BANTU SESAMA: Rektor dan Ketua DWP UIN Maliki Malang menyerahkan paket sembako kepada salah satu karyawan BLU UIN Maliki Malang.
HUMAS UIN MALANG-Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Bazar Ramadan dengan tema "Menumbuhkan Solidaritas dan Ukhwah Islamiah" di halaman Ma’had Al Jamiah, Rabu, (5/4). Acara tersebut dibuka langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA dan didampingi langsung oleh Ketua DWP UIN Maliki Malang Dra. Shofiyah Zainuddin. Ibu Shofiyah menyampaikan, bazar ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membangun kepedulian antar sesama dengan cara memberikan bantuan berupa sembako murah terhadap para warga yang kurang mampu serta kepada anak yatim piatu yang berada di sekitar kampus UIN Maliki Malang. Tak hanya itu, DWP juga sudah menyiapkan 300 paket sembako kepada para karyawan BLU di lingkungan UIN Maliki Malang dan semoga paket sembako ini bisa membantu para warga yang kurang mampu, khsusnya bagi warga di lingkungan UIN Maliki Malang. “Semoga tahun depan jumlah paket sembakonya bisa bertambah lebih banyak lagi sehingga bisa menjangkau masyarakat lebih luas lagi,” harapnya. Ibu Shofiyah mengucapkan rasa terima kasihnya yang tak terhingga kepada para donator baik dari unsur pimpinan di lingkungan UIN Maliki Malang mapun pihak luar seperti Bank BTN Syariah, BRI dan yang lainnya. “Semoga bantuan ini bisa membawa keberkahan dan manfaat,” doanya. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA juga mengapresiasai kepada para ibu-ibu DWP UIN Maliki Malang yang selalu berperan aktif membantu membangun kepedulian sosial seperti menggelar bazar sembako murah di bulan Ramadan ini. Tentunya kegiatan ini sangat baik sekali, apa lagi tujuan utama dari kegiatan ini untuk membangun solidaritas dan rasa peduli terhadap sesame. “Saya senang sekali menghadiri kegiatan seperti ini, dan semoga kegiatan ini membawa berkah dan dicatat sebagai amal soleh,” doanya. Ini merupakan program yang perlu di dukung oleh semua pihak, apalagi kegiatan seperti ini sangat dinanti-nati oleh masyarakat. Ini merupakan kontribusi dari semua pihak sangat membantu sekali, dan mudah-mudahan sodaqoh dan infaq yang diberikan oleh DWP ini diterima oleh Allah SWT. Pesan Ibu Menteri DWP Kemenag Pusat meminta agar ibu-ibu dharma wanita bisa terus berperan aktif untuk membantu kepada sesame, dan semoga kegiatan ini bisa berjalan lancer dan sesuai target yang dinginkan Bersama. “Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi dari tri Dharma perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.
HUMAS UIN MALANG-Hari ini, Senin tanggal 3 April 2023, Ketua Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Imam Taufiq, mengumumkan hasil seleksi SPAN-PTKIN secara serentak. Dalam pengumuman tersebut, Imam Taufiq mengungkapkan bahwa SPAN-PTKIN tahun ini diikuti oleh 176.413 siswa dari seluruh UIN, IAIN, dan STAIN di seluruh Indonesia.
