HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, KKM 135 sukses gelar kegiatan pelatihan bersama kelompok tani di Desa Plandi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian petani dalam mengelola pertanian secara berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan alami. Desa Plandi, kecamatan Wonosari, Malang. 22 Januari 2025.
Bapak Ali Imron, perangkat desa setempat yang membuka langsung acara ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kemandirian petani dalam pengelolaan pertanian. Ia berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga terinspirasi untuk mencoba pendekatan yang lebih ramah lingkungan dalam bertani. Ali menekankan pentingnya penggunaan bahan-bahan tersebut dengan dosis yang tepat agar hasilnya optimal, serta memberi dampak positif pada kualitas tanah dan tanaman.
Antusiasme petani terlihat jelas dalam sesi praktik, di mana mereka langsung diajak untuk mencoba membuat pestisida sendiri. Seorang petani mengungkapkan, "Pelatihan ini memberi kami kesempatan untuk lebih mandiri. Kami bisa membuat pestisida sendiri dengan biaya yang jauh lebih terjangkau, bahkan mungkin bisa menjadi peluang usaha baru."
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para petani dapat lebih mandiri dalam mengelola pertanian mereka, khususnya dalam pembuatan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya. Selain meningkatkan hasil pertanian, metode ini juga dapat menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Pengabdian Kelompok KKM 135 Mangaladhikara sukses menggelar pelatihan pembuatan pestisida ramah lingkungan untuk kelompok tani di Desa Plandi. Desa Plandi, kecamatan Wonosari, Malang. 22 Januari 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan pengetahuan praktis kepada petani dalam mengelola hama dengan cara yang lebih efisien dan ekonomis.
Pelatihan dibuka oleh Bapak Ali Imron, perangkat desa setempat yang mengapresiasi semangat petani yang hadir dari berbagai dusun. Ia berharap para petani dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang mahal dan berdampak buruk bagi lingkungan.
Ali Aminuddin Rosyadi, mahasiswa jurusan Kimia dan anggota Kelompok KKM 135, memberikan materi tentang bahan alami yang dapat digunakan untuk membuat pestisida yang ramah lingkungan. Petani diberikan penjelasan mengenai penggunaan sulfur, KOH, dan NaOH yang mudah ditemukan dan efektif dalam mengendalikan hama.
Selama sesi praktik, petani diajak untuk langsung mencoba membuat pestisida alami sendiri. Banyak peserta yang merasa sangat terbantu dengan pelatihan ini. “Kami tidak hanya belajar cara membuat pestisida, tetapi juga mendapatkan solusi praktis yang hemat biaya,” ungkap salah seorang petani.
Pelatihan ini diakhiri dengan sesi diskusi yang hangat, di mana peserta berbagi pengalaman dan berharap dapat terus meningkatkan keterampilan mereka dalam pertanian yang lebih ramah lingkungan.
HUMAS UIN MALANG - KKM UIN Malang di Desa Ngebruk telah selesai melaksanakan kegiatannya yang dimulai pada tanggal 19 Desember 2024 dan berakhir pada tanggal 30 Januari 2025. Kegiatan ini merupakan momen puncak yang mengakhiri perjalanan mahasiswa dalam program kuliah kerja mahasiswa.
Kegiatan penutupan KKM UIN Malang ini merupakan kegiatan gabungan kelompok 10, 80, dan 150 yang dihadiri oleh kepala desa yang diwakili oleh sekretaris desa, Bapak Tomi Aris Wibowo, dan para mitra dalam kegiatan KKM. Acara ini diawali dengan sambutan oleh koordinasi desa dan perwakilan oleh DPL.
Program kerja dari kelompok 10 yang mengangkat dari tema besar pengabdian KKM UIN Malang "Moderasi Beragam, Pencegahan Stunting, Kemiskinan Ekstrim, dan Parenting Melalui Program Pengabdian Mahasiswa KKM UIN Malang pada Masyarakat Desa Parangargo", yaitu seminar parenting dan pola asuh anak dan sosialisasi digitalisasi pemasaran UMKM melalui media sosial tiktok. Melalui program kerja tersebut, antusiasme masyarakat Desa Ngebruk terlihat sangat tinggi, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga memberikan manfaat nyata serta dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Kegiatan penutupan ini ditutup dengan momen penuh makna, yaitu penyerahan kenang-kenangan secara simbolis dari hasil kolaborasi tiga kelompok. Kenang-kenangan tersebut menjadi wujud apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada perangkat desa yang telah memberikan dukungan luar biasa dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan pengabdian.
