HUMAS UIN MALANG - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 135 resmi mengakhiri program pengabdian masyarakatnya setelah berhasil melaksanakan berbagai kegiatan selama 40 hari, Rabu (29/1/2025), di Balai Desa Sukodadi, Wagir.
KKM 135 UIN Malang sukses menjalin hubungan baik dengan masyarakat Desa Plandi selama program pengabdian mereka. Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih, kelompok KKM melakukan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Desa, perangkat desa, dan tokoh masyarakat beberapa hari sebelum penutupan program. Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen KKM dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan masyarakat setempat.
Puncak kegiatan pengabdian KKM 135 ditandai dengan upacara penutupan resmi di Balai Desa Plandi. Acara ini dihadiri oleh seluruh mitra kerja KKM, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Kepala Desa Plandi, Bapak Sutrisno, M.Pd., menyampaikan sambutan yang penuh apresiasi atas dedikasi dan kontribusi KKM 135 selama berada di Desa Plandi. Beliau juga memberikan pesan-pesan inspiratif bagi para mahasiswa untuk masa depan mereka.
Acara penutupan ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan KKM UIN Malang Kelompok 135 di Desa Plandi. Dengan penuh harapan, mahasiswa KKM meninggalkan desa dengan kenangan manis dan pelajaran berharga yang akan mereka bawa ke masa depan.
HUMAS UIN MALANG - Pada Selasa, (14/1), empat kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar bertema "Pencegahan Pernikahan Dini dan Bahaya Stunting" di aula MTs Al Fathoni, Desa Poncokusumo. Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.30 WIB ini bertujuan untuk mengedukasi siswa, guru, dan masyarakat mengenai bahaya pernikahan dini serta dampaknya terhadap risiko stunting pada anak. Pernikahan dini masih menjadi persoalan di beberapa daerah, termasuk di Desa Poncokusumo. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari rendahnya tingkat pendidikan, tekanan sosial, hingga kurangnya pemahaman mengenai dampak negatifnya. Pernikahan di usia muda sering kali mengakibatkan kehamilan yang tidak terencana dan rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap tingginya angka stunting.
Seminar ini dibuka oleh Kepala Sekolah MTs Al Fathoni, Ibu Muhibbatul Karimah, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ia berharap seminar ini dapat menambah wawasan siswa dan masyarakat tentang pentingnya kesiapan dalam pernikahan serta pencegahan stunting. Pemateri pertama, Dr. H. Abd. Rouf, M.HI., membawakan materi "Pencegahan Pernikahan Dini dalam Perspektif Agama dan Pendidikan." Ia menekankan bahwa pernikahan dini tidak hanya memiliki dampak negatif terhadap kesehatan, tetapi juga bertentangan dengan ajaran Islam yang mengutamakan kesiapan fisik, mental, dan ekonomi dalam berumah tangga. Selain itu, ia mengingatkan bahwa pernikahan di usia muda sering kali mengorbankan pendidikan, padahal pendidikan adalah kunci utama dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Selanjutnya, dr. Muhammad Irfan Dzihni menyampaikan materi mengenai "Bahaya Stunting dan Pencegahannya." Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya sekadar masalah tinggi badan, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan otak anak. Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki kesulitan dalam belajar dan kurang produktif di masa depan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga pola makan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, serta pemberian ASI eksklusif bagi bayi sebagai langkah pencegahan utama.
Setelah sesi pemaparan materi, seminar dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Salah satu siswa kelas IX bertanya tentang cara menyampaikan risiko pernikahan dini kepada keluarga yang masih memiliki pemikiran konservatif. Menanggapi pertanyaan tersebut, Dr. Abd. Rouf menyarankan agar pendekatan dilakukan secara santai dengan mengedepankan fakta ilmiah serta landasan agama. Ia juga menambahkan bahwa peran keluarga dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda sangat penting agar mereka tidak terjebak dalam pernikahan dini yang berisiko.
