GEMA-Para wakil rektor menerima banyak pertanyaan dari orang tua mahasiswa baru (maba) saat acara Temu Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021 melalui Zoom dan live stream YouTube, Jumat (11/9). Sebagian besar pertanyaan ialah mengenai kebijakan tinggal di Pusat Ma’had al Jami’ah (PMJ). Pasalnya, UIN Malang lah yang menjadi salah satu pionir tradisi ini di kalangan perguruan tinggi. Seperti yang dituturkan Ibu Enis, wali maba Jurusan Tadris Matematika. Ia sangat senang saat anaknya diterima di UIN Malang. Namun sangat disayangkan karena situasi pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease), maba tidak dapat sepenuhnya tinggal di ma’had. “Apa tidak bisa Pak kalau anak saya tetap di ma’had untuk tahun selanjutnya? Saya akan merasa tenang kalau anak saya bisa tinggal dan dididik di ma’had,” ujar wali maba asal Mojokerto tersebut Senada dengan itu, Ibu Nur Khotimah dari Bangkalan pun mendukung pernyataan Ibu Enis. Salah satu yang ia khawatirkan ialah kualitas hafalan al Quran putranya yang sudah mencapai 30 juz. “Saya ingin anak saya tetap di ma’had UIN Malang agar ada yang memantau muroja’ah (mempelajari kembali, Red.) hafalan al Qurannya,” harap wali maba Jurusan Psikologi itu. Menanggapi ini, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. memperjelas bahwa ada alasan mendasar kenapa UIN Malang tidak bisa menerima lebih dari 4.000 mahasiswa setiap tahunnya. Alasan paling utama ialah ketersediaan fasilitas di ma’had. “Dari lima jalur penerimaan maba yang kami buka, 99.000 menyatakan minatnya di UIN Malang. Sedangkan, kami hingga saat ini hanya bisa menampung maksimal 4.000 maba,” paparnya. Karenanya, ia memohon doa dari seluruh orang tua atau wali mahasiswa agar rencana UIN Malang untuk menambah asrama di area Kampus Tiga segera terwujud. Dengan area yang lebih luas, tentu kapasitas PMJ bisa lebih banyak menampung mahasiswa. “Ke depannya, tidak menutup kemungkinan kami bisa menampung mahasiswa di ma’had selama 2 tahun atau bahkan lebih,” tutur Guru Besar Bidang Sosiologi Agama tersebut. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah, M.Ag. menambahkan, UIN Malang sudah memiliki daftar pesantren sekitar kampus. Baik itu yang hanya memiliki kegiatan mendasar ala pesantren, maupun yang concern pada penambahan hafalan al Quran. “Mahasiswa nantinya akan kami arahkan ke pesantren-pesantren mahasiswa ini,” ujar Gus Is, sapaan akrabnya. Namun, tentu semua itu tergantung pada minat mahasiswa. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si. menanggapi pertanyaan terkait mahasiswa hafiz/ah. UIN Malang juga sangat memperhatikan mahasiswa/i yang ingin menjadi penghafal al Quran. Maka didirikanlah lembaga Haiah Tahfiz al Quran yang khusus mewadahi mahasiswa yang ingin menambah ataupun menjaga hafalan al Qurannya. “Bapak/Ibu tidak perlu khawatir, semua sudah kami fasilitasi. Di kampus kami sudah ada sekitar 2.000 mahasiswa hafiz/ah,” lugas Ilfi. (nd)
REKTOR UIN Malang saat mengenalkan budaya dan tradisi kampus ke wali mahasiswa baru angkatan 2020
GEMA-Dalam pelaksanaan Temu Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru 2020/2021 secara daring, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. meyakinkan bahwa mahasiswa baru (maba) akan tetap bisa merasakan bedanya pembelajaran di kampus ini dibanding kampus lain, Jumat (11/9). Pasalnya, banyak orang tua yang khawatir karena mereka hanya belajar dari rumah melalui gawai masing-masing. Prof. Haris menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease), memang pembelajaran tidak akan seperti masa normal karena 100% dilakukan secara daring. Apalagi, mereka juga tidak mengalami pembelajaran di Pusat Ma’had al Jami’ah yang biasanya dirasakan oleh maba UIN Malang. Tidak ada kegiatan harian seperti sholat fardhu berjama’ah di masjid ataupun pembelajaran bahasa asing pasca Sholat Shubuh di area terbuka kampus. “Namun, ta’lim (pembelajaran al Quran dan kitab klasik, Red.) tetap berjalan seperti biasanya,” tegas rektor. Ini dilakukan karena UIN Malang memiliki budaya dan sistem yang dipadukan, yakni perguruan tinggi dan pesantren. Mahasiswa bahkan diberikan fasilitas yang memadai jika berniat menjadi penghafal al Quran (hafiz/ah). Akan ada banyak dosen dan pembina mahasiswa yang akan meluangkan waktu untuk membimbing mahasiswa dengan bekal pengetahuan umum juga agama. Agar berjalan sukses, maka rektor meminta para orang tua atau wali maba agar turut berpartisipasi untuk menyukseskan proses pembelajaran. Terutama di masa pandemi karena mahasiswa akan belajar dari rumah. Ia tidak ingin ada satu pun mahasiswa yang gagal di tengah prosesnya. “Pendampingan saya rasa sangat penting karena kegagalan mahasiswa juga merupakan kegagalan kampus dan orang tua,” tutur Prof. Haris. (nd)
