GEMA-Dalam menyemarakkan Gebyar Qurany, Hai’ah Tahfidhul Quran (HTQ) menyelenggarakan Cerdas Cermat Quran (CCQ), Sabtu (24/3). CCQ ini diikuti oleh sepuluh grup yang terdiri dari tiga orang. Musabaqoh ini dilaksanakan di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi utara Lt.4. Annazmil Fayrus, koordinator acara, menjelaskan pertanyaan dalam CCQ menggunakan Bahasa Arab dan Inggris. Materi yang diujikan meliputi asbabun nuzul surat al Quran, Bahasa Arab dan Inggris, sambung ayat, terjemah, tajwid, kisah para nabi, kandungan ayat, dan pengetahuan umum. “Materi CCQ sudah disampaikan saat technical meeting,” ungkapnya. Sehingga para peserta dapat mempersiapkan materi tersebut sebelum lomba dimulai. Salah satu syarat mengikuti lomba CCQ adalah minimal satu orang sudah hafal 5 juz al Quran. Karena ada soal yang mewajibkan peserta untuk menyambung ayat di samping uji pemahaman tafsir. “CCQ ini selaras dengan visi misi UIN Malang yang mengintegrasikan ilmu umum dan al Quran,” ucap mahasiswi Jurusan Kimia itu. (mil/nd)
GEMA-Beragam ladang bisnis mulai dijajal UIN Malang. Bulan ini, Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) meluncurkan Maliki Water di kawasan mabna putra, Pusat Ma’had al Jami’ah (PMJ), Kamis (22/3). Ketua Unit P2B Sulalah menjelaskan bahwa pihaknya ingin menjalin dan mengembangkan bisnis yang baik dan mandiri. Tak hanya itu, kualitas pun menjadi hal utama. Pemilihan kawasan perilisan Maliki Water mempunyai alasan tersendiri. Pasalnya, lanjut Sulalah, air minum merupakan kebutuhan utama di PMJ. Mahasiswa baru yang memiliki jadwal padat di tahun pertama tidak perlu risau akan kebutuhan air minum. Pihak P2B ingin agar Maliki Water tak sekedar bisnis tapi juga sumber kesehatan. Memilih SEGAR sebagai partner tentu telah melalui berbagai pertimbangan. “Proses memilih partner bisnis sangat panjang. Kita pasti memilih yang bagus, berkualitas, dan jaminan bersertifikat BPOM Indonesia,” jelas salah satu dewan pembina PMJ ini. Sebagai orang nomor wahid di kampus, Prof. Dr. Abdul Haris pun mengapresiasi anak usaha baru P2B. Ia pun memberikan akses bagi Maliki Water versus SEGAR untuk melayani kebutuhan minum di kawasan Kampus Ulul Albab. “Bukan cuma mahasantri ma’had dan musyrif murabbi-nya, layani juga para pembina PMJ, dewan kiai, hingga ke pos-pos sekuriti,” imbuhnya. Peresmian Maliki Water dihadiri oleh Direktur PMJ, Dr. Akhmad Muzakki. Turut hadir pula KH. Chamzawi, dewan kiai PMJ, beserta jajaran pengurus PMJ. Maliki Water terletak di sebelah markas komando sekuriti UIN Malang. (ptt/nd)
GEMA-Mengundang sebanyak 68 perwakilan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menggelar Koordinasi dan Evaluasi Implementasi Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), Rabu (21/3). Agenda yang dilaksanakan hingga dua hari ke depan tersebut dihelat di Aula Gedung Rektorat Lt. 5. Pertemuan tersebut dibuka langsung oleh Dr. M. Zainuddin, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Istiadah, Ketua PSGA menyatakan tugas PSGA tidak hanya tentang gender. Namun, juga mengetahui seluk-beluk perencanaan dan penganggarannya. Mantan Dekan Fakultas Humaniora tersebut menginginkan, melalui acara ini para peserta ikut menuangkan ide-ide dan rencananya untuk implementasi PPRG. Di samping itu, “Saya ingin pada pertemuan ini, para peserta bisa saling berbagi suka-duka dalam