Hasil seleksi dapat dilihat oleh para peserta melalui laman https://pengumuman-span.ptkin.ac.id/ dengan memasukkan nomor NISN siswa. Para peserta yang dinyatakan lulus seleksi diharapkan segera melakukan registrasi ke kampus masing-masing dan memanfaatkan skema beasiswa yang disediakan oleh kampus PTKIN, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang bekerja sama dengan LPDP, Beasiswa Baznas, dan lainnya. Seleksi SPAN-PTKIN merupakan pola seleksi nasional yang dilaksanakan secara serentak oleh seluruh UIN, IAIN, dan STAIN dalam satu sistem yang terpadu. Seleksi dilakukan berdasarkan penjaringan prestasi akademik siswa dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi lainnya, tanpa dilaksanakan ujian tertulis. Selain itu, Imam Taufiq juga menyampaikan bahwa setelah SPAN-PTKIN, Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN akan menggelar seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). Bagi peserta yang belum dinyatakan lulus SPAN-PTKIN, masih diberikan kesempatan untuk mendaftar di jalur UM-PTKIN yang akan dibuka pada tanggal 10 April hingga 15 Mei 2023. “Bedanya, dalam seleksi UM-PTKIN, akan dilaksanakan ujian berbasis komputer yang dilaksanakan di masing-masing PTKIN,” paparnya. Imam Taufiq juga menambahkan bahwa para peserta yang ingin mendaftar di jalur UM-PTKIN dapat mengakses link pendaftaran di https://um.ptkin.ac.id/. Dengan adanya jalur seleksi ini, para peserta yang belum lulus seleksi SPAN-PTKIN masih memiliki kesempatan untuk dapat diterima di PTKIN melalui jalur UM-PTKIN.
HUMAS UIN MALANG-Menurut Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Tim Penilai PAK Dosen Nasional Ristekdikbud, jumlah Profesor atau Guru Besar di Indonesia masih rendah. Dari 311.63 dosen aktif di Indonesia, hanya sekitar 2,61% yang bergelar Profesor atau Guru Besar. Hal ini terjadi karena para dosen kurang memahami persyaratan Angka Kredit yang diperlukan untuk meningkatkan jabatan atau kepangkatan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk ke Guru Besar, Senin (3/4).
Prof. Sani menjelaskan bahwa aturan yang berlaku saat ini sebenarnya menguntungkan para dosen untuk mempercepat kenaikan pangkat atau jabatan. Sebagai contoh, para dosen bisa langsung mengajukan ke Guru Besar dari Lektor dengan menambahkan 4 artikel di Scopus yang 2 diantaranya dengan SJR 0,4. Dosen yang sudah menyelesaikan Studi S3 (Doktor) dalam 1 tahun juga dapat mengajukan ke Guru Besar dengan menyertakan 2 karya ilmiah di Scopus dengan SJR di atas 0,1, atau Web Of Science (WoS), JIF 0,05. Selain itu, hanya perlu memenuhi salah satu dari 4 persyaratan tambahan untuk ke Guru Besar, seperti menjadi penguji program Doktor, Pembimbing Program Doktor, atau reviewer di jurnal internasional bereputasi dan menerima Hibah penelitian sebagai ketua di luar hibah disertasi.
Namun, Prof. Sani juga mengingatkan bahwa karya ilmiah yang diakui untuk syarat khusus ke Lektor Kepala dan Guru Besar harus sesuai dengan keilmuan, memiliki proses review yang baik, tidak ditemukan gaya selingkung yang berbeda di tiap volume, dan cek plagiasi dibawah 25%. Jurnal yang dituju juga harus tidak termasuk predatori List Bell’s, tidak cancelled/discountinued, bukan cloning atau hijack, serta tidak multidisipliner keilmuan.
Terakhir, Prof. Sani juga mengingatkan para dosen bahwa aturan terbaru PANRB, nomor 1 tahun 2023, yang berlaku efektif 1 Juli 2023, akan mengubah mekanisme dan metode penilaian kepangkatan. Para dosen diharapkan untuk segera mengajukan angka kredit yang diperoleh setelah SK terakhir sampai 31 Desember 2022 sebagai pengakuan angka kredit, yang nantinya akan dikonversi menjadi angka kredit yang baru. Dengan demikian, para dosen tidak akan merasa dirugikan hasil kinerjanya. Harapannya, aturan baru ini bisa lebih mempermudah para dosen untuk mencapai cita-cita sebagai Guru Besar atau Profesor.
