MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Qoryah Thoyibah di Balai Serbaguna Gedung Cindewilis, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Selasa, 16 September 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Literasi Digital untuk Penguatan Parenting Adaptif Era 5.0 di Lingkungan PKK Desa Pakisaji” dan diikuti puluhan kader PKK desa setempat.
Kegiatan ini dimotori oleh 2 dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dan 1 Dosen Fakultas Sains dan Teknologi(Saintek) yang juga agenda rutin dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang dengan tujuan memperkuat kapasitas ibu-ibu PKK dalam mengelola pola pengasuhan anak berbasis literasi digital di era 5.0. Dalam pelaksanaan program ini, tim pengabdian masyarakat UIN Malang dipimpin oleh Ainatul Mardhiyah, M.Cs., selaku Ketua Tim. Ia didampingi oleh anggota tim yang terdiri atas Roro Inda Melani, M.Sc., Ainurrohmah, M.Pd., Muh. Noaf Afgani, Hasnia Imroatis Syarifah, dan Nurul Fadhilah Ramadhan. Kolaborasi tim ini memastikan kegiatan Qoryah Thoyibah berjalan terarah dan sesuai sasaran, mulai dari penyusunan materi, pendampingan peserta. Ketua PKK Desa Pakisaji, Sri Sugiarsih, menyampaikan apresiasi atas inisiatif UIN Malang yang dinilai selaras dengan kebutuhan masyarakat saat ini. “Keberadaan ibu-ibu PKK sangat membantu dalam berkembangnya generasi sejak janin hingga kelak bermanfaat di masa depan. Harapan saya, ibu-ibu PKK mau berkembang setiap waktu dan siap memberi manfaat kapan pun,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan Qoryah Thoyibah ini juga menghadirkan sejumlah dosen dan mahasiswa UIN Malang yang terlibat langsung sebagai pemateri dan pendamping. Mereka memberikan sesi interaktif seputar tantangan pengasuhan anak di era digital, pemanfaatan teknologi untuk pendidikan keluarga, hingga praktik langsung menggunakan aplikasi Canva sebagai media edukasi kreatif bagi keluarga. Melalui program ini, kampus berharap mampu membantu masyarakat desa meningkatkan keterampilan dan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta yang diikuti oleh ibu-ibu PKK menunjukkan antusiasme tinggi mengikuti seluruh rangkaian acara. Mereka antusias saat praktik mengedit materi menggunakan Canva, aktif bertanya ketika menemui fitur yang belum dipahami, serta berbagi pengalaman terkait penerapan hasil pelatihan dalam pola asuh anak di lingkungan masing-masing. Dengan adanya kegiatan ini, peserta diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pengasuhan di era serba digital. Ketua Tim Pengabdian, Ainatul Mardhiyah, M.Cs. didampingi 2 anggota yang juga dosen tersebut, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan ini. “Alhamdulillah acara hari ini berjalan lancar, tidak lupa terima kasih kepada teman-teman tim. Semoga ke depannya lebih baik lagi dan semakin sukses. Harapan kami tetap bisa berkolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pihak masyarakat, karena kegiatan seperti ini positif dan berdampak nyata,” ungkapnya. Kegiatan Qoryah Thoyibah UIN Malang hari ini, difokuskan pada penguatan literasi digital dan parenting adaptif di era 5.0. Melalui program ini, kampus berupaya membekali masyarakat dengan keterampilan dan wawasan praktis untuk membangun keluarga cerdas digital serta menyiapkan generasi yang adaptif dan berdaya saing
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Istitha’ah merupakan tujuan dan syarat wajib dalam melaksanakan ritual suci ibadah haji. Kondisi ini diartikan sebagai kondisi kesiapan dari segi fisik, mental, finansial, maupun keamanan selama rangkaian ibadah haji. Dalam mempersiapkannya, calon jamaah haji (CJH) menjalani pembinaan manasik kesehatan haji baik secara mandiri maupun melalui program pembimbingan. Oleh karenanya, pendidikan dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Al-Ikhlas Kota Batu dalam melaksanakan penyuluhan manasik kesehatan haji pada Minggu, 14 September 2025. Penyuluhan mengangkat tema “Pemeliharaan Status Kebugaran Fisik dan Mental Masyarakat Haji dalam Masa Tunggu”.
