HUMAS UIN MALANG - Mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) 163 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok Ardhadipa Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, melakukan sosialisasi pencegahan bullying di SDN 1 Ngadirejo, Sabtu (25/1/2025).
Kegiatan yang dirancang sebagai inisiatif penting untuk mendidik siswa mengenai dampak negatif dari bullying ini yang dampaknya sudah menjamur dan sangat berbahaya bagi anak-anak khususnya sekolah dasar. Melalui pendekatan yang interaktif, mahasiswa KKM bertujuan untuk menciptakan kesadaran dan empati di kalangan siswa.
Sosialisasi ini ditujukan kepada siswa kelas 1 sampai kelas 6 di SDN 01 Ngadirejo yang di dalamnya dijelaskan tentang jenis-jenis bullying, dampaknya, dan cara mengatasinya. Kegiatan ini juga melibatkan praktik pengecapan tangan sebagai simbol penolakan terhadap bullying dan upaya meningkatkan kesadaran siswa tentang bullying, mendorong mereka untuk melawan perilaku tersebut, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan aktivitas praktis.
Kegiatan ini dimulai dengan pemberian materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenisnya seperti bullying fisik, verbal, dan cyberbullying, serta dampak yang dialami korban dan pelaku. Siswa diajak berdiskusi untuk memahami bahwa bullying bukan sekadar bercanda, tetapi tindakan yang dapat merugikan orang lain secara emosional dan fisik.
Selanjutnya, salah satu mahasiswa KKM, Adinda Zahra, memberikan contoh praktik langsung tentang bagaimana cara menghadapi situasi bullying. Siswa diajarkan untuk berani berbicara ketika melihat tindakan bullying, baik dia sebagai orang ketiga maupun korban dan melaporkannya kepada guru atau orang dewasa yang ada disekitarya.
Menurutnya, siswa yang pernah atau masih sering membully juga diajarkan untuk tidak mengulangi lagi dan meminta maaf kepada teman yang pernah dibully. Mereka juga didorong untuk mendukung dan memberi perhatian kepada teman-teman yang menjadi korban agar tidak merasa sendirian.
Sebagai penutup, siswa diajak untuk mengecap tangan mereka dengan cat dan ditempelkan pada banner yang bertuliskan “Hentikan Bullying” sebagai simbol komitmen bersama untuk menghentikan bullying. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga memperkuat pesan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang saling menghormati dan menyayangi.
Alif Ahmad Sulthoni Putra Rofiqi, salah satu anggota KKM berharap siswa SDN 1 Ngadirejo dapat lebih memahami pentingnya menghormati satu sama lain dan menjauhkan diri dari perilaku bullying. Hal ini adalah langkah awal dalam membangun budaya positif di sekolah yang akan berdampak baik bagi perkembangan sosial dan emosional siswa.(sf)
HUMAS UIN MALANG - Tiga kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) asal UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang mengabdi di Desa Ngadirejo saling berkolabarasi mengadakan pelatihan editing video dan poster untuk mendorong pemanfaatan teknologi digital yang menyasar pemuda karang taruna desa setempat, Minggu (19/1/2025).
Ketiga kelompok itu di antaranya, kelompok Ardhadipa 163, Narawidya 93, Jagadddhitanajandra 23, sukses menggelar pelatihan dengan iringan semangat tinggi para peserta, khususnya pemuda desa yang menunjukkan sebagai bentuk partisipasi dalam mempelajari keterampilan baru yang relevan di era digital.
Selama pelatihan, peserta diperkenalkan dengan aplikasi CapCut untuk editing video. Mereka mempelajari berbagai teknik dasar seperti memotong klip, menambahkan teks, menyisipkan efek suara, hingga mengatur transisi video agar lebih menarik. Di sisi lain, aplikasi Canva diperkenalkan sebagai alat sederhana namun efektif untuk mendesain poster.
Tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pemateri, peserta juga langsung mempraktikkan apa yang diajarkan di tempat pelatihan. Hal ini dilakukan agar mereka dapat memahami lebih baik dan memperoleh pengalaman langsung dalam menggunakan aplikasi tersebut. Kemampuan ini dirancang agar dapat langsung diaplikasikan untuk mempromosikan produk lokal atau kegiatan desa.
Raihan Mujayyid, ketua kelompok Narawidya menyebutkan tujuan pelatihan ini sebagai strategi untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Desa Ngadirejo. "Jadi, tidak hanya bertujuan untuk menn teknologi, tapi bisa sebagai cara mencegah kemerosotan ekonomi di desa," katanya.
Salah satu alasan utama diadakannya pelatihan ini adalah banyaknya potensi desa yang belum tergarap secara optimal akibat keterbatasan akses terhadap teknologi dan keterampilan digital. Dengan memberikan pelatihan ini, pemuda desa diberdayakan untuk memanfaatkan media sosial dan platform digital lainnya guna memperkenalkan produk UMKM seperti makanan khas desa atau kerajinan tangan.
Selain itu, pelatihan ini juga mendukung pengembangan sektor pariwisata desa. Promosi digital melalui video dan poster yang menarik diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisatawan untuk mengunjungi destinasi lokal, seperti agrowisata dan pemandangan alam Desa Ngadirejo. Hal ini dapat membuka peluang lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa secara keseluruhan.
Salah satu anggota KKM, Safira, berharap pelatihan ini memberikan dampak nyata bagi Desa Ngadirejo. Menurutnya, dengan keterampilan yang telah diberikan, pemuda Karang Taruna diharapkan dapat lebih mandiri dan kreatif serta dapat berkontribusi lebih besar dalam memperkenalkan potensi desa di ranah digital, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya tarik wisata lokal.
Lebih lanjut mahasiswi Prodi Psikologi ini menyebutkan, pelatihan yang membuktikan bahwa dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan dapat tercapai.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemuda, pemerintah desa, dan mahasiswa KKM, Desa Ngadirejo diharapkan mampu menjadi contoh nyata bahwa pemberdayaan berbasis teknologi dapat menjadi solusi efektif dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.(sf)
HUMAS UIN MALANG– Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI kembali menyalurkan bantuan mobil layanan pendidikan kepada perguruan tinggi, salah satunya kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam program kemaslahatan ini, BPKH menyerahkan satu unit mobil Elf Long untuk mendukung mobilitas akademik dan kegiatan mahasiswa di kampus yang tersebar di tiga lokasi. Jumat, 31 Januari 2025.
Acara serah terima berlangsung di UIN Maliki Malang dan dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Anggota Badan Pelaksana BPKH, Dr. H. Indra Gunawan, SE., SIP., MSc., Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA., serta perwakilan dari Baitulmaal Muamalat, yaitu Direktur Penghimpunan, CSR, dan Jaringan, Betsy E. Jiesral. Turut hadir pula Wakil Rektor Bidang AUPK Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP, Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag. Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, Kepala Biro AUPK, Bapak Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag Para warek, para katim aupk & kabag, manajer PMU, para dekan dan wakil dekan.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA. mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan kendaraan operasional ini. Ia menegaskan bahwa tambahan mobil layanan pendidikan ini akan sangat membantu kelancaran berbagai aktivitas akademik dan kemahasiswaan di UIN Maliki Malang.
"Dengan adanya tambahan satu unit mobil ini, tentu akan sangat bermanfaat bagi layanan pendidikan, terutama karena kampus UIN Maliki Malang berada di tiga lokasi berbeda. Ini akan mempercepat mobilitas mahasiswa dalam kegiatan akademik, praktikum, hingga kegiatan ekstrakurikuler," ungkapnya.
Menariknya, Rektor juga menyampaikan harapan agar mobil baru ini "diselameti" dengan dibawa untuk silaturahmi dan ziarah ke makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa UIN Maliki Malang terus berkembang sebagai perguruan tinggi unggul dengan reputasi internasional. Saat ini, UIN Maliki Malang telah masuk dalam 16 besar perguruan tinggi Islam terbaik di dunia dan menempati peringkat 160 di Asia Tenggara.
