HUMAS UIN MALANG — Mengajar di SDN Nyurlembang, Lombok Barat merupakan salah satu program kerja yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang selama 2 pekan terakhir tepatnya pada tanggal 8-16 Januari 2025.
Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak sekolah, baik dari kepala sekolah, guru, maupun para siswa di SDN Nyurlembang. Meskipun kegiatan mengajar hanya dilakukan selama 2 pekan, namun banyak sekali pengalaman yang didapatkan oleh mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang selama mengajar di sekolah.
Selama dua pekan mengajar, mahasiswa KKM mengajarkan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas 6A dan 6B. Materi yang diajarkan adalah Surah Al-Maidah ayat 2-3. Mahasiswa mengajak para siswa untuk membaca dan menghafal ayat al-Qur’an tersebut secara bersama-sama. Kemudian menjelaskan mengenai kandungan ayat dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari serta membimbing untuk menuliskan ayat di buku tulis masing masing siswa.
Selain menyampaikan materi di depan para siswa, mahasiswa KKM juga memberikan ice breaking dan games sehingga membuat para siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam menerima pembelajaran. Antusiasme siswa terbukti semakin meningkat. Hal tersebut terlihat dari aktif nya mereka bertanya, menjawab, dan mengikuti setiap aktivitas selama pembelajaran.
Salah satu mahasiswa pengajar, Erma, mengungkapkan pengalamannya selama mengajar di SDN Nyurlembang. "Mengajar di SDN Nyurlembang memberikan pengalaman yang sangat berharga, alih alih mengajar justru kami lah yang banyak belajar dan semakin meningkatkan apresiasi kami terhadap pahlawan tanpa tanda jasa (guru) yang selalu sabar dalam mengajar dan mendidik para siswa di sekolah" katanya.
Iksas, salah satu siswa kelas 6A juga turut menyampaikan kesan dan pesan nya selama diajar oleh mahasiswa KKM. “Untuk kakak-kakak KKM, kita mengucapkan terima kasih sudah mengajar, sudah memberi banyak pengetahuan yang bermanfaat untuk kita. Terima kasih banyak kak, semoga sehat selalu. Amin” ucapnya.
Kepala SDN Nyurlembang, dalam sambutannya saat penutupan kegiatan mengajar, menyampaikan rasa terima kasih dan berpesan kepada semua mahasiswa KKM. "Saya mewakili guru-guru disini mengucapkan terima kasih sudah membantu kegiatan pembelajaran di kelas. Inilah pembelajaran sesungguhnya yang tidak kalian dapatkan di bangku perkuliahan. Kami berharap kalian akan menjadi orang-orang yang sukses dan menjadi generasi hebat yang nantinya akan menggantikan peran kami," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KKM, Muhammad Nur, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada pihak sekolah dan seluruh warga Desa Nyurlembang. "Kami sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk mengajar di SDN Nyurlembang. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami juga memohon maaf jika selama keberadaan kami ada hal yang kurang berkenan. Semoga ilmu yang telah dibagikan bisa bermanfaat, dan kami mohon doa agar seluruh mahasiswa KKM senantiasa diberikan kemudahan dalam perjalanan akademik dan pengabdian kami ke depannya," ujarnya.
Kegiatan mengajar selama dua pekan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang. Walaupun hanya dua pekan akan tetapi banyak pembelajaran yang didapatkan dari kegiatan tersebut. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk para mahasiswa ketika terjun ke masyarakat.
HUMAS UIN MALANG - PAUD Seruni semakin semarak dengan kehadiran Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Mahasiswa KKM yang ditempatkan di sekolah ini aktif membantu dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya dalam keterampilan menulis, mewarnai, dan menggambar. Dengan pendekatan yang inovatif, mereka berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan bagi anak-anak.
Sejak mulainya mengajar mahasiswa KKM, Senin, 6 Januari 2025, anak-anak PAUD Seruni semakin antusias dalam belajar. Dengan metode bermain sambil belajar, mereka diajarkan menulis huruf, menggambar bentuk, dan mewarnai gambar dengan cara yang menarik.