Rangkaian acara ini diawali dengan senam pagi bersama yang diatur khusus untuk latihan fisik bagi CJH. Setelah itu, dilakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan CJH mengenai pelatihan fisik dan mental di masa tunggu. Pada rangkaian acara utama, penyuluhan dikemas dalam bentuk talkshow bersama tiga pemateri yang merupakan dosen dari program studi pendidikan dokter UIN Malang. Materi pertama dengan judul “TIps Kebugaran Fisik Menuju Tanah Suci” disampaikan oleh dr. Sakinah Baraja, Sp. B. Materi kedua dengan judul “Hati Tenang Pikiran Damai Menyambut Ibadah Haji” disampaikan oleh Dr. dr. Lailia Nur Rachma, M.Biomed. Materi ketiga dengan judul “Menata Raga, Jiwa, dan Rasa Menuju Haji Mabrur” disampaikan oleh dr. Christyaji Indradmojo, Sp. EM.
Dalam talkshow yang berlangsung kurang lebih 100 menit, para CJH diberikan gambaran mengenai suasana yang akan mereka hadapi selama menjalani rangkaian ibadah haji. Pemateri juga memberikan berbagai tips untuk menjaga kebugaran fisik CJH selama di masa tunggu, mulai dari melakukan skrining kesehatan rutin, menjaga higienitas diri, menjaga asupan cairan dan elektrolit, menyiapkan obat dari rumah, rutin beraktivitas fisik, hingga manajemen penyakit kronis seperti diabetes melitus, asma, serta penyakit jantung. Selain itu, CJH juga perlu menjaga pikiran dan ucapan selama menghadapi berbagai kondisi di rangkaian haji, seperti dituturkan oleh dr. Lailia, “Tuntutan fisik pada rangkaian ibadah haji yang wajib sangat tinggi dan berpotensi untuk membebani mental. Maka penting bagi jamaah haji untuk mengatur intensitas aktivitas fisik selama menjalani rangkaian ibadah haji agar stamina bisa tetap terjaga untuk melakukan ibadah wajibnya”. Sebagai penutup, dr. Christyaji Indradmojo, Sp. EM menyampaikan kepada para CJH bahwa pembekalan ini bertujuan untuk mempersiapkan CJH agar dapat menjalani ibadah haji secara mandiri, terlepas dari ada atau tidaknya fasilitas yang tersedia saat menjalani ibadah haji. Maka persiapan mental maupun fisik dalam masa tunggu adalah hal yang sangat penting.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Upacara penutupan Retreat Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025 berlangsung khidmat di Lapangan Politeknik Angkatan Darat (POLTEKAD) Batu pada Sabtu, 14 September 2025. Upacara dimulai pukul 10.35 WIB dengan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian Retreat Pimpinan yang telah dilaksanakan sejak awal September.
Dalam pernyataan resminya, Rektor menyampaikan penutupan kegiatan. “Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, pagi ini pukul 11.35 kegiatan Retreat Pimpinan saya nyatakan dengan resmi ditutup,” ujar Prof. Ilfi Nur Diana. Setelah itu dilaksanakan prosesi penanggalan tanda peserta dan penyerahan piagam penghargaan kepada empat peserta terbaik oleh Rektor.
Dalam amanatnya, Prof. Ilfi Nur Diana mengajak seluruh pimpinan untuk menetapkan niat dan bersungguh-sungguh merancang visi strategis yang inovatif demi kemajuan mahasiswa dan alumni. Rektor mengingatkan pentingnya memegang teguh 12 pesan Menteri Agama, mulai dari penguatan integritas dan etika kepemimpinan, inovasi dan perubahan nyata dalam 100 hari pertama masa jabatan, keteladanan, keterbukaan, penguatan peran UIN sebagai pusat nilai Islam rahmatan lil alamin, transformasi berpikir, pengembangan ilmu keislaman, peningkatan kualitas SDM, literasi keagamaan, mitigasi bencana, hingga penguatan kerja tim yang solid. Prof. Ilfi Nur Diana juga menyampaikan bahwa prinsip-prinsip kepemimpinan ini dirangkum dalam konsep “Kabinet SAKTI” yang diharapkan menjadi ruh kerja sama seluruh jajaran pimpinan UIN Malang.
