung untuk melihat kondisi sirkuit Mandalika dari bukit Jokowi. Kunjungan ini dilakukan pada Sabtu (10/6/2023).
Setelah mengunjungi sirkuit, rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Desa Adat Sade di Rembitan, Lombok. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat sirkuit yang menjadi andalan Indonesia.
Perjalanan dari Mandalika menuju Desa Adat Sade hanya ditempuh dalam waktu 20 menit. Penduduk lokal yang ramah membuat para wisatawan merasa nyaman berada di lokasi adat asli Lombok tersebut.
Setelah turun dari bus, rombongan yang terdiri dari para rektor, wakil rektor, kepala biro, dan direktur Pascasarjana disambut dengan tarian asli suku Sasak. Tarian ini dikenal dengan sebutan Tari Gendang Beleq, salah satu budaya yang tetap dilestarikan di provinsi Lombok.
Tari Gendang Beleq adalah tari tradisional adat Sasak di Pulau Lombok. Tarian ini memiliki ciri khas karena penari sambil memukul gendang. Bagi masyarakat asli Lombok, tarian ini memiliki arti penting dan dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dalam kehidupan suku Sasak, terutama saat upacara sakral dan pernikahan.
Pada zaman dahulu, tarian ini dipercaya dapat meningkatkan kepercayaan diri para prajurit, dan biasanya hanya ditampilkan oleh penari pria dengan kostum sederhana.
Saat ini, Tari Gendang Beleq tidak lagi digunakan untuk keperluan peperangan, melainkan lebih sering dipertunjukkan untuk menyambut tamu spesial yang datang ke wisata desa adat Sade.
Kunjungan rombongan dari persemakmuran 9 PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya ini memberikan apresiasi terhadap keberagaman budaya di Indonesia, serta meningkatkan pemahaman dan hubungan antarperguruan tinggi keagamaan Islam Negeri
HUMAS UIN MALANG - Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) eks IAIN Sunan Ampel Surabaya mengadakan acara Focus Group Discussion (FGD) sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Acara FGD tersebut bertujuan untuk mempererat kerjasama dalam meningkatkan kualitas PTKIN, terutama 9 perguruan tinggi yang tergabung dalam persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Acara FGD kali ini dihelat di UIN Mataram Lombok sebagai tuan rumah. Kegiatan persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya ini telah menjadi agenda tahunan. Acara tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 9 hingga 11 Juni 2023, dengan lokasi di Merrumatta Hotel Senggigi, Senggigi Lombok. Para jajaran sivitas akademika dari PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya hadir dalam acara ini, termasuk Rektor, Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, dan Kabiro.
Acara ini dibuka pada Jumat malam di Hotel Merrumatta. Prof. Dr. H. Masnun Tohir, Rektor UIN Mataram, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang hadir dalam acara ini. "Atas nama pimpinan dan sivitas akademika UIN Mataram Lombok, saya mengucapkan ahlan wasahlan wa marhaban bihudurikum," ucapnya.
Rektor UIN Mataram juga mengajak semua peserta untuk menjadikan silaturahmi ini sebagai awal gerakan bersama untuk membantu dan memajukan beberapa IAIN yang masih belum berubah statusnya menjadi UIN. "Saat ini masih terdapat tiga perguruan tinggi eks IAIN Sunan Ampel Surabaya yang belum menjadi UIN, yaitu IAIN Madura, Kediri, dan Ponorogo dan ini harus kita bantu bersama-sama," ajaknya.
Dalam forum persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya ini, diharapkan akan terbentuk formulasi yang dapat membantu merumuskan langkah bersama. "Apabila UIN Surabaya maju, maka UIN lain juga harus maju dan berkembang," pintanya.
Rektor UIN Mataram menekankan pentingnya kerjasama dalam memajukan PTKIN ini agar dapat berkembang bersama. Selain itu, dalam pertemuan malam ini, dilakukan penandatanganan MoU oleh sembilan rektor sebagai langkah untuk saling melengkapi dan maju bersama. "Kita harus memberikan dukungan kepada satu sama lain agar dapat maju dan berkembang bersama-sama," tegasnya.
Selain itu, melalui forum FGD ini, para rektor dan pimpinan lain yang hadir dapat mendiskusikan isu-isu penting, terutama persoalan P3K yang harus menjadi perhatian bersama. "Banyak sumber daya manusia kita yang belum terserap, dan hal ini harus kita perjuangkan bersama," ungkapnya.
Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Rektor UIN Surabaya yang juga Ketua Persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya, meminta agar persemakmuran ini dapat memberikan pemerataan di berbagai sektor secara adil tanpa ada rasa terancam. Status IAIN Madura, Kediri, dan Ponorogo harus mendapatkan bantuan untuk mengubah statusnya menjadi UIN. "Kita semua wajib memberikan bantuan tanpa ada yang merasa terancam," tegasnya.
Sembilan rektor yang tergabung dalam persemakmuran PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya diharapkan dapat berperan aktif. Kesepakatan yang dicapai dalam FGD ini diharapkan menjadi komitmen bersama. "Jika ada IAIN yang membutuhkan bantuan, jangan ada saling proteksi diri," pesannya.
Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menjelaskan bahwa persemakmuran ini hanya ada di PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan dapat memberikan kemakmuran bersama serta menjadi contoh bagi PTKIN lainnya. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengangkat PTKIN agar dapat diakui secara internasional.
Selain itu, PTKIN memiliki keunggulan dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya, karena tidak hanya memiliki program studi keagamaan, tetapi juga memiliki program studi umum seperti saintek dan kedokteran. "Kita memiliki kelebihan dalam disiplin ilmu agama dan sains, sehingga ini menjadi modal untuk bersaing," jelasnya.
Prof. Zainuddin menambahkan bahwa harapan masyarakat terhadap PTKIN semakin tinggi, dan hal ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan agar kepercayaan masyarakat terjaga. "Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di PTKIN ini," paparnya.
HUMAS UIN MALANG- Sebanyak 20 mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang telah dinyatakan lolos seleksi interview program studi exchange ke negara Eropa. Mereka kembali berkumpul pada hari Kamis (8/6/2023) untuk menerima pengarahan dari Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik, Ketua Senat, dan Kepala Biro AAKK, dan berlangsung di ruang Senat gedung Rektorat lantai 4. Dalam pengarahannya, Prof. Zainuddin memberikan ucapan selamat kepada para peserta yang telah lulus seleksi program studi exchange ke negara Eropa ini.
"Program ini merupakan kali pertama dan menjadi program yang prestisius untuk mengirimkan para mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang belajar ke luar negeri. Program ini harus berhasil agar dapat menambahkan reputasi kampus ini di kancah internasional," papar Prof. Zainuddin.
Prof. Zainuddin juga menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan visi kampus untuk menjadi unggul dan bereputasi internasional. Oleh karena itu, panitia seleksi study exchange ini menjalankan proses seleksi secara objektif tanpa ada istilah titipan. Kemampuan bahasa Arab dan Inggris para peserta harus bagus di atas rata-rata. Selain itu, para peserta yang diberangkatkan harus mampu menyampaikan visi, misi, dan profil UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan baik.
Para peserta juga diharapkan dapat membuat catatan harian selama berada di luar negeri. Catatan tersebut akan berguna sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk program selanjutnya. Prof. Zainuddin berharap catatan-catatan tersebut dapat dibukukan agar dapat dijadikan sumber inspirasi bagi mahasiswa lain yang belum berkesempatan untuk berkuliah di luar negeri.
Ketua Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag, juga turut berbagi pengalamannya saat mengikuti program serupa di Turki. Ia menjelaskan bahwa perbedaan budaya dan geografis akan memberikan pengalaman yang berbeda kepada peserta studi exchange. Dengan demikian, program unggulan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para mahasiswa yang terpilih untuk menjalani kehidupan di luar negeri.
"Meskipun program ini hanya berlangsung selama 14 hari, manfaatnya akan dirasakan secara berkelanjutan dan tidak hanya oleh peserta studi exchange, tetapi juga oleh seluruh civitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang," tegas Prof. Zainal Habib, M.Hum, Manager PMU UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dalam laporannya, Kepala Biro AAKK, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, yang juga menjabat sebagai ketua pelaksana kegiatan studi exchange, menjelaskan bahwa sejak dibukanya pendaftaran program ini, peminatnya sangat banyak. Total pendaftar mencapai 113 peserta, namun melalui proses seleksi administrasi, hanya 91 peserta yang lolos. Kemudian dilakukan proses seleksi lanjutan hingga terpilihlah 20 peserta yang akan mewakili UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam program studi exchange di negara Eropa.
