HUMAS UIN MALANG - Unit KSR PMI UIN Malang menyelenggarakan acara sosialisasi hasil pelatihan Psychosocial Support Service (PSS) (29/11).
Acara ini menjadi bagian integral dari upaya pemberian bantuan dalam siklus bencana, dengan fokus pada Psychological First Aid (PFA).
Acara yang dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota baru KSR PMI UIN Malang ini bertujuan untuk membagikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan. Pelaksanaan acara ini tidak hanya menjadi kewajiban organisasi, tetapi juga mencerminkan komitmen pengurus KSR periode 2023 untuk mentransfer pengetahuan yang mereka terima kepada anggota lainnya.
Selama sosialisasi, para peserta menyampaikan informasi tentang konsep PSS, PFA, dan berbagai aspek terkait dalam konteks bantuan pada situasi krisis. Poin utama yang dibahas mencakup strategi untuk memberikan dukungan psikososial yang efektif kepada korban bencana, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional mereka.
Pengurus KSR PMI UIN Malang menekankan bahwa acara ini tidak hanya memenuhi peraturan organisasi, tetapi juga merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kapasitas seluruh anggota dalam merespons dan memberikan dukungan yang lebih baik di tengah-tengah bencana. Semua peserta diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan Palang Merah, PSS, dan PFA untuk memberikan bantuan yang lebih efektif dan holistik.
Acara sosialisasi hasil pelatihan Psychosocial Support Service ini diakhiri dengan semangat positif dan harapan bahwa pengetahuan yang diterima akan membawa dampak positif dalam upaya kemanusiaan yang dilakukan oleh KSR PMI UIN Malang.
HUMAS UIN MALANG - Dinas Pengembangan Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Psikologi UIN Malang menggelar acara Sharing Session yang bisa diikuti seluruh mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Malang dan terbuka untuk umum (29/11).
Melalui platform online (live instagram) dengan Kak Edvin sebagai Speaker, Sharing Session ini memberikan wadah bagi mahasiswa berprestasi dalam Fakultas Psikologi untuk berbagi informasi, serta memberikan tips dan trik dalam meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik. Antusiasme peserta diharapkan dapat menciptakan suasana interaktif dan inspiratif.
"Acara ini bukan hanya menjadi sumber insight bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi stimulus bagi yang lain untuk meraih prestasi di berbagai bidang," ujar Al Ihza Dwi Kurniawan. "Dalam sesi berdurasi estimasi 45 menit, diharapkan peserta dapat memperoleh wawasan yang memotivasi untuk berkembang secara holistik," imbuh Ketua DEMA itu.
Kak Edvin (Speaker) dan Shofy A'isy (Host)
Sharing Session ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Psikologi UIN Malang dalam membangun lingkungan akademik yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa, seiring dengan pemahaman bahwa peran mahasiswa saat ini akan berdampak pada masyarakat di masa depan dan menjadikan pengalaman mereka sebagai inspirasi dalam mengejar prestasi di dunia akademik dan di luar kampus. Acara ini diharapkan dapat menciptakan gelombang semangat positif di kalangan mahasiswa.
HUMAS UIN MALANG- Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan bangga membuka International Students Health-Related Inbound Program (ISHIP) 2023.
Dekan FKIK UIN Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati PW., M.Kes., Sp.Rad(K), secara resmi membuka ISHIP 2023 secara virtual. Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Wakil Dekan III dr. Alvi Milliana, M.Biomed, Kabiro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I., Kaprodi PSPD dr. Tias Pramesti Griana, M.Biomed, serta delegasi dari berbagai negara.
Acara yang digelar di Kampus 3 UIN Malang ini bertujuan untuk mempromosikan pengetahuan dasar tentang Emergency Medicine dan memperkenalkan peserta internasional terpilih pada pendidikan serta budaya di Indonesia.
Wakil Dekan III dr. Alvi Milliana menyambut seluruh tamu undangan dan menjelaskan bahwa ISHIP 2023 akan menyediakan pengetahuan tentang Emergency Medicine melalui kuliah dan simulasi praktis. Dr. H. Barnoto berharap bahwa program ini akan membuka wawasan peserta terhadap penanganan situasi darurat, sekaligus menjadi ajang memahami lebih dalam pendidikan dan budaya Indonesia.
Menurut Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati PW., M.Kes., Sp.Rad(K), "Acara ISHIP tidak hanya memberikan pengetahuan medis tetapi juga menjadi jembatan untuk berbagi kekayaan budaya dan pendidikan yang dimiliki Indonesia."
