SERIUS: Salah satu peserta SSE UM-PTKIN Panlok UIN Maliki Malang tampak serius mengerjakan soal ujian di ruang laboratorium komputer Fakultas Saintek. Selasa (30/5/2023).
HUMAS UIN MALANG- Ketidak hadiran peserta Seleksi Serentak Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) di Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang terus mengalami penurunan. Sejak pelaksanaan tes dimulai, Panitia Lokal (Panlok) UM-PTKIN UIN Maliki Malang mencatat bahwa tingkat ketidakhadiran semakin menurun setiap sesinya. Selasa (30/5/2023).
Menurut data yang diperoleh pada hari pertama ujian, terdapat 16 peserta yang absen pada sesi 1, 13 peserta absen pada sesi 2, 11 peserta absen pada sesi ke-3, dan 8 peserta yang tidak hadir pada sesi ke-4. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Panlok SSE UM-PTKIN UIN Maliki Malang, H. Imam Ahmad.
H. Imam Ahmad menjelaskan bahwa pada hari pertama tes, persentase peserta yang tidak hadir pada sesi pertama mencapai 5,99 persen, sesi kedua sebesar 4,87 persen, dan sesi ketiga sebesar 4,12 persen. "Namun, pada hari kedua, pada sesi keempat, jumlah peserta yang tidak hadir mengalami penurunan signifikan hanya sebesar 3 persen, sementara peserta yang hadir mencapai 97 persen," paparnya.
Total peserta per sesi dalam tes ini mencapai 267 orang, sementara jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti tes UM-PTKIN di kampus UIN Maliki Malang mencapai 801 peserta setiap harinya. "Jika dijumlahkan secara keseluruhan, peserta yang mengikuti Seleksi Serentak Masuk PTKIN di Panlok UIN Maliki Malang mencapai 3.060 orang," jelasnya.
Perlu diketahui bahwa jumlah peminat calon mahasiswa UIN Maliki Malang melalui jalur UM-PTKIN 2023 mencapai 10.016 peserta, yang tersebar di tiga pilihan. "Kami berharap agar pelaksanaan tes Seleksi Serentak Masuk PTKIN di Panlok UIN Maliki Malang dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan data yang valid," harap H. Imam Ahmad.
Diharapkan dengan penurunan jumlah peserta yang tidak hadir, pelaksanaan tes UM-PTKIN UIN Maliki Malang dapat berjalan lebih efisien dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua peserta.
MONITORING: Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag saat menyapa salah satu peserta difabel asal Jombang. Selasa (30/5/2023).
HUMAS UIN MALANG - Pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi jalur UM PTKIN di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memasuki hari kedua terpantau lancar. Sebanyak 267 peserta dijadwalkan mengikuti seleksi pada sesi 1 pagi ini, yang dilaksanakan di ruang laboratorium Fakultas Saintek lt.3 dan 4. Selasa (30/5/2023).
Hasil rekapitulasi Panlok SSE UM-PTKIN UIN Maliki Malang mencatat bahwa dari total 267 peserta pada sesi 1 pagi ini, terdapat 8 peserta yang tidak hadir mengikuti seleksi UM PTKIN. Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. A. Fatah Yasin, M.Ag, hadir langsung untuk memantau jalannya ujian UM PTKIN.
Prof. Umi memberikan semangat kepada semua peserta, terutama kepada dua peserta difabel, yaitu Ahmad Tajuddin az Zaki dari Dampit Malang dan Dhimas Ramadhani Arif Pratama dari Jombang. "Alhamdulillah, pelaksanaan UM PTKIN hari kedua di UIN Maliki Malang terpantau lancar di seluruh ruangan," ujarnya.
Meskipun dua peserta tersebut menghadapi keterbatasan fisik akibat kecelakaan dan kelainan bawaan sejak lahir, mereka tetap mendapatkan pelayanan yang baik tanpa membedakan statusnya. "Panlok akan tetap memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa, baik yang difabel maupun yang berkeadaan fisik normal," tegasnya.
