GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menggelar Serah Terima Jabatan(sertijab) untuk kedua Kepala Biro (Kabiro) yang baru. Agenda yang langsung dipimpin oleh Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag selaku rektor UIN Maliki Malang itu berlangsung di ruang Rektor Lt.1, Gedung (HC) Ir Soekarno. Hadir saat acara para wakil rektor, para kabiro, direktur pascasarjana, dan para dekan serta Dr. H. Nur Chamid, MM Rektor Institut Agama Islam Negeri Kediri (IAIN Kediri) didampingi rombongan. Jumat (21/5)
Adapun dua kepala biro (Kabiro) yang baru itu adalah Drs. Mahfudz Shodar, M.Ag dari sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (Kabiro AAKK) UIN Maliki Malang dipindah lalu diangkat menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (Kabiro AUPK) UIN Maliki Malang. Kedua, yakni Dr. H. Barnoto, M.Pd.I dari jabatan AUAK di IAIN Kediri pindah dan diangkat sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (Kabiro AAKK) UIN Maliki Malang. Sehingga posisinya ini menggantikan Drs. H. Achmad Heru Achadi Hari, M.Si dari jabatan Kabiro AUPK UIN Maliki Malang yang sekarang dipindah lalu diangkat menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (Kabiro AUAK) IAIN Kediri.
Dalam arahannya, Prof. Haris sapaan akrabnya berharap, kedua kabiro barunya saat ini dapat bekerja sebaik mungkin dan itu demi kepentingan lembaga bukan untuk kepentingan satu atau dua orang tertentu saja. Karena bekerja untuk kepentingan orang apabila kehilangan orang tersebut, maka ia tidak akan dapat bekerja lagi karena tanpa adanya orientasi yang jelas dan pasti. Khususnya lagi kepada Kabiro AUPK yang baru yakni Dr. Barnoto, telah disampaikan oleh Prof. Haris bahwa UIN Maliki Malang saat ini mempunyai target kerja yang besar. Salah satunya tentang pembangunan sarana dan prasaran (Sarpras) kampus III yang ada di Kota Batu. Pembangunan sarpras yang didukung oleh Saudi Fund for Development (SFD) tersebut sebenarnya bagian dari komplemen namun yang lebih penting adalah bagian akademiknya. Sehingga diharapkan nanti kepada Dr. Barnoto agar bisa melakukan pengelolan akademik yang terbaik.
“Pak Barnoto ini bergelar Doktor sehingga beliau pas ditempatkan sebagai Kabiro AAKK. Oleh karena itu diharapkan seiring dengan adanya pembangunan sarpras di kampus III maka nanti diimbangi pengelolann akademik yang luar biasa,”terangnya dengan penuh optimis.(ptt)
GEMA-Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (Puslitbang LKKMO) badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI yang dipimpin M. Arskal Salim GP hadir di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kamis (20/5). Kehadiran rombongan dari Puslitbang LKKMO ini disambut langsung Rektor UIN Malang Prof.Dr. Abd. Haris, M.Ag. dalam sambutannya Prof Haris mendukung sepenuhnya dan siap melakukan kerjasama demi suksesnya kegiatan International Symposium On Religious Literature And Heritage (Islage) yang ketiga kalinya. Rencananya, Islage 3 akan diselenggarakan di Kota Malang tepatnya di kampus UIN Maliki Malang. Prof. Haris menegaskan bahwa literatur menjadi pondasi bagi para cendikiawan. Keberadaan literatur sudah menjadi kebutuhan untuk publikasi karya ilmiah bagi para dosen dan paneliti, baik di jurnal nasional maupun internasional. 20 Mei merupakan hari kebangkitan nasional dan harus jadi momen penting untuk UIN Malang menjadi kampus Islam terdepan dalam meningkatkan literasi ilmu keislaman. Dengan adanya simposium Islage 3 ini diharapkan para Dosen dan peneliti memiliki kemampuan lebih mendalam lagi dalam mengelolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis artikel ilmiah. Sementara itu, Prof. Arskal dalam sambutannya menyampaikan banyak terima kasih kepada UIN Maliki Malang yang telah memberikan dukungan sepenuhnya demi suksesnya kegiatan simposium internasional Islage ini. Mudah mudahan kerjasama ini bisa memberikan manfaat dan menjadi bagian penting demi kemajuan UIN Maliki Malang dikanca internasional. Kegiatan yang di hadiri para pimpinan di ruang rektor ini dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
GEMA-"Mudah-mudahan para guru besar di UIN Maliki ini mampu menorehkan prestasi dan prasasti. Bukan sekedar toganya dipegang terus digeserkan begitu pada umumnya tetapi apabila kelak mati punya torehan prestasi dan prasasti". Itulah salah satu harapan besar dari KH. Agoes Ali Masyhuri kepada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal itu beliau sampaikan pada acara Halal bi Halal dalam rangka pembinaan mental dan spiritual keluarga besar UIN Maliki Malang. Acara yang mengusung tema ASN Moderat Indonesia Hebat itu berlangsung di ruang rektor, Lt. 1 Gedung (HC) Ir. Soekarno. Rabu(19/5).
