HUMAS UIN MALANG - Fakultas Humaniora menggelar workshop bertemakan "Kuliah Pakar" yang bertajuk "Sacred Language, Text, and Context" (24/10).
Tujuan dari workshop tersebut adalah mengenalkan etnografi, sejarah dan linguistik budaya lokal dari masyarakat Weyewa di Provinsi Sumba. Pembahasan yang disajikan dalam workshop ini berkaitan erat dengan tradisi religius terhadap para leluhur masyarakat Weyewa serta ritual speech yang sakral oleh suku lokal tersebut.
Workshop ini semakin menarik dengan hadirnya pakar Antropologi dari George Washington University, Prof. Joel C. Kuipers di Home teater lt.3. Beliau merupakan peneliti yang langsung terjun di lapangan pada tahun 1980-an.
Banyak mahasiswa yang antusias dalam mengikuti workshop ini, Aria Amalda salah satunya. Mahasiswa Sastra Inggris itu berharap bahwa diskusi yang mengkaji tentang kebudayaan lokal terus diadakan, terlebih di negara Indonesia yang memiliki banyak suku dan budaya.
"Semoga lebih banyak lagi pakar-pakar hebat yang didatangkan ke UIN Maliki Malang untuk membahas seputar kebudayaan lokal, ataupun mengangkat tema-tema yang sama menariknya dengan tema hari ini" ucapnya.
Reporter: Rayhan Hafizh Ananda Fotografer: Tim Humaniora Editor: Edy Hyto
HUMAS UIN MALANG-Pada hari kedua workshop uji publik sistem pendidikan Nahdlatul Ulama (Sisdik NU), peserta workshop telah memusatkan perhatian pada pembahasan kurikulum merdeka belajar. Workshop ini dihadiri oleh Anindito Aditomo, S.Psi, M.Phil., Ph.D., yang menjadi pemateri untuk review lanjutan Sisdik NU. Selasa (24/10/2023).
Dalam paparannya, Anindito menekankan bahwa pemerintah berencana mewajibkan semua satuan pendidikan untuk mengadopsi kurikulum merdeka pada tahun 2026/2027. Kurikulum merdeka ini bertujuan untuk mendorong pengembangan literasi, numerasi, dan karakter sebagai landasan utama, dengan mengurangi materi dan memberikan fleksibilitas untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien.
Terdapat tiga karakteristik utama dalam kurikulum merdeka yang mendukung peningkatan pembelajaran siswa. Pertama, fokus pada materi esensial, yang memberi siswa lebih banyak waktu untuk belajar tanpa beban yang berlebihan, dengan penyesuaian kepada kemampuan individu mereka. Kedua, pembelajaran berbasis proyek dan jam pelajaran khusus untuk pengembangan karakter serta kompetensi profil pelajar Pancasila. Ketiga, memberikan fleksibilitas bagi guru dalam metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa serta konteks dan muatan lokal.
Anindito juga menekankan bahwa guru perlu memiliki kemampuan untuk membaca kemampuan anak didik mereka, mengingat perbedaan yang ada. Hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh semua guru, dan kesempatan ini digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran sehingga siswa merasakan peningkatan dari sebelumnya.
Anindito menambahkan bahwa kurikulum merdeka ini menjadi pedoman untuk memastikan bahwa proses pembelajaran antara guru dan siswa dapat berjalan dengan baik dalam satu frekuensi, sehingga tujuan utama dari proses belajar mengajar dapat tercapai dengan baik. "Tujuan utama pembelajaran adalah untuk mengenalkan diri seseorang pada Sang Pencipta melalui pendidikan ilmu pengetahuan, akhlak yang baik, dan juga keimanannya," pungkasnya.
HUMAS UIN MALANG - Bentuk penghargaan dalam memperingatan Hari Santri, UIN Malang menggelar workshop Uji Publik Sistem Pendidikan NU pertama kali di Malang.
