HUMAS UIN MALANG - Fakultas Psikologi UIN MALANG menggelar acara Stadium General dengan tema "Implikasi Psikologi Forensik dalam Memahami dan Mendampingi Korban Kekerasan Seksual. Acara yang diadakan di Aula Rektorat lantai 5 ini diikuti oleh ratusan mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Malang. (18/9)
Para Pemateri Stadium General
Acara ini diisi oleh 2 narasumber yakni, Ketua Asosiasi Psikologi Forensik Wilayah Jawa Timur, Riza Wahyuni M.Psi Psikolog dan Dosen Fakultas Psikologi UIN MALANG, Dr. Fathul Lubabin Nuqul M.Si Psikolog.
Selaras dengan tema Stadium General ini, Dekan Fakultas Psikologi Prof. Dr. Hj. Rifa Hidayah berpesan, mahasiswa/i bisa saling menjaga diri agar dapat terhindar dari segala hal negatif.
Banyaknya mahasiswa di Kota Malang, berpotensi terjadinya kejadian kekerasan seksual, baik di dalam maupun di luar kampus. Dalam sesi penyampaian materi tersebut, Riza Wahyuni M.Psi Psikolog menjelaskan ada berbagai bentuk tindakan pidana kekesarasan seksual. Dengan berkembanganya teknologi saat ini, tindakan kekerasan seksual dapat terjadi melalui sosial media. Inilah yang disebut dengan kekerasan seksual berbasis elektronik. "Perlu bersikap bijak dalam menggunakan sosial media demi menghindari kekerasan seksual," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Dr. Fathul Lubabin Nuqul M.Si Psikolog turut memaparkan materi tentang psikologi forensik. "Psikologi forensik juga dibutuhkan dalam kepolisian dan penegakan hukum termasuk kasus kekerasan seksual," terangnya.
Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa/i dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.
Humas UIN Malang - Program Studi Doktor (S3) Hukum Keluarga islam Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang telah sukses menggelar acara asesmen lapangan dalam rangka akreditasi program studi (16/9). Acara yang seharusnya berlangsung selama dua hari, mengalami penyesuaian jadwal setelah pihak Kementerian Agama memberikan arahan untuk memadatkannya hingga satu hari penuh.
"Ini merupakan momen penting bagi kita karena melibatkan akreditasi dari 9 program studi, di mana 6 di antaranya telah berhasil menjalankan proses akreditasi. Hal ini menjadi nilai tertinggi dalam asesmen perguruan tinggi," ungkap Prof. Dr. H. Wahidmurni, M.Pd diretur Pasca Sarjana.
Hasil dari dua program studi baru yang sebelumnya belum pernah mengalami asesmen menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Ini menandakan peningkatan signifikan dalam kualitas pendidikan yang diberikan oleh program studi tersebut.
Sebagai bagian dari persiapan, semua langkah telah dikonsultasikan dan diverifikasi oleh pihak LP2M UIN Malang. "Pengalaman ini selalu unggul, bahkan pada tingkat terendah sekalipun. Kami yakin bahwa persiapan yang matang telah membuahkan hasil yang baik," tambahnya.
Meskipun terdapat dua atau tiga program studi yang belum mencapai tingkat unggul, hal ini dianggap wajar karena status baru mereka yang belum terakreditasi. Ketidakmungkinan untuk mencapai status unggul disebabkan oleh kurangnya data survei lulusan.
Proses akreditasi sebenarnya merupakan langkah kritis dalam memantau dan memperbaiki kualitas pendidikan di setiap program studi. Melalui visitasi dan asesmen lapangan, para asesor akan menilai kelebihan dan kekurangan yang ada, yang nantinya akan menjadi fokus perbaikan di masa depan.
"Dari sudut pandang kami, hal yang paling penting adalah mengidentifikasi kelemahan yang perlu kami benahi ke depannya, seperti kurangnya penyelenggaraan, pelayanan terhadap mahasiswa, dan fasilitas. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Pasca Sarjana UIN Malang," tutupnya.
