GEMA-Masa pandemi Covid-19 ternyata memang benar-benar mempengaruhi banyak aktifitas di ranah Perguruan Tinggi tak terkecuali pada agenda Pemilihan Wakil Mahasiswa (pemilwa) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada tahun ini, kali pertama kampus hijau berlogo Ulul Albab di kota Malang ini menyelenggarakan pemilwa secara online, Selasa (18/8). Wakil Rektor bidang kemahasiswaan UIN Maliki Malang, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag memberikan penjelasan tentang agenda pemilwa yang sedang berlangsung di kampus yang beralamatkan di Jl. Gajayana 50 Malang ini. Menurutnya, bahwa semua mahasiswa UIN Maliki yang saat ini ada di daerahnya masing-masing, bisa secara online menggunakan hak pilihnya dalam ajang pesta demokrasi kampus. Dalam pelaksanaannya secara online, pihak kampus UIN Maliki telah menyediakan fasilitas semacam aplikasi berupa E-VOTE sebagai media dalam menyalurkan hak pilih para mahasiswa. E-VOTE merupakan produk aplikasi yang dimiliki UIN Maliki sendiri dan dapat dibuka lewat link simira.uin-malang.ac.id. Agenda ini bertujuan untuk memilih beberapa diantara para calon wakil mahasiswa yang nanti menduduki amanah di jajaran elite kemahasiswaan yakni sebagai perwakilan para mahasiswa dengan jabatan sebagai Dewan Mahasiswa(DeMa) dan Senat Mahasiswa(SeMa). Selanjutnya, Gus Is sapaan akrab dari Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag mengucapkan terimakasih kepada semuanya yang terlibat dan ikut berpartisipasi langsung pelaksanaan pemilwa tahun 2020 ini. "Selamat dan sukses atas untuk PEMILWA tahun ini," pungkasnya. (ptt)
GEMA-Puluahn Musrif dan musrifah Ma'had al Jamia' Sunan Ampel Al Aly mendapatkan bantuan sembako dari badan Amil Zakat dan Wakaf El-Zawa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (7/8). Para Musrif dan Musrifah yang masih tinggal di ma'had di era pandemi ini dinilai layak untuk mendapatkan bantuan sembako tersebut. Musrif dan musrifah yeng tersebar di 16 Mabna tersebut menurut Mudirul Ma'had KH. Muzakki dinilai layak mendapatkan bantuan sembako tersebut. "Mereka sejatinya masuk kategori asnaf fisabilillah," terang KH. Muzakki.
Sementara itu. Sekretaris El-Zawa Idrus Andy menjelaskan bahwa El-Zawa tidak hanya memberkan bantuan sembakonya hanya untuk kalangan musrif dan musrifah saja, atau bagi pengurus ma'had al Aly. Akan tetapi masyarakat yang terdampak Covid-19 di malang juga diberikan bantuan sembako. "Para mahasiswa asing yang tidak bisa pulang ke negaranya karena pandemi juga diberi bantuan sembako oleh El-Zawa," aterangnya.