Menanggapi pertanyaan tentang toleransi keterlambatan bagi peserta, Prof. Umi menyampaikan bahwa aturan keterlambatan peserta telah diatur oleh panitia pusat UM PTKIN. Setidaknya, toleransi keterlambatan tidak boleh lebih dari 30 menit. "Jika peserta terlambat lebih dari 30 menit, mereka tidak diperbolehkan masuk ruangan ujian, dan ini merupakan aturan nasional," paparnya.
Bagi peserta yang terlambat, tidak akan diberikan tambahan waktu untuk mengerjakan soal ujian, karena hal ini sudah diatur dalam sistem SSE UM-PTKIN. "Mudah-mudahan, pada sesi kedua dan ketiga, semua peserta dapat hadir dan tidak ada yang terlambat," harapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag, menjelaskan bahwa kuota jalur UM PTKIN di UIN Maliki Malang hanya sebanyak 1.131 kursi. Jumlah total pendaftar UM PTKIN yang memilih UIN Maliki Malang mencapai 10.016 peserta. "Jadi, persaingannya cukup ketat, dengan rasio satu banding sembilan (1:9)," jelasnya.
Dr. Ahmad Fatah Yasin berharap agar semua peserta dapat mengikuti proses seleksi ini dengan baik dan lancar tanpa menghadapi kendala teknis apa pun. "Sebanyak 3.060 peserta UM PTKIN akan melaksanakan proses seleksi di UIN Maliki Malang," pungkasnya.
HUMAS UIN MALANG-Pelaksanaan Seleksi Serentak Masuk Universitas Negeri dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM-PTKIN) 2023 Panlok UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah dimulai. Acara ini diikuti oleh 3.060 peserta yang terbagi menjadi tiga sesi setiap harinya. Panlok UIN Maliki Malang telah menjadwalkan pelaksanaan UM PTKIN ini selama empat hari, dimulai dari Senin (29/5/2023) hingga Kamis (8/6/2023). Ketua Panlok UM PTKIN UIN Maliki Malang, H. Imam Ahmad, menjelaskan bahwa kuota jalur UM PTKIN ini mencapai 1.200 calon mahasiswa baru. Sementara sisanya akan diisi melalui jalur Mandiri tulis. Jumlah total pendaftar UM PTKIN secara keseluruhan di UIN Maliki Malang mencapai 10.016 peserta melalui pilihan 1, 2, dan 3. "Alhamdulillah, minat terhadap UIN Malang tetap tinggi dan memudahkan panitia seleksi dalam mencari mahasiswa yang berkualitas," ujarnya.
Pada hari pertama pelaksanaan tes SSE UM-PTKIN, tercatat 95 persen dari 801 peserta hadir mengikuti ujian. Sementara itu, terdapat 38 peserta yang tidak hadir pada hari pertama, yang tersebar di beberapa sesi. Sesi pertama memiliki 16 peserta yang tidak hadir, sesi kedua 13 peserta, dan sesi ketiga 10 peserta yang tidak hadir. "Jumlah tersebut masih dalam batas wajar karena 95 persen peserta hadir mengikuti seleksi UM PTKIN," tambahnya. Ketika ditanya tentang alasan ketidakhadiran peserta, H. Imam Ahmad menjelaskan bahwa peserta yang tidak hadir tidak memberikan keterangan apa pun. Oleh karena itu, panitia yang bertugas di sistem SAPA tidak dapat memberikan penjelasan mengenai alasan ketidakhadiran tersebut. "Mereka memang tidak memberikan konfirmasi apa pun terkait ketidakhadirannya," jelas H. Imam Ahmad. "Alhamdulillah, pelaksanaan UM PTKIN di UIN Malang hari ini berjalan dengan baik dan kami berharap besok akan lebih lancar dan siap untuk melaksanakan ujian UM PTKIN ini," harapnya. H. Imam Ahmad juga menyampaikan bahwa untuk pelaksanaan hari kedua, panitia akan memulai persiapan tepat pukul 06.30 WIB. Persiapan tersebut meliputi koneksi dengan zoom dan aplikasi kepanitiaan nasional. "Insya Allah, besok Gus Menteri akan berkomunikasi dengan panitia nasional dan lokal melalui zoom," terangnya.
HUMAS UIN MALANG - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus menjadi primadona bagi calon mahasiswa jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN). Sebanyak 1547 peserta memilih Prodi PAI di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada seleksi tahun ini. Senin (29/5/2023).
