HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang hari ini meresmikan Gedung Arrahim yang berada di Dusun Locari, Precet, Kota Batu (15/5). Peresmian ini merupakan bagian dari pengembangan Kampus 3 yang didanai oleh Saudi Fund for Development (SFD) melalui skema Pembiayaan Hibah dan/atau Pinjaman Luar Negeri (PHLN).
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada CEO SFD, Yang Mulia Sultan Abdulrahman Al Marshad, dan seluruh delegasi yang telah hadir secara langsung di Kampus UIN Malang. "Pembangunan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan landasan bagi masa depan pendidikan Islam yang unggul dan mendunia, pertumbuhan ekonomi lokal yang berkembang seiring hadirnya kampus, serta pengelolaan pendidikan terpadu yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," ujarnya.
Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA juga menyampaikan harapan agar UIN Malang dapat menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berdampak bagi masyarakat. "Kami percaya bahwa UIN memiliki potensi besar untuk menjadi proyek pendidikan Islam yang berdiri teguh dan berdampak positif bagi masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, CEO SFD, Sultan Abdulrahman Al Marshad, menyampaikan komitmen untuk terus bekerja sama dengan UIN Malang dalam jangka panjang, yaitu hingga 49 tahun. "Proyek ini sangat penting, terutama dalam sektor pendidikan untuk mahasiswa. Saya sangat senang karena kami dapat hadir dan membuka proyek ini bersama," katanya.
Peresmian Gedung Arrahim ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari Indonesia dan Arab Saudi, termasuk Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Dr. Kamaruddin Amin, M.Phil., Direktur Hibah dan Pinjaman Luar Negeri Bappenas, Ibu Setyawati, dan perwakilan dari Kementerian Keuangan RI.
Rektor UIN Malang juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra pelaksana proyek, termasuk PT Pembangunan Perumahan (PT PP) selaku kontraktor utama, PT Jaya CM JV PT Andaru Koncer Jagad sebagai konsultan manajemen dan pengawasan proyek (PMSC), dan PT Poladata Konsultan sebagai konsultan perencana.
Dengan peresmian Gedung Arrahim, UIN Malang semakin siap untuk menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas dan terbuka bagi masyarakat luas, baik dalam maupun luar negeri. Semoga gedung ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di UIN Malang.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang gelar expo pesantren yang bertempat di Gedung Student Center (SC). Ribuan mahasiswa, mahasantri, pengunjung umum, hingga tokoh pendidikan Islam memadati lokasi untuk menyaksikan Expo Pesantren Se-Kota Malang. Rabu, 14 Mei 2025.
Kegiatan yang mengangkat tema "Pesantren Hebat, Santri Kuat, Indonesia Bermartabat" ini menjadi bukti nyata semangat untuk memperkuat eksistensi pesantren sebagai pusat nilai, pendidikan karakter, dan kemandirian bangsa.
Lebih dari 40 pesantren ternama di Kota Malang turut berpartisipasi dalam expo yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kota Malang dan Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang ini. Kehadiran Kepala Kemenag Kota Malang KH. Achmad Shamton Masduki, S.Hi M.Ag, Mudir Ma’had Pusat Al-Jami’ah UIN Malang Dr. Izzuddin, M.Hi, dan Ketua RMI NU Kota Malang Dr. Halimi Zuhdy semakin menambah semarak pembukaan acara. Para pengasuh pesantren, perwakilan Kemenag Kota Batu, dan sivitas akademika UIN Malang pula turut hadir memeriahkan acara.
Ketua RMI NU Kota Malang, Dr. Halimi Zuhdy, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Expo Pesantren ini dapat menjadi model nasional yang dapat diadopsi oleh universitas lain di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan besarnya potensi dan peran pesantren dalam pembangunan karakter bangsa. Expo ini diharapkan mampu menginspirasi dan memperkuat sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berakhlak mulia.
Expo Pesantren Se-Kota Malang bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi. Melalui kegiatan ini berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan mulia yakni menguatkan pesantren dan mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas, berkarakter, dan bermartabat.