Rektor UIN Malang mengucapkan rasa syukur dan terimakasih atas kesuksesan acara ini. “Terima kasih kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang telah mempercayakan UIN Maliki Malang menjadi host kegiatan workshop uji publik sistem pendidikan NU selama tiga hari ke depan (23-25/10),” ucapnya.
Prof. Dr. Zainal Rahawarin, M.Ag., selaku penanggung jawab Sisdik NU juga menyampaikan laporan tentang upaya dalam mengelola pendidikan di NU. “Ide sistem pendidikan NU adalah inovatif dan unik di Indonesia yang membutuhkan kerja keras dalam penyusunannya,” jelasnya.
Workshop yang dihadiri pimpinan PBNU, wakil sekjen NU, PBNU wilayah Jatim, dan pengurus PBNU digelar di Gedung Rektorat Lt.5. Rapat pertama workshop ini resmi diadakan pada 8-10 September 2023 di Bogor. Dalam satu minggu, pleno rapat membahas dan menghasilkan rancangan Sisdik yang diperlukan. Hal ini menjadi tonggak penting dalam pengelolaan pendidikan NU.
“Uji publik ini dilakukan untuk mendapatkan review dan pendapat yang bisa menyempurnakan sistem pendidikan ini. Proses uji publik ini akan dilanjutkan di IAIN Alauddin Makassar,” ujar Prof. Dr. KH. Nizar Ali, M.Ag. selaku Wakil Ketua Umum PBNU.
Semoga workshop ini berjalan lancar dan dapat memberikan hasil terbaik untuk kemajuan pendidikan di wilayah NU.
Reporter: Rahmata Bella & Rayhan Hafizh A. Fotografer: Arjuna Ramadhany S. Editor: Edy Hyto
HUMAS UIN MALANG-Rektor beserta sivitas akademika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pagi ini memperingati Hari Santri Nasional yang memiliki makna sebagai bentuk apresiasi terhadap supremasi perjuangan santri dan ulama pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Upacara peringatan hari santri nasional ini berlangsung di lapangan utama, Senin (23/10/2023). Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainudin, MA sebagai pembina upacara membacakan pidato menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang isinya sebagai berikut: Tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai hari santri nasional oleh Presiden RI, Joko Widodo melalui Keppres Nomor 22 tahun 2015. Ketetapan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa para santri memiliki peran besar dalam pembangunan bangsa, termasuk pemerdekaan Republik ini. Ketetapan tersebut bertepatan dengan deklarasi Resolusi Jihad yang dilakukan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari di Surabaya pada tanggal 22 Oktober 1945. Kemajuan dan perkembangan sains dan teknologi serta budaya modern yang begitu akseleratif membuat banyak kalangan dan pemerintah khawatir akan berpengaruh fatal terhadap kehidupan manusia dan bahkan semua makhluk yang ada di bumi ini. Ketika perubahan sosial-budaya dalam masyarakat kita kian semakin terasa, maka tuntutan terhadap peran agama semakin besar, sementara kepergian kiai atau ulama satu demi satu kian bertambah dan belum cukup signifikan penggantinya, maka pada gilirannya tuntutan terhadap keberadaan ulama pun tak kalah besarnya, sebab merekalah sebagai pembawa misi agama dan pewaris para Nabi. Selain itu memang kiai dengan pesantrennya telah memiliki kontribusi besar dalam pembangunan nasional. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, memiliki kontribusi besar dalam pengembangan kepribadian, antara lain adanya perhatian besar kiai terhadap santri, rasa hormat dan tawadhu santri terhadap kiai, hidup sederhana, hemat dan mandiri, kesetiakawanan, saling menolong, disiplin serta tahan uji. Dalam kehidupan pesantren terlihat leburnya individualisme dan egoisme. Apalagi kalau dikaitkan dengan persoalan pengangguran, pesantren tidak akan khawatir dengan pekerjaan, sebab pesantren memang tidak menjanjikan kerja (promise of job). Tujuan pendidikan pesantren yang asasi