HUMAS-"UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki visi besar yakni menjadi universitas yang unggul bereputasi internasional. Seperti yang telah sering kita gaungkan bersama bahwa visi itu sangat singkat dan ringkas namun maknanya sangat dalam, luar biasa dan luas. Selain itu, juga sebagai smart campus maka sebagai warga kampus ini dalam melaksanakan tujuan pokok dan fungsi (tupoksi)nya masing-masing harus mampu menerapkan tiga pola kerja, yakni pola pikir, pola sikap dan pola tindakan. Hal itulah yang disampaikan oleh rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin, MA saat memberikan arahan sebagai pembina apel pagi. Bertempat di teras depan Gedung Rektorat, DR. (HC) Ir. Soekarno.Senin(10/10)
Prof. Zain, begitu sapaan akrabnya ini menekankan pentingnya semua pimpinan, dosen hingga staf atau karyawan di UIN Maliki Malang menerapkan tiga pola kerja untuk mendukung terwujudnya visi besar kampus yang berlogo Ulul Albab.
Pertama, pola pikir yakni diharapkan mampu berpikir jernih, positif dan selalu mengutamakan wawasan atau pengetahuan global demi kemajuan dan perkembangan lembaga.
Kedua pola sikap, yakni mampu bersikap dengan baik dan benar. Loyal, berintegritas, komitmen dan tanggung jawab. "Apalagi kita semua ini berada di lembaga Perguruan tinggi jadi harus bisa bersikap edukasi seperti halnya kaum akademisi!, "tegasnya.
Ketiga, pola tindakan yakni mampu bertindak sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Bertindak adil misalnya dalam segala pelayanan baik kepada masyarakat umum dan lebih-lebih kepada para mahasiswa sebagai costumer utama di kampus, "terangnya.
Mengakhiri amanatnya, Profesor asal Bojonegoro ini berharap semua sivitas akademik mampu menerapkan tiga pola kerja tersebut dan pada tujuannya tidak lain yakni bisa mendukung segera terwujudnya visi besar kampus UIN Maliki Malang yakni Unggul Bereputasi Internasional.(ptt)
HUMAS-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) Prof. M. Zainuddin,MA menekankan makna persaudaraan dan pentingnya solidaritas kepada saudara sebangsa dalam menanggung kedukaan. Hal tersebut, disampaikan oleh orang nomor Wahid di UIN Maliki Malang ini pada saat memberikan kesimpulan dari sambutannya di acara doa dan tahlil bersama untuk korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Tidak hanya para pimpinan dan sivitas UIN Maliki Malang, karena agenda yang berlangsung secara daring itu juga dihadiri oleh pimpinan dan sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya beserta seluruh pimpinan dan sivitas akademika Perguruan Tinggi Keislaman Swasta di lingkungan Kopertais Wilayah IV.Jumat(7/10)
Acara yang diikuti oleh ratusan civitas akademika ini merupakan wujud solidaritas PTKI se-Jawa Timur terhadap korban dan keluarga korban "Tragedi Kanjuruhan" yang tepat terjadinya pada Sabtu(1/10) kemarin. Setelah dibuka oleh Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., Wakil Rektor III UINSA Surabaya, acara dilanjutkan dengan sambutan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malam, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA, dan Rektor UINSA Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad. Dip. SEA., M.Phil., Ph.D.
Usai sambutan para pimpinan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa dan tahlil bersama yang dipimpin oleh Wakil Rektor (WR IV) bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang, Drs. K.H. Isroqunnajah, M.Ag. Mengakhiri acara tahlil ditutup dengan doa yang dipimpin oleh rektor Universitas Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo sekaligus juga sebagai Ketua Forum Pimpinan PTKIS se-Jawa Timur, yakni Dr. KH. Abdul Aziz, M.Ag.
Selain itu, hal yang tidak kalah pentingnya dalam acara itu adalah dibacakannya pernyataan sikap oleh ketiga pimpinan kampus(rektor) tersebut secara bergantian. Akhirnya, menunjuk pada pengujung acara Doa dan Tahlil untuk Korban Tragedi Kanjuruhan itu ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Prof. Dr. KH. Saiful Jazil, M.Ag., Kepala Ma’had UINSA Surabaya.(us/ptt)
HUMAS-Pameran Pasca Dikjut DIFOTO XXIII UKM Jhepret Club Fotogafi kembali digelar. Setelah dua tahun sebelumnya karena musibah dari wabah corona atau yang biasa disebut covid-19, event yang dipersembahkan melalui pertunjukkan mahakarya seni fotografi dan videografi ini sempat diadakan secara virtual. Namun kali ini, lambat laun menjauh dari masa pandemi maka akhirnya bisa kembali digelar secara offline, berpusat di Gedung Dewan Kesenian Malang, -Art Center, Jl. Majapahit No. 3, Kauman Kota Malang.Jumat(7/10)
Pada tahun ini, pameran yang diselenggarakan selama tiga hari kedepan diikuti oleh 27 peserta pameris fotografi dan sembilan pameris videografi. Sesuai dengan tagline-nya, tema yang diusung adalah "Local Pride : Captured" yang berarti perasaan bangga terhadap budaya lokal mencakup aspek seni, sosial, pariwisata dan ekonomi yang diabadikan melalui mahakarya berwujudkan foto-foto dan juga video. Latar belakang, dipilihnya tema tersebut yakni bertujuan untuk lebih mengenalkan berbagai macam atau jenis budaya lokal atau adat (pribumi) yang ada di daerah.
