GEMA-Tidak butuh waktu lama bagi Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA untuk memulai agendanya menuju International Reputasion and recognation bagi UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Buktinya usai prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) tepatnya ba'da sholat Jumat, Rektor terpilih periode 2021-2025 itu langsung memulai tunaikan tugasnya. Prof. Zain begitu sapaan akrabnya hadir di Gedung Micro Teaching guna meresmikan Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam gagasan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Jumat(30/7)
Prof. Zain adalah rektor terpilih dari keputusan Kementerian Agama (Kemenag) Republik lndonesia yang telah dilantik secara resmi di Jakarta pada Rabu(28/7). Ia menggantikan rektor sebelumnya, yakni Prof. Dr. Abd Haris, M. Ag yang telah tuntas memimpin kampus berlogo Ulul Albab itu selama satu periode(2017-2021).
Selanjutnya, Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam Indonesia yang digagas oleh Fakultas FITK UIN Maliki Malang itu secara simbolis diresmikan langsung oleh Prof. Zain didampingi oleh Dekan FITK UIN Maliki Malang, Dr. H. Agus Maimun, M. Pd dan Ketua Pengelola Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam Indonesia, Yhadi Firdiansyah M.Pd.
"Ini awal dari tugas saya, membuka Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam. Sebagai tugas pertama saya untuk melaunchingnya. Mudah-mudahan ini berkah," ucapnya.
Rektor yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor bidang akademik itu mengatakan bahwa gagasan Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam itu merupakan suatu hal yang besar dan mesti direalisasikan. "Saya menyakini, Inshaa Allah ini satu-satunya di Indonesia. Oleh karena itu perlu disiarkan atau diviralkan," ucapnya.
Prof. Zain berharap, museum itu nanti dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran dan khazanah bersama tentang berbagai sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Ia pun begitu optimis dan semangat sebagai Rektor UIN Maliki Malang saat ini berkomitmen penuh memajukan kampus, sumber daya manusia (SDM) , dan infrastrukturnya seoptimal mungkin. "Kita semua sama-sama berharap semoga adanya museum Pendidikan Islam ini menjadi kiblat pembelajaran banyak orang," pungkasnya.(ptt)
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang meresmikan pembangunan gedung Bait Tahfidz Al-Qur’an (BTQ) dan Moderasi Beragama. Momentum penting itu juga disertai peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sport Center (SC) untuk Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) di kampus III UIN yang berlokasi di Tlekung Kota Batu. Acara tersebut terselenggara secara langsung dan juga virtual melalui aplikasi Zoom serta live YouTube. Rabu (21/7).
Rektor UIN Maliki, Prof.Dr. Abd. Haris, M.Ag dalam sambutannya mengatakan bahwa kali ini merupakan hari yang penting dan bersejarah khususnya bagi warga kampus yang ia pimpinan. Oleh karena cita-cita untuk mewujudkan kampus Ulul Albab dengan memiliki Bait Tahfidz Al-Qur'an dan Moderasi Beragama perlahan namun pasti bisa mulai terwujud tepatnya di FKIK, kampus III UIN Maliki Malang.
Pembangunan Bait Tahfidz Al-Qur'an dan Moderasi Beragama di FKIK UIN Maliki memiliki alasan tertentu yakni kampus berlogo Ulul Albab ini ingin menghasilkan dokter yang memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional serta memiliki keunggulan dalam mengelola kesehatan haji.
UIN Maliki Malang ingin menjadi the center of exellence & Islamic civilization dengan memperhatikan kejayaan Islam pada masanya (Daulah Abbasiyah antara abad 8 -11M) dan munculnya tokoh sekaliber Ibnu Sina di bidang medis.
“Kami ingin menghadirkan Ibnu Sina, Ibnu Sina yang baru dalam bidang medis yang mengamalkan ilmu kedokteran untuk kemaslahatan umat", harapnya. "Oleh karena itu kami memfasilitasi dengan Bait Tahfidz Al Qur’an dan Moderasi beragama serta kurikulumnya untuk para mahasiswa agar selain menguasai keahlian di masing-masing kompetensinya, juga memiliki kemampuan di bidang Al Qur’an", imbuhnya.
