MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas menghadiri Rapat Kerja Paguyuban Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur 2025 yang digelar di UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung pada Selasa (7/10). Forum ini diikuti oleh 15 perguruan tinggi negeri dan keagamaan Islam negeri (PTKIN) di Jawa Timur, dengan tujuan memperkuat koordinasi, memperluas kolaborasi, serta meneguhkan komitmen bersama dalam pembangunan pendidikan tinggi berkelanjutan.
Kehadiran Prof. Ilfi didampingi jajaran pimpinan, yakni Wakil Rektor I Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., Plt. Wakil Rektor II Dr. Zainal Habib, M.Hum., Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., serta Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A. Kehadiran mereka menegaskan posisi UIN Malang sebagai kampus yang konsisten membangun jejaring antar-PTN dan mendorong kerja sama lintas bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.
Rapat kerja Paguyuban Rektor PTN Jawa Timur tahun ini mengusung semangat kolaborasi berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan pendidikan tinggi yang semakin kompleks. Ketua Paguyuban Rektor PTN Jawa Timur, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., yang juga Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menegaskan pentingnya forum ini sebagai momentum memperkuat sinergi perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan global dan lokal.
Dalam sesi interaktif yang membahas konsep eco-teologi dan keberlanjutan lingkungan dalam pendidikan tinggi, moderator dari Universitas Negeri Malang menyinggung bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah menerapkan konsep eco-teologi dalam pengelolaan kampusnya. Menanggapi hal tersebut, Prof. Ilfi menyampaikan bahwa penerapan eco-teologi di UIN Malang tidak hanya diwujudkan melalui tata kelola kampus yang ramah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian integral dari visi spiritual kampus. “Bagi kami, konsep eco-teologi bukan sekadar pendekatan ekologis, tetapi juga manifestasi nilai keislaman yang menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga bumi. Ini kami integrasikan dalam kebijakan kampus, kurikulum, dan budaya akademik,” ungkap beliau.
Dalam konteks ini, kehadiran UIN Malang dinilai penting, mengingat kampus ini telah dikenal mengembangkan berbagai riset interdisipliner yang menyentuh isu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kolaborasi antar-PTN di Jawa Timur diharapkan menjadi model sinergi nasional, di mana perguruan tinggi tidak hanya berjalan sendiri, tetapi saling mendukung untuk memberi solusi konkret bagi bangsa.
Partisipasi aktif UIN Malang dalam forum ini menunjukkan peran strategis kampus sebagai pusat pengembangan ilmu dan peradaban Islam yang unggul dan berdaya saing global. Prof. Ilfi menegaskan, keberlanjutan pendidikan tinggi tidak dapat dicapai tanpa sinergi antarperguruan tinggi.
Dengan terselenggaranya rapat kerja di UIN SATU Tulungagung, semangat kebersamaan antar PTN Jawa Timur semakin diperkuat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan menjadi motor penggerak dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli lingkungan, tangguh menghadapi tantangan global, dan berkarakter kebangsaan. Keterlibatan UIN Malang dalam forum ini tidak hanya mempertegas komitmen kampus dalam membangun pendidikan berkelanjutan, tetapi juga mengukuhkan posisi Maliki Islamic University sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang relevan, berdaya saing, dan berorientasi pada masa depan bangsa. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi bertajuk Cambridge Journals Online pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Perpustakaan UIN Malang, Cambridge University Press, dan CV. Media Buana, yang bertujuan meningkatkan kompetensi sivitas akademika dalam mengakses dan memanfaatkan jurnal ilmiah internasional secara efektif.
Bertempat di Ruang Literasi Informasi, Gedung Perpustakaan Pusat, sosialisasi ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari civitas akademika. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi pemaparan dan diskusi, mencerminkan tingginya minat terhadap penguatan literasi riset dan publikasi ilmiah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi institusional untuk mendorong percepatan UIN Malang menuju World Class University.