Program ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa internasional, memberikan pemahaman mendalam tentang penanganan situasi darurat, dan sekaligus membawa mereka lebih dekat dengan kekayaan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan pendukung.
ISHIP 2023 di FKIK UIN Malang akan berlangsung beberapa hari ke depan guna menawarkan rangkaian kegiatan yang informatif, edukatif, dan menggairahkan bagi semua peserta internasional yang turut serta.
HUMAS UIN MALANG - UIN Malang menggelar rapat evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2023 yang dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, dan Pejabat UIN Malang (27-29/11).
Ketua Senat Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, MAg, menekankan perlunya evaluasi jalur PMB, merinci studi tentang hasil masing-masing jalur, dan mendukung perbaikan melalui branding universitas.
Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M. Ag, menyebutkan perbedaan PMB 2023 dengan jalur sebelumnya, menegaskan bahwa Penerimaan Mahasiswa Baru 2024 tidak akan menambah kuota kecuali pada jalur mandiri.
Wakil Rektor II Bidang AUPK Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, menyoroti penambahan mahasiswa baru sebagai upaya meningkatkan reputasi nasional. Dalam persiapannya untuk tahun 2024, ditargetkan ada penambahan kuota sebanyak 1600 mahasiswa baru dengan 60% untuk rumpun agama dan 40% untuk umum. Diharapkan evaluasi PMB 2023 dapat memperbaiki setiap jalur.
Kepala Biro AUPK Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd, juga turut hadir dalam acara yang digelar di Surya Hotel & Cottage Prigen. Beliau menyarankan penyaringan mahasiswa yang lebih berkualitas dan penambahan melalui penelitian atau inovasi sesuai kebutuhan riset yang ada.
H. Imam Ahmad, M.Ag, Ketua PMB dan Kepala Koordinator Bagian Akademik, melaporkan hasil PMB 2023, sementara menegaskan fokus pada perbaikan dan peningkatan kualitas mahasiswa melalui evaluasi PMB 2023. Rapat evaluasi ini diharapkan menjadi pijakan untuk perbaikan strategis dalam Penerimaan Mahasiswa Baru 2024 UIN Malang.
HUMAS UIN MALANG - Sejak tanggal 27 hingga 29 November 2023, UIN Malang telah sukses menyelenggarakan rapat evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2023 di Surya Hotel & Cottage Prigen. Kehadiran dekan, wakil dekan, dan pejabat UIN Malang memperkuat agenda evaluasi ini.
Ketua Senat UIN Malang, Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, MAg, menekankan pentingnya evaluasi jalur PMB, dengan menguraikan studi hasil dari setiap jalur dan mendukung perbaikan melalui strategi branding universitas. Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M. Ag, menjelaskan perbedaan PMB 2023 dengan jalur sebelumnya, menegaskan bahwa kuota Penerimaan Mahasiswa Baru 2024 tidak akan bertambah, kecuali pada jalur mandiri.
Wakil Rektor II Bidang AUPK, Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, menyoroti penambahan mahasiswa baru sebagai langkah untuk meningkatkan reputasi nasional. Dalam persiapannya untuk tahun 2024, diharapkan terjadi penambahan kuota sekitar 1600 mahasiswa baru, dengan 60% diperuntukkan bagi rumpun agama dan 40% untuk umum. Evaluasi PMB 2024 diharapkan dapat menyempurnakan setiap jalur.
Kepala Biro AUPK, Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd, memberikan saran untuk meningkatkan kualitas mahasiswa melalui penyaringan yang lebih ketat dan penambahan melalui penelitian atau inovasi sesuai dengan kebutuhan riset yang ada.
H. Imam Ahmad, M.Ag, Ketua PMB dan Kepala Koordinator Bagian Akademik, melaporkan hasil PMB 2023 sambil menegaskan fokus pada perbaikan dan peningkatan kualitas mahasiswa melalui evaluasi PMB 2024. Rapat evaluasi ini diharapkan dapat menjadi pijakan strategis untuk perbaikan dalam Penerimaan Mahasiswa Baru 2024 di UIN Malang.
HUMAS UIN MALANG - Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maliki Malang berhasil mengembangkan produk farmasi halal dari daun kenitu (Chrysophyllum cainito L.) untuk terapi osteoartritis (pengapuran tulang).
