HUMAS-Sedikitnya jumlah publikasi artikel jurnal bereputasi dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), salah satunya diakibatkan lemahnya kemampuan dalam menuangkan pikiran, dan gagasan menjadi tulisan atau artikel jurnal yang layak untuk di publikasikan di jurnal yang bereputasi.
Rendahnya publikasi ilmiah peneliti dari PTKIN di Indonesia pada jurnal ilmiah bereputasi international merupakan faktor penting penghalang masuk ke jajaran World Class University Rangking (QS WUR). Data Scopus dan Sinta versi-3, Ristekdikbud, per Juli 2022, hanya 2 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang telah melampaui batas minimal untuk masuk Perguruan Tinggi Rangking Dunia (QS WUR), yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Gunung Jati Bandung, yang telah berhasil mencapai lebih dari 1.100 artikel di publikasikan di Scopus, sebagai persyaratan untuk masuk list World University Rangking.
Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, Guru Besar Fakultas Ekonomi serta Kaprodi S2 Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai nara-sumber dalam kegiatan Studium Generale, dengan tema “Memadukan Sistem Perkuliahan Dengan Penulisan Artikel di Jurnal Internasional Bereputasi”, di Ruang Auditorium Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin, (9/9).
Sebenarnya potensi untuk meningkatkan kualitas, dan kuantitas serta jumlah publikasi di jurnal bereputasi sangat besar, diantaranya dengan melakukan pembimbingan secara serius pada mahasiswa yaitu skripsi, tesis, dan disertasi, untuk disesuaikan format nya dengan template jurnal yang akan dituju. Untuk mengubah skripsi, tesis, dan disertasi menjadi artikel jurnal baik di sinta maupun indeks scopus, maka harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya adalah dipastikan bahwa skripsi, tesis, dan disertasi tersebut terdapat research fenomena, research gap, dan novelty (kebaharuan). Selain itu juga harus memperhatikan pengutipan dalam jurnal agar tidak terjadi plagiasi yang menyebabkan artikel ditolak. Hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah memperbanyak referensi terutama jurnal internasional bereputasi, untuk meyakinkan bahwa artikel tersebut kuat secara literature serta body of knowledgenya. Memastikan perlunya penggunaaan software mendeley ataupun zotero, untuk memudahkan pembuatan referensi atau daftar pustaka. Aplikasi ini juga bisa mendeteksi plagiatisme, serta yang terpenting adalah mampu membuat proses penulisan daftar pustaka, daftar isi, tata cara mengutip hingga menemukan referensi dari sumber yang valid, pesan Prof Sani
Kegiatan Studium Generale tersebut dibuka oleh Direktur Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. H. Zulfa Jamalie, S.Ag.,M.Pd. Dalam sambutannya Prof Zulfa mengingatkan bahwa pengembangan karya tulis ilmiah merupakan bagian tak terpisahkan dari kompetensi dosen sebagaimana tertuang dalam konsep tridarma perguruan tinggi, yakni tugas seorang dosen meliputi tiga komponen, melakukan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan karya ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dari ketiga komponen tersebut, lanjut Prof Zulfa, selama ini penelitian dan karya ilmiah merupakan komponen yang masih perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebab, tidak sedikit dosen yang terkendala dalam melakukan penelitian maupun penulisan karya ilmiah. Banyak dosen yang hanya menghabiskan waktu bekerjanya untuk mengajar saja. Sementara tugas melakukan penelitian, menulis karya ilmiah maupun pengabdian masyarakat seringkali terabaikan, katanya. Kegiatan stadium generale ini diikuti oleh sekitar 80-an peserta yang terdiri dari dosen-dosen pascasarjana serta mahasiswa S2 dan S3 di lingkungan Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin.
