GEMA-Sebanyak 58 pelamar yang lolos tahapan administrasi mengikuti ujian psikotes dan pengetahuan agama Islam penerimaan tenaga sekuriti UIN Malang, Rabu (17/1). Penerimaan pegawai tidak tetap ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan atas 32 tenaga sekuriti di lingkungan kampus Ulul Albab.
Pada ujian ini, wawanacara langsung dengan para pelamar dilakukan untuk mengetahui pengetahuan keislaman setiap pelamar. Hal ini untuk memastikan agar UIN Malang sebagai perguruan tinggi Islam memiliki warna keislaman di setiap lininya termasuk keamanan. Setelah lolos kedua tahap tersebut, para calon tenaga sekuriti akan mengikuti pemeriksaan kesehatan dan narkoba sebelum ditetapkan sebagai pegawai kontrak selama empat tahun. Ditemui di kantornya, Kepala Sub Bagian Umum Fauzan Almanshur mengatakan, pihak kampus memutuskan untuk tidak menggunakan kembali tenaga outsourcing. Penerimaan pegawai kali ini diharapkan dapat menyeleksi pegawai dengan kinerja yang lebih baik. “Selain itu, dengan meninggalkan tenaga outsourcing dapat menghemat anggara hingga sekitar 45 persen,” ujarnya. Nantinya, tenaga sekuriti baru ini mulai bekerja pada awal Februari nanti dan akan ditempatkan di seluruh lingkungan UIN, termasuk kampus di Batu. Formasi tugas akan diberikan satu minggu sebelum kerja.(zaw) Caption: Selektif: Para calon sekuriti UIN Malang melakukan wawancara seputar keislaman dan baca al Quran
GEMA-Mengawali kinerja di tahun 2018, Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI melakukan reorganisasi aparatur sipil negara (ASN). Kali ini ada 17 ASN dilantik sebagai pejabat eselon III dan IV Ditjen Pendis. Ridwan yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Perencanaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diminta untuk mengantikan Kastolan sebagai Kabag Perencanaan Pendis Kemenag. Ridwan dilantik tepat pada hari Jumat (12/1). Ridwan di dilantik di ruang rapat Ditjen Pendis. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin Sekretaris Ditjen Pendis, Mohammad Isom mewakili Dirjen Pendis Kamaruddin Amin. Sebagai saksi, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ahmad Zayadi, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Arskal Salim, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Umar, Dikrektur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Suyitno, serta Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Imam Safei. "Promosi, rolling dan mutasi adalah hal biasa dan lumrah dalam organisasi. Itu sudah diatur dalan peraturan ASN. Hal ini bertujuan untuk penyegaran organanisasi dan menambah pengalaman serta wawasan bagi pejabat yang dilantik," demikian disampaikan Isom dalam sambutannya. Segenap pimpinan dan sivitas akademika UIN Malang pun menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Ridwan sebagai Kabag Perencanaan Pendis Kemenag RI tersebut. Wakil Rektor II Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si menyampaikan bahwa ini merupakan sejarah baru bagi UIN Malang, salah satu pejabat UIN Malang diminta untuk membantu tugas negara di Kemenag pusat. Tentunya, Ridwan yang terpilih merupakan salah satu pejabat yang memilik prestasi lebih dan memiliki kemampuan dibidang perencanaan dan anggaran. “Untuk itu, kami mewakili pimpinan sangat berbahagia, dan selamat bekerja, tetap amanah dan profesional,” ucapnya. Berikut nama Pejabat Eselon III dan IV yang dilantik: 1. Ridwan, M.Pd.I, sebagai Kepala Bagian Perencanaan pada Sekertariat Dirjen Pendis; 2. Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd, sebagai Kepala Subdit Kurikulum dan Evaluasi pada Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah; 3. Drs. H. Irhas sobirin, sebagai Kepala Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah; 4. Dra. Hj. Siti Sakdiyah, M.Pd, sebagai Kepala Subdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan RA pada Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah; 5. Kastolan, S.Pd, M.Si, sebagai Kepala Subdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan MA/MAK pada Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah; 6. Dr. Suwendi, M.Ag sebagai Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat pada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam; 7. Dr. H. Nanang Fatchurochman, M.Pd sebagai Kepala Subdit Pendidikan Agama Islam pada SMP/SMPLB pada Direktorat Pendidikan Agama Islam; 8. Dr. Ainurrafiq, M.Ag sebagai Kepala Subdit Pendidikan Diniyah dan Mahad Aly pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren; 9. Basnang Said, S.Ag., M.Ag sebagai Kepala Subdit Pendidikan Pesantren pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren; 10. Dr. H. Syafiuddin, MA sebagai Kepala Subdit Pendidikan Al Quran pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren; 11. Danang Sulistya Hady, ST, MM sebagai Kepala Subbag Perencanaan dan Anggaran Pendidikan Diniyah, Pondok Pesantren dan Pendidikan Agama pada Bagian Perencanaan Sekretariat Ditjen Pendis; 12. Ahmad Mahfud Arsyad, M.Ag sebagai Kepala Seksi Evaluasi Akademik pada Subdit Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam; 13. Amiruddin, MA sebagai Kepala Seksi Bina Kelembagaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta pada Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam; 14. Raden Dadan Herdadi, SE sebagai Kepala Seksi Bina Karir dan Profesi pada Subdit Pendidikan Agama Islam pada Direktorat Pendidikan Agama Islam; 15. Muhammad Aziz Hakim, SHI, MH sebagai Kepala Seksi Pengabdian Kepada Masyarakat pada Subdit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat pada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam; 16. Aziz Saleh, ST, M.SI sebagai Kepala Seksi Ketenagaan pada Subdit Pendidikan Pesantren pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren; 17. Sholla Taufiq, SHI sebagai Kepala Seksi Ketenagaan dan Kesantrian pada Subdit Pendidikan Kesetaraan pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. (hr/aj) * Sumber Ditjen Pendis dan Gema
GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berupaya untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru (maba) yang hendak kuliah di kampus ulul albab ini. Setiap tahunnya, UIN Malang tidak bisa menerima lebih dari 3500 maba, penyebabnya dikarenakan kapasistas ma’had sangat terbatas (17/1). Untuk itu, melaluihasil rapat pimpinan, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si menegaskan bahwa untuk penerimaan maba tahun 2018 akan ditambah 500 kursi lagi. Sehingga, total calon mahasiswa baru yang akan dierima akan mencapai 400 maba. “Dari hasil evaluasi, banyak orangtua wali mahasiswa menginginkan putra-putrinya bisa kuliah di UIN Malang tapi tidak semua keinginan itu bisa kami akomodir,” paparnya. Untuk itu, dengan cara bertahap dan tetntunya melalu pertimbangan yang sangat matang, maka Pimpinan menghendaki adanya penambahan kuota sebanyak 500 maba. “Sebenarnya Pak Rektor berkeinginan UIN Malang bisa menerima 7000 mahasiswa baru, Akan tetapi untuk sat ini memang belum siap menampungnya,” terangnya. Mudah-mudahan, tambah dia, dari segi aturan atau regulasi aman dan tidak ada masalah, sehingga rencana penambahan kuota ini bisa terlaksanakan dengan baik. Untuk sarana dan prasarana semuanya sudah di proses oleh bagian Kabag Umum, sehingga sebelum penerimaan maba 2018 berlangsung semuanya sudah siap. “Semoga rencana ini bisa berjalan dengan lancar,” doanya mengakhiri.
CINDERAMATA: WR II IAIN Jember memberikan cinderamata kepada WR II UIN Malang di ruang Rektor UIN Maliki Malang (16/1).