Kepala Pusat Perpustakaan UIN Malang, Bapak Mufid, S.Ag., S.S., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan kini bertransformasi menjadi gerbang utama menuju sumber daya pengetahuan digital global. Beliau menegaskan bahwa program literasi informasi seperti ini akan terus digalakkan secara berkala, karena sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akademik dan memperluas wawasan riset. “Cambridge Core bisa sebagai salah satu tools riset unggulan perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh sivitas akademika.” Ujarnya.
Sebagai narasumber utama, Jona Giovani, MM., Account Manager Academic untuk Indonesia dan Malaysia dari Cambridge University Press, menyampaikan pentingnya berlangganan jurnal internasional sebagai investasi strategis bagi perguruan tinggi. Namun, ia menekankan bahwa efektivitas investasi tersebut sangat bergantung pada kemampuan sivitas akademika dalam mengeksplorasi dan memanfaatkan konten jurnal secara optimal.
Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini juga membangun suasana kebersamaan dan memberikan penghargaan atas komitmen peserta dalam meningkatkan kualitas riset. Diharapkan, sosialisasi ini akan menghasilkan efek berantai, di mana peserta dapat menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan di fakultas masing-masing. Dengan demikian, manfaat akses jurnal internasional dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Tuan rumah Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Nusantara Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel tahun 2026 mendatang adalah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Persiapan KKN dilakukan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada tanggal 06 - 08 Oktober 2025 di Hotel Amaris Ponorogo. Peserta FGD adalah Ketua LPPM, Sekretaris, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kepala Pusat Penelitian dari 9 kampus Ex. Sunan Ampel. Yaitu UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, UIN Mataram, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, UIN Kiai Haji Achmad Shidiq Jember, UIN Kia Ageng Muhammad Besari Ponorogo, UIN Syeh Wasil Kediri, UIN Madura. Tema yang diusung “Ekoteologi dan Moderasi Beragama dalam Dinamika Kampung Pekerja Migran: Membangun Resiliensi Spritual, Sosial, dan Lingkungan". Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UIN Ponorogo Prof H Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag. Dalam sambutan beliau mengapresiasi kegiatan ini dan berharap memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. “Tujuan kegiatan ini untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengelola dan melaksanakan pengabdian. Sinergi kegiatan pengabdian bersama-sama akan memberi warna yang berbeda, memperkuat wawasan, merawat sejarah dengan baik, dan kedepan akan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian lebih luas” tegasnya. Setelah pembukaan kegiatan dilanjut dengan penandatangan kesepakatan bersama oleh Ketua LPPM PTKIN.Persemakmuran.
Ketua LPPM Dr. Nur Kolis M.Ag dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakan FGD untuk menghasilkan roadmap dan bentuk program kerja sesuai dengan tema yang diusung. “Tujuan FGD hari ini untuk update buku pedoman agar bentuk kegiatan dan program kerja sesuai tema yang diusung. FGD akan diisi dengan diskusi berbagi pengalaman tentang pengelolaan program pengabdian yang sesuai dengan karakteristik dan tingkat kebutuhan masyarakat desa yang akan ditempati KKN” ujarnya. Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Dewi Iriani, M.H dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan FGD ini sangat penting untuk mempersiapkan even KKN kolaborasi 9 kampus, “buku pedoman yang sudah disepakati nantinya akan dijadikan panduan dalam menyusun program kerja di lapangan. UIN Ponorogo sebagai tuan rumah kegiatan akan berusaha melaksanakan kegiatan pengabdian yang terbaik dan maksimal agar sesuai tujuan dan harapan semua pihak” tegasnya.