Dalam tausyiahnya, Gus Ali sapaan akrabnya itu menjelaskan salah satu tanda kekasih Allah SWT yang cerdas dan ikhlas dalam beramal adalah hidupnya keramat, matinya keramat dan setelah matinya pun juga keramat. Sehingga Kyai besar pengasuh pondok pesantren Bumi Sholawat Lebo Sidoarjo itu menyimpulkan bahwa orang berilmu yang berpangkat dan derajatnya tinggi di samping Allah SWT memiliki ciri ketika ia hidup dicintai oleh banyak orang, ketika matinya dikerumuni banyak orang karena banyak merasa kehilangan dan setelah mati pun masih dikenang oleh banyak orang. Hal itu bukan hanya karena keberadaannya tetapi juga karena nilai-nilai jasa semasa hidupnya yang demikian itu tidak hanya punya prestasi tetapi juga menorehkan prasasti.
Lanjut, Gus Ali juga berharap agar seluruh warga kampus UIN Maliki Malang selalu berusaha meningkatkan SDM nya sehingga mampu menjalankan amanahnya sebagai insan yang cerdas dan ikhlas dalam beramal lalu melahirkan generasi yang unggul. Hal tersebut pastinya tidaklah mudah karena semuanya harus dilandasi dengan niat yang tulus dan benar. "Pandai-pandailah menata niat karena bagusnya niat menentukan kualitas amalan kita!", pesannya. (ptt)
GEMA-Panitia Lokal UM-PTKIN Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan simulasi persiapan pelaksanaan ujian Sisitem Seleksi Elekteronik (SSE) Ujian UM-PTKIN 2021 di ruang pertemuan gedung Rektorat Lt.3, Senin (17/5). Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor Bidang Akadermik Prof. Dr. M. Zainuddin, MA, sekaligus Ketua Panlok UM-PTKIN UIN Malang, Kabiro AAKK Drs. Mahfudh Shodar, M.Ag dan Koordinator SSE Lokal UIN Malang Imam Ahmad, M.Ag Simulasi ini dilakukan untuk melihat persiapan panitia dalam proses pelaksanaan dan capaian selama masa seleksi mahasiswa. Output dari kegiatan ini lebih menitik beratkan kepada proses persiapan, pelaksanaan, dan capaian selama masa seleksi mahasiswa baru di PTKIN. Prof. Dr. M. Zainuddin berharap dari proses pelaksanaan simulasi ujian UM-PTKIN ini setidaknya bisa mengukur kesiapan panitia lokal UIN Malang, meski begitu semoga pelaksanaan simulasi ini bisa berjalan dengan baik, jika menemukan kendala bisa segera di evaluasi dan dilakukan perbaikan demi lancarnya proses ujian di hari H. Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator SSE Lokal UIN Malang Imam Ahmad, M.Ag. Semua Panlok se-Indonesia melakukan simulasi pelaksanaan ujian UM-PTKIN. UIN Malang bersama panitia selama empat hari kedepan 17-20 Mei 2021 akan melaksanakan simulasi sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, sehingga saat pelaksanaan ujian UMPTKIN bisa meminimalisir kendala yang ada. Meski begitu, Kepala Bagian Akademik dan Kemahsiswaan berharap melalui seleksi UM-PTKIN ini UIN Malang bisa menjaring mahasiswa yang unggul dan juga memiliki kemampuan dalam baca tulis Alquran. Pasalnya, semua mahasiswa UIN Malang dituntut tidak hanya pandai dalam disiplin ilmu umum saja, akan tetapi memiliki kemampuan tambahan terkait baca tulis Alquran tersebut.
GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. menerima buku karya salah satu dosen asing yang mengajar di kampusnya. Penyerahan buku di Lt.1 Gedung Rektorat tersebut dilakukan pasca rekaman Syiar Ramadan 1442 H. Dosen asing yang menyerahkan karyanya ialah Prof. Dr. Sulaiman Hassan Suleiman asal Libya. Ia mengampu mata kuliah Sejarah Peradaban Islam (SPI), Senin (26/4). Prof. Haris menyatakan, buku itu merupakan karya pertama dosen asing yang ia terima. Buku tersebut berjudul "Al Afrikiyan Minal Hadharah ila At-Tabi’iyyah" (Afrika: Dari Peradaban Asli hingga Heteronomi [Sistem Politik Heteronomi]). Pembahasan utama buku tersebut yakni tentang hadharah atau peradaban Islam di Afrika dan juga kebudayaan yang membawa Islam masuk ke Indonesia. Rektor melanjutkan bahwa penulisan buku itu menggunakan perspektif politik dan partai. Isinya membahas topik penting tentang dampak dan konsekuensi kolonialisme bagi masyarakat pasca kemerdekaan. Terutama masyarakat Islam di Afrika yang berkaitan dengan sistem politik, hukum dan ekonomi-sosial serta gambaran terbalik buatan kolonialisme tentang bangsa yang dijajahnya. Selanjutnya, buku itu pun menjelaskan juga tentang wajah buruknya kolonialisme Eropa dan tindakan eksploitasi sumber daya manusia di benua Afrika. Misalnya, dalam bentuk perdagangan, perbudakan serta pencurian sumber daya alam berupa emas, uranium dan tambang berharga lainnya. Ia menambahkan, penjajahan lah yang merusak tatanan kehidupan karena adanya peperangan. Sehingga apa yang terjadi di Afrika itu mirip dengan yang dialami Indonesia. Penderitaan yang dialami penduduknya pun sama. "Oleh karena itu, Islam datang membawa peradaban dengan prinsip keilmuan dan pemikiran yang maju sehingga menuntun bangsa pemeluk Islam ikut maju," terang Prof. Haris. Rektor mengungkapkan betapa pentingnya kajian yang ada dalam buku itu. Ia berani mengungkapkan rahasia, intrik, dan pengaruh kolonialisme. "Saya berharap mahasiswa dan pembaca lainnya bisa mengambil manfaat dan bekal dari kajian luar biasa yang berharga ini, " tuturnya. (ptt/nd)
GEMA-Dewan Pengawas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Phil. H. Muhammad Nur kholis Setiawan, M.A. hadir menjadi salah satu nara sumber dalam acara Pelatihan Teknis Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) yang dihelat oleh Pusat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat bekerjasama dengan UIN Malang, Rabu (7/4). Prof. Nur Kholis sapaan akrabnya menegaskan bahwa di era digital saat ini telah memberikan banyak perubahan terhadap gaya hidup dalam beragama dan kebangsaan. Kehadiran perguruan tinggi saat ini sangat dibutuhkan perannya di tengah masyarakat untuk bisa menginjeksikan nilai-nilai keislaman yang moderat. "UIN Malang harus bisa menjadi filter agar masyarakat memahami Islam secara moderat," harpnya. Slain itu, tambah dia, UIN Malang harus mampu menelurkan sistem yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Apalagi, kampus berlogo ulul albab ini sudah menjalankan layanan berbasis Badan Layanan Umum (BLU). "Denga layanan BLU ini UIN Malang bisa lebih fleksibel dalam melakukan trobosan sesuai dengan kebutuhan dan aturan yang berlaku," arahnya. Sistem yang dikembangkan harus proporsional dan profesional, apa lagi yang menyangkut soal layanan publik. "Semua harus dilakukan secara transparan dan akuntabel," tegasnya.
Oleh sebab itu, peningkatan layanan akademik yang sesuai dengan zamannya sangat dibutuhkan saat ini. Jika masih menggunakan sistem yang lama tentu akan ketinggalan dengan perguruan tinggi lainnya dan ini akan memberikan dampak menurunnya kepuasan terhadap stake holder di kampus ini. "Untuk itu, perguruan tinggi harus mampu membaca perubahan di masyarakat dengan cepat," ujarnya. Masih kata Prof. Kholis bahwa pemerintah saat ini memerlukan peran perguruan tinggi dalam menjaga keutuhan NKRI ini, pemerintah melalui Kementerian Agama dan PTKIN mengajak untuk bersama membangun menguatkan bidang agama secara moderat. "Pembangunan bidang agama ini penting, karena menjadi basis menjaga NKRI," tegasnya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nurdiana, M.SI merespon positif arahan Dewan Pengawas UIN Malang dengan salah satu cara memanfaatkan media sebagai sarana untuk publikasi informasi yang positif. "Sehingga keberadaan medsos bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan di perguruan tinggi," terangnya. (aj)
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan workshop metodologi penelitian (metpen) dengan tajuk Kebijakan Pendidikan bagi Tenaga Kependidikan ini dikhususkan untuk para tenaga kependidikan yang memiliki jabatan fungsional tertentu (JFT). Acara bertempat di ruang Aula Lt. 5, Gedung Rektorat, Rabu (7/4).
Dalam sambutannya Ketua LP2M UIN Maliki Malang, Prof. Tutik Hamidah menyampaikan bahwa workshop kali ini memang benar-benar ditujukan kepada para tendik UIN Maliki yang merangkap sebagai JFT. Tujuannya tidak lain sebagai salah satu usaha menselaraskan pada visi besar kampus yakni mewujudkan smart Islamic university. "Jadi dengan adanya workshop metpen kali ini bisa secara langsung maupun tidak, nantinya bisa meningkatkan kualitas SDM para tendik di lingkungan UIN tercinta ini," ucapnya.
