HUMAS UIN MALANG - Dalam upaya percepatan internasionalisasi kampus, UIN Malang menyelenggarakan kegiatan Student Exchange yang ditujukan bagi seluruh mahasiswanya.
Proses seleksi peserta Student Exchange telah dilaksanakan sejak bulan Juni lalu dan menghasilkan 19 orang mahasiswa yang nantinya akan mewakili UIN Malang di kampus tujuan, yaitu di Ondokuz Meyiz Üniversitesi di Samsun, Turki.
Persiapan keberangkatan telah dilaksanakan sejak bulan Juni lalu hingga bulan Oktober ini, meliputi pembekalan bahasa asing (Arab dan Inggris), pembekalan penulisan karya tulis ilmiah, serta pemahaman lintas budaya (cross culture)
Tepat pada hari ini, Selasa (31/10/23), dilaksanakan penutupan pembekalan dan pengarahan serta pelepasan kepada para mahasiswa peserta Student Exchange UIN Malang 2023.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., menyampaikan pesan-pesan dan arahan kepada para peserta, dan berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar. "Saya yakin, empat bulan pembekalan yang telah dilaksanakan ini sudah menjadi modal yang cukup untuk para mahasiswa mengikuti program Student Exchange. Karena ini adalah Student Exchange, maka harapannya adalah ada mahasiswa dari kampus tujuan yang nantinya akan juga datang ke UIN Malang," ucap beliau.
Di samping itu, beliau juga menekankan kepada para mahasiswa untuk selalu menulis laporan harian dan mengikuti kegiatan dengan baik, khususnya pada kegiatan-kegiatan scientific meeting.
Program Student Exchange 2023 ini adalah program student exchange pertama yang diselenggarakan oleh UIN Malang di bawah naungan Project Management Unit (PMU) UIN Malang.
Sehubungan dengan hal ini, Ketua Senat UIN Malang, Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag., menyampaikan kepada para peserta untuk mengikuti program ini dengan serius dan selalu menjaga almamater dan nama baik kampus Ulul Albab tercinta." Dimanapun berada, kita harus menjaga etika, salah satunya adalah etika berkomunikasi dan etika dalam kegiatan apapun," pesannya.
Kegiatan Penutupan Pembekalan dan Pelepasan Peserta Student Exchange UIN Malang 2023 ini diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Rektor 4 Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. KH. Isroqunnajah, M. Ag., yang kemudian juga menyampaikan arahan kepada para peserta Student Exchange untuk selalu membawa data diri seperti paspor ketika bepergian di negara tujuan. "Sebagai bukti bahwa kita bukan pendatang illegal," ujar beliau. Sebelum sesi foto bersama, para peserta Student Exchange menampilkan persembahan berupa Tari Kreasi Medley Nusantara, yang nantinya akan ditunjukkan dalam Culture Exhibition di kampus tujuan. Semoga kegiatan Student Exchange berjalan dengan lancar dan memberikan banyak manfaat bagi para mahasiswa dan bagi Kampus UIN Malang tercinta.
HUMAS UIN MALANG - Dalam peringatan Hari Lahir (HARLAH) UIN MALIKI ke-62 yang juga bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Batu yang ke-22, komitmen untuk mengedepankan pembangunan berkelanjutan dengan fokus pada pelestarian lingkungan hidup menjadi sorotan utama pada kesempatan ini (31/10). UIN Maliki Malang telah merumuskan visi ke arah keberlanjutan dengan mengimplementasikannya melalui konsep kampus hijau (green campus).
Founder Alamku Hijau, Fitri Harianto atau yang akrab disapa Cak Ndan, menegaskan pentingnya menghadapi ancaman pemanasan global dan krisis air yang semakin nyata di hadapan kita. Dalam upaya menjaga ketahanan air, kawasan terbuka hijau seluas 20 hektar di UIN Malang, yang telah ditetapkan sebagai hutan kota melalui program pembangunan berkelanjutan menjadi pilar utama. Di dalamnya terdapat kebun bibit yang menjadi pusat edukasi bagi semua pihak.