Jenazah Dr. KH. Ahmad Muzakki, MA saat akan diberangkatkan menuju kampung halamannya di Madura
Kyai Muzakki, yang Bahagia dan Membahagiakan (Dosen Sastra Arab UIN Malang, hari ini dipanggil oleh Allah SWT)
Oleh: Halimi Zuhdy*
"Mas, odek tadek se taoh, sepenting bisa berkhidmah ka umat, insyallah berkah (hidup tidak ada yang tahu, yang penting bisa berkhidmah, insyallah hidupnya berkah)" kata Yai Muzakki di dalam mobil menuju arah Batu beberapa bulan yang lalu. Asyik ngobrol berdua sama beliu, sesekali humor khasnya keluar. Perjalanan tidak terasa jauh, karena setiap nasehatnya selalu diselingi guyonan khas Madura. "Saya alhamdulillah, sudah beli tanah di madura, nanti mau buat pondok dan sekolah, murah tapi berkualitas, dan ingin kembali ke Madura" kata-kata yang sering saya dengar dari beliau. Keinginan-nya cukup besar untuk membuat lembaga, tujuannya hanya satu berkhidmah untuk ummah.
"Tidak banyak yang bisa saya lakukan mas, yang penting bisa nemani guru, berkhidmah juga pada guru, seperti Kyai Masduqie Machfudh, Kyai Marzuki, KH. Chamzawi, Kyai Isyraqun Najah dan lainnya" beliau diam, kemudian lepas lagi guyonannya "Maka, saya selalu usahakan kalau di Mergosono, sesibuk apa pun saya, secapek apa pun saya, pasti saya berangkat untuk ngaji di Diniyah". Saya merenung, ini luar biasa keistiqamahan beliau. Bahkan, ketika berada di tempat yang cukup jauh, dan beliau selamar dengan saya, beliau ngaji ke Mergosono. "Kalau saya ke gasek, berkhidmah pada Kyai Marzuki, saya hanya ingin keberkahan, kalau umur saya tidak panjang, atau saya tidak bisa berbuat banyak untuk anak-anak saya dan keluarga saya, maka siapa tahu dengan berkhidmah anak keturunan saya selalu diberkati oleh Allah, sholeh dan sukses dunia akhirat" Sudah sangat mafhum, Kyai Muzakki sangat dekat dengan Kyai Marzuki Mustamar, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, dan beliau juga menjadi pengurus PWNU. Saya kenal beliau sosok yang sangat gigih, tidak sedikit buku yang telah lahir dari tangannya, dan beberapa bukunya mejadi rujukan penting mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab yaitu Teori Sastra Arab, dan alhamdulillah saya juga berkesempatan menjadi editor beberapa bukunya. "Saya sangat senang menulis, terutama tentang stilistika dan semiotika Al-Qur'an, asyik, menyelami bahasa Al-Qur'an tidak pernah bosan". Kata beliau saat itu, ngobrol di belakang Fakultas Humaniora. "Ini beberapa tulisan saya sudah ada di scopus Mas Halimi, doakan ya, tulisan saya berikutnya tentang Ekspresi Eufimistik Seksual Al-Qur'an: Suatu Pendekatan Sosiolinguistik" Kyai Muzakki yang dari jauh sudah tampak gaya dan senyumnya ini, sangat dekat sekali dengan para santri, musyrif dan Murabbi. Kalau sudah berbicara tentang ma'had beliau sangat senang dan bersemangat, "Kalau murabbi dan musyrif senang, maka santri juga senang, karena mereka yang sehari-hari bergaul dengan mereka, maka saya ingin murabbi dan musyrif itu diberi beasiswa atau apalah, karena mereka ini juga bagian dari orang yang mamajukan kampus". Kata beliau beberapa tahun lalu, ketika baru diangkat menjadi Mudir Ma'had Al-Jamiah UIN Malang, sebelum Buya Badruddin Muhammad. Sosok yang dekat dan akrab dengan banyak orang ini, terutama orang-orang kampung, tidak