Diharapkan program studi exchange ini dapat memberikan pengalaman berharga dan memperkaya pengetahuan para mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Semoga keberhasilan mereka dalam program ini dapat semakin meningkatkan reputasi kampus dan membuka peluang bagi mahasiswa lainnya untuk mengikuti kesempatan serupa di masa depan
Mendapatkan posisi di perusahaan yang kita incar memang tak mudah. Sebab, agar bisa diterima kerja, para rekruiter akan melirik banyak hal, mulai dari keahlian membuat CV, dan meyakinkan skill yang dimilikinya. Hal ini membuat M. Ilham Fany anak pertama dari tiga bersaudara pasangan dari Bapak Wahyono dan Ibu Toyibatul Alfiyah asal Sampit Kalimantan Tengah ini terpilih menjadi kandidat karyawan di PT. Pura Barutama. Berikut petikan wawancaranya:
Bagaimana perasaan anda saat mngetahui CV anda dilirik PT. Pura Barutama? Pastinya senang dan juga tidak menyangka mas kalau bisa terpilih, karena pada waktu itu peserta workshop pengembangan karir yang diselenggarakan CDC UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pesertanya sangat banyak, dan itupun yang diambil hanya dua CV terbaik saja.
Dari mana anda mendapatkan info workshop tersebut? Saya melihat informasi tersebut dari medsos dan website CDC UIN Malang sekaligus ada teman saya yang memberitahu melalui jejaring sosial.
Jurus apa yang anda gunakan hingga membuat PT. Pura Barutama tertarik? Meskipun basic akademik saya lulusan Humaniora. Akan tetapi saya sangat memiliki minat pada dunia desain, berdasar pengalaman tersebut saya manfaatkan untuk Menyusun CV yang menarik sesuai bidang yang saya tuju. Terutama karna CV Kreatif yang saya buat untuk tidak tidak lupa menaruh foto profil yang formal, info lengkap kontak yang bisa di hubungi, & skill yang dimiliki serta pengalaman kerja dan organisasi kalau bisa dicantumkan sesuai bidang yang ingin dilamar. Hal tersebut juga merupakan pendapat dari pemateri ketika menjadi narasumber ketika pelatihan di UIN Malang.
Sebelumnya apakah sudah punya pengalaman kerja? Sejak lulus tahun 2018, saya hanya memiliki pengalaman kerja freelance saja, selebihnya saya aktif menjadi marbot dari salah satu masjid di Malang sebagai pengurus desain & media sosialnya. Akan tetapi, bagi calon pelamar kerja untuk tidak minder untuk mencoba mencari pekerjaan yang layak meskipun belum pernah memiliki pengalaman kerja sama sekali, yang terpenting cantumkan saja pengalaman organisasi yang pernah diikuti dan berbagai pelatihan yang pernah diikuti dan sesuaikan pada bidang yang ingin dilamar dengan informasi se-apik mungkin ke dalam selembar CV.
Posisi apa yang anda pilih di PT. Pura Barutama? Posisi yang saya pilih adalah desain grafis, namun untuk penempatan saya tidak menutup diri untuk bekerja pada bidang lain selama itu sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang saya miliki khususnya di bidang kreatif. Semua orang pasti akan menyukai pekerjaannya jika sesuai dengan skill yang dimilikinya. Selain itu juga tidak menutup kemungkinan kita dalam perusahaan dituntut untuk bisa beradaptasi cepat sesuai dengan kebutuhan pangsa pasar. Sebagai karyawan pun juga di tuntut untuk selalu inovatif dan menuangkan ide kreatifnya agar bisa bertahan dan bisa mengikuti perkembangan zaman.
Dari mana anda belajar desain grafis? Sejak MAN saya sudah tertarik dengan industri kreatif terutama pada bidang desain grafis lalu saat kuliah tepatnya di semester III mulai coba-coba belajar desain grafis secara otodidak dan mulai mengikuti berbagai kelas pelatihan online dan juga mencari referensi desain melalui berbagai website. Dari situ saya mulai mengasah kemampuan hingga akhirnya memberanikan diri untuk terjun ke dunia kreatif & membuka jasa desain grafis secara freelance hingga sekarang.