Ia juga memperkenalkan berbagai program unggulan di kampus, mulai dari program Ma’had, pengembangan bahasa, program tahfidz Al-Qur’an, hingga hadirnya Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Fakultas ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi para jamaah haji.
"Saya yakin ke depan kampus ini akan semakin maju dan mampu menjadi kampus bereputasi internasional," tegasnya.
Betsy E. Jiesral, selaku perwakilan dari Baitulmaal Muamalat, menuturkan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kampus serta mempercepat mobilitas civitas akademika.
"Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan dan terus mendukung aktivitas pendidikan di UIN Maliki Malang," harapnya.
Sementara itu, Dr. H. Indra Gunawan, SE., SIP., MSc. dari BPKH menjelaskan bahwa mobil layanan pendidikan ini berasal dari Dana Abadi Umat (DAU) yang dikelola dengan baik sehingga manfaatnya bisa kembali kepada umat.
"Harga mobil ini sekitar 700 juta rupiah, tetapi keberkahannya akan terus melimpah. Dana umat ini akan dikembalikan ke umat dalam bentuk manfaat yang nyata," jelasnya.
Program bantuan mobil layanan pendidikan ini memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya yaitu untuk memberikan dukungan mobilitas akademik bagi civitas akademika UIN Maliki Malang. Meningkatkan kualitas layanan kampus dalam aktivitas pendidikan dan kemahasiswaan. Sebagai syiar program kemaslahatan BPKH, yang menunjukkan pemanfaatan Dana Abadi Umat secara optimal.
Dengan adanya mobil layanan pendidikan ini, diharapkan operasional kampus, termasuk kegiatan akademik, laboratorium, dan kegiatan keagamaan, dapat berjalan lebih efisien, aman, dan nyaman. Selain itu, ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat fasilitas pendukung bagi mahasiswa dan civitas akademika.
"Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah bagi kita semua," tutup Indra Gunawan.
HUMAS UIN MALANG, (31/1) – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Desa Sidodadi sukses menggelar seminar parenting bertajuk "Sosialisasi Parenting: Pengasuhan di Era Digital, Saatnya Orang Tua Menjadi Sahabat Anak". Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para ibu di desa, termasuk ibu rumah tangga, kader Posyandu, bidan desa, ibu PKK, dan perangkat desa.
Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pola asuh yang tepat di era digital. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh kelompok KKM, banyak orang tua di Desa Sidodadi yang menghadapi tantangan besar dalam mendidik anak, terutama terkait kecanduan gawai. Masalah ini diperparah dengan minimnya pemahaman mereka tentang teknologi, sehingga sulit untuk membimbing anak dalam menggunakan perangkat elektronik secara bijak.
Dalam seminar ini, Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., dosen Fakultas Psikologi, hadir sebagai pemateri. Beliau menyampaikan berbagai wawasan penting tentang pola asuh yang baik dan buruk, serta memberikan strategi agar orang tua bisa lebih tenang dan tidak mudah stres dalam mendidik anak.
"Seminar ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan yang sangat relevan dengan permasalahan orang tua saat ini. Harapannya, setelah mengikuti seminar ini, para orang tua bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait pola asuh anak di era digital," ujar Sekretaris Desa Sidodadi dalam sambutannya.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi tanya jawab, di mana banyak ibu aktif berdiskusi dan bertanya kepada pemateri. Mereka ingin mengetahui lebih lanjut cara mengatasi anak yang kecanduan gawai serta bagaimana membangun komunikasi yang lebih baik dengan anak di tengah kemajuan teknologi.
Seminar ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan pemahaman orang tua mengenai pengasuhan yang lebih adaptif di era digital. Dengan adanya edukasi seperti ini, diharapkan orang tua dapat lebih bijak dan efektif dalam mendidik anak, sehingga dapat melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak baik.