Menempati peringkat kedua, Fakultas Syariah juga tidak kalah diminati dengan jumlah peminat mencapai 1229 peserta. Sementara itu, posisi ketiga diduduki oleh Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) dengan jumlah peserta sebanyak 904. Sisanya tersebar di sepuluh Program Studi lainnya yang ditawarkan.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah menyampaikan bahwa UM PTKIN ini merupakan jalur yang hanya membuka khusus untuk Prodi keagamaan saja, dan UIN Maliki Malang sudah membuka 13 Prodi dari jalur UM PTKIN 2023 ini. "Alhamdulillah total peminat dari pilihan pertama, kedua, dan ketiga mencapai 10.016 peserta," paparnya.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (AAKK), Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, berharap hasil seleksi calon mahasiswa baru dari jalur UM PTKIN ini benar-benar dapat menghasilkan mahasiswa unggulan yang sesuai dengan visi kampus dalam menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul dan bereputasi internasional. "Hal ini tentunya sejalan dengan visi kampus kita tercinta," paparnya.
Barnoto menjelaskan bahwa tes ini minimal dapat mengelompokkan calon mahasiswa yang memiliki prestasi dan keunggulan di bidang akademik dan keilmuan. Dengan demikian, diharapkan dari proses seleksi ini UIN Maliki Malang akan mendapatkan calon mahasiswa yang unggul, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam karakter ulul albab, yaitu mereka yang berzikir, berfikir, dan beramal shaleh.
Karakteristik mahasiswa seperti ini menjadi harapan UIN Maliki Malang. Artinya, para calon mahasiswa UIN Maliki Malang diharapkan dapat menjadi contoh dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan yang amanah serta senantiasa memegang tinggi sikap kejujuran, amanah, keadilan, dan kebijaksanaan. "Tentunya, untuk mencapai tujuan mulia ini, UIN Maliki Malang harus selektif dalam memilih mahasiswanya melalui proses seleksi seperti jalur UM PTKIN ini," tambahnya.
Diharapkan bahwa dengan adanya proses seleksi yang ketat ini, UIN Maliki Malang akan dapat melahirkan generasi mahasiswa yang berkualitas, berkomitmen terhadap agama, dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat serta menjadi pemimpin masa depan yang dapat memajukan bangsa dan negara.
FOKUS: Peserta UM PTKIN mengikuti ujian seleksi sesi 1 di ruang laboratorium komputer Fakultas Saintek lt.3, Senin (29/5/2023).
HUMAS UIN MALANG - Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2023 dilaksanakan secara serentak oleh 59 PTKIN di seluruh Indonesia. Jumlah total peserta yang mengikuti ujian ini mencapai angka yang cukup signifikan yaitu mencapai 40.006 peserta dari seluruh Indonesia. Senin (29/5/2023).
Dalam keterangannya, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, menjelaskan bahwa seleksi UM-PTKIN merupakan pola seleksi yang dilakukan secara bersama oleh 59 PTKIN (UIN, IAIN, STAIN) dan PTN dengan Program Studi Keagamaan yang mendapatkan izin operasional dari Kementerian Agama RI.
Seleksi dilakukan melalui ujian tulis berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Perguruan Tinggi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Prof. Nizar menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk melakukan perbaikan melalui pintu masuk PTKIN.
"Untuk mendapatkan mahasiswa yang baik dan berkualitas, proses seleksi masuk perguruan tinggi sangat penting. Ini sebagai kontrol terbaik untuk melakukan pemetaan sekaligus melihat prestasi mahasiswa," paparnya. Selain itu, proses seleksi ini juga memberikan gambaran mengenai minat mahasiswa di setiap program studi yang tersedia di PTKIN.
Prof. Nizar juga berharap agar setiap perguruan tinggi dapat melakukan evaluasi terhadap program studi yang memiliki minat pendaftar yang rendah. Evaluasi ini bukanlah untuk menghapus program studi tersebut, melainkan untuk mengambil langkah-langkah agar program studi tersebut dapat kembali menarik minat calon mahasiswa baru.
"Program studi yang kurang diminati dapat memberikan peluang beasiswa bagi calon mahasiswa, sehingga mereka tertarik untuk memilih program beasiswa tersebut," tambahnya.