HUMAS UIN MALANG –Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap kampanye penanggulangan kekerasan berbasis gender yang diinisiasi oleh pihak kepolisian. Dukungan ini disampaikan dalam forum dialog terbuka antara Kapolresta Kota Malang dengan sivitas akademika UIN Maliki Malang, yang digelar di kampus setempat. Rabu, 14 Mei 2025.
Dalam sambutannya, Prof. Zainuddin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Kapolresta Kota Malang dalam mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik dalam bentuk kekerasan fisik, simbolik, maupun kekerasan yang marak terjadi di dunia maya.
“Masalah kekerasan sudah sangat memprihatinkan, tak hanya di dunia nyata tetapi juga di dunia maya. Pengaruh media sosial di era digital ini sangat massif, bahkan sudah sampai pada taraf noise,” ujarnya di hadapan tamu undangan dari Bareskrim Polri, Kapolda Jawa Timur, pimpinan instansi pendidikan, serta lembaga terkait lainnya.
Prof. Zainuddin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan kekerasan berbasis gender. Ia mendorong pendekatan kolaboratif seperti triple helix, quadruple helix, bahkan hingga penta dan hexa helix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, media, masyarakat, serta NGO untuk bergotong-royong menciptakan solusi nyata.
“Kampus kami sangat terbuka dan telah menjalin kerja sama lintas sektoral, instansi, hingga lintas negara. Kolaborasi adalah kunci utama dalam mengatasi isu kekerasan yang kompleks ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Kapolresta Kota Malang atas terselenggaranya kegiatan ini, serta berharap agar forum serupa dapat terus berlanjut untuk membangun kesadaran kolektif dan langkah nyata dalam menanggulangi kekerasan berbasis gender di Indonesia.
HUMAS UIN MALANG –Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Nanang Haryono, S.H., S.I.K., M.Si., memberikan penyuluhan penting kepada mahasiswa UIN Maliki Malang tentang pentingnya kesadaran publik dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan. Kegiatan ini berlangsung penuh antusias dan menggugah kesadaran bersama akan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan di masyarakat. Rabu, 14 Mei 2025.
Dalam paparannya, Kombes Nanang mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 terdapat empat kasus anak yang mengarah pada tindak pencabulan atau sodomi. Ia menekankan bahwa kasus-kasus seperti ini perlu menjadi perhatian serius semua pihak, termasuk generasi muda sebagai agen perubahan sosial.
“Pencegahan harus dimulai dari kesadaran kita bersama. Jangan tunggu sampai terjadi, baru kita bereaksi,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa.
Tak hanya menyampaikan materi tentang kekerasan seksual, Kombes Nanang juga membawa kabar baik berupa program layanan vaksin HPV (Human Papillomavirus) yang diberikan kepada anak-anak usia 15 tahun sebagai bentuk perlindungan kesehatan jangka panjang terhadap kanker serviks dan penyakit menular seksual lainnya.
Menariknya, di akhir sesi, suasana semakin hidup saat Kombes Nanang membuka sesi tanya jawab langsung. Para mahasiswa diajak berdialog, menyampaikan pandangan, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Bagi mahasiswa yang berani menjawab dengan lantang, hadiah langsung pun diberikan oleh Kapolresta sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi aktif mereka.
“Kita butuh anak muda yang berani, peduli, dan siap terlibat dalam menjaga lingkungan dari tindak kekerasan. Jangan diam, mari bersuara,” ujarnya menutup kegiatan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara kepolisian dan civitas akademika dalam membangun masyarakat yang lebih sadar, aman, dan peduli terhadap sesama, khususnya anak-anak dan perempuan.
HUMAS UIN MALANG –Upaya serius untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif terus digaungkan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), kampus ini menggelar Dialog Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dengan tema “Langkah Strategis Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Gender yang Terjadi di Lingkungan Kampus”, Rabu, 14 Mei 2025 di Gedung Ir. Soekarno lantai 5.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, Dr. Nurul Azizah, S.IK., M.Si, Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang BARESKRIM POLRI. Beliau secara lugas memaparkan strategi konkret dalam mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.
