HUMAS UIN Malang - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang lewat program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) fokus mendampingi Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Batu sejak awal Januari 2025.
Dalam programnya, fokus ini dirancang untuk membantu jamaah meningkatkan kesehatan fisik sebagai bagian dari persiapan ibadah haji. Salah satu program utamanya adalah jalan sehat 6.000 langkah dan senam kebugaran setiap hari yang dimulai sejak Minggu lalu (12/1/2025). Program ini bertujuan untuk melatih kebugaran tubuh dan meningkatkan daya tahan fisik jamaah, yang sangat diperlukan selama pelaksanaan ibadah haji di tanah suci.
Selain itu, program yang bertujuan untuk mempersiapkan jamaah menuju istitha'ah haji 2025 ini didukung Dinas Kesehatan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Pusat Kesehatan Haji (Pukeshaji), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Dengan dukungan itu, mahasiswa FKIK UIN Malang dari program Pendidikan Dokter dan Farmasi angkatan 2022, yang terbagi menjadi 40 kelompok dalam kegiatan ini memberikan pendampingan, melakukan pemeriksaan kesehatan, dan memberikan edukasi kepada jamaah terkait pentingnya menjaga kondisi tubuh.
Selain jalan sehat, mahasiswa menyoroti penyakit yang umum dialami jamaah haji, seperti hipertensi, diabetes, anemia, obesitas, dan gangguan kesehatan lainnya lewat pendampingan berkala. Pemeriksaan berkala dilakukan untuk memastikan jamaah memenuhi kriteria kesehatan sesuai standar istitha'ah. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan selama masa perkuliahan.
Program KKM Integrasi disambut positif oleh para peserta dan pihak terkait, yang melihat kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam memastikan kesiapan fisik jamaah haji. Dukungan penuh dari KEMENAG dan Dinas Kesehatan Kota Batu juga menjadikan program ini berjalan efektif dan terkoordinasi dengan baik.
Kegiatan KKM ini diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi besar FKIK UIN Malang dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji yang sehat dan nyaman, sekaligus meningkatkan peran aktif mahasiswa dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
HUMAS UIN MALANG - Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (FKIK UIN Malang) berkontribusi signifikan dalam pengelolaan kesehatan calon jamaah haji (CJH) di Puskesmas Bumiaji dan Puskesmas Sisir, Kota Batu, Senin (13/1/2025) lalu.
Mereka menerapkan pendekatan intervensi kesehatan berupa kontrol rutin kondisi klinis. Upaya ini bertujuan untuk memastikan calon jamaah haji siap secara fisik dan mental sebelum keberangkatan, selama berada di Tanah Suci, dan saat kembali ke tanah air.
Kegiatan ini didukung oleh Dinas Kesehatan, Kementerian Agama Kota Batu, dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Dalam program ini, mahasiswa melakukan edukasi kesehatan, intervensi olahraga, pendampingan diet, serta pengecekan kesehatan secara rutin untuk memastikan kondisi calon jamaah haji tetap optimal.
Program KKM telah dimulai sejak akhir Desember hingga Januari 2025, salah satu programnya berupa monitoring kesehatan rutin dengan memanfaatkan media berupa “kartu seminggu terpantau”, yang ditujukan bagi calon jamaah haji yang bertempat di desa Bulukerto dan Giripurno kecamatan Bumiaji Kota Batu. Program ini telah berhasil terlaksana sampai Minggu, 12 Januari 2025 dan akan dilanjutkan sampai akhir masa KKM.
Selain itu, program pemantauan kesehatan calon jamaah haji (CJH) di Puskesmas Sisir dan Puskesmas Bumiaji melibatkan pemberian buku edukasi yang berfungsi sebagai panduan praktis dalam konsumsi makanan, obat, dan pola aktivitas. CJH juga diminta untuk mencatat aktivitas sehari-hari, makanan, dan obat yang mereka konsumsi sebagai bagian dari pemantauan kesehatan yang ketat. Program ini berfokus pada penyakit yang umum terjadi pada CJH, seperti hipertensi, dislipidemia, dan diabetes melitus.
