WAKIL Rektor Bidang Akademik mengawali pelaksanaan tryout Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UIN Malang Jalur Mandiri (26/8)
GEMA-Sehari sebelum pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UIN Malang Jalur Mandiri, panitia mengumpulkan sebagian besar operator dan penguji pada tryout, Rabu (26/8). Tryout juga diikuti oleh calon peserta ujian melalui kuota terbatas Zoom. Selebihnya, mereka dapat menyaksikan tayangan langsung melalui kanal YouTube resmi UIN Malang. Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. menaruh harapan agar tidak ada kendala serius selama pelaksanaan ujian yang dimulai pada (27/8) tersebut. “Kami adakan tryout ini agar semua paham alur dan teknisnya agar semua kendala bisa diatasi sebelumnya dan tidak akan ada eror lagi,” tuturnya. Ia pun menuturkan bahwa peminat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di setiap jalur ujian semakin meningkat tahun ini. Lebih detil ia menyampaikan bahwa peminat di jalur SPAN-PTKIN ialah 25.500 orang, SNMPTN 4.600 orang, SBMPTN 5.600 orang, dan UM-PTKIN sebanyak 12.525 orang. Sementara itu peminat Jalur Mandiri menembus lebih dari 3.300 peserta. Di hadapan seluruh calon peserta ujian, Prof. Zainuddin pun berpesan agar mulai memantapkan kesiapan untuk ujian daring esok. “Persiapannya bukan fisik saja namun juga mental,” imbuhnya. Ia juga mengingatkan pentingnya sikap jujur selama menjawab segala pertanyaan dari penguji. “Tentu kita mau hasilnya memuaskan karena sikap jujur kita,” papar Guru Besar Bidang Sosiologi Agama itu. (nd)
TATA cara pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri UIN Maulana Malik Ibrahim Malang disampaikan oleh Ketua BAK, Imam Ahmad.
GEMA-Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah usai menyeleksi penguji dan operator. Total 236 personel yang dipilih untuk menyukseskan pelaksanaan ujian tahap akhir bagi calon mahasiswa baru ini. Mereka terdiri dari 120 penguji dan 116 operator. Agar tidak ada kendala, seluruh operator diberi pelatihan di Aula Gedung C lt. 3, Senin (24/8). Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. menuturkan bahwa tata cara ujian yang disiapkan oleh panitia merupakan terobosan baru yang hanya digunakan di UIN Malang. Pasalnya, sebagian besar kampus lainnya hanya menggunakan seleksi administrasi seperti nilai rapor. “Tapi kita kan selalu ingin input yang berbeda, maka ada seleksi baca tulis al Quran,” papar Guru Besar Sosiologi Agama itu. Ketua BAK UIN Malang Imam Ahmad menjabarkan bahwa setiap operator bertanggung jawab untuk 20 peserta. Tak hanya mengatur keluar-masuk peserta melalui ruang ujian virtual, operator juga wajib memvalidasi data. “Operator berhak menggugurkan peserta yang datanya tidak sesuai, jadi mereka tidak lolos ke tahap ujian bersama penguji,” jelasnya. Sebagai ganti Lembar Jawaban Ujian, operator wajib merekam jalannya ujian melalui laptop masing-masing. Hal ini, tutur Imam Ahmad, akan menjadi bukti panitia jika ada orang tua calon maba yang protes karena anaknya tidak lolos di saat hari pengumuman. “Selain itu, ada juga keharusan mengisi berita acara secara manual seperti pada ujian biasanya,” imbuhnya. Menurut data panitia, per 24 Agustus 2020 pukul 09.00 WIB, sudah ada 3.119 calon maba yang melakukan registrasi untuk ujian Jalur Mandiri. Dengan begini, ujian akan dilakukan selama dua hari. “Namun jika sampai hari terakhir pendaftaran peserta menembus 5.000, maka ujian akan dilaksanakan hingga Sabtu (29/8),” papar Imam. (nd)