HUMAS UIN MALANG, (24/1) – Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 78 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, melalui kelompok Abhiseva Shankara, sukses menggelar kegiatan sosialisasi mengenai “Parenting dan Stunting” di Dusun Jarak Ijo. Acara yang dihadiri sekitar 60 orang wali murid dari SDN 2 Ngadas dan KB Semeru ini disambut hangat oleh masyarakat setempat.
Meskipun di tengah kesibukan para wali murid yang biasa bekerja di ladang pada pagi hari, acara ini berhasil menarik perhatian mereka. Tema yang diangkat sangat relevan dengan isu yang sedang hangat dibicarakan, yaitu pencegahan stunting dan pentingnya pola asuh yang baik. Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak di Indonesia.
Sosialisasi ini menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., dosen Psikologi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang juga merupakan pendiri dan direktur Mitra Pedagogika dan Psikometrika in Loco Parentis. Dalam pemaparannya yang bertema “Membangun Generasi Sehat dengan Parenting yang Tepat,” beliau menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi momen-momen krusial tumbuh kembang anak, seperti makan bersama, bermain, belajar, dan mengaji.
Ibu Rofiqoh menekankan agar orang tua mengurangi waktu penggunaan gadget atau screen time yang berlebihan, yang dapat memengaruhi perkembangan anak. "Setiap interaksi dengan anak harus dimanfaatkan untuk memperkuat ikatan emosional. Oleh karena itu, marilah kita mengurangi gadget dan lebih banyak berinteraksi langsung dengan mereka," ujar Ibu Rofiqoh.
Selain itu, beliau juga mengingatkan para wali murid untuk selalu menggunakan kata-kata positif saat berinteraksi dengan anak. "Kata-kata kita dapat mempengaruhi karakter dan perkembangan mental anak, jadi gunakanlah kata-kata yang membangun dan penuh kasih sayang," tambahnya.
Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Banyak wali murid yang antusias mengajukan pertanyaan, terutama tentang perbedaan pola asuh tradisional dan modern. Diskusi ini memberikan wawasan baru bagi mereka, membuka peluang untuk refleksi dan perubahan dalam cara mereka mendidik anak.
Di penghujung acara, Dr. Rofiqoh mengajak para wali murid untuk bersama-sama menyuarakan jargon: “Saya siap mengantarkan anak saya menjadi sarjana.” Kalimat ini tidak hanya menggugah semangat, tetapi juga menjadi simbol komitmen orang tua dalam mendukung pendidikan anak mereka, terutama di Dusun Jarak Ijo, di mana menjadi sarjana masih merupakan impian yang jarang terwujud.
Di akhir acara, Ibu Rofiqoh berharap agar materi yang telah disampaikan dapat diterapkan oleh para wali murid di kehidupan sehari-hari, dengan harapan anak-anak mereka tidak hanya terhindar dari stunting, tetapi juga tumbuh sehat secara fisik dan mental. Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian sertifikat kepada Dr. Hj. Rofiqoh, sebagai bentuk apresiasi dari mahasiswa KKM 78 UIN Malang.
Dengan adanya acara ini, diharapkan para orang tua di Dusun Jarak Ijo semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak, serta dapat menerapkan pola asuh yang lebih baik ke depannya.
HUMAS UIN MALANG, (23/1) – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di TPQ Ar-Rahman, Dusun Bayang, Desa Pandansari Lor. Dengan tema “Islam dan Moderasi: Membentuk Pemahaman yang Seimbang dan Inklusif”, acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.
Acara dimulai setelah shalat Dzuhur dengan sambutan dari berbagai pihak. Ketua kelompok KKM membuka acara dengan mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat dan menyampaikan harapan agar kegiatan ini membawa manfaat bagi warga Dusun Bayang. Sambutan berikutnya disampaikan oleh pimpinan TPQ Ar-Rahman, yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM dalam menyelenggarakan acara bernilai spiritual ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang.
Sebagai bagian dari peringatan, santri TPQ Ar-Rahman turut memeriahkan acara dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat. Penampilan mereka menambah kekhidmatan suasana serta menunjukkan semangat belajar agama yang tinggi di kalangan anak-anak.
