TEGAS: Karo AUPK saat menjadi pembina apel pagi di UIN Maliki Malang
HUMAS-Apel pagi yang sudah menjadi rutinitas bagi Pegawai ASN di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus di istiqomahkan untuk media komunikasi dan pendisiplinan diri. Senin, (26/9). Apel pagi kali ini dipimpin langsung Karo AUPK Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd yang berlangsung di halaman depan gedung Rektorat UIN Maliki Malang. Mengawali sambutannya, beliau mengajak seluruh pegawai di lingkungan UIN Maliki Malang untuk bisa kerjasama dalam menuntasan pekerjaan di masing-masing satuan kerja yang ada. “Ayo mulai saat ini, biasakan diri kita untuk bisa bekerjasama dan jangan hanya kerja bersama saja,” paparnya.
Ia menjelaskan, kerjasama dengan kerja bersama ini jauh berbeda, kerjasama ini memiliki sinergisitas yang tinggi terhadap setiap pekerjaabn yang dilakukan. Oleh karena itu, kerjasama ini tentu akan meringankan pekerjaan yang dilakukan. Sehingga, pola kerjasama yang baik akan menghasilkan output yang baik pula. “Contoh saja, bagi yang bertugas menjadi satpam maka menjalankan tugsanya sebagai satpam dengan baik dan penuh rsa tanggung jawab, sehingga stake holder yang dilayani merasakan puas dan senang,” jelasnya. Oleh sebab itu, kata dia, bekerjalah dengan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin agar proses pelayanan prima di kampus ini bisa berjalan dengan baik dan memuaskan. “Sebentar lagi, semua program kerja di kampus ini harus terealisasaikan 100 persen, dan tentu membutuhkan kerjasama bukan sebatas kerja bersama saja,” pungkasnya.
HUMAS-Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN gelar konferensi internasional. Agenda akbar yang juga masuk ke dalam rangkaian peringatan HUT UIN ke-61 terebut mengusung tema “Living a Beautiful and Holistic Life in Humankind Atmosphere”. Dengan tetap mempertimbangkan situasi saat ini hingga diambil kebijakan bahwa pelaksanaan konferensi tersebut belangsung secara Online melalui aplikasi Zoom dan berpusat di ruang meeting Lt.1, Gedung Megawati Soekarnoputri Fakultas Psikologi, UIN Maliki Malang.Kamis(22/9)
Dalam sambutannya saat membuka acara tersebut, rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin,MA menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya acara konferensi tersebut. Menurutnya, acara konferensi berlevel internasional seperti itu merupakan bagian dari salah satu poin dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tidak hanya itu, karena bagi profesor asal Bojonegoro ini, melalui agenda itu juga bisa membantu meningkatkan pengetahuan dan membangun kerjasama baik nasional dan internasional. Sesuai dengan visi universitas yaitu terwujudnya pendidikan tinggi yang integratif dalam memadukan ilmu pengetahuan dan Islam yang bereputasi internasional.
Lanjut, masih dari Prof. Zain sapaan akrabnya ini bahwa saat ini merupakan masa transisi dari masa pandemi ke masa normal baru, dimana pandemi ini mengajarkan banyak hal tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik, kesahatan jasmani dan kesehatan mental. Pada dasarnya pengertian Flourish good mental health adalah suatu kondisi ketika pikiran manusia dalam keadaan tenang dan tenteram menjalani kehidupan yang indah dan holistik. “Jika seseorang memiliki mental yang sehat, maka ia akan mampu menjalin hubungan yang positif dengan orang lain, “ungkapnya. Ditambahkannya lagi bahwa Kesehatan mental mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak. Lebih dari 450 juta orang menderita gangguan jiwa. Menurut WHO, pada tahun 2020, depresi akan menjadi beban penyakit terbesar kedua di dunia (Murray & Lopez, 1996). Beban global kesehatan mental akan jauh melebihi kapasitas medis negara maju dan berkembang.
Oleh karena itu, Rektor mengajak kepada semuanya untuk mampu tingkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dalam berbagai aspek melalui kesempatan berharga ini yakni dalam konferensi yang akan disampaikan oleh para pembicaranya baik dari dalam dan luar negeri. Tidak tanggung-tanggung para pembicaranya adalah orang yang berkompeten dan ahli dalam bidangnya, diantaranya: Dr. Nurlaila Effendy, M.Psi(Widya Mandala Catholic University), Dr.Waheeda Khan(Sr. Advisor & Professor, Faculty of Behavioral Sciences Shree Guru Gobind Singh Tricentenary University), Prof. Aaron Jarden(Associate Professor, Centre for Positive Psychology, University of Melbourne, Australia), Prof. Gavin Brent Sullivan(Prof. of Soc. Psyc., Int. Psychoanalytic Uni Berlin & CTPSR Coventry University, United Kingdom), Prof. Dr. Zainuddin Bin Hassan(Education & Social Sciences Faculty of Education Universiti Teknologi Malaysia Skudai) dan terakhir Prof. Kwartarini Wahyu Yuniarti(Professor in Cross cultural health & clinical psychology, Universitas Gadjah Mada).