Kegiatan tersebut berlangsung secara serius tetapi santai, banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta terutama karena masih minimnya pengetahuan terutama bagaimana melihat dan mendeteksi apakah jurnal tersebut benar-benar bereputasi dan berdampak, bisa dilihat dari Quartile serta SJR nya, untuk menghindari jurnal-jurnal predator, cancelled, maupun hijack jurnal yang semakin banyak. Sehingga perlu kehati-hatian, terutama bagi dosen yang akan mengajukan ke Guru Besar/ Profesor, agar jurnal nya diakui clear and clean sebagai syarat khusus. Kegiatan berlangsung lebih kurang 3 (tiga) jam ini ditutup dengan penyerahan cindera mata oleh Direktur Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin kepada pemateri. (San)
HUMAS-Berbagai rangkaian kegiatan semarakkan agenda pekan kunjung perpustakaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang)tahun 2022 ini. Ada seminar, hibah buku, lomba-lomba hingga disediakan berbagai macam doorprize dan yang tidak kalah menariknya adalah bedah buku. Agenda tersebut bertempat di ruang baca Lt. 2 Perpustakaan Pusat UIN Maliki Malang, Gedung KH. Abdurrahman Wahid. Kamis(8/9)
Dilatarbelakangi pada kondisi saat ini, di tengah gempuran kemodernitasan, muncul tantangan untuk mendidik anak-anak harapan bangsa akan identitas mereka dalam spiritualis nasionalis yang cinta damai. Permainan menemani masa pertumbuhan anak-anak dan secara tidak langsung berperan membangun karakter mereka. Permainan tradisional khususnya memberikan kesadaran akan identitas budaya dan identitas nasional. Oleh karena itulah, tim UPT perpustakaan UIN Maliki Malang menghadirkan INtalk Bedah Buku Menjaga Indentitas, Membangun Cinta Damai
Hadir saat acara, Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (Kabiro AAKK) Dr. Barnoto, M.Pd.I mewakili pimpinan Universitas sekaligus membuka secara resmi acara bedah buku tersebut. Dalam sambutannya, Pak Kabiro begitu sapaan akrabnya ini menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya acara tersebut dan beliau memberikan apresiasi tinggi. Bahkan di pengujung sambutannya, beliau berharap kegiatan bedah buku seperti itu tidak hanya sekali ini saja namun bisa diadakan lagi dan berkelanjutan dengan tema dan topik yang berbeda-beda bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Tidak tanggung-tanggung, untuk menggugah rasa penasaran para tamu undangan dan menghidupkan suasana, maka dihadirkan beberapa narasumber yang berpengalaman dan ahli baik dikupas dari aspek pendidikan, budaya, olahraga hingga aspek psikologinya. Para narasumbernya, yakni: Prof. Drs. H. Toho Cholik Mutohir, M.A., Ph.D. (Penulis & Guru Besar Universitas Negeri Surabaya), Dr. Toni Kogoya, S.Pd., M.Pd. (Penulis & Dosen Universitas Cendrawasih Papua), Dr. Eko Setiawan, S.PdI., M.Pd (Dosen Universitas Islam Malang) dan yang terakhir Akhmad Mukhlis, S.Psi., M.A. (Dosen Psikologi PIAUD UIN Maliki Malang). Sedangkan jalannya acara tersebut dimoderatori atau dipandu langsung oleh Abdur Rahim, S.S., M.Pd. (Senior Editor Intrans Publishing Group).(ptt)
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) kembali mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk rancang strategi dan arah kebijakan PTKIN menuju PTN-BH. Agenda penting bagi kampus yang memiliki visi besar menjadi Perguruan tinggi yang Unggul bereputasi internasional ini berlangsung di ruang Senat Lt.4 Gedung Rektorat, DR. (HC).Ir.Soekarno. Hadir saat acara sekaligus menjadi narasumbernya, yakni Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti-Ristek Kemendikbud RI Dr. Lukman, ST., M. Hum. Sedangkan para tamu undangannya adalah seluruh pimpinan di lingkungan UIN Maliki Malang.Rabu(7/9)
Dalam paparan materinya, Direktur Lukman sapaan akrabnya ini sangat mensupport dan hendak mengajak UIN Maliki Malang untuk terus bersemangat menjadi pelopor PTKIN pertama yang menjadi PTN-BH. Pasalnya, aturan kedepan setiap perguruan tinggi negeri harus diupayakan menjadi PTN-BH sesuai amanat undang-undang RUU Sisdiknas. Hal itu menjadi keinginan pemerintah pusat agar setiap PTN bisa mandiri secara otonom, baik di bidang akademik maupun non akademiknya. Lalu agar otonom itu bisa berjalan baik, maka ada lima syaratnya yaitu kampus yang menjadi PTN-BH harus bisa menjalankan tridharma yang bermutu, memiliki tata kelola yang baik, menjalankan tanggung jawab sosial, dan ikut berperan dalam pembangunan perekonomian lokal maupun nasional. Sehingga beban pemerintah bisa berkurang dengan adanya kemandirian yang dilakukan oleh perguruan tinggi berlegalitas badan hukum. "Idealnya perguruan tinggi yang menjadi PTN-BH akan menerima sedikit sokongan dari pemerintah dan diharapkan perguruan tinggi itu semakin hebat dan mandiri," paparnya.
