GEMA-Seluruh sivitas akademik UIN Malang meramaikan Hari Santri Nasional yang jatuh tepat pada hari ini, Senin (22/10). Mulai dari jajaran pimpinan hingga mahasiswa mengikuti upacara di Lapangan utama depan Gedung Pusat Bahasa. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. seperti biasa memimpin jalannya upacara. Dalam sambutannya, ia sangat berharap, di masa mendatang, Indonesia akan dipimpin oleh para santri. Para santri, lanjutnya, tak hanya dibekali dengan ilmu kehidupan namun juga ilmu agama. “Negeri ini warisan para kiai dan santri, maka sudah sepantasnya santri berhak memimpin bangsa ini,” ujarnya. Mudir Pusat Ma’had al Jami’ah Dr. Ahmad Muzakky menuturkan, upacara Hari Santri mengingatkan sumbangsih santri pada zaman dahulu untuk kemerdekaan NKRI. Ia ingin mahasantri ma’had termotivasi untuk mengintegrasikan spiritual dan intelektualitasnya. “Bekal ilmu dan agama itulah yang akan mereka gunakan untuk memimpin Indonesia menjadi lebih baik,” lanjutnya ketika diwawancara terpisah. Beberapa mahasantri merasakan atmosfer berbeda di hari ini. Farah Dania, mahasantri mabna Asma binti Abu Bakar menyatakan bahwa ia merasa bangga menjadi bagian dari seremonial ini. “Momen begini tidak akan bisa saya dapat kalau saya tidak nyantri di UIN Malang,” ucap mahasiswa Jurusan PAI tersebut. Sebagai simbol, baik rektor, petugas, maupun peserta upacara memakai dresscode yang telah ditentukan. Pria mengenakan pakaian taqwa (koko), peci, dan sarung. Sedangkan wanita memakai baju muslim ala santri. (syf/nd)
GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. memberikan apresiasi pada penyelenggaraan Graduation Day One-Year English Program, Sabtu (20/10). Gelaran milik Program Khusus Pembelajaran Bahasa Inggris (PKPBI) itu resmi meluluskan 2.980 mahasiswa dalam mata kuliah Bahasa Inggris 1 dan 2. Prof. Haris takjub dengan jumlah mahasiswa peserta wisuda. Menurutnya, di belahan dunia manapun, tidak ada peserta wisuda sebanyak ini. “Ini wisuda terbesar di dunia. Tidak pernah ada jumlah wisudawan yang mencapai 2000,” ujarnya. Ia pun berpesan, agar mahasiswa tak berhenti mempelajari bahasa asing pasca PKPBA dan PKPBI. Memiliki kemampuan dalam bahasa asing tentu akan menjadi poin plus seseorang di masa depan. Direktur Pusat Pengembangan Bahasa, Dr. Abdul Hamid turut hadir dan melaporkan rincian jumlah wisudawan PKPBI. Ia pun menyatakan apresiasinya atas gelaran tahunan yang masih dipertahankan tersebut. Pada acara itu, Ketua PKPBI Dr. Syamsudin mengumumkan keenam mahasiswa peraih skor TOEFL tertinggi. Mereka adalah Nur Jihan Qothrunnada (Jurusan Matematika), Esamada Rose (Jurusan Biologi), Rayyan Yulius (Jurusan Hukum Bisnis Syariah), Idzni Shabrina (Jurusan Teknik Informatika), Hanif Devara (Jurusan Kedokteran), dan Abidlah Saifada (Jurusan PAI). Kesembilan mahasiswa lulusan terbaik juga diumukan di depan rektor UIN Malang. Yakni, Nur Jihan Qothrunnada (Jurusan Matematika), Ashfa Millatiy (Jurusan Farmasi), Sofia Amalia Husna (Jurusan Teknik Arsitektur), Esamada Rose (Jurusan Biologi), Fikri Haikal (Jurusan Kimia), M. Khairul Huda (Jurusan Akuntansi), M. Rizki Utama (Jurusan Teknik Informatika), Dzulmanira S. (Jurusan Kedokteran), dan Ana Masruroh (Jurusan Hukum Tata Negara). Tampak hadir pula Dekan Fakultas Syariah Dr. Saifullah, Dekan Fakultas Psikologi Dr. Siti Mahmudah, dan Dekan Fakultas Humaniora Dr. Syafiyah. (nd)