Pemateri utama dalam kegiatan FGD ini adalah Prof. Ngainun Naim Ketua LPPM UIN SATU Tulungagung. Ia menjelaskan tentang sejarah KKN Persemakmuran Ex. Sunan Ampel. “KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran ini bermula dari semangat mengenang sejarah perjalanan panjang kampus IAIN Sunan Ampel, dan kita semua yang hadir ini bagian dari perjalanan sejarah tersebut. Semangat ini kita wujudkan salah satunya dalam bentuk pelaksanaan KKN kolaborasi untuk merawat ukhuwah yang selama ini sudah terjaga dengan baik” Tegasnya. Pria yang mengemban amanah sebagai Ketua Forum LPPM PTKIN juga menjelaskan tentang manfaat kegiatan, bentuk sinergi keilmuan, penguatan jaringan antar kampus, dan kisi-kisi buku pedoman. Pemateri kedua adalah Dr. Syaiful Mustofa mantan Kapus Pengabdian dan Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, ia menjelaskan buku pedoman yang digunakan UIN Malang pada pelaksanaan KKN Persemakmuran tahun 2023 lalu. Materi meliputi tentang pemetakan pasalah & potensi desa, fakta sosial KKN, harapan masyarakat & desa, sikap penting mahasiswa KKN, apa yang harus dilakukan DPL, program kerja, pembekalan materi KKN, laporan/tagihan KKN, dan tindak lanjut kegiatan.
Antusiasme peserta FGD begitu terasa sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti materi dengan penuh semangat. “Hari pertama pembukaan dan materi kegiatan FGD saja sudah luar biasa, semoga pada hari kedua peserta semakin bersemangat ketika diskusi,” kata salah seorang panitia. Kegiatan FGD ini menjadi langkah nyata UIN Ponorogo dalam mempersiapkan pelaksanaan KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel tahun 2026 mendatang.
Dengan berakhirnya FGD ini, UIN Ponorogo menegaskan kesiapan menjadi tuan rumah KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran 2026. Hasil rumusan bersama ini diharapkan melahirkan model pengabdian masyarakat yang lebih aplikatif, kolaboratif, dan berdampak luas. Keterlibatan UIN Malang sebagai pemberi materi kunci memperkuat posisinya sebagai kampus rujukan dalam hal pengabdian masyarakat. Hal ini sekaligus meneguhkan kontribusi UIN Malang dalam membangun tradisi akademik yang responsif terhadap dinamika masyarakat.(af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan kiprahnya dalam mendukung program percepatan sertifikasi halal nasional. Melalui salah satu pendampingnya, Mohammad Syukron Dawami, lembaga ini melaksanakan penyerahan Sertifikat Halal kepada pelaku usaha di Desa Butuh, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, pada Sabtu, 5 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan pendampingan Halal Center UIN Malang dalam membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperoleh sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI. Melalui proses pendampingan yang intensif, para pelaku UMKM berhasil memenuhi seluruh ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan.
Para pelaku usaha menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pendampingan yang dilakukan secara menyeluruh oleh Halal Center UIN Malang. Mereka juga mengungkapkan dukungan terhadap program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) 2025 yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program tersebut dinilai sangat membantu pelaku usaha dalam meringankan biaya sertifikasi sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar nasional.
Melalui kegiatan ini, Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui pendampingan sertifikasi halal. Diharapkan keberhasilan ini dapat menginspirasi lebih banyak pelaku usaha di berbagai daerah untuk menjadikan produk halal sebagai standar mutu dan keunggulan usaha di Indonesia.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Executive Meeting Program Prioritas dan 100 Hari Kerja di Gedung Rektorat lantai 5 pada Senin, 6 Oktober 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran rektorat, dekan fakultas, dan pimpinan lembaga. Pertemuan tersebut membahas sinkronisasi arah kebijakan strategis universitas guna memperkuat visi UIN Malang sebagai kampus unggul bereputasi internasional.
Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. menegaskan bahwa program prioritas harus menjadi fokus utama seluruh unit kerja. “Program prioritas itu adalah program yang paling tinggi dan harus didahulukan, dan untuk mendukung program prioritas adalah program unggulan,” ungkap Prof. Ilfi. Ia juga menambahkan pentingnya konsistensi branding dan peningkatan layanan mahasiswa. “Fokus kita adalah peningkatan layanan kepada mahasiswa. Profil lulusan harus relevan dengan dunia digital saat ini, dan setiap prodi minimal memiliki satu skema layanan mahasiswa dalam tiga bulan,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, setiap fakultas memaparkan dua program unggulan yang akan dijalankan dalam 100 hari pertama. Fakultas Sains dan Teknologi fokus pada digitalisasi laboratorium dan penyediaan air minum gratis bagi mahasiswa, sedangkan Fakultas Syariah menyiapkan konferensi internasional dan pendampingan penyuluh agama. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan meluncurkan sistem akademik digital dan podcast internasional, Fakultas Humaniora memperkuat kerja sama internasional dan sertifikasi mahasiswa, sementara Fakultas Psikologi mengadakan program pengabdian masyarakat dan kampanye kesehatan mental. Fakultas Ekonomi menargetkan pendampingan 105 UMKM pesantren, dan Fakultas Kedokteran serta Ilmu Kesehatan memperkuat riset kolaboratif melalui program IHYA. Dari Pascasarjana, dua fokus utama yakni Rekognisi Jurnal Internasional dan Doctor by Research.
Melalui rapat pimpinan ini, seluruh pimpinan fakultas dan lembaga berkomitmen mempercepat implementasi program unggulan dan prioritas universitas. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mendorong sinergi akademik dan inovasi agar mampu mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan berdaya saing global.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., hadir sebagai narasumber utama dalam acara Bincang Buku Eco-Teologi: Mewujudkan Green Campus dan Eco Pesantren yang digelar di PustaKafe Universitas Negeri Malang (UM), Senin, 6 Oktober 2025 yang berlangsung meriah dengan kehadiran mahasiswa lintas kampus, dosen, hingga pimpinan perguruan tinggi.
Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., yang menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pelopor dalam membangun budaya peduli lingkungan. Dalam sambutannya, Prof. Ibrahim turut memberikan apresiasi tinggi kepada Rektor UIN Malang. Menurutnya, Prof. Ilfi bukan hanya seorang pemimpin akademik, melainkan juga pemikir dan penulis yang berhasil melahirkan karya ilmiah berharga berupa buku Eco-Teologi. Karya tersebut dinilai sebagai kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjadi inspirasi gerakan ekologis di dunia pendidikan.
Dalam paparannya, Prof. Ilfi menjelaskan bahwa eco-teologi merupakan konsep yang mengaitkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan. Beliau menekankan bahwa merawat bumi adalah bagian integral dari pengamalan ajaran Islam, khususnya dalam mewujudkan kampus ramah lingkungan (green campus) dan pesantren yang berwawasan ekologi (eco pesantren).
Diskusi dipandu moderator M. Kholilur Rohman, M.Pd., dengan pengulas Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., Guru Besar Geografi UM sekaligus Ketua UM Green Campus. Prof. Sumarmi menegaskan bahwa gagasan eco-teologi dapat menjadi panduan penting dalam mendorong perguruan tinggi hijau yang tidak hanya hemat energi, tetapi juga berorientasi pada pelestarian lingkungan jangka panjang.
Suasana semakin hidup ketika seorang mahasiswa non-Muslim mengajukan pertanyaan tentang bagaimana eco-teologi dipandang dari perspektif agamanya. Pertanyaan itu memantik dialog lintas iman yang hangat dan mendalam, memperlihatkan bahwa semangat menjaga bumi adalah nilai universal yang dianut oleh berbagai agama.
Selain civitas akademika, acara ini juga dihadiri sejumlah tamu kehormatan. Di antaranya, Kepala UPT Perpustakaan UM, Dr. Nurenzia Yannuar, S.S., M.A., Ph.D., serta Ketua Ikatan Penerbitan Indonesia (IKAPI) Kota Malang, Gedeon Soerja Ardi. Kehadiran mereka menandai dukungan penuh terhadap pengembangan wacana akademik melalui literasi dan penerbitan buku.
Partisipasi Rektor UIN Malang dalam acara tersebut juga mencerminkan komitmen kampus Ulul Albab untuk menjadi pelopor Islam ramah lingkungan. UIN Malang sendiri telah melakukan berbagai langkah konkret menuju green campus, seperti penggunaan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pengelolaan sampah, serta integrasi isu lingkungan dalam kurikulum dan penelitian mahasiswa. “UIN Malang ingin menghadirkan wajah Islam yang progresif, ramah lingkungan, dan relevan dengan tantangan global. Eco-teologi adalah cara kami menyampaikan bahwa menjaga alam adalah bagian dari iman,” ujar Prof. Ilfi.