mengimplementasikan perencanaan dan penganggaran”. Mewakili Rektor UIN Malang, Zainuddin menuturkan, melalui kegiatan tersebut tiap-tiap PTKIN dapat menambah kualitasnya. Sehingga nantinya dapat menjadi institusi yang produktif dan turut berperan memacu kualitas perkembangan nasional. Menyangkut masalah gender, ia berharap agar PTKIN mampu menyumbang pemikiran tentang gender khususnya dalam perspektif Islam. “Jadi, PTKIN juga berperan dalam mempublikasikan mengenai isu-isu baru dalam hal keislaman,” sambungnya. Terakhir ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan hasil yang baik dan berdampak positif bagi masyarakat. Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Isom Yusqi, M.Ag, Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI mengatakan, kini sudah saatnya PSGA untuk bekerja aktif. Ia menyampaikan, sejak 2012 sudah ada wacana mengenai perencanaan dan penganggaran gender, namun belum terlaksana. “Kalau wacana tersebut sudah ada, maka saat ini yang diperlukan adalah bentuk aktif dan responsif mengenai hal tersebut,” tegasnya. (hni/nd)
GEMA-Setelah menerima akreditasi akhir 2017, Jurnal Ulul Albab sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar. Kunjungan pengelola Jurnal Tadris STAIN Pamekasan ke kantor Unit Informasi dan Publikasi pun dijadikan ajang sharing, Rabu (21/3). Managing Editor Jurnal Tadris Jamiludin Usman menuturkan, jurnalnya lemah di bagian manajemen dan substansi. Hal ini dikarenakan sulitnya mencari naskah yang layak dan sesuai tema. “Karena jurnal kami belum terakreditasi, tidak banyak penulis yang bersedia memasukkan naskahnya pada kami,” jelasnya. Di samping itu, Online Journal System (OJS) yang saat ini diterapkan belum begitu dipahami oleh semua tim. “Utamanya para mitra bestari karena kebanyakan sudah sepuh, tidak paham OJS,” lanjutnya. Sehingga proses telaah naskah masih manual. Khoirul Hidayah, Penanggung Jawab Jurnal Ulul Albab tahun lalu, menjawab persoalan tersebut. Kesulitan dalam stok artikel bisa disiasati dengan memburu dosen-dosen yang sebidang dengan tema jurnal. “Jika hanya menunggu, kelamaan. Kita yang harus aktif mencari,” ujarnya. Konsekuensinya, lanjut Irul sapaan akrabnya, pengelola jurnal harus menyediakan dana untuk membayar invited author. Hal tersebut dapat memanfaatkan dana bantuan yang sudah dihibahkan pemerintah ke jurnal. Sulitnya memahamkan tim reviewer (mitra bestari) tentang OJS, juga bisa disiasati. Kru jurnal yang ada wajib dilatih tentang OJS. Sehingga setiap orang bisa menangani setidaknya satu reviewer untuk penertiban alur naskah via OJS. Dalam forum tersebut, Pimred Jurnal Tadris Saiful Hadi dan Pimred baru Jurnal Ulul Albab Benny Afwadzi juga turut hadir. Kedua jurnal melakukan sharing hingga dua jam. (nd)
GEMA-Tim Otomasi dan Robotika (ONTAKI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menjadi juara satu tingkat nasional di ajang Soccer Robot Competition Technocorner yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (16/3). Acara kompetisi robot sepak bola itu diikuti 20 perwakilan berbagai universitas ternama di Indonesia. Dalam ajang tersebut, tim ONTAKI UIN Malang unggul di bidang komponen hardware karena telah memiliki persiapan yang matang. “Tim kami telah melakukan persiapan sejak Desember tahun lalu dengan berlatih dan terus berusaha mengembangkan skill agar terbiasa dan lebih siap saat