HUMAS-Seleksi calon pejabat administrator di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang memasuki tahap pelaksanaan asesmen. Seperti diberitakan sebelumya bahwa ada 36 peserta yang hadir mengikuti proses asesmen kali ini setelah tiga tahun terakhir vakum akibat pandemi covid 19. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan seluruhnya harus mengikuti Asesmen selama dua hari dan berakhir Kamis, (15/9) bertempat di Rumah Singgah UIN Maliki Malang di Kota Batu.
Dari 36 peserta yang mengikuti asesmen yang dilakukan oleh tim asesmen Biro Kepegawaian Kemenag RI ini untuk mencari nilai tertinggi guna mengisi jabatan administrator yang ditinggalkan pejabat sebelumnya.
Pelaksanaan asesmen ini didasarkan pada peraturan Menteri Agama RI nomor 1 tahun 2020 tentang uji kompetensi bagi pegawai negeri sipil pada Kementerian Agama RI. Maka UIN Maliki Malang melalui bagian OKH melaksanakan penilaian kompetensi jabatan administrasi dalam rangka pemetaan dan penyusunan profil PNS.
Pelaksanaan asesmen dan psikotes untuk calon pejabat administrator di lingkungan UIN Maliki Malang dilakukan secara online atau paperless dengan mengikuti Protokol Kesehatan yang ketat untuk mencegah virus covid-19. Setiap peserta diharuskan membawa laptop untuk kelancaran proses asesmen.
Sekretaris Sub Koordinator Kepegawaian OKH UIN Maliki Malang Norma Yunita, SE menjelaskan, pelaksanaan asesmen uji kompetensi dilakukan dalam rangka memenuhi kekosongan jabatan eselon III di Fakultas Ekonomi. Asesmen ini sendiri sejatinya untuk pemetaan kompetensi pegawai PNS di UIN Maliki Malang serta penyusunan profile PNS. "36 peserta ini akan diambil satu orang yang memenuhi persyaratan untuk mengisi kekosongan jabatan eselon III di Fakultas Ekonomi yang sebelumnya dijabat oleh Sutikno yg telah purna tugas," jelasnya.
Asesmen ini, kata dia, menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menduduki jabatan di eselon III. Berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) 50 nomor 22 kewenangan penunjukan jabatan eselon III ada di Biro Kepegawaian, jadi sudah bukan rektor lagi yang memutuskan. "Aturan sebelumnya memang rektor yang memiliki wewenang itu. Akan tetapi, sejak ada KMA 50 nomor 22 itu ewenangannya ada di biro kepegawaian," tandasnya.
Masih kata Norma, bagi calon pejabat yang terpilih nanti akan diambil yang sudah memenuhi syarat utamanya yaitu kepangkatan sudah III d, dan memiliki pengalaman manajerial serta pernah di eselon III. "Dan dokumen hasil asesmen ini yang akan dijadikan rekomendasi mencakup kemampuan menejerial, sosio kuktural dan teknis," pungkas Norma saat ditemui di sela-sela kesibukannya.
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) kedatangan tamu jauh dari lintas pulau Nusantara yakni UIN Imam Bonjol Padang. Rombomgan tamu yang terdiri lebih dari 10 orang tersebut langsung dipimpin oleh wakil rektor (WR III) bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Imam Bonjol, Welhendri Azwar, Ph.D. Datangnya tamu tersebut bukanlah tanpa tujuan namun demikian lebih dari bersilaturahmi karena kedua lembaga PTKIN ini akan mengadakan kerjasama melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU. Prosesi acara penting tersebut bertempat di ruang rektor Lt.1, Gedung Rektorat DR.(HC).Ir. Soekarno.Kamis(15/9)
Mewakili tim tamu rombongan dari UIN Imam Bonjol Padang, Welhendri Azwar dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan sekaligus menyampaikan salam juga permohonan maaf dari rektor UIN Imam Bonjol yang pada saat itu tidak bisa hadir. Selanjutnya, Welhendri mengutarakan terkait niat dan tujuan dari kehadirannya bersama tim ke UIN Maliki Malang. Disampaikan bahwa tujuannya selain bersilaturahmi, yakni tujuan utamanya menjalin kerjasama melalui penandatangan berkas atau nota kesepahaman(MoU). Kerjasama yang akan terjalin itu meliputi pengembangan bidang akademik, yakni peningkatan dalam hal pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat serta di bidang pengembangan sumber daya manusia(SDM).