Melalui forum ini, UIN Malang semakin menegaskan posisinya sebagai kampus berbasis keilmuan, spiritualitas, dan keberlanjutan. Diskusi lintas kampus dan lintas iman yang tercipta memperlihatkan bahwa eco-teologi mampu menjadi payung besar yang menyatukan berbagai kalangan dalam menjaga bumi. Dengan keterlibatan tokoh-tokoh akademik, mahasiswa, hingga penerbit, acara ini menandai momentum penting lahirnya gerakan akademik ekologis yang berangkat dari ruang diskusi kampus untuk menjawab tantangan global. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan kiprahnya di kancah internasional dengan menyelenggarakan The 13th International Conference on Empowering English Language Teaching through Technology for Sustainable and Inclusive Education (ELITE) pada Senin, 6 Oktober 2025. Acara yang digelar di Aula Lantai 4 Gedung Rumah Singgah Pascasarjana ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., dan dihadiri oleh Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan), Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A. (Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga), serta jajaran pimpinan fakultas.
Konferensi yang diikuti oleh 34 perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri ini berlangsung secara hybrid, menghadirkan para akademisi dan peneliti untuk berdiskusi mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed. selaku Ketua Pelaksana menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada para partisipan yang telah datang jauh-jauh ke kampus dua UIN Malang untuk berbagi gagasan dan inovasi dalam bidang pengajaran bahasa Inggris,” ungkap Prof. Like.
ELITE ke-13 menghadirkan pembicara utama internasional seperti Prof. Dr. Fauziah Ismail dari Universiti Sains Islam Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Ahmad Ridhwan Bin Ahmad Razif dari Universiti Teknologi MARA Malaysia, dan Prof. Dr. Zuliati Rohmah, M.Pd. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Para pemateri menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi sebagai sarana untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan di era digital.
Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Basri turut mengapresiasi penyelenggaraan konferensi yang konsisten digelar setiap tahun ini. “Ini merupakan capaian luar biasa yang menegaskan posisi UIN Malang di kancah internasional. Kami juga terus mengembangkan kampus tiga sebagai bentuk komitmen terhadap inovasi pendidikan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain menjadi wadah pertukaran gagasan, kegiatan ini juga menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 13 jurnal dan sejumlah perguruan tinggi, memperkuat jejaring akademik lintas negara. Melalui ELITE ke-13 ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan perannya sebagai kampus unggul yang terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan global.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-89 Periode V 2025 pada Sabtu, 4 Oktober 2025 di Gedung Sport Center. Sebanyak 800 wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi akademik khidmat yang dihadiri jajaran pimpinan universitas, senat, dosen, serta orang tua mahasiswa.
Laporan akademik disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D. Dalam laporannya, beliau menyebutkan bahwa dari total 800 wisudawan, sebanyak 757 wisudawan (94,6%) merupakan lulusan Sarjana (S1), 32 wisudawan (5,3%) lulusan Magister (S2), dan 1 wisudawan (0,1%) lulusan Doktor (S3).
Adapun rincian wisudawan dari masing-masing fakultas adalah sebagai berikut: • Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK): 112 orang (14%) • Fakultas Syariah: 143 orang (17,9%) • Fakultas Humaniora: 187 orang (23,4%) • Fakultas Psikologi: 35 orang (4,4%) • Fakultas Ekonomi: 88 orang (11%) • Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek): 185 orang (23,1%) • Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK): 17 orang (2,1%) • Program Pascasarjana: 33 orang (4,1%)
Dari jumlah keseluruhan, sebanyak 274 wisudawan (34,2%) dan 526 wisudawati (65,8%) berhasil meraih gelar akademik pada periode ini. Dalam hal prestasi akademik, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan Sarjana mencapai 3,65 dengan 29,40% meraih predikat cumlaude dan 70,60% lulus dengan predikat sangat baik. Sementara itu, lulusan Pascasarjana mencatat rata-rata IPK 3,84, dengan sebaran 0,25% berpredikat memuaskan, 19,63% sangat memuaskan, dan 80,13% berhasil meraih predikat cumlaude.