GEMA-Sebanyak 80 mahasiswa mengikuti workshop Youth Halal Agent yang diselenggarakan oleh Halal and Thoyyib Center (HTC) di Auditorium Fakultas Saintek Lt. 4, Sabtu (20/10). Ketua HTC Begum Fauziyah mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti perekrutan mahasiswa peserta workshop ini sebagai agen halal. Mereka diharapkan menjadi komunitas pemuda yang peduli tentang edukasi halal. Dilihat dari data administrasi yang ada, kedelapan puluh peserta workshop tidak hanya berasal dari Fakultas Saintek ataupun Farmasi. HTC membuka pintu lebar bagi mahasiswa di luar disiplin ilmu ini. Mengingat edukasi halal juga dibutuhkan dalam berbagai jenis disiplin ilmu dan tentunya akan lebih memudahkan dalam proses publikasi. “Alhamdulillah, kami sangat senang dengan partisipasi mahasiswa di luar Saintek yang turut menambah variasi dalam mengkampanyekan edukasi halal bagi masyarakat luas,” tutur dosen Jurusan Farmasi tersebut. Hal tersebut mendapat dukungan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Isroqunnajah. Ia pun akan mengusahakan beasiswa kerja bagi anggota yang memiliki kinerja bagus sebagai agen halal HTC. “Saya berharap, akan ada kelanjutan komunitas yang peduli akan persoalan kehalalan,” tuturnya. Workshop yang mendatangkan pemateri dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini nantinya tidak hanya memberikan materi dan diskusi bagi peserta. Melainkan juga disediakan post test di akhir kegiatan guna mengetahui seberapa jauh kadar pengetahuan dari peserta. (aqa/nd)
GEMA-Untuk mempersiapkan borang akreditasi institusi, IAIN Surakarta berkunjung ke UIN Malang. Rombongan asal Jawa Tengah ini terdiri dari para wakil rektor, kepala biro, ketua unit, dan seluruh staf yang terkait dengan urusan akreditasi, Kamis (18/10). Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Surakarta Dr. H. Abdul Matin bin Salman, Lc. M.Ag menyatakan, timnya ingin total menyiapkan segala berkas penilaian institusinya. Karenanya, ia memboyong hampir seluruh stafnya untuk bersama belajar menyusun borang yang menjadi bagian terpenting asesmen. Pihak IAIN Surakarta, lanjutnya, tentu ingin mendapat predikat sempurna seperti yang diraih UIN Malang. “Kampus ini representatif untuk menjadi tempat belajar terkait persiapan dan penyerahan berkas ke BAN-PT,” jelasnya. Para tamu dari IAIN Surakarta disambut oleh plt Ketua Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Dr. Muhtadi Ridwan di Kantor LPMP Rektorat Lt.5. Ia menjelaskan, sistem tematik yang tertuang dalam ISO-2015 menjadi patokan UIN Malang. Tak lupa ia mengingatkan agar setiap institusi sadar bahwa akreditasi merupakan masa muhasabah. Sebagai institusi pendidikan, sudah sepantasnya sebuah kampus mengevaluasi segala kinerja termasuk layanan yang telah dilakukan. “Semoga kegiatan sharing semacam ini memberi ilmu bagi kedua pihak untuk memperbaiki diri menuju persiapan akreditasi kampus,” ujarnya. (kh/nd)