GEMA-Wakil Rektor Bidang Adminsitrasi Umum Perencanaan dan Keuangan IAIN Jember Drs. H. Ahmad Mutohar., M.M beserta 6 anggota lainnya melakukan kunjungan ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk belajar manajemen pengelolan Badan Layanan Umum (BLU). Selasa (16/1). Kedatangan rombongan IAIN Jember tersebut langsung disambut Wakil Rektor II UIN Maliki Malang Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, S.Ag. M.Si didampingi Kepala Biro Adminsitrasi Umum Mahfud Shodar beserta Kabag. Perencanaan Bani Mustaliq. Mengawali kegiatan studi wawasan tentang manajemen BLU di UIN Malang tersebut, WR II IAIN Jember menyampaikan bahwa kunjungan ini sudah direncanakan sejak lama dan diharapkan kunjungan ini menambah wawasan khususnya di bidang pengelolan BLU dan Satuan Pengawasan Internal (SPI). “Kami menilai UIN Malang layak dicontoh sebagai institusi pengelolaan layanan BLU terbaik di PTKIN,” paparnya. Masih kata Mutohar, sapaan akarab Drs. H. Ahmad Mutohar, saat ini IAIN Jember sudah mengajukan diri menjadi Universitas Negeri Islam Jember, dan insyaallah jika tidak ada halangan 2019 akan di resmikan. “Untuk itu, sebelum IAIN Jember menjadi Universitas, kami ingin belajar lebih dalam lagi terkait manajemen pengelolan BLU yang ada di UIN Malang,” terangnya. Semoga, tambah dia, kedatangan rombongan IAN Jember di UIN Malang ini tidak mengganggu kegiatan rutinitas yang ada di UIN Malang. “Kami ingin menggali ilmu manajemen BLU dan SPI di UIN Malang untuk diterapkan di IAIN Jember demi untuk kemajuan bersama,” pungkasnya. Sementara itu, WR II, Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, S.Ag. M.Si menegaskan bahwa UIN Malang berkomitmen untuk menjadi perguruan tinggi terbaik, tidak hanya dari image building nya saja. Akan tetapi, dari aspek SDM serta manajemen tatakelolanya juga memang betul-betul menjadi perguruan yang terbaik. Untuk memenuhi standarisasi tersebut, para pimpinan di UIN Malang sudah berkomitmen melalui penandatanganan SMM ISO 9001:2015 sebagai wujud komitmen untuk terus meningkatkan layanan yang lebih baik lagi. “UIN Malang sudah menggunakan layanan BLU dan rencananya ingin naik lagi menjadi PTN-BH,” paparnya. Oleh sebab itu, tambah dia, jika IAIN Jember ingin menerapkan layanan BLU manajemen SDM, dan pendapatnnya harus disiapkan dan terukur. Pasalnya, kampus yang menggunakan layanan BLU ada syarat pendapatan minimumnya. “Semua persyaratan itu harus terpenuhi, khusunya dari sisi pendapataan minimumnya,” tegasnya. Pendapat itu, bisa dihasilkan dari aset negara atau aset SDM. Misalnya saja UIN Malang, untuk menopang pendapatannya tidak hanya mengandalkan dari uang SPP atau UKT saja. Akan tetapi ada sumber lain yang dikelola oleh lembaga Pusat Pengembangan Bisnis UIN Malang dibawah komando Dr. Hj. Sulalah. “Semoga kegiatan studi wawasan BLU ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua,” pungkasnya mengakhiri.