Rektor UIN, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, menekankan perlunya menjaga alam karena dampak pemanasan global sudah dirasakan oleh kita semua. Emisi gas rumah kaca semakin meningkat, dan Indonesia berkontribusi pada masalah ini. Untuk itu, program kelestarian lingkungan hidup dan konsep green campus menjadi langkah penting.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Aries Setiawan, berbicara tentang kolaborasi antara wilayah hutan kota dan Founder Alamku Hijau yang setiap tahun menjadi penilaian dalam penghargaan Adipura. Kota Batu berhasil meraih Adipura atas kerja sama dengan UIN Malang. Tahun ini, Kota Batu mendapatkan Intelektualitas Lingkungan Hidup di Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk mengubah kawasan restorasi air dan pohon menjadi kawasan restorasi pariwisata, menjadikan Kota Batu sebagai destinasi pariwisata unggulan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Peringatan HARLAH UIN MALIKI ke-62 dan HUT Kota Batu ke-22 ini memberikan pesan kuat tentang pentingnya kelestarian lingkungan hidup dan bagaimana institusi pendidikan dan pemerintah kota dapat bersatu dalam misi ini. Semua pihak berkomitmen untuk menjaga alam demi generasi selanjutnya dan mengejar kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Penulis : Syaputri Maharani Fotografer: Jajang Oghi W. Editor: Edy Hyto
UIN MALANG-Tidak mudah menerbitkan naskah di jurnal bereputasi internasional, meski itu merupakan hasil riset yang mutakhir. Salah satu yang menjadi pertimbangan dewan editor jurnal ialah susunan penulis atau peneliti. Single author cenderung tidak dilirik. Sedangkan, jumlah penulis yang banyak dan berasal dari berbagai lembaga mendapatkan poin plus. Masalahnya, tidak semua peneliti memiliki akses untuk melakukan kolaborasi dengan peneliti dari institusi lain, apalagi internasional. Hal ini menjadi bahasan utama Workshop Penguatan Penelitian Kolaboratif Internasional yang diadakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (30/10), di Ruang Meeting Gedung Rektorat lt. 3. Narasumber yang dihadirkan adalah Prof. Dr. Phil. Mohamad Nur Kholis Setiawan, MA. dari UIN SAIZU Purwokerto. Peserta workshop adalah para pimpinan kampus, seperti wakil rektor, dekan, kaprodi, hingga ketua-ketua lembaga di UIN Malang. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan, menurut Nur Kholis, kolaborasi riset internasional adalah sebuah keniscayaan. Kolaborasi adalah sebuah kebutuhan bagi ilmuwan, juga institusi untuk memperluas wawasan dan mengenalkan diri. “Sifat kolaborasi adalah mutual benefit. Semua merasakan manfaatnya,” jelas Guru Besar kelahiran 1969 itu.
Namun, tidak mudah mendapatkan kerjasama untuk kolaborasi ini. Maka, satu-satunya cara adalah mengharapkan dukungan pimpinan kampus untuk membangun relasi lebih banyak lagi dengan lembaga yang kredibel di luar negeri. “Pimpinan perguruan tinggi berperan sebagai pembuka bagi para dosennya untuk terlibat dalam kolaboratif internasional,” ujarnya. Kerjasama bisa diawali dengan melakukan kunjungan yang produktif, agar menghasilkan MoU yang saling menguntungkan. LP2M pun dirasa bisa memiliki peran yang krusial dalam membangun kerjasama. Pasalnya, LP2M adalah lembaga dalam naungan kampus yang concern di dua hal penting di Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni penelitian dan pengabdian. Beberapa cara yang disarankan oleh Prof. Dr. Phil. Mohamad Nur Kholis Setiawan, MA. ialah cara yang sangat sederhana, yakni mengikuti Call for Papers untuk konferensi keilmuan di level internasional. Dalam event ini, biasanya dihadiri para ilmuwan dan peneliti di rumpun bidang yang sama. Maka, kesempatan bertemu dengan calon partner penelitian akan semakin besar. “Selanjutnya, Bapak dan Ibu jangan mengabaikan undangan menjadi reviewers di jurnal internasional,” papar Prof. Nur Kholis. Dengan menjadi penelaah naskah di jurnal lain, biasanya seseorang juga mendapat tiket untuk dapat menerbitkan naskah di jurnal tersebut, apalagi jika jurnal itu sudah terindeks oleh pengindeks internasional bereputasi. (nd)
SIMBOLIS: Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA secara simbolis menyerahkan bendera UIN Malang ke Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I.