Kemudian masih dari Prof. Tutik begitu sapaan akrabnya, ia menambahkan bahwa pelaksanaan workshop ini terbagi menjadi dua materi, yakni materi tentang teori dan kedua adalah materi praktik secara langsung. Oleh karena itu, Prof. Titik berharap pada kesempatan berharga tersebut, para tendik yang menjadi pesertanya bersedia mengikuti semua rangkaian acaranya sampai tuntas. Apalagi ia mengingatkan juga bahwa di tengah sesi pemaparan materi akan diberikan tugas dari narasumbernya. "Jangan khawatir, di sela acara inti nanti akan ada PR dan itu harus dikerjakan sebagai tindak lanjut proses pembelajaran menpen secara teknisnya, "ungkapnya.
Di akhir sambutan, Prof. Tutik pun memberikan suport agar para peserta selalu antusias dan semangat dalam mengikuti workshop tersebut. "Selamat dan sukses, semoga acara ini bisa memberikan banyak manfaat, khususnya peningkatan kualitas SDM para tendik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, " pungkasnya. (ptt)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) bekerja sama dengan Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia mengadakan pelatihan teknis analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja (ABK). Acara tersebut diselenggarakan di ruang meeting Kantor Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lt. 4 Gedung Rektorat, Kampus I UIN Maliki Malang, Senin (5/4).
Sambutan pertama oleh perwakilan dari Pusdiklat Kemenag RI menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasamanya UIN Maliki Malang dalam memfasilitasi diklat tersebut. "Kami berterima kasih kepada rektor UIN Maliki Malang, Prof. Abd. Haris karena telah bekerja sama dan memfasilitasi dari pelaksanaan diklat ini, " ucapnya. ia juga menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut tidak lain untuk melatih keterampilan secara teknis dalam bidang pengadministrasian.
Selanjutnya, Dr. Uril Bahruddin, MA sebagai perwakilan dari UIN Maliki dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangatlah penting karena dengan adanya pelatihan seperti itu bisa meningkatkan skill dan profesionalitas dalam bekerja. "Hal ini merupakan salah satu upaya kita dalam mewujudkan profesionalitas dalam bekerja," ucapnya.
Lanjut, masih dari wakil rektor bidang kerjasama dan pengembangan lembaga UIN Maliki itu juga menjelaskan keuntungannya jika mampu bekerja secara profesional, yakni bisa memberikan pelayanan dan hasil yang optimal sehingga para stakeholder dan pengguna jasa merasa puas.
Kemudian Ia menambahkan pula bahwa sebenarnya selain dengan diklat, profesionalitas bisa terwujud melalui pembiasan atau rutinitas positif dalam bekerja. Namun demikian, adanya diklat semacam itu akan bisa lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman baru dan mendalam dari hal teknis terhadap pekerjaan yang dijalankan. Sehingga, ia pun berharap peserta dari UIN Maliki bisa hadir semua dan mengikuti diklat tersebut sampai selesai. (ptt)
GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof.Abd. Haris ikut serta menyambut hari ulang tahun (Ultah) Kota Malang. Ditemui saat berutinitas di ruang kerjanya, rektor asal Lamongan tersebut menyempatkan waktu sejenak untuk memberikan ucapan sekaligus mengungkapkan harapannya untuk Ultah Kota Malang yang kini berusia 107 tahun, Rabu (31/3).
“Saya Prof. Abd. Haris, rektor UIN Maliki Malang mengucapkan selamat dan sukses hari ulang tahun ke 107 Kota Malang,” ungkapnya.
Di ultah yang kali ini mengusung tema “Peduli dan Berbagi”, menurut Prof. Haris sapaan akrabnya, begitu cocok atau sesuai dengan era pandemi saat ini, karena tema tersebut mampu membangkitkan rasa kepedulian untuk berbagi kepada siapa saja terutama golongan masayarakat yang serba kekurangan dan mengalami banyak kesusahan akibat terdampak covid-19.
Prof. Haris pun mengajak kepada semuanya untuk ikut bersama membangun kota Malang agar menjadi lebih baik lagi dan menguatkan ikonnya sebagai kota pendidikan, kota pariwisata dan kota santri.
“Kita tidak boleh melupakan tiga ikon tersebut, agar Kota Malang menjadi Baldatun Thoyyibatun wa rabbhun ghaffur, yakni kota yang baik, tidak hanya sejahtera, tetapi juga masyarakatnya selalu dipenuhi berkah dan ampunan dari Allah SWT, aamin,”. pungkasnya.(ptt)