Sementara itu, dalam pelaksanaan UM-PTKIN di Panlok UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar dan tertib. Panitia juga sigap memberikan bantuan dan petunjuk kepada peserta yang membutuhkan.
"Jumlah peserta UM-PTKIN yang mengikuti ujian di UIN Maliki Malang mencapai 3060 peserta," ungkap Prof. Zainuddin.
Dalam hal jumlah pendaftar, UIN Maliki Malang mencatat angka 10.016 peserta yang memilih untuk kuliah di perguruan tinggi tersebut. Jumlah ini merupakan total pilihan pertama, kedua, dan ketiga dari para pendaftar. Prof. Zainuddin menyambut dengan gembira peningkatan minat masyarakat terhadap UM-PTKIN setiap tahunnya.
Menyikapi kuota penerimaan melalui jalur UM-PTKIN, Prof. Zainuddin menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 50 persen dari kursi yang tersedia. Namun, meskipun minat pendaftar sangat tinggi, UIN Maliki Malang tidak dapat menerima lebih dari lima ribu peserta. Keputusan ini disesuaikan dengan kapasitas ma'had yang ada.
"Kedepannya, jika ma'had kampus 3 sudah selesai, UIN Maliki Malang berharap dapat menambah kuota penerimaan mahasiswa baru lebih dari lima ribu mahasiswa. Kapasitas ma'had kampus 3 direncanakan untuk menampung 4000 mahasiswa baru," jelas Prof. Zainuddin.
Dengan pelaksanaan UM-PTKIN yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, diharapkan dapat terpilih calon mahasiswa yang berkualitas dan berkompeten dalam bidang keagamaan Islam. Proses seleksi ini diharapkan juga dapat memberikan informasi yang berguna bagi perguruan tinggi dalam melakukan peningkatan kualitas pendidikan dan minat peminat di berbagai program studi yang ditawarkan.
HUMAS UIN MALANG- Dalam upaya meningkatkan transparansi dan aksesibilitas hasil penelitian, kewajiban publikasi telah diatur dalam Surat Dirjen Dikbud, nomor 152/E.T/2012/, tanggal 27 Januari 2012. Hal ini dikemukakan oleh Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, Guru Besar Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang juga merupakan Tim Penilai PAK Dosen Nasional di Kemendikbud RI.
Dalam seminar "Workshop Penguatan Jurnal Bereputasi" yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS), Prof. Sani mengungkapkan bahwa kewajiban publikasi juga berlaku bagi para dosen yang telah menerima tunjangan sertifikasi dosen sebagai pendidik profesional. Publikasi ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian mahasiswa, dosen, dan peneliti lainnya melalui sebuah kanal yang disebut Jurnal Ilmiah.
Prof. Sani menjelaskan bahwa pengelolaan jurnal bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan ketelatenan, kesabaran, dan ketahanan yang tinggi. Selain itu, menghadapi deadline artikel yang masih dalam proses revisi dan belum kembali juga menjadi tantangan. Terlebih lagi, terdapat banyak artikel yang harus diterima dan diterbitkan baik dari pimpinan maupun kolega, sementara proses perbaikan secara substansi, layout, narasi, dan proofread tidak sesuai dengan template jurnal. Hal ini semakin meningkatkan beban psikologis bagi pengelola jurnal. Sayangnya, honorarium pengelola jurnal tidak sebanding dengan risiko pekerjaan yang diemban.
Namun, ada kebanggaan tersendiri ketika jurnal yang dikelola berhasil meraih peringkat akreditasi yang baik, seperti naik ke Sinta-2 dan Sinta-1, bahkan terindeks di database internasional seperti Scopus atau Web of Science (WoS). Menjaga kualitas dan integritas jurnal harus menjadi prioritas bagi pengelolanya. Tidak boleh mengorbankan idealisme dan integritas demi keuntungan semata, agar jurnal tersebut tidak mengalami penurunan akreditasi bahkan dibatalkan oleh Scopus atau WoS. Dampaknya akan merugikan banyak pihak, tidak hanya reputasi jurnal dan institusinya, tetapi juga para penulis yang telah mempublikasikan artikel. Artikel tersebut menjadi syarat penting untuk kenaikan pangkat dosen, baik menjadi Lektor Kepala maupun Guru Besar.