Selain mengajarkan keterampilan akademik, PAUD Seruni juga menanamkan nilai kepedulian sosial kepada anak-anak. Dalam perayaan ulang tahun PAUD Seruni yang ke-17 tahun, para guru mengajak siswa untuk berbagi dengan anak-anak yatim sebagai bentuk rasa syukur.
Ibu Siti Hasanah sebagai salah satu guru di PAUD Seruni, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan tradisi tahunan yang bertujuan untuk menanamkan nilai empati dan kepedulian sejak dini.
Dalam kegiatan berbagi ini, anak-anak diminta untuk membawa beras dan bahan makanan lainnya dari rumah. Beras yang terkumpul kemudian dimasak bersama oleh para guru, hingga menjadi hidangan siap saji. Setelah itu, makanan tersebut dikemas dalam bentuk nasi bungkus yang nantinya dibagikan langsung kepada anak-anak yatim.
Sementara itu, Ketua KKM, Muhammad Nur, turut memberikan apresiasi atas sambutan hangat dari PAUD Seruni dan peran aktif para guru dalam membimbing anak-anak.
"Kami sangat bersyukur dapat berbagi pengalaman dan ilmu dengan anak-anak di PAUD Seruni. Terima kasih kepada seluruh guru dan masyarakat yang telah mendukung program ini. Kami juga memohon maaf jika ada kekurangan selama kami mengajar di sini dan berharap doa dari semua pihak agar kami dapat terus bermanfaat bagi masyarakat," ujar Muhammad Nur dengan penuh harapan.
Dengan keterlibatan mahasiswa KKM, PAUD Seruni tidak hanya menjadi tempat belajar akademik tetapi juga pusat pembentukan karakter dan kepedulian sosial bagi anak-anak sejak dini.(hn/sǰ
HUMAS UIN MALANG – Setelah 40 hari mengabdikan diri dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi dilepas dalam sebuah acara perpisahan yang penuh haru di Kantor Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Nyurlembang, perwakilan Camat Kecamatan Narmada, serta perwakilan Ikatan Alumni UIN Malang.
Pelepasan mahasiswa KKM berlangsung hangat dan khidmat. Kepala Desa Nyurlembang, Bapak Lukmanul Hakim, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi mahasiswa yang telah aktif dalam berbagai program pengabdian masyarakat, terutama di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
“Tidak terasa sudah 40 hari berlalu. Anak-anak kami telah membersamai kami dalam waktu yang singkat, tetapi mereka memberikan banyak kontribusi luar biasa bagi desa kami. Kami bersyukur karena mereka hadir dengan semangat dan kepedulian yang tinggi. Saya juga memastikan bahwa sepuluh mahasiswa KKM masih lengkap dan tidak berkurang suatu apa pun,” ujar Bapak Lukmanul Hakim, yang disambut tawa ringan dari para hadirin.
Selain itu, Ketua Ikatan Alumni UIN Malang, Bapak H. Muhammad Asroruddin HS., M.Pd., yang mewakili dosen pembimbing lapangan, juga menyampaikan rasa bangganya terhadap mahasiswa yang telah menyelesaikan program KKM dengan baik.
“Kami mengapresiasi kerja keras dan dedikasi mahasiswa selama 40 hari ini. Semoga pengalaman di Desa Nyurlembang menjadi inspirasi bagi mereka untuk terus berkontribusi kepada masyarakat, baik dalam kehidupan akademik maupun profesional ke depannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KKM, Muhammad Nur, dalam sambutannya turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Desa Nyurlembang yang telah menerima dan membimbing mereka selama masa pengabdian.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Nyurlembang, terutama kepada Bapak Kepala Desa Lukmanul Hakim, yang telah menerima kami dengan tangan terbuka. Kami juga memohon maaf jika selama 40 hari ini ada kesalahan atau kekurangan dari kami. Kami mohon doa agar seluruh mahasiswa KKM ini dapat terus bermanfaat bagi masyarakat di manapun kami berada,” ujarnya dengan penuh haru.
