GEMA-Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Malang Dr. Isroqunnajah mengundang staf administrasi PTKIN selama dua hari di Malang (23-24/5). Undangan Koordinasi Persiapan Teknis tersebut ditempatkan di Hotel GETS untuk merembukkan hal-hal menjelang Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (PIONIR) Juli mendatang. Kasubdit Sarpras Kementerian Agama Drs. Safriansyah, MBA. mengawali pengarahan yang dimulai sore hari tersebut. Menurutnya hal mendasar namun tingkat urgensinya tinggi ialah teknis penjurian serta kepesertaan. Penjurian adalah persoalan terbesar yang selalu menjadi sorotan. “Tidak cuma di PIONIR, namun di semua event kompetisi pasti hal ini jadi sorotan utama,” ujarnya. Untuk itu, panitia PIONIR mengatasinya dengan tidak sembarang memilih juri. “Kita menggunakan juri yang berlisensi untuk meminimalisir bias,” jelasnya. Selain itu, Safriansyah menyoroti teknis terkait kepesertaan. Ada dua hal yang menurutnya harus dimatangkan yakni kualitas dan keabsahan peserta. Jangan sampai peserta yang dikirimkan dipilih asal-asalan. “Peserta lomba dan atlet-atlet yang dikirimkan harus melalui seleksi ketat setidaknya selama sebulan,” paparnya. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa di PIONIR 2019 ini ada dua teknis registrasi peserta. Pertama ialah pendaftaran by number. Dalam tahap ini, panitia akan mengetahui animo di setiap cabang lomba. Jika terlalu sedikit, tentu lomba harus dibatalkan. “Minimal ada empat peserta yang bertanding di setiap cabang lomba,” tekannya. Kedua ialah pendaftaran by name. Tahap ini dilakukan ketika suatu cabang lomba telah disetujui untuk dilakukan. Dalam tahap ini, setiap kampus harus mendaftarkan peserta dengan mengisi data yang diminta panitia. Staf yang bertanggung jawab di setiap kampus harus menaruh perhatian ekstra di sini. “Jangan sampai ada kesalahan identitas,” lugasnya. (nd)
GEMA-Mengawali Ujian Akhir Semester (UAS), Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) menyelenggarakan panggung bebas. Kegiatan bernuansa seni dihelat sebagai bentuk UAS untuk mata kuliah Pembelajaran Seni Musik dan Seni Suara, Kamis (16/5). Penggung mahasiswa PIAUD semester empat ini digelar di Home Theatre Fakultas Humaniora Lt. 3. Dosen pengampu Joko Prihatin menyatakan bahwa mahasiswa butuh wadah seperti kegiatan ini. Selain menambah pengalaman, mahasiswa secara tidak langsung membantu akreditasi jurusannya. “Jurusan PIAUD memang akan mengalami proses reakreditasi sebentar lagi,” imbuhnya. Berbagai pertunjukan disuguhkan di atas panggung seni ini. Seperti musik angklung, pianika, jargon pembelajaran. Mahasiswa juga menampilkan musik kreatif yang berasal dari alat non musikal seperti kertas, batu, peralatan dapur, dan bambu. Masih ada lagi, ada pula mahasiswa yang menunjukkan hasil karya lagu ciptaannya. Anto salah satu juri menyoroti hal ini. “Ini karya yang murni karena mahasiswa sendiri yang menggarap lirik hingga aransemen lagunya,” tuturnya. Menciptakan lagu untuk anak usia dini, kata Anto, tidak mudah. Maka ia memberi apresiasi lebih bagi mahasiswa yang mau bersusah-payah melakukannya. “Ada sembilan lagu yang sudah ditulis. Saya sebagai musisi merasa kalah,” ujarnya. Panggung seni ialah tahap kedua UAS. Tahap pertama dilalui dengan ujian praktik individu. Tak hanya mahasiswa Jurusan PIAUD, ada mahasiswa jurusan lain yang berpartisipasi karena juga memrogram mata kuliah yang sama. Selain itu, ada pula beberapa mahasiswa angkatan atas yang turut serta karena harus menempuh kembali mata kuliah tersebut. (aqa/nd)