Lajut, Lukman menjelaskan setidaknya ada empat tahapan sebelum menuju PTN-BH yaitu PTN B, PTN Satker, PTN BLU dan PTN-BH," jelasnya. "Semoga UIN Maliki Malang segera menyusul statusnya menjadi PTN-BH," doanya.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin menyampaikan progres kesiapan UIN Maliki Malang menuju PTN-BH, mulai dari institusi terakreditasi A, penyedian sarpras dan pembangunan kampus III MIPA dan Fakultas Kedokteran di Batu hingga menyiapkan SDM yang baik untuk menuju kampus unggul bereputasi internasional. “Kampus ini saat ini memiliki cita-cita besar yaitu menjadi perguruan tinggi unggul bereputasi internasional,” paparnya. dilakukan ini UIN Maliki Malang bisa segera beralih statusnya dari satker BLU menjadi PTN-BH pertama di PTKIN,” harapnya.(Aj/*)
HUMAS-Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) selalu aktif mengikuti acara dari DWP Kementerian Agama Republik Indonesia. Salah satunya, kali ini diselenggarakannya Website Seminar (webinar) Nasional. Acara online yang mengusung tema "Mengenal Dunia Media Sosial Gen-Z dan Remaja: Toleran atau Jadi Ekstrimis?" itu berlangsung melalui aplikasi Zoom dan YouTube. Sehingga para pengurus DWP UIN Maliki Malang bisa mengikuti acara tersebut secara daring di ruang meeting LPM Lt. 4, Gedung Rektorat Ir. (HC) Soekarno.Selasa(6/9)
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kemenag RI, Farichah Nizar Ali menekankan tentang pentingnya agenda tersebut, yang memiliki tujuan antara lain: pertama, memberi pemahaman dan pengetahuan kepada para orangtua, guru, dan para anggota DWP tentang apa dan siapa Gen-Z itu. Kedua, membuka wawasan tentang pentingnya media sosial yang merupakan mediasi atau perantara dalam mendidik Gen-Z. Ketiga, memberikan kiat-kiat kepada orangtua, penyuluh, guru dan siapa saja untuk dapat berpartisipasi dalam upaya mendidik anak-anak Gen-Z serta mengurangi dampak negatif dari konten-konten media sosial yang tidak bertanggung jawab. Keempat, ikut mensosialisasikan literasi tentang moderasi beragama karena pada tahun 2022 ini hal itu telah dicanangkan oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo.
Selanjutnya, masih dari Ketua DWP Kemenag RI juga menyampaikan bahwa acara webinar tersebut akan diisi oleh narasumber yang sangat berkompten di bidangnya,yakni: Ibu Kalis Mardi Asih dan diikuti oleh pengurus dan anggota DWP yang terdiri dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri(PTKN), Kanwil, Madrasah, KUA, Balai Diklat dan Balai Litbang, serta asrama haji seluruh Indonesia yang berjumlah 975. Bersyukur diucapkan beliau dengan berharap semakin banyak yang aktif bergabung di acara tersebut maka akan semakin banyak menyebarkan ilmu dan wawasan yang bermanfaat, khususnya bagi para orangtua yang memiliki anak dalam kategori generasi Z ini. Sehingga di akhir sambutannya beliau berharap setelah mengikuti webinar, para peserta bisa mengimplementasikan ilmunya hingga memiliki setrategi yang benar dalam mendampingi putra putri dan para remaja Gen-Z. "Sekali lagi semoga acara ini membawa berkah dan penuh manfaat bagi kita semua, aamiin", pungkasnya sembari mempersilahkan Pembina DWP Kemenag RI, Ibu Hj. Eny Yaqut Cholil memberikan arahan lalu membuka secara resmi webinar tersebut.(ptt)
HUMAS-Penerbit UIN MALIKI PRESS Malang menyelenggarakan kegitan hibah buku. Agenda yang diadakan di kampus Islam berlogo Ulul Albab ini merupakan salah satu upaya dalam program optimalisasi kerjasama antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam(PTKI) dan pesantren. Dihadiri oleh sekitar 20 lembaga atau instansi pendidikan dengan berpusat di ruang baca Lt. 2, Gedung Perpustakaan, KH. Abdurrahman Wahid. Selasa(6/9)
Salah satu sasaran utamanya dari hibah buku kampus UIN Maliki Malang ini diberikan kepada 51 lembaga perguruan tinggi dan pondok pesantren(Ponpes) sekaligus sebagai upaya peningkatan kerjasama antar lembaga. Jumlah buku yang dihibahkan dengan total 15917 eksemplar. Tidak cukup itu saja, karena kegiatan itu juga ikut serta menyambut Dies Natalis ke-61 UIN Maliki Malang yang saat ini bersamaan turut meramaikan pekan kunjung perpustakaan UIN Maliki Malang, yakni ditujukan kepada para mahasiswa baru (maba) yang telah dibuka sejak kemarin di awal bulan ini sampai nanti tanggal 14 September. Lebih menariknya lagi, agenda yang mengusung tema "Optimalisasi Program Kerjasama antar Pergirian Tinggi Keagamaan Islam melalui Hibah Buku" ini difasilitasi dengan sajian diskusi dan sharing langsung dengan narasumbernya kepala perpustakaan UIN Maliki Malang, yakni Mufid, S.Ag., S.S., M. Hum.