HUMAS UIN MALANG - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, kembali melaksanakan upacara pelepasan 158 kontingen mahasiswa berbakat dari kampus ini, Senin (30/10/2023). Delegasi yang terdiri dari para mahasiswa pilihan ini akan mengikuti dua event bergengsi, yakni Pekan Olahraga dan Seni se-Jawa-Madura (Porsi Jawara) di tingkat nasional dan lomba paduan suara di ajang internasional di Malaysia. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 2-5 November 2023.
Dalam rangka Festival Paduan Suara Internasional Malaysia Choral Eisteddfod ke-21 tahun 2023, UIN Maliki Malang akan diwakili oleh 32 penyanyi, 1 pejabat, 1 konduktor, dan 1 pianis, sehingga jumlah total kontingen mencapai 35 orang. Prof. Zainuddin dengan penuh semangat melakukan pelepasan secara simbolis di depan gedung rektorat setelah apel pagi digelar. Dalam sambutannya, Prof. Zainuddin memberikan tiga pesan penting kepada kontingen UIN Maliki Malang. Pertama, ia mengingatkan agar para mahasiswa menjaga kesehatan selama berpartisipasi dalam kompetisi dan berharap agar tidak ada yang mengalami cedera, sehingga mereka bisa tampil dengan performa maksimal.
Kedua, rektor menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater UIN Maliki Malang. Keikutsertaan dalam kompetisi nasional dan internasional dianggap sebagai momen penting untuk mempromosikan prestasi dan reputasi kampus ini di kancah internasional. Terakhir, Prof. Zainuddin berharap kontingen UIN Maliki Malang meraih prestasi tertinggi, bahkan menjadi juara umum dan meraih banyak medali emas. Hal ini diharapkan sebagai kontribusi penting terhadap cita-cita bangsa menuju generasi emas yang diharapkan oleh pemimpin negara.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi, Akademik, dan Kemahasiswaan (AAKK) UIN Maliki Malang, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, yang bertanggung jawab atas keberangkatan kontingen, melaporkan bahwa jumlah pendaftar awal mencapai 717 peserta, namun setelah proses seleksi ketat, hanya 108 mahasiswa yang berhasil lolos menjadi bagian dari kontingen Jawara UIN Maliki Malang.
Kontingen ini akan berpartisipasi dalam 25 cabang lomba yang berbeda dan akan mendapatkan pendampingan langsung dari pelatih, panitia lokal, dan official dari UIN Maliki Malang yang berjumlah 50 orang. Dengan total 158 orang yang akan berangkat, harapannya adalah kontingen UIN Maliki Malang mampu mempersembahkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama kampus tercinta di setiap cabang kompetisi.
HUMAS UIN MALANG-Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Dra. Hj. Shofiyah Zainuddin, aktif mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) Kusemai Nilai Tahap II Tahun 2023. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag dan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Indonesia.
Kegiatan ToT ini berlangsung dari Kamis, 26 hingga Sabtu, 28 Oktober 2023, di Harris Hotel and Convention Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hadir dalam kegiatan ini beragam peserta, termasuk Pegawai Kemenag, Pengurus DWP Kemenag, Pengurus DWP Itjen, Perwakilan DWP PTKN, dan perwakilan satuan kerja lainnya. Tujuan utama dari program ini adalah membangun ekosistem budaya integritas dengan memahami lima nilai dasar Kementerian Agama, nilai-nilai inti ASN yang berakhlak, dan nilai-nilai antikorupsi.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama (DWP Kemenag), Eny Retno Yaqut Qoumas, memberikan penguatan terkait rencana aksi dan mengevaluasi tahap pertama program "Kusemai Nilai." Beliau menyatakan bahwa peserta telah dipersiapkan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pendorong dan instruktur yang mampu menyebarkan semangat antikorupsi.