GEMA-Ketua Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag. dalam rapat senat terbatas mengajak seluruh pimpinan dan sivitas akademika untuk bersama-sama mengawal lima isu penting terkait pengembangan kampus ber logo ulul labab ini, Rabu (19/8). Kelima isu tersebut ialah persoalan kelembagaan, penguatan mutu SDM, revitalisasi layanan, penguatan dokumentasi akademik dan kelembagaan, serta persoalan infrastruktur. Menurutnya, isu-isu penting ini harus menjadi fokus untuk menyiapkan diri saat proses visitasi dari ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA) yang dijadwalkan pada 19-23 Oktober mendatang. “Kita butuh persiapan yang matang untuk menjalani visitasi dari tim AUN-QA tersebut,” tegasnya. Secara kelembagaan, AUN-QA akan melakukan visitasi pada Prodi Manajemen, Prodi Biologi, Prodi Al Ahwal Al Syakhsiah, dan Prodi Bahasa dan Sastra Arab. Untuk menunjang keberhasilan visitasi tersebut, tentu dibutuhkan dukungan dan kerja keras dari para pimpinan dan sivitas akademika. Apa lagi, saat ini kampus masih menghadapi pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease). Maka, revitalisasi perlu diadakan di semua layanan baik yang bersifat akademik maupun non akademik. “Semua layanan harus disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid saat ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dari WHO,” terangnya. (aj/nd)
GEMA-Menjadi surga bagi pengusaha kecil, Indonesia tetap mengalami periode down saat banyak UMKM harus gulung tikar saat pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease) melanda. Hal ini menjadi perhatian Prof. Dr. Salim Al Idrus, MM., M.Ag., Guru Besar Bidang Ilmu Pengantar Bisnis, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ia mengamati bahwa pebisnis berskala besar makin berkembang meski pandemi melanda karena adanya inovasi. Hal inilah yang menurutnya perlu dipelajari oleh pebisnis di skala kecil dan menengah agar tetap menghidupkan roda perekonomian, Rabu (19/8). Salah satu hal penting yang harusnya perlu dimanfaatkan oleh pelaku UMKM ialah perkembangan teknologi. Pasalnya, teknologi menjadi andalan pebisnis besar untuk mengenalkan produknya selain juga mengandalkan promosi konvensional. “Dan teknologi inilah yang menjadi hambatan bagi UMKM untuk makin berkembang,” tutur Prof. Salim. Memanfaatkan teknologi bukan hanya demi mengikuti tren kekinian, namun juga menjangkau pasar lebih luas lagi. Jika ingin mengembangkan skala bisnisnya, pelaku UMKM seharusnya menargetkan pasar yang lebih jauh dari lokasinya saat ini. “Caranya tentu dengan mengimplementasikan produk-produk teknologi canggih yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas market,” papar Bapak asal Provinsi Nusa Tenggara Barat ini.
Ia juga menegaskan bahwa UMKM perlu merevitalisasi diri yang tentunya tidak akan berjalan mulus. “Karena ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan UMKM,” ia pun melanjutkan bahwa peningkatan kualitas internal menjadi faktor penting. Dengan memiliki personel yang berkualitas dan berkapabilitas tinggi, suatu UMKM akan makin berkembang. (nd)
GEMA-Sesuai dengan instruksi presiden Republik Indonesia tentang Gerakan Nasional Kewirausahaan, model pendidikan pun mulai disesuaikan. Wajar jika presiden mendorong Jiwa pebisnis sejak dini, pasalnya, bisnis-bisnis rintisan pemuda Indonesia tergolong kreatif dan tak jarang dilirik negeri tetangga. Hal inilah yang membuat Prof. Dr. Wahidmurni, M.Pd. meneliti lembaga pendidikan yang sukses mencetak banyak pebisnis muda di Indonesia. Hasil risetnya ia sampaikan pada orasi ilmiahnya saat dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Rabu (19/8). Dalam risetnya, ia mengungkapkan bahwa beberapa lembaga pendidikan termasyhur memupuk jiwa pebisnis mahasiswa sejak awal perkuliahan. Mata kuliah tentang kewirausahaan tidak hanya diprogram bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi, namun untuk semua jurusan. "Praktik berbisnis pun juga dilakukan mahasiswa setelah menempuh beberapa SKS teori di kelas," imbuh peraih gelar Doktor dari Universitas Negeri Malang ini.