Seminar ini ditutup dengan beberapa rekomendasi strategis yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Rekomendasi tersebut meliputi penyuluhan kesehatan reproduksi dan gizi di sekolah, peningkatan keterlibatan orang tua dalam edukasi kesehatan, serta akses lebih luas bagi siswa terhadap layanan konsultasi kesehatan dan pendidikan. Ketua pelaksana, Fitrotul Illyiin, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menunda pernikahan hingga usia matang serta menjaga kesehatan anak untuk mencegah stunting.
Melalui seminar ini, diharapkan generasi muda di Desa Poncokusumo semakin memahami pentingnya kesiapan sebelum menikah serta menjaga pola hidup sehat demi menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, sehat, dan sejahtera. Dengan adanya edukasi yang berkelanjutan, diharapkan kasus pernikahan dini dan stunting dapat diminimalisir, sehingga anak-anak di masa depan dapat tumbuh menjadi individu yang lebih berkualitas dan berdaya saing tinggi.
HUMAS UIN MALANG, (19/1) – Tradisi keagamaan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Desa Jambesari. Dua di antaranya adalah tahlilan dan pembacaan Maulid Diba’, yang tidak hanya berfungsi sebagai media ibadah, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
Tahlilan merupakan tradisi Islam khas Indonesia yang bertujuan mengirim doa kepada orang yang telah meninggal dunia, biasanya dilakukan selama tujuh hari berturut-turut. Namun, di Desa Jambesari, tahlilan juga menjadi kegiatan rutin yang diadakan setiap Kamis malam di rumah warga secara bergiliran.
Untuk memudahkan pelaksanaan, warga dibagi ke dalam kelompok per-RT sehingga jarak tempuh jamaah tidak terlalu jauh. Namun, jika tahlilan diadakan untuk mendoakan orang yang meninggal, maka seluruh warga berkumpul di rumah duka. Hal ini terlihat dari banyaknya motor yang terparkir di sekitar lokasi.
Menariknya, dalam tahlil rutin ini, setiap jamaah menyumbangkan Rp5.000,- yang dikumpulkan oleh bendahara sebagai uang kas. Sistem ini mencerminkan semangat gotong royong yang masih kental di masyarakat desa.
Selain tahlilan, warga Desa Jambesari juga rutin mengadakan pembacaan Maulid Diba’ setiap Sabtu malam di rumah warga yang mendapat giliran sebagai tuan rumah. Kegiatan ini berlangsung setelah salat Isya dan biasanya berakhir sekitar pukul 21.00 WIB.
Tidak seperti tahlilan, jamaah Maulid Diba’ bersifat terbuka bagi siapa saja yang ingin hadir. Namun, kebanyakan yang mengikuti kegiatan ini adalah tokoh masyarakat desa, seperti kepala dusun, mudin, sekretaris desa, serta ketua RT. Dalam pembacaannya, jamaah membaca Maulid Diba’ secara bergantian per bab hingga selesai. Setelah itu, mereka menikmati suguhan dari tuan rumah, diikuti dengan pengumuman lokasi tuan rumah selanjutnya.
Baik tahlilan maupun Maulid Diba’ bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi momen berkumpul dan mempererat hubungan antarwarga. Di sela-sela kegiatan, jamaah sering berbincang santai, berbagi cerita, hingga membahas berbagai isu desa.
Menariknya, meskipun teks tahlil di desa ini sedikit berbeda dari daerah lain karena mengikuti tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang turut serta dalam kegiatan ini mampu beradaptasi dengan cepat.
Tradisi ini membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman dan sosial dapat berjalan beriringan, menciptakan suasana kebersamaan yang erat di tengah masyarakat. Semoga semangat kebersamaan ini terus lestari dan menjadi contoh bagi generasi mendatang.
HUMAS UIN MALANG, (24/1) – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 158 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menutup masa pengabdian mereka dengan penuh khidmat melalui acara Khataman Quran dan Perpisahan di TPQ Al-Islahy, Desa Argosari, Kecamatan Jabung. Acara ini menjadi momen emosional yang menandai berakhirnya satu bulan kebersamaan mereka dalam mendampingi para santri kecil dalam belajar Al-Quran.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari salah satu ustadzah TPQ yang mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan program pembelajaran selama sebulan terakhir. Suasana semakin syahdu saat Juz 30 dilantunkan bersama oleh anggota KKM 158 dan para santri. Lantunan ayat suci yang menggema di ruangan menciptakan atmosfer yang begitu religius dan penuh kekhusyukan.