GEMA-Pasca pemberian nama-nama gedung (17/7) di lingkungan Kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, rektor mulai melakukan pemasangan prasasti. Prasasti pertama disematkan di menara samping Masjid At Tarbiyah yang bernama Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, Jumat (24/7). Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. mengungkapkan bahwa pemilihan nama Prof. Imam untuk menara merupakan pilihan yang bersangkutan. Ia meminta agar namanya diabadikan di bangunan yang paling tinggi. Prof. Haris pun tak lupa mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Prof. Imam yang telah memimpin kampus berlogo Ulul Albab ini selama beberapa periode, bahkan sejak masih berstatus STAIN Malang. Dr. Moh. Padil (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan) dan Dr. Abdul Bashith (Wakil Dekan Bidang AUPK, FITK) menyatakan bahwa pengabadian nama-nama para pemimpin terdahulu adalah bukti penghargaan tinggi kampus. Mereka berharap agar jasa-jasa para pimpinan terdahulu dapat diresapi oleh seluruh sivitas akademik UIN Malang. “Semoga siapa saja yang melihat Menara Prof. Imam Suprayogo ini mendapat insporasi untuk membangun lembaga pendidikan Islam di mana saja,” tutur Moh. Padil. (ptt/nd)
GEMA-Keseriusan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam melakukan pelatihan audit internal kepada para dekan dan kabag di masing-masing fakultas terus dilakukan. Kali ini mereka kembali mengikuti proses Surveillance Audit ISO 9001:2015 kelima di Ruang LPM, Kamis (16/7). Mengawali kegiatan tersebut Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. membuka langsung acara yang diikuti 35 auditor tersebut. Dalam arahannya, Prof. Haris meminta kepada seluruh pemimpin di unit, lembaga, dan fakultas betul-betul menguasai dan memahami situasi dan kondisi yang terjadi di lingkungan kerjanya. Hal ini untuk mengontrol dan mengendalikan semua yang terjadi. Sehingga, pimpinan bisa sesegera mungkin mengambil keputusan yang tepat sasaran.
Adanya pelatihan audit ini, menunjukkan bahwa wewenang dan tanggung jawab seorang pimpinan betul-betul dipertaruhkan. Baik buruknya pendidikan di perguruan tinggi ini tergantung dari para pimpinannya. Sehingga, seorang pemimpin harus mengetahui apa yang terjadi di lembaganya masing-masing. Melalui audit internal ini diharapkan para auditor bisa menemukan formulasi yang tepat bagaimana proses akademik dilakukan dan mengetahui apa kekurangannya hingga mengetahui apa yang harus diperbaiki dan dilakukan ke depannya. Melalui audit mutu ini, tambah dia, pimpinan perguruan tinggi juga bisa mencermati kesesuaian antara standar pendidikan tinggi yang ditetapkan dengan kenyataannya di lapangan. Untuk itu, audit mutu harus dilakukan secara utuh dan tidak lagi sekadar formalitas saja. (aj/nd)
GEMA-Sebanyak 35 auditor dari berbagai fakultas mengikuti proses pelatihan Surveillance Audit ISO 9001:2015 kelima di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Malang Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si. meminta seluruh auditor untuk bekerja secara total dan menyampaikan data seakurat mungkin, Kamis (16/7). Menurutnya, meskipun masyarakat masih berjuang dalam kondisi pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease), tetapi semangat untuk menuntaskan tugas dan amanah tidak boleh kendor. Jangan sampai, situasi pandemi menjadi alasan untuk malas-malasan melaksanakan tugas. "Jadi auditor jangan dijadikan sebagai beban. Ini amanah yang dititipkan ke Bapak Ibu untuk dilaksanakan sebaik mungkin," tuturnya. Ia melanjutkan, dengan menjadi auditor, peserta pelatihan memiliki kesempatan untuk menemukan gap yang harus diperbaiki di lingkungan kerjanya. Setelah menemukannya, maka kita bisa mencari tahu solusi untuk menjadikannya lebih baik. Jika proses audit bisa dilakukan rutin per semester dan ditangani oleh tenaga kompeten, maka akselerasi perbaikan mutu lembaga akan terwujud. Ilfi menegaskan, proses audit mutu yang benar juga akan mewujudkan budaya mutu di perguruan tinggi. Artinya perguruan tinggi tersebut sudah memiliki modal besar untuk bersaing bukan saja pada level lokal, atau bahkan nasional, tetapi juga global. Imbas positifnya, akreditasi unggul juga akan mudah diperoleh, bahkan akreditasi internasional. (aj/nd)