Lebih detail dan fokusnya lagi, disampaikan oleh WR III UIN Imam Bonjol ini bahwa kedatangannya bersama rombongan itu terdiri dari tiga tim, yakni: tim bidang kerjasama, bidang remunerasi dan terakhir tim ma’had. “Jadi begini Prof.,Kami datang kesini sekalian ingin belajar dari UIN Maliki Malang terkait pengelolaan BLU terutama perihal remunerasi dan juga kami ingin berdiskusi, share serta menimba wawasan tentang manajemen ma’had. Karena kita semua tahu bahwa perihal Ma’had di UIN Maliki Malang ini telah mejadi teladan atau percontohan bagi PTKIN lainnya, “paparnya.
Sementara itu menanggapi hal tersebut, dalam sambutannya rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin,MA didampingi oleh wakil rektor (WR III) Dr. Ahmad Fatah Yasin,M.Ag menyambut dengan ramah dan tangan terbuka. Disampaikannya bahwa UIN Maliki Malang selalu siap dan bersedia menambah partner atau rekan kerjasamanya terutama dengan sesama lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan Kemenag RI. Selanjutnya, dalam hal pengelolaan remunerasi dan ma’had maka Prof. Zain begitu sapaan akrabnya ini mempersilahkan kepada tim tamu untuk nantinya bisa segera menemui unit-unit yang terkait. “Inshaa Allah dari Kami akan selalu siap menerima kunjungan maka silahkan setelah usai penandatangan ini, tim dari Anda bisa didampingi untuk menemui unit-unit yang terkait sekaligus anda semua bisa kami antar berkeliling melihat keadaan ma’had di kampus ini, “terangnya. Mengakhiri sambutannya, orang nomor wahid di kampus berlogo Ulul Albab ini berharap semoga kerjasama yang terjalin ini membawa banyak manfaat, berkah dan bisa saling maju bersama PTKIN se-Indonesia.(ptt)
HUMAS-Rektor Universitas Islam Negeri maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang), Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa baru(maba) dari luar negeri atau mahasiswa asing yang diterima melalui program beasiswa eksternal tahun 2022. Meskipun untuk sementara ini belum bisa bertemu secara langsung, hal tersebut Prof. Zain sapaan akrabnya ini sampaikan di acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan(PBAK) khusus mahasiswa asing. Melalui online, yakni aplikasi Zoom meeting, acara tetap berjalan lancar dan terasa khitmad sehingga para mahasiswa asing tersebut bisa hadir semua dari daerahnya masing-masing.Kamis(15/9)Mengawali sambutannya, rektor asal Bojonegoro ini sedikit mengenalkan sekilas profil dari kampus berlogo Ulul Albab yang berada di jantung Kota Malang. Dijelaskannya bahwa sejak didirikan hingga saat ini, UIN Maliki Malang telah menjalankan misi besar, yaitu mewujudkan pendidikan tinggi yang integratif antara sains dan Islam yang unggul bertaraf internasional. Integrasi dalam hal ini berarti bahwa setiap kajian dalam berbagai bidangnya didasarkan pada prinsip-prinsip, ajaran dan nilai-nilai Islam yang diambil dari sumber aslinya, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. Dan saat ini kampus UIN Maliki Malang telah memiliki tujuh fakultas dan program pascasarjana.Selanjutnya, orang nomor wahid di UIN Maliki Malang ini juga memberikan informasi terkait adanya Ma’had Sunan Ampel Al ‘Aly atau disebut juga dengan Ma’had Al Jami’ah. “Kami mewajibkan bagi para maba baik