Selain itu, pada pameran ini mencakup sejarah perkembangan, awal mulanya tercipta sebuah bangunan hingga wujud ungkapan rasa syukur yang dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Harapan besar dengan adanya pameran ini diharapkan kita semua dapat mengenal dan menjaga kebudayaan yang ada di Nusantara.
Sementara itu, pembina UKM JC, Putut Wahyu H. alias Mas Puu mendukung dan mengapresiasi terselenggaranya pameran tersebut. Pada kesempatan di saat berkunjung di lokasi pameran, ia berpesan kepada ketua pelaksana agar memanfaatkan event tersebut untuk hal yang positif terutama untuk menunjukkan eksistensi UKM JC UIN Maliki Malang dalam perannya menghasilkan mahakarya dokumentasi di era milenial dan digitalisasi. "Saya sangat mendukung event-event semacam ini apalagi yang mengikut sertakan lingkungan masyarakat (umum) dan semoga acaranya lancar serta sukses sampai selesai," pungkasnya.(ah/ptt)
HUMAS-Acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. ini merupakan tanda cinta kita kepada baginda Nabi Rasulullah Muhammad SAW. Sedangkan wujud dari cara kita mengisi agenda peringatan kelahiran Rasulullah itu bisa melalui sholawatan, qiro'atul Qur'an, diba'an, dsb. Hal itulah yang disampaikan oleh rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin, MA saat pembukaan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Ke-61 UIN Maliki Malang. Bertempat di ruang loby, Lt. 1, Gedung Rektorat, DR(HC) Ir. Soekarno.Jumat(7/10)
Prof. Zain begitu sapaan akrab rektor UIN Maliki Malang ini menekankan akan pentingnya memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. yakni 12 Rabiul Awal yang pada tahun ini bertepatan jatuh pada tanggal 7 Oktober. Dijelaskan secara ringkas bahwa agenda seperti itu bernilai kebaikan dan tidak bertentangan dengan Al Qur'an dan Al Hadist. Bahkan menurut profesor asal Bojonegoro ini, perihal kecintaan umat Islam kepada Rasulullah itu sesuai dengan apa yang ada di QS. Al -Imron ayat 31. قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ( Qul ing kuntum tuḥibbụnallāha fattabi'ụnī yuḥbibkumullāhu wa yagfir lakum żunụbakum, wallāhu gafụrur raḥīm ) Artinya: Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Imron:31)
Lanjut, orang nomor Wahid di UIN Maliki Maliki ini berharap sekaligus mengajak kepada seluruh para pimpinan dan warga kampus berlogo Ulul Albab itu berusaha dan berikhtiar sebagai umat Nabi Muhammad SAW. untuk mencontoh dan meneladani apapun yang ada pada diri Rasulullah karena hal itu juga bagian rasa kecintaan umat kepada nabinya. Seperti yang dijelaskan pada QS. Ahzab: 21. Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul sekaligus menjadi uswah hasanah (suri teladan yang baik) bagi umatnya. “Laqod kaana lakum fii rosuulillaahi uswatun hasanatun” yang artinya “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS Al-Ahzab : 21). "Mari kita semua terutama para pimpinan di lembaga ini dan seluruh warga kampus ini sebagai pemimpin diri sendiri untuk selalu berusaha mencontoh apa pun yang ada pada diri Rasulullah SAW. karena Beliaulah sebaik-baiknya teladan bagi kita semua umatnya,"ajaknya.
Hadir saat acara, para pimpinan universitas, mulai dari jajaran rektorat, para Kabiro, para dekan, para kepala dan ketua UPT, para dosen dan juga karyawan. Sedangkan yang menjadi narasumber saat mauidhoh hasanah pada acara Maulid kali ini adalah dekan Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang, yakni Dr. M. Faisol, M.Ag.(ptt)
UIN MALANG-Gratifikasi menjadi bahasan trending di berbagai kalangan. Topik bahasan tak hanya berkisar tentang definisi gratifikasi, namun juga bagaimana mengkontrol hal tersebut. Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang dosen-dosen pengampu Mata Kuliah Kewarganegaraan untuk menghadiri Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat Lt.4, Jumat (7/10).