GEMA-Seluruh pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilantik oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah, Selasa (8/9). Pelantikan yang bertempat di Aula Gedung Rektorat lt. 5 ini juga dihadiri rektor dan para wakilnya, serta beberapa pejabat kampus. Acara juga disiarkan secara daring melalui aplikasi Zoom dan akun YouTube resmi UIN Malang. Pasca pelantikan, Rektor Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. mengatakan bahwa masa aktif pengurus perwakilan mahasiswa ini hanya sekitar empat bulan. Pasalnya, pada Januari 2021, kepengurusan akan diperbaharui lagi melalui pemilihan umum. Rektor juga berpesan agar DEMA memanfaatkan waktu singkat ini untuk melaksanakan program kerja yang menganut asas kebermanfaatan bagi seluruh mahasiswa di kampus berlogo Ulul Albab ini. Program kerja yang disusun, masih kata Prof. Haris, harus menyesuaikan situasi pandemi yang sedang terjadi di Indonesia. “Karena itu, buat kegiatan yang efektif dan efisien sesuai dengan anggaran yang ada,” jelasnya. Tak hanya itu, ia pun menekankan agar seluruh program yang direncanakan terealisasi dengan maksimal dan nyata. “Jangan cuma sekadar meneriakkan slogan dengan keras tapi tidak ada hasil,” tegasnya. (nd)
PROF. Dr. Abd. Haris, M.Ag., Rektor UIN Malang, saat memberikan wejangan pasca pelaksanaan Istighosah dan Khotmil Quran daring.
GEMA-Setiap Jumat, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. selalu mengajak sivitas akademik untuk mengikuti Istighosah maupun Khotmil Quran. Namun, di masa lockdown sesuai Surat Edaran yang dikeluarkan rektor pada (31/8), maka kegiatan rutin mingguan itupun dilaksanakan secara daring, Jumat (4/9). Pasca pembacaan Quran dan sholawat, ia pun menyampaikan beberapa hal di antaranya mengenai pengabdian UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kepada Sang Pencipta, Allah swt. Di jalur pendidikan, tugas utama kampus ialah membekali mahasiswa dengan ilmu sesuai bidang yang dipilih. Ilmu yang diberikan pastinya ditujukan untuk pengembangan generasi Muslim di masa depan. Agar nantinya, pemuda Muslim dapat berkontribusi nyata dimanapun. “Karena itu, UIN Malang ingin membuka beberapa program studi baru untuk mendalami sains milik Allah yang sudah tertulis dalam al Quran,” papar Prof. Haris. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban Muslim untuk membuktikan bahwa ilmu apapun bersumber dari Kitab Allah swt. Ini sekaligus menunjukkan bahwa Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam. Selain belajar, Muslim pun berkewajiban berdoa untuk meminta petunjuk dari Allah. “Tujuan kita meminta petunjuk ialah agar kita mantap karena hati manusia sering terbolak-balik,” jelasnya. Selain itu, meminta petunjuk Allah tentu dimaksudkan agar manusia selalu selamat di kehidupan dunia dan akhirat. Kegiatan Istighosah maupun Khotmil Quran ini pertama kalinya dilakukan secara daring. Rektor menginisiasi hal ini agar aturan physical distancing yang dicanangkan pemerintah tetap berjalan. Prof. Haris cukup terkejut pasalnya jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini lebih banyak dari biasanya. “Kalau begitu selanjutnya kita adakan dengan cara seperti ini saja ya selain offline,” ujarnya. (nd)
GEMA-Menghindari banyaknya mahasiswa yang telat lulus atau bahkan berakhir drop out, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. pun menyampaikan beberapa hal. Dalam Orientasi Program Studi Pascasarjana yang dilaksanakan secara daring, ia meminta mahasiswa baru (maba) untuk mulai menata niat dan merencanakan segalanya sejak awal studi, Rabu (2/9). Ia melihat bahwa banyak mahasiswa yang sering terhambat di tahap akhir perkuliahan. Yakni tahap penyusunan tugas akhir seperti tesis bagi mahasiswa magister dan disertasi bagi program doktor. Banyaknya proses yang harus dilakukan membuat banyak mahasiswa Pascasarjana kehilangan semangat dan lupa akan niat studinya. Prof. Haris menegaskan agar tidak ada mahasiswa yang gagal studinya di tahapan manapun. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia meminta kepada seluruh maba Pascasarjana UIN Malang semester ganjil untuk mempersiapkan pra syarat kelulusan sejak dini. Hal ini bisa dilakukan dengan mulai mencari bidang dan tema yang ingin diteliti untuk tesis dan disertasinya. Dengan persiapan lebih awal, maka mahasiswa tidak akan kelelahan di akhir karena tanggungan yang menumpuk. “Tidak boleh ada yang gagal studi, itu dosa besar tak hanya bagi dosen tapi juga bagi mahasiswanya,” lugas rektor kelahiran Lamongan itu.