Tak hanya itu, momen perpisahan menjadi bagian yang paling mengharukan. Salah satu perwakilan KKM 158 menyampaikan pesan penuh haru, mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan mengajar di TPQ Al-Islahy. "Anak-anak di sini luar biasa, penuh semangat belajar. Semoga ilmu yang kami bagikan menjadi berkah bagi mereka," ucapnya dengan suara bergetar.
Ucapan apresiasi pun datang dari pemilik TPQ, Ustadz Bambang Pitono, yang menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi para mahasiswa KKM. "Kehadiran kalian memberi warna baru bagi anak-anak kami. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi kalian dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir," ujar beliau penuh harapan.
Sebagai simbol kebersamaan, acara ditutup dengan potong tumpeng, di mana potongan pertama diberikan kepada perwakilan KKM sebagai ungkapan terima kasih dari TPQ Al-Islahy. Suasana haru bercampur bahagia terlihat saat sesi foto bersama dilakukan—menjadi kenangan manis sebelum para mahasiswa meninggalkan tempat yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Bagi KKM 158, pengabdian ini bukan hanya sekadar program, melainkan juga pengalaman yang membentuk jiwa sosial dan kepedulian mereka. Sementara bagi santri TPQ Al-Islahy, satu bulan bersama para mahasiswa menjadi kesempatan berharga untuk memperdalam ilmu agama dan menumbuhkan semangat belajar.
Dengan berakhirnya program ini, KKM 158 meninggalkan jejak yang tak hanya tertulis dalam cerita, tetapi juga dalam hati setiap anak yang mereka bimbing. Semangat berbagi dan menginspirasi akan terus menyala, menjadi bekal bagi generasi penerus yang ingin mengabdi kepada masyarakat.
HUMAS UIN MALANG - 40 hari berlalu, kegiatan KKM 15, 85, dan 155 UIN Malang resmi berakhir. Berakhirnya kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) ditandai dengan pelaksanaan acara penutupan KKM oleh mahasiswa KKM yang berlokasi di Desa Wonomulyo. Penutupan ini berlangsung di Aula Desa Wonomulyo, Kamis, 30 Januari 2025.
Selama kurang lebih 40 hari, mahasiswa KKM di Desa Wonomulyo telah menjalankan berbagai program kerja. Di antara program kerja tersebut adalah sosialiasi pencegahan pernikahan dini serta sosialisasi stunting dan parenting. Selain menjalankan program kerja, mahasiswa KKM turut aktif mengikuti berbagai kegiatan rutin masyarakat desa, seperti kegiatan keagamaan.
Dalam penutupan ini, Faizal selaku perwakilan mahasiswa KKM mengucapkan banyak terimakasih kepada Desa Wonomulyo yang telah menerima dengan hangat mahasiswa KKM. Ia menyampaikan bahwa, kegiatan ini bukan sekedar untuk pemenuhan sks, namun ini adalah momen untuk belajar bermayarakat. Mewakili mahasiswa lainnya, Faizal turut memohon maaf jika selama bermasyarakat, ada perkataan atau perbuatan yang kurang menyenangkan.
Penutupan ini juga turut dihadiri para Dosen Pembimbing Lapangan dari 3 kelompok yang ada di Desa Wonomulyo. Bapak Imam Sukadi selaku perwakilan, menyampaikan rasa terimakasih atas keterbukaan desa dalam menerima mahasiswa KKM.
"Kami mawakili LP2M berterimakasih atas keterbukaan Desa kepada mahasiswa kami, kami juga turut memohon maaf jika pelaksanaan KKM di Desa ini terdapat hal kurang menyenangkan dari mahasiswa kami," ungkapnya dalam sambutan.
Kepala Desa Wonomulyo, Kepala Dusun Wates, dan Kepala Dusun Robyong juga turut berterimakasih atas pengabdian yang telah dijalankan mahasiswa KKM UIN Malang. Mereka mengapresiasi segala upaya yang telah dilakukan untuk Desa Wonomulyo.