yang dari dalam maupun dari luar negeri untuk tinggal di asrama yang Kita sebut dengan ma’had selama dua semester!,“tegasnya. Sehingga nanti para mahasiswa asing penerima beasiswa eksternal itu juga harus tinggal di ma’had selama satu tahun. Tujuannya adalah untuk mempelajari Al-Qur'an dan As-Sunnah, memahami ilmu-ilmu keislaman dan bahasa Arab, serta memperdalam bahasa Indonesia, nilai-nilai Islam, moral dan tradisi. Selain wajib tinggal di Ma’had maka maba juga diwajibkan belajar bahasa Arab selama setahun penuh di Pusat Bahasa. Kemudian khusus bagi maba penerima beasiswa eksternal diwajibkan juga untuk mengikuti Program Persiapan Bahasa Indonesia atau BIPA, yaitu program bahasa Indonesia untuk non-Indonesia(maba dari luar negeri).Mengakhiri sambutannya, rektor sekali lagi menegaskan bahwa UIN Maliki Malang tidak akan pernah berhenti berkreasi, berinovasi mengabdikan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan agama serta ingin mencetak generasi Muslim yang unggul untuk masa depan yang cerah dan indah. “Sekali lagi, selamat, selamat dan sukses serta selamat datang para mahasiswa baru penerima beasiswa eksternal tahun ini. Kami harap anda semua bisa segera datang ke Indonesia dan kemudian menuju ke kampus ini untuk mengikuti studi secara langsung atau tatap muka, “pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Dalam rangka menambah semarak dan kemeriahan di akhir Pekan Kunjungan Perpustakaan(PKP) 2022 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang). Tim UPT Perpustakaan bekerjasama dengan para rekan/partnernya kembali selenggarakan agenda bedah buku. Berbeda dengan buku-buku sebelumnya karena buku yang satu ini lebih kental hubungannya dengan warna baru dari Manajemen Pendidikan Islam (MPI) terutama bagi mahasiswa Program Studi(Prodi) MPI, pengajar/dosen MPI, para praktisi pendidikan, dan para pemerhati MPI. Sehingga agenda dengan taglineINtalk & Bedah Buku MPI MINDHUNNUR ini terasa lebih menarik dan menggugah para kaum akademika apalagi pada acara tersebut dihadirkan langsung penulis bukunya dan pembedahnya yakni rektor UIN Maliki Malang. Acara berlangsung secara offline dan online dengan berpusat di ruang baca Perpustakaan, Gedung K. H. Abdurrahman Wahid.Rabu(14/9)
Pada kesempatan itu, sebagai penulis dari buku Manajemen Pendidikan Islam (MPI) MINDHUNNUR, Prof. Dr. H. Mujamil Qomar, M.Ag. mempaparkan beberapa kisi-kisi inti dari buku yang telah ditulisnya. Mulai dari hakikat dari judul bukunya tersebut yang ternyata menurut dosen yang telah menjadi Guru Besar di UIN SATU Tulungagung ini bahwa judul buku itu merupakan akronim dari kalimat "min al-dhulumat ila al-nur". Konsep min al-dhulumat ila al-nur itu sendiri pada umumnya seringkali digunakan pembawa acara pengajian ketika mengawali sambutan. Biasanya digunakan untuk mengapresiasi keberhasilan Nabi Muhammad SAW. dalam merombak masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat Islam. Konsep itu pada akhirnya dikenal sebagai konsep dakwah, maka ayat al-Qur’an yang di dalamnya terdapat konsep tersebut dianggap ayat dakwah. Sehingga tidak salah apabila buku tersebut begitu penting untuk dibaca dan dijadikan sebagai literatur pengayaan khazanah ilmu pengetahuan Islam.