Pada kesempatan itu hadir Wakil Rektor (WR IV) bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang, Dr. Isroqunnajah, M.Ag yang memberikan arahan sekaligus mensupport terselenggaranya agenda tersebut. Gus Is, sapaan akrabnya ini menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada tim UIN Maliki Press. "Saya berharap kegiatan ini bukan untuk yang pertama dan yang terakhir kalinya, karena begitu penting dan banyak manfaatnya sehingga ke depan bisa saja diwujudkan dalam model yang berbeda. Lebih dari itu kegiatan ini bisa jadi wadah bersilaturahmi, silatul ilmi, silatul afkar dan silatul a'mal, "paparnya.(ptt)
HUMAS- Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) menyelenggarakan Stadium General dan Rakernas Forum Senat Mahasiswa Syariah dan Hukum se-Indonesia (FORSEMASHI). Agenda besar yang melibatkan pengurus dari 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri(PTKIN) ini bertempat di Aula Utama Lt.5, Gedung Rektorat DR.(HC).Ir. Soekarno.Senin(5/9)
Hadir saat acara, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin, M.A sekaligus membuka secara langsung acara tersebut. Selain itu, kegiatan yang disetting dalam dua sesi, yakni dialog kebangsaan dan sidang pleno Rakernas tersebut juga dihadiri langsung oleh Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko (Wakil Walikota Malang), Ahmad Farih Sulaiman (Anggota DPRD Kota Malang), Hasanuddin Wahid (Anggota DPR RI), Kombes Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M. H. (Dir Intel Polda Jatim), AKBP Agus Prasetyo, S.H., M.Hum. (Kasubid Sosbid Intelkam Polda Jatim), dan Budi Hermanto, S.I.K., M.H (Kapolres Kota Malang). Sementara itu, Muhammad Zakari Al-Ansori, M.M., M.A., Ph.D hadir secara virtual melalui zoom meeting.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Zain, sapaan akrabnya ini menerangkan bahwa sebenarnya kaum akademika khususnya para mahasiswa itu memiliki peran yang begitu dinamis dari waktu ke waktu. Dijelaskannya oleh Profesor asal Bojonegoro ini bahwa sudah semestinya mahasiswa itu peka terhadap kondisi perubahan atau dinamika di lingkungan masyarakat.Tidak hanya berperan sebagai agen of change namun juga perlu mengambil bagian sebagai penguat moral dan penjaga nilai di dalam masyarakat. Dalam hal ini penting, salah satunya harus memiliki komitmen terhadap NKRI. “Tidak boleh ada ideologi selain Pancasila dan tidak ada model negara selain NKRI!,”tegasnya. Mahasiswa harus menjadi yang terdepan dalam merealisasikan hal itu karena menurut Prof. Zain mahasiswa adalah penerus perjuangan bangsa dan adanya bonus demografi Indonesia merupakan hal yang sangat penting untuk masa depan para mahasiswa.
