dr. Putri Wulan Akbar, M.Ked. Trop (Sekretaris Program Studi Profesi Dokter FKIK UIN Malang)
HUMAS UIN MALANG - Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit serius yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Untuk membantu masyarakat mengatasi situasi ini, berikut adalah panduan tentang gejala awal, tindakan yang harus diambil, kapan mencari bantuan medis, serta perawatan dan pesan dari ahli medis. Panduan penanganan akan diulas langsung bersama dr. Putri Wulan Akbar, M.Ked. Trop.
Gejala Awal DBD
Gejala DBD dapat bervariasi mulai dari ringan hingga berat, termasuk demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, mual, dan ruam merah pada kulit. Pada kasus berat, pasien dapat mengalami nyeri perut, sesak nafas, dan tanda-tanda perdarahan seperti gusi berdarah dan mimisan.
Meringankan Gejala DBD di Rumah
Jika gejala muncul, langkah pertama yang harus diambil adalah memberikan istirahat kepada pasien. Usahakan untuk menurunkan demam dengan obat penurun panas atau kompres. Penting juga untuk menjaga hidrasi dengan memberikan cukup cairan, terutama pada anak-anak. Dehidrasi dapat memperburuk kondisi pasien.
Kapan Harus ke Dokter?
DBD bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa, oleh karena itu, segera cari pertolongan medis jika terdapat tanda-tanda seperti nyeri perut, muntah berlebih, perdarahan dari hidung atau gusi, sesak nafas, atau kulit teraba dingin dan lembab. Dr. Putri menekankan pentingnya reaksi cepat dalam situasi-situasi ini.
Pola Makan dan Tidur untuk Pasien DBD
Pasien DBD disarankan untuk banyak beristirahat dalam posisi yang nyaman. Pola makan sebaiknya dengan porsi kecil namun lebih sering, dengan memilih makanan yang mudah dicerna seperti nasi, bubur, ikan, tofu, telur, sayuran kukus, dan buah-buahan. Hindari makanan pedas, terlalu berbumbu, serta kafein. Asupan cairan yang cukup juga sangat penting untuk mencegah dehidrasi.
Pesan dari dr. Putri untuk Pasien dan Keluarga
Dr. Putri memberikan pesan kepada pasien yang terjangkit DBD, "DBD adalah infeksi virus, dan meskipun tidak ada terapi spesifik, dengan pemantauan kondisi dan penanganan yang tepat, prognosisnya cukup baik. Jangan panik, tetapi segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar pasien mendapatkan perawatan yang sesuai."
Dalam menghadapi DBD, kesadaran, pengetahuan, dan tindakan yang tepat dari masyarakat dapat membantu mengurangi risiko dan meningkatkan tingkat kesembuhan. Kesehatan adalah tanggung jawab bersama, dan dengan langkah-langkah yang benar, kita dapat melindungi diri dan orang-orang tercinta dari dampak serius DBD.
Narasumber: dr. Putri Wulan Akbar, M.Ked. Trop (Sekretaris Program Studi Profesi Dokter FKIK UIN Malang) Reporter: Raalins W Editor: Edy Hyto
dr. Putri Wulan Akbar, M.Ked. Trop (Sekretaris Program Studi Profesi Dokter FKIK UIN Malang)
HUMAS UIN MALANG - Musim hujan telah tiba, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). DBD, disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti, merupakan penyakit yang dapat mengancam kesehatan masyarakat, terutama di musim hujan. Berikut tips pencegahan DBD dari dr. Putri Wulan Akbar, M.Ked. Trop. Sp. PK
Apa itu DBD?
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah infeksi yang diakibatkan oleh virus Dengue. Virus ini dapat menimbulkan gejala demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, mual, dan ruam merah pada kulit. Penyakit ini disebut demam berdarah karena sering disertai tanda-tanda perdarahan seperti gusi berdarah, mimisan, dan bintik-bintik merah di kulit. Meskipun kebanyakan pasien pulih dalam 1-2 minggu, kasus berat memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
Penyebab Awal DBD
Penyebab utama DBD adalah virus Dengue yang berasal dari genus Flavivirus. Virus ini awalnya berada di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti. Ketika nyamuk tersebut menggigit manusia, virus berpindah masuk ke tubuh manusia dan menyebabkan infeksi.