GEMA-Persoalan audit jaminan mutu sebenarnya pembahasan yang saling terkait satu sama lain. Seperti halnya tali atau rantai yang saling terhubung. Satu persoalan saja bisa berpengaruh pada persoalan yang lain. Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. Malik Karim Amrullah dalam sesi kelima Pelatihan Surveillance Audit ISO 9001:2015, Kamis (16/7). Malik dalam arahannya mengajak seluruh peserta agar bekerja sesuai dengan sistem yang ada dan menjalankan segala aturan sesuai dengan standar ISO. Hal ini dilakukan untuk menjaga mutu layanan pendidikan dan kualitas output atau lulusan di kampus berlogo Ulul Albab ini. Seorang auditor internal kampus, lanjutnya, harus bisa menentukan objek pemeriksaan, merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan, menentukan waktu dan metode pemeriksaan serta menyusun dan menyajikan laporan pemeriksaan. Tidak hanya itu, hasil auditnya pun harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel, sehingga proses perbaikan bisa dilakukan secara menyeluruh dan bisa dipahami oleh semua pihak yang berkepentingan. Seorang Auditor juga harus bisa memberikan peringatan bila ditemukan adanya penyelewengan pada lembaga kemahasiswaan yang diauditnya dan melakukan penyelidikan dalam proses audit yang dilakukan. (aj/nd)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ingin segera merealisasikan model Smart Islamic Campus. Hal tersebut dinyatakan langsung oleh Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag selaku Rektor UIN Maliki saat menjadi salah satu keynote speakers dalam acara Webinar Internasional dengan tema "Pengembangan dan Implementasi SMART Islamic Campus: Peluang dan Tantangan". Rabu(15/7) Prof. Haris, begitu sapaan akrab Rektor UIN Maliki ini menjelaskan bahwa menjadi smart Islamic Campus bagi UIN Maliki sekarang ini bukan lagi bagian dari pilihan-pilihan namun sudah menjadi keharusan. Jika UIN Maliki memilih dan harus mewujudkannya, maka hal yang pertama yang dilakukan adalah mendesain sedemikian rupa sehingga sumber daya manusia(SDM)nya yang diperlukan untuk menuju smart Islamic campus itu benar-benar siap. Menurutnya, UIN Maliki sudah cukup mumpuni dari segi SDM yang dimiliki karena sekarang di kampus yang berlogo Ulul Albab ini telah mempunyai prodi Teknik Informatika (TI) Strata (S1) dan juga Strata 2 (S2) ditunjang dengan adanya guru besar yang profesional di bidang tersebut. Selain itu, dari informasi yang didapat bahwa ada alumni dari UIN Maliki yang telah direkrut menjadi bagian dari PT. Lintasarta-Indonesia. Oleh karena itu, Prof. Haris menyarankan untuk memanfaatkan seoptimal dan semaksimal mungkin SDM yang dimiliki UIN Maliki untuk nantinya benar-benar terlibat dan berpartisipasi penuh dalam mewujudkan smart Islamic campus. Selanjutnya, hal kedua yang diperlukan adalah membangun jaringan dengan lembaga-lembaga di luar kampus. Ketiga, yakni UIN Maliki harus segera bertindak dan tidak boleh menunda-nunda dalam usaha memenuju era smart Islamic campus. Keempat, UIN Maliki harus memulai dengan apa yang ada dan dimiliki saat ini. "Jangan menunggu hingga semuanya lengkap, kita harus mulai dari apa yang bisa kita lakukan!", tegas Prof. Haris sambil mengakhiri paparan materinya.(ptt)