Dengan berakhirnya program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan pengalaman dan wawasan yang telah diperoleh dalam kehidupan akademik maupun sosial. Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama, sesi foto, serta penyerahan cenderamata sebagai bentuk kenang-kenangan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Nyurlembang. Suasana haru tak terelakkan saat warga mengantarkan mahasiswa KKM hingga ke kendaraan mereka, sebagai tanda ikatan emosional yang telah terjalin erat selama program berlangsung.(hz/sf)
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Philoxenia dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berperan aktif dalam mengembangkan nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama di Dusun Glagah Ombo, Kamis (23/1/2025).
Melalui serangkaian kegiatan yang dirancang dengan pendekatan edukatif, tujuan yang dibawa adalah menanamkan pentingnya saling menghargai dan hidup rukun sejak usia dini, serta mencegah terjadinya perundungan (bullying) yang sering kali muncul akibat perbedaan keyakinan maupun latar belakang sosial.
Selama beberapa minggu terakhir, mahasiswa KKM Philoxenia menjalankan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kepada masyarakat, terutama anak-anak di Dusun Glagah Ombo. Program-program ini fokus pada pengembangan sikap saling menghormati dan penguatan moderasi beragama melalui metode yang menarik dan mudah diterima.
Di antaranya adalah dongeng toleransi, permainan edukatif, serta diskusi ringan yang mengajarkan nilai-nilai keberagaman dan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman agama dan budaya.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian luas adalah sesi Cerita Kebersamaan. Dalam sesi ini, anak-anak diajak untuk mendengarkan kisah-kisah inspiratif mengenai persahabatan dan kerukunan antar umat beragama. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan mereka tentang pentingnya menghormati sesama, meskipun ada perbedaan agama, suku, maupun ras.
Saat kegiatan di lapangan, para mahasiswa juga memberikan penekanan tentang bagaimana cara menghargai teman tanpa melihat latar belakangnya, dengan tujuan menciptakan ruang aman dan nyaman bagi setiap individu.
Selain itu, kegiatan lain yang tak kalah penting adalah diskusi reflektif bersama. Dalam sesi ini, anak-anak diberi kesempatan untuk berbicara tentang pengalaman pribadi mereka terkait perbedaan yang ada di masyarakat, serta berbagi pandangan mengenai cara menghargai perbedaan tersebut.
Mahasiswa KKM mengarahkan diskusi dengan penuh kesabaran, membimbing anak-anak untuk menyadari bahwa setiap individu, apapun agama dan keyakinannya, berhak dihormati dan diterima sebagai bagian dari masyarakat.
Mohamad Abdul Rozzaq, salah satu anggota kelompok KKM Philoxenia, menjelaskan bahwa pendidikan mengenai toleransi dan moderasi beragama sejak usia dini sangat penting untuk membentuk karakter generasi mendatang yang lebih inklusif dan terbuka.
Menurutnya, “Kami ingin anak-anak di Dusun Glagah Ombo tumbuh dengan kesadaran bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dan seharusnya tidak menjadi alasan untuk membeda-bedakan atau bahkan melakukan perundungan terhadap teman mereka.”
Untuk memudahkan pemahaman anak-anak tentang konsep ini, para mahasiswa menggunakan berbagai alat bantu, seperti poster gambar dan permainan yang mempromosikan kerjasama antar individu dengan latar belakang yang berbeda. Semua aktivitas tersebut bertujuan untuk menumbuhkan rasa saling menghormati dan mencegah potensi terjadinya diskriminasi.
Kepala Dusun Glagah Ombo, Pak Latif memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program yang dijalankan oleh mahasiswa KKM Philoxenia ini. Dalam wawancaranya, beliau mengatakan, “Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Kami berharap dengan adanya edukasi ini, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai sesama dan dapat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi di dalam kehidupan sehari-hari.”
