GEMA-Meski virus Corona-19 belum juga usai, namun proses penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus tetap dilakukan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari rumahnya masing-masing, seluruh peserta dituntut untuk tetap produktif untuk melakukan pengabdian ditengah masyarakat, Rabu (21/10). KKM-DR kali ini bertajuk "Moderasiberagamadanpencegahan oenularan Covid-19" menjadiacuanbagipesertaKKMdammembuatdanmerancangprogramkegiatandimasyarakat. Ketua Panitia Pelaksana KKM-DR Dr. SaifullahmenjelaskanbahwapelaksanaanKKMdierapandemiini tentu berbedadenganpadakondisinormal. Pelaksanaan KKMkaliinidilaksanakanditempattinggalnya masing-masing, sehingga lokasinya bisa lebih luas dan menyeluruh di seluruh Indonesia. Koordinasi dan pembekalan antara Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dengan peserta KKM dilakukan secara daring atau online. "Pelaksanaan KKM ini semua peserta diwajibkan tetap menjaga protokol kesehatan covid-19," tegasnya. Soal pendaftaran, Saifullahmenegaskanbahwasemuapeserta diahruskan mendaftarsecaraonlinemelaluiwebsite sipemas.uin-malang.ac.id dengansyaratpesertaKKMyangmendaftarharussudahmenempuh matakuliah denganjumlah100 SKS. "Pendaftarandibukamulai25 Oktober-20November2020 dan tidak ada peserta susulan," terangnya.
GEMA-Dalam rangka menyemarakkan hari jadinya atau Dies Maulidiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang ke-59 Panitia Dies akan menyelenggarakan kegiatan Fun Bike, Kamis (22/10). Pelaksanaan fun bike kali ini akan dilaksanakan Minggu 25 Oktober 2020 dengan jarak tempuh kurang lebih 18 km. Penanggung jawab funbike Hilmy Saifuddin menjelaskan bahwa gowes tahun ini pesertanya hanya diikuti oleh sivitas akademika UIN Maliki Malang saja, jumlah peserta yang mendaftar di googleform sejumlah 200 peserta. "Rute yang dipilih mengambil jalan yang tentunya tidak mengganggu pengendara lain," jelasnya. Kegiatan ini disepeonsori langsung oleh rekanan UIN Maliki Malang, setidaknya ada sepuluh rekanan yang mensupport kegiatan funbike ini. Semua peserta akan mendapat fasilitas kupon undian gratis dari panitia sehingga semua peserta memiliki peluang untuk mendapatkan doorprize dari panitia. "Hadiahnya ada banyak salah atunya 6 unit sepeda gunung yang siap diperebutkan," jelasnya.
Untuk itu, kata dia, mari sukseskan bersama kegiatan gowes ini untuk bersilaturahmi dan sekaligus memperingati hari jadinya kampus UIN Maliki Malang ini. "Semoga, kegiatan gowes yang akan start dan finish dari kampus I ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses," harapnya.
GEMA-Mengenang jasa ulama dalam resolusi jihad kemerdekaan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang peringati Hari Santri Nasional 2020 dengan upacara bendera. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Utama, Kamis (22/10). Upacara Hari Santri 2020 merupakan agenda setiap tahun di UIN Malang, yang bertujuan untuk mewujudkan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia sehingga di detik ini UIN Malang mampu mengemban amanah untuk meneruskan generasi para pahlawan serta ulama. Saat penyampaian amanat upacara, Prof. Abdul Haris memberikan pesan bahwasanya warga kampus Ulul Albab ini harus mengapresiasi jasa para kyai serta santri, karena berkat perjuangan mereka membela tanah air UIN Malang saat ini mampu menjadi lembaga pendidikan tinggi yang memfasilitasi ribuan penuntut ilmu. Beliau melanjutkan, peringatan Hari Santri ini tidak boleh dilupakan, karena sebenarnya pejuang kemerdekaan itu adalah para kyai dan santri yang meneriakkan semangat Allahu Akbar. “Bahkan sampai hari kiamatpun tidak boleh dilupakan.” Tuturnya. Rektor Kampus Hijau tersebut juga mengingatkan kepada warga kampus terutama mahasiswa UIN Malang agar kelak menjadi santri yang mampu menduduki jajaran birokrasi, serta ahli di berbagai bidang ilmu seperti Sains dan Teknologi. Agar santri mampu mengintegrasikan ilmu agama dan pengetahuan, “jadi selain ahli dibidang kedokteran juga ahli membaca kitab seperti kitab fathul wahab,” ungkapnya. Beliau juga menuturkan, “kelak saya harap presiden ada yang berasal dari seorang santri pun juga alumni UIN Malang.” Tuturnya dalam penutup amanat upacara. Kegiatan yang bertepatan pada hari Kamis ini dihadiri oleh sejumlah para jajaran petinggi kampus, para musyrif/ah serta santri Ma’had Aly dengan diikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, physical distancing, serta pengecekan suhu badan.(syf)