Lanjut, agenda yang mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Mengawal Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045”, tersebut berlangsung dengan dinamis dan hangat hingga dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas. Tak terlupakan juga, untuk mensemarakkan acara tersebut ditampilkan berbagai kreatifitas mahasiswa antara lain tari tradisional dan paduan suara.(rzk/f.syariah)
HUMAS-Sukses dalam menuntaskan studi di perguruan tinggi merupakan capaian prestasi akademik yang sangat membanggakan terutama bagi orangtua dan khususnya juga pada diri seseorang yang telah menempuhnya. Para orang tua pastilah merasa bahagia dan bersyukur oleh karena itu rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA mewakili seluruh pimpinan universitas mengucapkan selamat dan sukses. Hal itulah yang disampaikan saat prosesi Rapat Senat Terbuka Dalam Rangka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana periode ketiga UIN Maliki Malang di Gedung Sport Center(SC) JEND. H. SOEHARTO.Sabtu(3/9)
Dalam kondisi yang semakin membaik di masa pandemi covid-19 ini, akhirnya kampus Islam berlogo Ulul Albab bisa melaksanakan acara wisuda pertama tahun 2022 secara offline yang mengikuti sertakan para orangtua atau wali mahasiswa calon wisudawan. Di kesempatan inilah secara langsung ucapan selamat disampaikan rektor kepada para hadirin terutama para orang tua atau wali. “Selamat kepada para orangtua/wali wisudawan yang telah berhasil mengantarkan putra-putrinya menyelesaikan studi di kampus ini. Karena dengan ikhtiar, pengorbanan dan doa Anda semua maka para putera/puteri Bapak/Ibu dapat menyelesaikan studinya, "ucap Prof. Zain sapaan akrabnya ini.
Selanjutnya, rektor juga berpesan kepada para wisudawan untuk selalu menyayangi dan mencintai orang tuanya. "Kami harapkan kepada para wisudawan dan wisudawati jangan pernah berhenti untuk mencintai mereka berdua dan terus berdoa untuk mereka, seraya katakan kepada mereka berdua: we can’t stop loving you (kami tidak dapat berhenti untuk mencintaimu), "pintanya. Hal tersebut Prof. Zain tekankan lagi sebagai pengingat karena ridha Allah adalah ridha orang tua, maka para wisudawan mesti menghormati kedua orangtuanya.
Lalu masih kata Profesor asal Bojonegoro ini, disampaikan juga selamat kepada para wisudawan wisudawati yang memperoleh predikat cumlaude. "Kami ucapkan selamat dan sukses kepada saudara dan saudari atas prestasi terbaiknya. Meski demikian Anda semua tetap harus berjiwa tawadhu’, rendah hati, "terangnya. Seperti halnya yang ada di firman Allah SWT. :
وفوق كل ذي علم عليم
(Di atas orang yang berprestasi, di atas orang yang hebat, masih ada Allah Yang Maha mengetahui dan Maha segalanya). Begitu juga seperti hikmah Arab yang mengatakan: تواضع تكن كالنجم لاح لناظر # علي صفحات الما، وهو رفيع ولا تكن كالدخان يعلو بنفسه # علي طبقات الجو وهو وضيع "Jadilah kamu orang yang rendah hati seperti bintang di atas permukaan air bening yang tampak rendah, padahal sesungguhnya ia tinggi. Dan janganlah kamu seperti asap yang membumbung tinggi ke atas udara padahal sesungguhnya ia rendah".
Berikutnya, ucapan terimakasih serta apresiasi luar biasa juga rektor berikan kepada seluruh pimpinan Universitas, Fakultas, Pascasarjana, para dosen, dan karyawan dan seluruh unit kerja di lingkungan UIN Maliki Malang yang telah membimbing, mendidik, dan melayani mahasiswa sehingga kali ini bisa dinyatakan lulus atau berhasil menyelesaikan studi mereka. "Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan hidayah dan mencatatnya sebagai amal ibadah, amin ya rabbal alamin," doanya.(ptt)
Para wisudawan mengikuti prosesi pengukuhan di gedung SC.
HUMAS-Pagi ini, Senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar rapat terbuka dalam rangka wisuda Program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2 & S3) Periode III, Sabtu (3/9).
Kali ini UIN Malang mengukuhkan 800 wisudawan dengan rincian Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sejumlah 156 wisudawan, Fakultas Syariah 152 wisudawan, Fakultas Humaniora 75 wisudawan, Fakultas Psikologi 85 wisudawan, Fakultas Ekonomi 122 wisudawan, Fakultas Sains dan Teknologi 34 wisudawan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 16 wisudawan, dan Program Pascasarjana sebanyak 160 wisudawan.