Program pemantauan kesehatan CJH juga mencakup pemberian minuman sehat, salah satunya "Jus Mentimun Sehat," yang diberikan pada setiap pertemuan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, program pemantauan terhadap makanan yang dikonsumsi oleh CJH, evaluasi pemeriksaan, penyuluhan dan komunikasi informasi serta edukasi (KIE) dapat dilakukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan CJH dalam mempersiapkan kesehatan mereka. Program ini disambut hangat oleh CJH, sehingga pelaksanaannya berjalan dengan baik.
Dengan sambutan hangat oleh CJH dan sambutan positif oleh pihak-pihak terkait, program ini dapat dijadikan sebagai langkah awal dalam penurunan risiko penyakit pada CJH dan mencapai kondisi istita’ah calon jamaah haji, tentunya dengan didukung oleh program lain yang dilaksana baik berupa pendampingan aktivitas fisik, diet atau pun edukasi kesehatan oleh mahasiswa. Sehingga harapannya program ini dapat berlanjut dan menjadi upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian jamaah haji Indonesia.
HUMAS UIN MALANG – SMA Mambaus Sholihin terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang berkarakter religius dan berwawasan global melalui berbagai kegiatan pra Kegiatan Belajar Mengajar (pra KBM). Kegiatan ini dilakukan setiap pagi untuk membangun suasana belajar yang disiplin, produktif, dan penuh makna.
Pra KBM dimulai dengan pembacaan doa bersama di halaman gedung selatan, lokasi KBM bagi santri putri SMP dan SMA. Dipimpin oleh salah satu siswa, kegiatan ini menjadi momen refleksi spiritual untuk memohon keberkahan dan kelancaran selama proses belajar. Tradisi ini juga mengajarkan pentingnya memulai hari dengan sikap syukur dan penuh harapan.
Setelah doa, siswa berpartisipasi dalam drill bahasa, meliputi bahasa Arab dan Inggris. Program unggulan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan bahasa internasional yang relevan dengan tantangan zaman.
Pada sesi bahasa Arab, siswa diajak melafalkan kosakata dan kalimat percakapan sehari-hari. Dipimpin oleh salah satu siswi, latihan ini mengasah kemampuan berbicara (muhadatsah) sekaligus pemahaman tata bahasa sederhana. Sedangkan pada sesi bahasa Inggris, siswi mempraktikkan dialog interaktif dengan materi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Metode ini dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara, mendengar, dan memahami bahasa Inggris.
Drill bahasa ini tidak hanya fokus pada penghafalan, tetapi juga mendorong siswa untuk menggunakan bahasa secara alami dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pelaksanaan rutin, SMA Mambaus Sholihin berharap mampu mencetak generasi yang fasih berkomunikasi dalam dua bahasa internasional, tanpa melupakan nilai-nilai keislaman.
Kegiatan pra KBM dilanjutkan dengan lalaran Kitab Alfiyah, yaitu menghafal syair-syair nahwu dari kitab karya Ibnu Malik. Didampingi oleh guru mata pelajaran, siswa mendalami ilmu tata bahasa Arab yang menjadi dasar penting dalam memahami teks-teks keislaman. Metode ini menjadi salah satu ciri khas SMA Mambaus Sholihin dalam memadukan nilai religius dengan pendidikan formal.
Tradisi pra KBM di SMA Mambaus Sholihin tidak hanya mencerminkan nilai-nilai religius, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa. Kebiasaan membaca doa, drill bahasa, dan lalaran kitab mengajarkan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap waktu.
Dengan suasana kondusif dan terarah sejak pagi, siswa diajak mempersiapkan diri secara mental dan emosional sebelum memulai pelajaran inti. Rutinitas ini diharapkan meningkatkan fokus, semangat belajar, dan produktivitas siswa sepanjang hari.
Kegiatan pra KBM di SMA Mambaus Sholihin merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi sekolah untuk membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, religius, dan siap menghadapi tantangan global. Melalui program yang terstruktur ini, SMA Mambaus Sholihin tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membekali siswa dengan nilai-nilai kehidupan yang berharga.