Pencegahan Efektif DBD
Pencegahan DBD terutama berkaitan dengan pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti. Upaya paling efektif adalah partisipasi aktif dari masyarakat. Sejak tahun 2015, pemerintah telah meluncurkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik/Juru Pemantau Jentik. Anggota keluarga, bahkan anak-anak SD dilatih menjadi Jumantik untuk memantau jentik di lingkungan sekitar.
Selain itu, masyarakat perlu rutin menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup tempat-tempat tersebut, dan mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Pembuangan sampah ke tempat tertutup juga sangat penting dalam mencegah penyebaran DBD.
Pesan dari dr. Putri untuk Masyarakat
dr. Putri memberikan pesan kepada masyarakat dalam penanggulangan DBD. "Penyakit DBD ini dapat diatasi oleh komunitas itu sendiri. Komunitas perlu berpartisipasi secara aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti."
Peningkatan kesadaran akan pentingnya sanitasi, perbaikan sanitasi, dan partisipasi aktif dalam upaya pencegahan akan membantu melindungi masyarakat dari risiko DBD, terutama selama musim hujan. Semua pihak diharapkan bersatu untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari nyamuk pembawa virus Dengue demi kesehatan dan keamanan bersama.
Narasumber: dr. Putri Wulan Akbar, M.Ked. Trop., Sp. PK (Sekretaris Program Studi Profesi Dokter FKIK UIN Malang) Reporter: Raalins W Editor: Edy Hyto
HUMAS UIN MALANG - Di akhir rute perjalanan dalam menggali informasi mengenai PTNBH, jajaran SENAT UIN Maliki Malang berkunjung ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kunjungan ini berlangsung di Ruang Sidang Utama SENAT Akademik UNY, lt.2 Sayap Utara, Jumat (1/12/2023).
Jajaran SENAT UIN Maliki Malang disambut hangat oleh Sekretaris SENAT UNY, Prof. Dr. Drs. Saliman, M.Pd., yang mewakili Ketua SENAT UNY karena berhalangan hadir, bersama seluruh Ketua Komisi A hingga E SENAT UNY.
Ketua SENAT UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, MAg., menyampaikan maksud yang sama penyampaiannya dengan kampus-kampus yang dikunjungi sebelumnya. "Kami atas nama koordinator rombongan SENAT. Yang kita inginkan pada saat ini yaitu bagaimana pengalaman dan persiapan untuk pengembangan PTNBH. Kami sengaja ngaji kaweruh, mulai dari Unesa, Unair, UGM, kemudian ke UNY ini" pinta Prof. Muhtadi. Beliau juga bercerita bahwa banyak dosen UIN Maliki Malang yang lulusan dari UNY.
Dari pihak UNY yang diwakili oleh Prof. Saliman mengungkapkan fungsi Senat Akademik Universitas (SAU) UNY yaitu Penetapan, Pertimbangan, dan Pengawasan. Maka dari itu proses menuju PTNBH ini adalah wewenang Rektor untuk membangun tim yang kuat, khusus untuk menangani target PTNBH ini. Beliau juga menjelaskan dampak positif setelah menjadi PTNBH. "Bela, beli, UNY, jadi salah satu produk kita ada air mineral, dan katering makanan seperti yang tersuguhkan ini. Kami juga ada Wedding Organizer, Hotel, Pranoto Coro atau MC, Swalayan. Sebenarnya kalau kita hanya buka usaha saja untungnya besar, tapi kita tidak bisa begitu sebagai perguruan tinggi" terang beliau.
