Daftar Penulis: Iffatunnida


IEF 2018: HADIRKAN CAK NUN DAN KIAI KANJENG
Kamis, 1 November 2018 . in Berita . 945 views
1677_ief2018.jpg
UPTODATE: Dr. Agus Maimun, Dekan FITK, memberikan sambutan dalam pembukaan gebyar International Education Festival 2018

GEMA-Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membuka resmi International Education Festival (IEF) 2018, Kamis (1/11). Perhelatan ini akan diisi beberapa rangkaian acara. Rencananya, panitia akan menghadirkan Cak Nun dan Kiai Kanjeng di acara penutupan.
Sebagai pembuka, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Dr. Agus Maimun menyatakan dukungan penuh. Segala aktivitas mahasiswa yang bernilai ilmiah dan akademik, akan selalu mendapat respon dan dukungan positif. “Karena ini juga merupakan upaya kita untuk membesarkan nama kampus dari segi intelektualitas dan kualitas,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan PAI Dr. Marno menjelaskan pemilihan tema Reaktualisasi Nilai-Nilai al Quran dalam Mengembangkan Pendidikan Akhlak di Era Revolusi Industri 4.0. Aktualisasi dan urgensi menjadi pertimbangan panitia dalam pemilihannya. Perubahan era manual menjadi digital tentu juga memasuki ranah pendidikan. “Hal ini menjadi salah satu bahan kami itu menelaah kembali kurikulum yang sudah ada,” jelasnya.
Pihaknya ingin ada reformulasi pendidikan yang diinisiasi oleh Jurusan PAI UIN Malang. Ia tidak ingin pendidikan yang ada tertinggal dari arus zaman yang mengglobal. “Tentunya, walau mengikuti perubahan zaman, model pendidikan tidak meninggalkan pendidikan akhlak,” imbuhnya.
IEF 2018 diawali dengan seminar internasional yang mendatangkan dua pemateri. Yakni, Prof. Ahmad Fuad Effendy, MA. (King Abdullah bin Abdulaziz International of Arabic Language) dan Prof. Dr. Zahara binti Hussin (University of Malaya, Malaysia). Perhelatan akbar milik PAI ini juga diisi dengan perlombaan antar kelas dan jurusan. Panitia juga mengadakan Olimpiade PAI tingkat Jawa-Bali pada (3/11). (ptt/nd)

Lebih Lanjut »
LABEL HALAL DAN KUALITAS SEMPURNA
Rabu, 31 Oktober 2018 . in Berita . 1068 views
1676_seminar-halal.jpg
SIAP BANTU: Ketua Halal and Thoyyib Center siap membantu para pengusaha UMKM dalam pelabelan halal suatu produk

GEMA-Makin maraknya masyarakat yang ‘melek’ akan kehalalan suatu produk, tentu disadari pengusaha. Hal ini dibarengi dengan makin banyaknya laboratorium halal yang diinisiasi beberapa perguruan tinggi. Untuk memberi informasi terkait hal tersebut, lembaga Halal dan Thoyyib Center (HTC) mengadakan seminar Pengembangan Produk Halal, Rabu (31/10).
Acara di Auditorium Saintek Lt. 4 ini menyasar pengusaha UMKM Malang Raya. Ketua HTC Begum Fauziyah menyatakan, pihaknya ingin memberi wawasan bagi yang sudah ataupun sedang mengembangkan produk halal.
Biasanya, lanjut Begum, para pengusaha apalagi yang pemula merasa kesulitan dalam pengurusan sertifikasi halal. Tak sedikit pula yang terhambat karena hal ini. “HTC yang merupakan rintisan akademisi di UIN Malang siap menjadi jembatan untuk label halal suatu produk,” papar wanita berkacamata ini.
Upaya konkrit HTC untuk membantu UMKM, lanjut Begum, ialah mendaftar dan mengelompokkan jenis produk yang dibina. Selain itu, HTC membantu mereka untuk menyiapkan dokumen yang dibutuhkan untu pengajuan sertifikasi halal. HTC juga memberi pendampingan pengajuan PIRT merk dagang dan sertifikasinya. "Kami sudah bekerjasama dengan Dinas Koperasi Jawa Timur untuk melakukan upaya ini semua," imbuh Ibu dua orang putra ini.
Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin menjelaskan betapa pentingnya produk halal saat ini. Besarnya jumlah muslim di Indonesia juga menjadi salah satu faktornya. “Karenanya, peran lembaga penjamin produk halal sangat diharapkan,” imbuhnya.
Tugas pengusaha tak berhenti jika label halal sudah didapatkan. Selanjutnya, kualitas produk tentu butuh dipertahankan. Pengembangan manajemen suatu usaha pun perlu ditingkatkan. “Sehingga suatu usaha akan mendapat nilai trust dari masyarakat,” ujarnya mengawali acara. (kh/nd)

Lebih Lanjut »
PROF. HARIS: SANTRI YANG FOKUS DI DUNIA PENDIDIKAN
Selasa, 30 Oktober 2018 . in Berita . 1402 views
1675_santri-award.jpg
BERINOVASI: Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menerima penghargaan Santri of the Year Bidang Pendidikan 2018 karena kontribusi dan inovasinya selama fokus di dunia Pendidikan

GEMA-Penganugerahan Santri of the Year 2018 sukses digelar di Gedung Sport Center and Multipurpose, UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (29/10). Perhelatan ketiga kalinya ini merupakan kerjasama lembaga Islam Nusantara Center (INC) dan tuan rumah. Dalam gelaran tersebut, santri-santri berprestasi di berbagai bidang diberi penghargaan. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menjadi salah satu penerima award.
Prof. Haris menjadi pemenang pada Santri Berprestasi Bidang Pendidikan. Menurut pihak INC, ia dinyatakan layak sebagai pemenang karena peran aktifnya dalam berbagai bidang khususnya Pendidikan. Sebelum menjadi rektor, Prof. Haris sudah aktif mengasuh lembaga Ma’arif dan menjadi penggagas beberapa bidang usaha di bawah naungan lembaganya itu seperti Ma’ Chick.
Setelah terpilih menjadi rektor, masih dari informasi INC, Prof. Haris meneruskan program UIN Malang dan terus berinovasi meningkatkan program yang belum ada. Seperti, UIN Berbagi yang menarget fakir miskin dan janda dhuafa, menggagas Majelis Zikr wa al Ta’lim, dan melalui el-Zawa memberikan pinjaman modal usaha bebas bunga kepada masyarakat. Ke depannya, ia akan meluncurkan Laboratorium al Quran sebagai wadah uji coba implementasi ajaran al Quran.
Segala inovasi di UIN Malang, kata Prof. Haris, merupakan cara agar UIN Malang sebagai penyedia jasa pendidikan semakin dekat dengan masyarakat. “Karena pendidikan harus berubah seiring dengan perubahan pola pikir masyarakat sebagai pengguna jasa,” jelasnya.
Sebelum mendapatkan penghargaan, pihak INC telah setahun menelusuri latar belakang rektor yang gemar berpuisi ini. Pesaingnya ialah rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan rektor UIN Walisongo Semarang. Tahun sebelumnya, penghargaan ini disabet oleh Wakil Gubernur saat itu, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Dalam perhelatan tersebut, ada beberapa sosok lain yang mendapat penghargaan. Di antaranya, Gubernur Kepulauan Riau Dr. Nurdin Basirun (Santri Berprestasi Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Provinsi), Pemilik Jawa Pos Group Dahlan Iskan (Santri Berprestasi Bidang Wirausaha/Entrepreneur), Pengasuh Pesantren Kota Alif Lam Miim KH. Ahmad Imam Mawardi (Santri Berprestasi Bidang Dakwah), Ponpes Al Mawaddah Kudus (Pesantren Entrepreneur), dan Veve Zulfikar (Santri Berprestasi Bidang Kesenian).
Pada acara yang dihelat sore hari tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak turut hadir. Sambutan disampaikan oleh rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, wakil gubernur Jatim, dan direktur INC di kesempatan yang sama. (nd/aj)

Lebih Lanjut »
KETUA MK: NILAI ISLAM DI INDONESIA
Senin, 29 Oktober 2018 . in Berita . 757 views
1674_ketua-mk.jpg

GEMA-Studium Generale yang diadakan DEMA Fakultas Syariah mendatangkan Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Yang Mulia Dr. Anwar Usman, Jumat (26/10). Melalui sambutannya, Dekan Fakultas Syariah Saifullah bersyukur dapat mengundang Dr. Anwar karena padatnya jadwal Ketua MK.
Dr. Anwar diundang khusus sekaligus sebagai pembukaan rangkaian acara Gebyar Pekan Hukum Syariah. Ia juga secara langsung menjelaskan sejarah pendirian MK di negara Indonesia
Dalam paparannya, Yang Mulia Dr. Anwar menyatakan bahwa nilai-nilai Islam sudah banyak terserap dalam penetapan konstitusi. Walaupun, Indonesia bukan negara Islam. “Contohnya saja di sila pertama Pancasila, tentu sama dengan yang tertulis dalam ayat pertama al Ikhlas,” jelasnya.
Tak hanya itu, penyebutan nama Tuhan dalam pembukaan UUD 1945 juga merupakan bukti bahwa Indonesia menempatkan Tuhan di jajaran teratas. Di beberapa pasal undang-undang pun, nama Tuhan menjadi dasar. “Tentu karena Allah adalah Dzat yang kita sembah dan imani,” tegasnya.
Sebagai alumni universitas Islam, ia sangat berharap agar nantinya,banyak alumni UIN Malang yang memiliki peran penting di negara. Dengan begitu, akan semakin banyak muslim yang bisa berjuang dengan ilmu dan sekaligus mempraktikkan nilai-nilai Islamnya. (aqa)