Hal tersebut sejalan dengan instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mewajibkan mahasiswa menempuh mata kuliah kewirausahaan. Bahkan, dengan program baru merdeka belajar yang baru-baru ini dicanangkan, mata kuliah tersebut diprogram ulang agar dapat langsung dipraktikkan di tengah masyarakat. Untuk itu, lanjut Prof. Wahidmurni, peran seluruh pejabat berwenang di suatu perguruan tinggi sangat krusial. Perlu proses yang tidak singkat untuk memantapkan penerapan mata kuliah kewirausahaan di universitas. Tak hanya selesai di proses penyusunan silabus, kampus juga perlu menjalin kemitraan dengan kampus lain yang sukses mendidik pebisnis dan juga perusahaan yang bisa dijadikan tempat praktik kerja calon pebisnis muda. (nd)
GEMA-Hari terakhir Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pedagogik masih diikuti 53 dosen muda di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (14/8). Seperti jadwal yang ditetapkan panitia, seluruh peserta diwajibkan melakukan praktik mengajar. Ketua Panitia Dr. Muh. Yunus, M.Si. menjelaskan bahwa sesi terakhir dari pelatihan diisi peer-teaching. “Masing-masing kami beri durasi 20 menit untuk menyampaikan materi yang sudah dipersiapkan,” imbuhnya. Untuk mengefisiensikan waktu, maka para peserta dibagi ke dalam lima kelas dan diawasi oleh dua pengawas profesional yang diutus panitia. Seluruh kegiatan praktik mengajar dihelat di Gedung Perkuliahan A. Melalui sesi ini, panitia akan menilai dan mengevaluasi apa yang perlu ditingkatkan oleh para dosen dalam hal kapabilitas mengajarnya. “Kita akan tahu siapa saja yang sudah baik dalam penyampaian materi saat di depan mahasiswa,” ujar Yunus. Penilaian kelulusan dari pelatihan ini tak hanya dari kualitas mengajar para dosen. Panitia juga akan menilai kedisiplinan setiap peserta dalam mengikuti seluruh sesi pelatihan dan penugasan. Sementara itu, Hilda Halida, peserta dari Fakultas Psikologi merasa bahwa pelatihan ini bisa membuat seluruh dosen muda memahami visi-misi kampus lebih mendalam. Dengan begitu, mereka dapat menyesuaikan materi ajar sesuai konsep keilmuan yang dibangun UIN Malang. “Kami tahu bagaimana harus mengintegrasikan materi umum dengan ilmu agama dan mengelaborasinya sehingga tidak keluar dari target kampus,” paparnya. (aj/nd)
GEMA-Menyesuaikan situasi pandemi Covid-19, Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghelat seleksi daring bagi calon mahasiswa baru (maba) semester ganjil tahun akademik 2020/2021. Seleksi yang diikuti calon mahasiswa program magister dan doktor itu dilakukan melalui laman cbt.uin-malang.ac.id mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Materi tes tulis meliputi Tes Potensi Akademik, Kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Sementara itu, sesi wawancara atau presentasi proposal penelitian bagi calon mahasiswa S3 juga dilaksanakan dalam hari yang sama melalui teleconference, Rabu (12/8). Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Umi Sumbulah. M.Ag. menyatakan proses seleksi berjalan lancar sesuai rencana. Tidak menutup kemungkinan, seleksi daring akan tetap dipertahankan oleh Pascasarjana UIN Malang melihat pelaksanaannya yang efektif dan efisien. “Tes CBT bisa jadi alternatif kami untuk menyeleksi calon-calon maba Program Pascasarjana di masa mendatang,” imbuh Prof. Umi. Wakil Direktur Pascasarjana Drs. Basri Zain, Ph.D. membagi data maba periode ini. Sebanyak 473 calon maba mengikut Computer-Based Test (CBT) di semester ganjil ini. Mereka terdiri dari 45 calon mahasiswa Program Doktor dan 428 calon mahasiswa Program Magister. Ketua Panitia Seleksi Maba Pascasarjana Dr. Triyo Supriyatno menambahkan, calon maba tak hanya berasal dari Indonesia. “Ada juga pendaftar dari Malaysia dan Arab Saudi,” jelasnya. Ia juga menjelaskan, bahwa