pernah lelah untuk terus berdakwah. Terutama ketika awal-awal menjadi dosen UIN Malang, dan belaiu masih muda, selalu terjun berdakwah di Malang selatan, dan beberapa daerah terpencil lainnya, "Saya tidak bisa menolak Mas, kalau sudah diundang oleh orang-orang kampung atau orang di pelosok desa, apalagi juga kalau diperintah guru, insyallah saya berangkat". Kata beliau ketika itu saya baru diangkat menjadi Dosen UIN Malang, dan beliu juga yang menguji kelayakannya. "Mas, jangan main-main kalau jadi dosen, yang tenanan kalau ngajar, mengajar itu amanah, kalau malas dan tidak benar-benar kasihan mereka, sudah jauh-jauh dari berbagai daerah di sini tidak mendapatkan apa-apa". Kata yang cukup menghentak, dan dari ucapan ini saya mulai akrab dengan beliau. Walau tidak berguru langsung di kelas, tapi beliau banyak memberikan motivasi kepada dosen-dosen yunior di Prodi Bahasa dan Sastra Arab. Beliau ada di mana-mana, dan berkhidmat di mana-mana. "Mas di NU itu berkhidmah, bukan mencari duit apalagi ketenaran, karena tidak akan dapat itu semuanya, toh kalau dapat beberapa hal di atas hanyalah tambahan, dan itu bukan tujuan. Tujuan utamanya adalah khidmah, yang kita harapkan adalah keberkahan". Sambil tersenyum dengan guyonan khasnya, beliau sampaikan di ruang DPRD Kota Malang ketika raker PCNU beberapa tahun silam, waktu itu beliau sebagai wakil syuriah, dan saya wakil ketua RMI. Beberapa hari yang lalu sebelum masuk ke ruang ICU, beliau Chat di WA, "Assalamualaikum, Ustadz, semestinya nulis buku itu saya dan Kyai Marzuqi.....berhubung saya sakit...maka besok yg presentasi perwakilan Tim ...pangapunten ustadz". Saya balas "mugeh-mugeh segera sehat Kyai". "Cokop panjenangan saos se oneng Ustadz..sopajah tak ngarepoteh dek cah kancah (cukup kamu saja yang tahu ustadz, agar tidak merepotkan teman-teman)". Kata terakhir pun, tidak ingin merepotkan banyak orang, selalu berusaha untuk menyelesaikan sendiri. Dalam sakitnya beliau masih terus berkarya, semangat untuk terus berbagi, terus menulis dan mengaji. Kami hanya bisa berdoa, Mudah-mudahan beliau, Dr. KH. Achmad Muzakki, MA, ditempatkan di sisi Allah, di tempat yang paling indah. Dan seperti doa beliau, hari ini beliau di antarkan ke Madura. Rahimahullah ta'ala
HUMAS-Siapa yang tak kenal alpukat? Salah satu tanaman yang umum untuk dibudidayakan di lingkungan masyarakat, karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan banyak peminat. Rasa buah yang nikmat, lezat, dan khas membuat tanaman ini banyak diincar oleh petani buah hingga kalangan masyarakat. Tidak sedikit alpukat berhasil dikembangbiakkan dengan beragam varietas demi mendapatkan hasil yang diinginkan.
Tidak ingin tertinggal dengan perkembangan budidaya tanaman yang semakin pesat, sejumlah mahasiswa Biologi UIN Malang melakukan pelatihan sambung pucuk sebanyak 25 individu tanaman alpukat. Kegiatan ini bertempat di Green House UIN Malang. Kegiatantersebut diikuti oleh sepuluh mahasiswa Biologi dan dipandu langsung oleh Didik Wahyudi, dosen sekaligus Koordinator Green House kampus UIN Malang. Sebelum melakukan praktik langsung, pelatihan sambung pucuk diawali dengan penyampaian materi secara singkat oleh Pak Didik terkait pembibitan dan kesesuaian media tanam untuk pertumbuhan tanaman.