kompetisi,” jelas Abbas salah satu anggota tim yang menjadi peserta lomba. Abbas menjelaskan, sebelumnya tim yang beranggotakan tiga orang ini juga telah menjuarai acara sejenisnya di UIN Makassar dan Bandung pada tahun 2015. Semua prestasi yang dia dapatkan juga tidak ada yang instan, diperlukan kerja keras, dan latihan serta kekompakan dari tim ONTAKI. Sementara itu, dalam paparan prestasi yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Saintek Lt.1, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. turut hadir. Ia merasa sangat bangga melihat mahasiswa Fakultas Saintek menjuarai kompetisi robot tersebut. “Inilah bukti dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkarya dan mengabdi untuk negeri,” ucapnya. Jadi, tambah dia, di kampus ini yang berkarya dan berprestasi sebenarnya tidak hanya dari kalangan pemimpinnya saja. Akan tetapi, mahasiswa pun harus mampu menciptakan karyanya yang luar biasa yang mampu memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat secara luas. “Realisasi pengembangan produk akademik universitas juga bisa membantu di dunia industri, khususnya negeri ini,” jelas Prof. Haris. (ptt/aj/nd)
GEMA-Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah Cabang Malang bekerja sama dengan kampus UIN Malang guna meningkatkan pelayanan kepada sivitas akademik. Hal ini disampaikan di Ruang Rektor disaksikan para pimpinan kampus, Jumat (16/3). Kepala Cabang BTN Syariah Malang Nurul Astuti menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan penerapan Program Pengembangan Operasional yang dilakukan pihaknya kepada lembaga pendidikan. “Dalam program ini kami siapkan lahan parkir bermotor agar dapat menampung kendaraan para mahasiswa maupun dosen di lingkungan UIN Maliki Malang,” sambutnya. Dalam paparannya, BTN Syariah akan memberikan lahan parkir yang bisa menampung 400 kendaraan bermotor. “Dibanding dengan 16 ribu jumlah mahasiswa UIN Malang, tentu ini tidak seberapa. Tetapi, walau sedikit, semoga ini bermanfaat untuk kampus ini,” lanjutnya. Selain itu Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menyambut niat baik BTN Syariah. Ia percaya, layanan ini dapat meningkatkan pelayanan kepada stake holder UIN Malang. “Semoga, di lain waktu akan ada kerjasama yang bisa kita jalin untuk kebaikan kedua pihak,” tuturnya. (kh/nd)
GEMA-Guna menunjang peningkatan kompetensi dosen, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pendidikan (LPMP) UIN Malang mengundang Dosen PNS dan Dosen tetap non-PNS dalam Pelatihan Pengembangan Kompetensi Pedagogi, Selasa (13-19/3). Acara ini ditujukan untuk mempersiapkan para dosen sebagai pengembang akademis mahasiswa. Acara dilaksanakan seminggu dengan pembagian tiga tempat. Kelas A dilaksanakan di Rumah Jurnal Perpustakaan, kelas B di Aula Micro Teaching, dan kelas C di Aula Fakultas Humaniora. Wakil Rektor 1 Dr. Zainuddin menegaskan kembali tugas dan kewajiban dosen. Ia juga menekankan pentingnya memiliki kepribadian yang baik bagi seorang dosen. “Hal terpenting dalam dunia pendidikan adalah figur seorang dosen atau guru,” jelas pria berkacamata tersebut. Ia mencontohkan figur-figur guru dan filosof muslim. Seperti Ibnu Taimiyah, Ibnu Khaldun, dan Ibnu Rumi. Menurutnya, tak hanya pengetahuan yang diutamakan bagi dosen di UIN Malang, “Namun juga bagaimana menerapkan metode pendidikan yang Islami selama di kelas