Daftar Penulis: Abadi Wijaya


MANASIK HAJI KUATKAN SPIRITUAL MAHASANTRI PMJ
Senin, 15 Oktober 2018 . in Berita . 693 views
1650_pmj.jpg
Mahasantri Pusat Ma’had Al Jami’ah saat melaksanakan manasik haji, Sabtu (13/10)

GEMA-Mahasantri Pusat Ma’had Al Jami’ahmenyelenggarakan Manasik Haji di sekitar komplek UIN Maulana Malik Ibrahim, Sabtu (13/10).Sejumlah 3300 mahasantri melaksanakan manasik haji secara serentak. Pelaksanaan kegiatan tahunan ini telah melewati proses simulasi manasik haji dan latihan permabna.

Dalam pelaksanaanya, agenda manasik haji ini terbagi menjadi 31 kloter. Pada pos-pos tertentu terdapat murobbi murobbiyah yang akan memandu. Tahun ini manasik dilakukan lebih sempurna. Pasalnya, pada tahun ini diadakan tahallul haj dan thawaf ifadah yang tidak dilakukn di tahun sebelumnya.

Menurut Ustad Agus Hendri Wahyudi Sie Acara Manasik Haji, perlu koordinasi matang untuk melaksanakan agenda ini dengan efektif. Mulai dari rapat panitia, simulasi pertama dan kedua, sampai kekompakan antar mahasantri.

“Dengan manasik haji ini semoga mahasantri mampu merealisasikan ilmu yang didapatkan dari kitab Tadzhib, terutama praktik ibadah haji,” Tutur Ustad Aunul Hakim Pengasuh PMJ. (syf/nhl)

 

 

 

Lebih Lanjut »
BI CORNER UIN MALANG GELAR TALKSHOW DIGITAL EKONOMI
Kamis, 11 Oktober 2018 . in Berita . 885 views
1649_bi-corner.jpg
POSE BERSAMA: Para narasumber Talkshow BI Corner foto bersama Rektor UIN Malang di Aula Gedung Rumah Singgah Pascasarjana, Kamis (11/10).

GEMA-Komunitas BI Corner Perpustakaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Talkshow BI Corner Challange 2 di Aula Lt. 4 Rumah Singgah Pascasajana UIN Malang, Kamis (11/10). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Malang, Kepala Perpustaakan UIN Malang, wakil dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan dan Layanan Adminitrasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang.
Kepala Perpustaakan UIN Malang Faiz Izzudin menyampaikan bahwa talkshow ini merupakan bagian bentuk kerjasama secara riil dan suport baik finansial maupun inmaterial yang dilakukan BI terhadap pengetahuan perekonomian dan perbankan. “Kerjasama ini tidak hanya dilakukan sebagai resources tetapi juga berbagai macam kegiatan baik berupa diskusi ataupun kompetisi,” sambutnya.
Selain itu, Rini Mustika Ningsih Kepala Tim sistem pembayaran pengelolaan dan layanan adminitrasi kantor perwakilan Bank Indonesia Malang menyampaikan Talkshow BI Corner challange 2 ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan komunitas BI Corner Persputakaan UIN Malang yang bekerjasama dengan Bank Inodonesia Malang sejak tahun 2017. “Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kajian dan riset ekonomi berbasis digital serta mengasah keaktifan dan kreativitas para mahasiswa UIN Malang khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi,” ucapnya.
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag berharap kegiatan Talkshow ini yang berkaitan dengan digital Ekonomi dapat memberikan sumbangsih dalam penguatan enterpreneurship dan bisnis di lingkungan sivitas kampus serta menjadi semangat untuk mengembangkan perekonomian untuk menjadi lebih baik. “Semoga kegiatan ini membawa dampak yang signifikan dan mampu menumbuhkan jiwa intrepreneur bagi sivitas akademiak UIN Malang,” harapnya. (kh/*)

Lebih Lanjut »
ICON-UCE 2018 BERAKHIR
Rabu, 10 Oktober 2018 . in Berita . 1115 views
1648_suwendi.jpg
Kasubid Penelitian dan Pengabdian kepada MasyarakatDr. Suwendi, M.Ag saat memberikan sambutan dalam penutupan The 3rd International Conference On University – Community Engagemen 2018, Rabu (10/10)

GEMA-“Universitas bukan pihak yang paling tahu ilmu di dalam pengabdian, namun menempatakan diri sebagai teman yang bersama-sama membangun masyarakat,” tutur Marzuki Wahid Ketua Steering Committee The 3rd International Conference On University – Community Engagemen 2018 dalam penututupan kegiatan, Rabu (10/10).