SMA Mambaus Sholihin, Blitar – tempat tradisi religius dan edukasi berpadu dalam harmoni, terus berkomitmen mencetak generasi muda yang berkarakter, berwawasan luas, dan berakhlakul karimah. Semoga langkah ini membawa manfaat besar bagi siswa dan masyarakat.
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan kontribusi nyata untuk masyarakat Desa Dalisodo melalui program Cekal (Cegah Kenakalan, Antisipasi Narkoba, Lindungi Masa Depan). Kegiatan yang dilaksanakan pada (12/1) di Balai RW Sempukerep ini menjadi upaya strategis untuk mencegah bahaya sosial seperti pernikahan dini, kenakalan remaja, dan penyalahgunaan narkoba.
Acara yang diprakarsai oleh Kelompok KKN 35, 105, dan 175 ini melibatkan puluhan orang tua, pemuda, serta tokoh masyarakat setempat. Dengan pendekatan edukasi dan kolaborasi, program ini bertujuan memperkuat peran keluarga dalam mendampingi generasi muda menghadapi tantangan zaman.
Ketua Pelaksana, Mohamad Riski Saputra, menekankan pentingnya acara ini sebagai langkah proaktif menciptakan generasi muda yang berkualitas. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa keluarga adalah benteng pertama dalam mencegah perilaku negatif pada remaja. Sinergi antara keluarga, masyarakat, dan mahasiswa menjadi kunci keberhasilan,” ujar Riski dalam sambutannya.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama. Bapak Ihsan Fadholi memaparkan risiko pernikahan dini, yang disebutnya sebagai ancaman serius bagi kesehatan, pendidikan, dan masa depan remaja. Selanjutnya, Ibu Rini memberikan materi tentang pentingnya edukasi kesehatan reproduksi untuk remaja guna mencegah perilaku berisiko. Sesi terakhir diisi oleh Bapak Puji, yang menjelaskan bahaya narkoba serta langkah-langkah pencegahan yang efektif melalui pengawasan keluarga.
Sesi tanya jawab menjadi momen paling menarik, dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif berdiskusi tentang tantangan mendampingi anak di era digital. “Sesi ini membuka wawasan saya tentang pentingnya membangun komunikasi yang sehat dengan anak-anak,” ungkap salah satu peserta.
Selain edukasi, program ini juga bertujuan mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat. “Mahasiswa KKN telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelaksana tugas, tetapi juga mitra masyarakat dalam mengatasi masalah sosial,” ungkap Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Moh. Subthi Buchori.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pesan dari perwakilan KKN yang berharap acara ini memberikan dampak jangka panjang. “Kami ingin meninggalkan kesan bahwa generasi muda desa ini memiliki masa depan cerah, asalkan semua pihak bersinergi dalam mendukung mereka,” kata perwakilan KKN Kelompok 105.
Cekal Dalisodo membuktikan bahwa sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa mampu menciptakan solusi atas masalah sosial yang kompleks. Program ini menjadi inspirasi nyata untuk upaya serupa di wilayah lain, demi membangun Indonesia yang lebih baik.
HUMAS UIN MALANG - Sumberejo, 16 Januari 2025 – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 14 Sahbara dan KKM 154 Mahameru sukses menggelar acara sosialisasi dengan tema Parenting Hebat, Anak Sehat: Cegah Stunting dengan Pola Asuh Tepat di Desa Sumberejo. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting dan pentingnya pola asuh yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Acara yang digelar pada Kamis, 16 Januari 2025 ini menghadirkan narasumber Kusumaning Ayu Tunjungsari, S. Kep., Ners, Kepala UPT Laboratorium Keperawatan dan Dosen Keperawatan Universitas Kepanjen, serta Trainer Bersertifikasi BNSP. Dalam sesi sosialisasi, Tunjung memberikan wawasan mendalam mengenai penyebab stunting, dampaknya terhadap kesehatan, serta tips pola asuh yang dapat diterapkan oleh orang tua untuk mendukung anak tumbuh sehat dan cerdas.