Sementara itu, sebagai pembedah buku yakni rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA mengucapkan selamat dan sukses telah dilaunchingnya buku karya Prof. Mujamil tersebut. Lanjut, mengawali reviewnya, Profesor asal Bojonegoro ini mengapresiasi karya yang berjudul Mindhunnur itu. Menurutnya, buku tersebut penting dan memiliki kontribusi dalam pengayaan materi Manajemen Pendidikan Islam(MPI), baik dari sisi akademik maupun kelembagaan. Penulsinya memang kompeten, otoritatif dan juga produktif. Sebagaimana pengakuan penulis sendiri, bahwa buku itu ditulis sebagai tawaran MPI yang disebut dengan “Manajemen Pendidikan Islam Mindhunnur.” Kekurangan buku itupun disebut oleh penulisnya terkait “belum tuntas membahas berbagai persoalan yang terkait dengan manajemen pendidikan Islam itu sendiri”, misalnya belum membahas manajemen keuangan, menajemen kelembagaan, tata kelola organisasi dan seterusnya.
Selanjutnya terkait dengan judul buku itu, Prof. Zain memberikan saran agar lebih baiknya diubah dengan istilah lainnya yang memiliki makna sama dengan istilah judul buku tersebut. “Saya menyarankan sebaiknya istilah “Mindhunnur” bisa diubah dengan istilah lain yang lebih mudah dicerna, misalnya, “Manajemen Pendidikan Islam yang Mencerahkan”, atau “Manajemen Pendidikan Islam Transformatif”, yang sepadan juga artinya dengan Min al-Dzulumat ila al-Nur. Last but not least, buku ini penting dan manfaat untuk dibaca dan dicermati, “pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Asesor Independen atau Manager Tim Konsultan Ilhamuddin, S.Psi., MA yang sekaligus dosen aktif Fakultas Psikologi UB mengajak seluruh pejabat eselon III dan IV UIN Maliki Malang yang akan mengikuti proses asesmen untuk melakukan self assessment sendiri sebelum proses Case Analysis dilaksanakan. Rabu (14/9).
Ilham menjelaskan bahwa hari pertama sikotes ini peserta harus melalui tiga tahapan utama yaitu sikotes yang dilaksanakan secara online, kemudian self assessment, dan selanjutnya case Analysis. "Proses penggalian data kompetensi ini harus diisi sesuai dengan kebutuhan, sehingga aspek yang digali bisa tepat sasaran," paparnya.
Demi kelancaran proses asesmen ini, setiap peserta diminta untuk membawa laptop sehingga hal ini bisa memperlancar proses asesemn secara online. "Setelah proses psikotes hari pertama selesai di hari kedua peserta harus mengikuti thapan selanjutnya yaitu wawancara dan evaluasi hasil," jelasnya.
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, melalui Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) menggelar uji kompetensi bagi pejabat Eselon III dan IV di lingkungan UIN Maliki Malang yang dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari Rabu-Kamis (14-15/9).
Mengawali sambutannya, Karo AUPK Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd yang sekaligus menjadi penanggung jawab pelaksanaan asesmen ini menyampaikan bahwa peserta asesmen kali ini sebanyak 36 orang yang terdiri dari eselon III dan IV yang sudah pernah menjabat dijabatan tertentu. "Asesmen ini dilakukan dua tahun sekali untuk memenuhi kebutuhan jabatan fungsional yang kosong serta untuk kebutuhan rotasi pegawai ASN di UIN Maliki Malang," paparnya.
Setiap ASN harus memiliki rekam hasil asesmen. Pasalnya, data asesmen ini menjadi basis analisis data saat terjadi proses rotasi pegawai ASN, sehingga acuan pimpinan mengambil keputusannya bisa diambil dari data hasil asesmen ini. "Semoga asesmen selama dua hari ini bisa berjalan dengan baik dan menemukan calon pemimpin yang handal sesuai kompetensinya," harapnya.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Singgah Lt.3 itu dihadiri langsung oleh Tim asesemen Biro Kepegawaian Kemenag RI Dian Sapalawati dan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. dalam sambutannya WR II menyampaikan bahwa asesmen ini bertujuan untuk mengisi kekosongan sejumlah jabatan, serta mengevaluasi kemampuan kerja, pejabat eselon III dan IV dijabatan masing-masing.