Pasca Sarjana UIN Malang optimis bahwa upaya mereka dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan akan menjadikannya salah satu lembaga terbaik di Indonesia, terutama dalam hal sumber daya manusia dan fasilitas yang tersedia.
HUMAS UIN MALANG-Melbourne, 16 September 2023 - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, beserta timnya melakukan kunjungan penting ke Deakin University di Melbourne, Australia. Kunjungan ini bertujuan untuk mengembangkan program akademik dan meningkatkan internasionalisasi lembaga. Dalam kunjungannya yang padat aktivitas, Prof. Zainuddin tidak melewatkan momen berharga tersebut tanpa mengabadikannya dalam sebuah catatan perjalanan yang menarik. Ia dengan teliti mencatat semua hal yang ia temui, tempat yang dikunjungi, dan orang-orang yang ditemuinya selama perjalanan di Melbourne. Kunjungan dimulai pada Sabtu, 16 September 2023, ketika Prof. Zainuddin bersama tim Pusat Pengembangan Bahasa Inggris (PKPBI) UIN Malang di bawah kepemimpinan Prof. Abdul Hamid berangkat dari Malang menuju Melbourne. Mereka terbang dengan Citilink dari Bandara Juanda pada pukul 14.20 dan tiba di Bandara Cengkareng. Dari Cengkareng, perjalanan dilanjutkan dengan Garuda Airlines pada pukul 21.00 menuju Melbourne. Mereka tiba di Bandara Melbourne pada hari Minggu pukul 03.00 WIB atau 06.00 waktu Australia.
Setibanya di Melbourne, tim UIN Malang disambut oleh petugas dengan mobil Van Mercy yang mengantarkan mereka ke Mercure City Center Hotel tempat mereka menginap. Setelah sarapan, mereka beristirahat sejenak sebelum melanjutkan agenda kunjungan. Pada pukul 12.40 waktu setempat, mereka diajak untuk makan siang di sebuah restoran seafood di kawasan Chinatown Melbourne. Setelah makan siang, mereka menjelajahi beberapa kawasan bersejarah di Melbourne, termasuk Royal Stone, pusat perbelanjaan, Katedral, dan taman bunga di kawasan City Bypass. Salah satu momen menarik terjadi saat mereka berada di depan Katedral St. Paul. Mereka bertemu dengan seorang pria berpakaian rapi yang mengajak mereka masuk ke dalam gereja. Pria tersebut ternyata adalah seorang misionaris bidang hukum, dan mereka berbincang tentang aktivitas gereja sambil mengamati ibadah Minggu yang berlangsung. Mereka juga berdiskusi tentang harmoni dalam beragama sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
Pada malam harinya, tim UIN Malang beristirahat untuk menyambut agenda kunjungan ke Deakin University pada hari berikutnya. Hari Senin, 19 September 2023, setelah sarapan pagi, mereka mengunjungi Deakin University di Burwood, lokasi yang cocok untuk pendidikan tinggi. Di sana, mereka diterima oleh Dr. Alister, seorang dosen bahasa Inggris yang fasih dalam bahasa Indonesia dan pernah tinggal di Pesantren Genggong selama dua tahun. Mereka juga bertemu dengan Dr. Zohar, seorang dosen senior Bahasa Arab dan studi Islam dari Timur Tengah. Selama pertemuan, mereka membahas agenda akademik kampus dan potensi kerjasama antara kedua universitas. Mereka juga mendiskusikan pembelajaran bahasa di Deakin University. Kunjungan berlanjut dengan pertemuan bersama Angelia Moral, General Manager English Language Institute Deakin International, yang membahas lebih lanjut tentang pembelajaran bahasa Inggris dan kemungkinan kolaborasi dalam program-program pendidikan. Pada pukul 13.30, mereka melakukan pertemuan dengan Associate Professor Bonnie Yim, Associate Dean (International and Engagement), untuk membahas agenda lanjutan dan berbagai aspek kerja sama, termasuk bidang akademik, kelembagaan, pertukaran mahasiswa, dan kunjungan profesor. Selasa, 19 September 2023, agenda mereka mencakup berbagai kegiatan seperti lokakarya bahasa Inggris, pendekatan pedagogis inovatif dalam pengajaran bahasa, dan pengamatan dalam kelas bahasa, jika jadwal memungkinkan. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Deakin University dalam bidang akademik dan internasionalisasi lembaga serta mempromosikan pertukaran ilmu dan budaya antara kedua universitas.