Pengabdian bukanlah urusan main-main yang menganggap masyarakat sebagai kelinci percobaan, namun murni untuk pembagunan demi tatanan bangsa yang berkeadilan dan sejahtera. Segala upaya untuk mengangkat nilai kemanusiaan dilakukan dengan adanya kegiatan konferensi ini. Berangkat dari kesadaran Perguruan Tinggi akan kesejahteraan umum menjadi awal berlangsungnya pengabdian masyarakat. “Saya berterimakasih dan mengapresiasi seluruh peserta yang begitu gila ilmu ini, sekali lagi selamat dan sampai bertemu di ICON-UCE 2020,” tutupnya.

Sementara itu, Suwendi Kasubid Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat berharap, konferensi ini mampu menjawab problematika sosialisasi kegiatan pengabdian. Dimana proses pembelajaran ini dapat didengar dan dimanfaatakan oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya warga daerah pengabdian. Dalam hal ini Kementrian agama juga memberikan biaya penelitian kepada 8 Universitas dalam Program Ide Inovatif Membagun Desa. “Semoga kerinduan untuk berdialog, berefleksi akademik dan evaluasi kegiatan peserta semua dapat terjawab dengan adanya kegiatan ini,” pungkasnya. (mir/nhl)

 

 

 

Lebih Lanjut »
HUSEIN MUHAMMAD: PENTINGNYA KESADARAN TEOLOGIS
Rabu, 10 Oktober 2018 . in Berita . 1337 views
1647_husein.jpg
K.H Husein Muhammad Komisaris Komnas Perempuan memberikan materi Konsep Teologi Agama dalam ICON-UCE 2018, Selasa (9/10)

GEMA-Hari ini, Plenary Session I The 3rd International Conference On University – Community Engagemen 2018 berlangsung, Selasa (9/10). Kegiatan yang terlaksana di Aula Rektorat Lt. 5 tersebut dihadiri 3 pemateri yaitu, Minako Sakai, K.H Husein Muhammad dan Nurhady Sirimorok.

Husein Muhammad dalam pemaparan materinya menuturkan, kesadaran landasan teologi dalam agama Islam penting untuk dasar kehidupan manusia. Agama sebagai salah satu wujud nyata teologi mendasarkan bahwa sebenarnya ia dihadirkan untuk manusia dan ada demi nilai-nilai kemanusian. Manusia harus sadar akan martabatnya yang digerakan untuk memaknai kembali eksistensinya sebagai insan yang merdeka dan bermartabat. “Adanya basis teologi, agama memberikan peranan besar untuk mempertahankan dan memberi jalan keluar bagi problematika sosial,” terang Komisioner Komnas Perempuan ini.

Kemanusiaan, lanjut Husein, ialah salah satu tolak ukur nilai sosial di masyarakat. Manusia didorong untuk memperoleh tatanan kehidupan yang berkeadilan dan berkemanusiaan dengan teologi. Ditambah lagi transformasi sosial akan efektif jika tetap berpijak pada budaya, tradisi dan agama. “Selain itu peranan bangsa juga tak bisa lepas dari konsep teologi ini, negara yang baik dari segi sosial, gender maupun keyakitan menjadi pendukungnya.,” tutupnya. (mir/nhl)

 

Lebih Lanjut »
MENGAJI INDONESIA: MERAJUT PERSATUAN DENGAN INTEGRITAS
Rabu, 10 Oktober 2018 . in Berita . 1054 views
1645_mengaji-indo.jpg
Abd. Haris, Lukman Hakim Saifuddin Menteri, Zawawi Imron, dan Alissa saat menghadiri Mengasah Jati Diri (MENGAJI) Indonesia di Lap. Utama UIN Maliki, Senin (08/10).

GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim menyelenggarakan Mengasah Jati Diri (MENGAJI) Indonesia di Lap. Utama, Senin (08/10).Mengaji ini merupakan salah satu program unggulan dari kementerian agama.Kegiatan besar ini diagendakan di beberapa universitas islam di Indonesia. Setelah dilaksanakan di UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sumatra Utara, IAIN Tulung Agung, dan yang keempat ini dilaksanakan di UIN Maliki Malang. Program Kemenag ini bertujuan untuk mengasah nilai-nilai kehidupan nusantara yang mulai luntur karena perubahan dinamika kehidupan.

Acara yang dihadiri 13 ribu peserta ini dipandu langsung oleh Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama RI.Gelaran ini juga menghadirkan tokoh nasional seperti Abd. Haris Rektor UIN Malang, Alissa Wahid The Wahid Institute, dan Zawawi Imron Budayawan Nasional.