Penasihat DWP Kemenag juga menyoroti peran media sosial dalam mengedukasi, berbagi, dan mengakses informasi tentang pencegahan korupsi. Media sosial diharapkan dapat menjadi alat untuk menyebarkan informasi mengenai anti-korupsi.
Penasihat DWP Kemenag menekankan pentingnya perencanaan yang baik sebelum pelaksanaan program "Kusemai Nilai," karena hal ini krusial untuk efektivitas program.
Selain itu, penasihat DWP Kemenag menekankan pentingnya evaluasi program, yang memiliki potensi untuk membuat program-program yang akan datang menjadi lebih unggul dibanding sebelumnya. Acara tersebut diakhiri dengan penutupan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Agama, yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Itjen Kastolan, yang memberikan dukungan terhadap program ini sebagai salah satu langkah awal untuk sistem peringatan dini, mitigasi, dan upaya pengawasan.
HUMAS UIN Malang - Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, DEMA FKIK UIN Malang menyelenggarakan LKMMF x MTE 2023 bertema "Prepare Dedicated Human Resources to Develop Superior Skills and Leadership" (28/10/23). Latihan keterampilan manajemen mahasiswa fakultas (LKMMF) diikuti oleh seluruh mahasiswa baru angkatan 2023 FKIK UIN Malang. Meet the Expert (MTE) mengundang pembicara yang telah berkiprah di taraf nasional, Dr. dr. Muhammad S. Niam FINACS, M.Kes, Sp.B-KBD (Ketua Himpunan Ahli Bedah Indonesia) yang diikuti mahasiswa aktif FKIK UIN Malang.
LKMMF x MTE 2023 menghadirkan pesona dari Bali sebagai pembuka acara, tari Legong kreasi yang dibawakan klub seni tari LSO Senior (Lembaga Semi Otonom Seni dan Olahraga) FKIK UIN Malang.
Acara dibuka oleh dr. Alvi Miliana, M.Biomed. (Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FKIK UIN Malang). Beliau bangga dengan terselenggaranya acara LKMMF x MTE 2023 yang mana terpancar semangat dan dedikasi baik itu dari peserta maupun panitia. "Hari ini, bertepatan dengan hari sumpah pemuda, saya melihat semangat yang sangat luar biasa dari adek-adek yang merupakan pemuda penerus generasi bangsa sebagai calon pemimpin di masa depan," ucapnya.
Selaras dengan tema yang diusung, LKMMF membekali mahasiswa baru 2023 dengan ilmu keorganisasian yang dibawakan oleh Saudara Zidni Ilmansyah (Korwil VII Formassosmas BEM se-Indonesia periode 2022/2023) dan grand desing oleh Bapak Yossi Indra Kusuma S.Ked., M.Med.Ed. (Sekretaris Prodi PSPD FKIK UIN Malang).
Saudara Zidni menekankan keberanian untuk bertanya dan mencoba sebagai modal awal untuk berkembang. Di samping itu, sebagai seorang pemuda, sebaiknya cobalah banyak hal dan buat kesalahan sebanyak mungkin. "Saat masih kuliah, jadilah berani, habiskan kuota kesalahan agar saat lulus nantinya memahami bagaimana cara menghadapi persoalan dan kemudian menikmati kesuksesan. Ilmu penting dan yang terpenting dari itu adalah pengimplementasiannya," pesannya.
Berlanjut ke topik Grand Design yang dibawakan secara interaktif, Pak Yossi memaparkan rumusan event management yang meliputi riset, desain, perencanaan, koordinasi, dan evaluasi. Beliau membekali para mahasiswa baru 2023 untuk siap berkecimpung di ormawa (organisasi mahasiswa) ke depannya dan tentunya akan membantu menghadapi persoalan terkait di dunia kerja kelak.