Tim penelitian ini diketuai oleh Dr. apt. Burhan Ma'arif Z. A., M.Farm. (Dosen Farmasi), beranggotakan apt. Novia Maulina, M.Farm. (Dosen Farmasi), serta mengajak mahasiswa Farmasi Rayhan Bakhrul Ulum dan Nadiya Ramadanty Mulpiawan.
Penelitian daun kenitu dilakukan sebagai alternatif terapi osteoartritis yang selama ini banyak menggunakan suplemen glukosamin dan kondroitin yang memiliki kekurangan pada aspek sumbernya, yaitu babi yang tidak halal, penangkapan hiu dan paus yang merusak ekosistem laut, serta krustasean dan cangkang artropoda yang dapat menginduksi reaksi alergi berlebihan.
Kenitu dipilih sebagai bahan dasar karena mengandung fitoesterogen tinggi yang berpotensi sebagai terapi osteoartritis. Penelitian yang sudah melewati tahap uji in vivo dengan judul “Development of Halal Pharmaceutical Products from Chrysophyllum cainito L. for the Treatment of Osteoarthritis” ini berhasil menyabet Juara Umum Lomba Invensi dan PTK IYSA 2023 dan berhasil menyabet medali emas (25/11).
Prototipe Osteprim (R)
Penelitian ini diinisiasi sejak tahun 2017 dengan fokus pada khasiat sebagai antiosteoporosis, belum ke arah osteoartritis. Penelitian daun kenitu untuk maintenance dan treatment penyakit pada tulang ini dilakukan dengan prosedur pengembangan obat baru secara umum, mulai dari skrining kandungan kimia dengan metode metabolite profiling, uji in silico, uji toksisitas, dan uji aktivitas baik sebagai antiosteoporosis maupun antiosteoarthritis. Selanjutnya dilakukan tahapan formulasi tablet, uji stabilitas formula, hingga uji deskriptif respon pasien. Semua hasil menunjukan ekstrak daun kenitu dan tablet daun kenitu ini (prototipe dengan merk Osteprim) berkhasiat dalam mengobati osteoporosis dan osteoarthritis.
Dr. apt. Burhan berharap Osteprim dapat diproduksi secara masal dan terdaftar di BPOM. "Harapan kami tentu produk Osteprim ini bisa diproduksi secara massal sebagai bentuk hilirisasi hasil penelitian, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Saat ini prototipe Osteprim sedang kami proses untuk pendaftaran nomor registrasi BPOM bekerjasama dengan beberapa industri farmasi. Mohon doanya saja supaya lancar," pungkasnya.
Narasumber: Dr. apt. Burhan Ma'arif Z. A., M.Farm Reporter: Raalins W Editor: Edy Hyto
HUMAS UIN MALANG - Rektor UIN Malang menjadi pembicara utama dalam Seminar Internasional yang diadakan oleh STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang (27/11).
Prof.Dr Kasuwi Saiban, M.Ag, menyampaikan bahwa acara dihadiri oleh tiga lembaga penting, termasuk rektor dari Universitas di Thailand dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta wakil dekan kemahasiswaan dari Universitas Jambi.
Prof. Kasuwi menyoroti pentingnya pendidikan, urgensi kontribusinya terhadap kedamaian, dan mencermati situasi sulit yang dihadapi oleh saudara-saudara kita di Gaza.
Materi dari Prof.Dr.H.M. Zainuddin, MA, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berfokus pada pendidikan inklusi. Ia menjelaskan bahwa pendidikan inklusi adalah pendidikan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa membatasi golongan tertentu, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) yang belajar bersama anak-anak normal. Landasan filosofis dan yuridis pendidikan inklusi mencakup prinsip Bhineka Tunggal Ika, serta deklarasi Hak Asasi Manusia (1948), Konvensi Hak Anak (1989), dan kebijakan global Education for All oleh UNESCO (1990).
Dalam konteks tantangan pendidikan agama, Prof. Zainuddin menyoroti kurangnya kekuatan empiris pendidikan agama yang disaingi oleh kekuatan bisnis dan politik. Mayoritas umat Islam juga dihadapkan pada realitas kurangnya penghargaan terhadap nilai-nilai Islam yang memunculkan kesenjangan antara nilai dan praktik dalam masyarakat Muslim.
Beliau menyoroti peran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang belum sepenuhnya berhasil membentuk generasi karena pengajaran agama yang bersifat simbolik-ritualistik dan ketidakseimbangan dalam tiga ranah nilai: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Solusinya mencakup mengembangkan pluralitas agama sebagai kekuatan konstruktif-transformatif, mereview kurikulum yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan dan agama damai, dan menanamkan nilai agama dalam ranah publik.