Lebih Lanjut »
BAHAS ISLAM, HUKUM, SAINS, & TEKNOLOGI DALAM SATU FORUM
Kamis, 25 Oktober 2018 . in Berita . 1900 views
1673_klub-bunga.jpg

GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk kali pertama mengkolaborasikan dua konferensi internasional. Yakni, International Conference on Islam, Science, and Technology (ICONIST) dan International Conference on Law, Technology, and Society (ICOLESS). Acara dihelat di Hotel Klub Bunga Batu (24-25/10). Kedua acara merupakan kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan Fakultas Syariah UIN Malang serta LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ketua LP2M UIN Malang Dr. Tutik Hamidah menjelaskan, konferensi ini diadakan untuk membahas lebih spesifik mengenai pengembangan mutakhir ilmu pengetahuan, teknologi, dan Islam. “Kita bersama-sama bertukar pendapat dan memahami keilmuan secara mendalam,” ajaknya.
Dengan berbagi, lanjut Tutik, hasil penelitian tidak hanya menjadi berkas yang tertata di rak perpustakaan. Namun bisa diimplementasikan untuk kepentingan bersama. “Seperti yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni melaksanakan pendidikan dan penelitian sebagai bentuk mengabdi pada masyarakat,” jelas wanita berkacamata ini.
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. pun turut mengajak peserta konferensi untuk mengembangkan beragam pengalaman. Karena forum ini memuat beragam keilmuan, ia harap, peserta akan memiliki pengetahuan baru di luar bidang yang diminati.
Ia juga berharap agar konferensi internasional ini dapat memberi rekomendasi yang implementatif. “Agar selanjutnya dapat digunakan untuk membangun sinergi antara Islam, teknologi, dan sains untuk keadilan sosial,” tuturnya. (ofi/nd)

Lebih Lanjut »
KENDALIKAN OBJEK AGAR LANCAR
Kamis, 25 Oktober 2018 . in Berita . 609 views
1672_spi-bpkp.jpg
MEMBANTU: Rektor UIN Malang dan Kepala BPKP Jatim menandatangani MoU.

GEMA-UPT Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur dalam Focus Group Discussion (FGD). Acara bertema Penguatan Sistem Pengendalian Internal ini dilaksanakan di Meeting Room Lt. 3 Gedung Rektorat, Rabu (24/10). FGD kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antar kedua instansi.
Dalam kesempatan itu, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. meminta BPKP untuk menjadi guide kampusnya. Ia ingin agar ada arahan, bimbingan, dan koreksi terkait pengelolaan keuangan dan pembangunan universitas.
Karenanya, ia pun meminta Kepala UPT SPI Muh. In’am Esha untuk melibatkan BPKP jika mengadakan FGD lanjutan terkait pembangunan kampus. “Semua ini agar ada kendali dari awal sehingga tidak ada masalah,” lanjut rektor yang menerima penghargaan Santri Inspiratif Bidang Pendidikan ini.
Kepala BPKP Provinsi Jatim Agus Setianto menjelaskan fokus pengawasan dan pentingnya sistem pengendalian internal. Menurutnya, sistem harus fokus pada objek yang dikendalikan. “Karena objek akan menjadi resiko, dan resiko adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu kelancaran pencapaian tujuan,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan bahwa pekerjaan mengendalikan sistem internal bukanlah beban baru. Suatu instansi sudah selayaknya memiliki sistem tersebut agar menjadi lebih baik. “Sistem ini pula yang akan membantu universitas untuk memperlancar program terutama pengelolaan keuangan dan pembangunan,” paparnya.
Turut hadir dalam forum tersebut, Wakil Rektor Isroqunnajah, para kepala biro, Direktur Pascasarjana Prof. Mulyadi, para dekan, serta anggota badan keuangan universitas. (ptt/nd)

Lebih Lanjut »
ICIED: WADAH UNTUK PAKAR PENDIDIKAN
Rabu, 24 Oktober 2018 . in Berita . 975 views
1671_icied.jpg