MTE 2023 bersama Dr. dr. Muhammad S. Niam FINACS, M.Kes, Sp.B-KBD berjudul "Building Succesful Career through Healthy Islamic Leadership". Beliau berpesan untuk menjalani kehidupan selangkah demi selangkah. "Kita tidak dituntut untuk merencanakan terlalu jauh, yang penting adalah bagaimana kita menghadapi, menjalani kehidupan step by step, melihat semua peluang yang ada dan selalu memanfaatkannya. Jangan berhenti belajar setelah lulus karena ilmu akan terus berkembang begitu cepatnya."
Di penghujung acara, makrab diadakan untuk mempererat silaturrahim, memupuk rasa kekeluargaan, dan solidaritas dengan persembahan musik dan drama dari mahasiswa baru 2023. Makrab disemarakkan penampilan tari ksatria dan musik dari LSO Senior.
"Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, LKMMF x MTE 2023 ini siap menjadi tempat bagi para generasi muda untuk mewujudkan Indonesia emas 2045. Karena di acara ini, teman-teman akan diajarkan banyak hal mengenai manajerial, kerjasama, serta berguru kepada orang-orang yang expert di bidangnya." Saudara Arya Syahrul Ramadhan (Ketua Pelaksana LKMMF x MTE 2023) mengutarakan harapannya, "Oleh karena itu, demi menjawab misi Indonesia emas 2045 ini teman-teman diharapkan mampu meraup semua ilmu yang ada di sini dengan penuh semangat dan penuh rasa bangga. Karena apa? Perubahan ada di tangan kalian," imbuhnya.
Reporter: Raalins W Fotografer: Panitia LKMMF x MTE 2023 Editor: Edy Hyto
UIN Malang-Meraih prestasi lulusan terbaik pada pagelaran Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-77, Periode Kelima Tahun 2023, Lutfi Adinda Salsabila berdiri di atas podium untuk memberikan sambutan mewakili 800 mahasiswa yang dinyatakan lulus pada, Sabtu (28/10), di Gedung Sport Center. Adinda mengutip kalimat dari Tokoh Buya Hamka, "Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah melangkah."
Ia melanjutkan, jatuh memang sakit, kegagalan tentu melelahkan. "Belajar itu memang capai/lelah, tapi diremehkan orang lain karena kita tidak berpengetahuan itu lebih capai. Berjuang meraih mimpi memang capai, tapi penyesalan kemudian hari karena kita gagal meraih impian kita juga akan melelahkan," tegasnya. Belajar di universitas selama empat tahun nampak lama dan melelahkan. Namun, dibanding kehidupan setelah wisuda yang panjang dan berliku, tentu masa belajar akan terlihat tidak cukup lama. "Mau capai sekarang atau nanti?" Kembali Adinda menegaskan di hadapan seluruh hadirin di momen wisuda tersebut.
Ia mengingatkan bahwa hidup itu "sawang sinawang". Orang lain tidak pernah tahu bagaimana kerasnya hidup yang kita jalani. Karena itu, tugas utama manusia adalah membuat hidupnya berguna dengan ilmu yang dipelajari. "Allah Swt. tidak membawa kita sejauh ini hanya untuk gagal. Percaya kalau Allah akan selalu bersama kita," ujarnya menutup sambutan.