Wakil Rektor Bidang AUPK, mengatakan pelaksanaan uji kompetensi atau asesmen ini juga untuk mengevaluasi kemampuan para pejabat dalam mengatasi berbagai persoalan dijabatan masing-masing.
Uji kompetensi ini, kata dia, jangan dimaknai hanya sebatas formalitas saja, namun harus dipahami sebagai momentum evaluasi diri untuk menguji kompetensi yang dimiliki dengan semaksimal mungkin. "Semoga dengan Asesemen ini, kedepan kita bisa mengambil langkah-langkah tepat dalam mengatasi persoalan di UIN Maliki Malang untuk menyongsong UIN Malang menuju kampus yang unggul bereputasi internasional," paparnya.
Oleh sebab itu, kata dia, melalui asesmen ini, peserta diharapkan bisa mengikuti kegiatan ini dengan maksimal dan profesional sehingga asesmen ini menghasilkan data yang valid untuk upaya perbaikan terhadap kemampuan masing-masing calon pemimpin di UIN Maliki Malang. "Saya berharap semua peserta mampu menyesuaikan diri untuk menyongsong internasionalisasi kampus ini yang ditargetkan hingga 2025 mendatang," harap Ilfi, saat memberikan pengarahan dalam sambutannya.
HUMAS-Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) kembali go international. Kali ini, dua mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknologi(Saintek), yakni Achmad Fuadi, Jurusan Kimia angkatan 2019 dan Muhammad Imam Kharomain, Jurusan Biologi angkatan 2019. Keduanya, mewakili kampus Islam berlogo Ulul Albab sebagai delegasi dalam ajang Sakura Science Student Exchange Programme. Program tersebut berlangsung kurang lebih selama 10 hari(1-10/9), diikuti oleh berbagai universitas hingga lintas negara dan secara keseluruhan dibiayai oleh pihak Jepang. Diadakan di Fukuoka, Pulau Kyushu Jepang tepatnya berada di Fukuoka University.Rabu(14/9)
Berbagai agenda telah dijadwalkan dan dipersiapkan dalam program yang betemakan SDGs atau Sustainable Development Goals itu. Pada salah satu inti agendanya diawali dengan acara presentasi dari setiap delegasi, dan saat itu diawali oleh delegasi Australia hingga diakhiri dengan presentasi dari mahasiswa Fukuoka University.
Selanjutnya, agendanya adalah berkunjung ke laboratoriummulai dari matsukuma laboratory, kubota laboratory, dan shinto laboratory. Selain tour laboratorium, di sana para delegasi mendapatkan kesempatan juga untuk melakukan eksperimen bersama terkait proses fluidasi dengan menggunakan alat yang sudah dikonstruksi oleh Profesor Nagashima dan Matsukuma. Kemudian, pada agenda berikutnya tepatnya Rabu(7/9) dilaksanakan kegiatan facility tour. Pada kegiatan tersebut delegasi UIN Maliki bersama yang lainnya mengunjungi Clean Park Rinkai yang merupakan salah satu fasilitas pengolahan limbah padat terbesar di Japan. Selama di sana, pengunjung mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana negara Jepang terutama Kota Fukuoka dalam mengolah limbah padat kota. Pengolahan limbah di Kota Fukuoka menerapkan “3R” yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Dimana limbah padat yang tidak bisa di manfaatkan kembali akan dibuang ke Landfill setelah melalui beberapa tahapan. Selain itu para delegasi juga mengunjungi fasilitas pengolahan untuk limbah botol kaca dan botol PET, dan hari itu kunjungan berakhir di Landfill.
