GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Bagian Kemahasiswaan dan Alumni kembali akan menyelenggarakan Tracer Study 2020. Oleh karena itu, diselenggarakan koordinasi untuk membahas instrumen tracer study 2020 sekaligus mengevaluasi pelaksanaan tracer study tahun sebelumnya.
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan lantai satu Gedung Student Center Jenderal Soeharto pada (26/10) dan dihadiri oleh berbagai unit terkait seperti Bagian Kemahasiswaan dan Laumni, perwakilan masing-masing fakultas, Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), dan perwakilan dari bagian atau lembaga lain. Selain itu dihadiri pula oleh Tim Teknis Tracer Study 2020.
Iwan Sugiarto, M.M, Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni dalam paparannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi seperti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang perlu melakukan tracer study atau pelacakan alumni setiap tahunnya. Tracer study sangat bermanfaat untuk peningkatan reputasi lembaga, kepentingan akreditasi, dan sebagai indikator kinerja utama UIN Maliki Malang. Tidak kalah penting, tracer study juga bermanfaat untuk mengetahui jejak lulusan dan kiprahnya di dunia kerja. Melalui tracer study UIN Maulana MAlik Ibrahim Malang dapat menjaring masukan dari lulusan dan pengguna alumni terkait berbagai hal bagi pengembangan UIN Maliki Malang. Harapannya respon dari alumni untuk mengisi Tracer Study 2020 semakin baik dari sebelumnya.
Pada kesempatan tersebut dibahas tentang metode tracer, yaitu menggunakan exit kohort atau kelompok lulusan, yaitu lulusan tahun 2018. Tidak kalah pentingnya yaitu finalisasi instrumen, sistem tracer study, dan time line kegiatan tracer study 2020. Sasaran Tracer Study 2020 adalah alumni UIN Maliki Malang yang lulus tahun 2018 pada program sarjana atau strata satu.
Tracer study 2020 ini rencannya akan dilakukan mulai Kamis, tanggal 5 November 2020 sampai hari Senin tanggal 30 November 2020. Harapannya paling tidak terdapat tujuh ratus sepuluh alumni yang berpartisipasi untuk mengisi kuesioner online yang ada di laman https://alumni.uin-malang.ac.id/tracer/ atau melalui link : http://s.id/TracerUINMlg2020. Login untuk masuk pada aplikasi tersebut menggunakan NIM para alumni. Dan jika ada yang lupa. Tim menyediakan kontak person untuk bisa mengetahui NIM masing-masing.
UIN Maliki Malang telah memilih perwakilan dari beberapa fakultas untuk menjadi profil sebagai duta sosialisasi untuk kegiatan Tracer Study 2020. Seperti M. Firdaus Imaduddin dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang menjadi CEO RO Production, dari Fakultas Ekonomi ada Mifta Layli Abidah yang bekerja di BNI Syariah Cabang Surabaya. Ada juga Moh. Abduttawwab Lahny yang disamping sebagai penyluh agama, alumni Fakultas Syariah ini juga sebagai Owner Ellahny Corp. Alumni Fakultas Sains dan Teknologi, yaitu M. Galang Arbi Sutanto yang bekerja di PT Adhi Karya. Ada juga alumni Fakultas Psikologi bernama Saktya Alief Al Azhar yang menjadi Human Resource di PT. Bina Mahasiswa Indonesia (Liga Mahasiswa). Dari FKIK ada Mochamad Firman Amrulloh sebagai Apoteker di Klinik Mutiara Sehat. Dan ada beberapa alumni lain sebagai influencer dan getuk tular informasi kepada para alumni yang lain.