Prosesnya pembangunannya bertahap diawali dengan peletakan batu pertama pada Jum’at, 15 Mei 2020 dan kini ini telah selesai proses pembangunan lantai satunya pada Kamis (15/7) dengan luas bangunan 1.723m^ yang diberi nama Gedung KH. Bisri Mustofa. Hal itu disertai juga dengan agenda peletakan batu pertama penanda akan didirikannya fasilitas olahraga berupa gedung SC.
Pemilihan nama K.H Bisri Mustofa untuk gedung Bait Tahfidz Al-Qur’an dan Moderasi Beragama telah melalui banyak pertimbangan. Hingga akhir dipilihnya nama tersebut karena latar belakang Gus Mus sapaan akrab dari K.H Bisri Mustofa sebagai ulama dan cendekiawan Islam yang cukup produktif dan inovatif. Terbukti karyanya yang berupa kitab telah banyak dijadikan panutan/pegangan ulama dari dalam sampai luar negeri, kitab karya beliau bisa dipelajari serta dikaji sebagai rujukan.
Di pengujung acara, turut hadir secara virtual sekaligus memberikan ucapan selamat dan doa, yakni K.H Anwar Mansyur, K.H Agoes Ali Masyhuri, K.H Moh Hasan Mutawakkil’Alallah, K.H Muhammad Baidlowi Muslich, KH Chamzawi, K.H Ibnu Sulaiman, K.H Muhammad Nizam Asshofa dan KH Nasirul Mahasin dan yang hadir langsung mendoakan yakni K.H Marzuki Mustamar. Selain itu hadir pula Ketua DPR RI Dr. Puan Maharani Naksharta Kusyala Devi, S.I.Kom dan Menteri Agama, H. Yaqut Cholil Qoumas. Keduanya tidak hadir langsung di tempat melainkan mengikuti secara online. (ptt)
Penulis: Prof. Sani GEMA-Salah satu kendala dosen untuk bisa publikasi di jurnal internasional sebenarnya bukan terletak pada kualitas dari artikelnya saja, melainkan biasanya karena artikel tersebut tidak sesuai dengan scoup jurnal, atau bahkan tidak mengindahkan gaya selingkung dari jurnal yang dituju. Artikel biasanya masih belum memenuhi kaidah dalam penulisan di jurnal baik nasional terakreditasi maupun internasional bereputasi. Demikain yang disampaikan oleh Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, M.Si, Guru Besar Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam Webinar “Workshop Publikasi dan Penulisan Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (UNNES), tanggal 22 Juni 2021, melalui daring. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi UNNES, Prof. Heri Yanto, M.BA, Ph.D, yang diikuti oleh lebih dari 258 peserta baik dosen maupun mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Lebih lanjut Prof Sani, yang biasa dipanggil, mengatakan memang menulis artikel yang akan dipublikasikan tersebut mudah-mudah sulit, artinya bahwa menurut kita artikel tersebut sudah baik, tetapi menurut editor ataupun review masih belum memenuhi kaidah ilmiah, alias rejected. Sebenarnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penulis sebelum artikel tersebut di submit di jurnal yang bereputasi diantaranya adalah; 1) artikel harus menyesuaikan dengan template jurnal yang dituju, 2) Harus ada Research Gap dan Novelty-nya, 3). Referensi sebaiknya 75% lebih dan diambil dari artikel jurnal bereputasi. Research gap dan novelty adalah hal yang penting yang harus menjadi atensi utama, karena disitulah letak dari kebaharuan artikel kita. Ini adalah beberapa tips yang harus diperhatikan, agar artikel kita dapat di terima dan bisa publish di jurnal internasional bereputasi, pungkas Prof Sani. (San21)
GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Harus, M.Ag mengajak seluruh dosen dan karyawan untuk zikir dan doa dengan khotmil Quran, istighotsah, dan shalawat bersama, Jumat (25/6). Kegiatan religi kali ini bertempat di gedung Fakultas Sains dan Teknologi Lt.1. Melalui kegiatan ini, kata Prof. Haris, mari bersama-sama meminta keselamatan dan kesehatan kepada Allah SWT. Di era pandemi seperti ini, kegiatan seperti ini harus di istiqamahkan dengan tetap menjaga protokol kekesehatan dengan ketat. "Alhamdulillah, tidak terasa kegiatan rutinitas khotmil Quran, istihitsah, dan shalawatan setiap Jumat pagi ini sudah berjalan hampir tiga tahun dan semoga kita semua bisa terus istiqomah," paparnya. Mumpung masih diberi kesempatan, lakukan apa yang telah diperintahkan di dalam Alquran, isi Alquran tidak ada yang bertentanhan dengan NKRI ini. "Untuk itu, selain untuk dibaca, Alquran juga harus terus dikaji dan dipahami dan diamalkan baik secara tekstual maupun kontekstual," pesannya. Sementara itu, Dekan Fakuktas Saintek Dr. Sri Harini, M.Si berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut di lingkungan UIN Maliki Malang. Kegiatan zikir ini juga efektif menjadi ajang silaturahim antar warga UIN Maliki Malang. Dipenghujung masa jabatannya, calon guru besar UIN Malang ini berharap bisa terus mengabdikan dirinya demi kemajuan kampus tercinta menuju smart Islamic and green univerity seperti yang dicita-citakan. "Semoga kedepan UIN Malang semakin maju dan bisa memiliki budaya saing tinggi dikancah nasional maupun internasional," harapnya.
RE-REVOLUSI KEMANUSIAAN, Posisi Islam di Era Milenial Dibutuhkan.
Muhammad SAW hadir di bumi membawa revolusi. Pandangan kemanusiaan yang salah kemudian dikoreksi. Kesetaraan gender dengan meletakan sesuai dengan posisi. Kesamaan hak perempuan dan laki-laki tanpa diskriminasi. Sesuai dengan konteks dan masa dan relevansi.
Tidaklah orang Arab lebih baik dari orang ajam sebagai sabda Nabi. Bukan pula turunan menjadi ukuran yang dianggap prestasi. Hanya takwa kepada Allah SWT yang menjadi ukuran evaluasi. Pandangan ini yang harus digelorakan kembali. Inilah yang dulu diperjuangkan Soekarno, Gus Dur, Megawati, sampai Jokowi. Siapa pun tanpa pandang bulu bisa ikut berpartisipasi. Dengan kecerdasan, al akhlaq al karimah dan prestasi.
Kini di era milenial perlu diteguhkan kembali. Pandangan Islam yang sangat substansi. Egalitarian dan kesamaan hak kemanusiaan di bumi. Harus dijaga dan dikembangkan sesuai Pancasila, UUD '45, dan al Qur'an kalam ilahi. Harus ada re-revolusi biar tidak bias karena kepentingan golongan dan pribadi.
Inilah yang dikembangkan Nabi dan juga ditiru di era revolusi industri. Nabi Muhammad SAW menghargai semua orang tanpa kasta dan privasi-privasi. Sekarang inilah yang harus dibangkitkan terutama lewat perguruan tinggi. Mereka para sarjana, magister dan doktor menjadi alumni lalu mengabdi. Harus punya pandangan egalitarian dalam mengabdi untuk bangsa di NKRI.
Hari ini wisuda di gelar di kampus UIN Maliki. Meski perhelatan dilakukan dengan cara daring lagi. Pesan penting ini perlu disampaikan sebagai bekal alumni mengabdi. Jangan sampai menjadi sarjana elitis apalagi tanpa prestasi. Harus ada re-revolusi kemanusiaan di era milenial sekarang ini. Dosen apalagi profesor harus jadi agent of change dengan sangat simpati.
Malang, 24 Juni 2021 'Abd Al Haris Al Muhasibiy
GEMA-Itulah salah satu puisi maha karya dari Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag. Puisi dengan judul "Re Revolusi Kemanusiaan" ia persembahkan dan bacakan saat sambutan acara wisuda virtual periode I dan II tahun 2021 di Aula Lt. 5,Gedung Rektorat. Kamis(24/6)
Puisi bebas yang terdiri dari beberapa bait itu erat hubungannya dengan kesetaraan gender dan apresiasi prestasi wanita. Apalagi menurut Prof. Haris sapaan akrabnya, hal itu terbukti pentingnya peran kaum hawa bagi institusi seperti UIN Maliki ini. "Bisa kita ketahui, dari tujuh fakultas di kampus ini ada empat fakultas yang dipimpin oleh kaum ibu-ibu, " ujarnya. "oh, iyaa masih ada lagi yakni sekolah pascasarjana dan juga LP2M pun dipimpin oleh para kaum wanita, " imbuhnya.