Sebagai informasi, bahwa Conference Psychology and Flourishing Humanity 2022 ini berlangsung selama dua hari, yakni hari Kamis-Jumat(22-23/9).(ptt)
HUMAS-Terhitung sudah keempat kalinya Annual International Conference on Language, Literature, and Media(AICOLLIM) diselenggarakan oleh salah satu fakultas yang ada di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang), yakni Fakultas Humaniora. Ajang bergengsi bagi para kaum akademisi, pecinta dan pemerhati bidang Bahasa, sastra dan media itu kembali digelar salah satunya dalam rangka ikut serta mengisi rangkaian kegiatan peringatan HUT kampus berlogo Ulul Albab ke-61. Acara yang berlangsung secara hybrid itu bertempat di Home Theater Lt. 3, Gedung K.H. Oesman Mansoer, Fakultas Humaniora.Rabu(21/9)
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin,MA dalam sambutannya menyampaikan selamat dan mengapresiasi atas terselenggaranya acara AICOLLIM tersebut. Prof. Zain begitu sapaan akrabnya ini merasa senang dan berbangga hati bisa mengahadiri acara yang kali ini mengusung tema “Humanities in Diverse Contexts: Bridging Perspectives across Cultures”. Menurutnya, sudah saatnya ranah Humaniora saat ini mampu membahas kajian pengetahuna dalam berbagai perspektif untuk menangkap sifat dinamis dan kompleks dari bidang-bidang seperti yang ditunjukkan dalam tema dan sub-tema konferensi saat ini, misalnya: isu Ekolinguistik, Ekokritik, Bahasa dan teknologi, Bahasa dan Sastra, industri kreatif, Sastra Digital, Sastra dan Politik di dunia Arab, dsb. Lanjut, masih dari Profesor asal Bojonegoro ini memberikan pendapatnya bahwa semua isu-isu yang ada di sekitar apabila selalu update dibahas maka akan bisa memperkaya pemikiran dalam mendefinisikan dan membangun kembali makna baru di bidang Bahasa, sastra dan media di masa modern dan pasca-modern saat ini.
Ditambahkan lagi, oleh rektor bahwa acara semacam ini merupakan salah satu program penting dari Fakultas Humaniora dan juga kampus UIN Maliki Malang. Oleh karenanya, hal itu bisa membantu dan men-support visi besar kampus ini yakni bereputasi dan mendapat pengakuan di kancah internasional. Kemudian hadirnya para pembicara baik dari dalam maupun luar negeri, antara lain: Mesir, Belgia, Amerika Serikat dan Malaysia merupakan tanda bahwa kampus UIN Maliki Malang merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang selalu update terhadap isu-isu global yang paling menarik saat ini. Mengakhiri sambutannya, Prof. Zain mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang terlibat dan berpartisipasi atas terselenggaranya acara itu dan berharap semuanya mendapatkan banyak manfaatnya.(ptt)
HUMAS-Pada tahun ini kampus kita tercinta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah berusia 61 tahun. Di usia yang sudah cukup matang ini, sudah semestinya kampus Kita bisa menjadi percontohan atau teladan bagi lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam Negeri (PTKIN)lainnya dalam berbagai aspek. Hal inilah yang disampaikan oleh rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin, MA saat memberikan sambutan sebelum secara resmi membuka acara kick off Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) kampus Islam berlogo Ulul Albab, sekaligus menyambut Hari Santri Nasional(HSN) dan juga Hari Pahlawan. Bertempat di Lapangan Utama, depan Gedung Sport Center(SC) UIN Maliki Malang.Selasa(20/9)
Prof. Zain, begitu sapaan akrab Rektor UIN Maliki Malang ini berharap agar momentum HUT kali ini bisa lebih membangkitkan semangat dalam meningkatkan tidak hanya kuantitas tetapi lebih pada kualitas sebagai pendidikan tinggi di bawah naungan Kemenag RI yang unggul dan bereputasi internasional. Kemudian juga ditambahkan lagi oleh orang nomer Wahid di UIN Maliki Malang ini, bahwa Kick Off merupakan sebuah penanda dari dimulainya serangkaian kegiatan dalam memperingati HUT ke-61 UIN Maliki Malang. Ada berbagai rangkaian kegiatan, baik itu yang bersifat akademik, olahraga, seminar, workshop, konferens internasional hingga ada pentas seni, kegiatan amal sosial dan khotmil Qur'an.