Kegiatan penutupan ini sekaligus dengan proses serah terima website marketing untuk Kelompok Wanita Tani di Desa Wonomulyo. Website ini diciptakan untuk memperluas marketing serta mempermudah pemesanan untuk produk yang dihasilkan KWT.
Dengan pelepasan atribut KKM, serta pemotongan tumpeng, kegiatan KKM UIN Malang di Desa Wonomulyo resmi berakhir. Semoga segala pengabdian yang telah dilakukan dapat memberi manfaat kepada desa, serta memberi ilmu baru bagi mahasiswa KKM.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Pengabdian Kelompok KKM 135 UIN Malang sukses gelar sosialisasi mengenai pencegahan anemia saat menstruasi di SD 02. Jumat, 24 Januari 2025. Desa Plandi, kecamatan Wonosari, Malang.
Sesi sosialisasi kali ini dipimpin langsung oleh pemateri Ruroh. Dalam sesi tersebut, Ruroh menjelaskan bahwa banyak remaja putri mengalami gejala 5L (lemah, letih, lesu, lelah, lunglai) saat menstruasi akibat kurangnya kadar hemoglobin dalam darah. Oleh karena itu, konsumsi tablet penambah darah menjadi solusi penting untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh. Selain itu, Ruroh juga menekankan pentingnya mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging, kacang-kacangan, dan sayuran hijau, guna menjaga kadar hemoglobin tetap optimal.
Setelah pemaparan materi, para siswi menerima tablet penambah darah dan langsung diajak untuk mengonsumsinya bersama-sama. Langkah ini bertujuan agar mereka lebih memahami manfaat tablet tersebut serta merasa lebih percaya diri untuk mengonsumsinya secara rutin sesuai anjuran. Respons positif pun terlihat jelas, dengan banyak siswi yang aktif bertanya mengenai manfaat dan efek samping dari suplemen tersebut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap para siswi dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh selama masa pertumbuhan. Dengan asupan gizi yang cukup dan kebiasaan hidup sehat yang diterapkan sejak dini, diharapkan mereka dapat tumbuh dengan kuat, sehat, dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Kegiatan ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung para remaja putri agar lebih peduli terhadap kesehatannya.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Pengabdian Kelompok KKM 135 UIN Malang mengadakan sosialisasi mengenai stunting di SD 02. Jumat, 24 Januari 2025. Desa Plandi, kecamatan Wonosari, Malang.
Dalam sesi sosialisasi, menghadirkan pemateri yang berkompeten yakni Nadiya dan Ruroh. Pemateri menjelaskan penyebab, dampak, serta cara pencegahan stunting. Mereka menekankan pentingnya pola makan seimbang dengan mengonsumsi makanan bergizi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi hal utama dalam mencegah berbagai penyakit yang bisa menghambat pertumbuhan anak.
Keantusiasan para siswi tampak saat semuanya aktif bertanya mengenai materi yang disampaikan. Mereka juga diajak untuk berdiskusi tentang pola makan sehari-hari serta kebiasaan hidup sehat. Interaksi ini semakin memperkuat pemahaman mereka mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswi dapat lebih peduli terhadap kesehatannya dan memahami bahwa pola makan yang baik serta gaya hidup sehat sangat berpengaruh pada tumbuh kembang mereka. Mahasiswa KKM juga berharap bahwa edukasi ini dapat membantu mencetak generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Pengabdian Kelompok KKM 135 UIN Malang sukses menggelar perlombaan dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj sekaligus penutupan pengabdian mahasiswa KKM. 27–28 Januari 2025. Desa Plandi, kecamatan Wonosari, Malang.
Beragam perlombaan digelar, mulai dari mewarnai, baca puisi, adzan, hingga cerdas cermat. Lomba-lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk melatih kreativitas, kepercayaan diri, serta pemahaman keislaman para santri. Dukungan penuh dari para pembimbing TPQ hingga mahasiswa KKM, membuat seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap perlombaan.