GEMA-Menjelang akhir Oktober, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menggelar International Conference on Islamic Education (ICIED). Acara di Aula Gedung Rektorat Lt. 5 ini menjadi wadah bertukar pikiran bagi yang fokus dalam bidang pendidikan, Rabu (24/10).
Narasumber pakar pendidikan dari berbagai negara diundang menjadi pembicara utama. Yakni Prof. Dr. Ismail Lutfi Japakiya (Thailand), Prof Dr. M. Mahmudul Hasan (Malaysia). Sedangkan dari Indonesia, ada Dr. M. Habib Chirizin. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si. beserta dekan dan wakil dekan FITK.
Dr. Abdul Basith, wakil dekan FITK, menjelaskan konferensi ini rutin setiap tahun dilaksanakan fakultasnya. Dengan cara ini, bidang pendidikan akan berkembang. “Mengembangkan keilmuan menjadi tujuan siapa saja,” imbuhnya.
Peserta, lanjutnya, berasal dari kalangan PTN di bawah naungan Dikti dan Diktis. Peserta dari perguruan tinggi lainnya pun turut hadir. Tak hanya sekadar mendengarkan paparan pemateri utama, mereka juga menjadi pembicara di sesi paralel pada konferensi yang ditutup pada (25/10) tersebut.
Hasil presentasi, masih kata Basith, diharapkan menjadi rujukan bagi kalangan yang tertarik di bidang yang sama untuk meneliti. Karena peserta tak hanya dosen tapi juga mahasiswa, pihak panitia berharap mahasiswa mendapat banyak bahan untuk tugas akhirnya nanti. “Seluruh hasil penelitian ilmiah dalam bentuk artikel, nantinya akan dibaca banyak orang dan memberi manfaat hingga lingkup internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Ilfi menyatakan, isu-isu pendidikan di berbagai negara tentu berbeda. Isu yang marak di Indonesia belum tentu dihadapi oleh Thailand dan Malaysia. “Konferensi seperti ini menjadi kesempatan yang tepat untuk update dan sharing beragam isu pendidikan di berbagai negara,” lanjutnya. (kh/nd)

Lebih Lanjut »
MAHASISWA UIN MALANG KULIAH PAKAI SARUNG
Senin, 22 Oktober 2018 . in Berita . 1619 views
1666_pakai-sarung.jpg
SANTRI MODERN: Beberapa mahasiswa nampak memakai baju koko, sarung, dan berpeci saat perkuliahan reguler di Hari Santri Nasional 2018.

GEMA-Pemandangan berbeda tampak di dalam kelas perkuliahan, Senin (22/10). Sejumlah mahasiswa yang biasanya menggunakan kaos atau kemeja saat kuliah, nampak memakai baju taqwa/koko. Tak cuma itu, mereka juga melengkapi outfit hari itu dengan memakai sarung, peci, dan bersandal jepit. Para dosen tentu tak keberatan dengan penampilan mahasiswa karena memang masih dalam perayaan Hari Santri Nasional 2018. Seperti yang tampak dalam foto, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab mengikuti perkuliahan dengan pakaian yang berbeda dari hari perkuliahan biasanya. Tak cuma mahasiswa, kalangan dosen pria pun juga memakai pakaian senada. Hal ini merujuk pada surat edaran rektor minggu sebelumnya agar seluruh sivitas akademik memakai dresscode ala santri pada Hari Santri Nasional. (nd)

Lebih Lanjut »
HARI SANTRI 2018: WARISAN UNTUK DIJAGA
Senin, 22 Oktober 2018 . in Berita . 773 views
1665_hari-santri-2.jpg

GEMA-Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. mengingatkan seluruh sivitas akademik untuk meneruskan cita-cita kiai dan para santri di zaman kemerdekaan. Pesan tersebut ia sampaikan pada upacara perayaan Hari Santri Nasional di Lapangan Utama kampus, Senin (22/10).
Kemerdekaan Indonesia, tuturnya, juga merupakan usaha para kiai, ulama, dan para santri di zaman tersebut. Sumbangsih mereka tak hanya berhenti di masjid-masjid, tetapi juga turut serta bertarung melawan penjajah. “Yang memperjuangkan keutuhan NKRI itu para santri. Negeri ini dibangun oleh para santri,” tekannya.
Karena itu, ia melanjutkan, sudah sepatutnya santri masa sekarang melanjutkan apa yang telah diwariskan para pendahulu. Tak hanya sekadar belajar dan mengaji, santri saat ini pun berhak menjadi pemimpin.
Prof. Haris berharap, di masa yang akan datang, para santri lah yang akan memimpin bangsa ini di seluruh lapisan pemerintahan. Dengan begitu, cita-cita pendahulu akan tercapai dan bangsa pun menjadi lebih tentram.
Upacara dalam rangka memperingat Hari Santri Nasional 2018 dihadiri seluruh sivitas akademik UIN Malang. Seluruh pimpinan, dosen, karyawan, hingga seluruh mahasantri yang masih berdomisili di ma’had turut serta. Mereka memakai dresscode yang telah ditentukan pihak kampus. Pria mengenakan pakaian taqwa (koko), peci, dan sarung. Sedangkan wanita memakai baju muslim ala santri. (nd)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up