GEMA-Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim mengungkapkan bahwa kita semua harus benar-benar memperhatikan pendidikan anak khususnya saat masih usia dini. Hal ini ia sampaikan saat menjadi keynote speech dalam acara Webinar S2 Psikologi UIN Maliki Malang, dengan tema "Strategi Mengasuh dan Belajar Menyenangkan, Menjaga Mental Anak SEHAT". Selasa (14/7) "Anak-anak di usia yang masih dini itu harus benar-benar kita jaga, rawat dan diperhatikan dengan segala macam cara terutama soal proses pendidikannya," ungkapnya diawal acara webinar. Lanjut, kata rektor asal Lamongan ini bahwa pendidikan anak di usia dini itu menentukan begitu banyak hal penting bagi tumbuh kembangnya sang anak pada saatnya nanti. Apa pun yang saat itu anak-anak alami, lakukan, ia lihat, ia rasakan akan menjadi suatu memori yang menakjubkan. Hingga akhirnya bisa mempengaruhi dan menentukan pola hidup sampai personality dari anak-anak tersebut. Oleh karena itu, masih kata Prof. Haris sapaan akrabnya, ia berpesan agar ketika kita memberikan pendidikan anak di usia dini sebisa mungkin juga bisa menjaganya dengan penuh ekstra hati-hati, terutama soal psikisnya. "Jadi jangan sampai perkembangan psikisnya terganggu," harapnya. Apalagi di saat situasi pandemi covid-19 seperti ini, proses pendidikan bagi anak-anak menjadi sangat terbatas. Ia pun menyarankan dalam mendidik anak agar mentalnya sehat diperlukan strategi agar bagaimana pun caranya kondisi obyektif kejiwaan anak-anak terjaga dengan baik, sehingga mereka tetap bisa bebas berkreasi, berekspresi dengan kebiasaannya bahkan sampai hal keharusannya. Kemudian jika sudah ditemukan strategi yang tepat maka segera dikaji dan dikonsultasikan dengan para psikolog, pakar pendidikan, guru dan siapa pun yang terlibat proses pendidikan untuk diimplementasikan dalam kegiatan mengasuh hingga belajar mengajar anak. (ptt)
GEMA-Sebagai salah satu keynote speech pada acara Website Seminar (webinar) Nasional Forum Penjaminan Mutu PTKIN, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag menyampaikan tentang strategi menuju World Class University (WCU) melalui pengalaman selama memimpin kampus hijau berlogo Ulul Albab di Kota Malang, Senin (13/7). Dalam acara yang mengusung tema "Sosialisasi Akreditasi Internasional ASSIN Jerman dan Strategi Menuju World Class University (WCU)” Profesor asal Lamongan ini menyampaikan secara implementatif bahwa strategi dalam menuju WCU itu wajib ada dan harus dicantumkan secara eksplisit di dalam visi maupun misi Perguruan Tinggi. "Oleh karena itu yang kami (UIN Maliki-red) pertama lakukan setelah melalui diskusi panjang dengan berbagai pihak baik pemangku maupun pengelolan UIN Maliki adalah membangun dan merekontruksi visi dan misi tanpa merubah inti dari visi misi yang lama tetapi dibalut dengan redaksi yang singkat, mudah dipahami dan dilaksanakan",ungkapnya. Sehingga terwujudlah visi misi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang sekarang yakni : Visi : "Terwujudnya pendidikan tinggi integratif dalam memadukan sains dan Islam yang bereputasi internasional". Misi : "Mencetak sarjana yang berkarakter Ulul Albab; Menghasilkan sains, teknologi, seni yang relevan dan berbudaya saing tinggi. Lanjut masih kata Prof. Haris sapaan akrabnya setelah adanya visi misi UIN Maliki yang sekarang ini maka bisa diketahui secara eksplisit di visi tersebut, yakni tertulis kalimat bereputasi internasional. Hal itu berati visi yang dimiliki oleh UIN Maliki Malang sudah menunju ke arah WCU. Maka dari itu, berdasarkan paparan dari Prof. Haris secara implementatif nanti dari visi ataupun misi perguruan tinggi itulah yang akan dijadikan berbagai program universitas dalam menuju WCU. “Semua program kegiatan harus merujuk pada visi misi kampus dan juga faktor pembiayaannya,” tutupnya. (ptt/*)