GEMA-Unit Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UIN Malang bersama Balai Bahasa Jawa Timur mengadakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Acara berslogan Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing ini diselenggarakan di Aula Lt.5 Gedung Rektorat UIN Malang, Jumat (17/5). 165 peserta didominasi mahasiswa semester dua Jurusan Pendidikan IPS. Pembina BIPA Siti Annijat Maimunah, M.Pd. mengatakan UKBI diadakan agar mahasiswa lebih memahami Bahasa Indonesia sebagai bahasanya sendiri. Selain itu, dalam ranah akademik, UKBI bisa membantu mahasiswa dalam menguasai kaidah Bahasa Indonesia. “Khususnya nanti diterapkan ketika mahasiswa mengerjakan karya tulis ilmiah, seperti skripsi, esai, dan lainnya,” jelasnya. Masih menurut Bu Anni, sapaan akrabnya bahwa mengikuti UKBI juga punya manfaat lain. Yaitu membantu para alumni ketika mencari pekerjaan. Pasalnya, mahasiswa yang telah ikut UKBI akan mendapatkan sertifikat yang telah memenuhi standar. “UKBI ini istilahnya ujian TOEFL-nya Bahasa Indonesia,” terangnya. Annijat berharap, di kemudian hari tidak hanya Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan saja yang mengikuti UKBI. Namun juga fakultas lainnya. “Kalau bisa diwajibkan setiap fakultas mengikuti ujian ini. Tentu semua tergantung kebijakan dari pimpinan,” pungkasnya. (ptt/nd)
GEMA-Memasuki akhir perkuliahan semester genap, Program Khusus Perkuliahan Bahasa Inggris (PKPBI) menggelar sosialisasi program, Selasa (21/5). Mengawali kegiatan, Direktur Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) Dr. M. Abdul Hamid menekankan bahwa pihaknya mendukung penuh program dwi bahasa yang dicanangkan kampus. Pasca mengikuti Program Khusus Perkuliahan Bahasa Arab (PKPBA) di tahun awal, ia menjelaskan, mahasiswa masih harus menempuh PKPBI untuk tahun kedua. “Jadi jangan dikira sudah selesai. Masih ada satu tahun lagi,” paparnya. Namun, ia berharap, tidak ada mahasiswa yang merasa kedua program ini berat. Pasalnya, setiap kampus pasti memiliki kebijakan masing-masing, termasuk UIN Malang dengan PKPBA dan PKPBI. Selama masih menjadi mahasiswa UIN Malang, lanjutnya, ia ingin agar program bahasa ini dimanfaatkan dengan maksimal. Apalagi mahasiswa tidak perlu membayar ekstra untuk kelas-kelas bahasa asing ini. “Coba kalian ke tempat kursus bahasa asing, biayanya tidak murah,” imbuhnya. Sekretaris PKPBI Agwin Degaf secara khusus menjelaskan program unitnya. Sama halnya dengan PKPBA, program Bahasa Inggris juga memiliki lebih dari satu kelas. Yakni kelas reguler dan intensif. “Kelas reguler biasanya dilaksanakan pagi atau siang hari, sedangkan kelas intensif di sore hari,” ujarnya mengawali sosialisasi. Fokus di tiap kelas, masih kata Agwin, berbeda. Di semester ganjil, mahasiswa mendalami kemampuan membaca (reguler), dan mendengar serta berbicara (intensif). Di semester genap, mahasiswa akan dilatih kemampuan menulisnya di kelas reguler. “Sedangkan di kelas intensif, mahasiswa akan dipersiapkan untuk menghadapi TOEFL,” jelas alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini. Program persiapan TOEFL merujuk pada peraturan kampus yang mewajibkan mahasiswa untuk memiliki skor TOEFL dan TOAFL sebelum kelulusan. “Karena ini program yang baik, tentu harus didukung dan difasilitasi,” tambahnya. Sosialisasi PKPBI dihadiri oleh perwakilan mahasiswa semester dua tiap jurusan. Mereka berkumpul di Aula Gedung PPB Lt. 3. Acara tersebut juga diisi dengan khotmul quran, ceramah agama, dan diakhiri dengan buka puasa bersama. (nd)