GEMA-Lagi! Pusat Studi Integrasi Islam dan Sains (PSIS) UIN Maliki Malang kembali mengadakan Website Seminar (Webinar) dengan tajuk A Critical Analysis of The Science-Religion Integration in Indonesia Universities, Rabu (4/11). Webinar kali kedua yang terselenggara dari salah satu unit di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) ini menghadirkan Prof. Dr. Anas Saudi, MA dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta, Prof. Dr. Ir. Abdullah Shahab, M. Sc dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mokhammad Yahya, Ph. D, selaku Kepala PSIS UIN Maliki menjelaskan bahwa pemateri kali ini ahli di bidang IPA dan yang satunya di bidang IPS. Namun selain itu ada kriteria istimewa lagi yang memberi nilai plus yakni keduanya juga tokoh agama. "Jadi keahlian beliau yang membuat PSIS memilihnya sebgai narasumber," tegasnya. Hadirnya dua tokoh ilmuwan dan agama ini diharapkan memberikan pemikiran kritis terhadap integrasi keilmuan yang telah cukup lama diterapkan di UIN Maliki Malang. Apalagi integrasi keilmuan itu manjadi bagian dari visi kampus berlogo Ulul Albab ini. Oleh karena itu, tambah dia, webinar yang menganalisis kritis terhadap Integrasi sains dan Islam di PTKIN di Indonesia. "Secara khusus PSIS UIN Maliki ingin proses integrasi keilmuan yang telah dilakukan di UIN Maliki Malang bisa berjalan dengan baik," harapnya. Selanjutnya perlu follow up dari kedua narasumber yang nanti bisa diimplementasikan dalam proses mengintegrasikan ilmu sains dan Islam di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini. (ptt)
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maliki Malang kembali mengadakan International Conference on Engineering ,Technology and Social Sciences (ICONETOS).Di tahun kedua penyelenggaraan event berlevel internasional ini berbeda dengan yang pertama. Hal ini karena dampak dari pandemi covid-19 belum berakhir sehingga seluruh agendanya berlangsung secara virtual atau daring. Bertempat di ruang baca perpustakaan pusat, Lt. 1 Gedung KH. Abdul Rahman Wahid.Sabtu(31/10)
Ditemui saat jeda acara, Prof. Dr. Hj.Tutik Hamidah,M.Ag selaku kepala LP2M UIN Maliki Malang menjelaskan bahwa ICONETOS tahun ini mengusung tema Interdisciplinary Islamic Studies and Covid-19. Pemilihan tema tersebut tidaklah sembarangan, menurut Prof. Tutik begitu sapaan akrabnya menambahkan bahwa LP2M selain menginginkan adanya penelitian baik tentang keislaman dan juga penanggulangan Covid-19. "Oleh karena itu sebagian besar tema hasil karya ilmiyah atau paper yang dipresentasikan itu akan berkaitan dengan pencegahan penyebaran covid-19", ungkapnya.
Ditanya soal harapan diadakannya conference kali ini, Ibu berkacamata yang juga salah satu Guru Besar di UIN Maliki ini mengatakan bahwa terkait juga dengan temanya maka harapannya adalah memberikan berkontribusi secara internasional dari kalangan akademisi dan profesional dalam rangka merespon baik perkembangan ilmu keislaman maupun social sciences dan natural sciences kemudian juga merespon pandemi covid-19 yang sedang terjadi ini agar bisa segera teratasi. "Karena Conference ini bersifat annual sehingga inshaa Allah tahun depan akan diadakan lagi oleh LP2M sekaligus kami akan lakukan evaluasi terhadap apa yang saat ini telah terlaksana", pungkasnya. (ptt)
GEMA-UIN Maliki Malang kembali kedatangan tamu istimewa. Kali ini kampus yang berlokasi di Jl. Gajayana 50 Malang ini dikunjungi oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, yakni Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. Kedatangannya disambut ramah oleh Dr. H. Irul Bahruddin, MA Wakil Rektor bidang kerjasama dan pengembangan kelembagaan serta Wakil bidang AUPK UIN Maliki, Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si lalu dipersilahkan menuju ke ruang Rektor, Lt. 1 Gedung Dr.(HC) Ir. Soekarno.Jumat(30/10)
Tujuan dari kunjungan beliau tidak lain adalah untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan arahan tentang program prioritas dari kampus yang berlogo Ulul Albab ini terhadap segenap pimpinan universitas, Fakultas sampai para kabiro dan kepala unit-unit terkait di UIN Maliki Malang. Hal itu sesuai dengan informasi terbaru, yakni dalam rangka percepatan implementasi Smart Islamic University sebagaimana yang tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Nomor 672 Tahun 2020 tentang Program Kegiatan Prioritas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2020. Sehingga Rektor UIN Maliki beserta jajarannya bergerak dengan sigap menindaklanjuti hal tersebut.