adalah untuk mencetak manusia berilmu dan bertakwa. Dua entitas ilmu dan takwa tersebut harus dimiliki oleh seorang santri. Berilmu saja tanpa disertai takwa maka akan menjadi riskan, begitupun sebaliknya. Maka, lulusan pesantren pada umumnya tidak kenal menganggur, karena modal soft skill-nya mereka bisa bekerja di hampir semua sektor. Sistem pendidikan pesantren hingga saat ini masih yang terbaik, karena tiga hal: Pertama, pola pendidikan live in (tinggal di ma’had) selama masa belajar. Kedua, adanya kurikulum yang tersembunyi (hiden curriculum) dari para kiai dan ustaz yang menjadi role model bagi para santrinya. Ketiga, tradisi santri yang memiliki sikap dan karakter yang excellent yaitu tawadhu’, ulet, dan mandiri. Sikap-sikap tersebut menjadi kebutuhan yang sangat didambakan di era modern seperti sekarang ini. Selain itu, pendidikan di pesantren juga bersifat inklusif dan tidak membatasi usia santri. Siapapun bebas belajar (nyantri) di pesantren, termasuk yang tidak memiliki biaya hidupnya. Karena para kiai memiliki tanggungjawab dan perhatian besar terhadap keberlangsungan pendidikan anak bangsa. Tradisi pendidikan khas pesantren inilah yang kemudian menginspirasi para pengelola pendidikan di beberapa perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKIN) untuk menyelenggarakan program ma’had yang memadukan pendidikan tinggi dengan pesantren, seperti contohnya yang sudah berlangsung lama di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini. Jayalah santri, jayalah kiai, jayalah pesantren dan jayalah kita semua. Sekian, Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq. Wassalam.
HUMAS UIN Malang - Lapangan UIN Malang diramaikan oleh semangat juang ribuan santri dengan baju warna putih dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2023 (22/10). Upacara besar ini diadakan di Lapangan Kampus UIN Malang dengan penuh semangat dan kebanggaan.
Mahasantri Pusat Ma'had Al-Jamiah UIN Malang hadir menjadi peserta dengan mengenakan baju berwarna putih yang menunjukkan sisi positif sebagai seorang santri. Tak hanya ikut hadir, namun beberapa dari mereka menjadi petugas upacara pagi ini, salah satunya pemandu pembacaan ikrar santri.
Sambutan Rektor UIN Malang
"Apresiasi tinggi kepada Kyai dan pesantren dalam membentuk kepribadian santri di Indonesia. Pendidikan pesantren dapat mencetak manusia yang berilmu dan bertaqwa, keduanya harus dimiliki oleh setiap seorang santri," ucap Rektor UIN Malang dalam sambutannya.
Sistem pendidikan pesantren yang didasarkan pada prinsip Live-in dan memiliki kurikulum tersirat di balik bimbingan kyai dan ustad telah membentuk sikap dan karakter santri, salah satunya sikap tawadu dianggap sangat penting di era modern ini. Pendekatan yang digunakan oleh santri, kyai, dan pesantren menjadi sorotan bagi lembaga pendidikan lain yang berusaha menggabungkan pendidikan agama dan umum seperti yang diimplementasikan di UIN Malang.
Upacara Hari Santri Dilaksanakan di Lapangan UIN Malang
Upacara ini mencerminkan semangat juang para santri dalam memajukan bangsa. Mereka adalah pemimpin masa depan yang akan meneruskan warisan nilai-nilai Islam, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. UIN Malang bersama mahasantri siap berjuang untuk masa depan yang lebih berkemajuan. Selamat Hari Santri Nasional!
Reporter: Rizki Ramadhani P. & Rahmata Bella Fotografer: Jajang Oghi W. & Rifky Zahrul A. Editor: Edy Hyto
HUMAS UIN MALANG - Dalam rangka mengevaluasi kinerja dan meningkatkan pengawasan terhadap OMIK Fakultas Psikologi, SEMA-F Psikologi UIN MALANG menggelar kegiatan Progress Report yang diikuti Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi (Dema F.Psikologi) di Aula lantai 3 Gedung C UIN MALANG pada Sabtu, (21/10/2023).