Pak Latif juga berharap kegiatan ini bisa berlanjut dan diperluas agar semakin banyak anak-anak yang mendapat kesempatan untuk belajar mengenai pentingnya hidup berdampingan dengan berbagai perbedaan. Ia menyatakan bahwa pendidikan seperti ini akan memberi dampak positif dalam menciptakan masyarakat yang lebih harmonis di masa depan.
Melalui pendekatan yang menyenangkan dan menyeluruh, mahasiswa KKM Philoxenia berkomitmen untuk menanamkan fondasi yang kuat dalam pembentukan karakter anak-anak Dusun Glagah Ombo, yang diharapkan akan menjadi bagian dari masyarakat yang lebih harmonis, toleran, dan bebas dari perundungan.
Mereka percaya bahwa dengan pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman dan toleransi, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang tidak hanya menghargai perbedaan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan dalam masyarakat.
Dengan berjalannya waktu, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai tempat lain, memperluas jangkauan nilai-nilai toleransi, dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, moderat, serta penuh dengan rasa saling menghargai.(sn/kf)
Kontributor: Sirly Nafisa & Muhammad Kifah Abdan Syakuro
HUMAS UIN MALANG – MTsN 8 Jambewangi, Blitar, menggelar peringatan Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW pada hari Jum'at, (31/1), yang dihadiri oleh sekitar 900 murid, para guru, dan tamu undangan. Acara ini berlangsung dengan sukses dan lancar, penuh antusiasme dari para siswa yang hadir.
Peringatan yang bertujuan untuk memperingati perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW ini diisi dengan sambutan dari KH Mahbub Marzuki. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan para siswa akan pentingnya menjaga hubungan dengan tiga pihak yang sangat berpengaruh dalam kehidupan: orang tua, guru, dan mertua.
KH Mahbub Marzuki mengingatkan, "Hormatilah orang tuamu, gurumu, dan mertua. Jangan sekali-kali menyakiti hati seorang guru, karena kesuksesan kalian terdapat pada ridho seorang guru." Beliau juga menegaskan bahwa menghormati orang tua dan guru adalah kunci utama dalam mencapai keberhasilan dalam hidup.
Selain itu, beliau menekankan bahwa inti dari peringatan Isro' Mi'roj adalah untuk memupuk kecintaan dan kedisiplinan dalam melaksanakan sholat. "Jagalah sholatmu," pesan KH Mahbub Marzuki, "Sholat adalah perintah utama yang disampaikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isro' Mi'roj."
Acara ini juga diwarnai dengan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai agama dan moral pada para siswa. Salah satu acara yang sangat dinanti adalah kuis yang diselenggarakan oleh para guru Asistensi Mengajar (AM) UIN Malang. Kuis ini memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menguji pengetahuan mereka tentang sejarah Isro' Mi'roj sekaligus memotivasi mereka untuk lebih giat belajar.
Dengan suasana yang penuh semangat, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai sejarah Isro' Mi'roj, tetapi juga diperkuat dalam tekad untuk selalu menjalankan ibadah dengan lebih baik lagi. Peringatan ini menjadi momen yang berharga untuk meningkatkan ketaqwaan serta menghargai peran penting orang tua dan guru dalam kehidupan mereka.
HUMAS UIN MALANG - (30/1), Mahasiswa KKM 161 Gantari Bhumi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah menyelenggarakan acara di Dusun Krajan sebagai peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menutup rangkaian kegiatan pengabdian mengajar di TPQ setempat. Acara ini mencerminkan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat serta memberikan pengalaman berharga bagi semua pihak yang terlibat.
Rangkaian acara diawali dengan pawai keliling dusun yang diikuti oleh anak-anak TPQ. Dengan penuh semangat, mereka membawa berbagai atribut Islami sambil melantunkan shalawat. Pawai ini tidak hanya menjadi simbol kecintaan terhadap Rasulullah tetapi juga mempererat rasa kebersamaan warga. Suasana religius yang tercipta selama pawai menunjukkan bagaimana tradisi dan nilai keagamaan dapat dihidupkan melalui kegiatan komunitas.