Dalam arahannya, Wamen Zainut lebih menitik fokus pada persiapan yang telah dilakukan oleh UIN Maliki sampai saat ini. Beliau berpesan agar ke depan dalam realisasinya UIN Maliki menuju Smart Islamic University tidak sampai kehilangan ciri khasnya yang membedakannya dengan PTN manapun dan bahkan juga dengan PTKIN se-Indonesia. Kemudian, Wamen asal Jepara kelahiran 1963 ini juga sangat memperhatikan berbagai perubahan dan kemajuan yang dialami oleh UIN Maliki Malang. "Saya takjub dan kagum dengan keadaan kampus ini, begitu banyak perubahan yang terjadi, semoga kedepannya lebih banyak menorehkan prestasi", ungkapnya.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Abd Haris, M. Ag mewakili segenap pimpinan universitas mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan arahan yang diberikan Wamen Zainut tersebut. "Kami ucapkan terimakasih dan mohon pendampingannya Pak Wamen agar program prioritas universitas ini berjalan lancar dan tuntas", harap Prof. Haris di sesi closing acara.
Hadir saat acara, para wakil rektor, jajaran dekanat, para kabiro, kabbag, dan kepala unit-unit universitas serta para undangan,yakni ada dari kepala kantor wilayah agama kota Malang dan Batu. (ptt).
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kedatangan tamu dari orang nomer wahid di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yakni Ida Fauziyah, M. Si. Kedatangannya beserta tim Kemenaker RI ini disambut hangat oleh Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Abd. Haris, M. Ag beserta jajarannya. Tujuan Menaker Ida sapaan akrabnya ini adalah untuk silaturahim dan yang utama yakni memberikan arahan terkait program pengembangan karir alumni UIN Maliki Malang sekaligus menjalin kerjasama di bidang peningkatan mutu sumber daya manusia(SDM). Kamis (22/10)
Mengawali arahannya, Menaker Ida menyatakan rasa takjubnya dengan kondisi kampus hijau yang berlogo Ulul Albabdi kota Malang ini. Ia merasakan adanya atmosfer yang berbeda setelah mendengarkan sambutan Prof. Haris sapaan akrab Rektor UIN Maliki sekaligus melihat video profile universitas. Begitu agungnya cita-cita dari UIN Maliki yakni ingin membangun universitas sekaligus mendirikan pusat pendidikan Islam dan menjadi pusat dari pengembangan peradaban Islam di Indonesia dan untuk dunia. "Saya rasa UIN-UIN lainnya yang ada Indonesia memiliki tujuan yang sama tetapi di UIN Maliki Malang ini berbeda,"ungkapnya. Dalam kesempatan itu, Menaker Ida menjelaskan bahwa saat ini kondisi ketenagakerjaan di Indonesia masih memiliki beberapa permasalahan, salah satunya adanya tidak sebandingnya antara kondisi SDM dengan besarnya kebutuhan pasar kerja. Ia menambahkan, tantangan ketenagakerjaan Indonesia ke depan yakni harus mampu bersaing dan menghadapi perubahan era industri 4.0. Hal tersebut selanjutnya akan berpengaruh pada siklus kebutuhan kerja dan kesiapan kompetensi SDM di Indonesia. Selanjutnya, Ibu berkarakter cekatan ini juga gencarnya menyosialisasikan substansi UU Cipta Kerja. Menurutnya, meski saat ini masih diliputi pro-kontra bahkan sampai terjadinya aksi demo dari masyarakat Indonesia namun ke depan dengan UU Cipta Kerja dapat mempermudah izin usaha sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan secara masif.