Bangkok (13/9/2023). KBRI Thailand membuka seluas-luasnya bagi mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang yang akan mengikuti program magang internasional (intenship program) di Thailand. Hal ini disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Ambassy Thailand Ir. Ahmad Wicaksono, M.Eg, PhD dalam kesempatan Forum Grup Discussion (FGD) dengan tim dari UIN Malang kemaren Tanggal 13 Septembee 2023
Pada acara FGD tersebut dibahas rencana penempatan mahasiswa magang dari UIN Malang di Thailand, khususnya di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), dan beberapa bidang kerja lainya di KBRI Bangkok seperti di atase pertahanan dan perdagangan. Prof. Umi Sumbulah, selaku Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UIN Malang, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari Atase Pendidikan KBRI Thailand, Ir. Achmad Wicaksono, M.Eg, Ph.D, serta seluruh staf KBRI dan para guru Sekolah Indonesia Bangkok di Thailand. Beliau juga memaparkan berbagai program akademik yang dapat menjadi potensi kerjasama antara UIN Malang dan KBRI Thailand.
Sementara itu, atase Pendidikan dan kebudayaan KBRI Thailand, Ir. Achmad Wicaksono, M.Eg, Ph.D, dengan tulus menyambut usulan penempatan mahasiswa magang di SIB khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Pada kesempatan yang sama beliau juga bersedia memfasilitasi program-program internasionalisasi lainya dari Fakultas lain seperti Humaniora, Saintek, Syariah, kedokteran, psikologi sesuai dengan kompetensi masing-masing fakultas. Namun, beliau juga menegaskan beberapa syarat yang harus dipenuhi, termasuk penyusunan proposal magang yang mencakup keinginan mahasiswa magang, spesifikasi proyek, program kerja selama di Thailand dan kompetensi yang dimiliki mahasiswa serta persyaratan lainnya. Atase Pendidikan juga berjanji untuk membantu menghubungkan UIN Malang dengan lembaga-lembaga pendidikan di Thailand, baik tingkat perguruan tinggi maupun pendidikan dasar, menengah dan atas. Secara khusus, beliau juga sangat senang bilamana mahasiswa yang akan magang juga memiliki ketrampilan tambahan misalnya menari, bermain musik, seni lukis dan sebagainya agar nanti bisa memberikan pelatihan siswa SIB beberapa alat musik khas indonesia seperti angklung, gamelan, tari topeng, dan tari nusantara lainya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak UIN Malang juga memaparkan rencana internasionalisasi universitas melalui beragam aktivitas seperti magang internasional selama 1 bulan, mobilitas mahasiswa, kuliah tamu oleh para dosen, dan penelitian bersama. Mereka juga menawarkan program beasiswa bagi mahasiswa asing serta menyebutkan bahwa banyak alumni UIN Malang yang saat ini berdomisili di Thailand.
Salah satu tim delegasi UIN Malang merespon kei nginan pihak atase pendidikan dan kebudayaan dengan memberikan atensi untuk mengirim mahasiswa dari PGMI dan PIAUD yang memang sudah dibekali kemampusn seni Musik, seni Tari san seni Lukis sesuai dengan kurikulumnya masing-masing.