GEMA-Fakultas Ekonomi (FE) memberikan orientasi terkait Praktik Kerja Lapangan (PKL) kepada mahasiswa semester enam, Kamis (16/5). Kegiatan ini sekaligus tanda dimulainya program PKL tahun 2019. Dekan FE Dr. Nur Asnawi meresmikan permulaan program PKL di Aula Gedung Rektorat Lt. 5. Asnawi mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh peserta PKL. Salah satunya adalah etika. “Masing-masing peserta adalah miniatur institusi kita, mencerminkan bagaimana kualitas lembaga,” jelasnya. Ia menambahkan almamater FE UIN Malang harus dijaga. Akreditasi A yang diraih Jurusan Akuntansi, Jurusan Manajemen, dan Fakultas Ekonomi harus dibuktikan dengan kualitas peserta PKL. Sesi panel dinarasumberi oleh Dr. Ir. Masyhuri yang merupakan perintis penyusunan laporan di FE UIN Malang. Bersama tiga ketua jurusan di FE, ia memaparkan perbedaan PKL tahun ini dengan sebelumnya. “Istilah Praktik Kerja Lapangan Integrasi tahun ini hanya menjadi PKL saja,” tuturnya. Hal tersebut dikarenakan integrasi yang dimaksud merupakan pengabdian masyarakat yang tahun ini sudah dilaksanakan pada semester lima lalu. Buku pedoman, lanjut Masyhuri juga harus dimiliki oleh masing-masing peserta PKL. Peserta, lanjutnya, harus memiliki program dan tujuan penelitian khusus selama pelaksanaan PKL. Beberapa kasus terjadi disebabkan peserta yang tidak memiliki program. “Saya sempat menemui mahasiswa diposisikan sebagai sekuriti,” tutur Masyhuri. Hal itu bisa diantisipasi dengan menentukan fokus penelitian, seperti akuntansi keuangan, manajemen sumber daya, dan sebagainya. Setelah menentukan fokus, peserta membagi subfokus kepada masing-masing anggota. “Misalkan fokus di Manajemen SDM, subfokusnya ada job recruitment, placement staff, dan lainnya, itu dibagi ke masing-masing anggota,” jelas lulusan Ekonomi Pertanian itu. (ir/nd)
GEMA-Hari kelima pelaksanaan Standarisasi TOEFL (Test of English as a Foreign Languange) berjalan lancar. Tes tahunan yang dilakukan selama seminggu ini (13-17/5) melibatkan seluruh mahasiswa yang memprogram mata kuliah Bahasa Inggris semester genap. Pihak Program Khusus Pengembangan Bahasa Inggris (PKPBI) sebagai penyelenggara mengungkapkan harapannya. Ketua PKPBI Dr. Syamsudin ingin agar mahasiswa dapat memenuhi target yang diharapkan UIN Malang. “Bagi mahasiswa S1, skor minimal ialah 450,” jelasnya. Hal ini merujuk pada edaran yang pernah dikeluarkan oleh wakil rektor bidang akademik. Untuk merealisasikan hal tersebut, pihak PKPBI selalu mengevaluasi perkuliahan intensif semester genap yang memang difokuskan pada pembekalan TOEFL. Dari segi materi, Direktur Pusat Pengembangan Bahasa Dr. M. Abdul Hamid serta ketua PKPBI telah membentuk tim penyusun buku English Test 101. Buku tersebut pun sudah diperlihatkan kepada pimpinan universitas. Bahkan, sudah dipakai di kampus lain. “Jadi saya rasa, tidak ada masalah dalam hal materi,” tutur Syamsudin. Justru, lanjutnya, yang harus selalu dibenahi ialah pembelajaran di kelas. Ia selalu mengingatkan kepada tim pengajar PKPBI untuk memaksimalkan efektivitas pembelajaran di kelas. “Tentu mahasiswa juga harus menambah dengan belajar mandiri di luar kelas agar apa yang diajarkan tidak hilang,” imbuh dosen kelahiran Yogyakarta ini. Asis Wahyudi, Ketua Divisi English Testing, menjelaskan pihaknya menyiapkan secara maksimal untuk pelaksanaan tes ini. Mulai dari mendata jumlah mahasiswa yang tes setiap harinya, audio file, juga lembar jawaban. “Buku soal terdiri dari empat kode sehingga kecurangan dalam ujian bisa diminimalisir,” paparnya. (nd)
GEMA-Dalam gelaran ASEAN Open Pencak Silat Champion 2019 di Jawa Barat, salah satu mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang mendapat medali emas. Ia Ridha Zikri, mahasiswa asal Negeri Serambi Mekah, Aceh. Dalam ajang tersebut, ia dan perwakilan dari beberapa negara ASEAN bersaing merebutkan predikat juara. Kompetisi tersebut diadakan di GOR Universitas Sebelas April, Sumedang selama tiga hari (27-29/4). Tak hanya perwakilan negara, Zikri juga bersaing dengan atlet perwakilan daerah serta perwakilan perguruan tinggi undangan. “Saya menjadi perwakilan yang diundang melalui kampus UIN Malang,” tutur mahasiswa angkatan 2018 ini. Ia sudah menggeluti dunia Pencak Silat sejak belia. Ajang perlombaan mulai diikuti ketika menjadi siswa SMA. Berbekal pengalaman di beberapa ajang perlombaan itu lah, ia mantap menerima tawaran untuk menjadi perwakilan kampus. Selama masa pertandingan, Zikri berkesempatan menghadapi atlet dari Brunei Darussalam, Vietnam, dan Malaysia. Penampilan mereka, aku Zikri, sangat lihat. Namun, ia tidak ingin dihinggapi rasa pesimis. “Justru saat melihat penampilan lihai lawan, kita gunakan untuk observasi trik dan teknik mereka,” jelas mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara ini. Cedera saat pertandingan juga ia alami. Dalam salah satu babak, ia mengalami benturan pada tangan, kaki, dan bibir hingga berdarah. “Tapi hal seperti ini pasti dialami semua atlet. Yang penting jangan terpancing emosi dan tetap sportif saat bertanding,” terangnya. Tekad dan kerja kerasnya membuahkan hasil yang manis dengan diperolehnya medali emas pada babak final. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan dari UIN Malang, bapak rektor, para dosen, serta teman-teman,” tuturnya. Rekam jejak prestasi Zikri sudah diukir sejak berstatus siswa SMA. Ia pernah beberapa kali mendapat gelar juara dalam cabang olahraga yang sama. Salah satunya ketika mengikuti ASEAN High School di Filipina. Prinsip yang ia pegang dan ditularkan dari orang tuanya ialah jangan takut untuk mencoba. “Juara urusan akhir, yang penting dicoba dulu,” jelas mahasiswa dengan IPK 3,95 ini. (syf/nd)
GEMA-Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) bersama Asisten Laboratorium Galeri Investasi Syariah (GIS) Fakultas Ekonomi UIN Malang menggelar Sekolah Pasar Modal Syariah, Selasa (30/4). Acara yang terselenggara di Home Theater Fakultas Humaniora ini diikuti oleh mahasiswa yang telah membuka akun investor. Wakil Dekan FE Siswanto membuka acara tersebut. Direktur GIS Nanang mengatakan agenda ini merupakan salah satu rangkaian edukasi pasar modal untuk mahasiswa. “Kita sudah melaksanakan sekitar 30 edukasi kecil di kantor GIS,” tambahnya. Hal senada disampaikan Siswanto. Dua bulan lalu GIS telah menyelenggarakan edukasi pasar berjangka untuk menyambut Industri 4.0. Siswanto berharap muncul investor-investor baru demi memberikan kontribusi untuk perekonomian bangsa. “Entrepreneur muda harus ikut acara seperti ini, supaya tidak hanya pada sektor riil, tapi juga pasar modal,” jelasnya. Narasumber Dian Fajar dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan bahwa sebelum berinvestasi harus paham tujuannya terlebih dahulu. “Kita berinvestasi adalah agar nilai uang yang kita miliki tidak turun, padahal sebenarnya turun,” paparnya. Salah satu caranya dengan berinvestasi pada aset apapun dengan imbal hasil sebanding dengan kenaikan barang. “Investasi yang bagus adalah pada aset dengan imbal hasil di atas inflasi,” jelas Dian. Ia menambahkan inflasi Indonesia selama 10 tahun terakhir mencapai nilai 5%. “Kita bisa pilih investasi pada emas, obligasi, deposito, atau saham,” tambahnya. Dian melanjutkan, objek investasi juga tergantung pada sifat investasi yang ingin dijalankan. “Kalau kita investasi jangka panjang tanpa resiko yang besar, bisa memilih obligasi,” tutur Dian. Investor yang ingin berinvestasi jangka panjang dengan resiko yang cukup tinggi, disarankan memilih saham. “Investasi tabungan tidak direkomendasikan karena nilai imbal baliknya lebih rendah daripada inflasi, hanya 2%,” pungkasnya. (ir/nd)
GEMA-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Simfoni mengundang presenter Net TV, Shafira Umm. Ia didaulat menjadi narasumber utama dalam Simfoni Training and Action (Station) Season 3. Acara bertema Speak Up! Level Up! ini dihelat di Aula Lt. 5 Gedung Rektorat, Minggu (28/4). Presenter Entertainment News tersebut menyatakan betapa pentingnya memiliki kemampuan public speaking. “Kemampuan ini tidak hanya untuk mereka yang bekerja sebagai MC atau penyiar saja,” tekannya. Semua pekerjaan butuh kemampuan itu. “Kita pastinya perlu meyakinkan orang akan suatu hal. Ini tidak bisa dilakukan kalau kita tidak bisa public speaking,” lanjut wanita berambut panjang tersebut. Bagi para pencari kerja, masih kata Shafira, hal ini sangat krusial. Saat sesi wawancara adalah saat yang sangat menentukan bagi setiap pelamar. Di sini lah kemampuan public speaking berperan. Kemantapan seseorang dalam menyatakan ide-idenya tentu akan menjadi poin plus. Tak hanya memberi kuliah singkat, Shafira juga berbagi tips untuk meningkatkan kepercayaan diri saat berolah kata. Kemampuan humming ialah salah satunya. Ini dilakukan dengan menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan. “Keluarkan sambil bersuara hmmm. Kalau lidah terasa gatal berarti sukses,” imbuhnya. Ia juga berbagi teknik rutin harian yang ia lakukan. Seperti senam lidah, lion face, dan motor boat. Hal ini sekaligus melatih ekspresi wajah sesuai dengan konteks kalimat. Ia pun mengakhiri paparannya dengan berbagi tentang intonasi suara, gerak tubuh, dan eye contact. Natalie, ketua pelaksana kegiatan, menyatakan fokus Station tahun ini ialah public speaker. Dengan tema ini, ia ingin agar para peserta mulai mengasah kemampuan berbicaranya agar level pribadi juga meningkat. Hal senada juga dituturkan oleh Ketua Umum UKM Radio Simfoni Amran. Ia berharap agar seluruh peserta dapat menyerap banyak bekal untuk makin percaya diri saat ber-public speaking. (ir/nd)