Usai memberikan arahan, Menaker Ida meresmikan pembentukan Career Development Center di UIN Maliki. Ia berharap adanya unit tersebut nantinya alumni dari UIN Maliki dapat membantu pemerintah dalam mempercepat kesiapan pembangunan SDM di kalangan akademisi. Terakhir, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) peningkatan kemampuan SDM antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan UIN Maliki Malang. MoU kali ini meliputi pelatihan kerja dan pelatihan kewirausahaan, penelitian ketenagakerjaan serta akses informasi ketenagakerjaan.Sehingga pada hal ini, para alumni lulusan UIN Maliki nanti akan mempunyai akses informasi dan pelatihan (advokasi) yang sesuai di pasar kerja. (ptt)
GEMA-Peringati Hari Santri 2020 Ma’had Sunan Ampel Al-‘Aly (MSAA) UIN Malang laksanakan Upacara Bendera yang dilaksanakan di Lapangan Utama, Kamis (22/10). Ditengah situasi yang terbatas karena adanya pandemi saat ini, tidak menyurutkan semangat warga santri MSAA. Hal tersebut dibuktikan saat seusai upacara Hari Santri 2020 beberapa para musyrif/musyrifah menunjukkan berbagai penampilan untuk memeriahkan peringatan hari resolusi jihad ini. Beberapa penampilan tersebut yakni kolaborasi tarian daerah nusantara yang berasal dari Sumatera hingga Nusa Tenggara, kemudian disusul dengan penampilan paper moop yang berisi empat jenis tulisan yakni, “Hari Santri 2020, Selamat Hari Santri Nasional, MSAA Icon UIN Malang, dan MSAA Jihadku”.
Dibalik kemeriahan penampilan yang ditunjukkan oleh musyrif/musyrifah tersebut, Gufran selaku Ketua Panitia Hari Santri 2020 menuturkan bahwa dalam mempersiapkan agenda ini membutuhkan kurang lebih tiga sampai empat minggu sebelum acara."Karena tahun ini tidak ada mahasantri, jadi peserta penampilanpun juga terbatas,” tutur murobi MSAA tersebut. Beliau juga menyampaikan, adanya penampilan dari para musyrif/musyrifah ini selain dapat memeriahkan Hari Santri 2020 juga untuk membuktikan jika santri itu mampu berkreasi. Kegiatan yang dihadiri oleh para petinggi jajaran kampus, para musyrif/musyrifah, santri Bait Tahfidz Al Quran (BTQ) UIN Malang, Santri Takmir, serta Santri Ma’had ‘Aly UIN Malang ini dilaksakan sesuai dengan protokol kesehatan. (syf)
GEMA-Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, Tim Penghijauan Dies Maulidiyah Ke-59 mengadakan kegiatan Penghijauan Hutan Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kamis (20/10) Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Panitia Dies Maulidiyah, Kepala Cabang BNI Syariah Kota Malang, Kepala Dusun Precet, Kepala Desa Sumbersekar Dau Malang, para wakil Dekan dan beberapa dosen serta mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman bibit pohon.
Dalam sambutannya, Dr. H. Mahfud Shodar, M. Ag selaku ketua panitia menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan penghijauan dan penanaman bibit ini, karena kegiatan tersebut merupakan bentuk amal jariyah warga kampus terhadap alam. ”Nantinya jika pohon-pohon ini berbuah, yang menikmati tidak hanya manusianya saja, tetapi secara otomatis kita juga memberikan makan kepada burung-burung melalui pohon matoa yang akan kita tanam ini”, ujarnya. Selain itu, Zaenal Arifin, selaku pimpinan BNI Syariah yang menjadi salah satu sponsor kegiatan ini juga menyampaikan bahwa kedepannya akan terus memberikan dukungan kepada kegiatan-kegiatan UIN Maliki Malang. Selanjutnya acara ceremonial penanaman bibit pohon secara simbolis dilakukan oleh Ketua Panitia Dies Maulidiyah dan Kepala Cabang BNI Syariah Malang. “Insyaallah BNI Syariah akan terus memberikan dukungan dan kerjasama dengan UIN Maliki Malang,” katanya.