Menutup amanatnya, Prof. Ilfi Nur Diana menekankan pentingnya kedisiplinan, komitmen, dan kekompakan. Rektor mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, narasumber, panitia, serta pihak Poltekad yang telah mendukung jalannya kegiatan ini. “Selamat berjuang, di pundak kita bersama nasib UIN ditentukan, di pundak kita bersama nasib lulusan kita ditentukan,” ungkapnya. Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah lomba sebagai rangkaian akhir Retreat Pimpinan 2025.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Sesi V Retreat Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berlangsung di Politeknik Angkatan Darat (POLTEKAD) Batu, Sabtu, 13 September 2025, menghadirkan Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, Dr. Ismail Cawidu, M.Si., dengan materi “Penguatan Branding UIN Maulana Malik Ibrahim Malang”. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Retreat Pimpinan 2025 bertema “Inovasi & Akselerasi Menuju Perguruan Tinggi Berdaya Saing Global”.
Dalam pemaparannya, Dr. Ismail menegaskan pentingnya akselerasi pengembangan SDM, khususnya peningkatan jumlah doktor di lingkungan UIN Malang. “Mohon dipercepat mencetak doktor baru, jangan ada yang dipersulit. Empat tahun ke depan kita lihat perkembangannya seperti apa,” ujarnya. Ia juga menekankan arahan Menteri Agama agar UIN Malang tidak hanya mencetak ilmuwan, tetapi juga intelektual muslim yang berkarakter.
Lebih lanjut, Dr. Ismail memaparkan 12 poin arahan Menteri Agama kepada Rektor dan jajarannya. Beberapa di antaranya yaitu penguatan integritas dan etika kepemimpinan, inovasi dan perubahan nyata dalam 100 hari pertama masa jabatan, keteladanan, keterbukaan dalam pengambilan keputusan, penguatan peran UIN sebagai pusat nilai Islam rahmatan lil alamin, transformasi berpikir, pengembangan ilmu keislaman, peningkatan kualitas SDM, literasi keagamaan, mitigasi bencana, serta penguatan kerja tim yang solid. “Ada program yang bisa kita tangani sendiri, ada pula yang butuh kerja sama dengan pihak luar. 90% masalah manajemen itu karena miskomunikasi. Jika sudah punya program sosialisasikan, agar kebijakan yang baik juga sampai ke mahasiswa,” tegasnya.
Sesi ini menjadi momentum penting bagi para pimpinan UIN Malang untuk memperkuat branding universitas sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat sesuai arahan Kementerian Agama.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Sesi VIII Retreat Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berlangsung di Politeknik Angkatan Darat (POLTEKAD) Batu, Sabtu, 13 September 2025, menghadirkan Vice President Unity of Diversity, Dr. Suyoto, M.Si. dengan materi “Tantangan Perguruan Tinggi dan Pengembangan Prodi yang Relevan dengan Dunia Usaha dan Industri”. Kegiatan ini menjadi rangkaian penting Retreat Pimpinan 2025 bertema “Inovasi & Akselerasi Menuju Perguruan Tinggi Berdaya Saing Global”.
Dalam penyampaiannya, Dr. Suyoto menekankan pentingnya riset sebagai pondasi perguruan tinggi. “Mengapa perlu research? Karena orang yang terlatih akademisi bisa melihat sesuatu secara jernih, bisa melihat data mana yang benar dan mana yang palsu,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya kampus menyiapkan talenta dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman, agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri.
Lebih lanjut, Dr. Suyoto menyebut sepuluh keterampilan yang paling dibutuhkan di masa depan. Keterampilan itu mencakup kemampuan berpikir analitis, ketangguhan dan fleksibilitas serta kelincahan, kepemimpinan dan pengaruh sosial, berpikir kreatif, motivasi dan kesadaran diri, literasi teknologi, empati dan kemampuan mendengar aktif, rasa ingin tahu dan semangat belajar sepanjang hayat, manajemen talenta, serta orientasi pelayanan dan kemampuan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis sebagai penggerak rekayasa sosial dan ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman. Ia menegaskan bahwa agama adalah alat untuk memberikan justifikasi, sehingga UIN tidak hanya menjadi petunjuk tetapi juga menjadi penggerak sosial ekonomi.