Dengan adanya kewajiban publikasi hasil penelitian yang telah diatur dalam Surat Dirjen Dikbud, diharapkan akan tercipta ekosistem penelitian yang lebih terbuka dan berkualitas. Keberhasilan publikasi akan memberikan manfaat besar bagi dunia akademik dan juga pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
KORDINASI AKHIR: Ketua Panlok SSE UM-PTKIN UIN Maliki Malang H. Imam Ahmad (kiri) saat memimpin rapat. Jumat (26/5/2023).
HUMAS UIN MALANG - Panlok (Panitia Lokal) Seleksi Serentak (SSE) UM-PTKIN di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan rapat koordinasi akhir dalam persiapan menghadapi tes seleksi yang akan datang. Rapat tersebut berlangsung pada hari Jumat (26/5/2023) di kampus universitas tersebut.
H. Imam Ahmad, Kabag Akademik sekaligus Ketua Panlok UM-PTKIN UIN Maliki Malang, meminta laporan kesiapan dari setiap seksi panitia. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi progres yang telah dicapai oleh para panitia dan mengetahui persentase persiapan yang sudah dilakukan. "Saya ingin ujian ini bisa berjalan lancar, dan hasilnya valid," tegasnya.
Untuk memastikan proses seleksi berjalan dengan baik, koordinator ruangan bertanggung jawab diminta untuk memberikan arahan yang jelas kepada para peserta. Panitia inti juga akan selalu siap sedia untuk memberikan pelayanan terbaik. "Jadi jika ada kendala, segera komunikasikan dengan kami yang bertugas di lapangan," pintanya.
Imam Ahmad menekankan pentingnya menabulasi dan segera menyelesaikan segala kekurangan yang ada. Ia mengungkapkan bahwa total pendaftar UM-PTKIN yang memilih UIN Maliki Malang mencapai 10.016, namun hanya 3.060 peserta yang akan melaksanakan ujian di UIN Maliki Malang. "Meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak, mereka harus tetap mendapatkan pelayanan yang baik," tekannya kepada panitia lokal UIN Maliki Malang.
Ia juga menegaskan bahwa komitmen dari para anggota panitia akan menentukan kesuksesan pelaksanaan UM-PTKIN 2023 di UIN Maliki Malang. Oleh karena itu, kerjasama dan kekompakan Panlok UM-PTKIN UIN Maliki Malang sangat penting untuk menjamin kelancaran pelaksanaan SSE UM-PTKIN ini. "Semoga pelaksanaan UM-PTKIN yang dijadwalkan mulai 29 Mei hingga 5 Juli 2023 ini bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun," harapannya.
INTERVIEW: Rektor UIN Malang, WR IV, dan Karo AAKK meninjau langsung pelaksanaan interview peserta study exchange di ruang pertemuan gedung Rektorat lt.3, Jumat (26/5/2023).
HUMAS UIN MALANG - Setelah melalui seleksi administrasi dan tes akademik yang ketat, 91 peserta Study Exchange UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2023 memasuki tahapan interview atau wawancara. Tahapan ini merupakan langkah penting dalam menentukan peserta yang akan mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri, Jumat (26/5/2023). Sejak pagi hingga sore ini, para peserta akan mengikuti tes wawancara yang terbagi menjadi dua tahapan. Kepala Biro AAKK, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, menjelaskan bahwa sesi pagi ini akan dilaksanakan interview dalam Bahasa Arab, sedangkan sesi siang akan dilakukan dalam Bahasa Inggris. "Peserta yang berjumlah 91 orang ini berasal dari jenjang program sarjana dan pascasarjana," jelasnya.