Tepat pukul 08.30 WIB Ketua Senat UIN Malang Prof. Dr. H. Muhtadi Ridwan, M.Ag membuka rapat senat. Sebelum rapat dilanjutkan Ketua Senat menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya ananda Ilham Yusuf Akbar Putra Bapak M. Zainuri dan Ibu Fadilah asal Japanan Pasuruan, Fakultas Sains dan Teknologi Prodi Teknik Informatika yang hari ini meninggal dunia saat hendak dikukuhkan sebagai wisudawan di UIN Malang. "Semoga Almarhum husnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," doanya seraya diiringi bacaan surat Al-Fatihah ribuan undangan yang hadir.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M. Ag menyampaikan laporan akademiknya kepada para wali wisudawan. Berdasarkan data yang masuk, lulusan di UIN Maliki Malang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dilihat dari kuantitas jumlah lulusan yang tepat waktu. "Alhamdulillah jumlah lulusan di UIN Malang mengalami peningkatan pasca pandemi ini, dan semoga UIN Maliki Malang semakin baik lagi dan menelurkan generasi yang unggul," harapnya.
Usai laporan akademik, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA langsung mengukuhkan 800 wisudawan periode III tahun 2022.
UIN MALANG-Longsor merupakan ancaman bagi setiap masyarakat yang tinggal di dataran tinggi, terutama saat musim hujan. Seperti di Desa Gambiran, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung yang berada di puncak gunung dengan potensi longsor karena banyak sekali tebing yang sudah tidak berpenopang. Selain itu, tekstur tanahnya gembur sehingga mudah sekali mengalami longsor saat hujan. “Apalagi kalau hujan tidak berhenti kurang lebih 3 hari,” ucap Hudi Nur Kholis, Ketua Karang Taruna Desa Gambiran. Menurut data kecamatan, setiap tahunnya terdapat titik-titik longsor yang terjadi di desa tersebut. Oleh sebab itu, saya dan seluruh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Persemakmuran Sunan Ampel yang ditempatkan di Kabupaten Tulungagung mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya dan penyebab bencana alam, yakni longsor, sekaligus mensosialisasikan penanggulangannya. Tentu saja ini dirasa penting untuk meminimalisir jumlah korban jiwa dan kerugian materiil. Sosialisasi ini dihadiri oleh Bejo Alrumaji (Kepala Desa Gambiran) Dr. Bani, M.Pd.I (DPL KKN Desa Gambiran), Hudi Nur Kholis (Ketua Karang Taruna Desa Gambiran), serta seluruh peserta KKN dari 16 Rukun Tetangga Desa Gambiran, UNISKA dan UIN SATU Tulungagung Kelompok 2. Penyelenggaraan acara ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan respon positif dari masyarakat.
Bejo menyatakan, sosialisasi ini dirasa sangat sesuai dengan kondisi masyarakatnya. Mengingat struktur geografis Desa Gambiran yang memang rawan dan kondisi curah hujan yang tinggi sehingga sering terjadi longsor. “Kami berharap acara ini bisa menambah pengetahuan kami tentang bencana dan mempersiapkan diri untuk menghadapinya,” papar Bejo. Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Fairus, Kepala Bagian Pencegahan dan Kesiagaan. Pematerinya langsung dari Kepala Seksi Pencegahan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Siti Nurhasanah. Ia berbagi tips pencegahan longsor serta penanganannya di hadapan masyarakat. Setiap warga diharapkan selalu waspada. Salah satunya ialah dengan menyiapkan satu tas darurat untuk menyimpan barang-barang dan surat-surat berharga. ”Ketika terjadi longsor mendadak, tas itu bisa langsung dibawa dan diamankan dengan mudah,” paparnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penanggulangan bencana alam merupakan tanggung jawab dan wewenang pemerintah pusat serta daerah. Hal ini sesuai dengan UUD Nomor 24 Tahun 2007. Ada tiga tahapan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pertama, pra-bencana yang dilakukan dengan sosialisasi dan tanggap darurat. Tahap kedua ialah saat bencana, yakni pertolongan ketika bencana seperti longsor, banjir, dan erupsi terjadi. Tahap terakhir ialah pasca bencana. Di tahap ini ada rehabilitasi dan rekonstruksi. (*/nd)