Menutup pemaparannya, Dr. Suyoto mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi perguruan tinggi Islam tidak kalah, bahkan bisa lebih berat dibanding perguruan tinggi umum. “Manusia yang baik untuk dirinya sendiri adalah sholihun linafsihi, yang berdampak bagi orang lain adalah sholihun lighoirihi (islahan),” ujarnya. Ia mendorong UIN Malang untuk terus menyiapkan SDM yang tidak hanya berilmu tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Paham betul dengan derasnya arus perubahan dunia kerja di era modern, Dr. Suyoto, M.Si, atau yang akrab disapa Kang Yoto, hadir dalam acara Retret Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu, 13 September 2025. Kehadiran Vice President Unity of Diversity ini memberikan warna baru dalam diskusi strategis, dengan menyoroti tantangan perguruan tinggi sekaligus peluang pengembangan program studi yang selaras dengan dunia usaha dan industri.
Dalam paparannya, Kang Yoto mengajak seluruh pimpinan UIN Malang untuk tidak hanya fokus pada kondisi saat ini, tetapi juga merenungkan masa depan kampus ketika para pemimpin yang ada sekarang sudah memasuki masa pensiun. Menurutnya, kesiapan adaptasi terhadap perubahan zaman, khususnya di era digital, menjadi kunci keberlanjutan perguruan tinggi.
“Dengan hadirnya AI, pekerjaan manusia semakin dimudahkan. Generasi Z bahkan bisa menghasilkan karya setara profesional, meski sebelumnya tidak memiliki keterampilan teknis, cukup dengan bantuan AI,” ungkapnya.
Ia menegaskan, ke depan peran kecerdasan buatan akan semakin dominan dan berpotensi mengurangi peran tenaga manusia secara signifikan. Karena itu, perguruan tinggi Indonesia, termasuk UIN Malang, harus segera mengambil langkah cerdas dan cerdik dalam merespons perubahan tersebut.
Lebih lanjut, Kang Yoto menekankan identitas UIN Malang sebagai kampus Islam yang lahir dari semangat perjuangan dan komunalisme. Menurutnya, di tengah kompleksitas kehidupan modern, perguruan tinggi harus mampu memberikan pelayanan yang luas tanpa kehilangan jati diri.
“Berbeda dengan dunia usaha yang memiliki strategi ekonomi yang jelas, perguruan tinggi Indonesia justru dituntut cerdas dalam memilih masa depan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena sosial di Indonesia yang masih terjebak pada budaya berburu gelar, bukan peningkatan kompetensi. Menurut analisisnya, hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam membangun ekosistem kehidupan akademik yang sehat dan berdaya saing.
“Ekosistem kehidupan akan selalu menjadi tantangannya, dan kuncinya harus memahami konteks serta didukung dengan SDM yang unggul,” tegas Kang Yoto menutup paparannya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Suasana Retreat Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Pusdiklat Poltekad, Sabtu, 13 September 2025, semakin bernas dengan kehadiran tokoh nasional, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid. Putri sulung Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini hadir sebagai Tim Penasihat Ahli Menteri Agama RI periode 2025–2029, berbagi gagasan segar tentang moderasi beragama dan ekoteologi berbasis kampus.
Dalam paparannya, Alissa menekankan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan penguatan moderasi beragama sebagai kunci terciptanya toleransi dan kerukunan di tingkat lokal, nasional, hingga global. Ia menegaskan, tanpa moderasi, bangsa akan mudah terjebak dalam konflik dan perpecahan.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya ekoteologi, sebuah pendekatan teologis yang menekankan kepedulian terhadap lingkungan. Kampus, menurutnya, harus menjadi pelopor gerakan hijau. Penanaman pohon, pembangunan gedung ramah lingkungan, hingga pengajaran cinta lingkungan perlu dihadirkan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Tuhan.
Lebih jauh, Alissa memperkenalkan delapan program prioritas Kementerian Agama periode 2025–2029 yang diluncurkan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Program-program tersebut mencakup penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, pengembangan ekoteologi, layanan keagamaan yang berdampak, pendidikan unggul yang ramah dan terintegrasi, pemberdayaan pesantren, penguatan ekonomi umat, transformasi layanan haji, hingga digitalisasi tata kelola Kementerian Agama.
Menurutnya, delapan agenda prioritas ini bukan hanya milik Kementerian Agama, melainkan juga menjadi bagian dari ikhtiar besar bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas bersama Indonesia maju menuju Indonesia emas.
“Moderasi beragama dan ekoteologi bukan sekadar jargon, tapi gerakan nyata untuk menjaga masa depan bangsa,” pungkasnya, disambut antusias para pimpinan UIN Malang yang hadir.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Suasana Retret Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu, 13 September 2025, semakin menggelora ketika Deputi Pengawasan Kementerian Haji Dr. Harun Al Rasyid hadir dengan paparan bertajuk Superioritas, Integritas, dan Kepemimpinan. Dengan gaya lugas, ia langsung menyoroti fenomena yang tengah hangat diperbincangkan publik: darurat korupsi di Indonesia.