Sebagai penutup, delegasi UIN Malang dan KBRI Thailand berbagi kenangan dan berfoto bersama. "KBRI Thailand merupakan yang terbesar kedua di Thailang, setelah KB Amerika Serikat," kata Asep, seorang guru di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB). Program penempatan mahasiswa magang ini menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan KBRI Thailand serta bebetapa PT unggulan melalui pendidikan dan pertukaran budaya.
HUMAS UIN MALANG-Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional dilaksanakan di Sekolah Indonesia Cairo (SIC) dan Pusat Kebudayaan Indonesia (PUSKIN). Pelaksanaannya dimulai tanggal 6 September sampai 1 Oktober 2023. Rapat koordinasi program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Cairo Mesir (7/9/2023).
“Pada prinsipnya KBRI Cairo mendukung program KKM Internasional yang dilaksanakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Mesir. Agar dipastikan mahasiswa peserta KKM mendapatkan visa masuk dari Kedutaan Besar Mesir di Jakarta” ujar Prof Bambang Suryadi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo. Terkait bentuk kegiatan, akomodasi, transportasi agar melakukan koordinasi dengan pihak pengelola tempat KKM. Setelah rapat koordinasi, dilanjutkan dengan penyerahan mahasiswa ke manajemen Sekolah, briefing kepada mahasiwa dan diskusi kegiatan dengan guru pamong. Acara diakhiri dengan kunjungan kelas untuk memberikan motivasi kepada para siswa agar belajar sampai perguruan tinggi, sekaligus mengenalkan kepada siswa tentang UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini didampingi oleh Plt. Kepala Sekolah Indonesia Cairo di Mesir, para wakil kepala sekolah, dan guru. Malam harinya kegiatan dilanjutkan di Wisma Jawa Timur yang berlokasi di Hayyu ‘Asyir Cairo untuk bincang santai dengan mahasiswa Indonesia di Mesir tentang perkembangan pendidikan di Indonesia; peluang dan tantangannya.
Hari berikutnya kunjungan ke Al-Markaz Al-‘Alami li Al-Qur’an wa ‘Ulumihi bertemu dengan Direkturnya Prof. Muhammad Imam Daud. Pertemuan ini dilaksanakan di istirohaat (villa) pinggiran Sungai Nil. Tujuan kunjungan ini penjajakan kerjasama dibidang penelitian dan pengembangan akademik, diantaranya pelaksanaan pelatihan (dauroh) Pembelajaran al Qur’an al Karim dan Bahasa Arab bagi mahasiswa serta mengambil sanadnya (8/9/2023). Kunjungan dilanjutkan ke Kampus Universitas Al-Azhar dan Masjid Al-Azhar.
Tujuan KKM dilaksanakan di luar negeri agar mahasiswa memperoleh pengalaman hidup di luar negeri, dan memperoleh tambahan informasi terkini tentang dinamika permasalahan masyarakat global. “Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan wawasan global kepada mahasiswa tentang kegiatan pendidikan dan keagamaan di Mesir, juga mendukung visi universitas menuju kampus unggul bereputasi internasional. Oleh karena itu dibutuhkan penguatan kerjasama dengan beberapa lembaga internasional melalui KBRI” jelas Prof Agus Maimun, ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kegiatan KKM Internasional dilaksanakan di lima Negara. Mesir berpusat di Sekolah Indonesia Cairo (SIC) dan Pusat Kebudayaan Indonesia (PUSKIN), dan Mohabe el-Syaikh el- Hosary Foundation Egyt. Saudi Arabia berpusat di Sekolah Indonesia Mekkah (SIM), Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Sekolah Indonesia Riyad (SIR). Malaysia, berpusat di Maahad Tahfidz Sains Taufikiyah Khairiyah Kedah, Maahad Ihya’ al Ahmady Johor, Maahad Tahfiz As Saidiyyah Negeri Sembilan. Thailand, berpusat di Al Hidayah Waqaf Foundation for Education and Social Development Songkhla. Kamboja, berpusat di Cambodian Muslim Cooperative, dan Maahad Nurul Iman.