Dalam proses menuju PTNBH, Prof. Soni Nopembri, S.Pd., M.Pd., Ph.D., selaku Ketua Komisi B, SAU UNY, menjelaskan tahapan dan kesulitan yang dihadapi, karena ia merupakan salah satu orang yang masuk di dalam tim yang dibentuk Rektor untuk kasus ini. "Kami dibentuk tim mulai 2019, yang dipimpin oleh Rektor. Dimulai dari kami membuat proposal, 4 dokumen dikirim ke beberapa kementerian, namun waktu itu terjadi kemandekan. Karena di UNY ada peralihan Rektor jadi di tahun 2020 masih belum ada pergerakan. Kemudian di tahun 2021 di bawah penanganan Rektor baru dan tim yang baru, kami merevisi 4 dokumen yang dibuat. Kami juga berdiskusi dengan Kementerian Keuangan, Kemendikbud, dan mencari narasumber dari universitas PTNBH, kami juga lakukan benchmarking. Sampai akhirnya kita serahkan dokumen ke Kemendikbud, yang dipresentasikan oleh Rektor dan Ketua SENAT. Secara garis besar seperti itu. Memang diperlukan proses panjang", jelas Ketua Komisi B SAU UNY.
Selain itu, Sekretaris SAU UNY juga menjelaskan perubahan-perubahan yang dialami setelah menjadi PTNBH. Seperti halnya dalam bidang penulisan karya ilmiah, dana berapapun disetujui oleh rektor untuk menunjang hal tersebut. Beliau menjelaskan dampak-dampak positif saja agar UIN Maliki Malang semangat termotivasi merealisasikan PTNBH. (jj)
HUMAS UIN MALANG - Setelah kunjungan ke perguruan tinggi ternama di Surabaya. Jajaran SENAT UIN Maliki Malang langsung bertolak menuju kota Jogja guna menggali informasi lebih lanjut mengenai PTNBH.
Jumat pagi (1/12/2023), jajaran SENAT bersama tim melakukan kunjungan ke Universitas Gajah Mada (UGM) Jogja. Jajaran SENAT disambut baik oleh para SENAT UGM yang diketuai oleh Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum., yang bertampat di Balai SENAT, Gedung Pusat UGM lt.2 Sayap Utara.
Ketua SENAT UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, MAg., mengaturkan maksud dan tujuan kedatangan para SENAT, dan mengenalkan para ketua komisi dan para rombongan. "Saya rasa ini bukan pertemuan pertama kami dengan UGM, namun dengan kepentingan yang berbeda kami berkunjung kembali. Kami mencoba untuk mengulang kembali mengenai mengkaji PTNBH. Dengan UGM sepertinya kami tidak hanya anak, tapi juga canggahnya dari UGM kalo dilihat dari sejarah. Untuk itu, sepertinya kami akan nakal sedikit mengenai pertanyaan yang kami sampaikan", tutur Prof. Muhtadi. Beliau juga menjelaskan bahwa adanya dorongan dari Kementerian Agama untuk 5 PTKIN di Indonesia termasuk UIN Maliki Malang untuk dituntut menjadi PTNBH. "Yang pertama ialah soal pengalaman tentang proses, khususnya pada PTNBH pada UGM. Karena kami ber lima, UIN Surabaya, Bandung, Semarang, Jakarta, dan Malang, menerima mandat khusus dari Kemenag untuk menjadi PTNBH. Sekali lagi kami ingin mendapatkan informasi dan cerita mengenai impact atau yang dirasakan setelah mendapat status PTNBH, dan lainnya mengenai tatakelola kesenatan", tambah beliau.
Ketua SENAT UGM, Prof Susilowati menanggapi dan menjelaskan apa yang ditanyakan oleh SENAT UIN Maliki Malang. Beliau menyampaikan sejarah UGM sampai menjadi PTNBH, bahkan pernah di posisi status PTNBH dicabut oleh Kemendikbud. Dalam kekosongan hukum Kemendikbud memerintahkan untuk segera menyusun statuta.
