Daftar Penulis: Abadi Wijaya


UIN Malang Hadiri Perayaan Hari Nasional Arab Saudi ke-95 di Jakarta
Rabu, 24 September 2025 . in Berita . 292 views
10004_bunda-rektor1.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP, Bersama Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerjsama, Prof. Dr. H.M. Abdul Hamid, S.Ag., MA., menghadiri perayaan Hari Nasional Arab Saudi ke-95 yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta. Kehadiran pimpinan kampus ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus penguatan hubungan kerja sama antara UIN Malang dengan Kerajaan Arab Saudi di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan akademik.

10006_hna.jpeg

Acara perayaan Hari Nasional Arab Saudi ke-95 tersebut diadakan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia dan dihadiri langsung oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Yang Terhormat Faisal el Amudi. Tema perayaan tahun ini adalah “Kebanggaan akan Alam Kita” (“Our Pride in Our Nature”), yang menekankan kualitas pembentuk semangat bangsa Arab Saudi serta mencerminkan identitas, nilai, dan gaya hidup masyarakatnya.

10007_bunda-rektor3.jpeg

Kehadiran Rektor UIN Malang bersama Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dalam acara tersebut juga menjadi simbol nyata kedekatan perguruan tinggi Islam negeri ini dengan dunia internasional, khususnya Arab Saudi. Selama ini, UIN Malang dikenal aktif menjalin jejaring global melalui program akademik, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kerja sama penelitian dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi di Timur Tengah.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi Indonesia, antara lain Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Menteri Agraria Nusron Wahid, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Haji dan Umrah K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Ketua MPR H. Ahmad Muzani, serta Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Kehadiran para pejabat tersebut bersama para duta besar negara sahabat menandai pentingnya perayaan Hari Nasional Arab Saudi ke-95 sebagai momentum diplomasi dan penguatan hubungan bilateral.
Selain menghadiri undangan resmi, rombongan UIN Malang juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi ringan dengan beberapa tokoh pendidikan Arab Saudi yang turut hadir. Diskusi tersebut membahas peluang kolaborasi baru di bidang riset keislaman, beasiswa, dan pertukaran tenaga pengajar. Kehadiran UIN Malang dalam perayaan ini diharapkan dapat memperluas cakrawala kerja sama dan memperkuat reputasi kampus di kancah internasional.
Dengan kehadiran UIN Malang dalam acara ini diharapkan tercipta hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi. Kolaborasi ini tidak hanya bermanfaat bagi kedua negara, tetapi juga memperkuat jaringan pendidikan Islam dunia dan mendorong terciptanya generasi muda yang berwawasan global. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Gelar FGD Tematik, UIN Malang Rumuskan Roadmap Riset dan Pengabdian Masyarakat
Selasa, 23 September 2025 . in Berita . 183 views
10003_fkik.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Negeri (UIN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “KKM Tematik Konvergensi” sebagai upaya menyinergikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat pada Senin, 22 September 2025. Pertemuan yang dihadiri perwakilan berbagai fakultas ini membahas perumusan roadmap riset dan implementasi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang terintegrasi dengan tridharma perguruan tinggi.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya KKM sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang wajib dilaksanakan di samping pendidikan dan penelitian, sejalan dengan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015. Regulasi tersebut mengatur standar minimal pengabdian masyarakat yang meliputi standar masukan, proses, dan luaran, sejalan dengan misi Perguruan Tinggi yang diatur dalam Peraturan No. 39 Tahun 2025.
Dalam diskusi terungkap bahwa KKM merupakan kegiatan terintegrasi yang melibatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pengawasan dan penilaian akan dilakukan oleh program studi bersama Unit Pengabdian Masyarakat. Saat ini, selain pelaksanaan pelaksanaan KKM Reguler, KKM Mandiri sudah berjalan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dengan penggabungan dengan program Asistensi Mengajar dan Fakultas Kedokteran yang berfokus pada program Kesehatan Haji. Sementara itu, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) serta Fakultas Ekonomi (FE) tengah menyiapkan keterlibatan lebih lanjut. Setiap prodi akan digagas memiliki pokja lintas prodi dengan fasilitator khusus untuk mengoptimalkan pelaksanaan.
Berbagai perwakilan fakultas menyampaikan pandangan dan usulan seperti Wakil Dekan bidang Akademik Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Evika Sandi Savitri, MP. menyoroti kesiapan mahasiswa. Ia menilai masih banyak mahasiswa yang belum siap terjun ke masyarakat. Ia juga mempertanyakan teknis keterlibatan mahasiswa dalam program agar memenuhi bobot 2 SKS. Selain itu, Wakil Dekan bidang Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menekankan perlunya branding KKM yang berdampak dan ciri khas program FITK seperti KKM AM (Asisten Mengajar). Ia juga menyinggung pembagian anggaran antara fakultas dan universitas dalam pelaksanaan program KKM.
Yuniarti Hidayah Suyoso Putra, SE., M.Bus., Ak. CA., Wakil Dekan bidang Akademik Fakultas Ekonomi menilai KKM yang ditangani langsung oleh universitas sangat positif karena memungkinkan mahasiswa beradaptasi dengan peserta lintas prodi. Ia mengusulkan diskusi lanjutan dengan dekanat, serta menanyakan format detail pelaksanaan. Beliau juga mengusulkan program Relawan Pajak bagi mahasiswa semester 5 sebagai bentuk KKM. Eny Yulianti, M.Si selaku Kepala Pusat Halal Center menyarankan agar program dibuat opsional, sehingga memberi ruang bagi mahasiswa untuk menjalankan kegiatan yang dapat diakui sebagai KKM.
Dari berbagai masukan tersebut, FGD menyepakati pentingnya perumusan roadmap riset dan pengabdian masyarakat yang selaras dengan kebutuhan masyarakat. KKM diharapkan tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menciptakan dampak nyata, memperkuat jejaring kolaborasi internasional, dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global. Dengan melibatkan berbagai fakultas dan lintas disiplin, UIN menargetkan KKM Tematik Konvergensi menjadi model pengabdian masyarakat terintegrasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman, sekaligus mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi secara menyeluruh. (af)
Penulis: Lulu'atul Hamidatu U.
Editor: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Hadapi Tantangan Dunia Kerja : UIN Maliki Siapkan Alumni Bersertifikasi
Senin, 22 September 2025 . in Berita . 167 views
10002_lsp.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Pada hari Senin, 22 September 2025, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global. Bertempat di Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Malang, acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri, MA, Ph.D. yang menyampaikan pesan dari Rektor UIN Maliki. Dalam pesannya, kehadiran Dr. K.H. Muhammad Nur Hayid, S.Th.I., M.M. CSM. diharapkan dapat memberikan evaluasi penting agar mahasiswa UIN Maliki semakin siap terserap di dunia kerja.