Studi Exchange ini direncanakan akan dilaksanakan antara bulan Juli hingga September, dengan mengikuti kerjasama yang telah terjalin antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan beberapa perguruan tinggi di luar negeri, salah satunya adalah Istambul University di Turkey. "Hal ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan kampus yang unggul dan bereputasi internasional," ungkap Barnoto saat ditemui di kantornya. Ketika ditanya mengenai kuota peserta, Dr. H. Barnoto menyampaikan bahwa hanya akan dipilih 20 peserta dari total 91 peserta yang mengikuti tahapan wawancara ini. Hal ini dikarenakan ini adalah kali pertama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan program Study Exchange ini. "Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga untuk pengembangan di masa yang akan datang dan sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)," paparnya. Para peserta diwajibkan memiliki kemampuan bahasa yang baik, baik dalam Bahasa Arab maupun Bahasa Inggris. Kemampuan bahasa ini merupakan syarat mutlak yang harus dikuasai oleh para peserta, mengingat mereka akan berada di lingkungan perguruan tinggi di luar negeri yang menggunakan bahasa tersebut. "Melalui tes wawancara ini, kami akan menilai kemampuan bahasa serta pengetahuan akademik para peserta," terangnya.
Tidak hanya itu, setelah kembali dari program pertukaran pelajar, peserta diharapkan dapat membagikan ilmu dan pengalamannya di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini bertujuan agar manfaat yang diperoleh dapat diadopsi dan diterapkan dalam pengembangan pembelajaran di kampus tersebut. "Mereka akan diminta untuk berbagi pengalaman dengan sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang," tegasnya. Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. H. Isroqunnajah, MAg, turut hadir untuk melakukan monitoring terhadap proses wawancara pada program Student Exchange. Proses wawancara dilakukan secara terpisah di empat lokasi, yaitu ruang pertemuan Gedung Rektorat Lt.3, Ruang Senat, Ruang LPM, dan Ruang PMU. Dengan adanya program Study Exchange ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan kemampuan akademik dan bahasa mereka, serta membawa pengalaman berharga bagi perkembangan kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Program ini juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan visi kampus yang unggul dan berkontribusi pada pengembangan pendidikan di tingkat internasional.
HUMAS UIN MALANG - Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) XVI IAIN Gorontalo mengadakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan kerajinan kain kerawang, sebuah warisan budaya Indonesia yang mulai terancam punah. Acara tersebut berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Kampus II IAIN Gorontalo pada hari Jum'at, 26 Mei 2023, Jumat (26/5/2023).
Dalam kegiatan ini, peserta yang hadir adalah perwakilan putra dan putri dari setiap kontingen PTK dari seluruh Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh 60 peserta, termasuk dua perwakilan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu A. Miftachul Ulum dan Annisa Wulandari.
Materi yang disampaikan pada acara ini adalah "Materi Kerajinan Kain Kerawang" yang dipresentasikan oleh Lailany Yahya, M.Si, seorang dosen dari Universitas Negeri Gorontalo. Lailany Yahya adalah seorang pengerajin lokal yang ahli dalam kerajinan kain kerawang.
Dalam presentasinya, Lailany Yahya menjelaskan bahwa kain kerawang adalah jenis kain yang dihiasi dengan kerawang, sebuah teknik menyulam tradisional yang telah ada sejak sebelum penjajahan Belanda. Pada masa itu, menyulam masih dilakukan secara manual tanpa bantuan mesin. Hanya sejumlah ibu-ibu dari Gorontalo yang memiliki keahlian untuk membuat kerajinan ini. Proses pembuatan kain kerawang memakan waktu selama tiga hari.
Namun, sejak awal tahun 2000-an, kerajinan kain kerawang mulai mengalami penurunan minat dan pengerajinannya hampir punah. Harga yang tidak sebanding dengan waktu dan kerja keras yang diperlukan, yakni hanya 12.000 rupiah untuk kain sekecil itu, menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan minat tersebut.
Dalam materi tersebut, Lailany Yahya juga menjelaskan perbedaan antara kerawang Manila dengan kerawang ikat. Kerawang Manila hanya dimasukkan ke dalam lubang kain sekali, sedangkan kerawang ikat memasukkan benang sebanyak empat kali pada setiap lubang.
Setiap peserta diberikan kain, benang, bros, dan batok kelapa untuk mempraktekkan materi yang disampaikan. Mereka diajari untuk membuat kerajinan kain kerawang yang nantinya akan dijadikan bros.
Dalam akhir presentasinya, Lailany Yahya berharap agar generasi muda, terutama para anggota Pramuka, dapat tetap menjaga kerajinan-kerajinan tradisional Indonesia seperti kerajinan kain kerawang ini. Upaya menjaga keberlanjutan kerajinan-kerajinan tersebut sangat penting