Adapun kegiatan pengabdian masyarakat dibagi menjadi dua bagian, hard skill dan soft skill. Untuk hard skill, bentuk kegiatannya pelatihan seni beladiri, pelatihan tari, kesenian angklung, daur ulang sampah, pelatihan baca tulis al Quran, dan public speaking. Sedangkan soft skill, bentuk kegiatannya pelatihan desain media pembelajaran berbasis teknologi, aplikasi Canva, dan mengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Sedangkan tagihan kegiatan ini berupa laporan akademik, video pendek, publikasi media online, jurnal ilmiah, dan sertifikat karya hasil pengabdian yang ditanda tangani oleh mitra.
Harapannya, kegiatan KKN Internasional ke depan tidak hanya mengirim mahasiswa dari fakultas sosial dan pendidikan, akan tetapi mampu mengirim mahasiswa dari fakultas sain dan teknologi, fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan, dan fakultas umum lainnya agar lebih bermanfaat dan variatif. Dan kegiatan ini dilaksanakan secara bersama-sama dengan kampus lain agar membawa manfaat yang lebih besar bagi kehidupan umat manusia. Semoga slogan “PTKIN HARUS MAJU BERSAMA” segera terwujud. Allah A’lam… (Konstributor: Syaiful Mustofa, Kapus Pengabdian Masyarakat)
Lingkungan kampus yang aktif dan dinamis merupakan cerminan keseimbangan yang baik antara aspek akademis dengan aspek non-akademis. Kegiatan organisasi mahasiswa (ORMAWA) berkontribusi besar dalam hal ini, diantaranya adalah kegiatan rutin klub seni dan olahraga (LSO Senior) yang dibina apt. Alif Firman Firdausy, S.Farm., M.Biomed. di FKIK UIN Malang. LSO Senior merupakan lembaga semi otonom naungan DEMA-FKIK yang mengkoordinir 5 klub seni (tari, sastra, rupa, musik & banjari, dan paduan suara) serta 5 klub olahraga (futsal, basket, bulutangkis, tenis meja, dan e-sport). Kegiatan non-akademik, selain membawa manfaat di dunia perkuliahan, juga dapat membantu mahasiswa setelah lulus nanti.
Menurut apt. Alif, aktivitas non-akademik semacam itu efektif sebagai painkiller (pereda stres) di sela-sela rutinitas kuliah dan praktikum yang padat. Sebagai mahasiswa yang dipenuhi kegiatan akademik setiap harinya, tentu membutuhkan "pelarian" untuk menyegarkan pikiran agar proses belajar berikutnya menjadi lebih optimal. Selain itu, LSO Senior berperan aktif mewadahi mahasiswa FKIK untuk mengembangkan minat bakat dan menyalurkan ekspresi secara positif.
Berkumpul bersama teman-teman yang sehobi serta menekuninya secara rutin dan disiplin, dapat mempererat ikatan anggota tanpa pandang usia. Bahkan, jika berkelanjutan, ikatan ini akan tumbuh menjadi persahabatan kelak. Hal tersebut akan membantu mahasiswa survive di tengah gempuran budaya individual yang kian kental seiring bertambahnya semester. Ikatan yang sehat dengan para alumni juga memudahkan mahasiswa dalam memperoleh informasi seputar dunia kerja.
Begitu mahasiswa lulus, tentu saja prestasi akademik menjadi pertimbangan saat melamar pekerjaan. Namun, keterampilan membangun relasi dengan rekan dan atasan, bekerjasama dalam tim, dan semacamnya juga menjadi modal ketahanan seseorang dalam dunia kerja dan karirnya.
Melalui kegiatan rutin klub seni dan olahraga, work life balance dapat dilatih sejak dini. Terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan, "Penalaran (otak kiri), kreativitas (otak kanan), dan stamina prima (fisik); yang mana ketiga hal ini haruslah dilatih sejak masih muda," pesannya.