GEMA-UIN Malang mengundang para mudir ma’had di bawah naungan PTKIN dalam Seminar Manajemen Tata Kelola dan Kurikulum Ma’had al Jami’ah, Rabu (26/9). Acara yang berlangsung di Aula Rektorat Lt. 5 tersebut juga dihadiri oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. Tampak pula Dr. Isroqunnajah, mantan mudir Ma’had al Jami’ah UIN Malang yang kini menjabat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. Dalam sambutannya, Prof. Haris masih menekankan bahwa tujuan adanya ma’had di kampus tak hanya sekadar integrasi keilmuan. Namun juga, untuk menghasilkan insan masa depan yang berilmu sekaligus taat beragama. “Kita tentu ingin menghasilkan kiai atau ulama yang juga ahli di bidang lain seperti Kimia, Fisika, Kedokteran, dan lainnya,” jelas rektor asal Lamongan ini. Karenanya, lanjut Prof. Haris, program setahuan dan dua tahun di ma’had tentu kurang mencukupi. Ia berharap, dengan adanya pengelolaan yang baik, suatu saat pendidikan ma’had dapat ditempuh selama empat tahun. “Jadi ketika wisuda, mereka tidak hanya mendapat gelar sarjana ilmu umum, tapi juga agama,” tuturnya. (ptt/nd)
GEMA-The 9th International Conference on Green Technology (ICGT) kembali mempertemukan para ahli yang concern dalam pemecahan masalah lingkungan, Rabu (17/10). Bertema Eco-Friendly Science and Technology for Better World, acara dihelat di area Gedung Rektorat. Panitia menghadirkan beberapa pembicara utama, di antaranya Prof. Shin-Ichi Tate Ph.D. (Hiroshima University) dan AR. Joseph Michael Wspina (University of San Carlos, Filipina). Selain berfokus pada masalah di lingkungan sekitar, ICGT juga ditujukan untuk menjawab urgensi inovasi sains dan teknologi yang tak hanya baik bagi manusia. Namun juga baik bagi lingkungan itu sendiri. Diperlukan lokalitas dan kebijaksanaan agar teknologi yang dihasilkan ramah lingkungan dan terjangkau untuk semua kalangan. Acara dibuka oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. Ia menyampaikan bahwa sivitas akademik UIN Malang terus berinovasi untuk mengaktifkan gerakan go green in campus. Sehingga nantinya, kampus akan menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk menerapkan sistem yang ramah lingkungan. Ia menambahkan, “Urgensi konferensi ini ialah untuk memberikan pemahaman terhadap relasi sains dan teknologi serta penjagaan harmonisme ekologi atau lingkungan hidup kita.” Dengan beragam temuan hasil pemikiran para cendekiawan di bidang teknologi, diharapkan mampu memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi orang lain. Fakultas Sains dan Teknologi, lanjut Prof. Haris, diharapkan mampu menjadi pionir dalam pengembangan keilmuan sains dan teknologi. Tentu dengan tujuan untuk menjaga keberlangsungan bumi yang lebih baik. (mir/ptt/nd)
GEMA-Sesi lain dalam workshop dan studi banding di Jurnal Al Jami’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta diampu oleh Prof. Euis Nurlaelawati, MA. Materi fokus pada editing and reviewing yang menjadi salah satu proses penting dalam penerbitan jurnal, Jumat (28/9). Ia menyatakan, banyak sekali editor yang kurang teliti atau bahkan ngawur dalam mengoreksi artikel. Karena kurangnya manajemen waktu, editor akhirnya mengece artikel ala kadarnya. “Padahal tugas ini sangat krusial. Harus dicek dan recheck,” imbuh Guru Besar Ilmu Hukum tersebut. Tak hanya mengedit sesuai gaya selingkung jurnal, tugas lain ialah memastikan bahwa argumen penulis sudah sesuai dengan data yang ada. “Kita tentu tidak mau artikel yang diterima tidak berbobot,” ujarnya. Karena itu, lanjut dosen Fakultas Syariah dan Hukum tersebut, sang penelaah