Rangkaian acara berlangsung meriah dengan kehadiran Bapak Kepala Desa Sumberejo, Ibu Bidan Ayu Rahma dari Puskesmas Poncokusumo, serta Ibu Mutaropah selaku Ketua Pengawas Stunting Desa Sumberejo. Selain sosialisasi, acara juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize dan pemberian bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu untuk mendukung gizi anak-anak di Desa Sumberejo.
Dengan adanya acara ini, diharapkan masyarakat Desa Sumberejo semakin sadar akan pentingnya mencegah stunting dan memberikan pola asuh yang tepat bagi anak-anak mereka. Acara ini juga menjadi momentum kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun kesadaran kesehatan yang lebih baik.
HUMAS UIN MALANG – Dalam upaya menekan angka pernikahan dini dan stunting di masyarakat, Mts Al-Fathoni Poncokusumo mengadakan seminar bertajuk “Pencegahan Pernikahan Dini dan Bahaya Stunting” pada Selasa (14/1). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh siswa-siswi sekolah dengan tujuan memberikan edukasi mendalam tentang dampak jangka panjang pernikahan dini, baik bagi individu maupun generasi mendatang.
Dalam seminar ini, para pemateri menyoroti pentingnya kesiapan mental, fisik, dan finansial sebelum memasuki pernikahan. Dijelaskan pula bahwa stunting—yang merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis—sering kali terjadi pada anak-anak yang lahir dari pasangan muda yang belum siap menghadapi tanggung jawab sebagai orang tua. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat stunting dapat berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak dalam jangka panjang.
Seminar berlangsung dengan suasana interaktif, di mana para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi dengan para pemateri. Mereka diajak memahami risiko pernikahan dini yang tidak hanya berpengaruh pada kehidupan pribadi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara luas. Dengan pendekatan ini, siswa-siswi tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga termotivasi untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar mereka.
Salah satu peserta seminar, Rahma Fitriani (15), berbagi pandangannya setelah mengikuti kegiatan ini. “Dulu saya pikir pernikahan dini hanya soal cinta atau keputusan pribadi, tapi sekarang saya sadar ada dampak besar yang harus dipikirkan. Dari seminar ini saya belajar kalau kesiapan mental, fisik, dan ekonomi itu sangat penting sebelum menikah. Saya harap ke depannya angka pernikahan dini dan stunting di masyarakat bisa berkurang,” ujarnya dengan antusias.
Melalui seminar ini, pihak sekolah berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka pernikahan dini dan stunting di masyarakat. Kepala sekolah, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai pionir perubahan. “Kami ingin para siswa memahami bahwa keputusan besar seperti pernikahan harus diambil dengan bijak dan penuh persiapan. Selain itu, mencegah stunting sejak dini adalah tanggung jawab bersama untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas,” katanya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta dan diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai upaya edukasi serupa di masa depan. Dengan semangat ini, Mts Al-Fathoni terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam hal kesadaran sosial bagi siswanya. Reporter: Azman Fawwazi Foto: Muhammad Rifqi
HUMAS UIN MALANG – SDN 4 Bedalisodo berhasil membuktikan bahwa moderasi beragama dapat diterapkan sejak usia dini melalui kegiatan yang sarat nilai toleransi dan keberagaman. Setiap Selasa hingga Kamis pagi, sekolah ini mengadakan aktivitas keagamaan yang mempererat harmoni antarsiswa dari berbagai latar belakang agama. Suasana penuh makna terlihat ketika siswa melaksanakan kegiatan spiritual mereka masing-masing.
Di lapangan sekolah, siswa Muslim bersama para guru membaca Asmaul Husna dan menghafal surat-surat pendek Al-Qur'an dengan khidmat. Sementara itu, siswa non-Muslim berkumpul di ruang kelas 4 untuk berdoa sesuai keyakinan mereka, didampingi wali kelas yang memastikan kegiatan berjalan lancar dan penuh penghormatan.
Menurut Yoza, anggota Kelompok KKN 105 “Sukma Sadhana” dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, kegiatan ini adalah contoh nyata harmoni dalam keberagaman. “Kami menyaksikan bagaimana siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan tanpa mengurangi kualitas ibadah masing-masing. Ini adalah bentuk moderasi beragama yang patut diapresiasi,” ungkapnya.