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) kembali akan melaksanakan konferensi Internasional atau The 2nd International Conference on Engineering, Technology, and Social Sciences dengan tajuk "Interdisciplinary Synergy in the COVID-19 Era: A Scientific Perspective”, Selasa (20/10). Ketua LP2M UIN Maliki Prof. Dr. Tutik Hamidah, M.Ag menjelaskan bahwa pelaksanaan ICONETOS tahun ini dijadwalkan akan berlangsung 31 Oktober 2020, Peserta yang mendaftar ada 111 peserta dari berbagai negara. Semua paper atau tulisan yang dikirim harus disesuaikan dengan tema yang sudah ditentukan. "Target 200 peserta dan semua paper yang dikirim bisa submit dan terindek di Web of Science (WOS)," harapnya. Pelaksanaan ICONETOS 2020 ini tentu berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini konfrensi dilaksanakan dengan sistem daring atau virtual sehingga dari segi anggaran akan lebi efisien dan efektif. "Selain itu, dananya juga bisa digunakan untuk pembinaan bagi pengelola jurnal di lingkungan UIN Malang," tegasnya. Selanjutnya, dalam rapat koordinasi panitia persiapan acara tersebut, Ernaning Setiyowati sebagai perwakilan sie procceding menekankan lebih pada persiapan yang harus segera dilakukan. Mengingat pelaksanaan acara tersebut semakin dekat, ia berharap masing-masing sie acara bergerak cepat. Hingga hasil koordinasi awal untuk acara tersebut menyimpulkan bahwa setiap anggota dari masing-masing sie acara telah menyatakan kesiapannya dan sanggup untuk mensukseskan terlaksananya ICONETOS tahun 2020 ini. "Ini adalah event yang berlevel internasional, semoga nanti bisa berjalan lancar dan sukses karena secara tidak langsung bisa memberikan manfaat pada instansi pendidikan kita", pungkasnya di akhir rapat yang bertempat di Meeting room Lt. Gedung Rektorat. (aj/ptt).
Penulis & Foto: Putut Wahyu Hardiyanto GEMA-Di hari pertama mulainya visitasi On-line The Asean University Network Quality Assurance (AUN-QA) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dekan Fakultas Humaniora Dr.Hj. Syafiyah,MA optimis akan meraih predikat terbaik. Pasalnya, salah satu prodinya yang diajukan, yakni Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) sudah ketiga kalinya berturut-turut mendapatkan hasil cemerlang dalam visitasi AUN-QA yang sebelumnya pernah dilakukan, Senin (19/10). Ditemui selepas, acara sesi pertama pelaksanaan visitasi online bersama tim Prodi BSA, Bu Syafi begitu sapaan akrab Dekan Fakultas Humaniora ini menyatakan keyakinannya akan raihan cemerlang yang akan diperoleh Prodi BSA dalam visitasi online AUN-QA kali ini. Ia begitu optimis karena sejak awal sudah melakukan berbagai persiapan dengan matang dan optimal. Apalagi dari sesi pertama ini, tim dari Fakultas Humaniora telah mampu menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari tim penguji secara tepat dan responsif. “Ada masukan dan saran tim penguji dari sana yang menurut kami bersifat konstruksif dan itu bisa menjadi bahan perbaikan terutama pada dokumen kurikulum dan program-program pendidikan di fakultas kami ke depan”, ungkapnya. Proses berikutnya, masih kata Bu Syafi bahwa setelah sesi pertama ini, maka akan visitasi terhadap para dosen, para staf/karyawan, mahasiswa, para alumni, steakholder hingga User. “Pelaksanaannya Senin ini sampai besok hari Jumat(23/10) sehingga ini bertahap dan nanti juga ada visitasi terhadap fasilitas, sarpras baik tingkat universitas sampai fakultas”,ungkapnya. “Inshaa Allah, kami dari Fakultas Humaniora sudah siap atas segala yang dibutuhkan pada visitasi online kali ini, terutam soal IT dan SDM-nya”, imbuhnya dengan senyum optimis. Ditanya soal harapan setelah adanya visitasi AUN-QA ini, Ibu berparas ramah ini menjelaskan bahwa fakultas Humaniora UIN Maliki Malang tidak semata-mata mengejar sertifikatnya namun yang dianggap lebih dari itu atau benefit-nya adalah karena adanya kemauan dan semangat belajar untuk selalu berbenah, melakukan perbaikan-perbaikan dalam pengelolaan fakultas terutama prodi. Menurutnya, visitasi AUN-QA ini merupakan bahan belajar bersama bagi fakultas Humaniora khususnya dalam mengimplementasikan sistem managemen pendidikan tinggi yang bertaraf internasional dan itu sesuai dengan komitmen kampus UIN Maliki Malang yakni menuju World Class University. (ptt)
Penulis & Foto: M. Khafid GEMA-Dalam rangka meningkatkan kualitas manajmen dan mutu pelayanan, Jurusan Manajemen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang divisitasi oleh Tim Asesor ASEAN University Network QualiTY Assurance (AUN-QA) untuk mendapatkan sertifikasi Internasional. Kegiatan assesement ini dilaksanakan secara daring selama tiga hari senin sampai rabu mendatang (19-21/10). Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Nur Asnawi, M.Ag menyampaikan bahwa assessment ini untuk mewujudkan program kampus bereputasi internasional. “Oleh sebab itu dengan adanya visitasi yang dilakukan AUN-QA menjadikan Podi manajemen sebagai awal untuk menuju World Class University yaitu Kampus bertaraf Internasioanl,” sambutnya. Selain itu, Harapan kedepan dengan adanya sertifikasi AUN-QA ini, percepatan untuk menjadikan kampus yang bertaraf internasional akan lebih mudah,” harapnya.