Kehadiran Bareskrim Polri ini disambut hangat oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, para wakil rektor, dan juga para kepala biro. Dalam momen tersebut Prof. Zainuddin merasa berterima kasih dan senang atas kolaborasi dan partisipasi aktif dari Mabes Polri dengan Sivitas Akademika UIN Maliki Malang. “Saya ucapakan terimakasih atas kehadirannya di UIN Malang untuk dialog terbuka dengan para sivitas akademika,” ucapnya.
Sebagai orang nomor wahid di kampus UIN Malang, beliau juga mengenunjukkan progress pembangunan kampus III yang dibangun di atas bukit tepatnya di Dusun Locari, Precet Kota Batu. Beliau juga memaparkan bahwa pembangunan kampus III ini didanai oleh Saudi Fund for Development (SFD) dari Saudi Arabia. “Alhamdulillah pembangunan Gedung arrahim yang dibantu SFD akan diresmikan besok oleh CEO SFD langsung,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PSGA UIN Malang, Dr. Istiada, menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang aman bagi semua, termasuk perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya. "Melalui forum ini, kami ingin menanamkan kesadaran kolektif bahwa kekerasan tidak boleh ditoleransi dalam bentuk apa pun," ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program nasional bertajuk “Rise and Speak Campaign” yang diinisiasi oleh BARESKRIM POLRI. Kampanye ini bertujuan mendorong masyarakat untuk berani bersuara dan tidak diam ketika menghadapi ketidakadilan, kekerasan, atau situasi yang memerlukan keberanian moral.
Acara yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa, dosen, serta para aktivis kampus. Mereka diajak untuk lebih peduli, tanggap, dan berani melapor bila menemukan kasus kekerasan berbasis gender di sekitarnya.
Dengan semangat kolaborasi antara dunia akademik dan institusi penegak hukum, diharapkan langkah preventif dan responsif terhadap kekerasan bisa lebih kuat, cepat, dan menyeluruh. UIN Malang pun menegaskan komitmennya sebagai kampus yang aman, adil, dan berperspektif gender.
HUMAS UIN MALANG — Kegiatan Asistensi Mengajar mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi ditutup pada Minggu, (11/5). Penutupan program yang telah berlangsung selama beberapa bulan ini digelar secara khidmat di aula SMA Mambaus Sholihin Blitar.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan penting dalam pelaksanaan program, di antaranya Dosen Pembimbing Lapangan Ibu Faridatun Nikmah, M.Pd; Kepala Sekolah KH. Moh. Fauzil Anam, S.E; Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar Bapak Choirul Anam; serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Putri Wahyuningtiyah, S.Pd. Kehadiran para guru pamong yang selama ini membimbing mahasiswa turut menambah hangatnya suasana.
Dalam sambutannya, KH. Moh. Fauzil Anam, S.E menyampaikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa dan dukungan dari pihak kampus. Ia menilai kehadiran mereka membawa energi baru dalam proses pembelajaran di sekolah. “Semoga ilmu yang kalian tanamkan menjadi amal jariyah, dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ibu Faridatun Nikmah, M.Pd menekankan bahwa pengalaman lapangan seperti ini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter guru. Ia juga mengapresiasi suasana pembelajaran khas pesantren yang memberikan nilai tambah tersendiri. “Mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar membangun kedekatan emosional, nilai religius, dan komunikasi efektif dengan siswa,” jelasnya.
Salah satu momen yang paling menyentuh dalam acara ini adalah penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa. Mereka mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari seluruh warga sekolah. Banyak yang menyebut pengalaman ini sebagai titik balik dalam membentuk identitas mereka sebagai calon pendidik. Lingkungan sekolah yang religius dan disiplin menjadi inspirasi tersendiri bagi mereka.
Sebagai bentuk apresiasi, para mahasiswa menyerahkan kenang-kenangan berupa cinderamata dan buku saku bahasa kepada pihak sekolah. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru, dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol kebersamaan sekaligus dokumentasi kenangan yang tak terlupakan.