Sesuai tema Kita Indonesia Kita Bersinergi, Prof. Haris menuturkan. penting sekali mengasah nilai keindonesiaan dalam diri kita.Sebab kita hidup di Negara ini tidak individual melainkan secara bersama-sama.“Dengan adanya ‘Mengaji’ dapat merajut ukhuwah untuk mewujudkan persantuan Indonesia,” jelas Rektor Kampus Ulul Albab ini.

Senada dengan itu, Alissa Wahid Founder Gusdurian menyampaikan, sebagai makhluk sosial kita harus mampu menempatkan posisi kita. Menurutnya, ada tiga identitas dalam diri manusia yang harus dikenali yaitu: identitas ukhuwah, identitas wathoniyah, identitas basyariah. “Penting sekali mengelola watak, jika wataknya baik beribu macam ideologi akan tersaring dengan baik, dan melahirkan sikap yang baik pula,” pesan wanita asal Jombang ini.

Di samping itu, menurut Zawawi Imron, setiap orang Indonesia harus cinta tanah air. Kecintaannya pada tanah air diaktualisasikannya dengan puisi. “Agar Negara menjadi indah harus diurus dengan hati yang indah,” terang sastrawan asal Madura mengakhiri materinya.(syf/nhl)

Lebih Lanjut »
KEMENAG LAUNCHING MORA-BASE DAN MORA-REF
Selasa, 9 Oktober 2018 . in Berita . 2166 views
1644_morabase-dan-moraref.jpg
Abd. Haris Rektor UIN Miliki Malang, Kamaruddin Amin Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, dan Lukman Hakim Saifuddin saat launching MORA-BASE dan MORA-REF, Senin (8/10)

            GEMA-Dalam kesempatan International Coneference on University-Community Engagement 2018 ini,Kemenag akan meluncurkan terobosan anyar. Konferensi internasional ketiga ini dilaksanakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selama tiga hari, Senin-Rabu (8-10/10). Konferensi ilmiah ini dibuka langsung oleh Lukman Hakim SaifuddinMenteri Agama RI dan Kamaruddin Amin Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

            ICON-UCE tahun ini tampil dengan membawa terobosan baru. Pasalnya, Kementrian Agama akan meluncurkan sebuah aplikasi yang akan memfasilitasi para peneliti. Aplikasi tersebut adalah MORA-BASE dan MORA-REF. Ministry of Religious Affairs Bank of Article System(MORA-BASE) merupakan sebuah sistem bank artikel penelitian yang akan dikumpulkan oleh kemenag. Sedangkan Ministry of Religious Affairs Refferences (MORA-REF) merupakan sebuah aplikasi yang dapat membantu peneliti untuk mencari referensi yang diperlukan. Kedua aplikasi ini bertujuan untuk penghimpunan hasil penelitian, memperbaiki, mengembangkan penelitian, dan menghimpun referensi dari jurnal se-asia tenggara.(ofi/nhl)

Lebih Lanjut »
MENAG BUKA RESMI ICON-UCE 2018
Selasa, 9 Oktober 2018 . in Berita . 718 views
1643_fix-menag.jpg
Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama RI bersama Abd. Haris Rektor UIN Malang saat membuka International Conference on University-Community Engagement (ICON-UCE) 2018, Senin (8/10)

GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi tuan rumah International Conference on University-Community Engagement (ICON-UCE) 2018, Senin (8/10). Gelaran ini menjadi ajang berbagi pengalaman, sharing, dan diskusi tentang pengaruh perguruan tinggi dalam membangun masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh civitas akademika perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi keagamaan islam. Acara ini dihadiri langsung oleh Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama RI dan Kamaruddin Amin Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.  

            ICON-UCE tahun ini tampil dengan tema From Research to Advocacy: Building Synergy between University and Community for Social Justice. Tema  bertujuan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini berbasis pada penalaran dan karya penelitian yang bermanfaat di masyarakat secara langsung.

“Masyarakat harus benar-benar terlibat dan menjadi subjek dalam suatu penelitian,” tegas Lukman dalam sambutannya. Hal fatal yang dilakukan dalam penelitian adalah ketika peneliti tidak menjadikan masyarakat sebagai subjek penelitiannya. Menurutnya, tujuan dari penelitian adalah untuk menegakkan hukum, keadilan sosial, dan mengatasi problematika yang terus berkembang di tengah masyarakat masyarakat.