GEMA-Dalam rangka peringatan hari santri, Musyrif/ah Ma’had Sunan Ampel Al – ‘Aly (MSAA) UIN Malang laksanakan kegiatan pra acara Hari Santri 2020 di Lapangan Utama UIN Malang, Sabtu (17/10). Dengan kondisi yang terbatas seperti saat ini, kegiatan Hari Santri 2020 tahun ini tentu berbeda dengan tahun lalu, Gufran selaku Ketua Panitia Hari Santri 2020 menuturkan, di tahun ini event Hari Santri 2020 hanya ditujukan kepada musyrif/ah dan santri Ma’had Aly saja, sedangkan tahun lalu mahasantri turut memeriahkan rentetan kegiatannya, seperti perlombaan juga upacara hari santri. Peringatan pra acara Hari Santri 2020 MSAA ini di awali dengan senam bersama kemudian disusul dengan kegiatan lomba masak bagi musyrifah dan futsal bersarung bagi kalangan musyrif. Ustad Ghufron Hambali Ketua bidang Keta’liman dan Kesantrian dalam sambutannya juga menyampaikan, dengan diadakannya peringatan hari santri ini diharapkan agar mampu membangkitkan ruh-ruh kesantrian pada para generasi muda, juga agar tidak melupakan jasa perjuangan para ulama’ terdahulu yang turut andil dalam kemerdekaan bangsa Indonesia.
Selama kegiatan berlangsung musyrif/ah tetap dihimbau untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti tetap memakai masker juga physical distancing. Meskipun tidak semeriah tahun sebelumnya yang di warnai dengan keseruan dan keramaian para mahasantri, Najmah Ahmad Murobiyah Mabna Khodijah Al Kubro menuturkan bahwa adanya peringatan hari santri ini cukup menghibur para musyrif/ah yang sedang bermukim di mabna. Beliau juga berharap agar kedepannya situasi dan kondisi dapat lebih membaik, agar dapat merasakan keseruan di setiap kegiatan bersama para mahasantri. (syf)
MEMBANGGAKAN: Ernaning Setiyowati, Ketua Redaksi JIA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
GEMA-Lagi, ada kabar menggembirakan bagi sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kali ini Journal of Islamic Architecture (JIA) salah satu jurnal UIN Maliki terindeks di Scopus, terhitung sejak tanggal 6 Oktober 2020. Ernaning Setiyowati, Ketua Redaksi JIA menjelaskan bahwa proses pengajuan indeksing di scopus memakan waktu tidak kurang dari lima bulan saja, Rabu (14/10). Total dari 34 pengelola juranl di lingkungan UIN Maliki Malang yang terindeks secopus hanya satu jurnal saja. Hal ini menunjukkan begitu sulit dan ketatnya aturan yang harus dipenuhi oleh pengelola jurnal. Setidaknya, untuk bisa terindeks di scopus pengelola harus menyiapkan reviewer ahli yang sesuai dengan disiplin keilmuannya masing-masing. Menjadi reviewer tentu harus memilki kridit poin hasil riset yang cukup. Misalnya saja dia memilikikarya terbarunya yang juga terindek di scopus, sehingga nama reviwer tersebut terregister di scopus. Tidak hanya itu, Dosen Arsitek ini juga menjelaskan bahwa, untuk bisa lolos di scopus pengelola juga harus menyiapkan server jurnal yang stabil. Pasalnya saat dilakukan proses akreditasi dibutuhkan server yang stabil sehingga tim pentelaah bisa mengakses jurnal yang diajukan dengan stabil dan lancar. “JIA pada tahun 2016 pernah mengajukan proses indeks ke scopus, namun dinyatakan gagal salah satu kendalanya server yang tidak stabil,” ceritanya. Setelah itu, kata dia JIA sempat melakukan pembenahan diri, banyak hal yang dilakukan perubahan secara total baik persoalan editorial board yang dinilai kurang luas, hingga persoalan persoalan internet yang kurang stabil. “pada akhirnya JIA memutuskan untuk membenahi server dengan dibantu PTIPD UIN Malang agar lebih stabil,” terangnya. Setelah itu, tambah dia, Juni 2020 dirinya mulai melakukan pembenahan kembali dan dilakukan submit kembali untuk proses indeks di Scopus. “Alhamdulillah tidak sampai lima bulan hasilnya muncul dan sudah terindeks di scopus,” ungkapnya bahagia. Meningkatkan reputasi jurnal dari sinta 2 menjadi jurnal bersekala internasional tentu dibutuhkan tulisan atau artikel yang bermutu, penulisnya pun dalam satu terbitan harus dari berbagai negara. “Alhamdulillah, Sejak tahun pertama terbit JIA selalu didominasi penulis dari luar negeri,” jelasnya. Ernaning berharap, pengelola jurnal di UIN Maliki Malang bisa segera menyusul JIA untuk menginternasionalkan jurnal yang dikelola di Scopus. “Semoga JIA bisa memberikan manfaat yang luas dan memberikan lahan bagi dosen dan guru besar dalam berkarya,” harapnya. Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag melalui pesan Whatsappnya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengelolah JIA yang sudah memberikan kado terbaiknya di hari ulang tahunnya UIN Maliki yang ke-59. “Terimakasih saya ucapkan, dan semoga UIN Maliki Malang bisa menggapai cita-citanya menuju world class university,” doanya.
GURU BESAR: Prof. Dr. Saifullah bersiap untuk dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu Hukum Fakultas Syariah UIN Maliki Malang
GEMA-Lagi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mengukuhkan guru besarnya. Kali ini Prof. Dr. H. Saifullah, SH., M. Hum dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Fakultas Syariah UIN Maliki Malang, Rabu (14/10). Melalui rapat terbuka senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, secara resmi Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag mengetuk palu sebagai tanda dikukuhkannya Prof. Saifullah sebagai guru besar. Prof. Haris dalam rapat senat mengajak seluruh guru besar di UIN Maliki Malang lebih aktif lagi untuk memberikan perannya kepada masyarakat. Ilmu yang sudah diperoleh bisa memberikan kemaslahatan bagi bangsa dan negara ini. “Menjadi guru besar tentu memiliki beban dan tanggung jawab yang besar pula, untuk itu mari kita berikan yang terbaik untuk bangsa dan negara kita yang tercinta ini,” ajaknya. Prof. Saifullah, kata dia dikukuhkan menjadi guru besar yang ke-19, dan insyaallah akan disusul lagi 30 calon guru besar yang insayaallah sebentar lagi juga akan dikukuhkan. “Semoga semua dilancarkan oleh Allah SWT untuk terus menambah jumlah guru besar di UIN Maliki dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” tegasnya. Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya, Prof. Saifullah menjelaskan bahwa persoalan hukum di Indonesia mengalami kendala yang cukup ironis. Faktanya, berdasarkan data yang tercatat setidaknya sejak masa pendemi Covid-19 ini terjadi banyak kejahatan yang terjadi, mulai polemik persoalan Anak mengungat ibu kandungnya persoalan harta warisan, Guru dipolisikan akibat mencupit atau memukul anak didiknya untuk memberikan pendidikan, kasus gugat cerai di pengadilan agama juga semakin meningkat. “Apalagi di era pandemi ini banya terjadi kasus perceraian yang salah satu faktornya karena suami dirumahkan dari tempat kerjanya,” terangnya. Semasa era pandemi ini, pada tiga bulan pertama kejahata terus meningkat hingga 29 persen dan angka tersebut terus naik hingga sekarang. Ditambah lagi, bangsa ini dihadapkan dengan UU Cipta Kerja yang dinilai masih kontrofersi dan tidak pro rakyat dan kaum buruh. “Hal ini juga menjadi PR bagi penegah hukum di negara tercinta ini,” jelasnya. Di era yang serba digital saat ini, transfer data dibutuhkan filter yang berlipat ganda agar informasi yang diterima oleh masyarakat bukan informasi Hoax atau bahkan cenerung mengadudomba. Hal ini harus diantisasipasi tentunya melalui edukasi dan transparansi informasi yang tepat sasaran, sehingga info hoax bisa diminimalisir untuk mencegah terjadi perpecahan bangsa dan masyarakat yang ada di Indonesia. “untuk itu, semoga melalui beberapa kejadian ini bisa mengambil hikmah dan pembelajaran untuk kita semua agar setiap pengambilan keputusan bisa lebih adil dan bijaksana,” pungkasnya.