presentasi proposal bagi maba Program Doktor dilakukan melalui aplikasi Zoom dan WhatsApp Video Call. Mereka diuji langsung oleh direktur, serta kaprodi dan sekprodi masing-masing. Pihak Pascasarjana secara khusus dan intensif bekerjasama dengan Pusat Teknik Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Malang untuk menyukseskan seleksi daring ini. Pihak PTIPD menyediakan laman khusus CBT yang dapat diakses calon maba dimanapun pada waktu bersamaan. Sehingga, gangguan apapun dapat diminimalisir. Triyo melanjutkan, hasil seleksi maba Pascasarjana akan diumumkan pada 18 Agustus 2020. Rencananya, proses registrasi juga akan dilangsungkan secara daring mulai hari pengumuman hasil hingga 28 Agustus 2020. (nd)
GEMA-Sebagai Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. tentu bangga saat melantik profesor-profesor baru di kampus, Rabu (12/8). Program kerjanya untuk menggeliatkan calon guru besar membuahkan hasil. Hingga Agustus 2020 saja, tujuh guru besar sudah mendapatkan Surat Keputusan resmi. Beberapa calon guru besar masih menanti sidang bersama DIKTIS untuk lulus kualifikasi sebagai profesor. Pada acara pengukuhan guru besar Prof. Dr. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag. dan Prof. Dr. drh. Bayyinatul Muchtaromah, M.Si., rektor mengungkapkan rasa bahagianya. Ia pun berpesan agar para guru besar terus melanjutkan penelitiannya. “Apalagi setelah tadi mendengar orasi ilmiah, saya rasa hasil risetnya sangat kontekstual dengan kondisi kita sekarang,” tuturnya. Ia ingin para profesor di UIN Malang mendapat pengakuan oleh masyarakat luas. “Dengan begitu, bukan nama profesor saja yang terangkat, nama kampus kita pun akan makin baik,” ujar Prof. Haris. (nd)
GEMA-Prof. Dr. drh. Bayyinatul Muchtaromah, M.Si. menjabarkan pemaparannya tentang usaha para pakar dalam menstandarisasi obat herbal di dunia medis. Hal itu disampaikan saat pengukuhannya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Biologi di Aula Gedung Rektorat lt. 5 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (12/8). Meski terbukti aman sebagai pengobatan beragam penyakit, obat herbal masih digolongkan sebagai jamu dan OHT (Obat Herbal Terstandar). “Khasiatnya belum diuji secara klinis untuk memasuki dunia medis modern,” jelasnya. Prof. Bayyin melanjutkan, obat herbal memang aman namun ia belum terbukti mengobati penyakit secara optimal. Pasalnya, obat herbal belum terstandar sempurna agar dapat diserap tubuh. Untuk itu, pakar obat herbal bekerja sangat keras. Misalnya saja dalam memformulasi tingkat kelarutan, stabilitas, bioavailabilitas dan sistem tertarget agar penggunaannya lebih efektif. Sebagai akademisi yang menggeluti Nanoteknologi terutama di Bidang Kesehatan, Prof. Bayyin memandang obat herbal akan dapat terstandar jika direkayasa dengan penerapan nanoteknologi. Penggunaan metode ini telah dikembangkan beberapa tahun terakhir terutama di kalangan pengembang obat herbal. Nanoteknologi mampu menghasilkan sediaan partikel dalam skala atom dan molekuler. Ukuran partikel yang kecil menjadikan ekstrak mudah terserap dalam plasma darah dan lebih efektif mencapai sel target. “Karena ukurannya yang kecil dengan kapasitas muatan besar, nanopartikel dapat diberikan meski dalam dosis yang tinggi,” jelas mantan dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang ini. Ia pun menyinggung peluang obat herbal atau yang lebih sering disebut jamu ini bagi mereka yang berkecimpung di Industri Jamu dan UMKM. Dengan begitu banyaknya tumbuhan obat yang bisa dimanfaatkan, akan banyak industri yang bisa bermunculan hanya dengan memproduksi jamu. Prof. Bayyin juga berharap penggerak industri jamu dapat memanfaatkan sentuhan teknologi nano agar jalannya menuju obat terstandar di dunia medis semakin mulus. (nd)