GEMA-Seleksi calon dosen tetap bukan PNS (DTB-PNS) tahap dua di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang usai. Pasca pengumuman, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag memberikan pengarahan kepada 123 DTB-PNS tersebut, Rabu (10/1). Dalam pengarahannya, Prof. Haris meminta mereka untuk aktif dalam proses belajar mengajar serta melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. “Semua calon dosen ini harus diberi jam mengajar yang akan dimulai akhir Januari ini, semua harus mendapat 12 SKS,” harapnya. Tidak hanya itu, tambah dia, setiap dosen diwajibkan aktif menulis karya ilmiah dan melakukan riset serta melakukan pengabdian kepada masyarakat. “Dalam rentan waktu satu semester para dosen baru ini akan dilakukan uji coba dan nantinya akan dinilai apakah sesuai atau tidak menjadi pendidik,” tegasnya. Masa uji coba ini akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu untuk membuat tulisan ilmiah diberi 3 SKS dan 3 SKS lagi untuk riset. Diharapkan dalam pertemuan kali ini para dosen bisa memahami tugasnya masing-masing. Sehingga tidak ada kerancuan dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. “Bagi dosen yang mampu menulis buku atau kitab dalam rentan waktu satu semester maka akan memberikan nilai positif terhadap akademik kampus ulul albab,” paparnya. Masih kata Prof. Haris, ketentuan itu, tentunya untuk mendorong para dosen muda di UIN Malang ini agar makin produktif. Tentunya aktif produktif di bidang keilmuannya masing-masing. “Syukur-syukur bisa menulis karya ilmiah di jurnal berindeks Scopus,” imbuhnya. Selanjutnya, seluruh DTB-PNS baru harus memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan pihak kampus. Mereka diberi tenggat waktu hingga 22 Januari ini. (kh/aj/nd)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan bakti sosial melalui kegiatan yang diberi nama UIN Malang peduli. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag menegaskan bahwa kegiatan amal tersebut rencananya akan dilakukan setiap bulan sekali tepatnya di laksanakan di Minggu pertama (5/1). Kegiatan amal tersebut sudah yang kedua kalinya dilaksanakan di UIN Malang. Dana yang dikumpulkan berasal dari iuran secara sukarela dari para pimpinan maupun dosen UIN Malang. Tidak hanya itu, acara tersebut juga di suport oleh lembaga el-Zawa dan juga LP2M UIN Malang. “Insyaallah acara santunan ini akan dilaksanakan setiap bulan satu kali,” kata Prof. Haris, sapaan akrab Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. Kali ini ada 21 undangan yang terdiri dari duafa, dan fakir miskin. Kegiatan santunan ini akan diutamakan kepada masyarakat di sekitar kampus, dan akan terus bergulir dan digilir secara bergantian. Kegiatan santunan ini, kata Prof, Haris, modalnya bukan diambil dari dana pemerintah yang bersumber dari dana DIPA atau PNBP. Akan tetapi murni iuran dari para dosen UIN Malang. “Saya berharap kegiatan mulia ini bisa terus berkelanjutan, dan semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan penuh berkah,” harapnya. Di akhir sambutannya, Alumni UIN Malang itu mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan dan sekaligus memberikan peluang untuk menjadikan warga yang kurang mampu tersebut untuk membuka usaha kecil-kecilan. Soal dana, kata dia, bisa mengajukan permohonan bantuan pinjaman tanpa bunga kepada el-zawa. “Bapak ibu yang punya usaha atau ingin buka usaha dan terkendala modal, bisa mengajukan bantuan dana ke el-zawa secara langsung,” infonya mengakhiri. Sementara itu, sebelum ditutup dengan doa oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah. Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Zainuddin memberikan sedikit tausiahnya, dia menyampaikan bahwa menjalin silaturrahim itu sangatlah penting sekali. UIN Malang sejak awal kali berdiri hingga sebesar dan semegah ini sudah sering dikunjungi tamu dari luar negeri, misalnya saja dari timur tengah hingga negara Rusia dan Eropa. Akan tetapi, ada yang kelupaan, justru tetangga dekatnya sendiri tidak bernah diundang untuk merajut tali silaturrahim seperti ini. Melalui kegiatan UIN Malang berbagi ini diharapkan semua warga di sekitar kampus UIN Malang ini bisa turut serta merasakan kenikmatan. Tetangga itu perlu di undang dan saling tegur sapa. Pasalnya, memuliakan tetangga itu sudah menjadi anjuran Rasulullah. Melalui kegiatan ini, UIN Malang ingin memulai kembali untuk merajut tali silaturahim dengan masyarakat sekitar, khusunya bagi mereka yang kurang mampu untuk dibantu. “Dengan diundangnay para duafa dan fakir miskin ini untu saling berbagi rizki dan sekaligus saling mendoakan agar para dosen dan sivitas akademiak UIN Malang senantiasa diberikan panjang umur, ilmu yang manfaat, dan rezeki yang barkah,” harapnya.
GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag melakuka penandatangan pernyataan komitmen penerapan sistem manajemen mutu berbasis SNI 9001:2015. Dengan diterapkannya sistem menejemn mutu tersebut diharapkan pemberian pelayanan terhadap mahasiswa di lingkungan UIN Malang bisa lebih maksimal dan lebih baik lagi. Ketua LPM, Dr. Lutfi Mustofa sendiri mengajak kepada seluruh pimpinan baik ditingkatan rektorat maupun di fakultas untuk senantiasa bersama-sama melakukan komitmen melalui penandatangan pakta integritas, kebijakan mutu, serta kebijakan akademik. Sehingga, kata dia, semua pelayanan yang diberikan berkiblat pada sistem SMM ISO 9001:2015 tersebut. “Memberikan pelayanan prima, menjadi komitmen kita bersama,” paparnya. Masih kata Lutfi, kampus itu dikatakan maju, apa bila di dalamnya memiliki standar pelayanan yang baik, serta mampu menjadikan lulusannya mandiri dan terserap dalam dunia kerja. “Tugas LPM sangat berat sekali, semua yang dilakukan harus mampu terukur dan semua bisa dipertanggung jawabkan,” paparnya.
GEMA-Pelaksanan upacara dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia yang ke-72 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berjalan penuh dengan hidmat. Seluruh pegawai dan para dosen berbaris rapi mengikuti pelaksanaan upacar tersebut di lapangan utama UIN Malang. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag menjadi pembina upacara, tepat pukul 07.30 WIB upacara dimulai dan berakhir hingga pukul 09.30 WIB. Dalam peringatan HAB ke-72 kali ini, Rektor UIN Malang beserta para wakil rektor dan Dekan serta pimpinan Lembaga Penjamian Mutu melakukan penandatangan secara simbolis terhadap pernyataan komitmen penerapan sisitem menejemen mutu ber basis SNI ISO 9001:2015, pakta integritas, kebijakan mutu, dan kebijakan Akademik.
GEMA-UIN Malang kedatangan tim audit eksternal SMM ISO 9001:2015 selama dua hari (12-13/12) untuk memberikan penilaian hasil dari implementasi pelaksanaan ISO terbaru ini. Acara pembukaan ISO sendiri dilaksanakan di Kantor UPT Lembaga Penjaminan Mutu yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Zainuddin, M.Ag dengan dihadiri para Kabag dan Kasubbag di Lingkungan UIN Malang. Dr. Lutfi Mustofa selaku Pimpinan Lembagai Penjaminan Mutu (LPM) menyampaikan bahwa pelaksanaan Audit ISO ini sudah di persiapkan secara matang oleh Kabag dan Kasubbag. Proses persiapan audit pelayanan ini membutuhkan waktu yang cukup panjang guna mengumpulkan data yang akurat guna untuk memenuhi keperluan sertifikasi ISO 9001:2015. “Alhamdulillah proses sertifikasi ISO di UIN Malang berjalan dengan lancar,” ungkapnya. Lutfi,sapaan akrab Lutfi Mustofa melanjutkan bahwa proses penilaian standarisasi pelayanan berbasisi ISO 9001:2015 ini bukan mencari kelemahan sebagai hal negatif. Akan tetapi langkah ini merupakan salah satu upaya untuk melaksanakan dan memberikan pelayanan yang terbaik dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. “Kepuasan mahasiswa sebagai stake holder perlu terus ditingkatkan melalui pelayanan prima di UIN Malang,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. H. Zainuddin menegaskan bahwa, SMM ISO 9001:2015 ini juga bermanfaat dalam hal peningkatan akreditasi institusi baik ditingkatan fakultas hingga universitas, faktanya dengan dilaksanakan SMM ISO, prodi-prodi yang sebelumnya buruk sekarang menjadi lebih baik. Sehingga saat proses visitasi banyak prodi yang mengantongi nilai A. “SMM ISO ini dapat meberikan data intregatif terkait sertfikasi dosen, peningkatan jabatan maupun remunerasi,” pungkasnya.