Oleh karena itu, besar harapan rektor agar seluruh warga kampus ikut menyambut dengan gembira dan lebih bersemangat untuk memajukan lembaga dalam rangka peringatan HUT ke-61 ini.(ptt)
HUMAS-Mahasiswa Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim(UIN Maliki Malang) kembali raih prestasi. Kali ini, mahasiswa kampus berlogo Ulul Albab menjadi Juara 1 dan Juara Best Video dalam ajang kompetisi Business Plan Competition tingkat mahasiswa yang diadakan Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang dengan tema "Developing a Creative Business base on Industry 4.0". Mahasiswa berprestasi itu merupakan satu tim yang terdiri tiga orang, yakni: Maziyatul Khoiroh (200602110065), Deby Putri Aditiya (200602110053), dan M. Hafizul Haqiqi (200602110102). Mereka semua rekan seangkatan berasal dari Program Studi(Prodi) Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi(Saintek) UIN Maliki Malang.Selasa(20/9)
Dilatarbekangi dengan munculnya berbagai olahan makanan modern di era milenial ini maka lahirlah ide inovatif, kreatif dan solutif dari tim mahasiswa UIN Maliki Malang. Hingga akhirnya saat tampil di lomba Businessplan Competition tersebut, tim mengambil judul "DISERLAN (Dimsum Serat Siwalan) Inovasi Dimsum dengan Pemanfaatan Potensi Lokal Sebagai Oleh-Oleh Khas Tuban Berbasis Sosiopreneur".
Alasan tim mahasiswa UIN Maliki Malang mengangkat judul Dimsum Serat Siwalan karena siwalan merupakan tanaman tropis yang tumbuh baik di wilayah Jawa Timur khususnya kabupaten Tuban. Jumlahnya melimpah sehingga masyarakat yang ada di sana banyak yang berprofesi sebagai petani dan penjual buah siwalan (legen dan ental). Namun, para petani dan penjual siwalan seringkali membuang hasil sampingnya (serat siwalan) karena dianggap tidak memiliki manfaat sehingga dibakar agar tidak menumpuk dan menyebabkan bau busuk. Dalam seminggu satu penjual es siwalan bisa mengupas 500-1000 batok siwalan. Dari permasalahan tersebut, mereka ingin membuat sebuah inovasi untuk mengangkat nilai ekonomis dari serat buah siwalan, yakni dijadikan sebagai dimsum. Pemilihan dimsum sebagai produk olahan berbahan siwalan karena dimsum merupakan makanan modern yang banyak dijual di Indonesia dan menjadi makanan yang disukai oleh semua kalangan. Umumnya dimsum terbuat dari daging ayam seharga 2000-3000 tiap pcs-nya.
Besar harapan dari para mahasiswa ini adalah semoga produk DISERLAN itu bisa mengatasi permasalahan yang ada, yakni menciptakan makanan yang sehat, unik, praktis, dan terjangkau. Pertama dikatakan makanan sehat, yakni berbahan dasar serat siwalan yang memiliki kandungan zat antosianin, monoterpene, dan sesquiterpen yang baik untuk tubuh. Kedua,unik karena belum pernah ada dimsum yang berbahan baku dari serat siwalan. Ketiga disebut praktis itu maksudnya bisa dimakan dimana dan kapan sajaatau Ready to eat and ready to use. Terakhir makanan itu terjangkaukarena harganya jauh lebih murah dibandingkan dimsum pada umumnya.