Ketua SENAT UGM juga menjelaskan tentang peran SENAT dalam proses penanganan kasus yang terjadi di lingkungan kampus, serta menceritakan pengelolaan keuangan setelah menjadi PTNBH. "Pendapatan UGM tentu yang utama pada UKT. Selain itu kami juga ada usaha-usaha, hotel, cafe, wisma, residence, pagelaran, dan sebagainya. Ini merupakan hilirisasi dari teman-teman. Ada juga Science Techno Park, rumah potong ayam. Kita juga memiliki anak perusahaan, penyewaan gedung-gedung. Tapi kami juga dituntut untuk nirlaba oleh pemerintah, namun juga boleh mencari benefit jika dipakai untuk mengelola seperti beasiswa" terang Ketua SENAT UGM. Beliau juga menjelaskan dana yang didapat tidak hanya berbentuk cash money, namun juga berupa kerjasama-kerjasama, baik dengan luar negeri. Seperti mendatangkan pakar-pakar yang bila didatangkan harganya lumayan fantastis.
Selanjutnya para jajaran SENAT membentuk kelompok masing-masing komisi guna mendiskusikan bidang yang spesifik dengan tiap komisi. Pertemuan ini sangat berdampak positif bagi UIN Maliki Malang untuk mengambil pengalaman-pengalaman dari para senior PTNBH. (jj)
HUMAS UIN MALANG | Usai melaksanakan sidang pleno 1 dan 2 MUSEMA Fakultas Psikologi 2023, SEMA Fakultas Psikologi kembali malanjutkan rangkaian MUSEMA 2023 di Villa Sumber Urip.
MUSEMA yang digelar pada (1-3/12) ini diselenggarakan sebagai pertanggung jawaban kinerja dan program kerja organisasi eksekutif yang ada di Fakultas Psikologi. Dalam acara ini, setiap dinas dalam DEMA Fakultas dan Lembaga Semi Otonom (LSO) diwajibkan melaporkan dan bertanggung jawab atas program kerja yang telah direalisasikan selama periode kepengurusan.
"Program kerja yang telah dilaksanakan dipastikan memiliki dampak yang dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa maupun masyarakat," ujar Ihza Ketua DEMA F. Psikologi.
"Dinamika yang ada dalam kepengurusan organisasi bukanlah penghalang namun ini adalah pembelajaran dalam berorganisasi," imbuhnya.
"Dalam beroganisasi memang banyak dinamika-dinamika yang terjadi. Namun dinamika ini adalah sebuah pengalaman yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran dalam berorganisasi terutama organiasasi intra Fakultas Psikologi," ujar Afskar Ketua SEMA F. Psikologi.
Afskar juga berharap setelah "MUSEMA ini ada regenerasi kepemimpinan demi mewujudkan pembaharuan. Dengan terselenggaranya MUSEMA 2023, diharapkan menjadi bahan untuk evaluasi bagi periode selanjutnya untuk kepengurusan yang lebih baik lagi," tambahnya.
Reporter: Rizki Ramadhani Pratama Fotografer: Elok Hana Editor: Edy Hyto
MEMBANGGAKAN: Rektor UIN Malang menerima penghargaan UI Greenmetric 2023
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) berhasil meraih penghargaan Anugerah UI Greenmetric dalam kategori Universitas Paling Berkembang dalam Keberlanjutan di Indonesia tahun 2023. Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A., Rektor UIN Maliki Malang, menerima penghargaan prestisius ini dalam acara UI Greenmetric World University Ranking 2023 di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (30/11/2023). Prof. Dr. H. M. Zainuddin menyatakan bahwa pengakuan ini merupakan hasil dari dedikasi semua pihak di UIN Maliki Malang dalam upaya menjadikan kampus mereka lebih berkelanjutan. UI GreenMetric World University Ranking adalah evaluasi kinerja universitas di seluruh dunia dalam aspek keberlanjutan. Pemeringkatan ini telah dilakukan oleh Universitas Indonesia sejak tahun 2010 dan diikuti oleh lebih dari 1000 universitas dari 84 negara.