Dengan berakhirnya program Asistensi Mengajar ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan SMA Mambaus Sholihin Blitar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan pendidik yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Kehadiran mahasiswa di lingkungan pesantren telah menghadirkan semangat baru bagi dunia pendidikan yang terus berkembang mengikuti dinamika zaman.
HUMAS UIN MALANG – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Daerah Sumatera Utara resmi melantik kepengurusan baru periode 2024–2028 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat dan meriah di Hotel Nivia, Medan, pada Minggu, 11 Mei 2025.
Acara ini turut dihadiri oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, beserta rombongan, dan disambut hangat oleh para pengurus serta Keluarga Besar IKA UIN Malang Sumatera Utara. Hadir pula sejumlah tamu kehormatan dari pemerintahan daerah, termasuk perwakilan dari Gubernur Sumatera Utara, Walikota Medan, serta perwakilan dari Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag.
Kegiatan pelantikan ini dimeriahkan dengan Seminar Nasional serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan berbagai kampus Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Sumatera Utara. Momen ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi akademik antara alumni, perguruan tinggi, dan pemangku kebijakan daerah.
Ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi disampaikan kepada seluruh panitia, tamu undangan, dan peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Secara khusus, penghargaan diberikan kepada Dewan Pembina Dr. Muhammad Taufiq, MA, Dewan Penasehat Dr. Irma Suryani Siregar, MA, Dewan Pakar Maslatif Dwi Purnomo, M.Hum., Ph.D, Ketua Umum IKA UIN Malang Sumut Hendri Yahya Sahputra, M.Pd, Sekretaris Umum Nurhalimah, M.Pd, Bendahara Umum Fitri Mawaddah Bako, M.Pd, Serta seluruh pengurus lainnya yang telah bekerja keras mewujudkan kegiatan ini.
Momen bersejarah ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk meningkatkan peran aktif alumni dalam mendukung pembangunan daerah dan pengembangan pendidikan Islam yang inklusif dan progresif. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terus dijaga sebagai fondasi bagi kolaborasi-kolaborasi positif ke depan.
Terima kasih dan sampai jumpa di kegiatan IKA UIN Malang Sumut selanjutnya.
HUMAS UIN MALANG – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mencetak sejarah baru dengan menggelar Talk Show Pengenalan Figur Calon Rektor periode 2025–2029, Jumat sore (9/5/2025) di Aula Lantai 5 Gedung Rektorat. Acara ini dibuka langsung oleh Rektor Prof. Dr. M. Zainuddin, M.A. dan menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk mengenal lebih dekat sosok-sosok pemimpin masa depan kampus.
Sebanyak 12 calon rektor hadir dan menyampaikan visi, misi, serta gagasan strategis mereka dalam membangun UIN Maliki ke arah yang lebih maju. Fokus utama mereka mencakup penguatan akademik, kemahasiswaan, kelembagaan, integrasi sains dan Islam, hingga pembentukan karakter ulul albab.
"Jumlah ini luar biasa. Ini adalah rekor terbanyak di lingkungan PTKIN se-Indonesia, menunjukkan semangat dan partisipasi tinggi dari para akademisi," ujar Prof. Zainuddin dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa tugas rektor kini jauh lebih berat karena UIN Maliki telah menjadi bagian dari World Class University. Ia juga berpesan bahwa calon rektor harus memiliki konsep yang jelas, kemampuan manajerial dan intelektual yang kuat, serta penguasaan bahasa asing sebagai bekal penting untuk bersaing di kancah global.