Ia pun berpesan kepada jajaran dosen di Pascasarjana untuk meluangkan waktu bagi mahasiswa. Terutama yang berkaitan dengan penyusunan tugas akhir. Dosen bertugas mengarahkan mahasiswa untuk merencanakan dan melakukan riset dengan tepat. “Saya yakin, semua kendala akan teratasi kalau semuanya sama-sama bergerak,” ujar Prof. Haris. Selain dilakukan secara daring, orientasi tersebut juga dihadiri beberapa perwakilan maba Pascasarjana di Kampus 2 UIN Malang. Jajaran dosen juga menghadiri orientasi tersebut, termasuk para kepala prodi. Direktur Pascasarjana UIN Malang Prof. Dr. Umi Sumbulah dan rektor secara simbolis memakaikan jas almamater kampus kepada dua perwakilan maba. (nd)
GEMA-Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag., Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memberi wejangan kepada para dosen yang mengikuti Webinar Cara Mudah Menulis Artikel di Jurnal Nasional dan Bereputasi Internasional, Senin (31/8). Acara daring ini dihelat oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M). Menurut rektor, hal pertama yang harus dilakukan ialah memahami teori tata cara penulisan artikel yang sesuai dengan bidangnya. “Setelah memahami, wajib bagi dosen untuk mempraktikkan langsung dengan mulai menulis karya ilmiah,” tegasnya. Ia menambahkan, satu hal lagi yang harus dimiliki penulis/dosen yakni sikap sabar. Proses panjang dalam menulis artikel seringkali membuat si penulis hilang kesabaran dan akhirnya menyerah di tengah prosesnya. Belum lagi jika harus menanti kabar dari jurnal yang dituju. “Para dosen sering merasa down atau kecewa dan akhirnya putus asa ketika artikelnya ditolak di jurnal terakreditasi Scopus atau sejenisnya,” ujar Prof. Haris. Untuk itulah ia mendukung LP2M dalam menghelat webinar bertema penulisan karya ilmiah. Ia berharap, akan banyak hal yang dapat dipelajari para dosen di webinar kali ini. Pasalnya, menulis karya ilmiah adalah hal yang wajib bagi mereka untuk menunjang karir akademik dan meningkatkan kualitas diri. Di webinar ini, pihak LP2M menghadirkan Prof. Dr. Irwan Abdullah dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. (ptt/nd)
PRA-ACARA yang ditampilkan dalam webinar East Java Exploration (EJx) 2020 dibawakan oleh mahasiswa UIN Malang
GEMA-Sebagai salah satu universitas yang menyelenggarakan East Java Exploration (EJx) 2020, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pun mendapat giliran sebagai tuan rumah. Namun, karena masa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease), maka seluruh sesi di EJx 2020 dilaksanakan secara daring. Tahun ini, UIN Malang menghelat webinar bertema Muslim Women’s Empowerment in Indonesia, Jumat (28/8). Dalam pemaparannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Kelembagaan UIN Malang, Dr. Uril Bahrudin, M.Ag. menyatakan bahwa tidak ada gender bias ketika sudah dikaitkan dengan skill. Jika memang perempuan memiliki skill yang lebih baik, maka mereka pun bisa menduduki posisi penting di suatu lembaga. “Meski perempuan, dengan kompetensi yang tinggi maka jabatan apapun bisa dipegang,” tuturnya. Sebagai bukti, lanjutnya, di UIN Malang banyak posisi-posisi strategis yang dijabat oleh kaum perempuan. Baik itu wakil rektor, dekan, kepala jurusan, maupun kepala lembaga/pusat studi. Melalui webinar ini, ia ingin agar UIN Malang mengenalkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang ramah dan peduli terhadap kaum perempuan. Tak hanya itu, ia ingin agar webinar tersebut menjadi media untuk mengenalkan UIN Malang sebagai kampus yang memiliki tenaga dan fasilitator edukasi yang mahir dan mumpuni di berbagai bidang. “Karena kami memiliki banyak mahasiswa asing, tentunya kami ingin berkontribusi positif terhadap perkembangan Islam dan memberikan manfaat ke seluruh umat," harapnya.