Ditambah satu hal lagi, bahwa para mahasiswa tersebut juga menerapkan aspek sosiopreneur yakni inovasi DISERLAN mampu meningkatkan nilai ekonomis kulit siwalan, pemberdayaan potensi lokal di kabupaten Tuban berupa buah siwalan serta pemberdayaan ibu-ibu sebagai tenaga produksi.(ptt)
HUMAS-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) kembali menggelar Kursus Kader Pembinaan Mental Nasional (Suskabintalnas). Seperti pada masa-masa sebelum pandemi covid-19 maka agenda penting angkatan kesepuluh kali ini kembali dilaksanakan secara offline. Berlokasi di Pusat Diklat(PUSDIK) Arhanud TNI AD, Batu. Upacara pembukaannya resmi dilakukan pada hari ini, Senin(19/9) dan diikuti oleh berbagai delegasi diantaranya UIN Satu Tulung Agung, Univ. Hindu Indonesia, Unisba, UIN Jakarta, UIN Suka, Unida Gontor, Unair, Univ. Patimura, UII dan UIN Maliki Malang sendiri. Senin(19/9)
Pada acara tersebut,bertindak sebagai Pembina upacara yakni Kepala Biro Administrasi Akademik kemahasiswaan dan Kerjasama(Kabiro AAKK) UIN Maliki Malang, Dr. Barnoto,M.Pd.I sekaligus mewakili pimpinan universitas. Dalam sambutannya, sebelum membuka secara resmi acara itu disampaiakan akan pentingnya diadakannya kegiatan tersebut. Tujuan dari kegiatan tersebut tidak lain adalah untuk membangun jiwa kepemimpinan yang bermental nasional dan berwawasan kebangsaan dari setiap pesertanya dan juga mempersiapkan diri para kader Pembina Mental Resimen Mahasiswa yang berkarakter kuat, disiplin dan memiliki nilai juang untuk menjadi kader di satuan, skomen hingga pada lingkup yang lebih luas.
Jenis kegiatannya ada dua macam, yakni indoor dan juga outdoor/ lapangan, Selain itu untuk menunjang kelancaran dan kesuksesan kegiatan tersebut maka para pesertanya diberikan berbagai fasilitas, yakni: Brevet PDL dan PDH, Kaos pendidikan, Jaket dan Topi Suskabintalnas, soft materi, barak dan konsumsi, cinderamata dan foto jajar, serta pesiar hingga ada juga sertifikatnya.
Ouput dari kegiatan Suskabintalnas itu secara umumnya adalah terbentuknya jiwa kepemimpinan dan juga kemampuan memimpin(Leadership skill) lalu terbangunnya karakter diri yang bermental kebangsaan. Sedangkan output khususnya adalah mencetak seseorang menjadi pembina dan pelatih yang bermental kuat melalui penanaman mental mulai dari mental spiritual, mental jasmani-rohani dan mental ideologi Pancasila serta ditambah wawasan kebangsaan. Sehingga alumninya bisa menjadi seorang pelatih menwa yang berkarakter dan handal dalam mendidik para anggotanya di satuan masing-masing.(ptt)
HUMAS-Menyikapi instruksi Kementerian Agama RI akan pentingnya perguruan tinggi melakukan pengembangan kampus berbasis pesantren direspon positif oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Senin (19/9).
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA menuturkan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman dan mereka menilai kampus yang terintegrasi dengan pesantren ini sebagai jawabannya.
Melihat peluang itu, Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah (IAI DALWA) Bangil Pasuruan yang dipimpin Dr. Segaf Baharun, M.H.I mengajak UIN Maliki Malang untuk melakukan kerjasama baik di bidang pendidikan, pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan SDM, pemagangan mahasiswa, pembinaan prodi S1, S2, S3, dan PPG. "Tidak hanya itu, kerjasama ini juga menyangkut soal penyelenggaraan kegiatan ilmiah juga," terangnya.
Rombongan UIN Maliki Malang kali ini disambut hangat oleh Direktur Pascasarjana IAI Dalwa, Dr. al-Habib Zainal Abidin, M.Pd. Mengawali sambutannya dalam acara FGD dengan tajuk Pengembangan kerjasama, akademik, riset dan SDM perguruan tinggi berbasis pesantren ini menyampaikan bahwa UIN Maliki Malang menjadi guru bagi IAI Dalwa yang selama ini telah banyak memberikan bimbingan dan arahannya. Sejak berdiri tahun 1991 Dalwah menjadi pesantren yang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pondok pesantren dengan penuh kesederhanaan ini memiliki semangat membangun anak bangsa berbasis pesantren dan mandiri. "IAI Dalwa memiliki koneksi yang sangat baik dengan UIN Maliki Malang untuk itu pendampingan pengembangan dari berbagai aspek sangat dibutuhkan," terangnya.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA dalam paparan materinya menilai bahwa IAI Dalwa sudah memiliki kemandirian yang sangat kuat dengan ditopang berbagai macam anak usahanya untuk menopang perekonomiannya.
Dalwa sudah menyongsong masa depan yang jauh lebih maju dan mandiri tanpa menghilangkan budaya pesantrennya. "Ini kalau di PTN bisa dikatakan sebagai kampus berbadan hukum atau PTNBH," jelasnya.
Semua perguruan tinggi saat ini, kata Prof. Zain, harus cepat mengadopsi perkembangan teknologi di era globalisasi ini sama seperti banjir bandang yang tidak bisa dibendung. "Banyak hal yang dibawa tapi juga banyak memberikan manfaat juga bagi siapapun yang mau cermat dan jeli dalam mengambil hikmahnya," tegasnya.