Puncak acara yang ditandai dengan pengumuman dari setiap lomba berlangsung menjadi makin meriah dan menambah kesan mendalam bagi para peserta. Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah disambut dengan penuh kegembiraan. Sebagai bentuk apresiasi atas kebersamaan yang telah terjalin, mahasiswa KKM juga menyerahkan cinderamata berupa lukisan kaligrafi kepada TPQ Baiturrahim.
Sebagai penutup, seluruh santri dan mahasiswa KKM berkumpul untuk menonton film bersama. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para santri untuk terus belajar dan berkembang. Meski mahasiswa KKM telah menyelesaikan tugasnya, semangat dan ilmu yang telah dibagikan akan terus hidup di TPQ Baiturrahim.
HUMAS UIN MALANG - Dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para orang tua, tentang pencegahan stunting pada anak dan pentingnya pola asuh yang baik, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi parenting dan stunting, Minggu (12/1/2025), di Balai Desa Sukodadi, Wagir.
Dijelaskan Shandyka Sukma, salah satu anggota KKM, sosialisasi ini bertujuan memberikan informasi mengenai bagaimana cara memberikan asupan gizi yang seimbang, menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya interaksi emosional yang positif dalam keluarga.
Shandy, sapaan akrab mahasiswa angkatan 2022 itu, menambahkan dengan adanya sosialisasi ini para orang tua akan dapat lebih memahami peran mereka dalam mencegah stunting. Perlu diketahui, stunting merupakan masalah serius. Menurutnya, dapat menghambat perkembangan pada fisik dan mental anak.
Shandy juga memaparkan, angka stunting dapat berkurang secara signifikan, jika para orang tua menjalankan perannya untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sehingga anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan. Selain itu, penerapan pola asuh yang lebih baik, seperti mencukupi asupan gizi yang sesuai akan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan fisik dan mental anak.
Tak hanya Shandy yang menyoroti stunting, mahasiswi bernama Hanifah Rayhan Noordini juga menyebutkan bahwa stunting adalah masalah serius yang bisa dicegah dengan pola asuh dan gizi yang baik. Saya jadi lebih sadar tentang pentingnya memberikan makanan bergizi untuk anak-anak.
Masyarakat sangat antusias dengan adanya sosialisasi parenting dan stunting, karena Kami (masyarakat) sangat berterima kasih atas adanya sosialisasi ini. Informasi tentang cara mendidik anak yang baik dan pencegahan stunting sangat bermanfaat untuk keluarga kami, terutama bagi ibu-ibu muda yang masih belajar mengasuh anak dengan benar.
Kepala Desa Sukodadi mewakili masyarakat, mengapresiasi adanya kegiatan sosialisasi tentang parenting dan stunting di desa ini. Program ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola asuh yang baik dan pencegahan stunting sejak dini.
"Sebagai kepala desa, saya mendukung penuh inisiatif ini dan berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif. Dengan pemahaman yang lebih baik, kita dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Mari bersama-sama kita jadikan desa kita bebas dari stunting." Katanya.
Dosen Pembimbing Lapangan kelompok ini, Bapak Muhammad Muhsin Arumawan mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang telah mensosialisasikan parenting dan stunting di tengah masyarakat. Kegiatan ini sangat relevan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Menurutnya, edukasi seperti ini tidak hanya membantu mencegah stunting, tetapi juga memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pola asuh yang tepat. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang dan menjadi awal dari perubahan yang lebih baik di masyarakat.
Dari sosialisasi ini melahirkan komunitas yang saling mendukung dalam pencegahan stunting, baik melalui penyebaran informasi maupun melalui program-program bersama yang melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat setempat. Dengan begitu, generasi penerus bangsa dapat tumbuh menjadi individu yang tangguh dan produktif.
Mahasiswa berharap dengan diadakannya sosialisasi parenting dan stunting ini, dapat tercipta kesadaran yang lebih tinggi di kalangan masyarakat, khususnya para orang tua. Kesadaran kolektif masyarakat akan terbangun dengan adanya perhatian yang disosialisasikan peserta KKM dengan menyoroti pentingnya daya dukung kesehatan dan kesejahteraan anak sejak usia dini. Pasalnya, dengan kesehatan yang prima dan kesejahteraan yang matang akan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. (ss/sf)