            “Peneliti Perlu memperbanyak empirical research dibandingkan dengan library research,” tambah pria kelahiran Jakarta ini. Menurut Lukman,  masyarakat memiliki dua masalah dari hasil penelitian itu sendiri. Pertama kurang adanya publikasi yang menyeluruh.Kedua peneliti belum mengadakan penelitian menyangkut masalah yang sedang terjadi dalam masyarakat.

            “Semoga kegiatan penelitian ini dapat selalu dinamis,” harap Menteri Agama yang menjabat sejak Juni 2014 ini. Kajian jurnal tidak boleh mati tanpa adanya perubahan dalam hal-hal baik dalam membangun bersama masyarakat bangsa.(ofi/nhl)

Lebih Lanjut »
MENAG BUKA RESMI ICON-UCE 2018
Selasa, 9 Oktober 2018 . in Berita . 385 views
1643_fix-menag.jpg
Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama RI bersama Abd. Haris Rektor UIN Malang saat membuka International Conference on University-Community Engagement (ICON-UCE) 2018, Senin (8/10)

GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi tuan rumah International Conference on University-Community Engagement (ICON-UCE) 2018, Senin (8/10). Gelaran ini menjadi ajang berbagi pengalaman, sharing, dan diskusi tentang pengaruh perguruan tinggi dalam membangun masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh civitas akademika perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi keagamaan islam. Acara ini dihadiri langsung oleh Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama RI dan Kamaruddin Amin Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.  

            ICON-UCE tahun ini tampil dengan tema From Research to Advocacy: Building Synergy between University and Community for Social Justice. Tema  bertujuan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini berbasis pada penalaran dan karya penelitian yang bermanfaat di masyarakat secara langsung.

“Masyarakat harus benar-benar terlibat dan menjadi subjek dalam suatu penelitian,” tegas Lukman dalam sambutannya. Hal fatal yang dilakukan dalam penelitian adalah ketika peneliti tidak menjadikan masyarakat sebagai subjek penelitiannya. Menurutnya, tujuan dari penelitian adalah untuk menegakkan hukum, keadilan sosial, dan mengatasi problematika yang terus berkembang di tengah masyarakat masyarakat.

            “Peneliti Perlu memperbanyak empirical research dibandingkan dengan library research,” tambah pria kelahiran Jakarta ini. Menurut Lukman,  masyarakat memiliki dua masalah dari hasil penelitian itu sendiri. Pertama kurang adanya publikasi yang menyeluruh.Kedua peneliti belum mengadakan penelitian menyangkut masalah yang sedang terjadi dalam masyarakat.

            “Semoga kegiatan penelitian ini dapat selalu dinamis,” harap Menteri Agama yang menjabat sejak Juni 2014 ini. Kajian jurnal tidak boleh mati tanpa adanya perubahan dalam hal-hal baik dalam membangun bersama masyarakat bangsa. (ofi/nhl)

Lebih Lanjut »
AL MAKIN: MENULIS JURNAL TAK PERLU CERDAS!
Jumat, 5 Oktober 2018 . in Berita . 992 views

 

1641_prof-makin.jpg
Prof. Al Makin saat menjadi narasumber dalam Workshop Tata Kelola Jurnal di Rumah Jurnal Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (5/10)

GEMA-Hari ini, Workshop Tata Kelola Jurnal yang diinisiasi Jurnal Ulul Albab sampai pada hari ketiga, Jumat (5/10). Pelatihan yang dilakukan selama tiga hari ini dilaksanakan di Rumah Jurnal Perpustakaan UIN Maliki Malang. Sebagai akhir pelatihan, Prof. Al Makin ditunjuk untuk memberikan materi pamungkas.

 “Untuk menulis jurnal tidak perlu orang cerdas!” tegas lulusan McGill University Canada ini. Menurutnya, seorang penulis jurnal tidak membutuhkan kecerdasan. Syarat untuk menulis jurnal ada tiga. Ketiga hal inilah yang menjadi dasar bagi seorang penulis sekaligus ilmuan. Tiga syarat ini adalah sabar, ikhlas, dan tawakkal. “Berbekal tiga hal inilah yang akan menjadikan penulis hebat,” tutur lulusan Ph.D Universitat Heidelberg German ini.

“Menulis jurnal memiliki dua hal penting, riset dan literatur,” lanjutnya. Sayangnya, dalam jurnal yang telah terakreditasi Sinta, kedua hal ini kurang diperhatikan. Riset dapat berupa kajian perpustakaan, manuskrip, arkeologi, lapangan, atau berupa dokumen. Begitu pula literatur, literatur terbagi menjadi dua, primer dan sekunder. Literatur primer berseumber dari data penelitian. Sedangkan literatur sekunder berasal dari jurnal dan buku ter-update. (nhl)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up