Yoza menambahkan, Kelompok KKN 105 tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga turut berkontribusi dalam memfasilitasi kegiatan ini. Mereka mendampingi siswa, memberikan dukungan logistik, serta mengapresiasi komitmen para guru dalam menciptakan suasana inklusif. “Kegiatan ini tidak hanya membangun nilai spiritual, tetapi juga menanamkan rasa saling menghormati yang kuat,” jelasnya.
Inisiatif yang dilakukan SDN 4 Bedalisodo membawa dampak positif, baik secara spiritual maupun sosial. Siswa belajar untuk mendukung satu sama lain tanpa memandang perbedaan agama, menciptakan lingkungan yang hangat dan penuh rasa saling menghormati. “Kami berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi generasi yang toleran, menghormati keberagaman, dan siap menjadi agen perdamaian di masyarakat,” tambah Yoza.
Kolaborasi antara sekolah dan kelompok KKN menunjukkan betapa pentingnya dukungan komunitas luar dalam mewujudkan moderasi beragama. Upaya ini tidak hanya memperkaya nilai-nilai kebangsaan di kalangan siswa, tetapi juga memberikan inspirasi bagi sekolah lain untuk mengintegrasikan moderasi beragama dalam kegiatan sehari-hari.
Praktik moderasi beragama di SDN 4 Bedalisodo menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan pemersatu. Dengan menciptakan ruang bagi setiap siswa untuk menjalankan keyakinan mereka tanpa hambatan, sekolah ini berhasil menanamkan benih toleransi yang akan terus tumbuh di masa depan.
Inisiatif seperti ini layak menjadi teladan bagi sekolah lain, sebagai langkah kecil menuju masyarakat yang damai dan harmonis. Melalui pendidikan berbasis moderasi beragama, diharapkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman dapat menyebar lebih luas, menjadikan keberagaman sebagai fondasi bagi persatuan bangsa.
HUMAS UIN MALANG - Dalam rangka meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang tepat untuk anak usia dini, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan penyuluhan parenting di KB Harapan Bangsa, Desa Ngadirejo, pada 15 Januari 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh para wali murid dari anak-anak KB Harapan Bangsa dan dibuka dengan sambutan dari ketua pelaksana kegiatan, Abu Wildan Mustafa, dan Kepala KB Harapan Bangsa, Ibu Setiya Ningsih, S.Pd. Acara inti kegiatan ini adalah penyampaian materi oleh Dr. Muallifah, M.A, dosen Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, yang membahas tentang pentingnya pola asuh yang mendukung anak untuk tumbuh cerdas, sehat, dan berkembang secara optimal.
Dr. Muallifah menekankan bahwa pola asuh yang ideal bersifat autoritatif, yaitu mendukung anak untuk berkembang secara positif tanpa menargetkan hal yang berlebihan. Ia juga membahas tentang pentingnya perilaku pengasuhan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, dan kunjungan neonatal (KN) pada masa-masa awal kehidupan bayi. "Pola asuh yang tepat dapat membantu anak untuk tumbuh cerdas, sehat, dan berkembang secara optimal," ungkap Dr. Muallifah.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada para orang tua tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang tepat untuk anak usia dini. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan hebat.
HUMAS UIN MALANG - KKM 23, 93, dan 163 UIN Malang mengadakan kegiatan "Pencegahan Stunting" bertema "Gizi Sehat, Anak Cerdas, Masa Depan Cerah" di KB Harapan Bangsa, Desa Ngadirejo (15/1). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat pada anak sejak dini melalui pendekatan yang edukatif dan kreatif.
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan stunting. Dengan melibatkan anak-anak di Desa Ngadirejo, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Abu Wildan Mustafa, ketua pelaksana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan stunting. "Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Ngadirejo, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat sejak usia dini," ungkapnya.
Kegiatan ini diisi dengan berbagai aktivitas, seperti mewarnai, menyanyi bersama, dan pembagian susu dan biskuit bergizi kepada anak-anak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah edukasi bagi anak-anak dan menunjukkan bahwa isu kesehatan dapat ditangani dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.