Ketua Senat UIN Maliki, Prof. Dr. Mufidah Ch., M.Ag., menjelaskan bahwa talk show ini menjadi pembuka rangkaian seleksi calon rektor dengan tema utama “Sukses, Gembira, dan Berkah dalam Pengembangan Kampus.” Usai talk show, para calon akan mengisi deskripsi diri pada 20 Mei, disusul rapat tertutup Senat pada 21 Mei untuk memberikan pertimbangan kualitatif. Seluruh hasil seleksi kemudian akan dikirim ke Kementerian Agama RI untuk uji kompetensi yang dilaksanakan oleh panitia seleksi nasional. Dari proses tersebut, tiga nama terbaik akan diajukan kepada Menteri Agama untuk ditetapkan satu rektor terpilih, yang akan dilantik akhir Juli 2025. Dalam suasana penuh kebersamaan, dua belas calon rektor menandatangani komitmen bersama untuk mendukung proses suksesi secara damai, bermartabat, dan menerima hasil akhir dengan lapang dada demi kemajuan kampus tercinta. Adapun 12 nama calon rektor UIN Maliki Malang periode 2025–2029 adalah: Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. Prof. Dr. H. Saifullah, S.H., M.Hum Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A. Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si Prof. Dr. H. Uril Bahruddin, M.A Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. Prof. Dr. H. Suhartono, S.Si., M.Kom Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, S.Ag., M.Si Prof. Dr. H. Mohammad Samsul Ulum, M.A. Prof. Dr. H. M. Fauzan Zenrif, M.Ag. Dengan antusiasme tinggi dari para kandidat dan dukungan penuh dari seluruh elemen kampus, UIN Maliki Malang menunjukkan kesiapan luar biasa untuk terus tumbuh menjadi perguruan tinggi Islam unggulan bereputasi internasional.
HUMAS UIN MALANG-Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi (MIA) pada hari selasa, 6 Mei 2025 melepas 7 mahasiswi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus mengumumkan pemenang lomba Gebyar Qur’ani dan Seni Special Edition Furqan Junior. Kegiatan ini merupakan momen puncak dari program kerja sama lintas negara yang melibatkan mahasiswi UIN Malang dalam program Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional.
7 mahasiswi UIN Malang telah melaksanakan tugas pengajaran dan pengabdian selama 1 bulan, dimulai tanggal 8 April hingga 6 Mei 2025. 4 mahasiswi berasal dari program studi pendidikan Bahasa Arab, dan 3 mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Mereka telah terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pembelajaran, tahfiz, serta aktivitas pengabdian lainnya. Kehadiran mereka dinilai membawa nuansa baru dalam pendekatan pembelajaran serta meningkatkan minat belajar para pelajar, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab, Inggris dan pemahaman keislaman berbasis Al-Qur’an dengan berbagai kegiatan menarik.
Dalam sambutannya, Mudir Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahhmadi Ustadz Hazren Bin Ahmad menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kontribusi para mahasiswi selama menjalankan tugas pengajaran dan pengabdian. Bersama dengan pimpinan MIA, Ustadz Masran disaksikan oleh seluruh asatidz asatidzah dan pelajar MIA satu persatu mahasiswi UIN Malang diberi sertifikat dan cinderamata. Momen itu penuh rasa haru dan mengukirkan kenangan indah. Untuk kembali ke tanah air Indonesia terasa berat kaki melangkah namun perjuangan menyelesaikan Pendidikan harus kami tuntaskan, ujar mahasiswi UIN Malang.
Diwaktu bersamaan diumumkan para pemenang lomba Gebyar Qur’ani dan Seni Special Edition Furqon Junior. Lomba ini merupakan kegiatan unggulan yang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan seni di kalangan pelajar. Lomba yang digelar mencakup berbagai kategori, musabaqoh hifdzil qur’an special furqan junior, pidato Bahasa Melayu, dan syi’ir Bahasa Melayu yang telah sukses dilaksankan pada hari Kamis, 1 Mei 2025. Para pemenang menerima sertifikat penghargaan dan hadiah edukatif sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengekspresikan nilai-nilai Qur’ani dan seni.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari seluruh pelajar dan para asatidz asatidzah MIA. Kegiatan ini tidak hanya menjadi penanda akhir masa tugas mahasiswi asistensi mengajar UIN Malang, tetapi juga menjadi refleksi nyata dari kolaborasi pendidikan antarnegara yang produktif. Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penguatan kerja sama antara UIN Malang dan Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi Qur’ani yang kreatif dan berkarakter.