Dalam webinar tersebut, narasumber yang dihadirkan ialah dua dosen perempuan dari UIN Malang, yaitu Dr. Istiadah (Ketua Pusat Studi Gender dan Anak) dan Ulfah Muhayani (Kandidat Ph.D. di The University of Queensland, Australia). Sebelum webinar dimulai, peserta dapat menyaksikan penampilan Grup Sendratari Srikandi dari Fakultas Humaniora UIN Malang. Mereka menampilkan Tari Saman dari Aceh. Selain itu, ada juga tampilan syair dan nyanyian, diiringi lima penari. Agenda bertaraf internasional yang kali pertama dilaksanakan secara daring ini diikuti 60 peserta dari 20 negara. Di antaranya ialah Australia, Libya, Mesir, Irak, Sudan, Yaman, Jerman, dan Amerika. EJx merupakan program sepuluh universitas di Jawa Timur yang merupakan anggota Western Australia-East Java Universities Consortium (WAEJUC). Kesepuluh kampus tersebut yaitu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Jember, ITS Surabaya, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Airlangga Surabaya, dan UPN Veteran Surabaya. (ptt/nd)
REKTOR didampingi wakil rektor bidang kemahasiswaan melantik pengurus OMIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara daring
GEMA-Pasca Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dilakukan secara daring, saatnya mereka yang terpilih untuk dilantik. Komisi Pemilihan Umum Pemilwa langsung mengagendakan pelantikan ketua dan pengurus Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK) dari tingkat UKM, DEMA, dan SEMA Periode 2020-2021 sekitar seminggu setelah usai pemilihan, Jumat (28/8). Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. mengapresiasi proses demokrasi yang tetap berjalan meski masih di masa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease). Tentu proses yang tidak biasa ini memberi pengalaman baru bagi mahasiswa dan juga pengurus terpilih. Selain diminta untuk menjalankan amanah seluruh mahasiswa UIN Malang, rektor juga berharap agar para pengurus lebih kreatif lagi. “Saya harap anda mampu berinisiasi dan berinovasi meski sementara kegiatan berjalan secara daring,” pesannya. Ia menegaskan kepada para pengurus mahasiswa agar menaati peraturan yang berlaku saat menjalankan tugas pokok dan fungsunya. Dengan begitu, akan ada sinergi antar sesama sivitas akademik untuk mewujudkan visi-misi kampus. “Kalau semua berjalan beriringan, saya yakin kampus kita akan lebih berkembang dan maju,” paparnya. Pelantikan yang berlangsung secara daring dan luring tersebut juga dihadiri wakil rektor Bidang Kemahasiswaan, para Kabiro, para dekan beserta wakilnya, Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, serta Kasubbag Kemahasiswaan. (ptt/nd)
MUSYRIF/AH Pusat Ma'had al Jami'ah UIN Malang menerima pembekalan sebelum melaksanakan tugas untuk membimbing pembelajaran bagi mahasantri baru
GEMA-Pusat Ma’had al Jami’ah (PMJ) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghelat Pengembangan Sumber Daya Musyrif/ah (PSDM) 2020/2021 di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Jumat (28/8). Mengingat sistem pembelajaran tahun ini yang berubah drastis, Direktur PMJ, Dr. Ahmad Muzakki menekankan pentingnya memahami teknis bagi pengurus ma’had. Maka, pihak panitia pun memberi tema “Mewujudkan Musyrif/ah, Santri Tahfidz dan Ta’mir yang Integratif, Inovatif dan Profesional di Tengah Pandemi Covid-19” untuk PSDM 2020. Meski akan ada beberapa kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring di ma’had, Muzakki ingin agar musyrif/ah tetap menyelenggarakannya dengan tata cara yang memudahkan. “Pembelajaran juga harus menyenangkan serta humanis,” imbuhnya. Faroidus Syauqy Ahmad, Murabbi PMJ, menyatakan nantinya mahasantri angkatan 2020 akan mengikuti kegiatan ma’had secara daring melalui aplikasi Zoom dan YouTube. Mereka juga akan mengakses video berisi materi tertentu. Untuk memudahkan musyrif/ah dalam membimbing mahasantri baru, PMJ memberikan Buku Pedoman Ta’lim Daring 2020 yang disusun murabbi/ah. PSDM juga dilaksanakan daring dan luring. Ketika kegiatan luring, musyrif/ah wajib menyetorkan hasil rapid test. Sebelum memasuki ruangan, panitia melakukan cek suhu badan, mewajibkan pemakaian masker dan menggunakan hand sanitizer. (syf/nd)