HUMAS UIN MALANG - Desa Wonorejo, Poncokusumo, telah menjadi saksi perjalanan penuh dedikasi para mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang dalam mengabdikan diri selama 40 hari. Penutupan ini menjadi momen berharga untuk mengenang pencapaian dari berbagai program yang telah dijalankan.
Acara penutupan KKM di Desa Wonorejo berlangsung di Balai Desa Wonorejo pada Kamis, 30 Januari 2025. Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta mahasiswa KKM, terlihat antusias mengikuti jalannya acara.
Kepala Desa Wonorejo, Bapak Sokeh, dalam sambutannya mengapresiasi dedikasi dan kontribusi mahasiswa selama menjalankan program KKM. "Kami sangat berterima kasih atas berbagai program yang telah dijalankan. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat bisa menjadi bekal bagi para mahasiswa, dan semoga masyarakat Desa Wonorejo juga merasakan manfaat dari kegiatan ini," ujarnya.
Perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Farid Munfaati, menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Desa Wonorejo yang telah menerima mereka dengan baik. "Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah dan masyarakat desa Wonorejo atas dukungan penuh pada anak didik kami dalam menjalankan program kerja selama 40 hari," ujarnya.
Dalam kegiatan KKM ini, mahasiswa telah melaksanakan berbagai program kerja, seperti program wajib keagamaan one day one juz, program belajar mengajar di sekolah, penyuluhan parenting, pengembangan UMKM dan program sosial yang lainnya, yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
HUMAS UIN MALANG – MAN 1 Kota Probolinggo menggelar peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat pada Jumat, (24/1). Bertempat di musholla sekolah, acara ini mengusung tema "Dengan Peringatan Isra' Mi'raj Kita Tingkatkan Kesadaran Menjalankan Ibadah Sholat." Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga memperkuat kebersamaan melalui seni Islami dan tausiyah yang inspiratif.
Diawali dengan lantunan shalawat yang merdu dari grup hadroh siswa MAN 1 Kota Probolinggo, suasana religius langsung menyelimuti musholla. Dengan iringan tabuhan rebana, para siswa membawa hadirin pada nuansa ketenangan dan kekhusyukan, mengawali acara dengan semangat keislaman yang mendalam.
Kepala MAN 1 Kota Probolinggo, Drs. Hairul Saleh, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peristiwa Isra' Mi'raj sebagai pengingat bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. "Isra' Mi'raj bukan sekadar perjalanan Rasulullah SAW, tetapi juga momentum bagi kita untuk memperbaiki ibadah shalat, karena shalat adalah tiang agama," ujarnya.
Puncak acara diisi dengan mauidzoh hasanah oleh KH Faishal Zaeni, yang membawakan ceramah dengan gaya khas Madura yang ringan namun penuh makna. Beliau menekankan bahwa Isra' Mi'raj adalah peristiwa monumental yang melahirkan kewajiban shalat lima waktu. Mengutip sabda Rasulullah SAW:
"Amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya, dan jika shalatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalnya."
Dengan gaya ceramah yang santai dan sesekali diselingi guyonan, KH Faishal berhasil menarik perhatian siswa, membuat mereka antusias menyimak setiap pesan yang disampaikan.
Kemeriahan acara tidak hanya terasa dalam tausiyah, tetapi juga dalam interaksi antar peserta. Guru-guru dan mahasiswa asistensi mengajar turut hadir dan memberikan apresiasi atas antusiasme siswa. Acara ditutup dengan makan bersama, menciptakan suasana keakraban dan mempererat silaturahmi di antara seluruh peserta.
Peringatan Isra' Mi'raj ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui shalat dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan dan religiusitas yang terjalin, acara ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga membangun karakter dan spiritualitas generasi muda.
HUMAS UIN MALANG – Dalam rangka mendekati penutupan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Kelompok KKM 15 dan 155 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengadakan bakti sosial di Dusun Robyong. Kegiatan ini sekaligus memperingati momentum Isra Miraj dengan semangat kepedulian sosial terhadap anak yatim piatu, dan dhuafa, Senin, 27 Januari 2025.