Menekuni hobi tertentu banyak dilakukan generasi muda saat ini. Namun ada pula yang berawal dari hobi justru bisa meraih berbagai prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Seperti hobi mahasiswa Fakultas Saintek, Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Fitri Purwanti (22) yang terpilih sebagai peserta dengan CV terbaiknya, hingga akhirnya dia pun terpilih menjadi kandidat karyawan di PT. Pura Barutama. Berikut hasil reportasenya.
Hobi berniaga dan membacanya memunculkan banyak ide kreatifnya yang mendorong putri dari pasangan Bapak Sutarji dan Ibu Sriyati ini terpilih sebagai salah satu peserta dengan CV yang dinilai menarik perusahaan nasional ternama di Indonesia tersebut. Kuncinya, membuat CV yang baik itu harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan tersebut apakah menggunakan CV dengan format ATS agar bisa mempermudah proses seleksi oleh rekruter atau membuat CV Kreatif yang umumnya digunakan melamar pekerjaan pada bidang industri kreatif, misalnya desain grafis. Sementara, CV ATS digunakan untuk melamar pekerjaan secara umum. “CV ATS terlihat lebih profesional dan lebih mudah dibaca oleh personalia perusahaan karena formatnya sudah baku,” jelas Fitri. Sejak beberapa waktu yang lalu mengikuti workshop pengembangan karir yang dimotori Career Development Center (CDC) UIN Maliki Malang, Fitri sapaan akrabnya termotivasi untuk ikut dalam kegiatan tersebut untuk melatih kemampuannya dalam membuat CV yang menarik dan diminati oleh perusahaan. Fitri menyampaikan, sejak mulai SD memang dirinya sudah tertarik dengan dunia desain khususnya di bidang teknik arsitektur, keinginanya semakin menguat sehingga ia mengupayakan serta mempersiapkan diri untuk lolos di program studi ini melalui jalur akademik. Hingga akhirnya, keinginan kuatnya untuk menekuni dunia arsitektur itu ia wujudkan masuk di salah satu PTKIN ternama yaitu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Fitri juga pernah meraih sertifikat IT Support Google by Coursera , Pertahanan terhadap Kejahatan Digital by Coursera, dan juga bersama tim meraih juara harapan 1 bidang Desain Arsitektur Islami dalam ajang OASE yang diselenggarakan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Soal pengalaman kerja di dunia freelance, Fitri juga memiliki pengalaman kerja bersama tim dalam membuat master plan Goa Tumpuk Kabupaten Blitar, Perancangan Pondok Pesantren Wagir, Kabupaten Malang, dan juga perancangan asrama dan kantor Pondok Pesantren Darur Roja, Blitar. “Pengalaman mengerjakan proyek itu saya jalani sejak 2019 hingga 2021,” tutur mahasiswi semester VIII Jurusan Teknik Arsitektur itu. Tak hanya itu, untuk melengkapi deretan pengalaman di dunia arsitektur tersebut, Fitri juga aktif menulis buku non fiksi dan sudah menerbitkan tiga buku kolaboratif. “Saya sendiri menyukai hal baru, dan selain membaca saya juga suka menulis,” paparnya. Selain menulis buku, perempuan kelahiran Blitar ini juga aktif menjadi mitra ruang guru. Kesibukan ini ia jalani sejak 2020 hingga sekarang. Selain itu, ia juga aktif bekerja sebagai content creator di beberapa platform digital. “Pekerjan sebagai content creator saya lakukan sejak masa pendemi dan berlanjut hingga sekarang,” jelasnya saat diwawancarai di kantor Humas UIN Malang. Semua pengalaman ini, tambah dia, digunakan sebagai pengalaman sekaligus menjadi materi dalam penyusunan CV kreatifnya. Dia paham bahwa PT. Pura Barutama menghendaki untuk mengajukan dengan menggunakan format CV Kreatif. “PT. Pura Barutama memang tidak hanya melihat background akademiknya saja. Akan tetapi lebih pada pengembangan potensi dirinya ke depan,” jelasnya. Lulusan boleh dari jurusan apa saja, yang terpenting bagaimana sesorang tersebut bisa berkembang dan mengikuti kebutuhan pasngsa pasar yang terus berkembang. “Faktanya, 70-80 persen di dunia kerja kreatif banyak karyawan yang bekerja tidak sesuai dengan background lulusan akademiknya,” pungkasnya.