Usai penyampaian materi, mahasiswa Biologi langsung mengikuti pelatihan sekaligus praktik sambung pucuk bibit tanaman alpukat. Seluruh mahasiswa yang hadir diberikan edukasi dan dipandu perihal tata cara sambung pucuk mulai dari tahap persiapan batang bawah, batang atas (entres), hingga tahap sambung pucuk (grafting). Batang bawah berasal dari bibit hasil pertumbuhan biji, dan batang atas berasal dari tanaman induk dengan sifat yang diinginkan. Manfaat dari metode sambung pucuk pada alpukat adalah untuk menghasilkan tanaman dengan varietas unggul sesuai dengan yang diinginkan dan dapat berbuah dengan cepat.
“Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, mahasiswa Biologi tidak hanya tahu dan mengerti secara teori saja, tetapi juga mampu secara praktik teknik atau metode sambung pucuk pada tanaman. Tidak hanya pada alpukat, harapannya juga bisa diterapkan ke tanaman-tanaman yang lain. Kalau nanti berhasil, ini juga bisa menjadi sumber pundi-pundi uang yang cukup bagus,” ujar Pak Didik di sela-sela memberi pengarahan pelatihan.
Usai dilakukan sambung pucuk, maka langkah selanjutnya yaitu perawatan berupa penyiraman setiap hari secara teratur, pengontrolan terhadap pertumbuhan, faktor lingkungan, serta media tanam. Pada akhir sesi pelatihan Pak Didik menambahkan, harapannya mahasiswa biologi UIN Malang dapat mengadakan pembelajaran sambung pucuk ke Rumah Bolang di daerah Bukit Tidar Malang untuk memperluas sekaligus mengeksplor lebih dalam pengetahuan.
“Saya harap, setelah melakukan praktik langsung dari sini, mahasiswa Biologi UIN Malang bisa melakukan sambung pucuk secara mandiri di tempat lain. Agar mahasiswa juga bisa eksplor lebih jauh lagi,” imbuhnya di penghujung acara. (Fer)
HUMAS UIN MALANG-Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Maulana malik Ibrahim Malang pagi ini menggelar kegiatan sosialisasi dan update data bakal calon peserta sertifikasi dosen (Serdos) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) tahun 2023, Jumat (31/3).
Bakal calon peserta sertifikasi ini di khususkan bagi para dosen di lingkungan UIN Maliki Malang yang belum memperoleh sertifikasi pendidik, peserta yang mengajukan dilakukan secara online.
Kegiatan yang bertempat di Aula Rektorat Lt.5 ini di hadiri langsung Kabiro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I mewakili Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag yang berhalangan hadir.
Berdasarkan data, jumlah pendaftar di google form terdapat 223 pendaftar dan jumlah tersebut diyakini mencapai 281 peserta.
Peserta yang berkesempatan mendaftar kali ini dari unsur dosen atau tenaga pendidik baik PNS maupun DTB-PNS. Mengawali sosialisasi, Barnoto yang di dampingi Ketua OKH Hj. Umi Hanik staf LPM Abdul Aziz serta Nuril Maarif staf BAK sebagai pemateri sosialisasi menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk amanat undang-undang yang harus dipatuhi. Karena dalam mewujudkan pendidikan nasional yang profesional maka setiap pendidik harus memiliki sertifikat kelayakan mengajar sebagai dosen atau yang biasa disebut dengan Serdos.
Setiap dosen yang belum memiliki sertifikat pendidik maka harus segera mengurusnya sesuai dengan regulasi yang berlaku. Melalui pertemuan ini setidaknya bisa memberikan motifasi dan dorongan agar bisa segera mengurus sertifikasinya demi tercapainya pendidikan yang unggul dan bereputasi internasional.