Kepala UPG, Dr. Khoirul Hidayah, MH. menyatakan, gratifikasi sangat dekat dengan pekerjaan apapun, termasuk di ranah Pendidikan. Ia tidak ingin budaya ini mengakar di tempat kerja dengan tujuan dan alasan apapun. Gratifikasi sangat mempengaruhi integritas kinerja seseorang. "Tentu kita mau bekerja aman dan selamat. Maka dari itu gratifikasi perlu dikendalikan agar bekerja selalu profesional," tutur Bu Irul, sapaan akrabnya.
Meski baru didirikan 1 April silam, UPG menunjukkan keseriusannya dalam mengemban amanah rektor. Khoirul menyatakan, pihaknya bekerjasama dengan SPI (Satuan Pengawas Internal) universitas untuk memaksimalkan kendali gratifikasi.
Ia menambahkan, bentuk keseriusan UPG ada beberapa hal. Pertama, pihak UPG telah membuka "pintu" bagi siapapun yang ingin melaporkan praktik gratifikasi. Pelaporan ini dapat dilakukan secara daring dengan mengisi formulir yang disediakan. Laporan-laporan ini nantinya akan diperiksa kebenarannya dan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Tak hanya itu, Khoirul melanjutkan, pimpinan kampus, khususnya rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan mengapresiasi siapa saja yang terbukti bersih dari gratifikasi. "Akan disiapkan penghargaan khusus bagi insan-insan seperti itu," paparnya.
Sosialisasi yang dihelat UPG ini diharapkan dapat mendapatkan hasil yang positif. Ia berharap para dosen dapat memberikan informasi terkait gratifikasi ini kepada para mahasiswa agar kasus tersebut nihil ditemukan di Kampus Ulul Albab. Sosialisasi ini dihadiri oleh Achmad Nasution, Analis Kebijakan di Inspektorat Daerah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. (nd)
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melalui badan kepegawaian atau OKH mengundang perwakilan seluruh tenaga kependidikan di lingkungan UIN Maliki Malang. Senin (3/10).
Para tenaga kependidikan perwakilan dari fakultas, lembaga, dan unit yang ada di UIN Maliki Malang ini diberi Pelatihan Teknis Manajemen Kepegawaian oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat yang sudah bekerjasama dengan UIN Maliki Malang.
Kepala OKH UIN Maliki Malang Hj. Umi Hanik menjelaskan bahwa kegiatan yang dijadwalkan lima hari berturut turut dan akan berakhir 7 Oktober 2022 ini untuk mengajak para pegawai khususnya tenaga pendidik bisa mengikuti perubahan zaman melalui pola pikir, pola sikap, perilaku sampai pada proses tindak lanjut. "Pelatihan teknis manajemen kepegawaian ini untuk peningkatan kompetensi bagi tenaga kependidikan di UIN Malang terutama soal manajemen pengelolaan kepegawaian," jelasnya.
Total ada 30 peserta yang mengikuti kegiatan ini. Selama lima hari kedepan peserta akan dibimbing langsung oleh tutor ahli dari Pusdiklat Jakarta, BKN, dan Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI. "Kegiatan seperti ini akan selalu diadakan untuk meningkatkan kompetensi dan mutu SDM bagi para tenaga pendidik di UIN Maliki Malang," tegasnya.
HUMAS-Apel pagi di UIN Maliki Malang kali ini, di pimpin langsung Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) sebagai pembina upacara Abid Yusron, yang sekaligus mengajak seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta sejenak seraya mendoakan bagi para korban tragedi 1 Oktober di Stadion Kanjuruhan Malang yang menelan 182 korban jiwa. Senin (2/10).
Berdasarkan informasi yang terekam di media, setidaknya ada 182 korban jiwa yang harus berakhir tragis dengan meregang nyawa dan semua yang terjadi tentu diluar nalar dan dugaan. "Namun kita sebagai orang muslim tentu harus mengambil hikmah dan pelajaran dari tragedi ini," paparnya.
Hal ini, kata dia, pelajaran penting yang bisa diambil yaitu pentingnya pendidikan dalam keluarga, baik pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan tentang sportifitas dan anti radikalisme harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan keluarga. Pasalnya pendidikan akan melatih seseorang akan keikhlasan dan ketentuan yang terjadi, misalnya saja dalam pertandingan sepak bola. "Insiden Kanjuruhan ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, ratusan nyawa melayang akibat ada kesalahan SOP dan tindakan fanatisme di lapangan," paparnya.
Apapun itu, kata dia, jika suporter mau menerima kekalahan tim kesayangannya tentu hal ini tidak akan terjadi. "Semoga ini bisa dijadikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, khususnya yang bekerja di instansi agar bekerja sesuai dengan SOP nya," pungkasnya.