Bakti sosial ini disambut antusias oleh masyarakat Dusun Robyong, terutama anak-anak yang tergabung dalam lembaga peduli anak yatim dan dhuafa setempat.
Pak Didik, salah satu pengurus lembaga tersebut, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 24 anak yang menjadi bagian dari lembaga tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKM yang telah membantu dan berbagi dengan anak-anak kami,” ungkap Pak Didik.
Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa KKM menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sebagai sarana untuk memupuk rasa empati dan tanggung jawab sosial. “Kami ingin anak-anak merasa diperhatikan dan didukung, sehingga mereka terus semangat dalam menjalani hidup,” ujar salah satu mahasiswa.
Penutupan kegiatan ditandai dengan doa bersama dan santunan untuk anak-anak yatim piatu, dan dhuafa. Dengan semangat Isra Miraj, mahasiswa berharap kegiatan ini dapat meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Dusun Robyong, sekaligus menjadi inspirasi untuk terus menjaga dan memperhatikan anak-anak yang membutuhkan.
HUMAS UIN MALANG - Pada tanggal 16 Januari 2025, mahasiswa KKN Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar parenting bertajuk Peran Bunda Sholehah dalam Membentuk Generasi Unggul di Desa Pandansari. Seminar ini bertujuan memberikan wawasan kepada para orang tua mengenai pentingnya peran seorang ibu dalam mendidik dan membimbing anak-anak mereka agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berbudi pekerti, dan berakhlak mulia. Acara ini menghadirkan Dr.Hj. Rofiqah, M.Pd, C.Ht, seorang ahli pendidikan dan psikologi yang membagikan materi bermanfaat bagi orang tua di desa tersebut.
Dalam seminar ini, Dr. Hj. Rofiqah menekankan bahwa seorang ibu bukan hanya sebagai pengasuh, tetapi juga pendidik utama dalam keluarga. Pendidikan pertama yang diterima anak berasal dari rumah, bukan dari sekolah. Oleh karena itu, ibu memiliki kesempatan besar untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, kebiasaan positif, serta prinsip agama sejak dini. Dengan penuh cinta dan kasih sayang, ibu dapat menjadi sosok yang mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar serta membentuk karakter mereka menjadi lebih baik.
Selain itu, suasana keluarga yang harmonis menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan emosional dan sosial anak. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan penuh kasih sayang, komunikasi yang baik, serta dukungan orang tua akan lebih mudah berkembang menjadi individu yang sehat secara mental dan sosial. Seorang ibu berperan sebagai sumber ketenangan dan rasa aman bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, terciptanya hubungan yang penuh perhatian dan dukungan merupakan kunci dalam membangun generasi unggul.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hj. Rofiqah juga mengingatkan pentingnya waktu berkualitas antara orang tua dan anak. Kehadiran orang tua, khususnya ibu, dalam kehidupan sehari-hari anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosional mereka. Waktu yang dihabiskan bersama bukan hanya untuk bermain atau berbicara, tetapi juga untuk memahami perasaan dan kebutuhan anak secara lebih mendalam. Sayangnya, kesibukan orang tua terkadang membuat perhatian terhadap anak menjadi terabaikan, sehingga seminar yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keterlibatan ibu dalam kehidupan anak-anaknya.
Selain aspek emosional, kesehatan fisik dan mental anak juga menjadi perhatian utama dalam seminar ini. Pola makan yang bergizi serta perhatian terhadap kesehatan mental anak harus dijaga dengan baik. Anak yang mendapatkan asupan gizi seimbang dan dukungan emosional dari orang tua akan lebih mudah berkonsentrasi dalam belajar serta mencapai perkembangan yang optimal. Oleh karena itu, orang tua diajak untuk lebih peduli terhadap kebutuhan fisik dan psikologis anak mereka.
Sebagai penutup, Dr. Hj. Rofiqah mengingatkan para orang tua untuk selalu menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Kata-kata yang bijak, sikap yang penuh kelembutan, serta komunikasi yang baik akan membentuk kepribadian anak secara positif. Selain itu, doa orang tua juga memiliki peran besar dalam membentuk masa depan anak-anak mereka. Dengan pendidikan berbasis kasih sayang, lingkungan yang harmonis, serta doa yang tulus, diharapkan anak-anak di Desa Pandansari dapat tumbuh menjadi generasi unggul yang membawa perubahan positif di masa depan.