Acara diawali dengan doa bersama, lalu Drs. H. Basri, menegaskan bahwa UIN Maliki setiap tahunnya meluluskan ribuan mahasiswa melalui 5–6 kali prosesi wisuda. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis agar alumni tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi nyata yang diakui secara luas.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Muhammad Nur Hayid , S.TH.I., M.M. menyoroti tantangan generasi Z. Menurutnya, ada mahasiswa yang serba bisa tetapi kurang menguasai teknologi, dan ada pula yang ahli teknologi tetapi lemah di bidang lain. “Semua kampus memang mengeluarkan ijazah, tetapi yang membedakan adalah kualitas akreditasi serta daya saing alumni di dunia kerja. Di sinilah sertifikat kompetensi menjadi kunci,” ujarnya.

Sertifikat kompetensi diyakini dapat menjadi jaminan keahlian yang diakui, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Hal ini juga membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi melalui beasiswa luar negeri. UIN Maliki sendiri saat ini telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), yang berperan penting dalam mengeluarkan sertifikat resmi dan menjalin kerja sama dengan dunia industri.

Lebih lanjut, sertifikasi hanya dapat diberikan kepada mereka yang benar-benar memiliki kompetensi dengan standar tiga aspek utama: skill, attitude, dan knowledge. Dr. Hayid menekankan bahwa skema sertifikasi harus terus dirumuskan sesuai dengan profil lulusan tiap program studi agar manfaatnya optimal.

“Manfaat terbesar dari sertifikat kompetensi adalah mempersiapkan mahasiswa agar lebih mudah memasuki dunia kerja. Misi kita adalah membantu anak-anak kita agar kompeten, unggul, dan bermanfaat. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang beramal dengan presisi,” pungkasnya.

Dengan adanya sertifikasi kompetensi dan dukungan LSP, UIN Maliki meneguhkan langkah nyata dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berdaya saing di pasar kerja global.(AD)

 

Reporter : Amelia Dea Divanda

Lebih Lanjut »
Mubahatsah Ilmiah Ekosufisme: Gabungkan Semangat Ilmu dan Ekologi
Senin, 22 September 2025 . in Berita . 154 views
10001_pmii.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Suasana khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti lantai 5 Gedung Rektorat UIN Malang pada Senin, 22 September 2025. Acara Mubahatsah Ilmiah Ekosufisme sukses digelar dengan melibatkan 187 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi lintas kampus, santri pondok pesantren, hingga perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Forum ilmiah ini menghadirkan dua ulama nasional, yakni Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A (Ketua Umum PBNU 2010–2021, Pengasuh Ponpes Luhur Al-Tsaqofah) dan Dr. KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag (Dosen UIN Malang, Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad). Kehadiran keduanya menjadi magnet tersendiri bagi peserta yang antusias mengikuti setiap rangkaian diskusi.

KH. Said Aqil menegaskan bahwa keimanan adalah pondasi utama dalam menuntut ilmu sekaligus menghadapi tantangan zaman modern.“Ghoninya Allah tiada tanding, alimnya Allah tidak ada secuil dari alimnya Allah. Kalau kamu ingin maju jangan pernah takut dan berkecil hati, karena kita tajalnya Allah,” pesannya penuh penegasan.

Sementara itu, KH. Marzuqi menekankan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal, serta mengaitkannya dengan tanggung jawab manusia dalam menjaga ekosistem. Menurutnya, kepedulian terhadap alam bukan hanya urusan lingkungan, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan berpikir dan keberlangsungan hidup.

“Jangan hanya mengandalkan ikhtiar, tapi juga berjihad karena kehendak Allah tidak bisa disangka-sangka. Mari optimalkan cara berpikir kita agar tetap sehat dengan menjaga ekosistem. Allah ada, ayo kita maksimalkan gerak dengan berharap barokah, jangan pernah berharap selain kepada Allah, karena semua selain Allah akan mati dan punah,”tegasnya.

Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Diskusi yang mengusung tema ekosufisme ini menekankan keterkaitan erat antara ilmu, iman, dan ekologi. Penyelenggara berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan kesadaran spiritual sekaligus gerakan nyata dalam menjaga lingkungan sebagai amanah Allah. Acara mubahatsah ini berlangsung khidmat namun penuh semangat. Para peserta antusias mengikuti setiap rangkaian diskusi, yang menekankan hubungan erat antara ilmu, iman, dan ekologi. Tema ekosufisme diangkat sebagai refleksi bahwa keberagamaan tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga bagaimana manusia menjaga alam semesta sebagai amanah Allah.

KH. Marzuqi menekankan juga bahwa "dengan berilmu dan beriman, hati manusia akan senantiasa bersih, sehingga mampu melahirkan gerakan nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus menebarkan nilai-nilai keberkahan."

Reporter&fotografer: Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Fakultas Humaniora Hadirkan Prof Azhar Ibrahim dari NUS dalam International Expert Talk
Senin, 22 September 2025 . in Berita . 231 views
9999_foto-bersama-fak-hum.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar International Expert Talk (I-Talk) Series bersama Prof. Dr. Azhar Ibrahim dari National University of Singapore (NUS) pada Senin, 22 September 2025. Acara berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB di Ruang Teater (Home Theater) Lantai 3 Fakultas Humaniora. Kegiatan ini mengangkat tema “Communication for Multiculturalism and Social Transformation” dan menjadi agenda penting fakultas dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memperkaya wawasan akademik mahasiswa.

Dalam pemaparannya Prof. Dr. Azhar Ibrahim menekankan pentingnya literasi kritis sebagai penangkal anti intelektualisme yang semakin mengemuka di era neoliberalisme. “Ketika jurnalisme dibungkam, sastra harus berbicara. Salah satu nilai pertarungan makna adalah media massa,” ujarnya. Ia juga menyoroti transformasi kapitalisme menjadi neoliberalisme yang menghadirkan berbagai bentuk anti intelektualisme. “Anti intelektualisme itu datang dari berbagai bentuk, diantaranya adalah neoliberalisme. Untuk melawan anti intelektualisme itu adalah kritikalitas,” tegasnya.

10000_prof-azhar-nus.jpg

Prof. Dr. Azhar Ibrahim juga mengajak mahasiswa Fakultas Humaniora untuk memperhatikan fenomena kesenjangan ekonomi dan supremasi yang melahirkan manusia tanpa mutu dan kepiawaian tinggi. Ia mengutip pemikiran filsuf José Ortega y Gasset dalam buku The Revolt of the Masses yang menyebut fenomena tersebut sebagai “the mass man” atau manusia massa. “Saat ini ekonomi dan politik telah membenarkan jenis manusia ini. Influencer yang mungkin menjadi public intellectual ataupun sebaliknya juga sudah banyak saat ini,” jelasnya.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa Fakultas Humaniora. Prof. Dr. Azhar Ibrahim menyampaikan, “Persoalan yang saya angkat ini sebenarnya tidak asing lagi kalau dilihat dari persoalan yang ditanyakan. Literasi kritis ini mau mengangkat persoalan ideologis.” Kegiatan ini diharapkan memberikan ide baru bagi pengembangan akademik dan non akademik mahasiswa serta memperkuat peran Fakultas Humaniora UIN Malang sebagai pusat literasi kritis dan jaringan internasional yang terus berkembang.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Fotografer: Muhammad Fiqri Haikal Ridwan

Lebih Lanjut »
UIN Malang Mantapkan Komitmen Zona Integritas Melalui Penilaian Mandiri PMPZI
Senin, 22 September 2025 . in Berita . 179 views
9998_pmpzi.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat komitmen untuk Penilaian Mandiri Pelaksanaan Zona Integritas (PMPZI) di Ruang Satuan Pengawas Internal pada Senin, 22 September 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., Kepala Biro AUPK, Dr. H. Ridwan, M.Pd.I. (Ketua SPI), Dr. Abdussakir, M.Pd. (Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM), Dr. Hairur Rahman, M.Si. (Kepala Pusat Studi Kebijakan dan Tata Kelola Kelembagaan), Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. H. Agus Mulyono, S.Pd., M.Kes., serta pejabat terkait lainnya, Dekan Fakultas Humaniora absen karena ada kegiatan penting yang tidak dapat ditinggalkan. Kegiatan ini juga menjadi perhatian pimpinan universitas, termasuk Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., yang memberikan dukungan terhadap penguatan zona integritas sebagai bagian dari tata kelola kampus yang lebih baik. Penunjukan Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Humaniora sebagai pilot project PMPZI berdasarkan SK Dirjen No. 1018 Tahun 2025 menjadi dasar dilaksanakannya evaluasi dan penguatan komitmen ini.
Dalam pemaparannya, Dr. Hairur Rahman menyoroti evaluasi pelaksanaan PMPZI tahun sebelumnya. Menurutnya, pelaksanaan zona integritas memerlukan dukungan luas dan semangat baru. “Jangan menyerah di saat banyak tantangan. Kita perlu memperkuat tim survei, bukan hanya berpedoman dari fakultas, tetapi juga dari pusat,” tegas Dr. Hairur Rahman. Ia juga menekankan bahwa inovasi harus relevan, berdampak pada pelayanan publik dan isu kemiskinan, serta lahir dari permasalahan nyata di sekitar kampus.

9997_spi-pmpzi.jpg


Dekan Fakultas Sains dan Teknologi menyampaikan pentingnya motivasi bersama untuk mendukung fakultas pilot project. Sementara itu Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A. menegaskan, “Dalam tata kelola kelembagaan pasti semuanya akan terdampak, terutama dalam memberikan layanan terbaik kepada mahasiswa. Dr. Abdussakir mengingatkan pentingnya penataan reformasi birokrasi. “Kalau SOP berjalan dengan baik, semuanya pasti jalan,” ungkapnya.
Kepala SPI Dr. H. Ridwan, M.Pd.I. menutup sesi dengan arahan teknis. “Ini langkah konkret yang akan kita lakukan hari ini. Pertama pembentukan tim kerja, kemudian tim kerja dan fakultas yang mendapat tugas segera menyusun rencana kerja hingga Desember. Nantinya SPI juga akan melakukan pendampinagn dan memantau langsung,” jelas Dr. H. Ridwan. Dengan semangat ini UIN Malang berkomitmen melaksanakan Zona Integritas secara maksimal demi terciptanya tata kelola kampus yang unggul, transparan, dan akuntabel.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
Kiai Said Aqil Ajak UIN Malang Jaga Nasionalisme dalam Bingkai Keislaman
Senin, 22 September 2025 . in Berita . 262 views
9995_kiai-said.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Siang ini, Senin 22 September 2025, Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang tampak lebih ramai dari biasanya. Para pimpinan kampus berjejer menyambut tamu kehormatan yang telah lama dinanti. Dialah Prof. Dr. K.H. Said Sirodj, M.A., mantan Ketua Umum PBNU periode 2010-2021 sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, yang datang untuk mengisi Mubahatsah Ilmiah Ekosufisme.

9996_jajaran.jpg

Kedatangan Kiai Said disambut hangat oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Drs. H. Bisri, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyanto, M.Ag., serta Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. H.M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A. Turut hadir pula Ketua L2PM Dr. Isroqunnajah, para kepala biro, hingga Direktur Pascasarjana. Kehadiran para tokoh kampus ini menambah khidmat suasana penyambutan.

Dengan tutur khasnya yang tenang namun penuh penekanan, Kiai Said membawakan pesan kebangsaan yang dikemas dalam cerita. Satu ungkapan yang ia tekankan adalah hubbul waton minal iman—cinta tanah air sebagian dari iman. Baginya, nasionalisme bukan sekedar jargon, melainkan bagian dari iman yang harus ditanamkan dalam diri setiap Muslim. "Jangan sampai Indonesia menjadi negara yang sekuler, negara yang memisahkan agama dari kehidupan bernegara," ujarnya tegas.

Bagi Kiai Said, menjaga nasionalisme tidak berarti menanggalkan nilai-nilai agama. Justru, keduanya harus berjalan seiring, saling menguatkan. Ia pun menitipkan pesan khusus kepada jajaran pimpinan UIN Malang agar seris menyiapkan generasi intelektual Muslim yang kokoh. "Carilah mahasiswa yang cerdas, kitab, tegakkan agar mereka faham matik (logika), ushul fiqh, ushul hadits, dan syariah. InsyaAllah output-nya akan menjadi ulama yang cerdas," pesannya.

Lebih dari sekadar pertemuan ilmiah, acara Mubahatsah Ekosufisme ini menjadi momen reflektif. Bagi civitas akademika UIN Malang, kehadiran Kiai Said bukan hanya membawa ilmu, melainkan juga mengobarkan semangat kebangsaan dalam bingkai keislaman. Di tengah arus globalisasi, pesan itu terasa relevan: menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh dengan fondasi iman dan cinta tanah air. (kml)

Reporter: Ajeng Ayu Kemala

Lebih Lanjut »
LP2M UIN Malang dan Pesantren Nurul Karim Gelar Workshop Pendidikan Multikultural
Senin, 22 September 2025 . in Berita . 169 views
9994_uin.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Suasana semarak menyelimuti Pesantren Nurul Karim, Probolinggo, pada 21–22 September 2025. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan Pesantren Nurul Karim sukses menggelar Workshop Pendidikan Multikultural Kontekstual untuk Harmoni Sosial. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Qaryah Thayyibah yang bertujuan memperkuat pendidikan berbasis masyarakat sekaligus mendorong terciptanya generasi toleran, inklusif, dan penuh cinta.
Workshop yang diikuti oleh 40 guru dari MI, MTs, dan MA Al-Husna ini menghadirkan narasumber ternama. Prof. Dr. Hj. Sulalah, M.Ag, ahli pendidikan multikultural, menekankan pentingnya menanamkan nilai toleransi dalam pembelajaran di lingkungan pesantren. Sementara itu, Dr. Nuril Nuzulia, M.Pd, instruktur nasional literasi, menggugah para peserta dengan konsep pendidikan berbasis cinta yang mengedepankan empati, penghargaan, dan harmoni sosial.
“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses menumbuhkan rasa cinta dan penghargaan terhadap perbedaan,” tegas Prof. Sulalah dalam paparannya.
Tak hanya berhenti pada penguatan wawasan, LP2M UIN Malang juga memberikan dukungan nyata berupa hibah peralatan modern. Pesantren Nurul Karim menerima 1 unit printer dan 5 unit mesin fingerprint untuk mendukung administrasi di MI, MTs, dan MA Al-Husna.
“Peralatan ini akan membuat absensi lebih cepat, akurat, dan efisien. Ini langkah besar menuju pendidikan pesantren yang lebih modern,” ujar Muhammad, M.Pd, Kepala MA Al-Husna.
Puncak acara ditandai dengan sesi microteaching, di mana para guru mempraktikkan langsung pembelajaran multikultural di depan peserta lain. Simulasi ini menghadirkan suasana hangat dan penuh inspirasi. Guru tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga menanamkan nilai cinta, toleransi, dan saling menghargai dalam proses belajar.
Bagi Pesantren Nurul Karim yang berdiri sejak 1963, kegiatan ini semakin menegaskan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan inklusif. Kerja sama dengan UIN Malang, yang sejak 2017 telah membina yayasan ini melalui Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, kini berkembang lebih jauh lewat LP2M.
“Kami ingin melahirkan generasi yang bukan hanya cerdas akademis, tetapi juga matang dalam menyikapi keberagaman,” ungkap Drs. KH. Abdurrahman, Pengasuh Pesantren Nurul Karim.
Acara ditutup dengan refleksi bersama serta deklarasi komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan multikultural. Dengan semangat toleransi dan cinta, kolaborasi ini diyakini menjadi langkah revolusioner dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih harmonis.