Prof. Dr. HM. Zainuddin, MA saat menjadi pembina upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila di depan gedung Rektorat. Sabtu (1/10).
HUMAS-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA menjadi pembina upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967, Sabtu (1/10).
Peringatan kesaktian Pancasila ini terjadi setelah Peristiwa Gerakan 30 September yang lebih dikenal sebagai G30S atau G30S/PKI. Untuk itu, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika UIN Maliki Malang untuk mengenang hari nasional bersejarah ini dengan cara tetap menjaga komitmennya sebagai bangsa Indonesia yang selalu memegang teguh Pancasila sebagai dasar ideologi NKRI yang telah dipertahankan oleh para syuhadak dan para pejuang yang rela berkorban dan syahid demi menegakkan kemerdekaan RI ini. "Oleh karena itu perlu kita peringati perjuangan para syuhadak ini dengan cara menggelar upacara nasional dan mengamalkan pancasila sebagai dasar idelogi negara kita tercinta," tegasnya.
Prof. Zainuddin menambahkan, sebagai generasi bangsa harus bisa memelihara dan mempertahankan ideologi pancasila itu, karena memelihara dan mempertahankan itu lebih berat," pesannya.
Pancasila ata beliau, menjadi ideologi yang sangat tepat untuk bangsa Indonesia saat ini dan yang akan datang. Mengamalkannya sebagai wujud dan komitmen terhadap NKRI. Indonesia sebagai negara yang penuh dengan keadilan dan keanekaragaman suku, maka tidak ada pilihan lain lagi selain Pancasila dan tidak ada usaha untuk menggantikan dengan ideologi yg mengakibatkan disharmoni. "Pancasila sebagai dasar ideologi negara dan menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga dan mengamalkannya," pungkasnya.
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menerima kunjungan tamu dari Bagian Data Informasi dan Humas Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Ditjen Pendis Kemenag RI). Datangnya tamu yang langsung dipimpin sendiri oleh koordinator unit bagian data informasi dan humas, yakni Mizan Sya'roni itu tidak hanya satu tim melainkan bersama rombongan rekan dari berbagai media. Kehadirannya pun disambut ramah oleh Wakil Rektor (WR II) Bidang Administrasi, Umum, Perencanaan dan Keuangan(AUPK), didampingi para Kabiro, Kabbag Umum, para kepala unit, Kasubbag Humas beserta staf terkait lainnya. Agenda tersebut berpusat di Meeting room, Lt. 3, Gedung Rektorat, DR. (HC).Ir. Soekarno.Jumat(30/9)
Mengawali sambutannya, Mizan Sya'roni menyampaikan maksud dan tujuan kunjungannya bersama rombongan rekan media. Namun sebelumnya, mewakili tamu rombongan Mizan mengucapkan terima kasih kepada pimpinan UIN Maliki Malang bersama jajarannya yang telah bersedia menerima kunjungannya. Disampaikan oleh Mizan bahwa tujuan kunjungannya selain untuk bersilaturahmi, yakni dalam rangka diseminasi informasi dan pendampingan publikasi Pendidikan Islam ke Lembaga yang mempunyai keunikan dan berprestasi. Hal tersebut sesuai dengan apa yang yang tertulis dalam surat permohonan dari Dirjen Pendis Kemenag RI nomor : B-776/DJ.I/Set.I/HM.02.1/09/2022.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor (WR II) Bidang AUPK UIN Maliki Malang. Dr. Ilfi Nurdiana, M. Si mewakili pimpinan universitas menyambut ramah dan tangan terbuka. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungannya sekaligus mengucapkan selamat datang di kampus UIN Maliki Malang. Lanjut, karena terbatasnya waktu maka Ning Ilfi, begitu sapaan akrabnya WR II ini segera mengajak para tamu Dirjen Pendis Kemenag RI beserta rombongan rekan media untuk lebih dekat mengenal kampus UIN Maliki Malang melalui tayangan profil terbarunya dan slide publikasi kampus yang telah tersedia dan siap dipresentasikan.
Usai pemaparan secara ringkas seputar kampus UIN Maliki Malang mulai dari historinya, keunggulan, keunikan, berbagai capaian prestasi dan distingsinya, yakni Pusat Bahasa, Ma'had Al Jamiah dan Hai'ah Tahfidz Al Qur'an (HTQ). Selanjutnya, para rombongan tamu dipersilahkan untuk berkeliling(tour) langsung ke area kampus. Perjalanannya diawali dari Perpustakaan Pusat yakni Gedung K.H. Abdurrahman Wahid lalu ke Gedung Pusat Pengembangan Bahasa dan terakhir menuju Ma'had Al Jamiah yang disebut juga dengan Ma'had Sunan Ampel Al'Aly(MSAA).(ptt)