"Progress Report ini dilaksanakan sebagai bentuk controlling dan pengawasan terhadap program kerja DEMA F. Psikologi serta mengetahui polemik yang ada dalam program kerja. Kegiatan ini dilakukan demi menciptakan kepengurusan organisasi yang lebih baik dari sebelumnya," ungkap Ahmad Afksar selaku Ketua SEMA.
Setiap peserta dari Dinas dan LSO diwajibkan untuk mempertanggungjawabkan dan melaporkan progres kinerjanya selama setengah periode kepengurusan. Laporan yang disampaikan akan direspon dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari pihak Senator atau SEMA F. Psikologi sebagai penyelenggara kegiatan Progress Report.
SEMA F. Psikologi juga tidak lupa menanyakan terkait kendala dan polemik yang terjadi di internal lembaga ekskutif. Ini sangat perlu dilakukan untuk mengetahui berbagai permasalahan yang ada sebagai bahan untuk evaluasi kinerja. Evaluasi kinerja ini bertujuan untuk mewujudkan kepengurusan yang lebih baik ke depannya.
Dengan terselenggaranya kegiatan Progress Report ini, diharapkan dapat menjadi bahan bagi lembaga ekskutif untuk mengevaluasi kinerja demi menciptakan kepengurusan yang lebih baik.
HUMAS UIN MALANG - Fakultas Humaniora menggelar workshop dalam bingkai "Internasional Scholar's Engagement.” Adapun tema yang diangkat pada workshop kali ini adalah "From Humanism to Ecohumanism: Humanities Engaging Global Challenge" yang diadakan bertepatan pada hari Kamis (19/10/23) di Home Theater lantai 3 Fakultas Humaniora UIN Malang.
Workshop Internasional ini diupayakan untuk memperluas dan memperdalam kajian ilmu kebahasaan dan kesusastraan kepada mahasiswa Fakultas Humaniora. Workshop tersebut dibimbing langsung oleh salah satu pemateri hebat dari University of Singapore, yaitu Dr. Azhar Ibrahim Alwee.
Acara ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M Faisol, M.Ag. di Home Theater. Beliau mengungkapkan bahwasannya saat ini Ekohumanisme menjadi urgensi untuk dibahas. Sebab, untuk memaknai kehidupan itu bukan hanya bersumber dari kemanusiaan saja, melainkan bisa bersumber dari lingkungan alam. Dengan begitu, ilmu pengetahuan akan menjadi sangat kaya dengan topangan perspektif lain. "Terkadang kita merasa sudah maju, tetapi kita tidak pernah mengenal khazanah intelektual yang pernah ada di sekeliling kita" Ungkapnya.
Melalui adanya dialog kajian Ekohumanisme oleh Dr. Azhar Ibrahim dengan beragam perspektif oleh para ahli Ekologi Humanisme ini diharapkan bisa memandang alam dengan lebih baik dan lebih manusiawi terhadap makhluk hidup di lingkungan sekitar. Adapun cara yang dapat dilakukan dengan meminimalisir kerusakan flora dan fauna agar tetap terjaga. Maka dari itu, untuk mewujudkan wacana tersebut, masyarakat harus memiliki kesadaran melalui istilah Eco-frienly, Ecopedagogy, Ecojustice dan sebagainya untuk menciptakan dunia yang lebih baik.
Reporter: Rayhan Hafizh Ananda Photografer: Tim Fakultas Humaniora Editor: Edy Hyto
HUMAS UIN MALANG - Pagi tadi (18/10/2023), International Conference On Green Technology (ICGT) hari kedua kembali dilanjutkan di Ijen Suites Resort & Convention, Malang.