HUMAS UIN MALANG - Kabar baik datang dari tim magang asal Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (Prodi MPI) yang berada di Malaysia, pasalnya Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto berkunjung pada dini pagi hari (27/01), dan salah satu tim magang Prodi MPI, Manyingarri Alfianoor Ibrahim, dipilih oleh pihak Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia.
Rombongan Ibrahim menjadi salah satu perwakilan untuk menyambut kedatangannya. "Suatu pengalaman berharga bagi saya bisa bertemu dan bersalaman langsung dengan dengan bapak Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo di Malaysia, ini mungkin menjadi motivasi bagi saya untuk lebih semangat lagi untuk belajar dan memberikan kontribusi terbaik saya untuk Indonesia." ujar Ibrahim.
“Saya juga merasa beruntung bisa bertemu langsung dengan Bapak Mayor Teddy Indra Wijaya, Sekretariat Merah Putih. Pertemuan ini menjadi pengalaman berharga bagi saya, terutama ketika saya berkesempatan mengabadikan momen bersama beliau.” Ia menambahkan.
Mengutip dari Instagram Narasi Newsroom,kunjungan kenegaraan Pak Prabowo ke Malaysia sendiri bertujuan untuk memperkuat kerjasama antar negara. Presiden RI ke-8 itu menyampaikan, "Kita punya hubungan sejarah, hubungan darah, kita punya hubungan budaya, kita bahkan punya hubungan etnis. Jadi saya merasa bahwa hal ini harus membuat hubungan antara Malaysia dan Indonesia lebih khas".
Kesempatan berharga menyambut orang nomor satu di Indonesia saat ini, menghasilkan atmosfer semangat yang luar biasa, pasalnya kunjungan kenegaraan Pak Prabowo itu seolah juga menyambangi para mahasiswa yang sedang magang di SIKL. Meskipun tak semua mahasiswa magang bisa ikut menyambut, mereka yang terpilih saling share foto dan video dari moment ketika penyambutan di grup magang bersama antar tiga universitas itu. Dengan demikian, rasa kebersamaan tetap terjalin dengan baik.(sf)
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, menggelar kegiatan rutin Ratiban dengan tema "Moderasi Beragama Sebagai Pedoman Hidup yang Adil dan Seimbang" di Masjid Al-Amin, Dusun Pancuran. Desa Karanganyar,Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.Rabu 15 Januari 2025.
Acara ini dihadiri sekitar 40 jamaah dari masyarakat setempat. Selain sebagai ajang mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, serta pentingnya belajar agama dengan bimbingan yang benar.Dalam kegiatan rutin Ratiban kali ini mengangkat tema "Moderasi Beragama Sebagai Pedoman Hidup yang Adil dan Seimbang" para jamaah mengikuti pembacaan Surat Yasin, Ratib Al-Haddad, dan shalawat bersama, sebelum dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Ustadz Rouf, Ketua TPQ Babul Fatah dengan khidmat.
Dalam ceramahnya, Ustadz Rouf menekankan pentingnya moderasi beragama, yaitu menjalankan agama secara seimbang tanpa condong ke ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Ia menjelaskan bahwa ekstrem kanan cenderung fanatik dan menutup ruang dialog, sedangkan ekstrem kiri terlalu longgar hingga mengabaikan kewajiban agama. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk berpegang pada prinsip tawasuth (jalan tengah), tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (keadilan) agar tercipta kehidupan yang damai dan harmonis.
Selain itu, Ustadz Rouf menyoroti pentingnya belajar agama dengan bimbingan guru agar tidak salah memahami ajaran Islam. Menurutnya, seseorang yang mengaji tanpa guru berisiko keliru dalam mengamalkan agama. "Mengaji tanpa guru bisa membuat kita salah jalan. Ilmu agama harus dipelajari dengan benar agar tidak terjadi penyimpangan," ujarnya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk selalu berguru kepada ulama yang memiliki pemahaman mendalam.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Dusun Pancuran diharapkan semakin memahami pentingnya moderasi dalam beragama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap toleran, saling menghormati, serta menjalankan agama secara adil dan seimbang adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai.