GEMA-Persoalan ketersediaan lahan parkir di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sudah kronis. Hal itu karena meningkatnya jumlah kendaraan yang digunakan mahasiswa. Persoalan ini dikemukakan oleh Wakil Rektor Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si., Kamis (29/11). Ia menegaskan untuk segera melakukan penataan ulang lahan parkir. Lahan yang ada harus dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan parkir. “Pastinya tanpa mengabaikan keindahan lingkungan. Jangan sampai, tatanan parkir merusak pemandangan kampus,” tambahnya. Rektor UIN Malang juga menginstruksikan agar problem parkir ini bisa segera diatasi dan dicarikan jalan solusinya. "Alhamdulillah UIN Malang sudah bekerja sama dengan beberapa bank untuk menyediakan parkir vertikal," pungkasnya. Sementara itu, dua bulan terakhir, sivitas akademik tentu menyaksikan para pekerja renovasi yang sibuk mem-face off lingkungan UIN Malang kampus satu. Beberapa fasilitas dirombak dan jalanan diperluas. Termasuk pagar depan kampus. Prof. Haris menegaskan bahwa hal ini adalah tindakan darurat yang diputuskan pihak kampus. Terutama pelebaran jalan. “Sering kita lihat, kalau ada bus masuk, maka tidak akan ada kendaraan lain yang bisa melintas karena terlalu sempit,” deskripsinya. Ia melanjutkan, semua ini dilakukan untuk kenyamanan sivitas akademik dan para tamu yang berkunjung. "Face off kampus satu bukan untuk menghabiskan anggaran, tapi karena sudah kebutuhan," paparnya menekankan. (aj/nd)
GEMA-Direktur Diktis Kemenag RI Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag hadir pada RTM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (28/11). Ia mengapresiasi UIN Malang yang masuk dalam tiga kampus terbaik PTKIN. Karena itu, pihaknya mempercayakan UIN Malang sebagai pilot project pengaplikasian Sistem Manajemen Strategis Elektronik (e-SMS) di lingkungan PTKI. Program ini merupakan upaya Diktis untuk mendorong PTKI memiliki data akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kita upayakan tertib administrasi dengan selalu meng-update data,” imbuhnya. Contohnya berupa data jumlah mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Jika institusi patuh e-SMS, lanjut pria kelahiran 1970 ini, kecepatan update data sangat dibutuhkan. Bahkan dalam hitungan detik. “Selama ini, banyak PTKI yang tidak memiliki data pasti. Sehingga mereka sering mengarang bebas tanpa didasari data yang kuat,” imbuhnya. Sementara itu Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. menegaskan bahwa keberadaan e-SMS bukan untuk memenuhi kepentingan individu atau lembaga saja. Akan tetapi, lebih kepada kepentingan bersama untuk menghadirkan akurasi data yang valid. "Kita mulai bekerja cepat, cerdas, dan sesuai sasaran. Jika ada salah satu tugas yang tidak berjalan maka saya selaku rektor akan turun langsung," tegasnya. (aj/nd)
GEMA-Melalui Rapat Tinjauan Manajemen (28/11) di Surabaya, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. mengungkapkan keinginannya agar sivitas akademiknya aktif di dunia penelitian. Ia yakin, jika semua komponen aktif dalam riset, akan memberi pengaruh positif di segala aspek. Aspek yang akan terkena pengaruh baik tentu ilmu pengetahuan. Dengan banyaknya penelitian, maka akan ada kebaharuan dan perkembangan keilmuan. “Aspek lain pastinya reputasi kampus yang semakin terangkat dengan banyaknya riset dan karya ilmiah yang terpublikasi di kalangan internasional,” jelasnya. Ia melihat, belum banyak sivitas akademik yang mengoptimalkan riset. Terbukti dengan laboratorium yang hanya digunakan maksimal untuk perkuliahan. Rektor menghimbau, “Manfaatkan laboratorium yang kita punya untuk melakukan beragam penelitian.” Dengan makin banyaknya penelitian, khususnya di kalangan dosen, kenaikan pangkat akan semakin pasti. Ia berharap, dengan gencarnya riset, makin besar pula hasrat untuk menjadi guru besar di bidang yang diminati. Prof. Haris ingin agar kelak, tiap tahunnya, UIN Malang mengukuhkan tiga guru besar. Karena itu, ia rasa perlu adanya akselerasi guru besar. Salah satu yang ia tekankan adalah kegiatan academic writing. Makin lihai calon guru besar dalam menghasilkan karya ilmiah, makin tinggi pula kesempatan untuk dikukuhkan. “Penambahan guru besar akan sangat berpengaruh positif pada kualitas pendidikan di kampus kita,” terangnya. (aj/nd)
GEMA-160 pimpinan satuan kerja UIN Maulana Malik Ibrahim Malang duduk bersama mengevaluasi satuannya. Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) kali ini diselenggarakan di Hotel Rich Palace Surabaya, Rabu (28/11). Terhitung, sudah delapan kali RTM rutin diinisiasi oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Malang. Bertema Komitmen Pengendalian dan Peningkatan Berkelanjutan, LPMP mengajak seluruh pimpinan menyampaikan pencapaian program kerjanya. Kepala LPM Dr. Muhtadi Ridwan menegaskan bahwa RTM merupakan forum tertinggi evaluasi hasil kinerja. "RTM juga sebagai tindak lanjut dari hasil audit dan evaluasi diri yang sudah dilakukan," paparnya. Evaluasi menyeluruh di RTM ini, tambah dia, diharapkan bisa menindaklanjuti temuan hasil audit yang sudah dilakukan di UIN Malang. Ia berharap, akan ada keputusan yang membangun pasca pelaksanaan RTM. Karena, imbas positifnya tentu akan kembali ke UIN Malang sendiri. “Kita ingin ada perbaikan berkala di tiap satuan kerja di kampus,” tuturnya. (aj/nd)
GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. membuka Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) di Hotel Rich Palace Surabaya, Rabu (28/11). Ia menyatakan dukungannya untuk menjadikan RTM sebagai tradisi kampus. Pasalnya, lanjut Prof. Haris, dalam kegiatan itu semua pemegang kebijakan berkumpul dan mengidentifikasi masalah yang di hadapi di satuan kerjanya. Sehingga, dalam forum tahunan tersebut, akan ada pemecahan masalah yang merupakan rembuk bersama. Rektor menilai, RTM adalah langkah strategis demi pembangunan UIN Malang di masa depan. RTM merupakan proses peningkatan manajemen mutu kampus yang dipikirkan secara matang oleh seluruh pimpinan. “Masalah apapun yang menghambat kemajuan kampus tidak akan terasa sulit jika kita hadapi dan cari solusinya bersama,” ujar rektor kelahiran Lamongan ini. (aj/nd)
GEMA-Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (Sema-FITK) mengadakan sarasehan kepemudaan. Acara di Aula Lt. 5 Gedung Rektorat tersebut mengundang Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Selasa (27/11). Di awal pemaparannya, Yaqut menekankan bahwa Pancasila merupakan pondasi yang cocok untuk negara multikultural Indonesia. “Hanya Pancasila yang mampu menyatukan keberagaman di negara ini,” imbuhnya. Ia menambahkan, Pancasila merupakan warisan leluhur bangsa, termasuk kiai. Menjaganya berarti menghormati para pendahulu. Ini juga berarti Pancasila merupakan harga diri bangsa. “Yang berusaha mengganti dan merusak ideologinya harus dilawan,” tegas anggota ke-6 DPR RI ini. Apalagi di era milenial, lanjut Gus Yaqut sapaan akrabnya, sangat dibutuhkan mediasi yang edukatif. Sehingga mampu memberikan wawasan mendalam tentang nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Salah satu caranya melaui media sosial. Ia berharap, generasi muda memiliki filterisasi yang kuat saat menerima dan menyebarkan informasi. Serta menjauhi perilaku anti toleran. Pasalnya, bagi kelompok radikalisme, medsos tidak hanya sebatas alat penyebar isu radikalisme. Namun juga digunakan sebagai media merekrut anggota baru disertai menanamkan perilaku anti toleran yang merupakan indikasi awal paham tersebut. Hadir dalam acara tersebut Rektor UIN Malang Prof. Abd. Haris, Wakil Rektor Dr. Isroqunnajah, Dekan FITK Dr. Agus Maimun, para wakil PC. PG. Ansor Kota Batu dan Kota Malang. (ptt/nd)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan guru besar yang ke-10, Kamis (22/11). Prof. Dr. Mufidah Ch., M.Ag. dinobatkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi Hukum Islam. Melalui karya tulis ilmiahnya yang berjudul Kesetaraan Gender dalam Hukum Islam, dosen Fakultas Syariah tersebut dinyatakan lolos dalam penilaian. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. menyambut bahagia pengukuhan guru besar ini. Ia berharap, momentum ini memotivasi para dosen bergelar doktor yang sudah memenuhi syarat untuk berproses menuju guru besar. Penambahan guru besar, lanjut Prof. Haris, tentu bisa meningkatkan kualitas mutu pendidikan di UIN Malang. Selain itu, reputasi kampus pun semakin meningkat. "Jumlah guru besar tentu akan berdampak pada kualitas pendidikan yang dihasilkan," ungkapnya. Ketua Senat UIN Malang Prof. Dr. Muhtadi Ridwan, MA. berharap, UIN Malang dapat kembali mengukuhkan guru besar lagi dalam waktu dekat. Karenanya, pihak pimpinan gencar mengadakan coaching clinic bagi mereka yang telah memenuhi kriteria. Salah satunya melalui kegiatan workshop academic writing. Dalam wawancara terpisah, Prof. Mufidah menyatakan bahwa ia membutuhkan waktu yang lama untuk menuju guru besar. Kriteria dan peraturan yang ketat menjadi tantangan tersendiri. Persyaratan yang sangat challenging menurutnya ialah harus aktif melakukan penelitian. Plus, memiliki publikasi karya ilmuah yang berkala. “Mempublikasikan artikel di jurnal terindeks Scopus tentu cukup berat,” jelasnya. Setelah syarat terpenuhi, ia pun menghadapi fase selanjutnya. Yakni pengurusan surat keputusan. Ia membutuhkan waktu lima bulan hingga SK tersebut di tangan. “Sama seperti kesan para profesor sebelumnya, butuh kesabaran dan yang pasti keseriusan untuk mencapai tahap ini,” tutur ibu empat anak ini. (aj/nd)
GEMA-Agar mahasiswa tingkat akhir makin mantap mengerjakan skripsinya, Fakultas Ekonomi (FE) menggagas Workshop Penulisan Skripsi Integrasi Sains dan Islam, Senin (26/11). Acara ini wajib diikuti oleh mahasiswa semester akhir yang telah menempuh ujian proposal maupun dalam proses pembuatan outline. Pemateri yang dihadirkan ialah Dr. Ir. Masyhuri Mahfudz dan Slamet, Ph.D. Masyhuri menjelaskan perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kedua penelitian dapat dibedakan di aspek tujuannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah menjelaskan hubungan dan pengaruh fenomena melalui pengumpulan data numerik. “Sedangkan kualitatif bertujuan mengembangkan pengertian individu dan kejadian dengan memperhitungkan konteks yang relevan,” jelasnya. Karena perbedaan tujuan inilah, lanjut Masyhuri, instrumen penelitiannya pun berbeda. Jika kuantitatif menggunakan angket dan kuesioner, “Maka dalam penelitian kualitatif, penelitilah instrumennya.” Sementara itu, Slamet menjelaskan highlight komponen dalam skripsi. Ia mengistilahkan bab satu merupakan roh skripsi. “Di situ memuat arah penelitian kita yang akan dan sudah dilakukan,” imbuhnya. Ia menambahkan, untuk memulai sebuah skripsi ada baiknya memperhatikan isu dan masalah yang menarik. “Masalah bukan hal yang selalu salah, namun juga hal menarik yang ingin kita cari langkah perbaikannya,” jabarnya. Dalam pembukaan workshop di Aula Gedung Rektorat Lt.5 tersebut, Wakil Dekan FE Siswanto menjelaskan acara itu merupakan agenda tahunan. Ia berharap, mahasiswa dapat memanfaatkan workshop tersebut untuk berguru pada ahlinya. (ir/nd)
GEMA-Menulis masih menjadi salah satu kesulitan yang dihadapi kalangan pendidikan. Biasanya karena mereka tidak terbiasa. Bisa juga karena minimnya kegiatan yang mengarahkan mereka untuk menulis. UIN Malang mengundang Prof. Dr. Jayakaran Mukundan untuk membimbing Workshop Academic Writing, Selasa (27/11). Kegiatan yang terlaksana di Ruang Rektor Lt.1 tersebut dihadiri jajaran rektorat dan dosen. Prof. Jayakaran menuturkan pentingnya kebiasaan menulis terstruktur dan fokus. Terlebih lagi dalam mengubah tulisan tersebut ke dalam Bahasa Inggris. Ia menyarankan agar memperbanyak mempelajari struktur tulisan Bahasa Inggris. “Setelah itu terapkan hal tersebut ke dalam tulisan kita,” imbuhnya. Ia melanjutkan, sebaiknya seseorang menjadikan satu permasalahan penelitian sebagai fokus. “Jangan terlalu luas,” sambungnya. Serakah dalam menentukan permasalahan penelitian juga akan menyusahkan si penulis. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menuturkan, seminar kepenulisan jurnal merupakan kebutuhan krusial universitas. Sarasehan demi penguatan kemampuan academic writing menjadi salah satu perhatian khusus kampus saat ini. Oleh karena itu, ia pandang perlu mengadakan kegiatan semacam ini untuk kebaikan sivitas akademik. “Ambil ilmu sebanyak-banyaknya, tanyakan apa yang menjadi permasalahan anda semua ketika menulis jurnal dan jangan lupa salurkan ilmu ini kepada rekan-rekan,” himbaunya. (mir/nd)