“Negeri ini sedang menghadapi kondisi darurat korupsi,” tegas Harun membuka materinya. Menurutnya, refleksi diri menjadi kunci penting bagi para pemimpin, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, agar tidak terjerumus dalam lingkaran korupsi yang kini telah merambah berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara.
Harun mengkritisi tajam kondisi penegakan hukum di Indonesia yang masih “tajam ke bawah, tumpul ke atas”. Fenomena tersebut, ujarnya, telah melahirkan praktik hukum yang amburadul dan terkesan acak-acakan. Ia menambahkan, keberadaan mafia peradilan semakin memperparah kerusakan sistem hukum sekaligus menggerogoti sendi-sendi demokrasi bangsa.
“Korupsi bukan sekadar merugikan negara secara materi, tetapi juga melemahkan integritas, kinerja, bahkan merusak mentalitas seorang abdi negara. Padahal, seorang pelayan publik semestinya menjadi pengabdi bagi masyarakat, bukan justru meminta untuk dilayani,” ungkapnya penuh penekanan.
Paparan Harun seakan menjadi cermin bagi 143 pimpinan UIN Malang yang hadir dalam retret tersebut. Ia mengingatkan bahwa kualitas kepemimpinan sejati terletak pada keberanian menjaga integritas dan menegakkan nilai kejujuran di tengah arus godaan kekuasaan.
Dengan demikian, kehadirannya bukan sekadar memberi materi, tetapi juga menggugah kesadaran kolektif agar dunia akademik mampu melahirkan generasi pemimpin yang berkarakter kuat, bebas dari praktik korupsi, dan berkomitmen penuh terhadap tegaknya keadilan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Suasana Retreat Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Sabtu, 13 September 2025 terasa semakin berbobot dengan hadirnya Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Khoirunas, SH., MH., CGCAE. Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan materi tentang pentingnya penguatan tata kelola perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam paparannya, Khoirunas menegaskan bahwa tata kelola perguruan tinggi yang baik merupakan pondasi utama dalam mencetak lulusan yang berdaya saing sekaligus menjaga kepercayaan publik. “Penguatan tata kelola bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang membangun integritas, transparansi, dan kualitas yang berkelanjutan,” ujarnya di hadapan para pimpinan kampus.
Ia juga mengingatkan kembali arahan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang menekankan agar Inspektorat Jenderal bekerja lebih tegas dan berani dalam melakukan pembenahan dan pembersihan. Menurut Khoirunas, Menteri Agama tidak ingin persoalan klasik terulang kembali. “Siapapun yang melakukan pelanggaran harus segera ditindak. Jangan ditunda, karena itu hanya akan merugikan dan mempermalukan Kementerian Agama,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pengawasan yang dilakukan Itjen harus berdampak, solutif, dan kolaboratif. Perubahan regulasi hanya akan berjalan efektif jika ada komitmen penuh dari pimpinan lembaga dan dukungan seluruh pejabat di dalamnya, termasuk di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Satuan Pengawasan Intern (SPI), kata dia, juga dituntut bekerja lebih optimal dengan sikap tegas dalam menyikapi setiap ketimpangan yang ada.
Dalam konteks penguatan tata kelola, Kemenag RI saat ini memfokuskan perhatian pada penguatan kapabilitas SPI, peningkatan mutu perguruan tinggi keagamaan, perbaikan tata kelola sumber daya manusia, serta akselerasi digitalisasi melalui pengembangan Super Apps Pusaka. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat efektivitas tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal di perguruan tinggi keagamaan.
Khoirunas juga menekankan bahwa kerja sama lintas kementerian, termasuk dengan KemenPAN-RB, menjadi kunci untuk memastikan tata kelola berjalan optimal. Menurutnya, tata kelola perguruan tinggi yang baik harus mencerminkan transparansi, organisasi yang efektif, partisipasi aktif pemangku kepentingan, responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat, akuntabilitas, serta kepemimpinan yang mampu menggerakkan perubahan.
Paparan ini disambut antusias oleh para pimpinan UIN Malang. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan kampus, terlebih di tengah upaya menjadikan Maliki Islamic University sebagai perguruan tinggi Islam unggul berkelas dunia.