Inisiatif Peringkat Universitas Dunia oleh Universitas Indonesia dimulai pada tahun 2010 dengan nama "UI GreenMetric World University Rankings". Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi upaya berkelanjutan perguruan tinggi global melalui survei online, mencakup program dan kebijakan keberlanjutan universitas di seluruh dunia. Pemeringkatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pada dialog berkelanjutan di bidang pendidikan dan penghijauan kampus, mengampanyekan peran universitas sebagai agen perubahan sosial untuk tujuan berkelanjutan, menjadi alat evaluasi diri untuk keberlanjutan kampus di institusi pendidikan tinggi global, dan memberikan informasi kepada pemerintah, badan lingkungan, serta masyarakat tentang program-program berkelanjutan di kampus.
UI GreenMetric menilai kinerja universitas berdasarkan tiga pilar utama, yaitu Lingkungan Hidup, Ekonomi, dan Sosial, dengan berbagai indikator, seperti Keadaan dan Infrastruktur Kampus, Energi dan Perubahan Iklim, Pengelolaan Sampah, Penggunaan Air, Transportasi, Pendidikan, dan Riset.
HUMAS UIN MALANG - Setelah melakukan kunjungan di UNESA, rombongan SENAT UIN Maliki Malang langsung melanjutkan perjalanan kunjungan menuju Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Kamis (30/11/2023). Pertemuan dilaksanakan di Meeting Room Pleno BALAIRUA lt.4, Gedung Rektorat Kampus C.
Ketua SENAT UIN Maliki malang, Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, MAg., bersama jajaran SENAT disambut baik oleh Wakil Rektor bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNAIR, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA, DVM, Ketua SENAT UNAIR, Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM., serta para pejabat tinggi UNAIR lainnya.
Prof. Muhtadi menyampaikan langsung niat baik beliau bersama rombongan SENAT. "Niat kedatangan kami ialah berguru mengenai rencana pengembangan PTNBH. Kami ini sudah terlambat 10 tahun setelah UNAIR telah berjalan 10 tahun. Kami juga diberi amanah oleh Menteri Agama untuk segera merancang PTNBH. Jadi kami ingin menggali apa saja yang telah dilakukan oleh UNAIR. Dan juga setelah mendapatkan PTNBH kami ingin mendengarkan dari pihak UNAIR, apakah makin ribet atau makin sejahtera.", tutur beliau. "Ilmu yg kami dapat akan kami terapkan di UIN, walaupun tidak bisa sepenuhnya. Jujur saja kami di sini belajar dan minta kepada bapaknya, agar anaknya bisa meniru walau tidak sepenuhnya.", sambung beliau dengan bumbuhan candaan.
Prof. Bambang selaku Wakil Rektor, menjelaskan bagaimana perubahan menuju PTNBH, yang mana menjadikan perguruan tinggi semakin otonom. "Perguruan tinggi yg telah PTNBH itu menjadi perguruan tinggi yg lebih otonom, jadi apakah lebih ribet atau lebih sejahtera nanti bisa dijalani dulu. Menurut saya, UIN benchmark ke berbagai perguruan tinggi merupakan suatu hal yang baik. Karena setiap perguruan tinggi PTNBH memiliki ke khasannya masing-masing. Jadi nanti bisa diambil hal yg positif dari masing-masing perguruan tinggi. Disamping adanya otonomi ada juga tanggung jawab besar untuk menjadi yang lebih baik." jelas beliau. "Dalam bidang tata kelola juga kami memiliki perbedaan dari perguruan tinggi lain. Jadi diharap UIN bisa menentukan lembaga-lembaga yang cocok dengan UIN Malang", tambah beliau.
Selain itu Prof. Bambang juga menceritakan salah satu yang khas dari UNAIR ialah setiap setelah jumatan, para pimpinan melakukan makan siang bersama di ruang pertemuan rektor, mebahas isu-isu apa yg akan dihadapi kedepannya.
Dengan adanya pertemuan ini diharap ilmu-ilmu yang didapat dari berbagai perguruan tinggi mampu menguatkan UIN Maliki Malang ke depannya dalam menuju kampus PTNBH dan Unggul Bereputasi Internasional. (jj)
HUMAS UIN MALANG - Kamis (30/11/2023), SENAT UIN Maliki Malang berkunjung ke Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Pertemuan ini berlangsung di Meeting Room Gedung Rektorat Lt. 9, UNESA.