Ditempat terpisah, secara simbolis Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Abd Haris, M.Ag juga telah menanam bibit pohon di kampus I setelah upacara Hari Santri Nasional selesai dilaksanakan. Dalam kesempatan ini, Dr. Imam Tazi, M. Si selaku ketua Tim Penghijauan menyampaikan “Kami berharap bibit-bibit pohon ini semuanya bisa tumbuh besar dan berbuah, karena belajar dari pengalaman yang kemarin, sekarang kami sudah mempersiapkan irigasi yang dibuat secara otomatis waktu pengairannya , sehingga bisa dipastikan pohon ini tidak sampai kering dan mati,” terangnya. Acara ini juga melibatkan beberapa mahasiswa diantaranya dari Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, dan UKM Mapala Tursina dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. (Devi)
GEMA-Begitu besar dan luar biasanya jasa para kyai dan santri zaman dahulu dalam memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak akan bisa dinilai dengan material. Hal ini disampaikan oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Abd. Haris,M. Ag, selaku Inspektur Upacara saat memberikan sambutan acara peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Lapangan Utama Kampus I UIN Maliki Malang, Kamis(22/10).
Selanjutnya, dalam kesempatan itu Prof. Haris sapaan akrab rekator UIN Maliki mengajak semuanya khususnya warga sivitas akademika UIN Maliki Malang untuk selalu menghargai jasa-jasa para kyai dan santri terdahulu. Oleh karena begitu pentingnya jasa mereka (kyai dan santri-red) salah satunya yakni ditetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional oleh Presiden Jokowi. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengenang kembali semua jasa para kyai dan santri dalam memperjuangkan eksistensi NKRI hingga saat ini. “Hal ini tidak boleh dilupakaan sampai nantidsi hari kiamat!,” tegasnya. Rektor asal Lamongan ini pun berharap kepada warga kampusnya agar bisa memberikan apresiasi yang lebih dari yang lainnya terhadap peringatan Hari Santri Nasional ini. Ia juga menghimbau agar semuanya lebih bersemangat dalam mengisi kemerdekaan negeri ini. Menurut orang nomer wahid di kampus berlogo Ulul Albab ini bahwa warga UIN Maliki adalah bagian dari kyai dan santri di zaman ini. Sehingga ke depannya siapa pun nantinya berhak menjadi bagian pemimpin negeri ini. “Mau menjadi presiden, menteri, Bupati atau cukup menjadi Ketua RT, silahkan!,” ucapnya. Di ujung sambutannya, Prof. Haris mengungkapkan bahwa disamping kemerdekaan NKRI sebagai warisan perjuangan kyai dan santri maka di sisi lain hal tersebut menjadi amanah tersendiri. Sehingga beliau menyatakan sebagai tanggungjawab besar bagi generasi bangsa saat ini adalah melakukan segala hal kebaikkan demi perkembangan dan kemajuan negeri ini. “Kita penerus perjuangna para kyai dan santri mesti terlibat dalam memperbaiki bangsa Indonesia yang kita cintai ini,” pungkasnya. (ptt)
GEMA-Dalam rangka memperingati hari santri nasional, pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bersama sivitas akademika menggelar upacara di lapangan utama, Kamis (22/10). Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag memimpin langsung upacara peringatan hari santri 2020, dalam amanatnya, memperingati hari santri harus ada untuk mengingat sejarah peran santri dalam melawan penjajah. Sejarah telah mencatat bahwa melalui rsolusi jihad 1945KH. hasyim Asy'ari menetapkan wajib hukumnya para santri melawan para penjah, semua santri harus semangat berjuang meski waktu itu jumlah dan teknologi melawan penjajah tidak seimbang. "Dengan semangat takbir para santripun membela NKRI ini dengan penuh semangat," ceritanya.
Presiden pun, kata Prof. Haris meminta agar para santri jangan pernah melupakan kejadian ini, sejarah para santri memperjuangkan tanqah air ini. "Para kiai dan santri satu kesatuan yang tidak bisa terlepaskan, santri dengan sandal dan sarung menjadi salah satu ciri khasnya," terangnya. Masih kata Prof. Haris, memperingati hari santri ini, seluruh warga besar UIN Maliki Malang harus turut andil mengisi kemerdekaan NKRI ini dengan cara bekerja dan berkarya dengan semaksimal mungkin, yang dosen, tenaga pendidik semua bekerja dengan tuposkinya masing-masing, sementara mahasiswa belajar dengan baik di kampus ini. "Begitulah salah satu cara memajukan negeri melalui institusi ini. Santri harus mengutamakan toleransi dan moderasi dalam beragama, selamat harsi santri dan jayalah selalu," tutupnya.