Setelah pawai, acara dilanjutkan dengan sesi nonton bersama kisah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Anak-anak TPQ terlihat antusias menyimak kisah perjalanan mulia ini, yang disampaikan dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah sejak usia dini.
Sebagai penutup, pembagian doorprize kepada anak-anak TPQ dan warga menambah keceriaan acara. Prosesi pemotongan tumpeng di kediaman Bapak Ketua RW 02, Bapak Shobirin, menjadi simbol rasa syukur atas suksesnya rangkaian kegiatan. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Bapak Kepala Dusun Winarko, Bapak Ketua RW 02 Shobirin, para Ketua RT, serta tokoh agama Bapak Abdul Halim. Kehadiran mereka menegaskan dukungan komunitas terhadap kegiatan berbasis keagamaan dan pendidikan.
Penutupan ini bukan sekadar mengakhiri program pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi bukti komitmen dalam memperkuat nilai agama, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial. Sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan tokoh setempat menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam menciptakan kegiatan yang bermakna dan berkelanjutan. Harapannya, semangat kebersamaan ini terus tumbuh dan menginspirasi kegiatan serupa di masa mendatang.
HUMAS UIN MALANG - (25/1)Penutupan kegiatan KKM 161 Gantari Bhumi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di SDN 01 Kemiri berlangsung dengan lancar. Acara ini bukan sekadar menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi bukti nyata kolaborasi harmonis antara mahasiswa, siswa, dan pihak sekolah dalam mendukung kemajuan pendidikan.
Dengan mengusung misi mendukung pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), acara penutupan dirancang untuk menggali potensi siswa melalui berbagai kegiatan kreatif. Rangkaian acara dibuka dengan penampilan seni dari siswa kelas 1, 2, dan 3. Mereka tampil percaya diri dalam berbagai pertunjukan, mulai dari senam Anak Indonesia Hebat, tarian tradisional, drama musikal, dance, hingga menyanyi solo. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah penampilan seni bantengan, yang disuguhkan dengan energi dan semangat luar biasa sehingga berhasil memukau seluruh hadirin.
Tidak kalah menarik, siswa kelas 4 dan 5 menunjukkan kreativitas mereka dalam kegiatan Market Day. Dalam kegiatan ini, siswa menjual hasil masakan mereka sendiri, seperti kue, donat, pastel, lumpia, dan aneka jajanan lainnya. Market Day ini menjadi wadah bagi siswa untuk melatih keterampilan berwirausaha sejak dini, sekaligus menanamkan semangat kemandirian dan inovasi. Interaksi yang terjalin selama kegiatan ini juga memperlihatkan antusiasme tinggi dari siswa dan orang tua yang mendukung kegiatan tersebut.
Sebagai puncak acara, perwakilan KKM 161 Gantari Bhumi menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak sekolah atas kesempatan dan dukungan yang telah diberikan selama masa pengabdian. Dalam sambutannya, mereka mengungkapkan bahwa pengalaman yang didapat selama berinteraksi dengan siswa dan sekolah menjadi pelajaran berharga yang akan terus melekat. Penyerahan cendera mata simbolis dari mahasiswa kepada pihak sekolah menjadi simbol apresiasi sekaligus kenang-kenangan yang mendalam.
Acara penutupan ini tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian kegiatan, tetapi juga awal dari hubungan yang lebih erat antara mahasiswa dan lembaga pendidikan. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat, potensi terbaik generasi muda dapat terus dikembangkan untuk menciptakan insan kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.