Drs. H. Basri, M.A., Ph.D. juga melaporkan masa studi wisudawan. Untuk program sarjana, 0,7% lulus dalam 5 semester (mutasi dari Sudan), mayoritas 80,1% lulus dalam 8 semester, serta 9,3% menempuh studi 9 hingga 14 semester. Sementara itu, untuk program pascasarjana, 88,4% lulusan menempuh studi 4 semester, 4,2% menempuh 6–7 semester, dan 7% menyelesaikan studi dalam 8–9 semester.
Pada kesempatan ini juga diumumkan wisudawan terbaik dari tiap jenjang. Untuk Program Sarjana (S1), predikat lulusan terbaik diraih oleh Renata Tiand Indriansyah dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dengan IPK 3,96 asal Madiun. Sementara itu, untuk Program Pascasarjana (S2), predikat terbaik diberikan kepada Mellinda Raswari Jambak dari Magister Bahasa dan Sastra Arab dengan IPK sempurna 4,00 asal Nias, Sumatera Utara.
Menanggapi capaian tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik menyampaikan apresiasi khusus.
“Jadi ini berimbang antara Jawa dan Sumatera,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Di akhir laporannya, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D. berpesan agar para lulusan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjaga integritas diri. “Pendidikan cumlaude tiada guna, bila tidak berakhlak mulia,” tegasnya.
Wisuda ke-89 ini sekaligus menjadi momentum penting bagi universitas untuk kembali melepas para lulusan yang siap mengabdi dan berkontribusi di masyarakat dengan bekal keilmuan, keterampilan, dan akhlak mulia. (kml)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Momen istimewa terjadi pada Wisuda ke-89 Periode V Tahun 2025 yang digelar di Gedung Jenderal H. M. Soeharto UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pada Sabtu, 04 Oktober 2025. Salah satu peserta wisuda kali ini adalah Dr. K. H. Irfan Yusuf Hasyim, M.M., Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, yang berhasil menuntaskan studi doktoralnya di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Malang.
Dalam sambutannya, Dr. K. H. Irfan Yusuf Hasyim menyampaikan rasa syukur sekaligus pesan motivatif kepada para wisudawan. “Bagi saya pribadi, perjuangan itu berat. Saya menempuh kuliah dari seluruh penjuru Indonesia Raya. Saya tidak membutuhkan ijazah untuk mengejar apapun. Pertama tentu saya mengejar ilmu yang saya peroleh, dan yang kedua, saya ingin memberi semangat dan contoh kepada anak-anak saya untuk terus belajar,” ujarnya disambut tepuk tangan hangat.
Menteri Irfan juga mengungkapkan kekagumannya terhadap sistem pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya peran Ma’had Al-Jami’ah yang menjadi ciri khas kampus. “Hal yang istimewa dari UIN Malang adalah keberadaan Ma’had Al-Jami’ah. Dari 800 wisudawan, 437 merupakan lulusan pesantren. Jika ditambah dengan mahasiswa Ma’had, maka hampir seluruh lulusan UIN Malang adalah santri,” ungkapnya.
Selain menyampaikan apresiasi, Dr. K. H. Irfan Yusuf Hasyim juga berpesan agar para lulusan mampu mengambil peran strategis di tengah masyarakat. “Kami ingin para santri dan wisudawan ini memiliki posisi penting dan peran nyata di seluruh Indonesia. Terakhir, untuk para wisudawan yang berbahagia hari ini, ada yang lebih berbahagia, yaitu mereka yang menunggu,” tuturnya dengan senyum penuh makna.
Kehadiran Menteri Haji dan Umrah yang juga menjadi bagian dari wisudawan kali ini menambah kebanggaan bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Momen tersebut menjadi bukti bahwa kampus berlogo Ulul Albab ini tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan pemimpin bangsa yang berilmu, berakhlak, dan berkomitmen terhadap pengabdian untuk umat.