UIN MALANG-Tak seperti biasanya, dalam perhelatan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-77 atau Periode ke-5 Tahun 2023, Ketua Senat Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag. tak hanya membuka acara namun juga memberikan sambutan, Sabtu (28/10). Pasalnya, sambutan tersebut ditujukan untuk memperingati Harlah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang ke-62. Mengawali sambutan tersebut, Prof. Muhtadi mengapresiasi seluruh sivitas akademik, seluruh lapisan dari atasan hingga bawahan, termasuk juga alumni, yang turut serta merawat dan mengembangkan warisan leluhur berupa kampus berlogo Ulul Albab ini. Bertepatan pula dengan hari Peringatan Sumpah Pemuda, Prof. Muhtadi berharap 800 wisudawan yang telah menamatkan studinya di tingkat universitas dapat menjadi pemuda-pemuda yang berperan penting dalam perkembangan peradaban dunia. "Seperti kata Proklamator kita, Bung Karno yang mengatakan 10 pemuda cukup untuk mengguncang dunia. Tentu kita artikan ini secara positif," tegasnya. Sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing para pemuda lulusan UIN Malang diharapkan dapat berperan aktif untuk menangani masalah-masalah di masyarakat. Di akhir sambutannya, Prof. Muhtadi menuturkan bahwa di antara pendiri kampus UIN Malang adalah para alim ulama yang tersohor di beberapa pesantren. Di antaranya ialah KH. Mustain Ramli (PP Darul Ulum Jombang), KH. Abdul Fatah Hasyim dan KH. Abdul Wahab Hasbullah (Tambak Beras, Jombang), KH. Karim Hasyim (Tebu Ireng, Jombang), KH. Ahmad Bisri Syamsuri (Den Anyar, Jombang), serta KH. Mahrus Ali (Lirboyo, Kediri). Kepada seluruh alumni, termasuk juga yang diwisuda pada momen tersebut, Prof. Muhtadi berpesan, "Mari kita rawat, kita kembangkan warisan yang sangat berharga ini. Ini upaya kita untuk mengabdi dan berkomitmen mengembangkan masyarakat pada umumnya, dan Muslim khususnya, di wilayah Indonesia, hingga mancanegara." Terakhir, Prof. Muhtadi meresmikan perilisan buku karya 12 Guru Besar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diterbitkan menjadi dua jilid berjudul Gagasan Besar Guru Besar UIN Malang Jilid 4 dan 5. "Ini adalah buku ketujuh yang menjadi inisiatif Guru Besar di kampus kita," jelasnya.
HUMAS UIN MALANG - Rapat Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah resmi dibuka oleh Ketua Senat Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, MAg, dalam rangka merayakan Harlah ke-62 dan wisuda sarjana dan pasca ke-77 periode lima tahun 2023.
Prof Dr H A Muhtadi Ridwan, MAg menekankan pentingnya perayaan ini sebagai momen istimewa karena bersamaan dengan peringatan Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional kemarin. Beliau juga mengucapkan selamat sukses kepada seluruh lulusan yang akan diwisuda dan diikutsertakan dalam prosesi pengukuhan pagi ini, yang mencakup lulusan ke-5595 hingga ke-5675.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dan semangat proklamator seperti Bung Karno dalam konteks zaman yang tidak selalu baik. “Saya berharap, wisudawan dan wisudawati dapat menjadi bagian dari 10 pemuda proklamator yang mampu menginspirasi perubahan positif di Indonesia,” harapnya.
Tak hanya berfokus pada perayaan wisuda, namun rapat senat ini juga menjadi kesempatan untuk meluncurkan buku gagasan besar dari 12 guru besar dalam dua jilid buku, yang merupakan karya monumental yang sangat dihargai.
Laporan akademik kelulusan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, menunjukkan bahwa jumlah total wisudawan mencapai 800 dengan rincian di berbagai fakultas. Fitk memiliki 139 wisudawan, syariah 84, humaniora 110, psikologi 3, ekonomi 166, saintek 279, kedokteran 6, dan pasca 13. Sebanyak 555 wisudawan berhasil meraih predikat cum laude dengan persentase sebanyak 71.7%.
Rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) para lulusan adalah 3.59, sementara wisudawan terbaik sarjana adalah Lutfi Adinda Salsabila MPI dengan IPK 3.96, dan wisudawan terbaik pasca adalah Alfarabi Sidqhi Ahmadi majister PAI dengan IPK 3.97, keduanya juga meraih predikat cum laude.
Perayaan ini menjadi bukti keberhasilan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mencetak lulusan berkualitas, siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia, dan memperkuat warisan berharga yang diberikan oleh para ulama. Semoga semangat dan prestasi mereka terus mewarnai perjalanan bangsa.
Reporter: Rahmata Bella Fotografer: Arjuna Ramadany S. Editor: Edy Hyto