HUMAS UIN MALANG - Senin, (27/1), mahasiswa KKM 78 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang tergabung dalam kelompok Abhiseva Shankara menggelar peringatan Isra Miraj dengan tema "Mempererat Ukhuwah dengan Semangat Mencari Berkah" sekaligus memperingati ulang tahun Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-102. Acara ini berlangsung di Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan mendapatkan sambutan hangat dari seluruh warga yang hadir dengan penuh antusiasme.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi warga Dusun Jarak Ijo sebagai bentuk panjatan doa menjelang peringatan Isra Miraj 1446 H. Meskipun malam itu kabut tebal menyelimuti desa, semangat para warga tetap tinggi untuk menghadiri acara yang penuh keberkahan ini. Acara ini menghadirkan KH. Choirul Anam, pengasuh Pondok Pesantren Manarul Huda 2 Tunggul Wulung, sebagai penceramah utama. Selain itu, lantunan sholawat dari Majelis Sholawat Anwarul Qulub turut mengiringi jalannya acara, menambah nuansa religius yang syahdu.
Rangkaian acara dimulai dengan Tahlil dan Sholawat Nabi sebagai pembuka, diikuti oleh Mahalul Qiyam sebagai penghormatan atas kedatangan KH. Choirul Anam. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan Qiro’ah oleh salah satu mahasiswa KKM, Muhammad Mustofa Seknun, yang disambut dengan penuh kekhusyukan oleh para hadirin. Setelah itu, Ketua KKM Abhiseva Shankara bersama Ketua Dusun Jarak Ijo, Bapak Joko Utomo, menyampaikan sambutan.
Sebelum memasuki sesi utama, dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan kepada perangkat dusun, yang diwakili oleh Bapak Joko Utomo, serta penyerahan sertifikat TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) yang diwakili oleh Bapak Ghofur, selaku Ketua TPQ Dusun Jarak Ijo. Penyerahan sertifikat ini menjadi bentuk apresiasi atas peran penting masyarakat dalam mendukung pendidikan keagamaan di desa tersebut.
Acara inti berupa Mauidhoh Hasanah disampaikan oleh KH. Choirul Anam, yang menyoroti pentingnya mendidik anak agar menjadi pribadi yang sholeh dan sholihah sesuai dengan syariat Islam. Beliau juga menekankan betapa dahsyatnya kalimat tasbih, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk dzikir kepada Allah. Selain itu, beliau mengingatkan masyarakat akan bahaya penggunaan gadget di era digital, terutama dampaknya bagi generasi muda dan orang tua. Setelah menyampaikan ceramahnya, KH. Choirul Anam memimpin sesi doa bersama, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh warga.
Sebagai penutup, seluruh peserta yang hadir, termasuk perangkat desa dan tim sholawat, mengabadikan momen kebersamaan dengan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Abhiseva Shankara berharap agar peringatan Isra Miraj dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang sebagai wujud penguatan iman dan ihsan bagi warga Dusun Jarak Ijo.
HUMAS UIN MALANG - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 135 resmi mengakhiri program pengabdian masyarakatnya setelah berhasil melaksanakan berbagai kegiatan selama 40 hari, Rabu (29/1/2025) Desa Plandi Wagir, kecamatan Wonosari, Malang.
Upacara penutupan program KKM 135 di Balai Desa Plandi dihadiri oleh seluruh pihak terkait, menandai berakhirnya program pengabdian yang penuh tantangan dan pembelajaran. Suasana penuh haru dan kebanggaan mewarnai acara tersebut, menunjukkan ikatan emosional yang telah terjalin antara mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Plandi. Kepala Desa Sutrisno, M.Pd., menyampaikan sambutan yang penuh apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mahasiswa KKM.
Dalam sambutannya, Bapak Sutrisno menekankan pentingnya pengalaman terjun langsung ke masyarakat bagi pengembangan diri mahasiswa. Beliau berharap pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan di masa depan, baik dalam karier maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Beliau juga menyampaikan pesan agar mahasiswa dapat terus mengasah kemampuan dan keahlian mereka untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Acara penutupan ini menjadi momen refleksi bagi KKM 135. Mahasiswa KKM membawa pulang tidak hanya pengalaman dan kenangan, tetapi juga pelajaran berharga tentang kehidupan masyarakat dan pentingnya kontribusi bagi pembangunan bangsa. Semoga pengalaman ini akan menjadi bekal yang berharga bagi mereka dalam mencapai cita-cita dan berkontribusi bagi masyarakat.