Semoga, tambah dia, kerjasama yang dijalin ini bisa memberikan manfaat dan keberkahan bagi kedua belah pihak. "Saya senang sekali atas jalinan kerjasama ini, dan semoga UIN Maliki Malang juga bisa belajar membangun ekonomi mandiri menuju PTNBH, dan IAI Dalwa dalam upayanya beralih menjadi universitas bisa segera terwujud," pungkasnya
HUMAS-Silih berganti tamu yang berkunjung dan bersilaturahmi di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang). Sehari usai menerima kunjungan tamu dari UIN Imam Bonjol Padang, kali ini kampus Islam berlogo Ulul Albab kembali mendapat kunjungan tamu dari Kota Atlas, yakni UIN Walisongo. Namun sayangnya, Wakil Rektor(WR I) kedua lembaga sedang berada di luar kota sehingga datangnya rombongan tamu UIN Walisongo yang dipimpin oleh Drs. M. Mudhofi, M. Ag disambut oleh Kepala Biro Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama(Kabiro AAKK) UIN Maliki Malang, Dr. Barnoto, M.Pd.I yang didampingi oleh Koordinator bidang(Koorbid) kemahasiswaan, Kepala bagian akademik, Koorbid kerjasama dan Ketua unit admisi. Pertemuan awalnya berlangsung di ruang meeting WR I, Lt. 1, Gedung Rektorat.Jumat (16/9)
Sesuai dengan apa yang tertulis pada surat permohonan kepada rektor UIN Maliki Malang dengan nomor: 3825/Un.10.0/R1/DI.01.03/09/2022 maka disampaikan lagi oleh pimpinan tamu rombongan UIN Walisongo yang saat ini menjabat Wakil Dekan bidang Akademik Fakultas Dakwah dan Komunikasi, M. Mudhofi bahwa tujuan kunjungannya yakni dalam rangka benchmarking tim akademik, terkait yang pertama tentang Sistem Admisi Penerimaan Mahasiswa Baru(PMB). Kedua, manajemen Pengenalan Budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) dan ketiga tentang sistem pengelolaan Kartu Indonesia Pintar-Kuliah(KIP-K).
Menanggapi hal tersebut, Barnoto bersama tim bidang akademik UIN Maliki Malang menyambut dengan ramah dan menyatakan bersedia untuk siap membantu secara maksimal. "Kami ucapkan selamat datang di kampus ini dan inshaa Allah kami siap membantu memberikan pelayanan terhadap apa yang Anda perlukan dari kami di sini, " terangnya. Lanjut, Kabiro AAKK ini pun mempersilahkan kepada rombongan tamu UIN Walisongo untuk bertemu langsung dengan unit-unit di bidang akademik yang terkait dan selanjutnya melakukan diskusi, FGD, dsb dengan koorbidnya masing-masing. "Semoga agendanya hari ini lancar semua dan kami di sini bisa memberikan yang terbaik untuk anda, "pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus berupaya mewujudkan mimpinya menjadikan perguruan tinggi Islam ini menjadi world class university atau kampus yang unggul dan bereputasi internasional. Jumat (16/9). Kali ini, UIN Maliki Malang mengambil langkah untuk percepatan realisasi indikator kinerja tahun 2021 sampai dengan 2025 yaitu tentang jumlah sertifikasi kompetensi dosen dan tenaga pendidik tingkat internasional dengan melakukan pelatihan sertifikasi bekerjasama dengan lembaga sertifikasi internasional asal Amerika serikat yaitu IBS/AAPM/AAFM dan Certified Advanced Resource Management (CAHRM).
Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan di gelombang pertama ini dikuti oleh 17 peserta saja yang terdiri dari unsur pimpinan pusat dan fakultas serta lembaga. “Pesertanya terdiri dari WR II, WR IV, Dekan, dan ketua lembaga,”terangnya.
Pelatihan sertifikasi managemen ini, kata beliau, tidak lain untuk pengelolaan manajemen SDM di masing-masing satker yang ada di UIN Maliki Malang. “Pelatihan ini sebagai langkah awal untuk mewujudkan mimpi kampus ini menuju reputasi internasional,” jelasnya.
Kegiatan ini, kata beliau, tidak hanya untuk mendapatkan sertifikat keahlian level internasional saja. Akan tetapi, yang utama peserta mendapatkan ilmunya. Karena itu sangat penting sekali untuk membangun UIN Maliki Malang go inetrnasional,” paparnya. Untuk itu, tambah dia, saya berharap semua peserta bisa lulus semuanya.