Puncak acara menghadirkan Alfi Khoirul Anam, Duta Fakultas Syariah tahun 2023/2024, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar peristiwa spiritual, tetapi juga pelajaran bagi umat Islam dalam membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT (habluminallah) dan sesama manusia (habluminannas). Selain itu, ia menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai pijakan dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Masyarakat antusias berdiskusi langsung dengan pembicara mengenai penerapan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi ini mendapat respons positif, terutama dari kalangan pemuda yang tertarik memperdalam pemahaman tentang keberagamaan yang inklusif dan seimbang.
Dengan dukungan masyarakat dan keterlibatan mahasiswa KKM, peringatan Isra’ Mi’raj di TPQ Ar-Rahman berjalan sukses dan penuh makna. Acara ini tidak hanya menjadi sarana edukasi keagamaan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa, santri, dan masyarakat Dusun Bayang. Harapannya, nilai-nilai moderasi beragama yang disampaikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan masyarakat lebih harmonis, inklusif, dan berpegang teguh pada ajaran agama.
HUMAS UIN MALANG, (19/1) – Dalam upaya mendukung pengembangan ekonomi lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 164 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengunjungi salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis singkong di Desa Pandansari Lor. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan bagi pelaku usaha dalam meningkatkan daya saing dan memperluas pasar produk mereka.
UMKM yang dikunjungi memanfaatkan singkong sebagai bahan utama untuk menghasilkan produk bernilai ekonomis, seperti tepung singkong, keripik setengah matang, serta bahan dasar makanan ringan. Selain berkontribusi pada sektor ekonomi, UMKM ini juga berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyerap tenaga kerja lokal. Banyak warga desa terlibat dalam proses produksi, sehingga membantu menambah pendapatan keluarga mereka.
Meski memiliki potensi besar, pelaku UMKM singkong masih menghadapi sejumlah tantangan. Minimnya perhatian dari pemerintah dalam bentuk pelatihan, pendanaan, dan fasilitas pemasaran menjadi hambatan utama. Selain itu, kendala dalam pengurusan sertifikasi halal juga menjadi faktor yang menghambat perluasan pasar. Biaya serta waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikasi ini sering kali menjadi kendala bagi usaha kecil dalam meningkatkan daya saing produk mereka.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa KKM 164 berupaya memberikan solusi konkret untuk membantu pengembangan UMKM. Mereka membantu membuat akun media sosial sebagai sarana promosi, menyusun katalog digital, serta mendaftarkan produk ke marketplace online guna memperluas jangkauan pasar. Selain itu, pelatihan manajemen keuangan sederhana diberikan agar pelaku usaha dapat mengelola keuangan dengan lebih terstruktur dan efektif.
Mahasiswa juga mendorong pelaku UMKM untuk berkoordinasi dengan lembaga sertifikasi halal guna memperoleh informasi yang lebih jelas tentang prosedur dan biaya sertifikasi. Selain itu, mereka mengusulkan agar pemerintah desa dan komunitas UMKM lokal dapat lebih aktif dalam mendukung proses sertifikasi halal agar lebih terjangkau dan efisien.
Kegiatan yang berlangsung pada 19 Januari 2025 ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa serta membawa dampak positif bagi pelaku UMKM. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan UMKM singkong di Desa Pandansari Lor dapat terus berkembang, mengatasi berbagai tantangan, serta menjadi penggerak ekonomi lokal yang tangguh dan inspiratif.
HUMAS UIN MALANG, (25/1) – Balai Desa Kemiri menjadi saksi diskusi bermakna tentang pendidikan berkelanjutan dalam acara sosialisasi parenting yang diadakan oleh KKM 161 Gantari Bhumi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mengusung tema "Langkah Cerdas Orang Tua: Mempersiapkan Pendidikan Berkelanjutan Pasca Sekolah Dasar", acara ini dihadiri oleh guru serta wali murid SDN 01 Kemiri dan menghadirkan narasumber Bu Rahmatika Sari Amalia, dosen Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dalam diskusi ini, para peserta mendapatkan wawasan tentang langkah strategis yang perlu diambil orang tua dalam mendukung pendidikan anak setelah lulus sekolah dasar. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan kemandirian, serta membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.