Pada hari berikutnya, kedua mahasiswa angkatan 2019 itu berkunjung ke salah satu fasilitas pengolahan limbah cair terbesar di jepang yang terletak di Kitakyushu. Fasilitas pengolahan limbah cair tersebut bernama hiagari sewage water treatment. Disana mereka mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana Kota Kitayushu mengolah limbah cair yang berasal dari rumah-rumah penduduk sebelum akhirnya di buang ke laut. Setelah itu, bergegas menuju fasilitas kota berikutnya yaitu Kitakyushu eco town center. Di sana, diberikan pengetahuan tentang bagaiman Kota Kitakyushu bangkit dari keterpurukannya di masa lampau dengan menerapkan konsep daur ulang. Selainj itu, parea delegasi berkesempatan juga untuk mengunjungi beberapa tempat pusat tenaga penghasil listrik yang ramah lingkungan seperti kincir angin dan sel tenaga surya. Lalu sebagai penutup kaegiatan di saat itu terakhir mengunjungi fasilitas daur ulang limbah mobil bekas.
Hari terakhir, tepatnya Jumat(9/9), delegasi UIN Maliki bersama lainnya berangkat menuju Fukuoka University untuk mengunjungi salah satu laboratorium dan melakukan eksperimen tentang kualitas air yang dihasilkan dari Landfill. Sampel yang digunakan berupa sampel Leached dari Landfill dengan metode aerob, anaerob, dan semi-anaerob. Masing-masing sampel diuji kualitasnya dengan menggunakan beberapa parameter seperti pH, COD, dan lain-lainnya.
Selama aktif dalam berbagai agenda yang telah dipersiapkan dalam Sakura Science Student Exchange Programme, delegasi UIN Maliki khususnya juga mendapatkan kesempatan berharga untuk mengisi waktu luang di sela rutinitasnya, yakni dengan berkeliling mengunjungi tempat-tempat wisata di Fukuoka, mulai dari pusat perbelanjaan, Kastil Fukuoka, hingga Patung Gundam setinggi 20 meter di Lalaport.(ptt)
HUMAS-Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) gelar bedah karya di Perpustakaan Pusat, Gedung K.H. Abdurrahman Wahid. Kali ini LKP2M melakukan kegiatan bedah dua buah buku produk maha karyanya sendiri, yakni jurnal LoroNG (hasil riset dari LKP2M) dan novel berjudul "Mengapa Aku Melabuhkan Harapan Padanya".Senin(12/9)
Acara tersebut langsung diisi oleh anggota LKP2M, yakni Alvani Misbah Wadih (Kepala Biro Penelitian LKP2M) dan Sofia Yuniar(penulis novel "Mengapa Aku Melabuhkan Harapan Padanya") serta pengurus UKM yang berada pada devisi Kepenulisan dan Penerbitan. Direktur LKP2M UIN Maliki Malang, Ahmad Maulana Sabbaha menjelaskan bahwa acara bedah karya ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan eksistensi UKM LKP2M dalam bidang literasi."Salah satu cara untuk menunjukkan eksistensi kita adalah dengan menunjukkan karya-karya yang kita punya. Tidak hanya ditunjukkan, tapi juga disampaikan. Supaya karya-karya kita lebih memberikan manfaat," Ucapnya.