"Ini juga untuk memaksimalkan arah kebijakan kampus dan tujuan pendidikan secara nasional," paparnya.
Dimohon bagi seluruh peserta sosialisasi bisa mengikuti kegiatan ini dengan maksimal, sehingga setelah kegiatan selesai bisa mengambil langkah kongkrit untuk mengurus proses sertifikasinya.
Setiap dosen yang mendaftar harus memenuhi persyaratan yaitu sudah memiliki NIDN atau NIDK, memiliki jabatan fungsional minimal asisten ahli, memiliki masa kerja sebagai dosen sekurang-kurangnya dua tahun berturut-turut, memenuhi beban kerja dosen.
"Selain itu juga para dosen harus memenuhi nilai passing grade TKDA dan TKBI," paparnya.
Muhammad Aunul Mubarok, mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil meraih penghargaan silvermedal diajang Lomba PKM dan Poster Ilmiah. Bertempat di pulau Dewata Bali pada tanggal 8-12 Maret 2023, Aunul berhasil meraih penghargaan medali perak pada kategori social science bertemakan Empoweering Local Communities in Oro-Oro Ombo Wetan: Turning Mango Seeds and Mahkota Dewa Flesh as a Bimatawa Coffee.
Youth International Science Fair 2023 adalah kompetisi yang melombakan ide-ide unik mahasiswa dunia dalam menjawab problematika masyarakat, alhamdulillah mahasiswa kita mendapatkan medali perak karena idenya yang inovatif yakni mengubah biji mangga menjadi kopi. (Idr)
HUMAS UIN MALANG-Menyambut bulan suci Ramadan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Dra. Shofiyah Zainuddin menggelar Gebyar Ramadan Peringatan Nuzulul Qur'an 1444 H. Rabu, (29/3).
Kegiatan dengan tajuk "Melestarikan Al-Qur'an untuk menggapai keberkahan Lailatul Qadar" dihadiri langsung Dr. KH. Badruddin, M.HI yang bertempat di Halaqah Ma'had Al Aly.
Dalam Sambutannya Ketua DWP UIN Maliki Malang menjelaskan bahwa kegiatan seminar keagamaan ini sengaja digelar untuk menambah wawasan tentang keutamaan bulan Ramadan melalui kajian Al-Qur'an.
"Sehingga anggota DWP UIN Maliki Malang bisa menambah ilmu untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT," ucapnya saat memberikan sambutan di hadapan anggota DWP yang hadir.
Semoga, tambah dia, kegiatan seminar religi ini bisa membawa keberkahan dan manfaat, sehingga DWP UIN Maliki Malang sebagai tonggak utama dalam memberikan pendidikan keluarga bisa memberikan dampak positif. "DWP ingin menyiapkan generasi emas bangsa yang memiliki keilmuan dan akhlak yang baik," ucapnya.
Selain itu, tambah dia, DWP selama bulan Ramadan ini juga akan menggelar bazar sembako murah yang dikhususkan untuk karyawan honorer di lingkungan UIN Maliki Malang. "Saya berterimakasih sekali kepada seluruh anggota DWP yang telah membantu suksesnya kegiatan ini baik secara materiil dan moril semoga apa yang telah di dedikasikan diterima oleh Allah SWT," doanya.
Sementara itu, KH Badruddin dalam tausiahnya mengajak seluruh anggota DWP untuk selalu memanfaatkan waktu yang dimuliakan di bulan suci ini untuk terus berupaya meningkatkan ibadah. Baik yang sunnah maupun yang wajib.
Berbicara soal sejarah Nuzulul Qur'an tentu tidak akan lepas dari proses kodifikasi Al-Qur'an, sehingga hasil yang berupa bentuk mushaf ini bisa dinikmati oleh orang-orang mukmin. "Al-Qur'an ini dijadikan sebagai pedoman untuk manusia sejak ada dalam kandungan, subahanallah," jelasnya.