Orang tua memiliki peran krusial dalam mengenali potensi dan minat anak, memberikan dukungan emosional maupun finansial, serta menjalin kolaborasi yang erat dengan guru dan sekolah. Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam sosialisasi ini adalah fenomena pernikahan dini yang masih menjadi ancaman nyata terhadap keberlangsungan pendidikan anak. Minimnya komunikasi antara orang tua dan anak, faktor ekonomi, serta kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi menjadi faktor utama yang memicu pernikahan dini. Dampak dari pernikahan dini bukan hanya memutus impian anak dalam melanjutkan pendidikan, tetapi juga membawa konsekuensi biologis, psikologis, hingga sosial yang serius.
Dalam menghadapi tantangan ini, orang tua diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan memperbarui pola pikir serta menyadari pentingnya pendidikan lanjutan sebagai bekal menghadapi dunia yang semakin kompetitif. Pendidikan yang berkelanjutan tidak hanya membuka peluang karier yang lebih baik, tetapi juga memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas hidup anak.
Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan meliputi pemilihan sekolah menengah yang tepat, pengajaran keterampilan sosial, serta menumbuhkan kesadaran anak tentang pentingnya pendidikan jangka panjang. Selain itu, dukungan emosional melalui komunikasi yang terbuka menjadi faktor kunci dalam membantu anak mengatasi tekanan akademik maupun non-akademik.
Sebagai kesimpulan, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Dengan komitmen dan peran aktif orang tua, serta dukungan dari program seperti yang dilakukan KKM 161 Gantari Bhumi, diharapkan generasi penerus dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan dan meraih kesuksesan dalam kehidupan mereka.
HUMAS UIN MALANG, (8/1) – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan garda terdepan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di pedesaan. Dalam upaya mendukung pelayanan kesehatan di Desa Kemiri, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 161 Gantari Bhumi UIN Malang turut serta dalam kegiatan posyandu yang tersebar di lima dusun, yakni Krajan, Gondang, Lemahbang, Kresik, dan Tengo. Kehadiran mereka bertujuan untuk memperkuat layanan kesehatan serta memastikan keberlanjutan program posyandu dengan lebih optimal.
Mahasiswa KKM 161 terjun langsung ke setiap pos posyandu untuk membantu pelaksanaan kegiatan rutin, seperti penimbangan berat badan anak, pengukuran tinggi badan, serta memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Keikutsertaan mereka tidak hanya meringankan tugas para kader posyandu, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Selain membantu teknis pelaksanaan posyandu, mahasiswa juga berperan dalam penguatan peran kader posyandu. Mereka membantu mengatur jalannya kegiatan agar lebih terstruktur, serta memberikan panduan dalam pencatatan data kesehatan ibu dan anak. Dengan adanya kolaborasi ini, efektivitas pelayanan posyandu diharapkan meningkat, sehingga masyarakat semakin percaya dan terbantu dengan keberadaan posyandu.
Tak hanya itu, Mahasiswa KKM 161 juga mengadakan sesi edukasi kesehatan bagi ibu-ibu dan warga yang hadir di posyandu. Materi yang diberikan mencakup pentingnya pemenuhan gizi anak, manfaat imunisasi, serta tips menjaga kesehatan keluarga. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat dan peran penting posyandu dalam menjaga kesehatan keluarga.
Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga bagi mereka sendiri. Melalui pengalaman ini, mereka mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang sistem pelayanan kesehatan di desa serta pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, keterlibatan Mahasiswa KKM 161 Gantari Bhumi UIN Malang di posyandu Desa Kemiri menjadi bukti nyata kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Posyandu bukan sekadar tempat layanan kesehatan, tetapi juga simbol kolaborasi yang memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.