Sehingga rektor asal Lamongan itu menghimbau khususnya untuk para wisudawan tanpa mempersoalkan tentang gender, bahwa di era milenial ini siapa pun harus mampu beradaptasi dengan capaian prestasi. "Para alumni UIN Maliki saya harapkan mampu mengimplementasikan ilmunya, tidak hanya untuk pribadi tetapi juga masyarakat pribumi serta mengabdi demi kesejahteraan bangsa dan NKRI, " pungkasnya. (ptt)
GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Maliki Malang) Prof.Dr.Abd.Haris,M.Ag secara resmi melepas kontingen UIN Maliki Malang yang akan berkompetisi dalam Invitasi Pekan Pengembangan Bakat Minat Mahasiswa(IPPBMM) di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta(21-25/6). Agenda pelepasan kontingen itu dilaksanakan di teras depan Gedung Rektorat. Minggu(20/6).
Kegiatan IPPBMM tersebut akan diikuti oleh perguruan tinggi keagamaan Islam se-Jawa dan Madura. Kontingen UIN Maliki Malang akan mengikuti 5 jenis perlombaan yang digelar secara luring dan juga ada yang lainnya secara online, total ada 64 cabang olahraga dan seni yang diperlombakan.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa memberikan banyak manfaat bagi para mahasiswa UIN Maliki Malang terutama dalam hal pengembangan diri (bakat dan minat)" kata Rektor Prof. Haris di awal sambutannya.
Rektor Asal Lamongan itu menjelaskan bahwa hakikat dari lomba adalah mediasi yang berisi kesan dan pesan kepada setiap orang untuk menjadi insan yang jujur, amanah, sportif dll. Kemudian dari hal itu implikasinya tidak lain membentuk karakter dan pengembangan kepribadian atau personality.
Kepada para kontingen, orang nomer wahid di UIN Maliki Malang itu mengingatkan bahwa pada perlombaan apa pun pasti nanti punya lawan. Sehingga ia meminta para kontingen benar-benar siap. "Bersiaplah kalian semua untuk melakukan yang terbaik dan berusaha semaksimal mungkin untuk menang namun jangan lupa juga untuk mampu mengakui keunggulan lawan pada saatnya nanti, " ungkapnya.
Rektor menginginkan agar para kontingen UIN Maliki bisa menang di setiap cabor dan seni yang diperlombakan pada event IPPBMM 2021 ini."Saya berharap anda semua menang karena ini adalah semangat kita. Percaya diri adalah pangkal dari kesuksesan, kejuaraan dan keberhasilan, " tegasnya.
Oleh karena itu, anda semua harus percaya diri namun jangan sampai tidak mengakui kelebihan orang lain. "Carilah apa itu kekurangan dari lawan namun ambilah kelebihannya sebagai pembelajaran diri, "imbuhnya.
Terakhir Prof. Haris berpesan apabila nanti menang maka jangan sampai merasa sombong. "Usai menang maka anda tidak perlu sombong karena kemenangan anda atau prestasi anda hari ini, esok dan lusa adalah nisbi. Suatu waktu anda akan dikalahkan. Dan mestinya anda selalu belajar dari kemenangan anda apalagi kekalahan anda", pungkasnya. (ptt)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar temu alumni virtual lintas generasi tahun 2021. Acara yang mengusung tema Sinergi Alumni Guna Membangun Merdeka Belajar Menuju Smart and Green Islamic University tersebut berpusat di Ruang Rektor Gedung Rektorat lt.1 dan disiarkan daring melalui Zoom dan YouTube. Hadir saat acara, para wakil rektor, para dekan, Kabiro, para kepala UPT. Kampus juga mengundang para alumni, yakni KH. Marzuki Mustamar (Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad), Drs. H. Shoddiq (Entrepreneur), Drs. H. Sutiaji (Walikota Malang), Prof. Dr. Kasuwi Saiban, M. Ag(Ketua IKA UIN Maliki), Senin (7/6).