bersama mahasiswa,” jelasnya. Di akhir pemaparan, ia berharap agar para dosen di Kampus Ulul Albab tidak sekedar memberikan informasi baru terhadap mahasiswanya. Namun, dapat memberikan pengajaran, pembentukan karakter, pembiasaan, pengarahan, pengawalan, pelatihan, penugasan, dan diikuti dengan uswatun hasanah. Dalama acara tersebut, para dosen tak hanya mendapatkan materi dan mempraktikkan teknik mengajar di depan tim ajar. Mereka juga harus menyelesaikan penyusunan modul sesuai konsentrasi jurusan untuk mendapatkan sertifikat kelulusan. (ofi/nd)
GEMA-Memperingati milad ke-9, International Class Program (ICP) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menggelar kompetisi desain poster. Pendaftaran kompetisi bertajuk Membentuk Generasi Milenial yang Islami ini telah dibuka sejak minggu lalu (5/3) dan akan ditutup pada Minggu (25/3) mendatang. Dalam kompetisi yang diperuntukkan untuk umum tersebut, para peserta akan memperebutkan tiga posisi desain terbaik dan hadiah jutaan rupiah yang akan diumumkan pada puncak milad April mendatang (5/4). Kriteria penilaian diambil dari beberapa aspek meliputi originalitas, konsep ide, estetika, kesesuaian tema, dan pesan dalam poster. Untuk mengikuti kompetisi individu ini, para peserta cukup mengikuti akun resmi instagram @diesmaulidiyahicp dan membayar uang pendaftaran sebesar 25.000 rupiah. Akun tersebut sekaligus menjadi media informasi resmi untuk sosialisasi terkait lomba dan kegiatan-kegiatan dalam dies maulidiyah ICP ke-9. Peserta juga dapat mengakses informasi serupa melalui laman resmi icpfitk78.wixsite.com. Tuhu Bekti Briliandona, mahasiswa di balik ide kompetisi ini, menuturkan bahwa kompetisi desain poster yang baru pertama diadakan tersebut bertujuan untuk melihat kreativitas para pemuda Indonesia. Selain itu, kompetisi ini juga bertujuan untuk mengajak para pemuda agar lebih peka terhadap kondisi sekitar. “Oleh karena itu, kami menggunakan media sosial sebagai media publikasi agar sesuai dengan kecenderungan pemuda saat ini,” ucap mahasiswa asal Surabaya tersebut. (zaw/nd)
GEMA-Jika dibandingkan PTN lain, jumlah guru besar di UIN Malang terbilang minim. Saat ini jumlah dosen yang bergelar profesor hanya enam. Guna menunjang percepatan para dosen menjadi guru besar, rektor mengundang Dirjen Sumber Daya IPTEK Dikti Prof. Dr. Ali Gufron Mukti untuk berbagi strategi menjadi guru besar. Pertemuan di ruang rektor tersebut dihadiri para dosen golongan IV/a dan IV/c, Senin (12/3). Prof. Ali memaparkan, menjadi guru besar itu musiman. Bisa jadi sulit tapi kadang juga mudah. Namun, menurutnya saat ini untuk menjadi guru besar sedang dimudahkan jika syarat utama dipenuhi yaitu rajin menulis karya ilmiah. “Di antara sekian banyak syarat yang diperlukan, memiliki karya ilmiah itu yang paling penting,” ungkapnya. Ia pun menyoroti kompetensi menulis para dosen terkait penelitian. Kebanyakan karya ilmiah yang ditulis dosen mengambil data dari kajian pustaka atau literatur. “Akan lebih bagus jika itu hasil riil penelitian di lapangan karena bobot nilainya lebih besar,” jelasnya. Di akhir pemaparan, ia meminta agar seluruh dosen UIN Malang beradaptasi dengan kemajuan zaman. Karena, hal tersebut juga berimbas pada perkembangan teknologi. “Sesuaikan gaya pengajaran agar lebih menarik karena semua sumber bisa kita dapatkan via online,” pesannya. (kh/nd)