Keberadaan Al-Qur'an itu sendiri untuk meyakinkan hambanya akan ke agungan dan ke esaan Allah SWT, di tengah era globalisasi ini, seorang ibu harus terus berupaya mendekatkan diri dan anak-anaknya terhadap Al-Qur'an.
Ditengah derasnya gempuran medsos, WA, IG, Tktok dan Facebook serta YouTube harus digunakan untuk mendekatkan diri pada ajaran Rasulullah, jangan hanya di manfaatkan sebagai hiburan saja. Akan tetapi di dalamnya juga banyak ilmu dan hal ini dibutuhkan kontrol dari orang tua. "Jangan biarkan anak-anak kita diracuni informasi negatif dari medsos. Akan tetapi, jadikan media tersebut untuk belajar," paparnya.
Untuk itu, tambah dia, marilah jadikan Al-Qur'an ini sebagai media untuk meraih ketaqwaan kita kepada Allah SWT. "Kita ini jika sudah lancar membaca Al-Qur'an maka harus belajar memahami isinya dan kemudian mempraktikkannya," paparnya.
HUMAS UIN MALANG-Profesor Ullrich Ludwig Guenther, seorang ahli Psikologi lintas budaya asal Jerman, Kembali menjadi tamu istimewa di Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Selasa (21/3/2023). Tajuk kuliah tamu kali ini “Economic-Societal Development, Business Psichology and Cross/Cultural management”. Meskipun telah mencapai usia 75 tahun Senior expert sevices Prof. Dr Ullrich Ludwig Guenther masih tampak energik menyampaikan materi kebudayaannya kepada ratusan mahasiswa Fakultas Psikologi yang hadir di Aula Rektorat Lt.5.
Mengawali kegiatan tersebut, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA mengajak seluruh mahasiswa yang hadir untuk betul-betul memanfaatkan momen tersebut dengan mengikuti kuliah tamu dengan serius. “Saya harap semua mahasiswa yang hadir bisa mengikuti stadium general ini dengan serius, sehingga keluar dari ruangan ini mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru dari seorang professor yang expert,” harapnya.
Prof. Ullrich Ludwig Guenther dijadwalkan selama satu bulan berada di Indonesia, untuk itu sangat rugi sekali jika momen ini tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin. Selama di Indonesia beliau sudah melakukan banyak penelitiannya terkait dengan budaya yang ada di sini. Hasil tulisannya pun sangat simple dan hal itu sudah bisa memberikan manfaat yang luas terkait informasi kebudayaan saat ini. “Untuk itu, contohlah beliau yang suka melakukan penelitian, yang penting di Tulisa dan dipublikasikan,” ajaknya. Untuk itu, tambah pria kelahiran Bojonegoro itu, mulailah belajar untuk meneliti dengan sederhana, bisa kolaborasi dengan dosennya atupun melakukan penelitian individua tau mandiri. “Dan kita siap untuk membiayainya,” tegasnya. Contoh saja, dengan adanya fenomena menjamurnya café di sekitar kampus yang begitu ramai dikunjungi para mahasiswa hingga larut malam. Jika hal ini di teliti tentu akan memberikan informasi yang menarik, seberapa pengaruh keberadaan café tersebut terhadap perkembangan pendidikan bagi para mahasiswa. “Cob aitu di teliti apakah mereka di café itu belajar atau sekedar nongrong sembari pacarana,” pintanya. Untuk itu, tema stadium general yang di bahas oleh Fakultas Psikologi ini sangat cocok sekali dengan fenomena yang terjadi saat ini, dan pembahasan soal psikologi tidak akan ada habisnya dan selalu ada karena akan selalu berhubungan dengan prilaku manusia itu sendiri. “Tema hari ini menurut saya sangat cocok sekali soal Economic-Societal Development, Business Psichology and Cross/Cultural management,” paparnya.