Pada kesempatan tersebut, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. menyampaikan beberapa poin. Ia berharap kepada para alumni yang telah sukses khususnya yang berada di sekitar kampus UIN I, II dan III, nantinya tidak hanya mendukung anggaran sebagai modal pembangunan. Rektor juga berharap, mereka ikut berpartisipasi mengajar mahasiswa. "Abah Sutiaji contohnya sebagai Walikota Malang nanti akan saya minta mengisi perkuliahan di kampus ini," ujarnya. Ia menjelaskan, dengan adanya peran praktisi dalam proses belajar, maka mahasiswa tak hanya tahu teori namun juga situasi riil di lapangan. Peran praktisi dalam pembelajaran memberikan akses informasi sekaligus keilmuan dan pengalamannya.
Di ujung sambutannya, profesor asal Lamongan itu menyatakan bahwa keterlibatan semua pihak, khususnya para alumni sangatlah berarti dalam memberikan atau memfasilitasi proses pembelajaran dalam konteks kampus merdeka dan merdeka belajar di UIN Maliki Malang. "Oleh karena itu sekali lagi kepada Pak Walikota Malang dan juga Pak Shoddiq, saya harap berkenan ikut mengajar di kampus ini," tuturnya. (ptt/nd)
Dekan FKIK dan para dekan lainnya kompak membersihkan gambut di area kampus 3, Jumat,4/6
Reporter: Putut Wahyu H.
GEMA-Segenap warga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bergotong-royong untuk membersihkan area Kampus 3 yang berada di Desa Tlekung, Kota Batu. Kali ini, area yang dijadikan target kerja bakti adalah lahan yang berada di antara bangunan Rumah Tahfiz dan Masjid Ibnu Sina, Jumat (4/6). Kegiatan ini merupakan ajakan rektor yang memang selalu semangat mengajak sivitas akademik untuk mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat. Kerja bakti tersebut diikuti oleh seluruh elemen di UIN Maliki Malang mulai dari wakil rektor, para pimpinan fakultas, dosen, dan karyawan di seluruh fakultas yang ada di kampus. (ptt/nd)
GEMA-"Sudah saatnya kita ini (warga UIN Maliki Malang, -red) menggunakan maha karya dari PTIPD yakni aplikasi PADU dengan begitu kita bisa mengoptimalkan segala kebutuhan yang berbasis digital". Hal inilah yang disampaikan oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag saat acara launching aplikasi terintegrasi yang diberi nama PADU (Pusat Aplikasi dan Data Utama). Acara yang berlangsung baik secara offline dan online ini berlangsung di ruang Rektor, Lt. 1 Gedung Ir. (HC) Soekarno dengan tetap menjalankan prokes secara ketat. Selasa(25/5).
Menurut Rektor asal Lamongan itu, penggunaan aplikasi PADU tersebut merupakan salah satu usaha dari komitmen UIN Maliki Malang menuju smart and green Islamic University. Sehingga ia pun berharap kampus UIN Maliki selalu menjadi yang terdepan, terbaik dan teladan bagi kampus yang lainnya. Karena, masih menurut orang nomer wahid di UIN Maliki ini bahwa salah satu indikator dari smart and green Islamic university adalah memiliki aplikasi terpadu yang memungkinkan semua informasi di dalamnya itu bisa diakses dengan sangat mudah.
Sementara itu, Mukhlis Fuadi, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data(PTIPD) UIN Maliki Malang menjelaskan bahwa aplikasi PADU itu telah diciptakan dan didesain sedemikian rupa sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh UIN Maliki Malang terutama di era digitalisasi saat ini. Ia pun berharap aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh semua dosen, mahasiswa dan karyawan untuk keperluan administrasi dan juga kebutuhan media sosial(medsos) melalui jalur satu pintu di aplikasi yang terintegrasi tersebut. "Ke depannya, dengan adanya logg in satu pintu dari PADU ini dapat semakin menjadi efektif, efisien dan memudahkan seluruh layanan di UIN Maliki Malang", pungkasnya. (ptt)