Latihan rutin klub musik LSO Senior
Mahasiswa yang tergolong dalam pertumbuhan dan perkembangan usia emas, apt. Alif berpesan untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan mengisinya dengan hal-hal baru. "Manfaatkan waktu dengan melakukan hal positif. Perbanyak pengalaman, perbanyak relasi, jangan sampai ada waktu terbuang sia-sia. Sebab, sekecil apapun pengalaman bakal menjadi modal berharga di masa depan. Apapun yang ditekuni nantinya dan apapun pekerjannya serta di manapun itu," pungkasnya.
Pemberian cinderamata oleh Rektor UIN Maliki Malang.
HUMAS UIN MALANG-Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag, menggelar sosialisasi tentang kebijakan izin perjalanan dinas luar negeri serta Bimbingan Teknis Aplikasi Sistem Informasi Perjalanan Dinas Luar Negeri (SIMPEL). Acara ini diikuti tidak kurang dari 50 peserta dari berbagai satuan kerja di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Acara berlangsung di ruang senat dan resmi dibuka pada Jumat, 15 September 2023, oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan aturan terbaru terkait perjalanan dinas luar negeri bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Proses perizinan perjalanan luar negeri akan diizinkan dalam situasi yang sangat mendesak, seperti penandatanganan nota kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU), kunjungan sebagai dosen tamu, pertukaran profesor dan mahasiswa yang merupakan syarat bagi UIN Malang dalam upayanya menuju internasionalisasi.
UIN Malang juga telah merancang program Higher Internasional Partnership Program (Hipro) dengan kerjasama beberapa perguruan tinggi luar negeri. Program ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam membangun hubungan internasional. Sebagai hasilnya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berambisi untuk menjadi kampus Islam unggul dan terkemuka di tingkat internasional.
Selain itu, setiap perjalanan luar negeri diharapkan dapat menghasilkan kontribusi konkret yang mendukung perkembangan pendidikan tinggi, yang pada gilirannya akan meningkatkan reputasi UIN Malang di tingkat internasional.
Target menjadikan UIN Malang sebagai kampus unggul dan berprestasi internasional telah diumumkan dalam roadmap dari tahun 2021 hingga 2024. Tahun 2030, UIN Malang diharapkan akan mencapai status World Class University (WCU).
Dalam acara tersebut, Drs. H. Amran Arifin, M.Si dari Subbagian Kerja Sama Regional dan Multilateral Bagian Kerja Sama Luar Negeri Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kementerian Agama menjadi narasumber yang menjelaskan mengenai kebijakan izin perjalanan dinas luar negeri. Sementara itu, Hania Novianti Nurahma, yang menjabat sebagai Analis Kerja Sama Luar Negeri, menyampaikan materi terkait Bimbingan Teknis Aplikasi SIMPEL (Sistem Informasi Perjalanan Luar Negeri).
HUMAS UIN MALANG - Peningkatan kemampuan mahasiswa dalam berwirausaha di zaman modern ini salah satu hal penting untuk menunjang pekerjaan, oleh karena itu Career Development Center (CDC) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan " Workshop Entrepreneurship (Entrepreneurship Berbasis Digital Di Era Industri 5.0) " pada kamis 14/09/2023 di gedung Rektorat lantai 5. Kegiatan ini ditujukan bagi para mahasiswa UIN Malang sebagai bekal setelah lulus kuliah baik untuk melanjutkan studi atau mencari pekerjaan. Mahasiswa UIN Maliki yang ikut hadir dalam kegiatan ini turut antusias dalam memeriahkan berlangsungnya kegiatan.
Kegiatan dibuka dan diresmikan langsung oleh Kabiro AAKK, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I mewakili Rektor UIN Maliki Malang. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk menguatkan indikator kinerja lembaga. Langkah ini dilakukan untuk penguatan para alumni dalam mendapatkan pekerjaan. "Setelah kalian lulus, setidaknya kalian sudah punya pemetaan terkait langkah kalian kedepannya. Mudah mudahan dengan diadakannya kegiatan ini bisa memberikan dampak yang baik bagi lembaga dan khususnya mahasiswa" terangnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang "Kompetensi SDM Di Era Digital" yang disampaikan oleh Bapak Iful Novianto SH, MM, CHRP, CHRBP sebagai salah satu HR Professional. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan bahwa digital era adalah masa dimana kita bisa dengan mudah mendapatkan dan menyebarkan berbagai macam informasi.