Pemateri pertama
Prof. Dr. Azhar bin Ariffin selaku pemateri pertama yang merupakan salah satu ahli riset bidang kimia di Universitas Malaysia. Beliau memaparkan perihal perkembangan kimia OLED (Organic Light-Emitting Diode). Banyak alat-alat elektronik seperti smartphone, TV, dll yang menggunakan sistem OLED. Teknologi OLED adalah salah satu jenis pencahayaan solid-state yang mampu mengurangi jumlah konsumsi energi. Tidak hanya ultra-tipis, fleksibel, ringan, sejuk saat disentuh dan bebas silau, namun juga sangat ramah lingkungan dan hemat energi, sehingga secara signifikan mengurangi konsumsi daya dan bahan bakar serta emisi rumah kaca.
Pemateri kedua
Pemateri kedua adalah Assoc. Prof. Dr. Varit Srilaong sebagai salah satu ahli riset yang berasal dari King Mangkut's University of Technology, Thailand. Beliau mempresentasikan terkait "Penerapan teknologi microbubbles dalam menjaga kualitas pascapanen produk segar tropis" sebagai upaya dalam mewujudkan Green Technology yang bermanfaat dan ramah bagi lingkungan. Salah satu pengaplikasian microbubbles yaitu pada tanaman hidroponik. Dengan adanya microbubbles ini akan meningkatkan kadar oksigen yang bisa digunakan oleh tumbuhan dan mampu menjaga kualitas serta ketahanan pangan sehingga bisa menjadi sumber energi yang baik dan sehat.
Kegiatan ini akan menjadi langkah awal dalam mewujudkan Green Technology yang mampu memajukan teknologi untuk kepentingan masyarakat. Green Technology ini adalah upaya untuk mengurangi dampak negatif dari aktivitas manusia termasuk dampak dari pemanasan global. Adanya International Conference on Green Technology yang ke-13 ini diharapkan akan menjadi langkah baru untuk mencetuskan ide-ide dan penemuan baru yang mampu memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
HUMAS UIN MALANG-Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang merayakan Harlah yang ke-62 serta memperingati Hari Santri dengan menggelar Expo Kemandirian Pesantren. Acara spektakuler ini dibuka dengan semangat dan keceriaan hadrah dari tim Ahbabun Nabi, yang menggema di seantero kampus.
Pada kesempatan ini, Dr. Muhammad Arifin, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, memberikan sambutan pertama. Beliau mengucapkan selamat ulang tahun kepada UIN Malang yang kini berusia 62 tahun, dan berharap kesuksesan yang terus mengiringi perguruan tinggi ini. Dr. Muhammad Arifin juga menyoroti partisipasi aktif Gus Ning, yang merupakan salah satu pilar kemandirian pondok pesantren, serta memaparkan beragam program kemandirian yang telah dilakukan oleh pondok pesantren, mencakup aspek regensi, administrasi, prestasi, wirausaha, dan silaturahmi.
Sambutan berikutnya datang dari Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, Wakil Rektor Bidang AUPK, yang mewakili Rektor yang tengah berkegiatan di acara lain. Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana menekankan pentingnya peran pesantren dalam mewujudkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045. Beliau menyoroti evolusi pesantren yang telah bertransformasi dari pusat pendidikan dan dakwah menjadi agen pemberdayaan sosial yang memiliki dampak luas. Tak hanya itu, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana juga menekankan betapa kerjasama antar pesantren di Malang Raya memiliki potensi menjadi kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. "Majunya pesantren bisa ditopang dengan berkembangnya perekonomian pesantren," paparnya.
Selanjutnya, acara diresmikan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Wakil Rektor Bidang AUPK dan para tokoh terkemuka yang hadir serta diikuti oleh serangkaian tampilan yang mengesankan, memperkaya kegiatan Expo Kemandirian Pesantren ini.
Diharapkan pesantren ini akan menjadi fondasi yang kokoh bagi pesantren-pesantren di wilayah Malang Raya untuk terus berkembang, mencapai kemandirian ekonomi, serta mewujudkan pemberdayaan sosial yang mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.