artikel jurnal harus peka dengan menempatkan diri sebagai pembaca. Karenanya, yang harus diperhatikan ialah apakah pernyataan sudah jelas dan relevan dengan data. Tak berhenti di situ, masih banyak lagi aspek yang menjadi tugas para editor juga reviewer. Salah satu yang menjadi problem utama ialah tata bahasa. “Bahkan seseorang yang sudah menerbitkan buku-buku populer pun tidak lepas dari kesalahan mendasar ini,” tutur Bu Euis, sapaan akrabnya. Ia pun memperlihatkan hasil editan beberapa artikel. Termasuk artikelnya yang mendapat banyak koreksi dari jurnal lain. “Tidak usah malu kalau dilihat. Saya pun belajar dari cara orang me-review artikel saya,” kata pengampu mata kuliah Metode Penelitian dan Penulisan Hukum tersebut di akhir sesinya. (nd)
GEMA-Menyambut tim jurnal UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Prof. Al Makin, Ph.D. menceritakan sejarah perkembangan Jurnal Al Jami’ah, Jumat (28/9). Workshop sekaligus studi banding ke Ruang Redaksi Jurnal Al Jami’ah berlangsung seharian. Prof. Makin menjelaskan suka-duka pengelola jurnal di institusinya. Jatuh-bangun tentu menjadi hal yang normal di awal penguatan jurnal. Dalam hal ini, komitmen dan konsisten pengelola sangat dibutuhkan. “Alhamdulillah, Jurnal Al Jami’ah sangat beruntung karena pengelolanya sangat setia, sehingga kami berjalan hingga saat ini,” imbuhnya. Selanjutnya, kendala yang sering dihadapi jurnal manapun yaitu kurangnya jumlah artikel. Prof. Makin menyebutkan satu solusi yang kadang terabaikan, menjalin pertemanan. Mengikuti forum-forum jurnal antar perguruan tinggi menjadi cara untuk mencari dan menjalin silaturahim. Cara ini, menurut editor in-chief Jurnal Al Jami’ah tersebut, tidaklah sesimpel yang dibayangkan. Bisa jadi, di tengah jalan, silaturahim akan terputus sehingga akses pun tertutup. “Esensi jurnal itu ya menambah teman sekaligus ilmu ,” tuturnya Workshop dan studi banding ini diikuti oleh pengelola dari empat jurnal UIN Malang. Yakni, Jurnal Ulul Albab, Jurnal El Harakah, Jurnal Jurisdictie, dan Jurnal de Jure. (nd)
GEMA-Kota Palu menjadi tuan rumah Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018. Bertema “Islam in a Globalizing World: Text, Knowledge, and Practice”, STAIN Datokarama, Palu terpilih menjadi (18-20/9) pengelola wadah berkumpulnya cendekiawan lokal dan internasional ini. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka perhelatan akbar tahunan Kementerian Agama tersebut di Hotel Mercure. Ia berharap, hasil diskusi dalam konferensi internasional ini menguatkan program di lingkungan Kemenag. Khususnya dalam transformasi PTKIN dimana STAIN berubah menjadi IAIN dan kemudian universitas. “Kita harap semakin banyak perguruan tinggi yang fokus pada integrasi keilmuan melalui berbagai riset,” imbuhnya. Tak hanya manfaat bagi institusi pendidikan, hasil pemikiran para cendekiawan diharapkan dapat memecahkan beragam persoalan di masyarakat. Baik itu permasalahan sosial, adat, maupun keagamaan seperti maraknya intoleransi belakangan ini. Bersamaan dengan pelaksanaan AICIS 2018, pameran pendidikan pun digelar di kawasan kampus IAIN Datokarama Palu. Peserta pameran ialah perguruan tinggi di bawah naungan Kemenag. Tak hanya itu, pihak kampus juga menggelar pameran bagi setiap fakultas di tempat yang sama. (ptt/nd)