Seminar ini menjadi wadah refleksi untuk menciptakan harmoni umat beragama di Indonesia dengan fokus pada reorientasi pendidikan agama yang bersifat universal dan humanis serta peningkatan kualitas pendidikan pada setiap komunitas agama.
HUMAS UIN MALANG - Himpunan Mahasiswa Islam (HMPS) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Malang menggelar Festival Ilmiah Al-Qur'an dan Harlah ke-VII dengan tema "Meneguhkan Tafsir Al-Qur'an yang Kontekstual".
Acara berlangsung pada 18 November hingga 26 November 2023 kemarin dengan berbagai macam kegiatan menarik. Beberapa diantaranya adalah Khotmil Qur'an Akbar yang melibatkan seluruh mahasiswa IAT angkatan 21, 22, dan 23. Tujuan acara ini adalah memperkuat kultur dan karakteristik Prodi IAT. Dalam suasana khidmat, mahasiswa membacakan al-Qur'an secara ghaib, diwakili oleh perwakilan setiap angkatan (18/11).
Tak hanya itu, HMPS IAT juga mengadakan Seminar Nasional dengan pemateri utama, Prof. DR. KH. Nassaruddin Umar M. A (Rektor PTIQ Jakarta & Imam Besar Masjid Istiqlal) dan Prof DR Phil Sahiron Syamsuddin MA (Wakil Rektor 2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Mereka memberikan wawasan mendalam terkait bidang ilmu tafsir. Acara yang dibuka secara langsung oleh Rektor UIN Malang ini diikuti oleh mahasiswa IAT UIN Malang serta mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir & Ilmu Hadist se-Jatim.
Puncak penutupan FIA dan Harlah dimeriahkan dengan penampilan para juarawan lomba MTQ, MHQ, Dai, Kaligrafi, dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an yang merupakan salah satu rangkain dari acara ini. Lomba-lomba tersebut diharapkan dapat meningkatkan eksistensi Prodi IAT UIN Malang dan kampusnya, agar dikenal oleh siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Ketua HMPS IAT, Saif Ali Yasin, “Dengan adanya lomba-lomba ini diharapkan dapat menambah eksistensi Prodi IAT UIN Malang," ucap Saif Ali Yasin, Ketua HMPS IAT.
Ihda Filzafatin Habibah, Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, perwakilan Jawa Timur dalam pemilihan Duta Hijab Indonesia, yang baru-baru ini dinobatkan sebagai Miss Hijab Intelegensia (26/11).
Ia mengungkapkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan ajang-ajang pemilihan duta sebelumnya, dengan menjelaskan bahwa Miss Hijab Intelegensia mewakili seluruh provinsi se-Indonesia, dan hanya 30 orang yang terpilih, sementara dirinya menjadi perwakilan Jawa Timur.
Proses pemilihan Miss Hijab Intelegensia tidak hanya menekankan kecantikan dan modeling, tetapi juga menggabungkan kecerdasan dan advokasi. Miss Hijab Intelegensia Jawa Timur terpilih karena dianggap sebagai yang paling pintar di antara perwakilan lainnya. Motivasinya mengikuti ajang ini awalnya hanya iseng, mengisi waktu luang liburan, namun kemudian bertransformasi menjadi kemenangan sebagai Miss Hijab Intelegensia Jawa Timur yang paling pintar.
Dalam merinci tentang dirinya, ia mengakui ketidaknyamanan terkait tinggi badan dan mengungkapkan kekuatannya sebagai individu yang dapat menghadapi tantangan. Miss Hijab Intelegensia juga menyoroti peran pentingnya dalam mempromosikan pendidikan, terutama melalui profil dan latar belakang dirinya sendiri. Dengan menjadi pemateri di berbagai tingkatan, regional, nasional, bahkan internasional, ia berhasil membawa advokasi dalam bidang pendidikan ke panggung yang lebih luas.
Namun, ia juga mengakui bahwa aspek paling menantang dalam mengikuti ajang ini adalah fisiknya. Dengan tinggi badan yang menjadi sumber ketidakpastian, ditambah lagi dengan keberadaan skoliosis, Miss Hijab Intelegensia Jawa Timur dengan gigih menghadapi ketidaksempurnaan fisiknya, melangkah keluar dari zona nyaman, dan menerima tantangan ini sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan pribadinya.