Tidak hanya itu, dalam acara yang terselenggara dalam rangka ikut serta meramaikan Pekan Kunjung Perpustakaan ini, LKP2M juga membagikan hasil karyanya kepada para hadirin atau peserta. Produk hasil karyanya itu diantaranya adalah jurnal LoroNG yang merupakan hasil riset dari LKP2M.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan pusat UIN Maliki Malang, Mufid. M. Hum., menjelaskan terkait acara Pekan Kunjung Perpustakaan (PKP) yang sedang berlangsung ini merupakan agenda baru yang dirintis tahun ini sebagai upaya untuk meningkatkan literasi mahasiswa. Kegiatan tersebut, menurut Mufid memiliki dampak positif bagi mahasiswa, baik mahasiswa baru(maba) yang sedang bersemangat belajar literasi, maupun mahasiswa lainnya yang sedang persiapan pengerjaan tugas baik tugas kuliah dan tugas akhirnya. Sehingga kegiatan itu memiliki relevansi untuk mendukung peningkatan kualitas akademik dan penalaran civitas akademika. "Perpustakaan Pusat UIN Malang di tahun ini memiliki program baru dalam rangka meningkatkan literasi mahasiswa, yaitu Pekan Kunjung Perpustakaan (PKP). Banyak runtutan acara dalam PKP ini, di antaranya ada perlombaan-perlombaan, bazar buku, dan juga bedah buku," ujarnya. Dalam pelaksanaanya, Perpustakaan bekerja sama dengan berbagai pihak, diantaranya: LP Ma'arif NU Kabupaten Malang, Bank Indonesia(BI), Intrans Publishing, UIN Maliki Press, termasuk salah satunya dengan UKM LKP2M UIN Maliki Malang.(lkp/ptt)
HUMAS-Sore ini, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA kembali melakukan penandatanganan nota kerjasama atau MoU dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Tenaga Adminsitrasi Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia yang dipimpin oleh Dr. H. Syafi’i, M.Ag. Senin (12/9).
Kegiatan MoU kali ini berlangsung di ruang Rektor dengan dihadiri langsung Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, Karo AUPK Dr. Ahmad Hidayatullah, Kepala OKH Umi Hanik, serta rombongan dari Pusdiklat kemenag RI. Dalam sambutannya, Syafi’i menyampaikan rasa terimakasih kepada UIN Maliki Malang yang telah menerima dan mau menandatangin kerjasama ini. Tentu, sudah menjadi harapan bersama bahwa kerjasama ini kedepannya untuk memberikan berbagai macam jenis pelatihan guna meningkatakn mutu SDM dan para staf administrasi di lingkungan UIN Maliki Malang. “Dengan begitu, UIN Maliki Malang bisa memberikan pelatihan peningkatan SDM bagi ASN di kampus ini,”paparnya. UIN Maliki Malang, kata dia, merupakan salah satu PTKIN terbaik dan cukup besar dan sudah saatnya harus memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Untuk itu, melalui kerjasama ini diharapkan kedua belah pihak bisa saling memberikan manfaat untuk peningkatan mutu SDM bagi ASN di lingkungan Kemenag RI. “Saya menyambut gembira ajakan kerjasama ini, dan kami akan komitmen atas jalinan kerjasama yang disepakati hari ini,” tegasnya. Syafi’i berharap, Kedepan UIN Maliki Malang bisa mendiri menjadi tenaga pemberi pelatihan seperti yang dilakukan oleh Pusdiklat di Kemenag RI. “Saya yakin kedepan UIN Maliki Malang bisa dijadikan mitra kerjasama untuk memberikan pelatihan kepada ASN di lingkungan Kementerian Agama RI,” harapnya. Sementara itu, Prof. Zainuddin, menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang telah dilakukan UIN Maliki Malang dengan Pusdiklat Tenaga Administrasi, dan insyaallah UIN Maliki Malang selalu siap untuk menyelenggarakan kegiatan peningkatan mutu SDM sepert ini. “Alhamdulillah, UIN Maliki Malang juga sudah melakukan berbagai macam kerjasama dengan Kemenag, karena ini sudah menjadi tujuan kami untuk menjadi perguruan tinggi unggul dan bereputasi internasional,” paparnya.
Rektor juga menginformasikan bahwa, beberapa hari yang lalu, UIN Maliki Malang juga sudah melakukan workshop persiapan dari satker BLU menuju PTN-BH. Sehingga dengan begitu kampus berlogo Ulul Albab ini bisa mandiri secara otonom. “Jika ini berhasil, maka UIN Maliki Malang merupakan satu-satunya PTKIN yang memiliki badan hukum secara otonom,” jelasnya. Ini semua, tambah dia, tidak lain dalam rangka menuju visi besar kampus Islam ini yaitu menjadi perguruan tinggi unggul bereputasi internasional. “Ini “sudah menjadi cita-cita besar kita bersama,” pungkasnya.