Kunjungan ini dipimpin langsung ketua SENAT UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, MAg., beserta seluruh anggota SENAT beserta tim teknis yang bertugas. Tujuannya, SENAT UIN Maliki Malang melakukan diskusi dan pembahasan mengenai realisasi PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) pada UIN Maliki Malang. Serta mendiskusikan apa dampak yang dirasakan setelah PTNBH terealisasi. Selain itu kegiatan ini juga mendiskusikan mengenai tata kelola SENAT. "Kami sampaikan maksud kedatangan kami ialah belajar mengenai perubahan PTNBH pada UIN Maliki malang, dan juga bagaimana tatakelola pada UNESA ini. Kami siap mendengarkan", ucap ketua SENAT UIN Maliki Malang.
Prof. Dr. Haris Suprapto, Ketua Majelis Wali Amanat UNESA menyamput baik kedatangan rombongan SENAT UIN Maliki malang. Beliau menceritakan awal mula tercapainya PTNBH pada UNESA. Seperti perlu disiapkannya dokumen yang tidak mudah, perlu disiapkan tim yang kuat dan tidak gampang mengeluh, melakukan harmonisasi terhadap 5 kementerian, menata keuangan, fasilitas, dan aset. Prof Haris juga menjelaskan beberapa tahapan lain yang dijelaskan secara terbuka, nanti setelah Rektor mempentuk tim khusus maka akan dijeladkan lebih rinci lagi. Beliau juga menjelaskan kekurangan dan kelebihan perubahan BLU menjadi PTNBH.
"Proses pengumpulan dokumen-dokumen ini tidak budah, maka dibutuhkan tim yang tangguh dan tidak mudah mengeluh. Setelah dokumen siap kita perlu melakukan harmonisasi kepada 5 kementerian RI, dan ini juga sangat tidak mudah. Apa UIN Malang sudah siap?", terang beliau sambil diselingi dengan candaan penuh tawa. "Dalam tata kelola SENAT jika sudah PTNBH juga mengalami perubahn peraturan. Tenang saja, kami siap mendukung dan membantu UIN Maliki Malang untuk menjadi PTNBH", imbuh beliau.
Banyak hal baru yang menjadi catatan bagi SENAT UIN Maliki Malang dalam pertemuan ini. Diharapkan pertemuan ini dapat memperkuat kerjasama antar perguruan tinggi dan memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan sistem pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya UIN Maliki Malang menuju PTNBH. (jj)
HUMAS UIN MALANG - Tim Akuntansi UIN Malang berhasil meraih prestasi membanggakan dalam APAFEST (Aspiring Professional Accountant Festival) 2023 yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia di Jakarta.
Kompetisi ini dilaksanakan secara beregu yang diikuti oleh Dewa Kusuma Wardhana, Rama Putra, dan Moch. Angga Hartanto. Mereka menunjukkan dedikasi tinggi selama persiapan, mulai dari perancangan konsep hingga pengeditan video yang membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu.
Keberhasilan tim ini dapat dicapai berkat kerjasama solid yang didukung oleh pengalaman bekerja bersama di HMPS dan IAI Muda sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa sinergi tim yang baik menjadi kunci utama kesuksesan mereka, tanpa memerlukan penyesuaian berlebihan.
Tantangan utama yang dihadapi tim adalah menyampaikan pesan melalui video dengan durasi yang sangat terbatas, hanya 90 detik. Meskipun sulit, mereka berhasil mengatasi hal ini dengan pemikiran kreatif dan inovatif.
Puncak dari perjuangan tim terjadi saat mereka meraih juara 3 dalam kategori lomba Reels Competition. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa di UIN Malang terutama prodi akuntansi.
"Kepada teman-teman di UIN Malang agar tidak ragu untuk berkompetisi, serta selalu mencoba hal-hal baru yang membawa dampak positif," pesan tim ini.
Keberhasilan mereka di APAFEST 2023 ini adalah bukti bahwa semangat pantang menyerah dan kerja keras akan membuahkan hasil gemilang.