Lebih Lanjut »
Surat Instruksi Pengendalian Gratifikasi Jadi Pemantik Gerakan Membaca di UIN Malang
Rabu, 17 September 2025 . in Berita . 299 views
9993_ins.png


MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Di tengah gempuran teknologi digital, kebiasaan membaca sering dianggap remeh. Namun, Surat Instruksi Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Nomor 1945 Tahun 2025 tentang Pengendalian Gratifikasi yang terbit 15 September 2025 justru menunjukkan betapa pentingnya literasi membaca dan memahami informasi resmi bagi sivitas akademika di era sekarang.

Surat Instruksi ini mengatur secara tegas larangan gratifikasi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga pimpinan universitas. Tak hanya sekadar pengumuman, dokumen ini menjadi pedoman penting agar seluruh warga kampus memahami hak, kewajiban, serta sanksi terkait gratifikasi. Artinya, kemampuan membaca dengan cermat bukan sekadar keterampilan dasar, tetapi prasyarat untuk memahami kebijakan dan menghindari kesalahpahaman.

Dalam surat tersebut ditegaskan lima pokok instruksi, mulai dari larangan mahasiswa memberi gratifikasi kepada pimpinan, dosen, maupun tenaga kependidikan, larangan menerima gratifikasi oleh aparat kampus, hingga kewajiban melapor ke Unit Pengendalian Gratifikasi melalui situs resmi universitas. Surat ini juga memerintahkan pemasangan instruksi di titik layanan publik kampus agar lebih mudah diakses. Praktik seperti ini menjadi contoh bagaimana budaya membaca dan keterbukaan informasi mendukung integritas dan transparansi.

Fenomena ini relevan dengan pentingnya membaca buku di era digital. Membaca bukan lagi sekadar mengenal kata dan kalimat, tetapi memahami konteks dan konsekuensi. Sama halnya dengan membaca surat resmi kampus. Jika mahasiswa abai, mereka bisa salah langkah atau melanggar aturan. Dengan membiasakan membaca, masyarakat kampus dapat mengantisipasi risiko, mematuhi aturan, dan berkontribusi pada lingkungan akademik yang bersih dari gratifikasi.

Sejumlah penelitian menunjukkan literasi yang baik mempengaruhi pola pikir kritis seseorang. Dalam konteks UIN Malang, literasi bukan hanya soal membaca buku teks, melainkan juga membaca regulasi, instruksi, dan kebijakan agar kehidupan akademik lebih sehat dan tertib. Keterampilan membaca yang mendalam juga membantu masyarakat memilah informasi. Di era media sosial, banyak informasi beredar tanpa verifikasi. Dengan kemampuan literasi yang baik, mahasiswa bisa membedakan berita palsu dan benar, serta memahami instruksi resmi seperti surat pengendalian gratifikasi tersebut. Kecakapan ini penting agar mahasiswa tidak terjebak pungutan liar atau praktik yang dilarang universitas.

Selain itu, budaya membaca buku di era digital membawa manfaat jangka panjang. Buku, jurnal, atau instruksi resmi merupakan sumber pengetahuan yang terstruktur. Mahasiswa dan dosen yang rutin membaca akan lebih siap menghadapi tantangan akademik, lebih memahami prosedur kampus, dan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan kebijakan. Dalam kasus surat instruksi gratifikasi, pemahaman literasi membuat sivitas akademika lebih disiplin dan mampu menegakkan integritas.

Penutupnya, surat instruksi UIN Malang ini menjadi bukti nyata bahwa literasi masih relevan bahkan krusial di era 5.0. Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan perlu membangun budaya membaca agar dapat memahami kebijakan, menjalankan tugas dengan benar, serta menjaga integritas akademik. Membaca buku, jurnal, hingga dokumen resmi adalah cara sederhana namun efektif untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan bebas dari praktik gratifikasi.
Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up