Materi terakhir disampaikan oleh seorang Business and Digital Marketing Lecturer bapak M. Alimardi Hubeis, S. I. A., M. S. M tentang "The Digital Marketing Mindset 5.0". Beliau menyampaikan bahwa setiap jenis bisnis atau usaha memiliki tipe konsumen dengan karakter yang berbeda. Diperlukan teknik marketing yang sesuai untuk menjangkau para konsumen agar usaha yang dijalankan berjalan dengan baik. "Memperkenalkan produk bisnis kita dengan baik akan sangat berdampak, untuk melakukan branding terhadap suatu produk bisa dilakukan dengan endorsement, menayangkannya sebagai iklan, dan juga bisa melalui sosial media," jelasnya.
HUMAS UIN Malang – Sebanyak 97 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang turut serta dalam Pembukaan Masa Orientasi PPPK 2023 yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan (Balitbangdiklat) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Dari 97 PPPK, 18 diantaranya ditempatkan pada tenaga kependidikan di UIN Malang.
Orientasi ini berlangsung serentak pada tanggal 13 September di seluruh Indonesia. Meskipun dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meetings (pelaksanaan di Gedung Ir. Soekarno Aula lantai V UIN Malang) dan terpusat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Puncak acara ini adalah partisipasi virtual Menteri Agama, Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal, Kepala Badan, Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.
Menag (Menteri Agama), Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya, menyebutkan ciri khas ASN Kementerian Agama, bahwa ASN-PPPK itu moderat. ASN yang memiliki sikap toleran, anti-kekerasan, akomodatif terhadap budaya, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. "Seluruh ASN Kemenag harus moderat, tak terkecuali PPPK yang dilantik pada siang ini," ujar Gus Yaqut.
Menag, mengingatkan agar para PPPK yang diterima hari ini ingat untuk berterimakasih kepada kedua orang tua. “Jangan lupa untuk telepon, kalau perlu video call. Bila orang tuanya sudah wafat, maka jangan lupa ziarah ke makamnya. Ini penting. Karena doa orang tua ini yang memberikan kita energi untuk melakukan pelayanan terbaik bagi umat dan masyarakat,” tandas Gus Men.
Gus Men, sapaan akrabnya, juga mengatakan PPPK harus berterima kasih kepada Presiden Jokowi. Sebab, menurutnya, hadirnya PPPK adalah kebijakan yang diinisiasi oleh Presiden Jokowi. "Terima kasihlah ke Pak Jokowi karena beliau sudah berkenan memberikan kebijakan ini. Tentunya dengan cara sendiri-sendiri," tukasnya.
Kepala Badan Litbang dan Diklat menyampaikan laporan pelaksanaan yang mengungkapkan partisipasi besar dari peserta PPPK di seluruh Indonesia. "Tercatat, orientasi ini diikuti oleh 29.012 orang PPPK di lingkungan Kemenag," ungkapnya. Penyematan tanda pengenal secara simbolis juga menjadi momen penting yang menandai resminya status pegawai PPPK bagi seluruh peserta.
Salah satu peserta PPPK, Taufiq, berbagi pengalamannya dengan penuh kebahagiaannya setelah mengabdi selama 14 tahun di UIN Malang. "Bahagia rasanya, saya telah mengabdi di sini selama 14 tahun, alhamdulillah hari ini diangkat menjadi PPPK," ungkapnya dengan senang hati. Hal ini menunjukkan kesempatan yang diberikan kepada pegawai yang telah lama berdedikasi untuk mendapatkan pengakuan resmi sebagai PPPK.